cover
Filter by Year
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Articles
114
Articles
ANALISIS PROKSIMAT, SULFUR, DAN NILAI KALOR DALAM PENENTUAN KUALITAS BATUBARA DI DESA PATTAPPA KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN

Erwin Malaidji, Erwin Malaidji, Anshariah, Anshariah, Agus Ardianto Budiman, Agus Ardianto Budiman

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.026 KB)

Abstract

Salah satu parameter utama yang menentukan suatu kegiatan pengolahan dan pemanfaatan bahan galian batubara adalah kualitas batubara. Di Daerah penelitian terdapat singkapan batubara yang perlu dilakukan analisis proksimat, sulfur dan nilai kalor untuk menentukan kualitas batubara menurut Classification of in Seam Coal (UN-ECE 1998) dan Polish Geological Institute (PGI). Sampling dilakukan pada Lapisan batubara dengan kedudukan N 255°E/5° (tebal 83 cm) menggunakan metode channel sampling. Hasil analisis di laboratorium yaitu analisis proksimat dengan nilai rata-rata untuk moisture in air dried 7,98 %, ash content 16,95 %, volatile matter 45,63 % dan fixed carbon 29,49 % dalam basis air dried basis (adb). Selain itu, untuk hasil rata-rata kandungan sulfur dan nilai kalor adalah masing-masing 0,56% dan 4460,89 kkal/gram dalam basis air dried basis (adb). Basis adb pada ash content dikonversi ke dalam basis db, yaitu 18,42 % (db). Nilai kalor dikonversi ke dalam basis daf, yaitu 24,8 Mj/kg (daf). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa batubara yang tersingkap di daerah penelitian termasuk dalam medium grade coal berdasarkan ash content (% db) dan rank batubara tersebut termasuk dalam subbituminous rank (low rank) berdasarkan nilai kalor menurut Classification of In Seam Coal (UN-ECE 1998). Selain itu, berdasarkan kandungan sulfur yang rendah (< 1%) menunjukkan bahwa batubara termasuk dalam steam coal menurut Polish Geological Institute (PGI).

ANALISIS LONGSORAN BIDANG, STUDI KASUS PADA LERENG PIT BAKAM PT KBK DI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Nuansa Mare Apui Ganang, Nuansa Mare Apui Ganang, Budi Sulistianto, Budi Sulistianto, Tri Karian, Tri Karian

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.92 KB)

Abstract

Secara umum, kestabilan lereng batuan dikontrol oleh kehadiran struktur geologi, demikian halnya di pit Bakam dengan batuan yang ada cenderung keras sehingga potensi longsor busur cukup kecil, namun longsoran bidang dengan volume yang cukup besar terjadi pada daerah tersebut. Hal ini perlu diketahui penyebabnya dan analisis kekuatan bidang lemah perlu untuk dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan analisis balik untuk menentukan faktor yang menyebabkan longsoran terjadi. Pendekatan menggunakan berbagai kriteria seperti kriteria Mohr-Coulomb dan kriteria Hoek-Brown dilakukan untuk mendapatkan nilai kekuatan pada bidang lemah saat longsor. Data didapatkan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan dan pengujian sample pada batuan yang longsor diperlukan untuk menunjang penelitian ini. Hasil Penelitian dengan menggunakan analisis balik menunjukkan bahwa bidang lemah pada lereng pit Bakam mengalami pengurangan kekuatan mekanik berupa nilai kohesi dan sudut gesek dalamnya. Untuk daerah yang longsor pada lereng SYG, bidang lemah mengalami penurunan kekuatan sampai menjadi 29,2 KPa dan sudut geser dalam 26,80 dengan nilai FK sebesar 0,99. Sedangkan pada Lereng BSW menjadi 30,6 KPa dan sudut geser dalam 33,40 dengan nilai FK sebesar 0,99. Faktor yang menyebabkan penurunan nilai kekuatan parameter ini adalah air karena longsor terjadi pada saat hujan, dan beberapa hari sebelumnya ada peledakan pada daerah yang mengalami longsor.

