cover
Filter by Year
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
AKSARA is a journal that publishes results of literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in AKSARA have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. AKSARA is published by Balai Bahasa Bali twice a year, June and December.
Articles
102
Articles
​
SISTEM FONOLOGI BAHASA BENUAQ DI KABUPATEN KUTAI BARAT, KALIMANTAN TIMUR

Masfufah, Nurul

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Fonologi bahasa Benuaq memiliki beberapa ciri khas tersendiri. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk memaparkan secara singkat dan jelas struktur fonologi bahasa Benuaq. Adapun masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana struktur vokal, konsonan, diftong dan distribusinya, serta bentuk suku kata dalam bahasa Benuaq. Penelitian ini menggunakan teori linguistik struktural, yaitu dengan cara menganalisis struktur fonologinya. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode wawancara terstruktur dan observasi sistematis dengan teknik rekam dan catat. Adapun analisis data menggunakan metode deskriptif analitik untuk mengetahui fonologi bahasa Benuaq. Hasil penelitian ini ditemukan enam vokal pendek (i, u, e, |, o, dan a) dan ditemukan juga lima vokal panjang (i:, u:, e:, o:, dan a:), 23 konsonan, dan enam diftong. Fonem vokal berdistribusi lengkap, sedangkan konsonan ada yang berdistribusi lengkap dan tidak lengkap. Konsonan yang berdistribusi lengkap berjumlah sepuluh fonem, yaitu /p/, /m/, /s/, /t/, /n/, /l/, /r/, /y/, /k/, dan /G/, sedangkan konsonan yang berdistribusi tidak lengkap terdapat 13 fonem, yaitu /b/, / pm/, /w/, /d/, /tn/, /j/, /c/, /~n/, /g/, /q/, /kG/, /h/, dan /?/. Suku kata dalam bahasa Benuaq, yaitu V, D, VK, KV, KVK, KD, dan KDK. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fonologi bahasa Benuaq memiliki keunikan tersendiri, seperti bentuk vokal panjang dan konsonan unik /pm/, /tn/, dan /kG/. 

LEKSIKALISASI DAN FUNGSI BAGIAN-BAGIAN POHON KELAPA: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK

Setiyanto, Edi

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini membahas leksikalisasi bagian-bagian pohon kelapa dan fungsinya dalam kehidupan masyarakat Jawa di DIY, khususnya wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Penelitian berkenaan dengan inventarisasi dan deskripsi fungsi leksikalisasi. Penelitian ini memanfaatkan teori etnolinguistik dan semiotika. Dengan teori itu, leksikalisasi dipahami sebagai cermin cara penutur menandai fungsi sebuah realita bagi kehidupan mereka. Data penelitian ini berupa kata (leksem) yang menunjuk bagian tertentu pohon kelapa. Data diperoleh dengan metode simak yang ditindaklanjuti dengan metode cakap. Metode simak dilaksanakan dengan memperhatikan penggunaan leksem-leksem bagian kelapa dalam kehidupan sehari-hari. Metode cakap digunakan untuk memeriksa keabsahan data, termasuk melacak kemungkinan adanya data yang belum tercatat. Metode cakap memanfaatkan tiga narasumber. Pembahasan pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Analisis memanfaatkan analisis komponen makna. Analisis dimaksudkan untuk menemukan komponen diagnostik setiap kata/leksem demi terpahaminya kekhasan fungsi. Berdasarkan analisis, ditemukan 26 leksikalisasi bagian pohon kelapa dan 31 leksem nama produk terkait pemanfaatan bagian pohon kelapa. Berdasarkan klasi kasi, fungsi pemanfaatan bagian pohon kelapa itu dapat dipilah dalam 6 ranah, yaitu (1) bahan bangunan rumah, (2) kuliner, (3) pengobatan, (4) hiasan atau perlengkapan, (5) mainan anak-anak, dan (6) kayu bakar. Beragamnya ranah pemanfaatan bagian pohon kelapa membuktikan besarnya fungsi pohon kelapa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. 

