cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019" : 12 Documents clear
MONEY CONTESTATION: PROSTITUTION SNARE SPG (SALES PROMOTION GIRL) IN INDAH HANACO’S THE CURSE OF BEAUTY NOVEL Farokhah, Fiqih Aisyatul
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.356.69-90

Abstract

In this globalization era, with the high technology money becomes the important thing in human life. Sometimes, it is synchronous to the values and morals. Even, they have a good educational background, it is not guaranteed. Many women are one of the victims of underdevelopment society. The lacking of learning opportunity makes them should survive in a difficult life. Finally, the only thing they can do is using their body to work. Money, family, and social environment have the role important in individual deviation. One of them is women who work as Sales Promotion Girl (SPG). They are taken into the prostitution. This reality is represented in Indah Hanaco’s novel “The Curse of Beauty”. Thus, this paper reveals the representation of women sexuality in her novel. It explains their underdevelopment education and sexual oppression. Therefore, there are some research problems to be discussed. First, what does mean money contestation of SPG’s life?. Then, how does the education affect SPG’s life in The Curse of Beauty novel?. Next, how do money and education affect SPG in the prostitution world?. This paper aims to open up the money contestation affect the SPG’s life until they are trapped in the prostitution world. It uses descriptive qualitative. Data are taken from all descriptive concerning SPG body appearance to understand the narrative meaning of the beauty. It applies power and subject theory of Michael Foucault. Money and education have changed women life to the sexual oppression which brings them to the prostitution world.      
ANALISIS BIBLIOMETRIK BERKALA ILMIAH NAMES: JOURNAL OF ONOMASTICS DAN PELUANG RISET ONOMASTIK DI INDONESIA Aribowo, Eric Kunto
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.373.91-111

Abstract

Names: Journal of Onomastics menerbitkan edisi pertama pada tahun 1953 dan menjadi jurnal rujukan yang memiliki fokus khusus di bidang onomastik, tata nama. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan gambaran umum mengenai tema-tema riset yang terbit di jurnal tersebut dengan memanfaatkan analisis bibliometrik untuk menilai performa dari artikel-artikelnya sekaligus memaparkan peluang riset tentang onomastik di Indonesia. Data riset ini merupakan metadata yang diekstrak dari basis data Scopus yang terbit di berkala Names: Journal of Onomastics dari tahun 1953—2018. Semua informasi diekspor ke format CSV untuk keperluan analisis data, khususnya word co-occurrence network yang dihasilkan menggunakan VOSviewer. Jumlah dokumen yang terbit tahun 1953—2018 sebanyak 1.235 artikel. Hasil analisis menunjukkan investigasi terkait nama diri (khususnya nickname) dan nama tempat menjadi topik dominan dalam onomastik, sedangkan riset tentang nama hewan, penamaan dan perkawinan, jenis kelamin dan penamaan, nama makanan, dan nama pada karya sastra menjadi tren riset menjelang tahun 2018. Riset onomastik di Indonesia memiliki potensi dan peluang yang luas karena beberapa sumber data elektronik yang dapat dengan mudah diakses. Dengan melibatkan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu, onomastik menjadi salah satu topik yang menjanjikan untuk diselidiki.
SISTEM LOU DAN HUMA DALAM MASYARAKAT DAYAK BENUAQ: MEMBACA NOVEL API AWAN ASAP KARYA KORRIE LAYUN RAMPAN Kurniawati, Diyan
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.334.39-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan sistem lou dan huma yang terdapat dalam novel Api Awan Asap karya Korrie Layun Rampan. Masalah penelitian adalah bagaimana sistem lou dan huma, baik sistem sosiologis atau budaya, dan filosofis. serta posisi masyarakat dalam menghadapi faktor eksternal, yaitu perusahaan kayu, yang menganggu lou dan huma. Untuk memecahkan masalah dan tujuan penelitian digunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif, yaitu dengan cara mendeskripsikan sistem lou dan huma, dan posisi masyarakat dalam menghadapi faktor eksternal. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra dan didukung dengan teori identitas dan ekokritik. Hasil penelitian membuktikan sistem sosiologis lou ditampilkan melalui bentuk rumah lou yang dibuat agar masyarakat yang tinggal di dalamnya merasa aman. Lou juga menjadi tempat pewarisan tradisi berupa kesenian dan produk budaya, serta tempat meneruskan garis keluarga. Secara filosofis, lou menunjukkan sistem kekerabatan dan keeratan perasaan di antara masyarakat. Sistem sosiologis huma adalah konsep pengelolaan hutan dan tanah yang memperhatikan ekosistem. Secara filosofis, huma dalam pembagian hutan. menunjukkan ketaatan masyarakat Dayak Benuaq kepada adat. Perusahaan kayu menyebabkan masyarakat mengalami trauma dan instropeksi terhadap kelegalan kepemilikan tanah. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lou dan huma bukan hanya sebuah bangunan fisik dan pola mata pencaharian, tetapi merupakan penghubung masyarakat dengan tradisi. Masyarakat Dayak Benuaq berupaya mempertahankannya dari eksploitasi perusahaan kayu. 
THE ANALYSIS OF UNIT SHIFT IN THE RESEARCH OF TRANSLATION WITH COMMENTARY: ENGLISH INTO INDONESIAN Agistiawaty, Fika
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.316.131-147

