JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI
ISSN : 26206757     EISSN : 2614283x
JPBC invite authors to submit papers (research-based articles) related to all aspects of the activities of Customs and Excise, for example, exports, imports, public accounting, auditing, law, management, logistics, taxation, public policy, economics, administration, information technology and communications for Customs and Excise. The author(s) who willing to submit must use journal template and include the following forms: Ethics statement and Copyright statement.
Articles 27 Documents
AN ASSESSMENT OF TOBACCO EXCISE ADMINISTRATION PRACTICES IN INDONESIA

Nauly, Yudhi Dharma

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 1, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.881 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v1i1.118

Abstract

The global economic slowdown has unquestionably brought down the performance of the Indonesian economy. This, in turn, presented an extraordinary challenge to the Directorate General of Customs and Excise (DGCE) in collecting excise revenues. In the last few decades, tobacco has contributed the largest part of excise revenue. Accordingly, it is inevitable for the DGCE to implement best practices in administrating tobacco excise to optimize revenue collection, while at the same time, enhance public health. Conveniently, The World Health Organization (WHO) provides a series of extensive best practices in that particular field. This study assessed tobacco excise administration practices performed by the DGCE against best practices set by the WHO. This study revealed that, in general, the DGCE has performed well in several practices. However, there are some WHO’s best practices which are unsuitable to be implemented in Indonesia. Unique fiscal, economic, political and social circumstances in Indonesia need to be taken into account in determining and establishing tobacco excise tax policy. 

PENGENDALIAN INTERNAL PADA SIKLUS PENERIMAAN BEA MASUK UNTUK KAWASAN BERIKAT (STUDI KASUS PADA KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA CUKAI BEKASI)

Alfani, Adhitya, Firmansyah, Amrie

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 2
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.546 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i2.287

Abstract

ABSTRACT This study aims to evaluate internal control in the import duty cycle that focuses on the procedure for receipt of import duties on customs services for Bonded Zones. This study uses a case study of the Customs and Excise Supervision and Service Office of Bekasi, where most of its activities carry out customs, excise services for bonded zones, and are one of the offices that serve customs services and supervision in the largest Bonded Zones in Indonesia. This study used descriptive qualitative methods and was conducted during the February period. July 2016. The results of the study show that in general, the application of the import service system for BC 2.5 documents within the KPPBC Bekasi has good related internal controls which include general control and application control. However, there are still weaknesses in employee placement system, employee skills, especially in very important parts, data reconciliation, and manual database updates can result in reduced data accuracy. Keywords: customs duties, internal control, revenue cycle. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengendalian internal pada siklus penerimaan bea masuk yang berfokus pada prosedur penerimaan bea masuk untuk Kawasan Berikat termasuk. Penelitian ini menggunakan studi kasus Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Bekasi yang sebagian besar kegiatannya melakukan pelayanan kepabeanan dan cukai untuk kawasan berikat dan merupakan salah satu kantor yang melayani pelayanan dan pengawasan di bidang kepabeanan untuk Kawasan Berikat terbesar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan dilakukan selama periode Februari s.d. Juli 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya penerapan sistem pelayanan impor dokumen BC 2.5 di lingkungan KPPBC Bekasi sudah memiliki pengendalian internal yang baik terkait yang meliputi pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Namun, masih terdapat kelemahan terkait dengan sistem penempatan pegawai, kecakapan pegawai khususnya di bagian-bagian yang sangat penting, rekonsiliasi data dan update data base yang masih manual dapat mengakibatkan tingkat akurasi data menjadi berkurang. Kata Kunci: bea masuk, pengendalian internal, siklus penerimaan.

