cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 25024825     EISSN : 25029495     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), with registered number ISSN 2502-4825 (Print) and ISSN 2502-9495 (Online), is a peer-reviewed journal published two times a year (June and December) by Unit Penerbitan dan Publikasi STIKES Aisyah Pringsewu Lampung. JIKA is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, as well as with their development through interdiciplinary and multidiciplinary approach. The submission process of manuscript is open throughout the year. All submitted manuscripts will go through the blind peer review and editorial review before being granted with acceptance for publication.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
Keluhan pada Genetalia Eksternal Ditinjau dari Pengetahuan dan Personal Hygiene Pada Siswi SMA Delvia, Siska
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): December
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.064 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i2.20

Abstract

Reproductive organs are very sensitive and require special care. Knowledge and good care is a decisive factor in maintaining reproductive health. This study aims to determine the relationship between knowledge and personal hygiene with grievance on the external genitalia of high school student. The method used is the analytic survey with cross sectional approach. The sample in this study amounted to 65 people by using purposive sampling technique. The data is processed using the data processing program. Chi Square test indicates the significant value of p value 0.006 to the variable knowledge with grievance on the external genitalia. In variable personal hygiene with grievance on the external genitalia obtained significant value of p value 0.007. It is suggested to the students that have grievance in the area of the external genitalia in order to immediately go to the clinic or hospital nearby to prevent the situation worse.Keywords: knowledge, personal hygiene, complaints on external genetalia
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Perdarahan Pasca Persalinan Wardani, Psiari Kusuma
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.13 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i1.32

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan pasca persalinan. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah ibu yang melahirkan selama tahun 2014 yaitu 1.511. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling dengan jumlah sampel kasus 71 dan sampel kontrol 71. Analisis bivariat menggunakan chi square sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian perdarahan postpartum adalah partus lama (OR=9,598), paritas (OR=4,264), usia (OR=3,589), jarak persalinan (OR=3,972), riwayat perdarahan postpartum (OR=6,569), anemia (OR=17,654). Sedangkan variabel riwayat seksio sesaria dan makrosomia ternyata tidak berhubungan. Selanjutnya dilakukan analisis mutivariat didapatkan ibu hamil dengan anemia memiliki peluang sebesar 16,972 kali lebih besar untuk mengalami perdarahan postpartum dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia. Saran dalam penelitian ini adalah memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil mengenai pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali selama hamil, memberikan motivasi kepada ibu bersalin untuk mengikuti program keluarga berencana, melakukan penanganan anemia dengan baik sesuai standar pengelolaan anemia serta menerapkan penatalaksanaan manajemen aktif kala tiga untuk mengurangi perdarahan pasca persalinan.Kata Kunci: Perdarahan pasca persalinan, Kehamilan, Perempuan Type of study is analytical survey with case control approach. The population is the mothers who birthing within a period during 2014 as many as 1.511. In the taking the number of samples is using purposive sampling. the number of sample 71 cases and 71 control. Bivariate analysis using chi square while multivariate analysis using multiple logistic regression. The results showed the variables related with the incidence of hemorrhage postpartum is prolonged labor (OR=9,598), parity (OR=4,264, age (OR = 3.589), distance of childbirth ( OR = 3.972), a history of postpartum haemorrage (OR = 6.569), anemia (OR = 17.654). While variable a history of section cesarean was not related with p = 0.121 and macrosomia with p = 0.185. Furthermore, multivariate analysis found pregnant women with anemia have the opportunity of 16,972 times greater to experience hemorrhage postpartum compared to women who are not anemia.Suggestions in this research is to provide health education to pregnant women about antenatal care (ANC) at least four times during pregnancy, to provide motivation to maternal for follow the birth control program, handling anemia with standardized management of anemia and applying the active management of third stage to accelerating the the release of the placenta, and reduce hemorrhage postpartum.Keywords: Postpartum Hemorrhage, Pregnancy, Women
Pelatihan Kebersyukuran; Sebuah Upaya untuk Menurunkan Kecemasan Menghadapi Ujian Nasional pada Siswa SMA Mukhlis, Hamid
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2016): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.393 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i1.3

