cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Published by STKIP PGRI Bangkalan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL APOTEMA, p-ISSN: 2407-8840, e-ISSN: 2580-9253 adalah wadah informasi berisi artikel-artikel ilmiah yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori, kajian analisis kritis, dan kajian ke-Islaman dibidang keilmuan Pendidikan Matematika. Jurnal APOTEMA ini terbit 2 kali dalam setahun, yaitu periode Januari dan Juli, diterbitkan oleh Unit Publikasi Ilmiah Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Bangkalan.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Teaching Dengan Fieldtrip Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Darmani, Jamroni Wibi
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ja.v5i1.575

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik sangatlah penting. Namun hasil obsevasi dan didukung oleh beberapa penelitian kemamuan pemecahan masalah matematis peserta didik masih sangat rendah. Diduga model pembelajaran reciprocal teaching dengan bantuan filedtrip mampu meningkatkan kemampuan pemecahan maslah matematis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model reciprocal teaching dengan fieldtrip terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Teknik pengambilan sample yang digunakan adalah cluster random sampling dengan 2 kelas yaitu kelas eksperimen (kelas mendapat perlakuan model pembelajaran reciprocal teaching dengan fieldtrip), dan kelas kontrol (kelas mendapat perlakuan model konvensional). Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t. Hasil penelitian memperoleh bahwa ada perbedaan  kemampuan pemecahan maslah matematis peserta didik dengan menggunakan model pemebelajaran reciprocal eaching dengan fieldtrip terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik. Selanjutnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dengan model pembelajaran reciprocal teaching lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik menggunakan model pembelajaran konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdaat pengaruh dalam meningkatkan kemampuan pemecahan maslaah matematis peserta didik dengan penggunaan model pembelajaran reciprocal teaching dengan fieldtrip terhadap.  
Pengaruh Model PBL Terhadap Pemahaman konsep Siswa Materi Luas Jajargenjang Dikelas armela, riska
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ja.v5i1.556

Abstract

Riska Armela. NPM 14115052. 2018. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Luas Jajargenjang Di Kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun  Pelajaran 2017/2018. SKRIPSI. Program Studi Pendidikan Matematika. Program Sarjana (S1), Sekola Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pagaralam. Pembimbing (I) Hariani Juwita, M.Pd dan Pembimbing (II) Novi Susanti. S.Si, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Matematika dengan Model Problem Based Learning (PBL) ) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Luas Jajargenjang Di Kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun  Pelajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun Pelajaran 2017-2018 yang berjumlah 62 siswa, sampel penelitian ini adalah kelas VII.A dan VII.C. Pengumpulan data diambil dengan metode tes dalam bentuk essay didapat nilai rata-rata kelas eksperimen 67,52 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 57,95 dan analisis data menggunakan uji hipotesis dengan rumus statistik subjek t (statistik uji t). Berdasarkan perhitungan dengan rumus statistik uji t’ diperoleh thitung = 2,076  pada taraf nyata 5% = 0,05 dengan daftar distribusi t’ adalah (1 – 0,05) = (0,95) dan dk1= (21 – 1) = 20 sedangkan dk2= (20 – 1) = 19 dan didapat ttabel =1,727 maka H0 ditolak dan H1 diterima ini berarti bahwa ada Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) ) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Luas Jajargenjang Di Kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun  Pelajaran 2017/2018 Riska Armela. NPM 14115052. 2018. Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Luas Jajargenjang Di Kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun  Pelajaran 2017/2018. SKRIPSI. Program Studi Pendidikan Matematika. Program Sarjana (S1), Sekola Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pagaralam. Pembimbing (I) Hariani Juwita, M.Pd dan Pembimbing (II) Novi Susanti. S.Si, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pembelajaran Matematika dengan Model Problem Based Learning (PBL) ) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Luas Jajargenjang Di Kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun  Pelajaran 2017/2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun Pelajaran 2017-2018 yang berjumlah 62 siswa, sampel penelitian ini adalah kelas VII.A dan VII.C. Pengumpulan data diambil dengan metode tes dalam bentuk essay didapat nilai rata-rata kelas eksperimen 67,52 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol 57,95 dan analisis data menggunakan uji hipotesis dengan rumus statistik subjek t (statistik uji t). Berdasarkan perhitungan dengan rumus statistik uji t’ diperoleh thitung = 2,076  pada taraf nyata 5% = 0,05 dengan daftar distribusi t’ adalah (1 – 0,05) = (0,95) dan dk1= (21 – 1) = 20 sedangkan dk2= (20 – 1) = 19 dan didapat ttabel =1,727 maka H0 ditolak dan H1 diterima ini berarti bahwa ada Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) ) Terhadap Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Luas Jajargenjang Di Kelas VII SMP Negeri 4 Pagaralam Tahun  Pelajaran 2017/2018
PEMBELAJARAN MATERI SEGIEMPAT MENGGUNAKAN PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING DI KELAS VII wekasari, heni
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ja.v5i1.494

