cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam merupakan salah satu jurnal berbasis open-access yang turut berkontribusi dalam meningkatkan khazanah keilmuan, khususnya di Indonesia terkait relevansinya dalam pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administasi. Jurnal Al-Idarah dikelola dan diterbitkan secara berkala oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Ar-Raniry yang bekerjasama dengan Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Secara umum, Jurnal Al-Idarah menerima dan menerbitkan beragam tulisan dan hasil penelitian ilmiah terkait tema pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi ditinjau dari segala aspek. Lebih khusus, terkait pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islam, seperti Pengembangan Manajemen Dakwah, Masjid, Zakat-Infaq-Shadaqah, Haji, Organisasi Islam, dan berbagai pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islami lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
MANAJEMEN PENDISTRIBUSIAN ZAKAT MELALUI PROGRAM UNGGULAN BEASISWA OLEH BAITUL MAL ACEH Zabir, Muzakir
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.771 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i1.1538

Abstract

Secara umum umat Islam mengharapkan agar pelaksanaan zakat dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya berdasarkan syari’at Islam. Berbagai usaha telah dilakukan oleh pemerintah termasuk ulama dan ilmuwan agar implementasi zakat terlaksana. Untuk itu sebenarnya konsep operasional penerapan zakat, dapat dijadikan contoh dan terus dikembangkan pada masa sekarang, serta diaktualisasikan sesuai dengan pertumbuhan dan tuntutan masyarakat. Dengan memberdayakan zakat secara optimal (mulai dari pemetaan data muzakki, pencatatan muzakki, pengumpulan dana/benda zakat, pendistribusian dana/benda zakat, pemetaan dan pencatatan penerima zakat) yang selalu diupdate, masalah perekonomian khususnya tentang kemiskinan finansial masyarakat kita akan mendapat enjeksi solutif, sehingga kita akan melihat lahirnya masyarakat yang sejahtera dari sisi ekonomi.
IMPLEMENTASI STANDAR MANAJEMEN ISO 9001:2015 PADA LEMBAGA AMIL ZAKAT (LAZ) NASIONAL (STUDI NU CARE-LAZISNU) Slamet, Slamet
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.644 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i1.1523

Abstract

Potensi zakat di Indonesia yang sangat besar ternyata belum sebanding dengan perolehannya. Hal ini salah satunya disebabkan oleh manajemen Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia yang belum secara keseluruhan menjalankan standar manajemen yang diakui oleh dunia internasional, yaitu ISO. Selain itu, tidak bisa dipungkiri bahwa regulasi zakat di Indonesia masih belum sepenuhnya berpihak kepada LAZ. Oleh karena itu melalui implementasi standar manajemen ISO 9001:2015, NU CARE – LAZISNU tengah berupaya menjadi LAZ yang diakui secara internasional agar bisa bersaing secara global. Standarisasi manajemen pun dilakukan mulai dari penghimpunan (fundraising) hingga pendayagunaan atau penyalurannya. Melalui pendekatan POAC, penelitian ini ingin mendeskripsikan tentang implementasi manajemen standar internasional yang dipadukan dengan aturan syari’at Islam.
MASTHURAH DALAM DAKWAH JAMA’AH TABLIGH (ANALISIS METODE DAN PRAKTEK) Sakdiah, Sakdiah
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.384 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i1.1540

Abstract

Masthurah artinya tertutup di balik hijab. Di dalam gerakan Jama’ah Tablik, masthurah adalah usaha agama (dakwah) di kalangan wanita, yang di dalam bahasa dakwah lebih dikenal dengan da’iyah. Tujuan pelaksanaan masthurah adalah menghidupkan amalan agama di dalam rumah, sehingga rumah berfungsi sebagai masjid, sehingga rumah akan dilindungi oleh malaikat akan menjadi rumah taqwa bukan rumah dhararah (rumah yang terpecah belah). Usaha dakwah di kalangan kaum wanita memiliki aturan dan tata tertip yang ketat, tertutup, di balik hijab, karena seluruh tubuh wanita adalah aurat, serta programnya dijalankan dengan kehendak mahramnya, berdasarkan petunjuk Rasulullah Saw. Para Rasul yang mendapat dukungan dari istrinya terbukti sukses dalam dakwahnya dan mempunyai banyak pengikut, seperti Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Muhammmad Saw. Sedangkan rasul yang tidak didukung oleh istrinya seperti Nabi Nuh a.s dan Luth a.s., sedikit pengikutnya. Karena itu, tugas dakwah bukan hanya tanggung jawab kaum laki-laki tetapi juga kaum wanita. Ketika Muhammad Saw. diangkat menjadi rasul, yang pertama beriman adalah wanita, yaitu Khadijah r.a., isterinya sendiri. Pada sisi lain, seorang ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya. Keshalehan seorang ibu akan membawa pengaruh yang besar dalam membentuk manusia yang shaleh dan shalihah. Usaha masthurah agar para wanita menjadi dai’yah, abidah, muta’alimah, murabbiyah, khadimah, zahidah.
KEPEMIMPINAN PANGLIMA LAOT DALAM MENJAGA KEDAMAIAN ANTAR NELAYAN DI TPI KECAMATAN SAWANG KABUPATEN ACEH SELATAN Raihan, Raihan; Ahmad, Mulyadi
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.502 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i1.1539

