cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25482300     EISSN : 25482181     DOI : -
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Terbarukan merupakan jurnal elektronik yang mempublikasikan hasil penelitian, knowledge sharing dari dosen, mahasiswa maupun kalangan industri yang berfokus pada teknologi kimia pengolahan bahan alam dan energi secara berkelanjutan. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
SINTESA ADSORBEN ZEOLITE ALAM AKTIF DENGAN BANTUAN MICROWAVE UNTUK ADSORPSI CO2 Poerwadi, Bambang; Miranda, Farid Fadillah; Arini, Mutiara Dita; Oktavian, Rama; Zulhijah, Rizka
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.01

Abstract

Pada penelitian ini telah dikembangkan sintesa adsorben zeolite alam aktif dengan bantuan microwave dan aplikasinya untuk proses adsorpsi gas CO2. Zeolite alam diaktivasi dalam larutan basa NaOH dengan variasi konsentrasi 1, 2, dan 3M, kemudian dilakukan proses pemanasan dengan menggunakan microwave pada suhu 80°C dengan variasi waktu 3, 4, 5, 6, dan 7 menit. Pengaruh konsentrasi NaOH dan lama pemanasan pada proses aktivasi terhadap kapasitas adsorpsi CO2 telah dipelajari dengan detail. Uji penyerapan CO2 dilakukan dengan mengalirkan campuran gas N2 dan CO2 pada kolom adsorpsi tipe fixed bed yang berisi granul zeolite teraktivasi pada suhu 28°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi NaOH dan lama waktu pemanasan mempengaruhi kemampuan adsorpsi zeolite, dimana kapasitas adsorpsi CO2 tertinggi, yaitu sebesar 1,165 mmol diperoleh untuk zeolite yang diaktivasi dengan NaOH 1M dan lama pemanasan 3 menit. Terlalu tinggi konsentrasi NaOH dan terlalu lama pemanasan mengakibatkan menurunnya luas permukaan adsorben. Hasil ini juga menunjukkan proses aktivasi pada zeolite alam mampu meningkatkan kapasitas adsorpsi secara signifikan, jika dibandingkan dengan zeolite yang tidak diaktivasi (0,377 mmol CO2/gram adsorben). Selain itu, keefektifan penggunaan microwave juga dievaluasi dengan membandingkannya dengan zeolite yang diaktivasi dengan menggunakan oven, dimana diperoleh hasil yang tidak jauh berbeda untuk zeolite yang diaktivasi dengan NaOH 1M selama 3 menit dengan microwave, dibandingkan dengan pemanasan selama 4 jam dengan oven (1,405 mmol CO2/gram adsorben).
PENGARUH PENAMBAHAN KITOSAN TERHADAP EFEKTIVITAS PROSES KOAGULASI MENGGUNAKAN BESI (III) KLORIDA HEKSAHIDRAT Junisu, Belda Amelia; Handayani, Evi; Hidayati, AS Dwi Saptati Nur; Ismuyanto, Bambang; Himma, Nurul Faiqotul
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.02.04

Abstract

Air gambut merupakan sumber air potensial yang dapat digunakan sebagai air bersih jika diolah terlebih dahulu, dimana penyisihan asam humat menjadi perhatian utama karena kandungannya yang tinggi menyebabkan kekeruhan, intensitas warna yang tinggi, dan sifat asam pada air gambut. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk penyisihan asam humat dalam air gambut adalah koagulasi dengan menggunakansenyawa kimia berupa garam logam hidrolisis sebagai koagulan. Pada penelitian ini, Besi (III) Klorida (FeCl3.6H2O) digunakan sebagai koagulan untuk penyisihan asam humat.Penentuan kondisi optimum koagulasi dilakukan dengan variasi pH (6–9) dan dosis koagulan FeCl3.6H2O (20–100 ppm). Koagulasi kemudian dilakukan dengan penambahan kitosan sebagai koagulan pendukung untuk meningkatkan efektivitas proses koagulasi, dimana dosis kitosan divariasikan pada rentang 10–50 ppm.Diperoleh nilai pH optimum adalah pH 7 dan dosis FeCl3.6H2O sebesar 80 ppm dengan penurunan warna sebesar 88,08% dan kekeruhan sebesar 97,08%. Sedangkan dengan adanya penambahan kitosan hingga 50 ppm, penurunan warna dan kekeruhansemakin meningkat hingga  94,75% dan 99,07%.
PEMANFAATAN GARAM BERBASIS CaCl2 SEBAGAI HEAT STORAGE UNTUK SUMBER ENERGI TERMAL PADA TERMOELEKTRIK KONVERTER Poerwadi, Bambang; Pratama, Dhanang Edy; Aprilia, Vivi Anita; Puspitasari, Diah Agustina; Supriyono, Supriyono
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.02

