cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20853696     EISSN : 25414127     DOI : -
Core Subject : Economy,
Islamiconomic (P-ISSN: 2085-3696 dan E-ISSN: 2541-4127) is a periodical scientific publication intended for economists who want to publish their articles in the form of literature studies, research, and scientific development in the field of Islamic economics. Islamiconomic was first published in 2009 which is annually published twice.
Arjuna Subject : -
Articles 77 Documents
STRATEGI INOVASI PRODUK DALAM MENCAPAI KEUNGGULAN KOMPETITIF JANNAH, MUKHLISHOTUL
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.064 KB)

Abstract

Kondisi persaingan bisnis yang makin kompetitif dan lingkungan bisnis yang dinamis dan penuh ketidakpastian menuntut perusahaan untuk mencari terobosan baru dan mengimplementasikan strategi yang sesuai dan selaras dengan perubahan lingkungan bisnis. Perusahaan harus mampu menciptakan, mengeksploitasi, dan mencapai keunggulan kompetitif dengan cara menciptakan nilai–nilai daya saing perusahaan yang lebih baik dibandingkan para pesaing. Untuk mencapainya, perusahaan harus mampu menerapkan strategi dan nilai–nilai yang berbeda dan tidak dapat ditiru oleh pesaingnya. Salah satu strategi tersebut adalah melalui inovasi. Inovasi merupakan salah satu kunci untuk dapat memenangkan persaingan.Dengan melakukan inovasi, perusahaan berharap dapat menciptakan produk yang benar-benar baru atau lain dari yang sebelumnya atau membuat produk yang merupakan perbaikan dari produk yang telah ada sebelumnya. Dalam mengkonsumsi suatu produk, konsumen tidak hanya sebatas melihat pada nilai atau fungsi dari suatu produk yang dibutuhkan, tetapi konsumen juga memperhatikan apakah produk yang dipilih memiliki nilai tambah atau kelebihan dibandingkan dengan produk lain yang sejenis. Keinginan inilah yang harus dimengerti oleh produsen sebagai landasan untuk melakukan proses inovasi. Perkembangan inovasi yang berhasil akan menjadi strategi yang tepat untuk mempertahankan kedudukan produk di pasar.
MENGENAL MARKETING DAN MARKETERS SYARIAH MIFTAH, AHMAD
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.956 KB)

Abstract

Abstrak. Mengenal Marketing dan Marketers Syariah. Bagi dunia bisnis yang berorientasi profit termasuk lingkup bisnis syariah yang mengarah kepada falah dan profit oriented, kegiatan pemasaran (marketing) merupakan suatu kebutuhan utama dan menjadi suatu keharusan.Oleh karena itu dunia bisnis perlu untuk mengemas kegiatan pemasarannya secara terpadu dan terus menerus untuk melakukan riset pasar. Pemasaran harus dikelola secara profesional sehingga kebutuhan dan keinginan konsumen akan segera terpenuhi dan terwujud. Strategi pemasaran yang efisien harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan oleh marketers dalam menggunakan setiap kesempatan atau peluang pada beberapa sasaran pemasaran usaha bisnis syariah
APLIKASI SISTEM DISKON PSIKOLOGIKAL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi di Carrefour Serang) YOUTEFANI, SITI AISYAH
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.264 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i1.11

