cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
ISSN : 08543283     EISSN : 25800353     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015" : 9 Documents clear
IMPLIKATUR DAN RETORIKA PEMAKAIAN BAHASA PADA IKLAN PAPAN NAMA Purwa, I Made
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.356 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.167.13-24

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan jenis-jenis implikatur dan retorika pemakaian bahasa pada papan iklan. Kajian ini membahas perspektif pemakaian bahasa dan tindak tutur pada papan iklan. Bahasa pada papan iklan disampaikan dengan teknik persuasif. Persuasi yang muncul dalam implikatur papan iklan: (a) memuji keunggulan produk, (b) memerintah menggunakan produk secara langsung, dan (c) menegaskan nama produk. Implikatur ini muncul akibat simpulan yang didasari latar belakang pengetahuan tentang produk atau barang yang diiklankan. Dari segi penyampaiannya, bahasa papan iklan menggunakan kaidah retorika: (a) iklan dengan kaidah pernyataan netral disertai penilaian, (b) iklan dengan kaidah perkaitan konsep, (c) iklan dengan kategori keyakinan, (d) iklan dengan kaidah larangan, dan (e) iklan dengan kaidah suruhan. 
HUBUNGAN MAKNA AKRONIM DAN KATA PEMBENTUKNYA PADA ACARA INDONESIA LAWAK KLUB (ILK) DI TRANS 7 Rijal, Syamsul
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.875 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.172.73-82

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan akronim dalam acara Indonesia Lawak Klub (ILK) di Trans 7. Populasinya pun diambil dari semua akronim yang pernah digunakan dalam ILK dengan penarikan sampel secara purposif. Data-data tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif. Proses pembentukan akronim dalam acara ILK menggunakan tiga bentuk relasi makna dalam menciptakan konsep-konsep kata, frasa, dan klausa yang lucu dan kocak. Selain itu, ada pula akronim yang dibentuk tanpa memiliki hubungan makna dengan kata-kata pembentuknya. Akronim-akronim yang memiliki relasi makna tersebut terbentuk dengan tiga pola hubungan makna, yaitu prinsip inklusi/tercakup; prinsip bersinggungan; dan prinsip komplementer.
BAHASA PERGAULAN SEHARI-HARI ETNIS CINA DI TABANAN Sukayana, I Nengah
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.762 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.168.25-35

Abstract

Etnis Cina di kota Tabanan hidup membaur dengan masyarakat Bali yang mayoritas menggunakan bahasa Bali sebagai  bahasa ibu. Etnis Cina berusaha menguasai bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat Bali. Tulisan ini mengkaji frekuensi dan faktor yang memotivasi etnis Cina di Tabanan menggunakan bahasa Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  frekuensi dan mengetahui faktor-faktor motivasi penggunaan bahasa Bali oleh etnis Cina di Tabanan. Teori yang dijadikan acuan dalam tulisan ini adalah teori fungsional yang dikemukakan oleh Bell. Dalam pengumpulan  data digunakan metode wawancara dengan teknik rekam dan catat, dibantu dengan kuesioner. Dalam analisis data digunakan metode kuantitatif dengan teknik statistik berupa tabel. Dalam penyajian analisis digunakan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Bali paling kerap digunakan oleh etnis Cina. Faktor yang memotivasi mereka untuk menggunakan bahasa Bali, yaitu lingkungan, mata pencaharian, kemanfaatan bahasa, dan kurangnya penguasaan para leluhur mereka terhadap bahasa Cina.
PEREMPUAN DAN RITUAL GURU PIDUKA DALAM CERPEN “SURAT DARI PURI” KARYA WIDIASA KENITEN Negari, Ni Putu Ekatini
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.002 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.173.107-112

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan  untuk mendeskripsikan bentuk ketidakadilan dan perjuangan seorang  perempuan dalam menghadapi tantangan masyarakat adatnya. Perjuangan yang berat seorang perempuan  menghadapi tantangan dalam masyarakat adatnya menjadi masalah dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra dan teori sastra feminis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wujud ketidakadilan bagi perempuan terlihat dalam kekerasan emosional dan pelecehan seksual. Sebaliknya, wujud perjuangan perempuan meliputi berani menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani,  bertanggung jawab kepada anak, serta  bersedia mendidik dan mengasuh anak dengan kasih sayang, termasuk merawat anak sakit walaupun ditelantarkan oleh laki-laki. Ritual Guru Piduka dengan sesajen dipersembahkan kepada para dewa atau leluhur untuk memohon maaf atas kesalahan yang telah diperbuat agar mampu melaksanakan kehidupan dengan baik.
REALISASI FONETIS KONSONAN GETAR ALVEOLAR BAHASA INDONESIA PADA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DEWASA Parwati, Sang Ayu Putu Eny
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.029 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.169.37-47

Abstract

Penelitian ini membahas tentang konsonan getar alveolar [r] menggunakan kajian fonetis yang direalisasikan dengan program spektogram. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bunyi konsonan getar alveolar [r] yang diucapkan oleh orang orang dewasa.  Metode padan dan teknik simak digunakan dalam penelitian ini. Berdasarkan uji spektogram diperoleh gambaran bunyi konsonan getar alveolar  [r] oleh responden dewasa pada posisi awal [rusak] oleh laki-laki memiliki durasi lebih pendek daripada perempuan, frekuensi untuk laki-laki diperoleh lebih rendah daripada perempuan. Sementara itu, bunyi getar pada posisi tengah [surat] oleh laki-laki berdurasi lebih pendek daripada bunyi perempuan, sedangkan frekuensi bunyi laki-laki lebih rendah daripada perempuan. Bunyi getar pada posisi akhir [getar] oleh informan laki-laki lebih panjang daripada bunyi perempuan dengan frekuensi bunyi getar laki-laki lebih rendah daripada bunyi perempuan.  
MANUSIA DAN BUDAYA JAWA DALAM ROMAN BUMI MANUSIA: EKSISTENSIALISME PEMIKIRAN JEAN PAUL SARTRE Hardiningtyas, Puji Retno
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.993 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.174.83-98

