Journal of Industrial Engineering Management
ISSN : 25413090     EISSN : 25031430
Journal of Industrial Engineering and Management memiliki No.ISSN : 2541-3090 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-3090 (Online). Journal of Industrial Engineering and Management diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 2 (Dua) kali dalam setahun pada Bulan April dan Oktober.
Articles
40
Articles
ANALISIS PENGARUH COMPONENT COMMONALITY TERHADAP SCHEDULE INSTABILITY, SERVICE LEVEL, DAN TOTAL BIAYA PADA SISTEM MAKE-TO-ORDER RANTAI PASOK TWO-STAGE MELALUI ADANYA MEKANISME KORDINASI

Anwar, Moch. Aldy

Journal of Industrial Engineering Management Vol 1, No 2 (2016): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.04 KB)

Abstract

Ketidakstabilan dalam perencanaan produksi (atau yang lebih dikenal dengan nama schedule instability) seringkali terjadi. Hal ini membuat perusahaan perusahaan melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan tingkat ketidakstabilan tersebut. Dalam penelitian ini, akan mencoba menganalisis pengaruh component commonality (penggunaan komponen yang sama dalam struktur produk yang berbeda) tertentu terhadap tingkat schedule instability, service level dan total cost pada sistem rantai pasok two-stage yang terdiri dari satu pe¬ma¬nu¬faktur dan satu pemasok yang saling terintegrasi melalui mekanisme kordinasi (berbagi informasi berkaitan dengan order pesanan). Beragam kondisi operasional yang berbeda juga dipertimbangkan seperti: variabilitas dan ketidakpastian per¬min¬taan, cost structure, struktur dan level produk, serta kebijakan persediaan yang diterapkan oleh perusahaan menjadi bagian yang diamati dalam studi ini. Penelitian ini akan dilakukan me¬la¬lui studi eksperimen faktorial penuh (full factorial ex¬peri¬ment).Hasil dari penelitian ini didapat bahwa melalui adanya mekanisme kordinasi yang mampu mereduksi tingkat schedule instability pada masing-masing entitas baik manufaktur dan pemasok. Selain itu, melalui kordinasi juga mampu menghilangkan transfer resiko yang kerap kali dilakukan manufaktur terhadap pemasok dalam bagian perencanaan produksi. Kebijakan component commonality yang diterapkan mampu mereduksi schedule instability dan total biaya serta mampu meningkatkan service level baik pada entitas manufaktur ataupun pemasok. Kondisi operasional seperti cost structure manufaktur ternyata juga memiliki pengaruh positif pada ketiga kinerja dalam penelitian ini.    

ANALISIS PENERAPAN QUALITY CONTROL CIRCLE UNTUK MEMINIMALKAN BINNING LOSS PADA BAGIAN RECEIVING PT. HADJI KALLA TOYOTA DEPO PART LOGISTIK MAKASSAR

Fachry Hafid, Muhammad, Muh Syukur Yusuf, Andi

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.299 KB)

Abstract

Dalam persaingan industri, bidang layanan juga mengalami pertumbuhan pesat. Setiap perusahaan bersaing untuk memenangkan persaingan untuk mendapatkan pangsa pasar. Tingginya tingkat kesalahan kerja pada area Receiving Depo Hadji Kalla Makassar. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas jenis-jenis kesalahhan kerja yang terjadi dalam proses. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perbaikan terus menerus untuk mengurangi tingkat kesalahan yang telah terjadi dalam proses. Penelitian ini telah menerapkan metode QCC (Quality Control Circle) dengan delapan langkah untuk meningkatkan kualitas. Metode QCC menggunakan alat yang disebut tujuh alat. Kami mengusulkan proses rencana perbaikan. Penelitian kami menemukan bahwa sejumlah besar CTQ (Critical To Quality) adalah kurangnya alat bantu kerja. Kami melakukan pencarian akar penyebab masalah melalui proses brainstorming antara tim QCC dan manajemen perusahaan. Kami menemukan bahwa penyebab paling dominan dari kesalahan kerja adalah kurangnya operator ketelitian dan kurangnya alat bantu kerja yang menyebakan KPI Receiving tidak sampai target di Pareto diagram. nampak bahwa persentase kesalahan kerja terbesar, sekitar 4 LI/Bulan. Perbaikan dilakukan pada proses kerja yang banyak melakukan kesalahan melalui alat kerja brainstorming, Setelah perbaikan alat kerja persentase kesalahan kerja dari 4 LI/Bulan menjadi 0 LI/Bulan. penurunan tingkat kesalahan 100%

ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN E-ISSN 2503 - 1430 ISSN 2541 - 3090 MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH DAN PALMER PADA PT. BOBI AGUNG INDONESIA

