cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016" : 11 Documents clear
KONFLIK DAN KOMPROMI DALAM CERPEN-CERPEN BERLATAR KELUARGA DARI ASIA TENGGARA Putra, I Nyoman Darma
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.036 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.23.1-14

Abstract

Selain isu-isu makro tentang bangsa, masalah-masalah mikro dalam kehidupan keluarga jugabanyak diangkat menjadi latar sekaligus tema cerita oleh kalangan cerpenis negeri serumpunAsia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis konflik dan kompromi antaranggota keluarga dalam karya cerpenisnegeri serumpun. Data diambil dari cerpen karya penulis negeri serumpun yang terkumpuldalam antologi Matahari di Nusantara (2010) yang diterbitkan oleh Majelis Sastera AsiaTenggara (Mastera). Pengumpulan data menggunakan metode pustaka dan teknik catat,sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis kritis interpretatif denganteori intertekstualitas. Hasil pembahasaan menunjukkan bahwa tema yang sama dalamantologi cerpen Matahari di Nusantara memberikan gambaran tentang pentingnya kedudukankeluarga sebagai institusi pendidikan anak, penanaman adat, dan tradisi pengembangan diri dimasyarakat. Konflik dan kompromi dalam keluarga yang disuguhkan dalam cerpen tersebutdibiarkan menggantung sehingga pembaca tertantang untuk menemukan maknanya.
ADAPTASI NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KE DALAM FILM SANG PENARI: SEBUAH KAJIAN EKRANISASI Inda, Dian Nathalia
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.67 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.14.25-38

Abstract

Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari merupakan novel yang populer. Karenakepopulerannya, novel tersebut diadaptasi menjadi film Sang Penari. Adaptasi RonggengDukuh Paruk menjadi film Sang Penari diteliti menggunakan kajian ekranisasi. Penelitianini bertujuan untuk memaparkan perubahan dan aspek yang memengaruhinya dalam adaptasinovel Ronggeng Dukuh Paruk menjadi film Sang Penari yang berbeda konvensi. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah pustaka dan observasi dengan teknik catat.Metode analisis data menggunakan deskriptif komparatif. Sumber data yang digunakanadalah novel Ronggeng Dukuh Paruk dan film Sang Penari. Hasil analisis menunjukkanbahwa perubahan yang terjadi meliputi judul, usia tokoh, teknik penceritaan, latar, tokoh, danperistiwa. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu moral, nasionalisme,durasi, penonton, dan komersial.
ANALISIS FONOLOGIS PADA TERJEMAHAN BUKU RESEP MASAKAN BAHASA INGGRIS KE DALAM BAHASA INDONESIA Ekasani, Kadek Ayu
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.913 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.19.77-90

Abstract

Analisis penelitian ini difokuskan pada aspek fonologi terjemahan buku resep masakan bahasaInggris ke dalam bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan fonologiyang terjadi pada terjemahan buku resep. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan datapenelitian adalah (1) metode simak dan (2) metode deskriptif-komparatif. Data dianalisisdengan teori linguistik untuk menganalisis perubahan bunyi yang terjadi pada terjemahanbuku resep masakan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ada perubahan fonologi yang terjadi pada hasil terjemahan buku resep masakanbahasa Inggris ketika terserap ke dalam bahasa Indonesia, penguatan bunyi vokal [ʊ]→[u],[ɪ]→[i], [ǝ]→[u], [ɛ]→[i],[ə]→[i], [a]→[e], [ʌ]→[u], [ɛ]→[e], [ɒ]→[o], [ɒ]→[ɔ], dan[ɔ]→[u]; pelemahan bunyi vokal [i]→[ǝ], [ǝ]→[a], [ǝ]→[ɔ], [e]→[a], [ʌ]→[a], dan [ɪ]→[e];apokope, penghilangan fonem /t/,/i/, dan /əʊ/ → /ø/ di akhir kata; sinkope, penghilanganvokal panjang [ɑː], [i:], dan [u:] → [a], [i], dan [u] di tengah kata; epentesis, penyisipankonsonan [d], [l] dan penyisipan vokal [u], [ǝ], dan [a]; paragog, penambahan bunyi [r], [ci]di akhir kata; proses perpaduan vokal, yaitu monoftongisasi [əʊ]→[a], [eɪ]→[a], [eɪ]→[e],[eɪ]→[u], [eɪ]→[i]. Dengan demikian, pada proses penyerapan kata-kata dari bahasa Inggriske dalam bahasa Indonesia terutama pada buku resep masakan terjadi perubahan fonologiyang menunjukkan bahwa adanya penyesuaian bunyi terhadap kata-kata yang terserap daribahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia bertujuan untuk menyederhanakan pelafalan katakataserapan terhadap penutur bahasa Indonesia sehingga mudah diucapkan.
PEREMPUAN YANG TERMARGINALKAN DALAM CERPEN “MENUJU KAMAR DURHAKA“ DAN “BERITA DARI PARLEMEN” KARYA UTUY TATANG SONTANI Saptawuryandari, Nurweni
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.887 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.15.39-48