Abstract

Tulisan ini berjudul “Kepemimpinan Panglima Laot dalam Menjaga Kedamaian Antar Nelayan Di TPI Kecamatan Sawang Kebupaten Aceh Selatan”. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan tugas Panglima Laot terhadap nelayan di TPI Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan serta mengetahui teknik yang dipergunakan Panglima Laot dalam menjaga kedamaian antar nelayan di TPI Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Selatan. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan lapangan (field research) dan perpustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Secara umum, tulisan ini menguraikan beberapa hal, yaitu: Pertama, fungsi dan tugas Panglima Laot yaitu : (1) Menyelesaikan sengketa antar nelayan di TPI Lhok Sawang, (2) Sebagai ketua adat atau pemimpin khususnya bagi masyarakat nelayan, (3) Sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat nelayan, (4) Sebagai mitra pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan perikanan dan kelautan. Kedua, teknik yang dipergunakan Panglima Laot dalam menjaga kedamaian antar nelayan di TPI Kecamatan Sawang Kebupaten Aceh Selatan dilakukan dengan: (1) teknik persuasif (2) teknik penerangan (3) teknik partisipatif (4) teknik reward dan (5) teknik punishment.
REVITALISASI MASJID DALAM DIALEKTIKA PELAYANAN UMAT DAN KAWASAN PEREKONOMIAN RAKYAT Saputra, Ari; Kusuma, Bayu Mitra Adhyatma
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.899 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i1.1522

Abstract

Masjid adalah bagian integral dari kehidupan spritual, sosial dan kultural umat Islam. Namun dewasa ini keberadaan masjid semakin mengalami penyempitan peran dan fungsi, dari pusat pelayanan umat menjadi sekedar sarana ibadah pelengkap di berbagai tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis revitalisasi Masjid Muttaqien dalam dialektika pusat pelayanan umat dan kawasan perekonomian rakyat Beringharjo Yogyakarta yang dikenal sibuk dan legendaris, khususnya di luar kegiatan ritual yang meliputi aspek sosial kemasyarakatan, pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan ekonomi umat. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif, pendekatan deskriptif, dan model analisis data interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek sosial kemasyarakatan, masjid menyediakan pelayanan kesehatan rutin murah, rehabilitasi difabel, sampai dengan kebutuhan feminis seperti ruang laktasi. Sedangkan pada aspek pendidikan, masjid mengadakan kajian rutin dan penyediaan perpustakaan untuk menambah wawasan dan literasi umat. Adapun pada aspek pembangunan ekonomi umat, masjid berhasil meningkatkan kesejahteraan meliputi pedagang, buruh gendong, pengayuh becak serta memberi beasiswa untuk anak-anak kurang mampu. Revitalisasi Masjid juga dilakukan dengan penguatan kapasitas takmir selaku ujung tombak pelayanan umat meliputi bidang idarah, imarah, dan ri’ayah.
PRINSIP-PRINSIP DASAR MANAJEMEN DALAM ISLAM (Kajian Pendidikan Menurut Hadis Nabi) Junaidi, Junaidi
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (999.117 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i1.1544

