cover
Filter by Year
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam merupakan salah satu jurnal berbasis open-access yang turut berkontribusi dalam meningkatkan khazanah keilmuan, khususnya di Indonesia terkait relevansinya dalam pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administasi. Jurnal Al-Idarah dikelola dan diterbitkan secara berkala oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan UIN Ar-Raniry yang bekerjasama dengan Prodi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Secara umum, Jurnal Al-Idarah menerima dan menerbitkan beragam tulisan dan hasil penelitian ilmiah terkait tema pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi ditinjau dari segala aspek. Lebih khusus, terkait pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islam, seperti Pengembangan Manajemen Dakwah, Masjid, Zakat-Infaq-Shadaqah, Haji, Organisasi Islam, dan berbagai pengembangan dan penerapan ilmu manajemen dan administrasi Islami lainnya.
Articles
18
Articles
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI TRADISI MAWAH (STUDI KASUS PEMELIHARAAN TERNAK SAPI DI DESA MIBO KECAMATAN BANDA RAYA BANDA ACEH)

Furqan, Furqan

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pemberdayaan merupakan upaya untuk mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu. Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu menjadi masyarakat yang berdaya secara fisik, ekonomi maupun sosial. Mudharabah (Mawah) adalah suatu usaha di mana pihak yang memiliki modal namun tidak mampu berbisnis dan pihak yang mampu berbisnis namun tidak memiliki modal saling bekerja sama untuk mencari keuntungan. Pemberdayaan masyarakat melalui tradisi Mawah adalah sebuah upaya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu menjadi terberdaya (berkemampuan) dengan cara melakukan kegiatan bagi hasil (Mawah) sehingga masyarakat yang melakukan pemberdayaan melalui tradisi Mawah ini mampu menjalankan kehidupan ekonomi dan sosialnya secara baik. Pola yang diterapkan dalam sistem bagi hasil (Mawah) telah dilakukan sejak dahulu dan berlaku hingga sekarang. Hingga saat ini mereka telah bertahun-tahun menjadi peternak sapi dan masih menjalankannya hingga sekarang. Dampak dari pemberdayaan melalui Mawah sapi ini dapat membantu mereka untuk menjadi keluarga yang dapat dikategorikan sebagai keluarga yang sejahtera. Keuntungan yang didapat dari tradisi Mawah ini mereka gunakan untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari, membiayai pendidikan anak, membeli kendaraan, serta kebutuhan akan tempat tinggal.

PENARI DAN PEMAHAMANNYA TERHADAP PESAN DAKWAH DALAM SYA’IR TARI RATEEB MEUSEUKAT

Ariyani, Dellya, Chairawati, Fajri

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini memfokuskan kajian tentang ”Penari dan pemahamannya terhadap pesan dakwah dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat’’. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat? dan bagaimana perspektif penari terhadap pesan dakwah yang terdapat dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat dan juga untuk mengetahui pemahaman penari dalam memahami pesan dakwah yang terdapat dalam syair tari Rateeb Meuseukat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh berasal dari hasil wawancara dan dokumentasi, khususnya dengan penari Rateeb Meuseukat di Sanggar Seni Seulaweuet. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kualitatif dan kemudian dideskripsikan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pesan dakwah yang terkandung dalam sya’ir tarian Rateeb Meuseukat berupa ajakan kepada umat manusia agar selalu ingat kepada kematian dan juga selalu beribadah kepada Allah SWT. Sya’ir tarian Rateeb Meuseukat mengandung beberapa nasehat dalam menjalani hidup di dunia ini. Dari perspektif penari, hasil yang ditemukan adalah masih banyaknya penari yang belum mengetahui dan memahami keseluruhan isi dari pesan dakwah yang terdapat dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat karena susahnya memahami bahasa Aceh yang digunakan dalam lirik sya’ir tarian ini. Penari juga belum mampu menyampaikan pesan dakwah yang terdapat dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat kepada penonton dikarenakan lebih fokus kepada gerakan sehingga belum mampu menghayati pesan dakwah yang terkandung dalam sya’ir tari Rateeb Meuseukat.