APPENDIX

WA, WA

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

POTRET KONDISI SOSIAL MASYARAKAT JAWA DALAM NASKAH KETOPRAK KLASIK GAYA SURAKARTA

Setyawan, Bagus Wahyu, Saddhono, Kundharu, Rakhmawati, Ani

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ketoprak merupakan seni tradisional Jawa yang lahir dan berkembang dari kalangan masyarakat, sehingga seni ketoprak sangat kental dengan nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai potret sosial masyarakat Jawa yang tercermin dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta. Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra pada naskah ketoprak klasik gaya Surakarta. Sumber data primer dalam penelitian adalah naskah ketoprak dengan judul Ronggolawe Gugur, Pandanaran Mbalela, dan Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Setelah dilakukan analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta terdapat potret sosial masyarakat Jawa yang tercermin dari kon ik dan masalah yang dibahas dalam ketiga naskah tersebut, nilai sosial yang tercermin, dan bahasa yang digunakan. Kon ik yang terdapat dalam ketiga naskah ketoprak tersebut berkaitan dengan masalah bela negara, budaya perjodohan kalangan masyarakat Jawa, nilai pertemanan, dan permasalahan kekuasaan. Dari analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam naskah ketoprak klasik gaya Surakarta terdapat re eksi dari kehidupan sosial masyarakat Jawa ditinjau dari aspek bahasa, sistem nilai, dan permasalahan sosial yang dibahas. 

IMPLEMENTING ICT-BASED PHONOLOGY LEARNING MATERIAL USING BLENDSPACE THROUGH CLASSROOM ACTION RESEARCH

Adnyani, Ni Luh Putu Sri, Sari, Rima Andriani, Suputra, Putu Eka Dambayana, Pastika, I Wayan, Suparwa, I Nyoman

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study reports the implementation of ICT-based learning materials using Blendspace in phonology classes. The ICT-based learning material was developed in the academic year of 2016/2017. The study was conducted in two stages. The rst stage was the validation of the teaching material by two expert judges. The second stage was trying out of the teaching material in the classroom using classroom action research. The learning material developed has been validated by experts using a checklist as an instrument, which has been analysed using the Gregory formula. The expert judges showed that the content validity of the learning material is 90.9%, which means very valid. In order to test the effectiveness of the learning material, it has been implemented in phonology classes joined by the second-semester Diploma III students of the English Department of Universitas Pendidikan Ganesha, using classroom action research. Based on the teaching and learning process using the material, more than 70% of the students obtained scores between 76 and 100. Fewer than 30% of the students had scores below 75. Therefore, the learning material is considered effective for learning phonology. 

BACK COVER

WA, WA

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

KOHESI LEKSIKAL SINONIMI, ANTONIMI, DAN REPETISI PADA RUBRIK CERITA ANAK, CERITA REMAJA, DAN CERITA DEWASA DALAM SURAT KABAR HARIAN KOMPAS

Sukriyah, Siti, Sumarlam, Sumarlam, Djatmika, Djatmika

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepaduan wacana yang didukung oleh aspek kohesi leksikal, dibatasi pada penggunaan sinonimi, antonimi, dan repetisi dalam rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas. Penyediaan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simak dan teknik baca; simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Data dianalisis dengan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan teknik ganti serta teknik lesap. Penelitian ini menggunakan teori wacana Halliday untuk melihat penanda kohesi leksikal dalam sebuah teks. Hasil dan pembahasaan penelitian ini menunjukkan aspek kohesi leksikal sinonimi, antonimi, dan repetisi terdapat dalam setiap cerpen. Dalam rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas merupakan sebuah wacana yang padu karena di dukung oleh penanda kohesi leksikal yang tepat. Secara umum, penanda leksikal yang digunakan pengarang dalam tiga rubrik Kompas adalah sinonimi, antonimi, dan repetisi. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada aspek kohesi leksikal yang terdapat pada rubrik cernak, roman, dan cerpen dalam surat kabar harian Kompas. 