Mail, Abdul, Nusran, Muhammad, Chairany, Nurul, Nur, Taufik, Faturrahman, Resky

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.652 KB)

Abstract

Penjadwalan produksi di dalam dunia industri, baik industry manufaktur maupun agroindustri memiliki peranan penting sebagai bentuk pengambilan keputusan. Perusahaan berupaya untuk memiliki penjadwalan yang paling efektif dan efisien sehingga dapat meningkatkan produktivitas yang dihasilkan dengan total biaya dan waktu seminimal mungkin. Sistem produksi di bidang manufaktur yang melibatkan banyak proses, mesin dan juga waktu proses yang bervariasi akan menemui banyak hambatan jika penjadwalan tidak dilakukan dengan metode yang tepat, sehingga mengakibatkan proses produksi yang bekerja kurang efektif dan efisien. Tingginya permintaan dan cepatnya perkembangan dalam bidang industri seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan munculnya persaingan antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Perusahaan yang dapat bertahan dalam persaingan tersebut harus berusaha untuk mempertahankan atau menambah jumlah konsumennya. Salah satu usahanya adalah dengan memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya yaitu dengan menyelesaikan pesanan sesuai dengan waktu yang telah disepakati. PT. Bobi Agung Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memperoduksi pupuk cair dan pupuk padat. Dalam proses operasionalnya. Hal ini diakibatkan karena penjadwalan produksi yang kurang efektif, sehingga kemungkinan besar dapat mengurangi kepuasan kepada pelanggannya. Dalam penelitian ini digunakan metode Campbell Dudeck Smith (CDS) dan Palmer yang mana dari kedu metode tersebut dapat mengetahui total waktu penyelesaian job minimal. Dari hasil yang telah diperoleh dapat diketahui total makespan dengan menggunakan metode CDS adalah 5918,71 menit dan Palmer adalah 6771,554 menit den gan selisih sebesar 852,844 menit, dimana metode CDS memiliki waktu penyelesaian lebih singkat.

STUDI ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN BERBELANJA PADA INDOMARET LAJOA KABUPATEN SOPPENG

Ahmad, Arfandi, Fachry Hafid, Muhammad, Maulida, Rezky

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.175 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh analisis faktor dari variabel exprential marketing yaitu variabel sense, feel, think, act, dan relate terhadap kepuasan konsumen dalam berbelanja produk di Indomaret Lajoa, metode pengambilan sampel adalah dengan menggunakan kuisioner.Penelitian ini menggunakan metode Uji Validitas dan Uji Reliabilitas sertas Analisis Regresi Linear Berganda. Pengaruh simultan variabel sense (X1), feel (X2) think (X3), act (X4),dan Relate (X5) berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam berbelanja produk di Indomaret Lajoa. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil analisis yang uji F. Fhitung > Ftabel (92,231 > 2,28) yang menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam kepuasan konsumen berbelanja produk di Indomaret Lajoa sangat dipengaruhi oleh variabel lain selain penelitian.Secara keseluruhan variabel independen (sense, feel, think, act, dan relate) baik sebagian atau efek secara simultan positif dan signifikan terhadap variabel dependen, sedangkan variabel yang paling berpengaruh di konsumen berbelanja keputusan adalah variabel yang merupakan relate yang memiliki koefisien tertinggi 9,604.

ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN METODE OBJEKTIVE MATRIX (OMAX) PADA CV. BINTANG JAYA

Mail, Abdul, Alisyahbana, Takdir, Saleh, Anis, Malik, Rahmania, Ibrahim, Ibrahim

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.848 KB)

Abstract

Persaingan pada industri manufaktur saat ini semakin ketat khususnya di makassar. Setiap perusahaan dituntut untuk berusaha menjaga kestabilan kinerjanya agar dapat bertahan dari persaingan yang kompetitif. Bahkan, untuk dapat mengungguli para pesaingnya perusahaan menginginkan adanya peningkatan kinerja pada setiap periode. CV. Bintang Jaya merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang pembuatan sirup, tepatnya di Kota makassar yang berdiri sejak tahun 1981. Tujuan produksinya di prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan daerah sulawesi selatan,terutama daerah Makassar. Pada tahun 2016 CV. Karena perusahaan biasanya tidak selalu mencapai terget produksinya maka cv bintang jaya ingin mengukur produktivitas produksi agar mencapai target produksinya dengan catatan kinerja perusahaan dan produktivitas perusahaan meningkat. Dengan menggunakan produktivitas yang merupakan salah satu dari sekian banyak instrument manajemen dalam mengukur kinerja organisasi yang berorientasi pada profit dan non profit, dimana nantinya hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan informasi mengenai kondisi organisasi, yang apabila kondisinya buruk dapat segera diperbaiki dan apabila kondisinya cukup baik maka agar dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, maka model pengukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat produktivitas adalah model Objective Matrix (Omax), yang mana kelebihan dari model ini adalah dapat mengukur tingkat produktivitas dari sudut non keuangan. Dari hasil pengukuran yang telah dilakukan menunjukkan bahwa indeks produktivitas yang paling rendah adalah pada bulan Februari 2017 yaitu sebesar -82,58% dan indeks produktivitas yang paling tinggi adalah pada bulan Maret 2017 yaitu sebesar 240,74%.

