cover
Filter by Year
JURNAL ILMIAH SAINS
ISSN : -     EISSN : -
Articles
197
Articles
KANDUNGAN SERAT KASAR DARI BAKASANG IKAN TUNA (Thunnus sp.) PADA BERBAGAI KADAR GARAM, SUHU DAN WAKTU FERMENTASI

Korompot, Abdul R.H., Fatimah, Feti, Wuntu, Audy D.

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 1, April 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

KANDUNGAN SERAT KASAR DARI BAKASANG IKAN TUNA (Thunnus sp.) PADA BERBAGAI KADAR GARAM, SUHU DAN WAKTU FERMENTASI ABSTRAKBakasang ikan tuna adalah salah satu produk fermentasi yang umumnya dibuat dari jeroan ikan tuna dengan penambahan garam. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan Mengetahui kandungan serat kasar dari bakasang ikan tuna (Thunnus sp.) pada berbagai kondisi pengolahan. Kajian yang dilakukan meliputi pengujian analisis kadar serat kasar. Penelitian telah dilaksanakan bulan Januari sampai Maret di Laboratorium Biokimia Universitas Sam Ratulangi dan Laboratorium Badan Riset dan Standarisasi Industri Manado. Hasil terbaik kadar serat kasar bakasang ikan tuna dengan kadar garam terbaik kadar garam 30%, suhu 50oC dan waktu fermentasi 15 hari yaitu 1,0018% yang menunjukan kandungan gizi yang baik untuk kesehatan.Kata kunci : Ikan Tuna (Thunnus sp.), Gizi, Bakasang, Serat Kasar THE RIGHT FIBER CONTENT OF THE TUNA FISH BAKASANG (Thunnus sp.) ON VARIOUS CONDITIONS OF SALT, TEMPERATUREAND FERMENTATION TIMEABSTRACT Bakasang tuna is one of the fermentation products that are generally made from tuna innards by detailing the salt. Therefore, research is conducted with the aim of containing crude fiber content from tuna tuna (Thunnus sp.) In various processing conditions. The study included the testing of crude fiber content. The research has been conducted from January to March in the Biochemical Laboratory of Sam Ratulangi University and Laboratory of Manado Industry Research and Standards Agency. The best results of crude fiber content of tuna fish with salt content of 30% salt, 50oC temperature and fermentation time of 15 days is 1.0018% indicating good nutrition for health.Keyword: Tuna (Thunnus sp.), Nutrition, Bakasang, Rough Fiber

Karakteristik Terasi Jeroan Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L) Berdasarkan Hasil Uji Organoleptik

Nenabais, Fernando, Fatimah, Feti, Kamu, Vanda S.

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 1, April 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