Abstract

Persaingan bisnis merupakan aktivitas ekonomi yang penting sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas produksi. Banyak metode kontemporer yang digunakan para pelaku usaha untuk menghadapi persaingan. Teori mutakhir yang kini tengah diusung adalah neuromarketing yang faktanya bisa mempengaruhi psikologi konsumen sehingga dengan mudah tertarik untuk mengkonsumsi produk yang ditawarkan. Dengan cara mempengaruhi psikologi, ada pebisnis yang melakukan penipuan supaya dapat meraup keuntungan sebesar-besarnya. Contohnya dengan praktek diskon psikologikal yang dinaikkan harganya terlebih dahulu lalu kemudian didiskon. Umumnya praktek tersebut biasa terjadi di perusahan-perusahaan ritel besar. Oleh karena itu, penulis mencoba studi kasus di perusahaan Carrefour.Ada tiga tujuan yang ingin dicapai mellaui penelitian ini. Pertama, untuk mengetahui kebijakan penetapan harga pada perusahaan Carrefour ditinjau dari sudut pandang Islam. Kedua, untuk mengetahui konsep neuromarketing dalam perspektif Islam, dan tujuan ketiga untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap diskon psikologikal.Hasil studi lapangan dan studi pustaka diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut: Pertama, beberapa strategi yang diterapkan Carrefour dalam menjalankan bisnisnya ternyata ada yang sesuai dan ada yang tidak sesuai syari’at Islam. Terdapat aplikasi ghabn faahisy atau penipuan dalam prakteknya. Ghabn faahisy haram dalam Islam. Kedua, konsep neuromarketing tidak dilarang dalam Islam selama dilakukan dengan transparan dan jujur, karena asal dari mu’amalah adalah boleh. Ketiga, diskon psikologikal bisa juga diqiyaskan dengan odd pricing, yang dalam aplikasinya terdapat ghabn faahisy atau tadlis atau najasy atau tipuan yang hukum keharamannya sudah jelas
MENGGAGAS PENDIDIKAN BERWAWASAN KEWIRAUSAHAAN DI PERGURUAN TINGGI ISLAM: STUDI KASUS FAKULTAS SYARI`AH DAN EKONOMI ISLAM IAIN “SMH” BANTEN 2014-2015 HIDAYAH, NUR
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.301 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v7i1.36

Abstract

Abstract. Initiating the Education based on Entrepreneurship in Islamic College: a Study at Syariah and Islamic Economic Faculty IAIN "SMH" Banten 2014-2015. There has been a concern over a high unemployment rate among graduates of Islamic higher education and a low proportion of entrepreneurs in Indonesia. In fact, a high proportion of entrepreneurs is one of indicators of a country’s welfare. This has generated a question: to what extent do Islamic values cultivate entrepreneurial culture among its adherents? How to cultivate entrepreneurial culture in Islamic higher education? This paper will investigate this matter using a case study of Faculty of Islamic Law and Economics at Banten State Institute for Islamic Studies. The paper argues that the curriculum at the faculty of Islamic Law and Economics has not been oriented towards building entrepreneurial culture. The curriculum consists of subjects to enhance the students’ competence and skills to prepare them as bachelors of syari`ah economics for the professions such as manager, lecturer, researcher, syari`ah auditor, etc, instead of preparing them for entrepreneurs who are capable to build