PERUBAHAN TIPOLOGI LAYANAN KEBERATAN PENETAPAN PABEAN PADA KPU BEA CUKAI TIPE C SOEKARNO-HATTA DAN IMPLIKASI ADANYA LEAN SERVICES

Syahrurrahmah, Nur, Biswan, Ali Tafriji

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 2
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.661 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i2.292

Abstract

ABSTRACT Lean services in the public sector aim at streamlining the business processes so that they will become more efficient by eliminating useless and non-value-added activities. In this case, the settlement service of the customs objections is simpler, reliable, and cost-effective objective of this study is to determine the process, differences, and benefits of lean services performed on the completion of the filing of the customs declaration objection process on Main Service Office of Customs and Excise (KPUBC) Type C Soekarno-Hatta. The study demonstrated that there are efficiency of time and cost of service on appeal objection customs due to change of office typology from the Office of Supervision and Service of Customs and Excise Type of Customs Soekarno-Hatta to the KPUBC Type C Soekarno-Hatta. Keywords: lean services, public sector, customs objections, efficiency.ABSTRAK Lean services pada sektor publik dilakukan dengan harapan suatu proses bisnis akan menjadi lebih efisien dengan dihilangkannya aktivitas yang sia-sia dan tidak bernilai tambah sehingga layanan penyelesaian permohonan keberatan penetapan pabean lebih efisiensi dan kepuasan pemohon lebih meningkat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui proses, perbedaan, dan manfaat adanya lean services yang dilakukan terhadap penyelesaian pengajuan proses keberatan penetapan pabean pada Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Tipe C Soekarno-Hatta. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini menghasilkan temuan bahwa dengan adanya perubahan tipologi kantor dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno-Hatta menjadi KPUBC Tipe C Soekarno-Hatta terdapat efisiensi waktu dan biaya layanan atas permohonan keberatan penetapan pabean. Kata Kunci: lean services, sektor publik, keberatan pabean, efisiensi. 

THE EFFECTS OF TRADE LIBERALIZATION BETWEEN INDONESIA AND JAPAN: A CASE TO INDONESIAN ECONOMY

Nugroho, Ario Seno

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 1, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.547 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v1i1.115

Abstract

This paper examines the effects of free trade between Indonesia and Japan on agriculture and manufacturing sector, consumer welfare, and the whole economy in Indonesia using a computable general equilibrium model based on 2008 Indonesia Input-Output Table. The general theory related to the effects of free trade says domestic consumers will benefit while disadvantages domestic producers will suffer from the free trade policy. In contrast, this study found that both the domestic consumers and the domestic industries (people who work in industries) benefit from trade liberalization scenario. The consumer welfare and economics utility would also increase. Also, the model estimates the reduction in government revenue, which is caused by decreasing tariff, is lower than the addition in government revenue from non-tariff income. Finally, manufacturing sector seems has the highest benefit from trade liberalization while in the agriculture sector is estimated minor outcome 

MENGUNGKAP MODUS OPERANDI PENYELUNDUPAN NPP PADA KPUBC TIPE A TANJUNG PRIOK

Ristiono, Fakhrulsyah Fildza, Sriyanto, Agus

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.45 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.187

Abstract

ABSTRACT:  This research was conducted to explain the modus operandi of NPP criminals who sent NPP through Tanjung Priok port and how to conduct the action to uncover the drug network. This research uses qualitative research method using data analysis of NPP catches in 2013 until 2016 and data of interview result of selected informants to give comprehensive explanation related to strategy and effort of KPU BC Tanjung Priok officers who succeeded in thwarting smuggling 1,3 tons of narcotics in 2016. The results of this study show that to uncover the smuggling mode through seaports, KPU BC Tanjung Priok Officers study trafficking trends that occur nationally, conduct profiling of country of origin of goods and recipients, type of goods and time of importation, and analyze the modus operandi that might be used. Once it is known who is the recipient of goods through CD activities, the real drug kingpin can be revealed.Keywords: reveal, modus operandi, narcotics, controled deliveryABSTRAK:  Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan modus operandi pelaku kejahatan Narkotika Psikotropika dan Prekursor (NPP) yang melakukan penyelundupan NPP melalui pelabuhan Tanjung Priok dan cara melakukan penindakan guna mengungkap jaringan narkoba. Penelitian ini menggunakan metode penelitan kualitatif mengunakan analisis data hasil tangkapan NPP tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 dan data hasil wawancara para informan terpilih agar memberikan penjelasan yang komprehensif terkait strategi dan usaha Petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Tanjung Priok yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika 1,3 ton pada tahun 2016. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mengungkap modus penyelundupan melalui pelabuhan laut, Petugas KPU BC Tanjung Priok memelajari tren penyelundupan yang terjadi secara nasional, melakukan profiling negara asal barang dan penerimanya, jenis barang dan waktu importasi serta menganalisis modus operandi  yang mungkin digunakan. Setelah diketahui siapa penerima barang melalui kegiatan CD dapat diungkap Gembong narkoba sesungguhnya. Kata kunci: mengungkap, modus operandi, narkotika, mengontrol pengiriman  

