Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam merupakan salah satu jurnal berbasis open-access yang turut berkontribusi dalam meningkatkan khazanah keilmuan, khususnya di Indonesia terkait relevansinya dalam pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administasi. Jurnal Al-Idarah dikelola dan diterbitkan secara berkala oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Ar-Raniry yang bekerjasama dengan Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Secara umum, Jurnal Al-Idarah menerima dan menerbitkan beragam tulisan dan hasil penelitian ilmiah terkait tema pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi ditinjau dari segala aspek. Lebih khusus, terkait pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islam, seperti Pengembangan Manajemen Dakwah, Masjid, Zakat-Infaq-Shadaqah, Haji, Organisasi Islam, dan berbagai pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islami lainnya.
Articles
24
Articles
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI TRADISI MAWAH (STUDI KASUS PEMELIHARAAN TERNAK SAPI DI DESA MIBO KECAMATAN BANDA RAYA BANDA ACEH)

Furqan, Furqan

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemberdayaan merupakan upaya untuk mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu menjadi masyarakat yang berdaya secara fisik, ekonomi maupun sosial. Mudharabah (Mawah) adalah suatu usaha di mana pihak yang memiliki modal namun tidak mampu berbisnis dan pihak yang mampu berbisnis namun tidak memiliki modal saling bekerja sama untuk mencari keuntungan. Pemberdayaan masyarakat melalui tradisi Mawah adalah sebuah upaya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu menjadi terberdaya (berkemampuan) dengan cara melakukan kegiatan bagi hasil (Mawah) sehingga masyarakat yang melakukan pemberdayaan melalui tradisi Mawah ini mampu menjalankan kehidupan ekonomi dan sosialnya secara baik. Pola yang diterapkan dalam sistem bagi hasil (Mawah) telah dilakukan sejak dahulu dan berlaku hingga sekarang. Hingga saat ini mereka telah bertahun-tahun menjadi peternak sapi dan masih menjalankannya hingga sekarang. Dampak dari pemberdayaan melalui Mawah sapi ini dapat membantu mereka untuk menjadi keluarga yang dapat dikategorikan sebagai keluarga yang sejahtera. Keuntungan yang didapat dari tradisi Mawah ini mereka gunakan untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari, membiayai pendidikan anak, membeli kendaraan, serta kebutuhan akan tempat tinggal.

PENARI DAN PEMAHAMANNYA TERHADAP PESAN DAKWAH DALAM SYAâ??IR TARI RATEEB MEUSEUKAT

Ariyani, Dellya, Chairawati, Fajri

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kajian tentang â?Penari dan pemahamannya terhadap pesan dakwah dalam syaâ??ir tari Rateeb Meuseukatâ??â??. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam syaâ??ir tari Rateeb Meuseukat? dan bagaimana perspektif penari terhadap pesan dakwah yang terdapat dalam syaâ??ir tari Rateeb Meuseukat? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam syaâ??ir tari Rateeb Meuseukat dan juga untuk mengetahui pemahaman penari dalam memahami pesan dakwah yang terdapat dalam syair tari Rateeb Meuseukat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh berasal dari hasil wawancara dan dokumentasi, khususnya dengan penari Rateeb Meuseukat di Sanggar Seni Seulaweuet. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan kemudian dideskripsikan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pesan dakwah yang terkandung dalam syaâ??ir tarian Rateeb Meuseukat berupa ajakan kepada umat manusia agar selalu ingat kepada kematian dan juga selalu beribadah kepada Allah SWT. Syaâ??ir tarian Rateeb Meuseukat mengandung beberapa nasehat dalam menjalani hidup di dunia ini. Dari perspektif penari, hasil yang ditemukan adalah masih banyaknya penari yang belum mengetahui dan memahami keseluruhan isi dari pesan dakwah yang terdapat dalam syaâ??ir tari Rateeb Meuseukat karena susahnya memahami bahasa Aceh yang digunakan dalam lirik syaâ??ir tarian ini. Penari juga belum mampu menyampaikan pesan dakwah yang terdapat dalam syaâ??ir tari Rateeb Meuseukat kepada penonton dikarenakan lebih fokus kepada gerakan sehingga belum mampu menghayati pesan dakwah yang terkandung dalam syaâ??ir tari Rateeb Meuseukat.