Abstract

Thermo Electric Converter (TEC) adalah peralatan pengkonversi energi panas menjadi listrik berdasarkan aliran elektron yang disebabkan oleh perbedaan suhu. Untuk dapat memanfaatkan panas matahari secara kontinyu, maka diperlukan material yang dapat menyerap dan menyimpan panas matahari. Penelitian ini menggunakan garam CaCl2.4H2O sebagai material penyerap dan penyimpan panas matahari. Garam CaCl2.4H2O merupakan material latent heat storage yang memiliki prinsip perubahan fase saat menyerap atau melepaskan panas. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahap, yaitu uji laboratorium dan uji lapangan. Pada uji laboratorium sumber panas menggunakan pemanas listrik yang memanaskan garam hingga temperatur 120oC. Uji ini dilakukan pada fraksi 60%, 70%, dan 80% volume wadah. Fraksi garam yang optimum kemudian digunakan untuk uji lapangan, dimana alat diuji untuk mengetahui seberapa besar efektivitas alat pada sinar matahari langsung antara pukul 07.00 hingga 13.00. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah garam dengan fraksi 60% volume wadah merupakan fraksi yang paling optimum. Fraksi tersebut mampu menerima dan melepas panas, dan menghasilkan listrik paling besar dibandingkan dengan fraksi lain. Pengujian lapangan terhadap fraksi 60% memberi hasil bahwa alat ini mampu menyimpan panas matahari dan mengkonversinya menjadi listrik 19,1 Watt pada pengujian laboratorium dan 0,3 Watt pada pengujian lapang pada jam 12.00 WIB.
Karakteristik Performa Discharge Anoda Magnesium Teranodisasi yang Teraktivasi oleh Air Laut Supriyono, Supriyono; Wulaningfitri, Luh Putu Maharini Intan; Pradana, Joshia Christa; Feliana, Indah; Putri, Amelia Nurlita
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.02.03

Abstract

Magnesium merupakan bahan yang dapat dikembangkan sebagai anoda baterai. Anodisasi dilakukan pada magnesium untuk memperluas permukaannya sehingga memperbaiki performa discharge baterai di dalam elektrolit berupa air laut. Anodisasi dilakukan di dalam larutan asam oksalat 0,1 M dengan magnesium sebagai anoda dan grafit sebagai katoda. Potensial listrik yang digunakan pada anodisasi divariasikan dari 1,5 – 6,0 V. Setelah tahap anodisasi, magnesium dicuci dengan aquadest kemudian dikeringkan di dalam oven pada suhu 105oC sampai berat konstan. Karakteristik discharge magnesium sebagai anoda baterai di dalam larutan NaCl 3,5% telah dipelajari. Nilai potensial yang paling tinggi (Ecorr = -1,74 V vs Ag/AgCl), nilai charge transfer resistance (Rp) paling kecil (Rp = 1708 Ω) dan nilai konduktivitas paling besar (Y0 = 687 μMho) dari anoda magnesium di dalam asam oksalat dicapai pada magnesium yang teranodisasi di dalam asam oksalat 0,1 M dengan voltase 1,5 V. Performa discharge yang meliputi voltase, kerapatan arus, kapasitas, dan energi discharge paling besar pada arus discharge konstan (0,05 mA) di dalam larutan elektrolit NaCl 3,5% dicapai pada magnesium yang teranodisasi di dalam asam oksalat dengan voltase 1,5 V.
ADSORPSI ION KALSIUM MENGGUNAKAN BIOMASSA ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DIREGENERASI HCL Rakhmania, Citra Dewi; Khaeronnisa, Indah; Ismuyanto, Bambang; Nanda, Julia; Himma, Nurul Faiqotul
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.03

