cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam
ISSN : 20853696     EISSN : 25414127     DOI : -
Islamiconomic (P-ISSN: 2085-3696 dan E-ISSN: 2541-4127) is a periodical scientific publication intended for economists who want to publish their articles in the form of literature studies, research, and scientific development in the field of Islamic economics. Islamiconomic was first published in 2009 which is annually published twice.
Articles 72 Documents
MENGURANGI TINGKAT RISIKO DENGAN MANAJEMEN ISLAMI SUGANDA, ASEP DADAN
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.09 KB)

Abstract

Abstrak. Mengurangi Tingkat Risiko Dengan Manajemen Islami. Dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan bisnis adakala kita disuguhkan dengan ketidakpastian dan berbagai permasalahan yang akan timbul. Ketidakpastian yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opportunity), sedangkan ketidakpastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko (risk). Manajemen Islami telah memberikan solusi untuk mengurangi tingkat risiko dalam ketidakpastian tersebut, yaitu dengan menggunakan tiga level pendekatan rancang bangun ekonomi syariah. Pertama, sebagai pondasi yaitu;Tauhid, Adil, Nubuwah, Khilafah, Ma’ad.Level kedua yaitu tiang atau pilar, terdiri dari; Multiple Ownership, Freedom to Act., Social Justice. Ketiga, level terakhir merupakan atap bangunan yaitu Akhlak yang mulia.
PENGKARAKTERAN WIRAUSAHA MUSLIM WAZIN, WAZIN
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.408 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v4i1.10

Abstract

Setiap perilaku individu yang nampak ketika berinteraksi dengan orang lain selalu dipengaruhi oleh sikapnya. Sikap merupakan kumpulan dari berfikir, keyakinan dan pengetahuan yang dihayati oleh seseorang sehingga membentuk kecenderungan berperilaku.Istilah akhlak hanya dikenal dalam khasanah keilmuan agama Islam. Akhlak adalah tabiat  yang dimiliki individu, yang tanpa mempertimbangkan lebih dahulu dalam melakukan perbuatan baik dan menjadi kebiasaan yang berulang-ulang. Pengertian ini  menunjukkan bahwa akhlak merupakan sikap yang bersifat menetap dan tidak hanya sekedar kumpulan aktivitas atau tingkah laku manusia. Akhlak adalah sikap hidup muslim yang berisi seperangkat nilai dan pemahaman tentang hal-hal yang baik dan buruk yang berfungsi mengatur hubungan antar manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan lingkungannya. Tulisan ini membahas tentang kaitan antara sikap wirausaha muslim dengan akhlak Islam.Wirausaha diartikan sebagai orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.Sedangkan kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar. Dari pengertian wirausaha dan kewirausahaan ini dapat dinyatakan bahwa wirausaha menunjuk pada penggambaran sebuah karakter yang harus dimiliki oleh seseorang yang sedang menjalankan usahanya demi memperoleh keuntungan. Istilah karakter dalam psikologi digunakan kepada integrasi kebiasaan, sentimen dan ideal yang membuat tindakan seseorang relatif stabil dan dapat diramalkan.  Menurut antropologi dan sosiologi, karakter biasanya dikaitkan dengan sifat suatu kelompok masyarakat. Akhlak Islam merupakan konsep ideal penggambaran karakter muslim sebagai individu maupun kelompok. Terdapat pembahasan khusus tentang akhlak Islam yang mendasari karakter wirausaha muslim yang disebut dengan etika bisnis Islam. Akhlak yang mendasari bisnis Islam dipengaruhi oleh pemahaman-pemahaman yang bersumber dari Al  Qur’an dan Sunnah (hadist) yang mencakup beberapa poin, diantaranya adalah bahwa harta adalah milik Allah dan manusia hanya diberi kewenangan untuk mengelolalanya, perintah untuk berlaku jujur dan berperilaku baik serta ramah dalam melakukan transaksi bisnis.  Pada akhir tulisan ini dikutip beberapa penelitian yang membuktikan bahwa akhlak Islam berpengaruh signifikan terhadap perkembangan bisnis yang dilakukan oleh pedagang muslim
BADAN USAHA KOPERASI DAN BADAN USAHA NON KOPERASI (Studi Komparatif) ITANG, ITANG
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.767 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v7i1.35