SISTEM AKUNTANSI PENERIMAAN KAS PADA KJKS BMT MANDIRI SEJAHTERA KARANGCANGKRING GRESIK JAWA TIMUR

Fathoni, Ali

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kas merupakan aktiva perusahaan yang sangat mudah untuk membiayai kegiatan suatu perusahaan selain itu kas merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Semakin besar jumlah kas yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya untuk itu perlu adanya pengelolaan yang efisien dan efektif . Sistem akuntansi penerimaan kas adalah suatu sistem yang dibuat untuk menangani transaksi penerimaan kas baik dari penjualan tunai maupun piutang yang siap digunakan untuk kegiatan umum perusahaan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah sistem akuntansi penerimaan kas pada KJKS BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik Jawa Timur sesuai dengan sistem akuntansi Perkoperasian Indonesia dan bagaimanakah sistem pengendalian intern penerimaan kas pada KJKS BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik Jawa Timur? Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sistem penerimaan kas pada KJKS BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring Gresik Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sistem dan pola KJKS BMT dalam menjalankan dan melayani usaha perbankan (Simpan Pinjam) dilakukan dengan sistem dan pola Syariah. Secara keseluruhan pada pengendalian terhadap penerimaan kas di tempat tersebut sudah berjalan dengan baik, dengan didorong adanya fungsi Bagian Administrasi,  Kasir,  Akuntansi, Penagihan dan fungsi Pemeriksaan Intern, serta dokumen yang digunakan adalah Buku Tabungan, Kartu Angsuran, dan Kartu Pinjaman. Catatan akuntansi yang digunakan Bukti Kas Keluar, Bukti Kas Masuk, Buku Kas Kasir, Buku Rekapitulasi Harian, Buku Besar, Neraca. Pengendalian intern dalam sistem penerimaan kas dari simpanan pada KJKS BMT Mandiri Sejahtera Karangcangkring adalah organisasi, sistem otoritas, prosedur pencatatan dan praktik yang sehat.

KONTRIBUSI PEMIKIRAN DR. ABDUL RAHMAN AL-SUMAIT DALAM AKTIVITAS DAKWAH

Imran, Muhammad Ali

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dr. Abdul Rahman al-Sumait merupakan tokoh pendakwah kotemporer abad ini. Kontribusi pemikirannya pada bidang dakwah di pandang vital, khususnya untuk membina kemajuan umat yang bernuansa khairul ummah. Adapun tujuan penulisan ini adalah: Pertama, untuk mengetahui konsep pemikiran Dr. Abdul Rahman al-Sumait dalam aktivitas dakwah. Kedua, untuk mengetahui strategi dan metode pendekatan yang digunakan Dr. Abdul Rahman al-Sumait dalam menjalankan aktivitas dakwah. Ketiga, untuk mengetahui kontribusi pemikiran Dr. Abdul Rahman al-Sumait dalam aktivitas dakwah. Keempat, untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi Dr. Abdul Rahman al-Sumait dalam bidang dakwah.  Penelitian ini, merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsep pemikiran Dr. Abdul Rahman al-Sumait dalam aktivitas dakwah merupakan sebuah sistem yang saling berhubungan antara keahlian dalam ilmu kedokteran, kemanusiaan dan ilmu agamanya. Ini yang membedakan Dr. Abdul Rahman al-Sumait dengan pendakwah lain. Hasil penelitian juga menunjukkan, bahwa Dr. Abdul Rahman al-Sumait merupakan tokoh pendakwah yang fleksibel karena strategi dan metode pendekatan dakwah yang digunakan sesuai dengan posisi dan kondisi dakwah. Kontribusi Dr. Abdul Rahman al-Sumait adalah mengislamkan non-Muslim yang dirintis dengan kelelahan dan pengorbanan dari setiap hambatan ketika menjalankan aktivitas dakwah di Afrika.