Abstract

Ujian Nasional (UN) merupakan salah satu sumber penyebab kecemasan pada siswa. Hasil asesmen di SMAN Y Yogyakarta diketahui 29% siswa kelas XII memiliki kecemasan menghadapi Ujian Nasional yang tinggi. Perasaan cemas ini mempengaruhi performansi siswa dalam menghadapi UN. Penelitian ini mengembangkan Pelatihan Kebersyukuran sebagai alternatif pemecahan masalah kecemasan menghadapi Ujian Nasional pada siswa kelas XII. Disain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Untreated Control Group Design With Pretest And Posttest Sample. Analisis data kuantitatif dilakukan melalui uji statistik mixed anova untuk mengetahui efek Pelatihan kebersyukuran terhadap kelompok eksperimen dan kelompok kontrol antara sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian adalah pelatihan kebersyukuran dapat menurunkan kecemasan menghadapi UN pada siswa SMA.Kata kunci: Pelatihan Kebersyukuran, Kecemasan, Ujian Nasional, Siswa.National Examination (Ujian Nasional) is one of the root causes of anxiety in students. The results of a preliminary study in SMAN Y Yogyakarta known 29% students of class XII having anxiety in dealing with the UN. Test anxiety will affect the performance of students for the examination. This study develops gratefulness training as an alternative to solving anxiety problems facing the National Examination in Class XII. The design used is untreated Control Group Design With Pretest And Posttest Sample. Quantitative data analysis is done through a mixed ANOVA statistical test to determine the effects of training kebersyukuran the experimental group and the control group between before and after training. The results of the study are kebersyukuran training can reduce anxiety dealing with the UN on high school students.Key word: Gratefulness Training, Anxiety, National Examp, student.
Kecemasan Anak Usia Sekolah Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Informasi Saat Pemberian Obat Injeksi sutrisno, sutrisno; Widodo, Gipta Galih; Susanto, Herry
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2017): December
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.027 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i2.42

Abstract

Abstrak: Anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit seringkali mengalami masalah dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi bagi seorang anak menjadi suatu keadaan krisis yang terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dirumah sakit, sehingga kondisi tersebut menimbulkan perasaan cemas bagi anak baik terhadap anak sendiri maupun keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan anak usia sekolah sebelum dan sesudah mendapatkan informasi tentang pemberian injeksi pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan sampel 17 responden kelompok kontrol dan 17 responden kelompok intervensi. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang kecemasan anak. Analisis data menggunakan uji beda 2 mean. Hasil penelitian didapatkan Terdapat perbedaan kecemasan sesudah diberikan intervensi pada kedua kelompok di RSUD Ambarawa dengan nilai p sebesar 0,010. Saran kepada petugas kesehatan setempat agar terus menerus memberikan penyuluhan dan informasi yang benar tentang pemberian obat. Sehingga dapat menurunkan kecemasan anak usia sekolah pada saat menerima tindakan pemberian injeksi.Kata kunci : kecemasan anak, prosedur pemberian obat injeksi ANXIETY OF CHILDHOOD SCHOOL AGE BEFORE AND AFTER GETTING INFORMATION WHEN GIVING INJECTIONS Abstract: Children who are undergoing hospital treatment often have problems interacting with the surrounding environment. This condition for a child becomes a state of crisis that occurs because the child is trying to adapt to the environment in the hospital, so that the condition raises anxiety for the child both against their own children and family. The purpose of this study was to determine differences in the anxiety level of school-aged children before and after obtaining information about injection administration in the control group and intervention group. This research method used quasi experiment design with sample of 17 respondent of control group and 17 respondent of intervention group. Sampling using purposive sampling technique. Data collection uses an observation sheet on child anxiety. Data analysis using difference test 2 mean. The results obtained There are differences in anxiety after being given intervention in both groups in hospitals Ambarawa with p value of 0.010. Suggestions to local health officials to continuously provide counseling and correct information about drug delivery. So as to reduce the anxiety of school-age children when receiving an injection treatment.Key words: anxiety children, injection drug administration procedures
Rendahnya Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Sebagai Penyebab Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Suharti, Siti; Surmiasih, Surmiasih
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2016): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.046 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i1.8