Abstract

Unit shift is one of a shift that is found in the translation. Unit shift is a translation strategy that changes the unit of the source text, such as a word into a phrase, a phrase into a clause, and a phrase into a word. This article aims to find out the unit shift in the translation of the novel Counting by 7s that is from English into Indonesian. The methods used in this article are introspective and retrospective method. The procedure of the research were reading the novel, translating it, marking the problem found, taking the problem concerning unit shift to be analyzed, and analyzing the chosen data based on Duff’s principles of translation, Chesterman’s unit shift translation strategy, and theories of languages. The results of this research show that the translation strategy of unit shift can be combined with the translation strategy of expansion, compression, cohesion change, and antonymy. Besides, the unit shift analyzed is only from a word to a phrase and vice versa.
FACTORS HINDERING THE ACHIEVEMENT OF ENGLISH COMMUNICATIVE COMPETENCE Menggo, Sebastianus; Suparwa, I Nyoman; Astawa, I Gede
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.235.149-163

Abstract

 English communicative competence is one of the prime preferences for learners in this current century, including tourism academy students. As the consequence, learners are equipped by relevant skills including how to articulate English communicative competence insight effectively. Learners are encouraged to fulfill the of micro and macro components of English communicative competence and minimize the factors hindered to be a competent English speaker. The aims of this research were to analyze the factors hindering communicative competence and disclose the micro and macro component problems of English communicative competence at the fourth semester of hotel department students enrolled in three-year diploma program in Denpasar tourism academy. This was descriptive-quantitative study and involved 30 students and one English lecturer as respondents at this college. Data were collected through in-depth interview, questionnaire, field observation, and students’ English communicative competence document. Then, data were analysed by using software program, Excel Chart Data Series. The result indicates that internal factors were more affecting than external factors and micro components were more complicated than macro components in the students’ English communicative competence.
MATERIALISME HISTORIS DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK Alfian, Muhammad
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.385.1-17