Abstract

Water hyacinth (Eichhornia crassipes) is known as an aquatic weed that has rapid growth. However, the water hyacinth has the ability to remove metals from water as it acts as a natural adsorbent. Calcium ion is one of the metallic ions which can cause hardness and scaling in high temperature, resulting in a decrease of the efficiency of industrial equipment. In this research, the water hyacinth was regenerated with HCl and used as an adsorbent to adsorb calcium ion. The effect of HCl concentration and calcium ion concentration on the adsorption capacity of calcium ion was investigated. The results show that adsorption capacity of calcium ion increased as the concentration of HCl increased up to 3 M. At higher concentration of HCl, 4 M and 5 M, the adsorption capacity decreased because some functional groups of hydroxyl and carboxyl which play an important role in adsorption process are cleavage. Maximum adsorption capacity was achieved at 38,733 mg Ca/gr adsorbent with regeneration of adsorbent at HCl 3M and 500 ppm of calcium ion
KINETIKA FERMENTASI ASAM LAKTAT DARI TEPUNG SORGUM MENGGUNAKAN YEAST DAN L.Plantarum Istianah, Nur; Gunawan, Setyo
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.02.02

Abstract

Sorghum fermentation was introduced by three of microbes which are dry baker’s yeast, L.Plantarum and the combination of them. Fermentor was operated at 37°C for 72 hrs. Inoculation of microbes was held after incubation period of  3-4 hrs. Those fermentation produce the different lactic acid and pH(p<0.05). L.Plantarum produced the highest lactic acid which was followed by pH changes.  This fermentation gave the highest lactic acid yield of 85.01%(w/w) at cell yield of 0.14%(w/w). The production rate of fermentation by L.Plantarum was 0.306 g.h-1, maximum specific growth rate 1.5689 g.h-1, and Monod constat at 13.3262.
PENGARUH pH DAN DOSIS KOAGULAN EKSTRAK BIJI KELOR DALAM KOAGULASI TERHADAP PENGURANGAN KEKERUHAN LIMBAH CAIR Herawati, Astrid; Asti, Riistika; Ismuyanto, Bambang; Nanda, Julia; Hidayati, A.S. Dwi Saptati N.
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.04

Abstract

The presence of suspended and colloidal particles in water can cause turbidity. To reduce the turbidity, coagulation–flocculation process is commonly used. In this process, the colloidal particle is converted into flocs which easily separated from water with the aid of coagulant. One of the natural coagulants that have been studied as water purifier is Moringa oleifera seeds. This research aims to reduce turbidity of kaolin synthetic wastewater through coagulation–flocculation process using Moringa oleifera seeds that have been extracted with NaCl 1 M. The variables used in this study were wastewater pH (3, 6, 10, and 12) and coagulant dosage (0, 1, 2, 3, 4, and 5 mL/L).  Coagulation-flocculation was taken place in Jar Test with rapid stirring 150 rpm in 2 minutes, followed by slow stirring 30 rpm in 30 minutes, and sedimentation for 30 minutes. Then, the water was analyzed using Turbidimeter. The results showed that coagulant dosage and pH affected the effectiveness of coagulation in decreasing turbidity. The optimum dosage of extracted Moringa oleifera seeds coagulant in coagulation of kaolin synthetic wastewater at pH 3, 6, 10, and 12 were 2 ml/L, 3ml/L, 2 ml/L, and 4 ml/L, respectively.
DIFUSI DAN TRANSFER MASSA PADA EKSTRAKSI TANIN DARI BUAH MANGROVE (Rhizophora stylosa) Paryanto, Paryanto; Suri, Azalia Kartika; Saputro, Ilham Roy
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.02.01