ANALISIS POTENSI AIR ASAM TAMBANG PADA BATUAN PENGAPIT BATUBARA DI SALOPURU BERDASARKAN KARAKTERISTIK GEOKIMIA

Kasmiani, Kasmiani, Sri Widodo, Sri Widodo, Hasbi Bakri, Hasbi Bakri

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.415 KB)

Abstract

Hubungan antara kegiatan penambangan dengan lingkungan selalu menjadi isu hangat hingga saat ini, salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah adanya pencemaran air yang disebabkan oleh kegiatan penambangan yaitu masalah Air Asam Tambang (AAT). Penelitian bertujuan untuk memprediksi potensi AAT pada batuan pengapit batubara (floor dan roof) di Salopuru, Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Pengujian ini menggunakan metode uji XRD (X- Ray Diffraction) dan Petrografi (sayatan poles). Hasil analisis XRD maupun Petrografi menunjukkan adanya mineral-mineral sulfida sebagai salah satu faktor penyebab atau pemicu sifat asam yang terkandung dalam setiap sampel. Pada lapisan floor terdapat mineral Pirit (FeS2) dan Spalerit (ZnS), sedangkan pada lapisan roof terdapat mineral Pirit (FeS2) dan Kalkopirit (CuFeS2). Sehingga berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwabatuan pengapit lapisan floor maupun lapisan roof dapat dikategorikan sebagai batuan PAF (Potentially Acid Forming).

EVALUASI BATUAN INDUK BERDASARKAN DATA GEOKIMIA HIDROKARBON PADA SUMUR PRABUMULIH, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN

Jamaluddin, Jamaluddin, Johanes Gedo Sea, Johanes Gedo Sea

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.922 KB)

Abstract

Identifikasi suatu batuan menggunakan metode geokimia hidrokarbon merupakan salah satu langkah awal untuk mengetahui apakah batuan tersebut termasuk batuan induk yang dapat berpotensi menghasilkan hidrokarbon atau tidak. Suatu batuan dapat dikatakan sebagai batuan induk apabila mempunyai kuantitas material organik, kualitas untuk menghasilkan hidrokarbon, dan kematangan termal. Pada analisis geokimia ini, data yang digunakan berupa data Rock-Eval Pyrolysis dan Vitrinite Reflectance. Berdasarkan analisis geokimia yang telah dilakukan terhadap sejumlah sampel batuan dari sumur Prabumulih, karakteristik potensi batuan induk memiliki tingkat kekayaan material organik berkisar antara 0.25%-58.05%. Hal ini mengindikasikan batuan induk pada sumur tersebut berkisar antara berpotensi rendah, baik hingga sangat baik. Tipe material organik pada penelitian berupa tipe kerogen II/IIIb-III yang berpotensi menghasilkan gas/minyak dan gas. Batuan sedimen Formasi Lahat pada kedalaman 3050 m – 3055 m berpotensi bagus sebagai pembentuk hidrokarbon, sedangkan awal pembentukan minyak bumi terjadi pada kedalaman 2575 m. Lima sampel batubara Formasi Talang Akar yaitu pada kedalaman 2265 m, 2715 m, 2762 m, 2929 m, dan 3025 m berpotensi besar menjadi batuan sumber hidrokarbon bila telah mencapai kematangan termal. Hasil dari analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa sampel dari Sumur Prabumulih cukup berpotensi hingga berpotensi baik sebagai batuan induk.

SILICIFIED COAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAMBANGAN DI DAERAH ARAHAN, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN

Rahmad Hidayatullah, Rahmad Hidayatullah, Stevanus Nalendra Jati, Stevanus Nalendra Jati

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.681 KB)

Abstract

Pada kegiatan penambangan, silicified coal sangat mempengaruhi kualitas batubara, selain kuantitas dari produksi batubara, kualitas juga menjadi tolak ukur keberhasilan dalam suatu proses penambangan. Salah satu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah upaya untuk pengendalian kualitas batubara dengan cara mengurangi produksi yang melibatkan unsur pengotor salah satunya silicified coal. Daerah penelitian terletak di Desa Arahan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur, pemetaan permukaan baik secara lateral maupun vertikal, analisis laboratorium berupa analisis petrografi dan XRD. Sampel diambil menggunakan teknik grab sampling dengan jumlah 10 sampel pada lokasi yang kemungkinan mewakili secara keseluruhan. Formasi pada daerah penelitian adalah Formasi Muaraenim yang terendapkan di lingkungan delta plain, Formasi Kasai yang tersedimentasikan di lingkungan darat. Silicified coal merupakan sisa tumbuhan yang membatu akibat penggantian komponen dengan silika. Mineral silika terbentuk dalam rekahan-rekahan, bukaan antar sel tumbuhan, dan pada cairan yang tertinggal dalam sel tumbuhan. Kenampakan fisik silicified coal pada lapisan batubara berupa layered dan lenses dan hampir sama seperti batubara berwarna hitam, tetapi memiliki nilai kekerasan yang lebih tinggi. Pada lapisan batubara daerah penelitian didominasi oleh silicified coal yang berbentuk lenses dengan tebal 10 - 40 cm. Pola sebaran silicified coal dikontrol oleh lapisan batubara. Dari hasil analisa XRD dan Petrografi silicified coal, ditemukan bahwa mineral yang mendominasi adalah mineral silika, sedikit karbon dan oksidabesi. Dari hasil observasi lapangan, pemetaan mengenai silicified coal pada lapidan batubara sangat penting dilakukan untuk menghindari penurunan kualitas produksi batubara.