Abstract

Abstrak: Remaja adalah generasi penerus bangsa yang perlu mendapat perhatian terutama mengenai perkembangan termasuk tentang kesehatan reproduksi. Faktor yang berpengaruh dalam perilaku seks bebas pada remaja diantaranya yaitu pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan pengetahuan dengan perilaku seks bebas pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel Total populasi. Penelitian ini dilakukan di sekolah SMA Negeri di Kabupaten Tanggamus. Waktu Penelitian pada bulan Januari 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa/siswi SMA Nergeri di Kabupaten Tanggamussebanyak 156 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 156 responden terdapat 6 (3,8%) responden yang memilik pengetahuan baik, 57 (36,5%) memiliki pengetahuan cukup, sedangkan 93 (59,6%) memiliki pengetahuan kurang baik. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan chi square diperoleh hasil P=0,001 atau P-value < 0,05 yang artinya ada hubungan pengetahuan dengan perilaku seks bebas pada remaja. Dalam penelitian ini peneliti memberikan saran untuk keluarga lebih memberikan dukungan kepada anggota keluarga supaya perilaku seks bebas dapat teratasi, untuk petugas kesehatan agar lebih meningkatkan sosioalisasi, penyuluhan, serta pelayanan. sehingga dapat mengurangi perilaku seks bebas pada remaja.Kata kunci: Pengetahuan, Perilaku seks bebas, RemajaTHE LOW KNOWLEDGE OF REPRODUCTIVE HEALTH AS THE CAUSE OF FREE SEX BEHAVIOR IN ADOLESCENTSAbstract: Teenagers are the future generation that need attention primarily on the development, including reproductive health. Factors that influence the sex behavior in adolescents among which knowledge. The aim of this study is known relationship with the knowledge of free sex in adolescents. This research is a quantitative research using cross sectional approach with a total population sampling techniques. This research was conducted in high school state in Tanggamus. Research time in January 2015. The population in this study were all student in state high school in Tanggamus  as many as 156 people. The results showed that of the 156 respondents there were 6 (3.8%) of the respondents, who has good knowledge, 57 (36.5%) have sufficient knowledge, whereas 93 (59.6%) had poor knowledge. Based on data analysis using chi square obtained results P = 0.001 or P-value <0.05, which means there is a relationship of knowledge with free sex in adolescents. In this study, researchers gave suggestions for more families to provide support to family members so that sex behavior can be resolved, for health workers in order to further improve socialization, counseling, and services. so as to reduce sex behavior in adolescents.Keywords: Knowledge, free sex behavior, Adolescent.
Kepatuhan Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Ditinjau dari Pengetahuan dan Perilaku pada Petugas Instalasi Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS). Zahara, Rizka Ayu; Effendi, Santoso Ujang; Khairani, Nurul
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2017): December
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.583 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i2.60

Abstract

Abstrak: Alat Pelindung Diri (APD) berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap bahaya-bahaya kecelakaan kerja dan mengurangi tingkat keparahan dari kecelakaan kerja yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pengetahuan dan perilaku petugas Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) dengan kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Desain penelitian ini adalah Cross Sectional. Populasi adalah seluruh petugas IPSRS di RSUD Siti Aisyah Kota Lubuklinggau sebanyak 64 orang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2017. Analisis data menggunakan uji statistik chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara kepatuhan menggunakan Alat Pelindung Diri APD pengetahuan (p value = 0, 001), dan perilaku (p value = 0, 006). Pihak RSUD diharapkan dapat menerapkan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang lebih tegas, melakukan pelatihan tentang penggunaan APD, dan meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan petugas dalam menggunakan APD.Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Kepatuhan Alat Pelindung Diri (APD).ADHERENCE USING PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) IN TERMS OF THE KNOWLEDGE AND BEHAVIOR OF OFFICER INSTALLATION MAINTENANCE FACILITIES AND INFRASTRUCTURE HOSPITAL (IPSRS)Abstract: Personal Protective Equipment (PPE) serves to protect the body against occupational injuries and reduce the severity of work accidents that occur. This study aims to determine the correlation between the knowledge and behavior of the officer of the Installation of Hospital Facilities and Infrastructure Maintenance (IPSRS) with the adherence to the use of Personal Protective Equipment (PPE). The design of this study was Cross Sectional. The population is all IPSRS officers in RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau City as many as 64 people. The study was conducted in August 2017. The data analysis used chi-square statistical test. The results showed that there was a correlation between adherence using Personal Protective Equipment PPE with knowledge (p value = 0, 001), and behavior (p value = 0, 006). The RSUD is expected to apply more strict Standard Operating Procedures (SOP), conduct training on the use of PPE, and improve supervision of officers' compliance in using PPE.Keywords: Knowledge, Behavior, Adherence, Personal Protective Equipment (PPE)
Hubungan Personal Hygiene dan Status Sosial Ekonomi dengan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Afriani, Berta
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.589 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i1.25