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Utuy Tatang Sontani menggambarkansosok perempuan yang termarginalkan dalam cerpennya yang berjudul “Menuju KamarDurhaka” dan “Berita dari Parlemen”, dengan cara menganalisis sikap, ucapan, dan tindakanyang dialami dan dilakukan tokoh perempuan. Dalam kedua cerpennya, Utuy Tatang Sontanimenggambarkan rakyat kecil yang umumnya adalah tokoh perempuan selalu mengalamikesengsaraan dan kesialan. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka. Metodeyang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang memaparkan tulisan berdasarkan isi karyasastra, yang menggambarkan tokoh perempuan, yang selalu mengalami keterpurukan dankesengsaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen “Menuju Kamar Durhaka” dan“Berita dari Parlemen” menggambarkan perempuan sebagai sosok yang termarginalkan danselalu mengalami penderitaan.
ANALISIS PERCAKAPAN BAHASA SASAK DALAM PERSPEKTIF GENDER: SEBUAH KAJIAN WACANA KRITIS Bakri, Bakri
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.791 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.20.91-102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi peran laki-laki atau perempuanSasak dalam pilihan kosakata, dalam melakukan kendali interaksional, dalam struktursintaksis, dan dalam pemakaian metafora dengan percakapan bahasa Sasak. Teori yangdipergunakan adalah teori wacana kritis model Norman Fairclough dan dilengkapi denganteori Teun A. Van Dijk. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan cakap(wawancara) serta teknik dasar dan turunannya, metode observasi, dan metode dokumentasi.Sumber data diperoleh dari para pemuda dan pemudi Sasak yang sedang berkomunikasi.Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untukmembuat deskripsi secara sistematis, kategorisasi, dan pemolaan. Data disajikan secaraformal dan informal. Pada akhirnya, penelitian ini menghasilkan realita motif atau ideologisikap komunikator yang memihak peran laki-laki atau perempuan Sasak dalam perspektifgender, yang kerap menimbulkan persinggungan fisik-psikis, seperti; pelecehan seksual,KDRT, dan bahkan dalam budaya kawin cerai.
PERJUANGAN PEREMPUAN MENDOBRAK KETIDAKADILAN GENDER DALAM CERITA “PAN BRENGKAK”, “DIAH RATNA TAKESHI”, DAN TEMPURUNG Budiasa, I Made
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.099 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.16.49-60

Abstract

Isu perlawanan gender terhadap hegemoni laki-laki, sistem patriarki, feodal, dan kawin paksasering mewarnai karya sastra, baik sastra tradisional maupun modern. Terjadinya perlawanankaum perempuan itu dalam karya sastra tidak terlepas dari kondisi masyarakat Bali yangmasih diwarnai arogansi elite, struktur status, dan kelas sosial. Penelitian ini bertujuanuntuk mengungkap bentuk perjuangan kaum perempuan dalam mendobrak ketidakadilangender yang dialaminya dan implikasi positif dari perjuangan itu. Sumber data adalah ceritarakyat “Pan Brengkak”, lakon wayang kulit “Diah Ratna Takeshi”, dan novel Tempurung.Ketiga cerita itu menggambarkan perjuangan kaum perempuan dalam mencari identitashidup dengan mendobrak hegemoni laki-laki, sistem patriarki, feodal, dan kawin paksa.Pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dengan teknik catat. Analisis datamenggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bentukperlawanan yang dilakukan oleh kaum perempuan dalam memperjuangkan keadilan genderpada ketiga cerita itu adalah perlawanan terhadap dominasi laki-laki, penentangan terhadapsistem feodal, dan penolakan terhadap sistem perjodohan. Perjuangan itu berimplikasi positifdalam menumbuhkan jiwa perempuan pekerja keras, bertanggung jawab, dan pemberani.
PERGESERAN KOSAKATA BAHASA BALI RANAH PERTANIAN: STUDI LINGUISTIK KEBUDAYAAN Arnawa, Nengah
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.511 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.21.103-110