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pendekatan pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa pada materi segiempat kelas VII SMP Negeri 2 Kota Pagar Alam Tahun Pelajaran 2017/2018!. Populasi dalam penelitian ini adalah seluru siswa SMP Negeri 2 Pagaralam Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 246 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil 2 kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 30 siswa dan kelas VII C sebagai kelas kontrol yang berjumlah 32 siswa. Dari hasil analisis didapat nilai  thitung  2,247 dan ttabel  1,698 ini berarti nilai  maka Ha diterima, sehingga, sehingga hipeotesi menyatakan bahwa ada pengaruh pendekatan pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa pada materi segiempat kelas VII  SMP Negeri  2 Pagaralam Tahun Pelajaran 2017/2018
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN PENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR (SPPKB) MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII MTs AL JAUHARIYAH BANYUATES Nurmawadah, Numawadah
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2019): APOTEMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.877 KB) | DOI: 10.31597/ja.v5i1.356

Abstract

Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir (SPPKB) yaitu melatih daya pikir  siswa dalam menyelesaikan persoalan, siswa harus lebih siap menghadapi setiap persoalan  yang diberikan oleh guru dan juga dapat memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengeksplor kemampuan siswa dengan berbagai media yang ada disekitarnya. Jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif  karena teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dalam pembelajaran matematika. Hasil penelitian dan pembahasan diperoleh bahwa efektivitas SPPKB pembelajaran matematika kelas VII di MTs Al Jauhariyah Banyuates termasuk dalam pembelajaran  yang efektif  karena kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran baik, aktivitas siswa selama pembelajaran aktif, angket respon siswa dikatakan positif dengan persentase siswa yang menjawab positif dari setiap aspek diperoleh persentase lebih dari 80% yaitu 84%, dan tes hasil belajar siswa tuntas secara klasikal dengan 6 orang tidak tuntas atau sebesar 20% dan  24 siswa tuntas atau sebesar 80%.
PROFIL PEMAHAMAN SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH PERSAMAAN KUADRATDITINJAU DARI PERBEDAAN KEPRIBADIAN EXTROVERT DAN INTROVERT Qomariyah, Nurul
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016): Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.992 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa SMAdalam memecahkan masalah persamaan kuadrat ditinjau dari perbedaankepribadian extrovert dan introvert. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa siswa yang berkepribadian extrovert memilikipemahaman relasional pada saat membaca dan menggali masalah,sedangkan pada saat membuat rencana/strategi dalam memecahkanmasalah subjek memiliki pemahaman relasional, begitu pula saatmelaksanakan rencana untuk memecahkan masalah subjek extrovertmemiliki pemahaman relasional. Namun ketika melihat kembali danrefleksi hasil yang diperoleh subjek extrovert memiliki pemahamaninstrumental. Hasil deskripsi subjek introvert pada saat membaca danmenggali masalah, subjek introvert memiliki pemahaman relasional.Pada tahap membuat rencana/strategi untuk menyelesaikan masalahsubjek introvert memiliki pemahaman relasional. Pada tahapmelaksanakan rencana untuk menyelesaikan massalah subjek introvertmemiliki pemahaman relasioanal. Sedangkan pada tahap melihatkembali dan refleksi subjek introvert memiliki pemahaman relasional.
efektivitas efektivitas strategi pembelajaran group to group exchange pada materi himpinan di MTs Nurul Ihsan 2013c, mutmainnah
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 3 No 2 (2017): Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.051 KB)

Abstract

       Based on this research are the less effective students and teachers during the learning process because the center of teaching is the teacher itself. Students are less active in learning so that students responses become passive and students learning outcomes are not complete. One way to solve these problems by applied the strategy of learning group to group exchange. This study was conducted with the aim of: (1) to describe the ability of teachers to manage learning using group-to-group exchange strategy (2) to describe the student activity in learning using group-to-group exchange strategy (3) to describe the students response to learning using the strategy Group to group exchange (4) to describe the result of students learning after being taught using group to group exchange strategy. This research used descriptive quantitative research. The method is used observation, questionnaires and tests.The result of analysis data statistic descriptive show that, the teachers can manage Group to Group Exchange Learning which the result 3,71 in best category. Student activities during active lessons. This is indicated by an average of 3,03 which is included in the active category. Student response after learning is said to be positive, because the average percentage of positive responses across students reaches 95%. Students’ learning completeness in the classical achieved because the percentage of the number of student reached 83%.   Keywords : Effectiveness, Learning strategy Group to Group Exchange.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) Halizah, Nur; Sari, Dwi Ivayana
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2016): Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.864 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan gurumengelola pembelajaran, aktivitas siswa, respon siswa, Subjekpenelitian ini hanya 1 kelas saja yaitu kelas VIII MTs Nurul Huda.Jenispenelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, data yang dipakaiberupa angka angka dan dianalisis secara statistik deskriptif.Teknikpengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi, angketdan tes.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran creative problem solving (cps) pada materi lingkaran dikelas VIII MTs Nurul Huda dikatakan efektif. Hal ini dikarenakankemampuan guru mengelola pembelajaran dikatakan efektif karenarata-rata skor hasil pengamatan setiap aspek RPP berada dalamkategori baik dan sangat baik. aktivitas siswa dalam pembelajarandikatakan efektif karena rata-rata dari setiap aspek berada pada bataswaktu toleransi, respon siswa terhadap pembelajaran creative problemsolving dikatakan positif karena dari Sembilan item pernyataan yangtermasuk pada kriteria positif diperoleh presentase lebih dari 80%.Ketuntasan belajar siswa secara klasikal tercapai karena persentasebanyak siswa yang tuntas belajar lebih dari 80%.
PENGGUNAAN MEDIA KEPING BERMUATAN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA Sari, Dwi Ivayana
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 1 No 1 (2015): Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.604 KB)