KARAKTERISASI DAN PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO UNTUK CAMPURAN BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET

Kezia Kartika Windya, Kezia Kartika Windya, Wahyu Wilopo, Wahyu Wilopo, Ferian Anggara, Ferian Anggara

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.686 KB)

Abstract

Briket merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari sisa bahan organik dengan campuran bahan perekat organik maupun anorganik untuk memperbaiki karakteritik biomassa. Penggunaan lumpur Sidoarjo digunakan sebagai bahan perekat anorganik serta kandungan unsurnya dapat meningkatkan nilai kalori briket. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan nilai optimum briket yang dihasilkan dari penggunaan lumpur Sidoarjo. Hal tersebut dikarenakan briket yang dihasilkan ditentukan oleh karakteristik lumpur sebagai mineral lempung. Karakteristik lumpur dan biomassa yang diteliti meliputi mineralogi yang dilakukan dengan cara XRD (x-ray diffraction), kandungan unsur kimia lumpur dengan metode SEM-EDX (scanning electron microscope), ICP (Inductively Coupled Plasma) dan Gravimetri, serta nilai kalor dengan metode Bomb calorimetter. Karakteristik briket dihasilkan dengan analisis proksimat, nilai kuat tekan dan nilai kalor. Mineralogi lumpur Sidoarjo adalah smektit, plagioklas, kuarsa, pirit, monmorilonit, ilit dan kaolinit. Kandungan senyawa kimia lumpur menunjukkan SiO2 (47,51%), Al2O3 (20,09%), Fe2O3 (7,28%), CaO (1,57%). Kandungan unsur lumpur menunjukkan Fe (33,5%) Al (9,36%), Si (1,08%). Nilai kalori briket yang dihasilkan dari penggunaan lumpur semakin meningkat. Kuat tekan briket yang dihasilkan memenuhi standar dan menunjukkan bahwa briket tidak mudah pecah. Karakteristik briket dengan campuran perekat lumpur Sidoarjo menghasilkan peningkatan nilai kalor yag cukup tinggi sebesar 5971,59 kal/gr, kadar lengas 5,67%, volatile matter 14,60%, kadar abu 8,1%, kadar karbon tertambat 71,62%, nilai kuat tekan 76,10 kg/cm2. Data pengujian analisis proksimat, nilai kalor dan nilai kuat tekan memperlihatkan pengaruh penggunaan lumpur Sidoarjo dapat memenuhi standarisasi briket berdasarkan acuan SNI (Standard Nasional Indonesia).

DESAIN PIT COMPARTMENT PADA HILL KONDE SOUTH MENGGUNAKAN MANUAL PIT DAN AUTOMATION PIT DESAIN DI PT. VALE INDONESIA Tbk.

Taufik Hidayat, Taufik Hidayat, Djamaluddin, Djamaluddin, Alfian Nawir, Alfian Nawir

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.897 KB)

Abstract

Desain pit compartment merupakan desain pit yang dibuat mengikuti bentuk bijih (ore body) dengan membagi ore body (block model) menjadi beberapa bagian berdasarkan tujuan tertentu, sehingga menghasilkan beberapa desain pit dalam block model yang sama. Pembuatan desain pit compartment dari elevasi terendah pada sebuah block model menuju elevasi tertinggi, dan hal tersebut merupakan cara mendesain pit secara manual. Dalam pengeluaran terbaru software vulcan, tools tambahan (automation pit desain) memberikan kemudahan untuk mendesain pit dalam keterbatasan waktu, dikarenakan tolls tambahan tersebut memberikan cara mudah dan cepat dalam mendesain sebuah pit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah OB, Waste, Ore, Civil Matrials, dan Tonase Ni yang didapatkan pada pembuatan desain pit secara manual dan automation setiap compartment, serta untuk mengetahui parameter yang perlu dievaluasi dari pembuatan desain pit berdasarkan hasil desain yang didapatkan. Dari desain pit yang dibuat menggunakan metode manual desain didapatkan nilai total material berupa OB sebanyak 16,483,561.84Ton, Waste sebanyak 41,528.33Ton, Ore sebanyak 3,912,634.21Ton, Civil sebanyak 4,905,053.85Ton, dan Tonase Ni sebanyak 17,117.14Ton. Sedangkan pada metode automation desain didapatkan nilai total material berupa OB sebanyak 14,969,099.60Ton, Waste sebanyak 40,063.11Ton, Ore sebanyak 3,577,130.06Ton, Civil sebanyak 4,460,710.26Ton, dan Tonase Ni sebanyak 15,872.27Ton.