STRATEGI PEMASARAN KUE BAGEA SEBAGAI KUE KHAS KOTA PALOPO DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT PADA UKM MULTI KUE KOTA PALOPO

Padhil, Ahmad, Saleh, Anis, Nusran, Muhammad, Ismail, Hardi, Aidel, Aida

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.268 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman jenis kuliner yang dapat dikembangkan menjadi sebuah unit bisnis. UKM Multi Kue merupakan salah satu unit usaha yang memproduksi kue bagea yang menjadi kue khas Kota Palopo. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan pada UKM Multi Kue berdasarkan analisis dari marketing mix (atribut produk, harga, saluran distribusi, promosi, orang, proses, lingkungan fisik) untuk menentukan alternatif strategi pemasaran kue bagea berdasarkan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada persamaan regresi linier berganda, didapatkan variabel produk merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan pada UKM Multi Kue. Hasil analisis diagram SWOT pada Matriks IFE, diperoleh skor faktor kekuatan adalah 3,28 dan skor faktor kelemahan adalah 0,10 dengan selisih sebesar 3,18. Sementara itu, berdasarkan Matriks EFE, skor faktor peluang adalah 2,38 dan skor faktor ancaman adalah 0,74 dengan selisih sebesar 1,64. Selisih skor pada matriks IFE dan EFE menunjukkan bahwa UKM Multi Kue berada pada Kuadran I yang berarti bahwa strategi yang digunakan adalah strategi Strengths Opportunities (SO) atau strategi Growth yang menunjukkan bahwa UKM Multi Kue tergolong dalam usaha yang berkembang dan memiliki posisi yang kuat dan berpeluang.

ANALISIS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP RESPON PSIKOMOTORIK DI PT. SERMANI STEEL

Pawennari, Andi, Alisyahbana, Takdir, Nurhayati, Nurhayati, Ismail, Hardi, Normaningsih, Tri

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.462 KB)

Abstract

PT. Sermani Steel Makassar adalah suatu perusahaan patungan (joint venture) antara Indonesia dan Jepang. Perusahaan yang bergerak di bidang industri ini didirikan di Makassar, tepatnya di Jalan Urip Sumoharjo Km 7-Tello Baru Kecamatan Panakukang.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja (temperatur, kebisingan, dan pencahayaan) terhadap respon psikomotorik pekerja dengan menggunakan analisis regresi linier berganda.Sampel berjumlah 53 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan jenis data adalah data primer. Teknik skala pengukuran menggunakan skala Likert.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebisingan (X1)nilai koefisien regresi variabel sebesar 0,274, temperatur (X2)nilai koefisien regresi sebesar 0,201 dan Pencahayaan (X3)nilai koefisien regresi variabel sebesar 0,420 berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon psikomotorik.. Dan Lingkungan kerja pada pencahayaan yang paling dominan berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon motorik pekerja sebesar 0,420 pada PT Sermani Steel Makassar.

PENGEMBANGAN MODEL PENGUKURAN KINERJA AGRI- FOOD SUPPLY CHAIN BERKELANJUTAN BERBASIS PENGELOLAAN RISIKO

Profita, Anggriani, Kartika Rahayu, Deasy

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 2 (2018): Edisi Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.328 KB)