KARAKTERISTIK TERASI JEROAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L) BERDASARKAN HASIL UJI ORGANOLEPTIKABSTRAKTerasi adalah suatu jenis bahan penyedap makanan yang berbentuk padat, berbau  khas, hasil fermentasi udang atau ikan atau campuran keduanya dengan  garam,atau  tanpa bahan tambahan lain yang diizinkan. Tujuan dari penelitian ini Menentukan karakteristik terasi  dari jeroan ikan cakalang berdasarkan Hasil Organoleptik. Metode yang dikembangkan Teknik Kering (TK) dan  Teknik Semi Basah (TSM), dengan proses lama fermentasi (t): (5,10, dan 15 hari ) serta konsentrasi garam (G) : ( 5%, 10% dan 20%).  Pengujian Organoleptik berdasarkan SNI No. 2716:2016. Penelitian ini dilakasanakan Fakultas MIPA dan selama 2-3 bulan. Hasil pengujian mendapatkan terasi terbaik dari Teknik Kering, berdasarkan uji kenampakan, Bau, Rasa dan Tekstur yaitu waktu fermentasi 15 hari (G3) dan konsentrasi garam 20% (G3). Untuk Sampel TTK (G3,t3)  uji kenampakan : 7,227, Bau: 7,345, Rasa : 7,299 dan Tesktur : 7,33, sehingga berdasarkan SNI Terasi Udang No. 2716:2016, minimla uji organoleptik 7, maka pengujian pada sampel TTK (G3,t3) sesuai dengan standar yang ditetapkan  dengan Standar deviasi (1,96) dan P (95%).Kata kunci : Terasi, Organoleptik, Ikan Cakalang, Karakteristik THE OPTIMIZATION AND CHARACTERIZATION OF FISH PASTEINNARDS FROM SKIPJACK,  (Katsuwonus pelamis, L). ABSTRACT Terasi (the Indonesian seafood fermented paste) is a type of solid-shaped flavoring ingredients, with its distinctive odor, is a fermented shrimp or fish or a mixture of both with salt, orno other permitted additives. The aim of this research is to determine the characteristics of Terasi from the offal of skipjack tuna based on the Organoleptic Test Result. The methoddevelopedthrough Dry Technique (TK) and Semi-Wet Technique (TSM), with the fermentation process (t): (5,10 and 15 days) and salt concentration (5%, 10% and 20%). Organoleptic Test is based on the Indonesian National Standard (SNI) No. 2716: 2016. The test result obtained the best Terasithrough Dry Technique, based on the appearance, odor, taste and texture test that were 15 days of fermentation process (G3) and 20% of salt concentration (G3). For the sample of TTK (G3, t3) the appearance test : 7.227, Odor: 7,345, Taste: 7,299 and Texture: 7,3302. So that based on the SNI, Terasi UdangNo. 2716: 2016, with the minimun organoleptic test of 7, has determined that the testing on TTK samples (G3, t3) is in accordance with the Deviation Standard (1.96) and P (95%).Keyword: Terasi, Organoleptic, Skipjack tuna, Characteristic

PREPARASI DAN KARAKTERISASI NANOSILIKA DARI JERAMI PADI

Wibowo, Emas Agus Prastyo, Arzanto, Adi Wahyu, Maulana, Khoironni Devi, Rizkita, Aden Dhana

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 1, April 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PREPARASI DAN KARAKTERISASI NANOSILIKA DARI JERAMI PADIABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik silika yang diekstraksi dari jerami padi yang diperoleh dari wilayah usaha tani padi Pekalongan. Silika diperoleh dengan metode sol-gel, yang melibatkan ekstraksi silika dengan larutan alkali dan gelasi silika menggunakan larutan asam. Ditemukan bahwa hasil tertinggi diperoleh dari ekstraksi menggunakan larutan KOH 5% dengan waktu ekstraksi 60 menit, dan pH gelasi 7.0. Persiapan berhasil diproduksi dengan memanaskan jerami padi pada suhu 10 °C/menit dan menahannya pada suhu 500°C untuk memudahkan penguraian dan pengadopsian bahan organik sambil menghindari pengapian otomatis. Komposisi kimia SiO2 diperkuat oleh EDS dan FTIR dan sifat amorf oleh XRD.Serbuk nanosilika dengan ukuran pori rata – rata 45,3869 nm dan memiliki permukaan spesifik (94,761 m2/g).Kata kunci: Jerami padi; Nanopartikel silika, Sol gel PREPAPARATION AND CHARACTERIZATION NANOSILICAFROM RICE STAWABSTRACTThis study was carried out to investigate the characteristics of silica extracted from rice straw obtained from rice farming region of Pekalongan. The silica was obtained using sol-gel method, which involves extraction of silica using alkalis solution and gelation of the silica using acid solution. It was found that the highest yield was obtained from the extraction using 5% KOH solution with the extraction time of 60 minutes, and gelation pH of 7.0. Preparation was successfully produced by heating rice straw at 10 °C/min and holding at 500°C to facilitate decomposition and gasification of the organics while avoiding auto-ignition. The SiO2 chemical composition was confirmed by EDS and FTIR and the amorphous nature by XRD. Nanosilica powders with a 45,3869 nm average pore size and have specific surface (94,761 m2/g).Keywords: Rice straw; Silica nanoparticles, Sol gel

DESKRIPSI SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA BERDASARKAN STANDAR ISI, STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN, STANDAR SARANA DAN PRASARANA DAN STANDAR PENGELOLAAN

Paruntu, Leivy G., Hatidja, Djoni, Nainggolan, Nelson

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 1, April 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