KONSEP DAKWAH TUAN GURU NIK ABDUL AZIZ NIK MAT DALAM PEMBINAAN KEISLAMAN RAKYAT NEGERI KELANTAN

Abdullah, Muhammad Izdihar

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penulisan artikel ini dilatarbelakangi oleh pendekatan yang dipilih Tuan Guru Nik Aziz dalam memimpin dan mendidik umat sesuai dengan kaedah  Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep dakwah, metode dakwah, serta kontribusi Tuan Guru Nik Abdul Aziz Nik Mat dalam pembinaan ke-Islaman rakyat Negeri Kelantan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertumpu pada konsep dakwah Tuan Guru Nik Aziz. Lokasi penelitian ini berlangsung di Negeri Kelantan tepatnya di sekitar Pulau Melaka dan sekitar kawasan Kota Bharu. Teknik pengumpulan datanya menggunakan studi literatur dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian di olah dengan metode content analisis, khususnya data-data yang terkait dengan literatur. Sedangkan dalam penjabarannya dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa konsep pembinaan ke-Islaman yang dilakukan oleh Tuan Guru Nik Abdul Aziz telah memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan rakyat Negeri Kelantan, baik pada bidang agama, sosial, ekonomi, pendidikan dan politik. Ia dikenal sebagai seorang ulama yang berperan besar dalam mencetuskan aspirasi baru dan menggerakkan perjuangan dalam mengembangkan kejayaan Islam. Ia juga seorang insan yang multitalenta, karena selain pendakwah dan ulama, Tuan Guru juga di kenal sebagai tokoh politik, dan pemimpin umat Islam. Pada bidang dakwah,  Ia membina rakyat negeri Kelantan dengan pendidikan agama.

FUNGSI STRATEGIS TUHA PEUT DALAM MELAKUKAN PENGAWASAN DAN PENCEGAHAN KORUPSI DANA GAMPONG

Suganda, Delfi

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gampong adalah pemerintahan terendah dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini, gampong ataupun desa diberikan kewenangan yang besar dalam melakukan tatakelola pemerintahan desa terutama dalam mengelola keuangan gampong. Tuha peut diberikan kewenangan dalam melaksanakan fungsi pengawasan, terutama mengawasai kinerja pemerintahan gampong. Rumusan masalah pada penelitian ini dibatasi pada bagaimanakah peran tuha peut dalam melakukan pencegahan korupsi dana gampong? Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif sebagai proses untuk memberikan pemahaman yang komplek yang terjadi pada interaksi manusia.

PARADIGMA METODOLOGI DAKWAH DAN PERUBAHAN SOSIAL PADA MAJELIS TAKLIM

Khadijah, Khadijah

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin termetodologikan kegiatan dakwah maka dalam perubahan sosialnya akan semakin membentuk umat yang berperadaban (masyarakat madani/civil society). Penemuan penelitian lainnya mengukuhkan, bahwa metodologi ilmu komunikasi dapat diterapkan untuk membangun metodologi ilmu dakwah. Jenjang keilmuan ilmu komunikasi sejajar dengan jenjang keilmuan dakwah. Penulis memformulasikan metodologi ilmu dakwah dalam empat hal, yaitu tablig (information); tagyīr (change); al-binā (development); dan al-mujtama?? al-madani (civil society). Penelitian ini memperkuat pendapat Hamid Mowlana (2002) dan Andi Faisal Bakti (2010) yang menyatakan bahwa sesuai dengan perubahan sosial, dakwah seharusnya melibatkan secara aktif seluruh komponen-komponennya sehingga mampu membentuk suatu masyarakat yang berperadaban. Penelitian ini sekaligus juga menyanggah pendapat Max Weber (1946) yang menyatakan ajaran Islam mempunyai sikap anti akal dan sangat menentang ilmu pengetahuan, sehingga tidak mungkin menjadi agen perubahan sosial. Dalam perubahan sosial, peranan dakwah selain berfungsi sebagai penyampai informasi juga sebagai sarana mendidik, mengkritik, pengawasan sosial, menjaga lingkungan, pengembangan keilmuwan, membangun kesejahteraan umat, memberdayakan masyarakat untuk hidup lebih produktif dan berperadaban. Dakwah bukan hanya sekedar disampaikan tapi harus diterapkan secara tepat pada tempat, waktu dan sasaran. Sumber utama dari penelitian ini didapatkan melalui studi kepustakaan (library research) dengan mengacu kepada literatur-literatur dakwah. Data-data dakwah kontemporer yang diperoleh dari literatur ditunjang dengan data studi turasts Islam. Sebagai studi lapangan penelitian ini meneliti perubahan sosial pada objek penyelenggaraan Majelis Taklim. Semua buku dan sumber lainnya dikumpul untuk dianalisa dengan pendekatan kerangka ilmu sosial untuk memformulasikan hadirnya konsep perubahan sosial paradigma baru Majlis Taklim dan penerapannya.