Abstract

Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer mengisahkan peristiwa perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonial Belanda yang terjadi sekitar tahun 1899, akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Permasalahan yang menarik untuk diteliti dari Bumi Manusia meliputi (1) realitas budaya Jawa dan feodalisme, (2) wujud eksistensi tokoh Jawa sebagai manifestasi keberadaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) realitas budaya Jawa dan feodalisme, (2) wujud eksistensi tokoh Jawa sebagai manifestasi keberadaan manusia dalam Bumi Manusia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan teknik catat. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan hermeneutika dengan teknik naratif informal, dan menerapkan teori eksistensialisme. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kondisi masyarakat Jawa semasa abad ke-19 masih menggenggam erat feodalisme dan budaya Jawa tumbuh berdampingan dengan budaya Eropa. Sementara itu, eksistensialisme secara mutlak memberikan kebebasan manusia, baik laki-laki maupun perempuan, untuk menentukan keinginan dan tindakannya sendiri. Eksistensi tokoh Jawa tercermin sebagai manifetasi keberadaan seorang kelas atas, manusia pencipta dirinya sendiri, bebas bertindak dan berpikir, memilih dan bertangung jawab, kecemasan dan ketakutan, serta pemberontakan. Dengan demikian, karya sastra—dalam konteks Bumi Manusia dan eksistensialisme—tidak boleh lepas dari eksistensinya sebagai ekspresi kejiwaan yang paling subjektif dan emosional, bahkan bisa dilengkapi dengan psikologi dan filsafat. 
PENGGUNAAN ASPEK BAHASA DALAM TEKA-TEKI TRADISIONAL ETNIK KAILI Nursyamsi, Nursyamsi
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.157 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.170.49-64

Abstract

Teka-teki tradisional merupakan salah satu bentuk tradisi lisan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah penggunaan aspek bahasa dalam teka-teki tradisional etnis Kaili. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan aspek bahasa dalam teka-teki tradisional etnik Kaili. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik sadap dan simak libat cakap. Teknik rekam dan teknik catat juga digunakan dalam penelitian ini. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa teka-teki tradisional etnis Kaili menggunakan kata tanya nuapa ‘apa’ yang terletak pada awal dan tengah kalimat pertanyaan (topik) dan kata tanya nuapa hai ‘apakah itu’ pada kalimat berikutnya setelah kalimat pertanyaan. Aspek makna yang terkandung dalam teka-teki tradisional etnis Kaili bersifat harfiah dan metaforis.
SISTEM NAMA ORANG BALI: KAJIAN STRUKTUR DAN MAKNA Bandana, I Gde Wayan Soken
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.16 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.166.1-11

Abstract

Pemberian nama pada bayi saat lahir, secara umum, memiliki maksud dan tujuan tertentu. Hal itu dapat dijumpai di Indonesia, termasuk di Bali. Dalam masyarakat Bali pemberian nama pada bayi umumnya memiliki harapan-harapan tertentu. Kajian ini termasuk dalam bidang ilmu linguistik antropologi. Sehubungan dengan hal itu, tulisan ini membahas dua masalah: struktur linguistik dan makna, baik makna leksikal/tekstual maupun makna kontekstual. Berdasarkan analisis struktur linguistik, ditemukan nama-nama orang Bali yang tergolong dalam tiga jenis kata: (1) kata sandang, (2) kata sifat, dan (3) kata bilangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara leksikal nama orang Bali mempunyai makna pengharapan dan makna kenangan. Di samping itu, secara kontekstual, nama-nama tersebut mengandung makna tersendiri sesuai dengan interpretasi pemberi nama.
PEMBELAJARAN MENULIS AKSARA JAWA ANAK KELAS III SEKOLAH DASAR Sutarsih, Sutarsih
Aksara Vol 27, No 1 (2015): Aksara, Edisi Juni 2015
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.388 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v27i1.171.65-72

Abstract

Salah satu keterampilan berbahasa Jawa yang harus dikuasai oleh setiap siswa kelas III sekolah dasar di Jawa Tengah adalah menulis aksara Jawa. Bagi sebagian besar siswa kelas III sekolah dasar, keterampilan menulis aksara Jawa tersebut sangat sulit untuk dikuasai. Hal itu diduga disebabkan oleh materi menulis aksara Jawa dianggap sebagai materi baru bagi mereka. Selain itu, ada kesulitan tersendiri bagi siswa dalam membentuk aksara Jawa dan menuliskan kata-kata atau kalimat dalam bahasa Jawa ke dalam bentuk aksara Jawa. Pembelajaran menulis aksara Jawa bagi anak kelas III sekolah dasar perlu diteliti agar dapat mengetahui kesulitan para siswa tersebut dan cara mengatasinya. Metode dan teknik yang dipergunakan adalah metode pembelajaran dengan teknik menulis menggunakan peta aksara. Hasil pembahasan  menunjukkan bahwa siswa kelas III sekolah dasar dapat dengan tepat, benar,  mudah, dan menyenangkan menulis aksara Jawa. Teknik peta aksara merupakan cara tepat untuk mengajar siswa kelas III sekolah dasar menulis aksara Jawa.

Page 1 of 1 | Total Record : 9