SISTEM REHABILITASI KORBAN NARKOBA MELALUI PENDEKATAN DAKWAH DI YAYASAN TABINA ACEH KABUPATEN ACEH BESAR

Habibi, Khairul

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Narkoba berdampak buruk serta menimbulkan banyak keluhan sampai merenggut nyawa para penggunanya. Ini merupakan masalah serius untuk dihadapi bersama sehingga pemerintah Aceh Besar membentuk Yayasan Tabina Aceh untuk merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui program rehabilitasi korban narkoba yang dilakukan Yayasan Tabina Aceh selama ini dan untuk mengetahui keberhasilan dan kendala yang dihadapi Yayasan Tabina Aceh dalam rehabilitasi korban narkoba serta untuk mengetahui sistem rehabilitasi korban narkoba dengan pendekatan dakwah di Yayasan Tabina Aceh. Penelitian ini termasuk pada penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Bedasarakan hasil penelitian, program rehabilitasi yang dijalankan oleh Yayasan Tabina Aceh sudah tergolong baik, yaitu melalui cara isolasi, detoksifikasi, pemberian obat secara medis. Sistem rehabilitasi korban narkoba di Yayasan Tabina Aceh dilakukan melalui pendekatan dakwah, seperti melalui ibadah shalat, puasa, zikir, tausiah agama, membaca al-Quran dan ruqiyah syar’iyah. Sedangkan kendala yang dialami dalam rehabilitasi diantaranya keterlambatan pada pola berpikir, depresi, enggan dan kurangnya dukungan keluarga dalam membantu korban untuk mendapatkan kesembuhan.

PERAN WILAYATUL HISBAH DALAM MENCEGAH LESBIAN, GAY, BISEKSUAL DAN TRANSGENDER (LGBT) DI BANDA ACEH

Kemala, Putri

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pencegahan adalah bentuk kepedulian dan kewajiban berdakwah agar terhindar dari kemaksiatan guna melahirkan masyarakat Islami. Pencegahan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) adalah suatu proses yang dijalankan oleh pemerintah Kota Banda Aceh melalui Wilayatul Hisbah selaku badan yang mengawasi pelaksanaan syariat Islam dengan tujuan terlaksananya syariat Islam baik dari segi akidah, ibadah dan Syariat Islam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran Wilayatul Hisbah dalam mencegah LGBT di Banda Aceh. Di lihat dari sifatnya, penelitian ini termasuk pada penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Banda Aceh, tepatnya pada lembaga Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh. Oleh karena itu, penelitian ini tergolong pada penelitian lapangan (field research) dengan teknik pengumpulan datanya diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisisnya dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan, bahwa langkah dan strategi Wilayatul Hisbah dalam mencegah lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di Banda Aceh adalah dengan sosialisasi, baik dalam bentuk patroli rutin, kunjungan ke sekolah-sekolah, maupun kunjungan ke tempat-tempat yang terindikasi sering terjadinya pelanggaran. Di antara faktor penghambat Wilayatul Hisbah dalam mencegah LGBT di Banda Aceh adalah kurangnya dukungan masyarakat dan pemerintah. Adapun solusi yang efektif terhadap pembentukan generasi anti LGBT di Banda Aceh adalah dengan meningkatkan kesadaran kepada orang tua melalui sosialisasi khusus terkait pola asuh anak sesuai ajaran Islam, penanaman pemahaman tentang bahaya liwath, musahaqah dan resiko jika anak menjadi LGBT. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan upaya penanaman pemahaman kepada masyarakat, selain juga melakukan pemberdayaan bagi setiap pegawai Wilayatul Hisbah agar timbul kesadaran, tanggung jawab serta mampu bekerja dengan penuh keihklasan.

KONSEP DAKWAH ENTREPRENEUR MENURUT ABDURRAHMAN BIN AUF

Muliana, Muliana

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Konsep dakwah entrepreneur menurut Abdurrahman bin Auf merupakan suatu pekerjaaan dan tugas kewajiban yang menggunakan ajaran-ajaran dan nilai-nilai syariat Islam yang keberhasilannya akan menambah dekatnya jiwa kepada Allah SWT. Adapun tujuan artikel ini untuk mengetahui konsep dakwah entrepreneur menurut Abdurrahman bin Auf sehingga dapat menjadi panutan untuk wirausaha lain. Untuk memperoleh data penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data menggunakan penelitian perpustakaan (library reseach). Sedangkan teknik pengumpulan data ditempuh melalui studi dokumentasi, mengidentifikasi wacana dari buku-buku, artikel, jurnal, web, ataupun informasi terkait lainnya. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa konsep dakwah entrepreneur yang ditanamkan oleh Abdurrahman bin Auf adalah hidup dengan bisnis yang tidak pernah menjual barang yang cacat, mandiri, berani memulai usaha dari nol. Hasil peneltian juga menunjukkan bahwa metode atau rahasia dalam menjalankan bisnisnya, Abdurrahman bin Auf memiliki kepercayaan yang tinggi, memulai sesuatu bisnis yang halal, mulai dari modal, proses, hingga penjualan berdasarkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam. Abdurrahman bin Auf juga membangun team kerja yang tangguh, mempunyai keyakinan yang besar, melakukan ekspor dan impor barang, menjaga kepercayaan relasi bisnis, bahkan sangat rajin bersedekah dan berinfak di jalan Allah SWT. Selain dari nilai-nilai dakwah yang ditanamkan oleh Abdurrahman bin Auf di dalam menjalankan bisnisnya, dakwah entrepreneur yang dijalankan oleh Abdurrahman bin Auf juga mempunyai relevansi dalam konteks kekinian, seperti menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, nilai kemandirian, dan nilai sedekah atau infak di jalan Allah SWT dengan hartanya. Oleh karena itu, secara umum konsep dakwah entrepreneur Abdurrahman bin Auf dapat diaplikasikan bagi masyarakat muslim, dan lebih khusus bagi calon entrepreneur muslim masa depan.

PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING TERHADAP BRAND TRUST PADA FOLLOWERS INSTAGRAM DOMPET DHUAFA CABANG YOGYAKARTA

Zulfikar, Alif Ryan, Mikhriani, Mikhriani

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang social media marketing, sebuah teknik pemasaran menggunakan media sosial yang baru berkembang pesat saat ini. Banyak perusahaan yang telah menggunakannya termasuk lembaga nirlaba seperti Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta. Dengan tersedianya jaringan yang terhubung diseluruh penjuru dunia. Teknik ini bisa dimanfaatkan untuk membuktikan bukti sosial lembaga tersebut untuk membangun brand trust. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh social media marketing terhadap terhadap brand trust pada followers Instagram Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan melakukan survei online kepada followers akun Instagram Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta yang berjumlah 100 sampel. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif kuantitatif, uji asumsi (uji normalitas, uji linieritas, dan uji heteroskedastisitas), dan regresi linier sederhana dengan uji hipotesis (uji t dan uji koefisien determinasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand trust. Dengan melihat nilai beta pada kolom unstandardized coefficients adalah 0,398 dan uji t diketahui nilai t hitung adalah 10,835 lebih besar dari t tabel dengan nilai 1,658. Nilai R square adalah 0,545, berarti bahwa sebesar 54,5% brand trust yang terjadi dapat dijelaskan dengan variabel social media marketing.

MASJID DAN KEMISKINAN (Refleksi Hasil Penelitian ”Pemanfaatan Dana Masjid untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat”)

Ibrahim, Maimun

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini merupakan refleksi dari hasil penelitian yang membahas tentang pemanfaatan dana masjid untuk pemberdayaan ekonomi umat. Dasar pemikiran yang dikembangkan beranjak dari tesa bahwa masjid merupakan sentral ibadah dan pembinaan umat. Sampai tahun 2010 jumlah masjid dan mushalla di Indonesia sudah mencapai 800.000 buah, sementara Provinsi Aceh memiliki 3.212 buah masjid. Secara kuantitatif, jumlah ini cukup menggembirakan walaupun realita kualitatif masih sangat memprihatinkan. Keprihatinan ini mencuat karena ternyata banyaknya jumlah masjid tidak disertai kesemarakan umat Islam dalam memakmurkan masjid. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi masjid dalam Kota Banda Aceh, yaitu Masjid Baitu-al Mu’minin Kecamatan Ulee Kareng, Masjid Al-Furqan, Beurawe Kecamatan Kuta Alam dan Masjid Babu-an Najah Desa Surin Kecamatan Meuraxa. Pemilihan 3 lokasi Kecamatan di atas karena peneliti sering melakukan shalat di masjid tersebut dan sudah melakukan survey awal, dan terdapat banyak dana yang dimiliki masjid. Metode yang digunakan dengan wawancara mendalam terhadap pimpinan BKM, Imam Masjid dan tokoh masyarakat. Hasilnya adalah tersedianya dana yang cukup memadai pada beberapa masjid terutama di Kota Banda Aceh seperti Masjid Baitu al-Mukminin Desa Lamteh Rp. 26 juta, Masjid Al-Furqan Beurawe Rp. 155.255.125,-, Masjid Babun Najah Desa Surin Kecamatan Meuraxa Rp. 36 juta lebih. Adapun sumber dana masjid 90% dari sumbangan masyarakat setempat, sumbangan dari donatur baik di luar maupun di dalam lokasi masjid. Sumber dana yang tersedia di masjid tidak digunakan bahkan sama sekali untuk pemberdayaan ekonomi umat. Adapun alasan tidak digunakannya dana tersebut untuk pemberdayaan ekonomi antara lain karena tidak dibolehkan oleh hukum syaraʻ, karena dana tersebut diperuntukkan untuk keperluan masjid. Alasan lain adalah belum terpikirkan program pemberdayaan ekonomi umat karena belum pernah dilakukan oleh pengurus sebelumnya dan alasan-alasan lain.