DESKRIPSI SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA BERDASARKAN STANDAR ISI, STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN, STANDAR SARANA DAN PRASARANA DAN STANDAR PENGELOLAANABSTRAKStandar Nasional Pendidikan merupakan sistem pendidikan yang diterapkan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Sekolah Dasar di Kabupaten Minahasa Tenggara berdasarkan 4 Standar Nasional Pendidikan. Sampel yang diambil adalah 30 Sekolah Dasar di Kabupaten Minahasa Tenggara. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Random Sampling kecamatan dan Simple Random Sampling untuk menentukan sekolah-sekolah yang dijadikan sampel. Penelitian dilakukan pada bulan September 2017. Metode yang digunakan adalah dengan analisis deskripsi. Sebagian besar sekolah yang terakreditasi A sudah cukup baik dalam keempat standar yang diteliti dan memenuhi setiap standar yang ditetapkan. Namun ada 11,11% sekolah yang terakreditasi A masih kurang baik dalam beberapa standar. Pada keempat standar yang diteliti, rata-rata nilai tertinggi dimiliki oleh sekolah-sekolah yang terakreditasi A seperti SD GMIM Ratahan untuk standar isi dan standar pengelolaan, SD Negeri 2 Liwutung dan SD Negeri 1 Tombatu untuk standar pendidik dan tenaga kependidikan, sedangkan nilai tertinggi untuk standar sarana dan prasarana dimiliki oleh SD GMIM Bunag yang sekolahnya belum terakreditasi. Untuk nilai terendah pada standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, dan standar pengelolaan dimiliki oleh sekolah-sekolah yang belum terakreditasi yaitu SD Negeri Kecil Banga, SD GMIM 1 Silian, dan SD GMIM Lobu. Sedangkan nilai terendah pada standar isi dimiliki oleh SD Negeri 1 Liwutung yang merupakan salah satu sekolah yang sudah terkreditasi A.Kata kunci : Sekolah Dasar, Analisis Deskripsi, Kabupaten Minahasa Tenggara DESCRIPTION OF ELEMENTARY SCHOOL IN SOUTHEAST MINAHASA REGENCY BASED ON CONTENT STANDARDS, STANDARD OF EDUCTORS AND EDUCATION PERSONNEL, STANDARDS OF FACILITIES AND INFRASRUCTURE, AND MANAGEMENT STANDARDSABSTRACTNational Education Standards is an education system implemented throughout the jurisdiction of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This study aims to describe elementary school in Southeast Minahasa Regency based on 4 National Education Standards. Samples taken were 30 elementary school in Southeast Minahasa Regency. Sampling using Purposive Random Sampling to determine the sub-district and Simple Random Sampling to determine the school that were sampled. The study was conducted in September 2017. The method used is by the description analysis. Most of the A-accredited school are good enough in all four standards studied and meets any specified standards. But there are 11,11% of schools accredited A is still not good in some standards. In the four standards studied, the highest average score in owned by A-accredited school such as GMIM Ratahan Elementary School for standards contents and management standards, Public Elementary School 2 Liwutung and Public Elementary School 1 Tombatu for the standard of educators and education personnel, while the highest value for the standard facilities and infrastructure is owned by GMIM Bunag Elementary School which has not been accredited. For the lowest score on the standards of eductors and education personnel, the standard of facilities and infrastructure, and management standards are owned by school that have not been acctredited namely Public Elementary School Kecil Banga, GMIM 1 Silian Elementary School, and GMIM Lobu Elementary School. While the lowest score on the content standard is owned by Public Elementary School 1 Liwutung which is one of the schools thet have been accredited A.Keywords : Elementary School, Description Analysis, Southeast Minahasa Regency

FOTOREDUKSI BESI Fe3+ MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii)

Tan, Meizy Vaneza, Rorong, Johnly A., Sangi, Meiske S.