PENGEMBANGAN DESAIN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM: STUDI KASUS DIREKTORAT INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI

Febriadi, Herid, Syamsuddin, Muhammad Anshar

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 1, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.37 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v1i1.117

Abstract

ABSTRAK:      Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain model Knowledge Management System (KMS) yang optimal sehingga mendukung kegiatan knowledge management (KM) di DIKC (Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai) dan menjadi solusi untuk menjaga kualitas pelayanan DIKC meskipun pegawai yang berkompeten dimutasi dan untuk menghindari ketergantungan DIKC kepada pegawai tertentu. Penelitian ini menggunakan metode fernandez untuk menilai faktor kontingensi organisasi, Organizational Culture Assesment Instrument (OCAI) untuk menilai budaya organisasi dan knowledge audit untuk mengidentifikasi pengetahuan organisasi. Hasil dari penelitian ini adalah prioritas proses KM yang akan diterapkan yaitu Combination, Internalization, Direction, Socialization for knowledge sharing, dan Exchange. Dari proses KM ini kemudian didapatkan fitur yang dikembangkan sebagai fitur KMS DIKC yaitu wiki, manajemen dokumen, forum diskusi, FAQ (Frequently Asked Question), dan e-learning.Kata Kunci: manajemen pengetahuan, system manajemen pengetahuan, faktor kontingensi, OCAI, pengetahuan audit ABSTRACT:      This study aims at producing a model design of optimal Knowledge Management System (KMS) so as to support knowledge management (KM) activities in DIKC and solution to maintain DIKC service quality although competent employees are transferred and to avoid dependence on certain employees in DIKC. The study was designed using Fernandez’s method to assess organizational contingency factors, organizational culture assessment instrument (OCAI) to evaluate the organizational culture and knowledge audit to identify organizational knowledge. The result of this research is a KM process priority to be applied, i.e. Combination, Internalization, Direction, Socialization for knowledge sharing, and Exchange. From this KM process, features are obtained to be developed as the KMS DIKC features, specifically wiki, document management, discussion forums, FAQ (Frequently Asked Questions), and e-learning.Keyword: Knowledge management, knowledge management system, contingency factors, OCAI, knowledge audits  

EVALUASI ATAS PENERAPAN SENTRALISASI PADA DIREKTORAT AUDIT KEPABEANAN DAN CUKAI

Yunindhar, Shinta Ayu Sri, Nugroho, Ario Seno

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.35 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.138