Abstract

Risiko dan ketidakpastian selalu menjadi isu penting dalam pengelolaan rantai pasok. Khususnya dalam agri- food supply chain (AFSC), kompleksitas pengelolaan risiko dan ketidakpastian meningkat karena karakteristik produk hasil pertanian yang mudah rusak, serta sifat produksinya yang sebagian besar didasarkan pada faktor cuaca dan proses biologi yang tidak terduga. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan risiko yang menyajikan penilaian terhadap faktor-faktor yang dapat melemahkan daya saing dan kinerja AFSC. Penelitian ini mengintegrasikan kerangka pengukuran kinerja AFSC dan konsep Rapid Agricultural Supply Chain Risk Assessment, dengan memperhatikan aspek-aspek berkelanjutan yang meliputi aspek ekonomi (profit), sosial (people), dan lingkungan (planet). Kerangka teoritis yang dihasilkan diuji menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Kuesioner diberikan kepada 193 petani tanaman pangan yang tersebar di sentra- sentra pertanian Kabupaten Paser dan PPU. Berdasarkan analisis model konstruk (outer model), seluruh indikator memenuhi convergent validity, kecuali indikator PR12 yang berkaitan dengan risiko regulasi hukum dan birokrasi. Oleh karena itu, indikator ini dikeluarkan dari konstruk model penelitian. Setelah semua indikator tervalidasi, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas dengan melihat nilai composite reliability dari blok indikator yang mengukur setiap konstruk. Seluruh konstruk memiliki nilai di atas 0.7, sehingga semuanya dapat dikatakan reliabel. Adapun berdasarkan analisis model struktural (inner model), dapat disimpulkan bahwa pengelolaan risiko berpengaruh signifikan terhadap kinerja AFSC dan perspektif berkelanjutan. Akan tetapi, variabel perspektif berkelanjutan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja AFSC.

USULAN PERBAIKAN LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN MESIN PUFFING GUN DI IKM BIPANG PUTRI SEHATI KABUPATEN GOWA

Padhil, Ahmad, Pawennari, Andi, Dahlan, Muhammad, Awaliah, Nur Rezky

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 1 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.686 KB)

Abstract

Pada ruang produksi bagian mesin puffing gun atau disebut mesin palappo oleh masyarakat Kabupaten Gowa, pekerja sering mengeluhkan temperatur yang tinggi. Ruang produksi tersebut juga tidak memiliki ventilasi sehingga sirkulasi udara sangat kurang yang mengakibatkan ruangan panas dan tidak sejuk yang dapat mempengaruhi kondisi pekerja. maka yang menjadi rumusan masalah adalah penerapan ergonomi yaitu lingkungan kerja Industri Kecil Menengah (IKM) Bipang Putri Sehati pada bagian mesin puffing gun belum ergonomis sehingga diperlukan identifikasi terhadap penerapan lingkungan kerja yang ergonomis ditinjau dari aspek- aspek lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki lingkungan kerja pada bagian mesin puffing gun yang memproduksi beras lebih mengembang akibat dari suhu panas yang ditimbulkan oleh mesin sehingga menghasilkan bipang. Faktor- faktor lingkungan kerja fisik yaitu pencahayaan, temperatur, sirkulasi udara, kebisingan, warna, bau-bauan, dan hiburan (musik). Dari hasil penelitian pengukuran waktu kerja dengan metode langsung menunjukkan waktu baku sebesar berturut- turut 17,67 menit, 18,66 menit, dan 17,38 menit pada pukul 08.00, 13.00, dan 15.00. Setelah dilakukan perbaikan lingkungan kerja yaitu dengan memberikan ear plug dan pemasangan kipas angin, sehingga peningkatan efesiensi waktu baku sebesar 16,53%, 17,15%, dan 17,21%. Perbaikan lingkungan kerja fisik adalah adanya ventilasi di sisi kanan tembok atau menanam tanaman di sekitar tempat kerja dan tidak mendengarkan musik pada saat bekerja.

Analisis Penerapan Lean Manufaktur Untuk Mengurangi Pemborosan Di Lantai Produksi PT. Eastern Pearl Flour Mills Makassar

Chairany, Nurul, Lantara, Dirgahayu, Ikasari, Nadzirah, Ukkas, Alfhyan

Journal of Industrial Engineering Management Vol 3, No 1 (2018): Edisi April 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.143 KB)

Abstract

Pemborosan yang terjadi dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan, salah satu contoh kerugian yang dapat ditimbulkan karena adanya pemborosan adalah waktu penyelesaian produk yang lebih lama dibandingkan dengan yang sudah direncanakan tidak memberikan nilai tambah (non value added), maka yang menjadi tujuan untuk menghilangkan pemborosan di lantai produksi, dengan merancang VSM (Future State Map) yang sesuai dengan kondisi perusahaan dengan mengintifikasi weste dengan menggunakan metode 5W- 1H ( what, who, where, when, why dan how) Setelah dilakukan perancangan future valuue stream map sehingga waktu (current state map) menunjukkan bahwa total lead time adalah sebesar 2890.5 menit dan proses pada future stream map lead time sebesar 2.740,5 menit maka dari itu ada pengurangan proses waktu lead time sebesar 150 menit dengan takt time dari 0,10 menit/ unit, kapasitas produksi terpenuhi 359 ton/hari.