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 1, April 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

FOTOREDUKSI BESI Fe3+ MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii)       ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang fotoreduksi besi Fe3+ menggunakan ekstrak daun kayu manis (Cinnamomum burmanii) dengan bantuan cahaya fluorescent 65 watt. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – September 2017, bertempat di Laboratorium Biokimia Jurusan Kimia; Laboratorium Penelitian Jurusan Farmasi; dan Laboratorium UPT Terpadu Universitas Sam Ratulangi, Manado. Serbuk daun kayu manis diekstraksi secara refluks dengan metanol: 40; 60; dan 80%. Kandungan total fenolik; flavonoid; dan tanin ditentukan dengan reagen Folin-Ciocalteu; AlCl3; dan vanilin-HCl. Untuk kandungan besi tereduksi diukur dengan pembentukan kompleks besi(II)bipiridin. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak metanol: 40; 60; dan 80% memiliki kemampuan dalam mereduksi besi. Untuk ekstrak metanol 60% mempunyai efek fotoreduksi besi yang baik dimana kandungan besi(II) yang terbentuk sebesar 63,833 mg/L dengan waktu penyinaran selama 2 jam, dibandingkan ekstrak dengan konsentrasi pelarut metanol lainnyaKata Kunci: Daun Kayu Manis, Fenolik, Flavonoid, Tanin, Fotoreduksi Besi Fe3+ IRON PHOTOREDUCTION USING CINNAMON LEAF EXTRACT (Cinnamomum burmanii) ABSTRACTA study of Fe3+iron photoreduction has been done using cinnamon leaf extract (Cinnamomum burmanii) with the aid of 65 watt fluorescent light. This research was conducted in July - September 2017, held at Biochemistry Laboratory of Chemistry Department; Research Laboratory of Pharmaceutical Department; and the Integrated UPT Laboratory of Sam Ratulangi University, Manado. The cinnamon leaf powder is extracted by reflux with methanol: 40; 60; and 80%. Total phenolic content; flavonoids; and tannins are determined by Folin-Ciocalteu reagents; AlCl3; and vanilin-HCl. For reduced iron content is measured by the formation of iron(II)bipyridine complex. The result showed that methanol extracts: 40, 60: and 80% had ability in reducing iron. Methanol extract 60% had good iron photoreduction effect in which the iron(II) content was formed at 63.833 mg/L with irradiation time for 2 hours, compared to extract with other methanol solvent concentration.Keywords: Cinnamon Leaf, Phenolic, Flavonoid, Tannin, Iron Photoreduction

PENENTUAN KADMIUM MENGGUNAKAN METODE PAPER ANALYTICAL DEVICE (PAD) DENGAN TEKNIK PENCITRAAN DIGITAL DALAM SAMPEL MAKANAN

Rismiarti, Zuri

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 18 Nomor 1, April 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PENENTUAN KADMIUM MENGGUNAKAN METODE PAPER ANALYTICAL DEVICE (PAD) DENGAN TEKNIK PENCITRAAN DIGITAL DALAM SAMPEL MAKANANABSTRAKKadmium merupakan salah satu logam berat dari sepuluh bahan kimia berbahaya dan menjadi perhatian kesehatan masyarakat. Kadmium (Cd(II)) bukan merupakan logam esensial dalam tubuh manusia maupun tumbuhan dan hewan yang berdampak kronis bagi kesehatan dan lingkungan. Berbagai metode telah banyak dikembangkan untuk mendeteksi kandungan kadmium dalam berbagai sampel. Salah satu metode yang dipelajari adalah paper analytical device berbasis kompleks Alizarin Red S. dengan analisis menggunakan teknik pencitraan digital. Metode ini menggunakan kertas Whatmann sebagai media sampel dan reagen pengkelat yang akan menghasilkan warna kuning sehingga dapat dianalis secara kolorimetri. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kandungan Cd(II) dalam sampel makanan dengan metode PAD berbasis kompleks Alizarin Red S. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia-Farmasi Universitas Ma Chung pada bulan Agustus-November 2017. Sampel yang digunakan adalah daun kangkung, ikan segar mujaer, lele, dan pindang tongkol dengan hasil analisis Cd(II) (mg/g)  masing – masing secara berurutan adalah 0.139; 0.210; 0.341 0.409. Hasil pengujian metode ini juga dibandingkan dengan metode standar AAS (Atomic Absorption Spectrometer).Kata kunci: kertas, kadmium, makanan, pencitraan, digital   DETERMINATION OF KADMIUM USING PAPER ANALYTICAL DEVICE (PAD) METHOD WITH DIGITAL IMAGING TECHNIQUE IN FOOD SAMPLEABSTRACTCadmium is one of a heavy metal from ten chemicals of major public health concern. Cadmium is not essential metal in the human body as well as animals, plants which acquire chronic impact for heath and the environment. Many methods have been developed to detect trace Cd(II) in various sample. One of that method is paper analytical device based on Alizarin Red S complex using digital color image analysis. The method used Whatmann Paper as a media sample and chelating reagents which produce yellow color complex that can analyze colorimetry. The purpose of this research of determination Cd(II) in food samples using PAD based on Alizarin Red S complex. The experiment was conducted at the Chemical-Pharmaceutical Laboratory, Ma Chung University in August-November 2017. Samples are convolvulus leaves, fresh fish like mujaer, catfish, cobs with the results of Cd(II) (mg/g) of each sample of 0.139; 0.210; 0.341 0.409 respectively. The result of the proposed methods is compared with standard method of AAS (atomic absorption spectrometer).Keywords : paper, cadmium, food, digital, color

ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN DI PROPINSI SULAWESI UTARA

Joseph, Gabriel Herald

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 17 Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN DI PROPINSI SULAWESI UTARA ABSTRAKKeragaman pola konsumsi pangan masyarakat pada masing-masing daerah berbeda-beda, tergantung dari potensi daerah dan struktur budaya masyarakat. Pola konsumsi masyarakat Indonesia umumnya masih didominasi oleh padi-padian terutama beras, dan sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada beras maka perlu menggali potensi lokal yang berbasis non beras untuk memenuhi kebutuhan.Penelitian bertujuan  menganalisis kontribusi konsumsi energi dan protein dari berbagai kelompok pangan, menganalisis proporsi sumbangan energi dari beras terhadap total konsumsi energy, dan menganalisis hubungan antara aspek sosial ekonomi keluarga terhadap keaneka ragaman konsumsi pangan (skor PPH).Tingkat konsumsi pangan dikumpulkan dengan metode Recall kemudian dikonversikan dengan ke dalam bentuk zat gizi dengan menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM). Data primer yang lain juga dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan menggunakan  alat bantu kuesioner secara terstruktur. Data sekunder diperoleh dari dari dokumen, laporan, catatan resmi dari instansi terkait sesuai dengan jenis data yang diperlukan.  Diperoleh   konsumsi pangan masyarakat Sulawesi Utara berada diatas Angka Kecukupan Energi Ideal sebesar 2.000 kkal/kapita/hari, yakni sebesar 2.021 kkal perkapita perhari., termasuk dalam kategori normal(90-<120%AKE/G), sedangkan Angka Kecukupan Protein mencapai 110,5% yakni 57,5 g/kapita/hari  berada diatas angka rata-rata nasional 50,1 g/kapita/hari. Kelompok Pangan padi-padian menyumbangkan energi paling besar yaitu 1166,9 kkal perkapita per hari  (58,3 % dari angka kecukupan energi), diikuti Minyak dan Lemak 256,8 kkal ( 12,8 %), Pangan Hewani 212,9 kkal (10,6 %), sayur dan buah 171,0 kkal (8,5 %) dan Umbi-umbian sebesar 64,5 kkal (3,2 %),  sedangkan Kelompok Pangan Buah/Biji Berminyak dan Kelompok Pangan Lain-lain  menyumbangkan energi paling kecil, masing-masing yaitu 28,2 kkal ( 1,4%), dan 27,5 kkal (1,4%).   Pola Konsumsi Pangan masyarakat masih belum beragam, bergizi dan seimbang. Hal ini ditunjukkan dari skor PPH baru sebesar 89,8 atau kurang dari skor PPH ideal sebesar 100. Aspek sosial ekonomi yang meliputi tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, dan pendapatan rumah tangga menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap tingkat kecukupan gizi (AKE dan AKP). Disarankan perlu upaya promosi kesehatan khususnya mengkonsumsi makanan yang beragam, berimbang, dan bergizi serta mengembangkan sumber karbohidrat umbi-umbian lokal yang potensial, strategis, dan prospektf dalam meningkatkan skor PPH.Kata kunci :  konsumsi pangan, angka kecukupan energi (AKE), angkakecukupan  protein (AKP, PPH) ANALYSIS OF FOOD CONSUMTION IN NORTH SULAWESI PROVINCE ABSTRACTThe diversity of food consumption patterns of society in each region varies, depending on the potential of the region and the cultural structure of society. Indonesian people consumption patterns are still dominated by grains, especially rice, and in order to reduce the dependence of the community on rice, it is necessary to explore the non-rice based local potentials to meet the needs. The study aims to analyze the contribution of energy and protein consumption from various food groups, analyze the proportion of energy contribution from rice to total energy consumption, and analyze the relationship between the socio-economic aspect of the family to the diversity of food consumption (PPH score). Food consumption level collected by Recall method then converted into nutrient form using the Food Composition List (DKBM) .The other primary data were also collected through interviewees a direct with the informant using the tool questionnaire structured. Secondary data obtained from the documents, reports, official records of relevant agencies in accordance with the type of data required. The consumption of North Sulawesi peoples food is above the Ideal Energy Sufficiency Level of 2,000 kcal / capita / day, that is equal to 2,021 kcal per capita per day, including in normal category (90 120% AKE / G), while Protein Sufficiency Rate reach 110,5% ie 57,5 g / day capital is above national average 50,1 g / capita / hari.Group Grains group donated the most energy, namely 1166.9 kcal per capita per day (58.3 from the energy sufficiency), followed by Oil and Fat 256.8 kcal (12.8%) Hewani Food 212, 9 kcal (10.6%), vegetables and fruit 171.0 kcal (8.5%) and tubers of 64.5 kcal (3.2%), while the Group of Oily Fruits / Grains and Food Groups Others contribute the least energy, each of which is 28.2 kcal (1.4% ), and 27.5 kcal (1.4%). Community Food Consumption Pattern is still not diverse, nutritious and balanced. This is demonstrated by the new PPH score of 89.8 or less than the ideal PPH score of 100. Socio-economic aspects including education level, number of household members, and household income indicate no significant relationship to nutritional adequacy level (AKE and AKP). Suggetions that can be recommended is the need for health promotion efforts in partiqular consume diverse, balanced and nutritions foods, also develop the potential, strategic and perfective root carbohydrate sources in order to increase the PPH score. Keywords: food consumption, energy adequacylevel (AKE), protein adequacy level (AKP), desirable dietary pattern (PPH)