PENINGKATAN NILAI KALORI PADA BATUBARA LIGNIT DENGAN METODE AGLOMERASI AIR DAN MINYAK SAWIT PADA PT. INDONESIA POWER UJP PLTU BARRU

Adi Setiawan Rauf, Adi Setiawan Rauf, Sri Widodo, Sri Widodo, Alfian Nawir, Alfian Nawir

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.113 KB)

Abstract

Penggunaan batubara di PLTU sangat bergantung kepada kualitas batubara yang digunakan, karena semakin tinggi kualitas batubara maka akan memaksimalkan pembakaran dan secara langsung akan berdampak pada produksi listrik yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilai kalori pada batubara lignit. Pada penelitian ini digunakan metode aglomerasi dengan media air dan minyak sawit yang pada setiap sampel diberi perlakukan yang sama namun mengalami peningkatan yang berbeda. Ada tiga sampel yang digunakan pada penelitian ini dimana pada setiap sampel memiliki komposisi batubara lignit seberat 1 gram, minyak sawit sebanyak 10,20,30 ml dan air sebanyak 100 ml. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak konsentrasi minyak maka semakin tinggi kadar karbon yang diikat, sehingga dapat meningkatkan nilai kalori batubara. Dilihat dari konsentrasi 30% pada setiap sampel batubara mengalami peningkatan nilai kalori yang sebelumnya 3.765,23 cal/gr menjadi 5.279,46 cal/gr pada sampel pertama, 3.567,44 cal/gr menjadi 4.989,07 cal/gr pada sampel kedua dan 4.026,07 cal/gr menjadi 5.166,98 cal/gr pada sampel ketiga. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa batubara lignit yang digunakan di PLTU dapat ditingkatkan nilai kalorinya menggunakan metode aglomerasi air dan minyak sawit.

KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN PROGRAM SLOPE/W PADA PIT GN-10 PULAU GAG KABUPATEN RAJA AMPAT PAPUA BARAT

Abdul Salam Munir, Abdul Salam Munir

Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.289 KB)

Abstract

Kestabilan lereng merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menerapkan penambangan yang aman dan produktif serta berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kemiringan lereng yang aman diterapkan pada Pit GN-10 Pulau Gag. Studi kestabilan lereng ini menggunakan program komputer Slope/W dengan memasukkan data geometri lereng dan parameter yang telah didapatkan dari hasil pengeboran geoteknik dan pengujian laboratorium mekanika tanah. Program ini menghitung nilai faktor keamanan pada setiap kemiringan lereng yang telah disimulasikan, yakni 40°, 45°, 50°, 55° dan 60°. Hasil perhitungan menunjukkan kemiringan lereng 40°-50° menghasilkan nilai faktor keamanan di atas 1,2, sedangkan kemiringan lereng 55°-60° menghasilkan nilai faktor keamanan di bawah 1,2. Nilai faktor keamanan pada setiap kemiringan lereng yang telah disimulasikan, kemudian dilakukan perbandingan dengan nilai standar minimum faktor keamanan lereng yang dianggap stabil. Berdasarkan hasil studi kestabilan lereng tersebut, maka kemiringan lereng yang dapat diterapkan pada Pit GN-10 maksimum 50° dengan nilai faktor keamanan menggunakan metode Bishop 1,269.

POTENSI AIRTANAH DANGKAL DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA MAKASSAR

Prasetyawati Umar, Emi, Nawir, Alfian

Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.297 KB)

Abstract

Penting dan tingginya kebutuhan air tanah dangkal di Kota Makassar, tidak diimbangi dengan adanya data yang cukup tentang sebaran dan kondisi dari potensi air tanah dangkal dalam pemenuhan kebutuhan air yang layak bagi masyarakat Kota Makassar. Salah satu data yang sangat penting untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi kualitas air tanah dangkal adalah kondisi geologi dan fisik air tanah. Peneltian ini bertujuan mengetahui sebaran air tanah dangkal dalam pemenuhan kebutuhan air bersih Kota Makassar. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah metode induktif yang menggunakan pendekatan kombinasi antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan memadukan hasil-hasil kajian pustaka, data lapangan, serta hasil-hasil penelitian laboratorium komputasi yang keseluruhannya dikaji, dianalisis, dan disintesis secara komprehensif untuk menyimpulkan rangkaian penelitian yang telah dilakukan. Potensi air tanah dangkal yang memenuhi syarat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih berada pada bagian timur Kota Makassar dengan satuan morfologi pedataran bergelombang, Tersusun atas satuan batuan tufa, aglomerat dan struktur kekar yang memiliki nilai kisaran pH 7-8 serta air yang bening.