Abstract

Masalah penelitian ini berkaitan dengan produksi dan konstestasi ideologi. Penelitian bertujuan untuk menguraikan struktur ideologi yang diproduksi oleh novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari dengan menggunakan teori materialisme historis Terry Eagleton. Teori ini melihat produksi ideologi dari relasi antara konstituen eksternal, konstituen internal (teks), dan sejarah. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan teknik simak-catat dan studi kepustakaan; analisis data dengan teknik analisis konten. Hasil penelitian membuktikan bahwa novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah: (1) artikulasi dari dominasi kekuasaan rezim yang fasis dan otoritarian. Dominasi ideologi rezim kekuasaan cenderung berpihak pada kapitalisme yang feodal, sehingga kaum proletar didiskualifikasi dari penguasaan bahan dan alat produksi, khususnya bahasa, politik, dan ekonomi. Produksi sastra dikontrol secara ketat sebagai legitimasi rezim kekuasaan terhadap ideologi dominan. Melalui pengolahan pengalaman-pengalaman pengarang dalam kondisi tersebut, terjadi penciptaan estetik yang melahirkan novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan genre realisme sosial sebagai cara untuk melawan rezim kekuasaan dengan personifikasi tradisi mistis dan lokalitas; dan (2) ideologi teks terikat dengan peristiwa-peristiwa sejarah yang mengimplikasikan kritik terhadap rezim kekuasaan dengan cara mengontestasikan ideologi humanisme terhadap dikotomi ideologi dominan negara dan komunisme. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produksi ideologi dengan melihat faktor-faktor historis di luar teks, yang diinteraksikan dengan teks, bersifat resistensi terhadap kemanusiaan dan subversif terhadap formasi sosial.
SAMPUL DEPAN ., . .
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPRESI PEREMPUAN AMERIKA DALAM NOVEL RIDING FREEDOM DAN PAINT THE WIND KARYA PAM MUNOZ RYAN Arsintowati, Winta Hari
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.244.19-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap diskriminasi yang terjadi pada anak perempuan Amerika dalam novel Riding Freedom dan Paint the Wind. Dua novel karya Pam Munoz Ryan tersebut sama-sama berkisah mengenai anak perempuan Amerika yatim piatu yang dikungkung oleh orang-orang terdekat, seperti keluarga dan masyarakat sekitar, untuk meraih mimpi. Peneliti menggunakan metode kualitatif, terutama kajian pustaka dengan data primer berupa kedua novel karangan Ryan, sedangkan data sekunder berupa data-data mengenai opresi terhadap perempuan Amerika di era 1800-an dan di masa modern yang sesuai dan dapat dijadikan acuan untuk penelitian ini. Kedua novel ini dianalisis dengan teori feminisme eksistensialis yang dicetuskan Simone de Beauvoir untuk mengetahui bagaimana usaha kedua tokoh tersebut untuk mencapai kebebasan. Melalui penelitian ini, ditemukan bahwa meski mendapat opresi dari lingkungan sekitar, tokoh anak perempuan Amerika dalam kedua novel itu tetap melakukan perlawanan dengan cara berbeda untuk mencapai impiannya. Hal itu menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang pengarang hadirkan  mengenai hak dan kebebasan kaum perempuan Amerika seiring dengan perkembangan zaman. Penelitian ini juga menemukan bahwa meski perempuan Amerika masa kini dapat lebih bebas berpendapat bahwa opresi terhadap perempuan masih tetap terjadi.
PENAMPIL LINTAS GENDER DALAM SASTRA LISAN MINANGKABAU, RONGGEANG PASAMAN Meigalia, Eka; Putra, Yerri Satria
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.331.55-68

Abstract

Ronggeang[1] Pasaman merupakan salah satu sastra lisan dari etnis Minangkabau yang berkembang di wilayah Pasaman. Tradisi ini masih hidup dan diapresiasi oleh masyarakat pendukungnya hingga saat ini. Dalam pertunjukannya, ronggeang (penari) dalam tradisi Ronggeang Pasaman ini dilakukan oleh laki-laki yang berdandan sebagaimana seorang perempuan. Namun dialektika antara adat dan agama di Minangkabau secara tidak langsung juga berdampak pada penerimaan masyarakat terhadap kehadiran mereka dalam pertunjukan. Untuk itu, tulisan ini akan memaparkan permasalah yang dihadapi oleh penampil lintas gender dalam tradisi Ronggeang Pasaman berkaitan dengan dialektika antara adat dan agama di Minangkabau.. Dengan melalui proses penelitian yang bermetode etnografis dan kualitatif, data-data untuk tulisan ini diperoleh melalui proses pengamatan, wawancara, serta studi pustaka. Berdasarkan proses tersebut dapat dipahami bahwa kehadiran penampil lintas gender dalam tradisi Ronggeang Pasaman merupakan hasil negosiasi dan adaptasi terhadap perbenturan budaya yang ada, yaitu Jawa dengan Minang. Juga perbenturan antara adat dan syarak yang dianut masyarakat Minangkabau.[1] Penulisan kata ronggeang di sini disesuaikan dengan pelafalan masyarakat Pasaman terhadap tradisi ini yang bagi mereka sendiri berbeda dengan tradisi ronggeng di Jawa.
SAMPUL BELAKANG ., . .
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 12