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pergeseran kosakata bahasa Bali pada ranah pertanian dandampaknya terhadap pelestarian budaya darma pamacul ‘kewajiban petani’. Penelitian inidilatarbelakangi oleh kondisi empirik bahwa telah terjadi perubahan tatacara petani dalampengolahan lahan. Perubahan tersebut berdampak pada pergeseran kosakata yang berimplikasipada perubahan budaya. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memetakan pergeserankosakata bahasa Bali ranah pertanian dan kaitannya dengan dinamika budaya lokal. Untukmencapai tujuan tersebut, penelitian ini berpijak pada teori linguistik kebudayaan danmakrosemantik. Penelitian ini dirancang dalam desain kualitatif. Data dikumpulkan melaluimetode cakap dengan para petani subak basah dan kering di Kabupaten Tabanan dan Buleleng.Informan diklasifikasi berdasarkan jenis kelamin dan kelompok umur. Berdasarkan prosedurpenelitian tersebut terungkap bahwa telah terjadi pergeseran kosakata dan budaya pertanianpada aspek: peralatan, budaya dan ikatan sosial, proses pengolahan lahan, perawatan tanamandan penanganan hasil panen. Pergeseran kosakata ranah pertanian tersebut berdampak padakegagalan anak-anak petani memahami metafora yang sering digunakan dalam wacanaberbahasa Bali.
Halaman SAmpul dan Daftar Isi RW, RW
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.976 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.91.i-xiv

Abstract

MORFEM SUPRASEGMENTAL PADA TEKS PIDATO PENGUNDURAN DIRI PRABOWO-HATTA DALAM PILPRES TAHUN 2014: SEBUAH TINJAUAN FONOLOGIS Setiawan, Irma
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.812 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.17.61-76

Abstract

Bahasa verbal pidato pengunduruan diri Prabowo-Hatta menjadi fenomena yang menarikuntuk ditelaah. Rumusan masalah pada penelitian ini terfokus pada bentuk dan fitur morfemsuprasegmental pada teks pidato pengunduran diri Prabowo-Hatta dari Pilpres 2014. Tujuanpenelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan fitur morfem suprasegemntal pada teks pidatopengunduran diri Prabowo-Hatta dari Pilpres 2014. Teori yang dipergunakan berupa analisisfonologi kewacanaan yang dikombinasikan dengan analisis wacana kritis (AWK) untukmencermati intonasi, tekanan, durasi, dan aksen tertentu yang memuat makna terselubung.Metode penelitian yang dipergunakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulandata dilakukan dengan metode simak dan catat serta menggunakan peranti lunak SpeechAnalyzer (SA) sebagai penentu frekuensi suara dan ELAN sebagai penentu lokasi waktututuran dalam pidato. Penganalisisan data dilakukan dengan tahap reduksi, tahap penyajian,dan tahap penyimpulan/verifikasi. Penganalisisan data dilakukan dengan deskripsi kualitatifkuantitatif.Data disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian diperoleh korelasisecara fonologis morfem suprasegmental terhadap produksi makna, situasi, dan ideologidalam teks pidato yang menunjukkan posisi pembicara dalam pidato yang disampaikan.
PRONOMINA PENUNJUK DALAM BAHASA BALI Partami, Ni Luh
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.921 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.22.111-120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pronomina penunjuk bahasa Bali yangberkaitan dengan (a) jenis, (b) ciri-ciri, dan (c) perilaku sintaksis. Teori yang diterapkandalam penelitian ini adalah teori linguistik struktural yang memandang bahasa itu sebagaiunit-unit yang tersusun dalam sebuah struktur. Data bersumber pada data lisan dan tulisan.Sumber lisan diperoleh melalui wawancara dan sumber tulisan melalui cerita rakyat Bali,Kamus Bali--Indonesia, dan Tata Bahasa Baku Bahasa Bali. Pengumpulan data menggunakanmetode wawancara dengan teknik simak dan catat. Data yang telah terkumpul kemudiandianalisis dengan metode agih dengan teknik substitusi. Hasil analisis disajikan denganmetode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pronomina penunjukbahasa Bali dapat berupa bentuk dasar. Jika dilihat berdasarkan peran sintaksis, pronominapenunjuk bahasa Bali dapat berperan substantif, lokatif, deskriptif, dan temporal. Dalamtataran kalimat pronomina penunjuk bahasa Bali dapat mengisi fungsi subjek, predikat,objek, dan keterangan. 

Page 1 of 2 | Total Record : 11