KEBIJAKAN PIMPINAN DALAM MEMOTIVASI KERJA PEGAWAI BAITUL MAL ACEH

Zabir, Muzakir

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Problem inti motivasi yang berkaitan dengan kepemimpinan adalah bagaimana cara seorang pimpinan menggerakkan sekelompok orang yang masing-masing memiliki kebutuhan yang khas dan kepribadian unik untuk bekerja sama menuju pencapaian sasaran-sasaran organisasi. Begitu juga halnya dengan problem pimpinan di organisasi Baitul Mal Aceh, beberapa tindakan dan kebijakan harus di lakukan untuk memotivasi para pegawai agar tujuan yang ditetapan dapat tercapai. Lebih jauh artikel ini ingin mengkaji tentang kebijakan pimpinan dalam memotivasi kerja pegawai di Baitul Mal Aceh. Hal ini penting dilakukan terutama untuk mengetahui pola dan metode pimpinan dalam sebuah pengambilan kebijakan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif dengan analisis datanya menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa  implementasi kebijakan pemimpin dalam memotivasi semangat kerja pegawai Baitul Mal Aceh adalah dengan memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap karyawan. Di antara kendala Pimpinan Baitul Mal Aceh dalam memotivasi kerja pegawai adalah banyaknya pegawai yang belum pernah mengikuti pelatihan khususnya pelatihan manajemen zakat, bahkan ada yang belum pernah sama sekali sehingga kondisi ini membuat karyawan tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu.

SISTEM REHABILITASI KORBAN NARKOBA MELALUI PENDEKATAN DAKWAH DI YAYASAN TABINA ACEH KABUPATEN ACEH BESAR

Habibi, Khairul

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Narkoba berdampak buruk serta menimbulkan banyak keluhan sampai merenggut nyawa para penggunanya. Ini merupakan masalah serius untuk dihadapi bersama sehingga pemerintah Aceh Besar membentuk Yayasan Tabina Aceh untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui program rehabilitasi korban narkoba yang dilakukan Yayasan Tabina Aceh selama ini dan untuk mengetahui keberhasilan dan kendala yang dihadapi Yayasan Tabina Aceh dalam rehabilitasi korban narkoba serta untuk mengetahui sistem rehabilitasi korban narkoba dengan pendekatan dakwah di Yayasan Tabina Aceh. Penelitian ini termasuk pada penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Bedasarakan hasil penelitian, program rehabilitasi yang dijalankan oleh Yayasan Tabina Aceh sudah tergolong baik, yaitu melalui cara isolasi, detoksifikasi, pemberian obat secara medis. Sistem rehabilitasi korban narkoba di Yayasan Tabina Aceh dilakukan melalui pendekatan dakwah, seperti melalui ibadah shalat, puasa, zikir, tausiah agama, membaca al-Quran dan ruqiyah syar??iyah. Sedangkan kendala yang dialami dalam rehabilitasi diantaranya keterlambatan pada pola berpikir, depresi, enggan dan kurangnya dukungan keluarga dalam membantu korban untuk mendapatkan kesembuhan.

PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM MENCEGAH LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER (LGBT) DI BANDA ACEH

Kemala, Putri

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pencegahan adalah bentuk kepedulian dan kewajiban berdakwah agar terhindar dari kemaksiatan guna melahirkan masyarakat Islami. Pencegahan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) adalah suatu proses yang dijalankan oleh pemerintah Kota Banda Aceh melalui Wilayatul Hisbah selaku badan yang mengawasi pelaksanaan syariat Islam dengan tujuan terlaksananya syariat Islam baik dari segi akidah, ibadah dan Syariat Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran Wilayatul Hisbah dalam mencegah LGBT di Banda Aceh. Di lihat dari sifatnya, penelitian ini termasuk pada penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh, tepatnya pada lembaga Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh. Oleh karena itu, penelitian ini tergolong pada penelitian lapangan (field research) dengan teknik pengumpulan datanya diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisisnya dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan, bahwa langkah dan strategi Wilayatul Hisbah dalam mencegah lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Banda Aceh adalah dengan sosialisasi, baik dalam bentuk patroli rutin, kunjungan ke sekolah-sekolah, maupun kunjungan ke tempat-tempat yang terindikasi sering terjadinya pelanggaran. Di antara faktor penghambat Wilayatul Hisbah dalam mencegah LGBT di Banda Aceh adalah kurangnya dukungan masyarakat dan pemerintah. Adapun solusi yang efektif terhadap pembentukan generasi anti LGBT di Banda Aceh adalah dengan meningkatkan kesadaran kepada orang tua melalui sosialisasi khusus terkait pola asuh anak sesuai ajaran Islam, penanaman pemahaman tentang bahaya liwath, musahaqah dan resiko jika anak menjadi LGBT. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya penanaman pemahaman kepada masyarakat, selain juga melakukan pemberdayaan bagi setiap pegawai Wilayatul Hisbah agar timbul kesadaran, tanggung jawab serta mampu bekerja dengan penuh keihklasan.