Abstract

ABSTRACT:         Since an organization tries to reach the optimum performance, there is a need for a change to the organization. Therefore, Directorate Audit of Customs and Excise makes a change to optimize its performance. One of the changes occurred in 2013 is audit centralization.  This is a major change since Directorate Audit of Customs and Excise and Regional Directorate General Customs and Excise offices previously conducted decentralized audit. This paper aims to evaluate the implementation of centralization policy by using qualitative method. Seven factors to evaluate are identified after interviewing customs and excise audit experts. Those factors are audit findings, audit accomplishing time, audit cost, audit coverage ratio, standardization of audit quality, information dissemination, and determination of audit object criterion. In general, the centralization shows a satisfying result, five factors show positive result, while audit accomplishing time and audit coverage ratio show the negative one. The reasons of the negative results are the number of unfinished audit task before centralization period, increasing in auditee complexity, and human resource capacity problem.Keywords: centralization, audit customs and excise, organization changesABSTRAK:         Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai melakukan suatu perubahan untuk meningkatkan kinerjanya. Suatu perubahan yang terjadi pada tahun 2013 adalah sentralisasi audit. Ini merupakan suatu perubahan yang besar karena terjadi perubahan pelaksanaan audit dari desentralisasi menjadi sentralisasi oleh Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan sentralisasi dengan menggunakan metode kualitatif. Terdapat tujuh faktor yang dapat digunakan untuk melakukan evaluasi atas penerapan sentralisasi. Faktor tersebut diperoleh setelah melakukan wawancara kepada para ahli audit kepabeanan dan cukai. Faktor-faktor tersebut adalah: nilai temuan audit, jangka waktu penyelesaian audit, biaya perjalanan dinas, audit coverage ratio, standardisasi kualitas audit, pertukaran informasi dan komunikasi internal tim audit dan antar pegawai, dan kebijakan penentuan objek audit. Hasil penelitian menunjukkan sentralisasi menunjukkan hasil yang memuaskan, lima dari tujuh faktor memberikan hasil positif, sedangkan dua faktor (jangka waktu penyelesaian audit dan audit coverage ratio) menunjukkan hasil negatif. Alasan atas hasil negatif adalah beban utang audit sebelum masa sentralisasi, kompleksitas auditee setelah sentralisasi, dan masalah sumber daya manusia.Kata kunci: sentralisasi, audit kepabeanan dan cukai, perubahan organisasi

ANALISIS PERAN DJBC DALAM PENGAWASAN PENYELUNDUPAN NPP (STUDI KASUS KPU BC TIPE C SOEKARNO-HATTA)

Adhitama, Satria, Suranta, Tomy

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.252 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.203

Abstract

Kemajuan teknologi informasi membuat hubungan bisnis dan transaksi perdagangan internasional menjadi lebih mudah. Kemajuan teknologi informasi ini juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya penyelundupan narkotika, psikotropika, dan precursor (NPP). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan sistem pengawasan atas penyelundupan NPP di KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta. Penelitian ini menggunakan konsep pengawasan NPP sesuai Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-53/BC/2010. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan penelitian kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, teknik wawancara semi terstruktur, focus group discussion, dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil penelitian diketahui KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta telah melaksanakan sistem pengawasan NPP secara optimal namun masih ditemukan hambatan dalam sistem pengawasan yaitu: 1. infrastruktur yang masih prematur menjadi beban tambahan untuk petugas Bea dan Cukai KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta. 2. KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta belum memiliki SOP yang mengatur pelaksanaan pengawasan atas pelanggaran terkait penyelundupan barang NPP. 3. belum adanya peraturan dan/atau sanksi yang mengatur apabila perusahaan maskapai penerbangan lalai melaporkan dan mengirimkan informasi jadwal keberangkatan dan manifes pesawat sebagai bahan analisis intelijen KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta. 4. Infrastruktur dan alat-alat deteksi NPP yang dimiliki KPU BC Tipe C Soekarno-Hatta masih perlu ditingkatkan jumlah dan optimalisasi penggunaan oleh petugas Bea dan Cukai untuk menunjang pengawasan terhadap barang-barang yang diduga barang NPP. 5.  Aplikasi seperti SHITAC dan aplikasi penunjang lainnya masih membutuhkan pembaruan terkini yang bisa membantu pengawasan petugas Bea Cukai terkait NPP. Kata Kunci: Narkotika, psikotropika, prekursor, NPP, pengawasan, Bea dan Cukai, DJBC, intelijen, penindakan.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUASAN LAYANAN AKADEMIK MAHASISWA PRODI DIPLOMA I KEPABEANAN DAN CUKAI

Sriyanto, Agus

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 1, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.033 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v1i1.124