his or her own business from the scratch. To propose Islamic entrepreneurship study program at the FSEI of IAIN SMHB, it is important to havea strong political will not only from the internal IAIN but also higher authoritative body such as the Ministry of Religious Affairs to facilitate this from not only the accreditation process but also financial support. A further feasibility study needs to be undertaken to build its infrastructure such as qualified lecturers, appropriate curriculum structure, and recruitment student system. Since this field has a strong link with a ‘real sector’, there has been an urgent need to build cooperations with business sector to enable the students to undertake their apprentice and build their networks to facilitate their ability to develop their own business. Abstrak. Menggagas Pendidikan Berwawasan Kewirausahaan Di Perguruan Tinggi Islam: Studi Kasus Fakultas Syari`Ah Dan Ekonomi Islam Iain “Smh” Banten 2014-2015. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya tingkat pengangguran di kalangan para sarjana lulusan perguruan tinggi (Islam) dan masih rendahnya proporsi pengusaha di Indonesia. Padahal tingginya proporsi pengusaha dapat menjadi salah satu indikator kemakmuran sebuah negara. Oleh karena itu timbul pertanyaan sejauh mana nilai-nilai Islam mendorong budaya wirausaha di kalangan umatnya? Dan bagaimana budaya wirausaha ditumbuh-kembangkan di lembaga pendidikan tinggi Islam? Penelitian ini bersifat deskriptif eskploratif dengan studi kasus pendidikan kewirausahaan di Fakultas Syari`ah dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN “SMH” Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum prodi-prodi yang ada di FSEI belum sepenuhnya berwawasan kewirausahaan. Mahasiswa umumnya banyak dibekali dengan kompetensi dan ketrampilan yang mempersiapkan mereka sebagai sarjana ekonomi syari`ah yang akan mengisi profesi-profesi yang membutuhkan kompetensi di bidang ini seperti manajer, dosen, peneliti, dewan pengawas syariah, dan sebagainya, ketimbang profesi wirausahawan yang berkompetensi untuk merintis usaha dari bawah. Untuk membangun prodi kewirausahaan Islam/bisnis syari`ah di FSEI IAIN SMHB dibutuhkan political will yang kuat dari tidak hanya pihak kampus tetapi juga lembaga otoritas seperti Diktis Kemenag untuk memfasilitasi berdirinya prodi ini baik dari segi perizinan maupun pendanaan. Studi kelayakan awal yang lebih komprehensif perlu dilakukan untuk memetakan kebutuhan sarana dan prasarana seperti kebutuhan formasi dosen yang qualified di bidangnya, struktur kurikulum yang dapat membekali mahasiswa dengan berbagai karakter dan ketrampilan sebagai (calon) pengusaha handal, dan sistem perekrutan untuk menjaring calon mahasiswa unggul. Mengingat profesi ini sangat berhubungan erat dengan sektor rill, perlu dibangun berbagai kerjasama dengan dunia usaha yang dapat digunakan oleh mahasiswa tidak hanya sebagai ‘laboratorium hidup’ dari ilmu yang digelutinya, tetapi juga sarana membangun networking yang dapat memfasilitasi mereka berjejaring sehingga lebih memudahkan ketika akan memulai usahanya kelak
WAKAF PRODUKTIF DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT ITANG, ITANG
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.242 KB)