PERANCANGAN SISTEM PENENTUAN TINGKAT KESEGARAN IKAN CAKALANG MENGGUNAKAN METODE CURVE FITTING BERBASIS CITRA DIGITAL MATA IKAN

Rindengan, Altien J., Mananohas, Mans

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 17 Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PERANCANGAN SISTEM PENENTUAN TINGKAT KESEGARAN IKAN CAKALANG MENGGUNAKAN METODE CURVE FITTING BERBASIS CITRA DIGITAL MATA IKAN AbstrakPada ikan terdapat banyak mengandung nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, namun seringkali ikan diperdagangkan dalam keadaan sudah mati. Untuk mengamati kesegaran ikan cakalang dilakukan dengan pengenalan perubahan warna yang tampak pada citra digital menggunakan metode curve fitting. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sistem aplikasi pengelolahan citra untuk mendeteksi tingkat kesegaran ikan cakalang dilihat dari lamanya ikan tersebut berada di suhu ruang. Data yang gunakan adalah 10 sampel citra ikan cakalang yang diambil gambarnya setiap 1 jam selama 10 jam dan diperoleh 100 data gambar kemudian diolah dan dilakukan analisis dengan metode curve fitting. Proses pertama diawali dengan pengolahan citra dengan melakukan pemotongan (cropping) pada bagian tepi mata citra original kemudian dilanjutkan dengan penyamaan ukuran (resize) menjadi 1000 x 1000 pixel dan pergantian format citra menjadi *.png. Setelah gambar sudah diolah,  kemudian dilakukan perhitungan nilai rata-rata RGB menggunakan sistem aplikasi.  Selanjutnya, dilakukan perhitungan dengan metode curve fitting sehingga diperoleh persamaan regresi polinomial sebagai dasar pada sistem aplikasi.. Proses terakhir, dilakukan pencocokan citra uji dengan citra yang disimpan sebagai data training dan diperoleh kesimpulan apakah citra ikan cakalang tersebut telah berada selama berapa jam di suhu ruang pada selang 1 – 10 jam. Penelitian ini menunjukan dari 100 sampel ikan, 83 citra sesuai dan 17 tidak sesuai dengan  akurasi sistem sebesar    83 %.Kata kunci  : Mata Ikan Cakalang, Pengolahan Citra Digital, Metode Curve fitting. SYSTEM DESIGN OF FRESHNESS LEVEL DETERMINATION OF SKIPPER FISH USING CURVE FITTING METHOD BASED ON DIGITAL IMAGE OF FISH EYE AbstractIn fish there are many contain nutrients that are very beneficial to the body, but often fish are traded in a state of death. To observe the freshness of skipjack is done with the introduction of color changes that appear on digital image using curve fitting method. The purpose of this research is to build an image management application system to detect the freshness level of skipjack fish seen from the duration of the fish is at room temperature. The data used are 10 samples of skipjack image taken every 1 hour for 10 hours and obtained 100 image data then processed and analyzed by curve fitting method. The first process begins with image processing by cutting (cropping) at the edge of the eye of the original image and then followed by resizing to 1000 x 1000 pixels and change the image format to * .png. After the image has been processed, then calculated the average value of RGB using the application system. Furthermore, the calculation is done by curve fitting method to obtain the polynomial regression equation as the basis of the application system. The last process, the matching of the test image with the image stored as training data and obtained the conclusion whether the cakalang image has been in for how many hours at room temperature at intervals of 1 - 10 hours. This study showed that from 100 fish samples, 83 corresponding images and 17 did not correspond to the system accuracy of 83%.Keywords: Skipjack Fish, Digital Image Processing, Curve Fitting Method