Abstract

Abstrak. The Comparative Study on Cooperative Enterprise and Non-Cooperative Enterprises. This paper would like to learn deeply on cooperative business enterprise and non-cooperative enterprises. Cooperative is a pillar of the Indonesian economy. In fact cooperative business entity does not exist as non-cooperative enterprises. The difference can be found from several aspects; firstly, Institutional aspects (1. In terms of membership, 2. The meeting of members, 3. The management of the Board of Directors, 4. the Board of Commissioners, 5. The management, 6. The education) and secondly, Business aspects (1. The purpose, 2. The capital, 3. The legality, 3. Advantages).Abstrak. Badan Usaha Koperasi dan Badan Usaha Non-Koperasi (Studi Komparatif). Tulisan ini ingin melihat dari dekat badan usaha koperasi dan badan usaha non koperasi. Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia yang mesti dipertahankan keberadaannya, pada kenyataannya badan usaha koperasi ini tidak eksis keberadaannya seperti badan usaha non koperasi. Adapun perbedaannya adalah  dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: a. Aspek kelembagaan, yaitu: 1. Dilihat dari segi keanggotaan, 2. Dilihat dari rapat anggota, 3. Dilihat dari kepengurusan Direksi, 4. Dilihat dari Dewan Komisaris, 5. Dilihat dari manajemen, 6. Dilihat dari pendidikan. b. Aspek usaha, yaitu: 1. Tujuan, 2. Modal, 3. Badan Hukum, 3. Aspek Keuntungan.
PENGARUH STRATEGI PEMASARAN TERHADAP MINAT NASABAH MEMILIH PRODUK TABUNGANKU (Studi di Bank Muamalat Indonesia Cabang Serang) FITRIANI, LAILA; AINI, ASTI
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.403 KB)

Abstract

Hasil wawancara penulis dengan dengan custumer service Bank Muamalat Indonesia Cabang Serang menyatakan jumlah seluruh nasabah tabunganku dari bulan Mei 2010 sampai Oktober 2013 berjumlah 578 orang. Hal ini menunjukkan kurangnya minat nasabah terhadap program tabunganku yang salah satu penyebabnya adalah tidak efektifnya strategi pemasaran dan posisi kantor yang kurang strategis. Stategi pemasaran pada dasarnya memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Masalah yang diangkat dalam riste ini adalah: 1. Apa alasan nasabah dalam memilih produk tabunganku? 2. Berapa besar pengaruh strategi pemasaran terhadap minat nasabah memilih produk tabunganku pada Bank Muamalat Indonesia Cabang Serang?Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nasabah yang menggunakan tabunganku di Bank Muamalat Cabang Serang. Jenis data yang digunakan adalah primer dengan menyebar angket/kuesioner kepada nasabah yang menggunakan produk tabunganku. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif,  uji t, koefisien korelasi dan koefisien determinasi.Dari hasil penelitian, terhadap 41 orang responden, penulis menyimpulkan bahwa strategi pemasaran berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah memilih produk tabunganku. Dari hasil statistik menggunakan SPSS ver 16.00 hal ini dapat dilihat dari angka korelasi sebesar 57% yang artinya hubungan kedua variabel adalah sedang. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa   lebih besar dari     yaitu sebesar (4,360 > 1,70). Hal ini berarti bahwa    ditolak dan    diterima, artinya bahwa ada pengaruh antara Strategi pemasaran terhadap minat nasabah memilih produk tabunganku. Nilai R sebesar 0.572 yang artinya pengaruh strategi pemasaran terhadap minat nasabah memilih produk tabunganku sedang. Nilai  = 0,328 artinya bahwa 32,8% perubahan tabunganku dipengaruhi oleh strategi pemasaran, dan sisanya (100% - 32,8% = 67,2%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
PRODUKSI, DISTRIBUSI, DAN KONSUMSI DALAM ISLAM SARI, WIDYA
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.295 KB)