Abstract

Permasalahan yang dibahas penelitian ini adalah kurangnya pemahaman siswa kelas IV SD Negeri Bancaran IV Bangkalan tentang konsep operasi bilangan bulat. Tujuan penelitiannya mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Bancaran IV pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan media keping bermuatan. Metode penelitiannya penelitian tindakan kelas dengan instrumen pengumpul datanya adalah lembar observasi dan tes. Dalam penelitian ini memperlihatkan bahwa prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika meningkat dengan menggunakan media keping bermuatan. Faktanya, terlihat pada rata-rata skor tes siklus I meningkat sebesar 0,62 jika dibandingkan rata-rata skor awal. Rata-rata skor tes siklus II meningkat sebesar 0,94 jika dibandingkan rata-rata skor tes siklus I. Rata-rata skor tes siklus II juga mengalami peningkatan sebesar 1,56 jika dibandingkan rata-rata skor awal.
PENINGKATAN AKTIFITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN GEOMETRI BIDANG DATAR MELALUI PENERAPAN METODE GROUP Rachman, Abdur
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2016): Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.921 KB)

Abstract

Penerapan metode Group Investigation pada proses pembelajaranMatematika di SMAN 2 Bangkalan, kelas X-MIA.6 dengan 32 orangsiswa. Metode Penelitian adalah Action Research. Analisis hasil dariproses pembelajaran direfleksikan pada proses pembelajaranberikutnya. Indikator keberhasilan ditinjau dari jumlah keaktifan siswadengan metode ini antara lain: jumlah pertanyaan, jumlah komentarsiswa, jumlah mencatat, jumlah yang menjawab. Pada Pertemuan I(2X45 menit) nampak sedikit keaktifan siswa. Hal ini ditunjukkanoleh jumlah pertanyaan siswa 14 (40%), siswa komentar 6 (17,10%),siswa yang menjawab 8 (25,70%), siswa yang mencatat 32 (100%).Pada Pertemuan II (2X45 menit) sudah nampak ada peningkatankeaktifan siswa. Hal ini ditunjukkan oleh jumlah pertanyaan siswa 38(108,58%), siswa berkomentar 20 (57,14%), siswa yang menjawab 18(51,43%), siswa yang mencatat 32 (100%). Pada Pertemuan II seluruhindikator menunjukkan peningkatan keaktifan siswa. Dengandemikian metode group investigasi dapat diterapkan.
PENALARAN DEDUKTIF DAN INDUKTIF SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH TRIGONOMETRI DITINJAU DARI TINGKAT IQ Nike K, Maria Theresia
APOTEMA : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 1 No 2 (2015): Apotema: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.031 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penalaran deduktif dan atau induktif siswa dalam pemecahan masalah trigonometri ditinjau dari tingkat IQ. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA kelas XI IPA sebanyak 3 siswa dengan tingkat IQ yang berbeda, yaitu normal, superior, dan very superior. Selanjutnya untuk menguji kevalidan data yang diperoleh, digunakan triangulasi waktu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa yang mempunyai IQ normal dalam memahami masalah menggunakan penalaran induktif. Dalam merencanakan penyelesaian menggunakan penalaran deduktif dan induktif. Dalam melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali penyelesaian menggunakan penalaran deduktif dan induktif, (2) siswa yang mempunyai IQ superior dalam memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali penyelesaian menggunkan penalaran deduktif dan induktif, dan (3) siswa yang mempunyai IQ very superior dalam memahami masalah menggunakan penalaran deduktif dan induktif. Dalam merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa kembali penyelesaian menggunakan penalaran deduktif.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka terdapat perbedaan dalam penggunaan penalaran deduktif dan atau induktif siswa dalam memecahkan masalah trigonometri. Siswa yang mempunyai IQ normal masih menggunakan penalaran induktif dalam memecahkan masalah trigonometri, siswa yang mempunyai IQ superior menggunakan penalaran deduktif dan induktif dalam memecahkan masalah trigonometri, sedangkan siswa yang mempunyai IQ very superior menggunakan penalaran deduktif dalam memecahkan masalah trigonometri.