Abstract

Sejak manusia menghendaki sebuah tatanan masyarakat yang romantis dan harmonis, maka sejak itu pula manusia melakukan aktivitas kontemplasi merenungi fenomena-fenomena kehidupannya. Hasil dari perenungan panjang manusia tersebut, disepakati bahwa pendidikan sebagai instrumen terbaik dalam menciptakan sebuah kehidupan yang harmonis dan romantis. Islam melalu Al-Quran dan Hadis telah menetapkan sebuah sistem pendidikan yang hasanah bagi upaya menciptakan kemaslahatan hidup umat manusia. Namun demikian, dewasa ini pendidikan Islam terus dihadapkan pada berbagai problema yang semakin kompleks. Oleh karena itu, upaya berbenah diri melalui penataan sumber daya manusia dengan peningkatan kompetensi dan penguatan institusi mutlak harus dilakukan, dan semua itu mustahil tanpa manajemen yang profesional. Lebih jauh, tulisan ini ingin mengetengahkan tentang prinsip-prinsip dasar manajemen dalam Islam, utamanya ditinjau menurut hadis nabi.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERNITAS DALAM GERAKAN DAKWAH ORGANISASI MUHAMMADIYAH DI ACEH Zain, Arifin; Yusuf, Maimun; Fuadi, Maimun
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.44 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i1.1541

Abstract

Organisasi Muhammadiyah dikenal sebagai sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang tajdid dan dakwah amar makruf nahi munkar. Muhammadiyah didirikan pada tanggal tanggal 18 Desember 1912 oleh KH Ahmad Dahlan atas dasar keprihatinan sosial, religius dan moral yang disebabkan oleh kebodohan, kemiskinan dan keterbelakagan umat. Pada tahun 1927, Muhammadiyah mendirikan cabang-cabangnya sampai ke Aceh. Di dalam konteks ke-Acehan, organisasi Muhammadiyah mengalami perkembangan luar biasa. Perkembangan ini dapat dilihat dari beberapa sisi, seperti keorganisasian, pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi dan budaya. Namun demikian, dari semua perkembangan yang telah diperoleh, kelihatannya perkembangan dalam bidang dakwah atau amar ma`ruf nahi munkar relatif lamban dan kurang berkembang. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui internalisasi nilai-nilai modernitas dalam gerakan dakwah, dan faktor-faktor penghambat gerakan dakwah organisasi Muhammadiyah di Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini dikatagorikan kepada dua macam: Pertama, sumber data primer yang di dapat dari hasil observasi dan wawancara. Kedua, sumber data sekunder meliputi naskah, dokumen dan semua informasi dari kegiatan dakwah organisasi Muhammadiyah di Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai modernitas dalam dakwah Muhammadiyah dilakukan melalui semua kegiatannya, seperti bidang pendidikan, ekonomi, sosial, pemikiran dan dakwah. Muhammadiyah juga mengalami sejumlah hambatan pada pelaksanaan internalisasi nilai tersebut mengingat organisasi ini relatif kecil di Aceh.
SISTEM REHABILITASI KORBAN NARKOBA MELALUI PENDEKATAN DAKWAH DI YAYASAN TABINA ACEH KABUPATEN ACEH BESAR Habibi, Khairul
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.542 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i2.2207

Abstract

Narkoba berdampak buruk serta menimbulkan banyak keluhan sampai merenggut nyawa para penggunanya. Ini merupakan masalah serius untuk dihadapi bersama sehingga pemerintah Aceh Besar membentuk Yayasan Tabina Aceh untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui program rehabilitasi korban narkoba yang dilakukan Yayasan Tabina Aceh selama ini dan untuk mengetahui keberhasilan dan kendala yang dihadapi Yayasan Tabina Aceh dalam rehabilitasi korban narkoba serta untuk mengetahui sistem rehabilitasi korban narkoba dengan pendekatan dakwah di Yayasan Tabina Aceh. Penelitian ini termasuk pada penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Bedasarakan hasil penelitian, program rehabilitasi yang dijalankan oleh Yayasan Tabina Aceh sudah tergolong baik, yaitu melalui cara isolasi, detoksifikasi, pemberian obat secara medis. Sistem rehabilitasi korban narkoba di Yayasan Tabina Aceh dilakukan melalui pendekatan dakwah, seperti melalui ibadah shalat, puasa, zikir, tausiah agama, membaca al-Quran dan ruqiyah syar’iyah. Sedangkan kendala yang dialami dalam rehabilitasi diantaranya keterlambatan pada pola berpikir, depresi, enggan dan kurangnya dukungan keluarga dalam membantu korban untuk mendapatkan kesembuhan.
PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM MENCEGAH LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER (LGBT) DI BANDA ACEH Kemala, Putri
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.373 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i2.2672