Abstract

ABSTRACT:Improving the quality of education becomes very important nowadays to meet the increasing demands of graduates’ future institutions. This research adopts five dimensions of service quality initiated by Parasuraman, Zeithaml and Berry (servqual) to assess the quality of academic services affecting student satisfaction. Once the determinants are known, they can be used by policy makers to improve student satisfaction levels. After identifying the determinant factors, policy makers can use them to improve the level of satisfaction of students. There are 100 respondents who participated in this research. The data was collected using surveys and analyzed using structural equation modeling with Smart PLS 3.0. The results showed that among five hypotheses tested, all variables have the positive influence, however, there are two latent variables which have significant associations, while the others have not. Responsiveness and empathy have positive and significant impact on the student satisfaction, while tangible, reliability and assurance have a positive impact but not significant. Keywords: customs student satisfaction, service quality, servqual, SEM.ABSTRAK:Meningkatkan kualitas pendidikan menjadi sangat penting dewasa ini untuk memenuhi tuntutan kebutuhan unit pengguna yang semakin meningkat. Penelitian ini mengadopsi lima dimensi kualitas jasa yang digagas oleh Parasuraman, Zeithaml dan Berry (Servqual) untuk menilai kualitas layanan akademik yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa. Setelah faktor-faktor penentu dari dimensi servqual dapat diketahui maka faktor-faktor tersebut dapat digunakan oleh pembuat kebijakan untuk meningkatkan tingkat kualitas layanan kepada mahasiswa. Ada 100 responden di pilih secara acak dari total populasi yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menggunakan survei online dan dianalisis dengan pemodelan persamaan struktural dengan bantuan software Smart PLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari kelima dimensi servqual, semua variabel memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan mahasiswa, namun dari lima variabel tersebut hanya dua variabel laten yang mempunyai pengaruh signifikan, sementara tiga variabel yang lain tidak signifikan. Daya tanggap dan empati berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan siswa, sedangkan bukti fisik, keandalan dan jaminan memiliki dampak positif namun tidak signifikan.Kata Kunci: kepuasan, Mahasiswa Bea dan Cukai, kualitas layanan, Servqual, SEM                  

ANALISIS PENERAPAN PIGGYBACKING TAX PADA PENERIMAAN CUKAI HASIL TEMBAKAU

Handaka, Riya Dwi

JURNAL PERSPEKTIF BEA DAN CUKAI Vol 2, No 1
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.045 KB) | DOI: 10.31092/jpbc.v2i1.146

Abstract

ABSTRACT: Since 2014, the products of tobacco are cigarettes, not only imposed the levy of the central tax in the form of value-added tax and customs but also subject to a local charge called cigarette tax. The addition of the tax on tobacco is piggyback tax system, to push lower the consumption of goods that have harmful excesses, and also to strengthen the autonomous fiscal. This research will look at the extent to which implementation of the piggyback tax (cigarette tax) affects the sin tax (Tobacco levy), both nationally and regionally by using a horizontal method of analysis or trend. The research results obtained from the application of local tax called cigarette TAX as piggyback tax affect the state revenue in national and province level. Keywords: Revenue, Growth, Excise of Tobacco Products, Cigarettes Tax, piggybacking tax. ABSTRAK:Sejak Tahun 2014, hasil tembakau yaitu rokok, tidak hanya dikenakan pungutan pajak pusat berupa Pajak Pertambahan Nilai dan Cukai, namun juga dikenakan pajak daerah berupa Pajak Rokok. Melalui penelitian ini akan melihat sejauh mana penerapan piggyback tax (pajak rokok) memengaruhi sin tax (CHT), baik secara nasional maupun propinsi. Penambahan jenis pajak pada hasil tembakau tersebut merupakan penerapan piggyback tax system yang dilakukan dalam rangka menekan konsumsi atas barang yang memiliki ekses negatif dan juga dalam rangka penguatan penerimaan fiskal daerah. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode analisis horizontal, didapatkan hasil bahwa penerapan piggyback tax pajak rokok yang merupakan pajak daerah mempengaruhi penerimaan negara dalam hal ini cukai hasil tembakau baik secara nasional maupun propinsi.Kata kunci: Penerimaan, Pertumbuhan, Cukai Hasil Tembakau, Pajak Rokok, piggybacking tax.     

Page 1 of 3 | Total Record : 27