Abstract

Tannin yang terkandung dalam mangrove diperoleh dengan cara ekstraksi dengan pelarut air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kecepatan transfer massa (kc), diffusivitas (De) dan konstanta Henry (H). Buah mangrove dipotong kecil-kecil dan dikeringkan kemudian diekstraksi menggunakan pelarut air dengan perbandingan massa bahan dan pelarut 1:10 pada suhu 100oC selama 60 menit, kecepatan pengadukan 500 rpm. Selanjutnya diulangi untuk berbagai variasi jenis pelarut yaitu air, etanol dan n-heksana, variasi kecepatan pengadukan yaitu 300 rpm, 400 rpm dan 500 rpm dan variasi perbandingan massa bahan dan pelarut yaitu adalah 1:5; 1:7; 1:10. Penentuan kadar tanin menggunakan cara titrasi menggunakan KMnO4. Dengan program matlab dicari nilai SSE (sum of squares of error) = Sum ((Cfdata-Cfhitung).^2) dan dicari nilai SSE yang paling minimum. Dengan demikian kondisi operasi yang optimum untuk ekstraksi tanin dari buah mangrove (Rhizophora stylosa) adalah pada kecepatan pengadukan 500 rpm, perbandingan massa bahan terhadap pelarut 1:10 menggunakan pelarut air selama 60 menit dan suhu 100oC ekstraksi dengan yield 0,4326%. Kecepatan ekstraksi tanin dari buah mangrove ditentukan oleh kecepatan difusi dalam padatan dan transfer massa dari permukaan ke pelarut. Dari program matlab diperoleh nilai koefisien transfer massa (kc) sebesar 1,6x10-3 cm/s, Diffusivitas effektif (De) sebesar 6,7x10-4 cm2/s, dan konstanta Henry (H) bernilai 2,6x10-2 dengan SSE bernilai 6,93x10-10.
DEGRADASI SELULOTIK DAUN CENGKEH MENGGUNAKAN ASPERGILUS NIGER UNTUK MENINGKATKAN YIELD MINYAK PADA PENYULINGAN Cahyani, Chandrawati; Arifin, Rb. Moh. Miftahol; Wicaksono, Krisnanda Alif Bagus; Sarosa, Aji Hendra; Nurhadianty, Vivi
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.05

Abstract

Rendemen rata-rata minyak daun cengkeh melalui distilasi uap sekitar 1,68%. Penelitian ini menggunakan Aspergillus Niger untuk mendegradasi membrane selulotik daun cengkeh. Parameter yang diamati adalah pengaruh lama waktu fermentasi, 46, 96 dan 192 jam, terhadap rendemen minyak cengkeh yang dihasilkan dan kandungan eugenol dalam minyak tersebut. Fermentasi daun cengkeh dengan Aspergillus Niger dilakukan pada temperatur 25-30oC dan pH 7. Setelah fermentasi, distilasi uap daun cengkeh dilakukan pada tekanan barometrik selama 6 jam pada temperatur didih air. Penelitian ini menunjukkan rendemen dan kandungan senyawa aktif eugenol pada minyak daun cengkeh mengalami penurunan seiring bertambahnya waktu fermentasi.
PENINGKATAN YIELD MINYAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DENGAN PERLAKUAN AWAL FERMENTASI SELULOTIK MENGGUNAKAN Trichoderma harzianum Nurhadianty, Vivi; Cahyani, Chandrawati; Nirwana, Wa Ode Cakra; Dewi, Luthfi Kurnia; Abdillah, Gamayazid; Pratama, Angga Reza
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2017.001.01.06

Abstract

Minyak cengkeh adalah salah satu produk unggulan Indonesia dalam perdagangan minyak atsiri dunia. Salah satu masalah yang dihadapi selama proses penyulingan minyak atsiri adalah adanya minyak atsiri yang terperangkap dalam jaringan tanaman sehingga dapat menurunkan yield. Proses fermentasi akan mendegradasi jaringan-jaringan tumbuhan sehingga diharapkan minyak dapat lebih mudah keluar selama proses distilasi uap. Penelitian diawali dengan proses fermentasi solid-state secara aerobik menggunakan kapang Trichoderma harzianum selama 4, 6, 8, dan 12 hari dilanjutkan dengan distilasi uap pada tekanan atmosferik selama 6 jam terhitung sejak tetesan pertama. Yield minyak daun cengkeh tanpa proses fermentasi yang didapatkan sebesar 0,57%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretreatment berupa fermentasi dapat meningkatkan yield minyak daun cengkeh 2,8 kali dibandingkan dengan tanpa pretreatment berupa fermentasi. Yield tertinggi didapatkan pada waktu fermentasi selama 8 hari dengan perolehan yield sebesar 1,62% atau meningkat hingga 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan minyak daun cengkeh yang diperoleh tanpa proses fermentasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 13