Abstract

Pencegahan adalah bentuk kepedulian dan kewajiban berdakwah agar terhindar dari kemaksiatan guna melahirkan masyarakat Islami. Pencegahan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) adalah suatu proses yang dijalankan oleh pemerintah Kota Banda Aceh melalui Wilayatul Hisbah selaku badan yang mengawasi pelaksanaan syariat Islam dengan tujuan terlaksananya syariat Islam baik dari segi akidah, ibadah dan Syariat Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran Wilayatul Hisbah dalam mencegah LGBT di Banda Aceh. Di lihat dari sifatnya, penelitian ini termasuk pada penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh, tepatnya pada lembaga Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh. Oleh karena itu, penelitian ini tergolong pada penelitian lapangan (field research) dengan teknik pengumpulan datanya diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisisnya dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan, bahwa langkah dan strategi Wilayatul Hisbah dalam mencegah lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Banda Aceh adalah dengan sosialisasi, baik dalam bentuk patroli rutin, kunjungan ke sekolah-sekolah, maupun kunjungan ke tempat-tempat yang terindikasi sering terjadinya pelanggaran. Di antara faktor penghambat Wilayatul Hisbah dalam mencegah LGBT di Banda Aceh adalah kurangnya dukungan masyarakat dan pemerintah. Adapun solusi yang efektif terhadap pembentukan generasi anti LGBT di Banda Aceh adalah dengan meningkatkan kesadaran kepada orang tua melalui sosialisasi khusus terkait pola asuh anak sesuai ajaran Islam, penanaman pemahaman tentang bahaya liwath, musahaqah dan resiko jika anak menjadi LGBT. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya penanaman pemahaman kepada masyarakat, selain juga melakukan pemberdayaan bagi setiap pegawai Wilayatul Hisbah agar timbul kesadaran, tanggung jawab serta mampu bekerja dengan penuh keihklasan.
KONSEP DAKWAH ENTREPRENEUR MENURUT ABDURRAHMAN BIN AUF Muliana, Muliana
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.885 KB) | DOI: 10.22373/al-idarah.v1i2.2673

Abstract

Konsep dakwah entrepreneur menurut Abdurrahman bin Auf merupakan suatu pekerjaaan dan tugas kewajiban yang menggunakan ajaran-ajaran dan nilai-nilai syariat Islam yang keberhasilannya akan menambah dekatnya jiwa kepada Allah SWT. Adapun tujuan artikel ini untuk mengetahui konsep dakwah entrepreneur menurut Abdurrahman bin Auf sehingga dapat menjadi panutan untuk wirausaha lain. Untuk memperoleh data penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data menggunakan penelitian perpustakaan (library reseach). Sedangkan teknik pengumpulan data ditempuh melalui studi dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, artikel, jurnal, web, ataupun informasi terkait lainnya. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa konsep dakwah entrepreneur yang ditanamkan oleh Abdurrahman bin Auf adalah hidup dengan bisnis yang tidak pernah menjual barang yang cacat, mandiri, berani memulai usaha dari nol. Hasil peneltian juga menunjukkan bahwa metode atau rahasia dalam menjalankan bisnisnya, Abdurrahman bin Auf memiliki kepercayaan yang tinggi, memulai sesuatu bisnis yang halal, mulai dari modal, proses, hingga penjualan berdasarkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam. Abdurrahman bin Auf juga membangun team kerja yang tangguh, mempunyai keyakinan yang besar, melakukan ekspor dan impor barang, menjaga kepercayaan relasi bisnis, bahkan sangat rajin bersedekah dan berinfak di jalan Allah SWT. Selain dari nilai-nilai dakwah yang ditanamkan oleh Abdurrahman bin Auf di dalam menjalankan bisnisnya, dakwah entrepreneur yang dijalankan oleh Abdurrahman bin Auf juga mempunyai relevansi dalam konteks kekinian, seperti menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, nilai kemandirian, dan nilai sedekah atau infak di jalan Allah SWT dengan hartanya. Oleh karena itu, secara umum konsep dakwah entrepreneur Abdurrahman bin Auf dapat diaplikasikan bagi masyarakat muslim, dan lebih khusus bagi calon entrepreneur muslim masa depan.

Page 1 of 3 | Total Record : 24