Abstract

Pola konsumsi dan perilaku produksi menentukan roda perekonomian. Al-Qur’an sebagai sumber ajaran, memiliki ajaran tentang konsumsi, produksi dan distribusi disamping aktivitas-aktivitas perekonomian lainnya. Dalam konteks produksi, tentu saja produsen muslim sama sekali sebaiknya tidak tergoda oleh kebiasaan dan perilaku ekonom-ekonomi yang bersifat menjalankan dosa, memakan harta terlarang, menyebarkan permusuhan, berlawanan dengan sunnatullah, dan menimbulkan kerusakan di muka bumi. Walau bagaimanapun, secanggih alat untuk menghitung nikmat Allah pasti tidak akan menghitungnya.Dalam konseptual konsumsi ada beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh konsumen muslim, yang antara lain : prinsip halal dan baik, prinsip ketiadaan mengikuti hawa nafsu, prinsip sukur.Sistem  ekonomi  Islam menawarkan  sistem  penditribusian  ekonomi  yang mengedepankan  nilai  kebebasan  dalam  bertindak  dan  berbuat  dengan  dilandasi oleh ajaran agama serta nilai keadilan dalam kepemilikan yang disandarkan pada dua  sendi,  yaitu  kebebasan  dan  keadilan
THE PROPERTY IN ISLAM (IMAM MUHAMMAD ABU ZAHRAH’S PERSPECTIVE) Syahir, Badrun; Abdullah, Mustaffa
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ijei.v8i1.63

Abstract

Based on an observation through many communities, it is obviously that people are very careless on the possession of property, or even merely to get the advantage from it. They used not to think about, but prefer to neglect, the rightness of owning, the rightness of acquiring and the rightness of spending the property. In their mind is whatever they can gain, irrespective to the ethic and moral on the way of reaching and gaining, is totally belong to them, and they are free to do so ever. It is a very liberal concept of property.As a way of life, Islamic order ruled all aspects of life including the ownership of the property. There many verses of Al Qur’an as well as the teaching of the prophet Muhammad PBUH about the property. But the problem is there are many muslim scholars who has interpreted Al Qur’an on the fact and reality based only, and not due to the core of the mission of Al Qur’an. Not to pick the Qur’an teaching up to the life, or to build up the life depend on the doctrine of Qur’an, as it is ought to.Imam Muhammad Abu Zahrah, the famous and prominent Egyptian muslim scholar in the first twentieth century who has great intention and desire of the implementation of Islamic law was one who has keen interest on the issue of economy, especially on the issue of usury (riba). He has written several articles, papers and a book as well, on the subject of riba. Moreover, he has also written a set of Qur’anic Interpretation (Tafsiir) in which he commented on some verses concerning the property and wealth.  
PERAN ZAKAT DALAM PENGEMBANGAN SEKTOR RIIL HUMAEMAH, RATU
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.196 KB)