Abstract

Abstrak: Skabies saat ini telah menjadi penyakit yang menyerang manusia dengan semua tingkat sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dan status sosial ekonomi dengan kejadian Skabies pada santri di Pondok Pesantren. Metode penelitian yang digunakan survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh santri jenjang Diniyah Awaliyah dan Diniyah Wusto yang berjumlah 51 responden. Analisa Univariat dan analisa Bivariat digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara praktik mandi dengan kejadian Skabies dengan nilai p value 0,006 (< 0,05). Praktik menjaga kebersihan tangan dan kuku dengan kejadian Skabies diperoleh nilai p value 0,010 (< 0,05). Praktik menjaga kebersihan pakaian dan handuk dengan kejadian Skabies diperoleh nilai p value 0,012 (< 0,05). Praktik tukar menukar handuk dan pakaian dengan kejadian Skabies diperoleh nilai p value 0,004 (< 0,05). Praktik menjaga kebersihan tempat tidur dengan kejadian Skabies diperoleh nilai p value 0,039 (< 0,05). Dan hubungan Status sosial ekonomi dengan kejadian Skabies diperoleh nilai  p value 0,021 (< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang bermakna antara personal hygiene dan status sosial ekonomi dengan kejadian Skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Falah IV Kecamatan Banding Agung Kabupaten OKU Selatan.Abstract: Scabies has now become a disease that attacks people with all social levels. This study aims to determine the relationship between personal hygiene and socioeconomic status with the incidence of Skabies at santri in Pondok Pesantren. The research method used analytical survey using cross sectional approach. The population of this research is all the students of Diniyah Awaliyah and Diniyah Wusto level which is 51 respondents. Univariate analysis and Bivariate analysis were used in this study. The results showed there was a significant relationship between the practice of bath with the incidence of Scabies with a value of p value 0.006 (<0.05). Practice to keep hand and nail hygiene with incident Scabies obtained p value 0,010 (<0,05). Practice to keep clean clothes and towel with incident Scabies obtained p value 0,012 (<0,05). The practice of exchange of towels and clothes with the occurrence of Scabies obtained p value 0,004 (<0,05). The practice of maintaining the cleanliness of the bed with the incident Scabies obtained p value of 0.039 (<0.05). And the relation of socioeconomic status with the occurrence of Scabies obtained p value 0,021 (<0,05). The results showed a meaningful relationship between personal hygiene and socioeconomic status with the incidence of Skabies at students in Pondok Pesantren Al-Falah IV District of Banding Agung of OKU Selatan Regency.Keyword: Scabies, Personal Hygiene, Socioeconomic Status
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Seksual Pada Siswa SMK Kumalasari, Desi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2016): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.654 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i1.13

Abstract

Abstrak: Perilaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja khususnya remaja yang belum menikah cenderung meningkat. Hal ini terbukti dari beberapa hasil penelitian bahwa yang menunjukkan usia remaja ketika pertama kali mengadakan hubungan seksual aktif bervariasi antara usia 14–23 tahun dan usia terbanyak adalah antara 17–18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK Patria Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Tahun 2014.Penelitian ini merupakam penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK PATRIA Gadingrejo Kabupaten Pringsewu berjumlah 413 siswa. Sampel dalam penelitian terdiri dari 134 siswa dengan teknik probability sampling. Instrument penelitian dengan menggunakan kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa perilaku seksual pranikah pada remaja di SMK PATRIA Gadingrejo Kabupaten Pringsewu yang melakukan perilaku seksual pranikah sebanyak 57,5%, berpengetahuan baik 62,7% dan sikap positif 64,9%. Hasil analisis bivariat: Ada hubungan Pengetahuan (p= 0.000) dan sikap (p=0.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku seksual pada remaja di SMK PATRIA Gadingrejo tahun 2014. Guna upaya perbaikan sikap siswa terhadap perilaku seksual pranikah dengan meningkatkan pengetahuan mereka tentang kesehatan reproduksi melalui pengembangan kurikulum pada tingkat jenjang pendidikan serta memberikan pelayanan kesehatan reproduksi bagi remaja.Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku seksual pranikah, Sikap.CORRELATION OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE WITH PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR TOWARD THE STUDENT IN SMKUnhealthy sexual behavior in teenagers,especially unmarried teenagers tend to increase. It is proved from some research report that teenagers who do sexual intercourse for the firt time in the range of 14-23 years old and the most of the doers are in the range of 17-18 years old. The aim of this research is to know relation of knowledge and attitude with unmarried sexual behavior toward the teenager in SMK Patria Gadingrejo Pringsewu 2014. This research is analistic research which use conventional approach. The participants of this research is the 413 students of SMK PATRIA Gadingrejo Pringsewu. The sample of this research is 134 students with probability technic sampling. The instrument are questionarem analysis the data uses chi-square. The result of analysis shows that unmarried sexual behavior of teenagers in SMK PATRIA Gadingrejo Pringsewu who did the sexual intercourse 57.5%, knowing well 52.7%, and positive attitude 64.9% .The results of bivariate analysis showing there is correlation of Knowledge (p = 0.000) and attitude (p = 0.000).The conclusion of this research is there is correlation of the knowledge and attitude the unmarried sexual behavior toward the teenagers in SMK PATRIA Gadingrejo Pringsewu 2014. To improve the students attitude toward the unmarried sexual behavior with the incresing their knowledge the reproduction of health by developing the curriculum in the educational level and giving the training to the students.Keywords: Attitude, Knowledge, Unmarried sexual behavior
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre-Eklampsia pada Perempuan Bersalin Umar, Mareza Yolanda; Wardani, Psiari Kusuma
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.943 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i1.31