PRODUKSI SABUN MANDI TRANSPARAN BERBAHAN BAKU VCO MENGANDUNG KAROTENOID TOMAT

Momuat, Lidya Irma, Wuntu, Audy Denny

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 17 Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PRODUKSI SABUN MANDI TRANSPARAN BERBAHAN BAKU VCOMENGANDUNG KAROTENOID TOMAT ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk produksi sabun mandi transparan dengan memanfaatkan VCO mengandung karotenoid tomat (VCO+tmt), serta menentukan kombinasi gliserol, etanol dan sukrosa yang optimum untuk bereaksi dengan VCO+tmt menghasilkan sabun transparan yang karakteristiknya memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) no. 06-35321994 bagi sabun mandi.  Sabun mandi transparan dibuat menurut metode Cognis (2003), dengan memvariasikan konsentrasi gliserol, etanol dan sukrosa (formula A, B, dan C). Produk sabun transparan dikarakterisasi menurut metode SNI no. 06-35321994 bagi sabun mandi, serta diamati warna, transparansi, kekerasan dan stabilitas busanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa VCO+tmt dapat digunakan dalam pembuatan sabun mandi transparan, dengan bilangan penyabunan VCO+tmt sebesar 225,37.  Karakteristik sabun transparan yang dihasilkan berwarna orange kekuningan, transparansi dan tekstur formula C lebih baik daripada A dan B, serta stabilitas busa sabun formula A, B dan C berturut-turut 89,29%, 96,88%, dan 93,10%. Kadar air, jumlah asam lemak dan asam lemak bebas dari sabun formula A, B dan C belum memenuhi SNI, sedangkan untuk kadar alkali bebas dan minyak mineral telah memenuhi SNI.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik sabun transparan berbahan baku VCO+tmt formula C lebih baik daripada formula A dan B, namun belum memenuhi SNI no. 06-35321994.Kata kunci: etanol, gliserol, sabun transparan, sukrosa, tomat, VCO  PRODUCTION OF TRANSPARENT BATH SOAP FROM VCOCONTAINING TOMATO CAROTENOID ABSTRACTThis study was aimed to produce transparent bath soap by utilizing VCO containing tomato carotenoids (VCO+tmt), and to determine the optimum combination of glycerol, ethanol and sucrose reacted with VCO+tmt to produce transparent soap which meet requirements by Indonesian National Standard (SNI) no. 06-35321994 for bath soap. Transparent bath soaps were prepared according to Cognis (2003) method, by varying the concentrations of glycerol, ethanol and sucrose (formulas A, B, and C). Transparent soap products were characterized according to SNI method no. 06-35321994 for bath soap, and were observed for the color, transparency, hardness and stability of the foam. The results showed that VCO+tmt could be used in making transparent bath soap, with saponizing number VCO tmt equal to 225,37. Soap produced had orange color, transparent, the texture of C was better than A and B, and the stability of soap formulas A, B and C were 89.29%, 96.88%, and 93.10%, respectively. Water content, the amount of fatty acids and free fatty acids from soap of formula A, B and C did not meet SNI requirements, but free alkali and mineral oil met the requirements. It was concluded that the characteristics of transparent soap made from raw VCO+tmt formula C was better than formula A and B, but did not meet conditions required by SNI no. 06-35321994. Keywords: ethanol, glycerol, transparent soap, sucrose, tomato, VCO