Abstract

Zakat merupakan pajak yang bersifat relijius-ekonomik yang diwajibkan kepada muzakki oleh negara untuk dialokasikan kepada mustahik seperti yang telah ditetapkan dalam Al-Quran.Zakat yang juga merupakan kewajiban umat muslim dapat digunakan sebagai upaya pemerataan kekayaan. Hal ini dilihat dari banyaknya jenis-jenis zakat, penggunaanya bisa saja dikembangkan untuk sektor riil. Penekanan selanjutnya bagaimana umat Islam sendiri mempunyai keinginan yang kuat untuk menerapkan sistem ini, dan bagaimana pengelolaannya agar dapat tersalurkan merata sehingga tujuan dapat tercapai.Diantara cara meningkatkan penghasilan mustahik/kaum dhuafa, adalah pendistribusian zakat yang dilakukan dengan memberikan bantuan modal usaha bagi para mustahiq/kaum dhuafa. Karena salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian dan dukungan adalah sektor riil. Adapun pengusaha besar, mereka memiliki akses modal dari banyak elemen. Sektor riil memiliki peran yang sangat besar dalam menyerap angka pengangguran, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kinerja sektor ini pun mempengaruhi kinerja sektor keuangan/moneter
ISLAMISASI ILMU EKONOMI BEIK, IRFAN SAUQI
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.309 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v7i2.40

Abstract

Abstract. Islamization of Economics. Islamic doctrine teaches all areas of human life. How to extract economic principles in the Qur'an and hadith are the biggest challenge todays, and then makes it into a body of knowledge as well to build it into a theoretically and practically discipline that differ significantly from the schools of the existing the conventional economics. But the critique and issue come up those Islamic financial services only "follow" the conventional economics, so the scientific originality is often questionable. In the process of Islamization economy, which has been carried out, namely through the development of well-being and poverty measurement tool that is based on the concept with CIBEST Model. CIBEST Model is an effort to develop a welfare approach to poverty based on the conception that a tool to measure well-being and poverty are not solely based on purely material, but also spiritual approach. It is based on the concept of fulfillment, where the al-Qur’an and Hadith has outlined those basically human needs consists of two things, the material and spiritual needs.Abstrak. Islamisasi Ilmu Ekonomi. Islam merupakan ajaran yang mencakup seluruh bidang kehidupan. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana mengekstraksi prinsip-prinsip ekonomi dalam Al-Qur’an dan hadits, kemudian menurunkannya menjadi sebuah body of knowledge sekaligus membangunnya menjadi sebuah disiplin ilmu yang secara teoritis dan praktis berbeda signifikan dengan mazhab-mazhab ilmu ekonomi konvensional yang ada. Namun muncul kritik bahwa ekonomi syariah hanya “mengekor” ekonomi konvensional semata, sehingga orisinalitas keilmuannya sering dipertanyakan. Dalam proses islamisasi ekonomi, yang telah dilakukan, yaitu melaui pengembangan alat ukur kesejahteraan dan kemiskinan yang didasarkan pada konsep syariah dengan Model CIBEST. Model CIBEST adalah upaya untuk mengembangkan pendekatan kesejahteraan kemiskinan yang didasarkan pada konsepsi bahwa alat untuk mengukur kesejahteraan dan kemiskinan tidak semata mata didasarkan pada material semata, namun juga pendekatan spiritual. Hal ini didasarkan pada konsep pemenuhan kebutuhan, dimana al-Quran dan Hadis telah menggariskan bahwa pada dasarnya kebutuhan manusia terdiri atas dua hal, yaitu kebutuhan material dan spiritual.
ANALISIS MINAT INVESTOR DI KOTA SERANG TERHADAP INVESTASI SYARIAH PADA PASAR MODAL SYARIAH PERISTIWO, HADI
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.389 KB) | DOI: 10.32678/ijei.v7i1.7

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang bahwa untuk lebih mengenalkan dan mengembangkan pasar modal syariah, maka diperlukan adanya kekuatan suatu basis investor lokal (daerah) serta ketersediaan produk investasi syariah dalam jangka panjang. Kajian penelitian ini dilakukan terhadap investor yang yang berdomisili di Kota Serang Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif yaitu data penelitian yang disajikan dalam bentuk grafik atau tabel. Analisis serta interpretasi lebih lanjut dilakukan atas faktor-faktor yang sangat berpengaruh signifikan terhadap minat investor untuk berinvestasi syariah. Terdapat 2 (dua) faktor yang paling menentukan (signifikan) terhadap minat investor untuk berinvestasi syariah. Pertama adalah kehalalan terhadap imbal hasil yang akan diperoleh dalam berinvestasi efek-efek syariah. Kedua adalah keyakinan bahwa efek syariah tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Berdasarkan atas hasil serta analisis kajian penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar investor di Kota Serang berminat untuk berinvestasi syariah pada pasar modal syariah
APLIKASI ETOS KERJA DALAM BERBAGAI PROFESI SOHARI, SOHARI
ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : ISLAMICONOMIC: Jurnal Ekonomi Islam