Abstract

Wakaf merupakan aset perekonomian umat Islam yang sangat potensial apabila diberdayakan secara optimal. Selama ini wakaf terkesan konsumtif kurang dirasakan manfaatnya bagi banyak orang. Sebenarnya wakaf  yang sudah terlanjur konsumtif dapat diberdayakan kembali menjadi produktif. Kebanyakan peruntukan wakaf berkisar kepada Masjid, Makam, Majlis Ta’lim, Pesantren dan Sarana Pendidikan yang tergolong benda bergerak. Donasi wakaf tersebut akan menjadi produktif dengan berbasis kepada ekonomi. Demikian juga terhadap benda wakaf yang bergerak seperti Uang, Logam Mulia, Hak Cipta, Kendaraan dan benda bergerak lainnya. Hal tersebut akan tepat sasaran sesuai dengan tujuan wakaf dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat
KONSEP WAKAF TUNAI SUGANDA, ASEP DADAN
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.318 KB)

Abstract

Kata wakaf (jamaknya: awqaf) mengandung arti mencegah atau penahanan. Lebih jauh dapat dikatakan juga bahwa wakaf sebagai sesuatu yang substansi (wujud aktiva) dipertahankan, sementara hasil atau manfaatnya digunakan sesuai dengan keinginan dari orang yang menyerahkan (waqif) dengan proses legal sesuai dengan fungsi wakaf yang disebutkan dalam UU No.41 Tahun 2004 Pasal 5 yang menyatakan wakaf berfungsi untuk mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum. Wakaf tunai merupakan dana yang dihimpun oleh pengelola wakaf (nadzir) melalui penerbitan sertifikat wakaf tunai yang dibeli oleh masyarakat. Wakaf tunai dapat juga diartikan mewakafkan harta berupa uang atau surat berharga yang dikelola oleh institusi (perbankkan atau lembaga keuangan syari’ah) yang keuntungannya akan disedekahkan, dengan syarat modalnya tidak bisa dikurangi untuk sedekahnya, sedangkan dana wakaf yang terkumpul selanjutnya dapat digulirkan dan diinvestasikan oleh nadzir ke dalam berbagai sektor usaha yang halal dan produktif, sehingga keuntungannya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan umat dan bangsa secara keseluruhan. Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan fatwa berkenaan dengan wakaf tunai yang menyatakan bahwa (1) wakaf uang (cash wakaf atau waqf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai, (2) termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga, (3) wakaf uang hukumnya boleh (jawaz),  (4) wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i, dan (5) nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan dan atau diwariskan.
ANALISIS PERTUMBUHAN PEMBIAYAAN UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN LABA BERSIH BPRS DI INDONESIA Roy, Mochamad Indrajit
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.272 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v8i1.62

Abstract

Bagi hasil dari Pembiayaan UMKM dapat menjadi tambahan Laba bagi BPRS. Meningkatnya jumlah Pembiayaan UMKM akan meningkatkan pula tambahan pendapatan atau penghasilan BPRS dari sistem Bagi Hasil yang dijalankan. Dengan kata lain, semakin bertumbuhnya jumlah Pembiayaan akan meningkatkan pula pertumbuhan Laba BPRS.Data yang digunakan berupa data deret waktu (time series) periode 2014 hingga November 2016. Data yang digunakan adalah pertumbuhan Pembiayaan UMKM sebagai variabel bebas, dan pertumbuhan Laba bersih. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis regresi sederhana.Setelah dilakukan uji asumsi klasik, data yang dianalisis memenuhi kriteria asumsi klasik.  Analisis regresi sederhana dilakukan, dan dari hasil uji hipotesis, menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,013 lebih kecil dari nilai a 0,05. Sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan Pembiayaan UMKM berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan Laba bersih BPRS.
ETOS KERJA DALAM PERSPEKTIF ISLAM SOHARI, SOHARI
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.204 KB)

Abstract

Karakteristik etos kerja Islami digali dan dirumuskan berdasarkan konsep iman sebagai fondasi dan amal shalih sebagai bentuk yang terbangun di atasnya, dengan memberi prioritas penekanan pada etos kerja beserta prinsip-prinsip dasarnya. Etos kerja apapun menurut pemahaman Qur’ani tidak dapat menjadi Islami bila tidak dilandasi konsep iman dan amal shalih, sebab sekalipun kerja itu bermanfaat dan bersifat keduniaan bagi banyak orang, tanpa dasar iman tidak akan membuahkan pahala di akhirat kelak.Dalam aplikasinya di masyarakat, etos kerja seringkali tidak sesuai dengan ajaran yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, misalnya bekerja tidak memperhitungkan halal dan haramnya. Dalam ajaran Islam ditentukan bahwa usaha yang terbaik adalah usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (tidak ada tipu daya)
PENGARUH KEPUASAN MUZAKKI, TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT TERHADAP LOYALITAS MUZAKKI (Studi Persepsi Pada LAZ Rumah Zakat) YULIAFITRI, INDRI; KHOIRIYAH, ASMA NUR
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.909 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v7i2.41