IDENTIFIKASI PERUBAHAN STRUKTUR DNA TERHADAP PEMBENTUKAN SEL KANKER MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI GRAF

Morihito, Rondo V.S.A, Chungdinata, Stephanie E, Nazareth, Timboeleng A, Pulukadang, M Iqbal, Makalew, Roy A.M, Pinontoan, Benny

JURNAL ILMIAH SAINS Volume 17 Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

IDENTIFIKASI PERUBAHAN STRUKTUR DNA TERHADAP PEMBENTUKAN  SEL KANKER MENGGUNAKAN DEKOMPOSISI GRAFABSTRAKKerusakan DNA adalah salah satu penyebab yang dapat mebuat sel normal bertumbuh menjadi sel kanker. Hal ini dikarenakan DNA yang rusak dapat menyebabkan mutasi di gen vital yang mengontrol pembelahan sel sampai terjadi pembelahan sel yang tidak terkendali dan memicu pertumbuhan sel kanker. Beberapa mutasi dibutuhkan untuk mengubah sel normal menjadi sel kanker. Dalam hal ini, teori dekomposisi graf digunakan untuk menganalisa proses terjadinya pertumbuhan sel kanker yang dimulai dari kerusakan DNA yang menyebabkan terjadinya mutasi gen. Dengan teori dekomposisi graf, sebuah graf bisa difaktorkan ke dalam beberapa subgraf. Pemfaktoran ini dapat digunakan untuk melihat pola perubahan hubungan antar objek. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi struktur DNA terhadap pembentukan sek kanker dengan menggunakan dekomposisi graf. Yang  diidenfikasi adalah mutasi delesi, addisi, dan substitusi dimana dari mutasi-mutasi ini dilihat hasil dekomposisi graf dan apakah dari ketiga mutasi ini dapat membentuk sel kanker.Kata Kunci : Struktur DNA, Sel Kanker, Dekomposisi Graf, Perfect Matching, Hamilton cycle IDENTIFICATION OF CHANGES OF DNA STRUCTURES ON CANCER CELL FORM USING GRAPH DECOMPOSITIONABSTRACTDNA damage is one of the causes that can make normal cells grow into cancer cells. This is because damaged DNA can cause mutations in vital genes that control cell division until uncontrolled cell division and trigger the growth of cancer cells. Some mutations are needed to convert normal cells into cancer cells. In this case theory of graph decomposition will be used to analyze the process of cancer cell growth that starts from the DNA damage that causes gene mutation. With the graph decomposition theory, a graph can be factored into several subgraphs. This factoring can be used to see patterns of relationship changes between objects. The purpose of this study was to identify the structure of DNA against the formation of cancer cells by using decomposition graph. What will be identified are the deletion mutations, additions, and substitutions from which these mutations are seen in the decomposition of the graph and whether these three mutations can form cancer cells.Keywords :  Structure of DNA, Cancer Sel, Dekomposition Graph, Perfect Maching, Hamilton cycle