LANGUAGE KINSHIP BETWEEN MANDARIN, HOKKIEN CHINESE AND JAPANESE (LEXICOSTATISTICS REVIEW)

Gapur, Abdul, Siregar, Dina Shabrina Putri, Pujiono, Mhd

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mandarin and Hokkien Chinese are well known having a tight kinship in a language family. Beside, Japanese also has historical relation with China in the eld of language and cultural development. Japanese uses Chinese characters named kanji with certain phonemic vocabulary adjustment, which is adapted into Japanese. This phonemic adjustment of kanji is called Kango. This research discusses about the kinship of Mandarin, Hokkien Chinese in Indonesia and Japanese Kango with lexicostatistics review. The method used is quantitative with lexicostatistics technique. Quantitative method nds similar percentage of 100-200 Swadesh vocabularies. Quantitative method with lexicostatistics results in a tree diagram of the language genetics. From the lexicostatistics calculation to the lexicon level, it is found that Mandarin Chinese (MC) and Japanese Kango (JK) are two different languages, because they are in a language group (stock) (29%); (2) JK and Indonesian Hokkien Chinese (IHC) are also two different languages, because they are in a language group (stock) (24%); and (3) MC and IHC belong to the same language family (42%). 

PERNIKAHAN DINI DALAM CERPEN AHMAD TOHARI DAN PRAMOEDYA ANANTA TOER

Dewi, Novita

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas imajinasi pernikahan di bawah umur dalam dua karya sastra Indonesia. Masalah penelitian adalah bagaimana dan mengapa pernikahan di bawah umur digambarkan dalam cerpen “Si Minem Beranak Bayi” karya Ahmad Tohari dan “Inem” yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini memakai metode kualitatif, khususnya riset kepustakaan dengan data primer kedua cerpen tersebut, sedangkan data sekunder berupa penelitian terdahulu dan informasi relevan yang dapat diacu seputar pernikahan di bawah umur. Data dianalisis dengan teknik analisis konten, kedua cerpen diteliti dengan terang teori feminisme-multikulturalisme dalam konteks masyarakat Indonesia yang pascakolonial. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pertama, kemiskinan bukan satu- satunya penyebab pernikahan di usia muda. Imajinasi pernikahan di bawah umur berbeda satu dengan yang lainnya sesuai konteks budaya dan masyarakat yang berbeda-beda pula. Kedua, imajinasi pernikahan di bawah umur ditampilkan melalui tokoh utama cerpen Ahmad Tohari, yakni perempuan muda yang menyintas. Ketiga, imajinasi perempuan muda yang terkalahkan dalam pernikahan di bawah umur juga ditampilkan melalui karya Pramoedya Ananta Toer. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa memaknai pernikahan di bawah umur secara partisan (semata-mata korban tradisi atau upaya pengentasan kemiskinan) berarti menampik realitas dan kompleksitas keragaman budaya dan gender. 

STRUKTUR KETAKSADARAN KOLEKTIF TOKOH UTAMA DALAM NOVEL THE SWEET SINS KARYA RANGGA WIRIANTO PUTRA

Rokhmansyah, Alfian, Asmarani, Ratna

Aksara Vol 30, No 2 (2018): Aksara, Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur ketaksadaran kolektif tokoh utama (Rei) dalam novel The Sweet Sins karya Rangga Wirianto Putra. Dalam analisis ini digunakan teori kepribadian Jung, yaitu konsep struktur ketaksadaran kolektif dalam jiwa manusia yang meliputi persona, anima-animus, shadow, dan self. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dari analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, tokoh Rei menggunakan persona sebagai cara untuk menyesuaikan diri di lingkungannya. Kedua, shadow dalam diri Rei merupakan pengalaman yang ditolak karena tidak sesuai dengan moral atau norma yang berlaku. Ketiga, tokoh Rei memproyeksikan anima dalam dirinya bukan kepada perempuan tetapi pada sesama laki-laki. Keempat, self dalam diri Rei ditunjukkan dalam bentuk perjuangan untuk mencapai keseimbangan taraf kesadaran dan ketaksadaran saat berpisah dengan pasangannya. Struktur ketaksadaran tokoh Rei memengaruhi kon ik yang terjadi dalam dirinya maupun dengan tokoh yang lain.