Abstract

Abstrak: Pre-eklampsia/eklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di dunia khususnya di negara berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pre-eklampsia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control dengan menggunakan data perempuan yang sedang bersalin. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan perbandingan 1:1 dimana jumlah sampel kasus 98, sampel kontrol 98. Analisis bivariat menggunakan uji chi square sedangkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian pre-eklampsia adalah usia ρ=0,004 (OR=2,391), paritas ρ=0,000 (OR=3,100), riwayat hipertensi ρ=0,000 (OR=4,593), riwayat pre-eklampsia ρ=0,000 (OR=6,290). Analisis mutivariat menunjukkan bahwa ibu hamil dengan riwayat pre-eklampsia memiliki peluang sebesar 8,258 kali lebih besar untuk mengalami pre-eklampsia dibandingkan dengan ibu yang tidak memiliki riwayat pre-eklampsia. Saran dalam penelitian ini adalah dapat segera mendiagnosis dini penyakit pre-eklampsia dan memperkecil resiko terjadinya pre-eklampsia berat. Ibu hamil hendaknya melakukan memeriksakan kehamilan secara rutin harus dilakukan agar pre-eklampsia dapat terdeteksi cepat untuk meminimalisir kemungkinan komplikasi yang lebih fatal.Kata Kunci: Pre-eklampsia, Perempuan, Persalinan Abstract: Pre-eclampsia / eclampsia is a major cause of maternal mortality in the world, especially in developing countries. The purpose of this research was to determine the factors associated with the pre-eclampsia events. The design of this research uses case control study which is using data from women in labor. Sampling technique by purposive sampling with a ratio of 1: 1 where the number of sample cases 98, control sample 98. Bivariate analysis using chi square while multivariate analysis using multiple logistic regression. . The results showed the variables related with pre-eclampsia events are age ρ = 0.004 (OR = 2.391), parity ρ = 0.000 (OR = 3.100), history of hypertension ρ = 0.000 (OR = 4.593), history of pre-eclampsia ρ = 0.000 (OR = 6.290). Multivariate analysis showed pregnant women with history of pre-eclampsia have the opportunity of 8,258 times greater to experience pre-eclampsia compared with women who did not have a history of pre-eclampsia. Suggestions in this research is able to immediately diagnose the disease early pre-eclampsia and minimize the risk of pre-eclampsia. Pregnant mothers  should conduct routine antenatal so that pre-eclampsia can be detected quickly to minimize the possibility of fatal complicationsKey words: Pre-eclampsia, Women, Labor
Kejadian Hiperemisis Gravidarum Ditinjau dari Jarak Kehamilan dan Paritas Oktavia, Lina
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): December
Publisher : STIKes Aisyah Pringsewu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.666 KB) | DOI: 10.30604/jika.v1i2.19

Abstract

This study was conducted to determine the distance relationship with the incidence of pregnancy and parity Hiperemisis Gravidarum. Results Of the 284 study respondents there were 33.8 who experienced hyperemia gravidarum and 66.2% of mothers who did not experience hyperemia gravidarum. 34.2 with a distance-risk pregnancies and 65.8% with a distance of pregnancies at risk. There are 55.3% with high parity and 44.7% with low parity. From the test results obtained statistically no pregnancy distance relationship with hiperemisis gravidarum with p value of 0.000 and no association with maternal parity hiperemisis gravidarum with p value 0,002. Conclusion No relationship spaced pregnancies and maternal parity with hiperemisis gravidarum.Keywords: Distance Pregnancy, Parity, Hiperemisis Gravidarum