Abstract

Abstract. The Influence of Muzakki Satisfaction, Transparency and Accountability in the Amil Zakat Institution toward Loyalty Muzakki (Perception Study on LAZ Rumah Zakat). This study aimed to analyze the effect of each variable that Muzakki satisfaction, transparency and accountability in the Amil Zakat Institution toward loyalty Muzakki. As a nonprofit organization, Lembaga Amil Zakat needs to pay attention the Muzakki satisfaction, transparency and accountability of institutions to increase loyalty Muzakki. In this study, data were collected through a questionnaire with accidental sampling. Respondents in this study were Muzakki or person paying zakat through LAZ Rumah Zakat. The analysis multiple linear regression technique used to solve it. The results showed that both independent variables are Muzakki satisfaction and transparency has positive influence on loyalty Muzakki. This means that the more high satisfaction Muzakki and transparency of the institution, the more high loyalty of Muzakki. On the other hand, the accountability of independent variables have no influence on loyalty Muzakki.Abstrak. Pengaruh Kepuasan Muzakki, Transparansi dan Akuntabilitas Pada Lembaga Amil Zakat Terhadap Loyalitas Muzakki (Studi Persepsi Pada LAZ Rumah Zakat). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh masing-masing variabel yaitu kepuasan muzakki, transparansi dan akuntabilitas pada Lembaga Amil Zakat terhadap loyalitas muzakki. Sebagai organisasi nonprofit, Lembaga Amil Zakat perlu memerhatikan kepuasan para muzakki, transparansi dan akuntabilitas lembaganya untuk meningkatkan loyalitas muzakki. Dalam penelitian ini data dikumpulkan melalui kuesioner dengan accidental sampling. Responden pada penelitian ini adalah muzakki atau orang yang membayarkan zakat melalui LAZ Rumah Zakat. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regersi linear berganda.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua variabel independen yaitu kepuasan muzakki dan transparansi mempunyai pengaruh yang positif terhadap loyalitas muzakki.Artinya semakin tinggi kepuasan muzakki dan transparansi lembaga maka semakin tinggi pula loyalitas muzakki. Sedangkan variabel independen akuntabilitas tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas muzakki.
PENGARUH PEMBIAYAAN KONSUMTIF DAN PRODUKTIF TERHADAP PENDAPATAN BANK SYARI’AH MANDIRI KCP CIKANDE PERIODE OKTOBER 2010 SAMPAI JUNI 2013 ADHIM, FAUZAN
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.612 KB)

Abstract

Perbankan  sebagai  salah  satu  lembaga  keuangan  yang  kegiatan utamanya  adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada  masyarakat dalam bentuk pembiayaan. Sebagian besar aset BSM KCP Cikande sendiri berasal dari bagi hasil dan marjin pembiayaan yang disalurkan oleh bank. Akan tetapi dari kedua produk pembiayaan yakni pembiayaan konsumtif dan produktif belum terukur besar pengaruhnya terhadap pendapatan bank itu sendiri. Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah ada pengaruh signifikan pembiayaan konsumtif dan produktif terhadap pendapatan BSM KCP Cikande periode Oktober 2010 samapi Juni 2013. 2) Manakah diantara pembiayaan konsumtif dan produktif yang mempunyai pengaruh dominan terhadap pendapatan BSM KCP Cikande periode Oktober 2010 sampai Juni 2013. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui Apakah ada pengaruh signifikan pembiayaan konsumtif dan produktif terhadap pendapatan BSM KCP Cikande periode Oktober 2010 samapi Juni 2013. 2) Untuk mengetahui manakah diantara pembiayaan konsumtif dan produktif yang mempunyai pengaruh dominan terhadap pendapatan BSM KCP Cikande periode Oktober 2010 sampai Juni 2013. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian secara simultan pembiayaan konsumtif dan produktif secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan BSM KCP Cikande. Dari hasil koefisien korelasi menunjukkan bahwa f hitung = 81,948 > f tabel = 3,32, hal ini menyatakan bahwa secara bersama-sama kedua variabel pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan BSM KCP Cikande periode Oktober 2010 sampai Juni 2013. Dari hasil regresi yang telah diperoleh yaitu pendapatan = 9,060 + 1,168 konsumtif + 1,034 produktif. Hal ini menggambarkan diantara kedua pembiayaan yakni pembiayaan konsumtif  X­1 sebesar 1,168 dan produktif sebesar  1,034, yang artinya pembiayaan konsumtiflah yang lebih dominan  mempengaruhi pendapatan Bank BSM KCP Cikande periode Oktober 2010 sampai Juni 2013.