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.708 KB)

Abstract

Abstract. The Applications of Work Ethic in Different Professions. Islam as a balanced religion gives the principles that are important to regulate all aspects of human life, both concerning worship, social, economic and legal. To discus, muamalah Islam has also give a clear guidance to find and achieve the profit. In trading, Islam has given a very good ethos that a person who buy and sale must use a transparent mekanism and do as they liked. In this regard, it becomes extremely urgent for Muslims business to learn the basic principles of doing business and others behave in a way to have a good work ethic which is blessed by Allah SWT. Good work ethic turned out to be devastating for the economic agents or employees. Mainly in produce, in the life of society, people who are successful and succeed in life are those who constantly use their time for activities that are beneficial and are always serious in doing something, they assume that time is money. In contrast, people who love useless, will not succeed even he will be crushed by the times. Therefore, a Muslim should expend all his ability to seek a job with a vengeance. However, that provision must be earned to seek sustenance kosher, do not put a lot of income alone, without regard to the established, of course, any kind of work is not prohibited as long as not contrary to the Islamic shariah. In the work, he uses his or her ability and in accordance also with expertise, working by hand using their own capabilities as described in the above hadith is the most excellent work.Abstrak. Aplikasi Etos Kerja Dalam Berbagai Profesi. Sebagai agama yang seimbang Islam memberikan prinsip-prinsip yang penting untuk mengatur segala aspek kehidupan manusia, baik yang menyangkut peribadatan, sosial, ekonomi dan hukum. Dalam membahas muamalah Islam juga telah memberikan pedoman yang jelas dalam mencari dan mencapai keuntungan. Dalam jual beli Islam telah memberikan etos yang sangat baik yaitu seseorang harus melakukan jual beli dengan jalan yang dilakukan secara transparan dan dilakukan suka sama suka. Berkenaan dengan hal tersebut, menjadi sangat urgen bagi para pelaku bisnis muslim untuk mempelajari prinsip-prinsip dasar dalam berbisnis dan berperilaku yang lainnya dengan cara mempunyai etos kerja yang baik yang diridhai oleh Allah SWT. Etos kerja yang baik ternyata akan berpengaruh bagi para pelaku ekonomi atau para karyawan, terutama dalam menghasilkan. Dalam kehidupan di masyarakat, orang-orang yang  sukses dan berhasil dalam hidupnya adalah mereka yang senantiasa menggunakan waktunya untuk kegiatan yang bermanfaat dan selalu serius dalam mengerjakan sesuatu, mereka menganggap bahwa waktu adalah uang (time is money), Sebaliknya, orang-orang yang suka tidak berguna, tidak akan meraih kesuksesan bahkan ia akan tergilas oleh zaman. Oleh karena itu, seorang muslim selayaknya mengeluarkan segala kemampuannya untuk mencari rezeki dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, rezeki yang diusahakannya untuk mencari rezeki haruslah halal, tidak mengutamakan penghasilan yang banyak semata, tanpa mengindahkan antara yang telah ditetapkan, tentu saja, pekerjaan apapun tidak dilarang selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Dalam bekerja, ia menggunakan tangannya atau kemampuannya serta sesuai pula dengan keahliannya, Bekerja dengan menggunakan tangan dan kemampuan sendiri sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas adalah pekerjaan yang paling baik.