METODE KEPEMIMPINAN TEUNGKU MUHAMMAD AMIN (ABU TUMIN ) DALAM PEMBENTUKAN KADER ISLAMI

Raihan, Raihan, Binti Roslan, Nor Syuhada

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Teungku Muhammad Amin atau yang biasa dikenal dengan Abu Tumin merupakan salah seorang ulama kharismatik di Aceh. Kepemimpinan Abu Tumin dapat ditinjau dari dua sisi, yaitu sebagai pemimpin manajemen dakwah sekaligus sebagai pemimpin dakwah. Kepemimpinan manajemen dakwahnya dapat ditinjau dari keberadaannnya sebagai pemimpin dalam mengatur dan mengelola Dayah Al-Madinatuddiniyah Babusssalam. Sedangkan kepemimpinan dakwah Abu Tumin dapat ditinjau dari kiprahnya sebagai seorang ulama dan konsen dalam menyebarkan dakwah Islamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode kepemimpinan Abu Tumin di Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kabupaten Bireuen, serta untuk mengetahui metode Abu Tumin dalam membentuk kader Islami di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis yang didapatkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa metode kepemimpinan Abu Tumin di Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh Kabupaten Bireuen diaplikasikan dengan memberikan perintah, memberikan penghargaan dan hukuman, menjadi teladan, membina persatuan dan menciptakan disiplin santri. Sedangkan metode Abu Tumin dalam membentuk kader Islami di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh dijalankan melalui metode informal dan metode formal, yaitu dengan mendidik anak-anaknya dengan pengetahuan agama, memimpin dayah, mengajar kitab-kitab kuning di dayah, berceramah agama di dayah, berceramah agama kepada santri, menasehati santri, serta memberi kesempatan pada santri senior untuk mengajar dan menjadi pengurus dayah.

IDENTIFIKASI AYAT-AYAT DAKWAH DALAM AL-QUR`AN

Yusuf, Maimun, Zain, Arifin, Fuadi, Maimun

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Di dalam al-Qur`an ditemukan banyak ayat yang memerintahkan kewajiban melaksanakan dakwah. Dari sejumlah ayat tersebut, perintah dakwah adakalanya menggunakan kata yang berbeda-beda, seperti tabligh, nashihat, tarbiyah, tabsyir, tanzhir dan kata-kata lain yang perlu diteliti dan diidentifikasi kriterianya secara seksama. Artikel ini bertujuan untuk menemukan kriteria ayat-ayat al-Qur`an yang dapat dikategorikan sebagai ayat-ayat dakwah, dan bentuk kata-kata yang digunakan al-Qur’an yang semakna dengan makna dakwah. Tulisan ini tergolong pada penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis kualitatif. Sumber data primernya kitab suci al-Qur`an, tepatnya ayat-ayat yang berkenaan dengan perintah dakwah, serta bahan-bahan tertulis lainnya terkait metode tafsir al-Qur’an, seperti metode tafsir maudhu’i. Teknik analisis datanya dilakukan melalui metode content analisis. Berdasarkan hasil kajian ditemukan, bahwa terdapat beragam bentuk kata teknis yang diperkenalkan al-Qur’an yang semakna dengan makna dakwah. Beragamnya kata yang semakna dengan makna dakwah dapat dipahami bahwa al-Qur`an memiliki vocabulary yang demikian kaya sehingga penggunaan katanya lebih beragam. Selain itu, di dalam implementasinya, dakwah dapat dilihat dari multi sudut pandang sehingga harus menggunakan kata-kata yang lebih sesuai dengan kondisi manusia yang dihadapi. Di antara beberapa kriteria atau karakteristik khusus yang membedakan ayat-ayat dakwah dengan kelompok ayat lainnya adalah: ayat-ayat dakwah memuat norma dasar yang bersifat global; mengandung unsur perintah (suruhan) yang jelas (sharih al-amr) dan larangan (sharih al-nahy); keterhubungan ayat-ayat dakwah dengan masalah akidah, akhlak, muamalah, termasuk wa’ad dan wa’id; dan ayat-ayat dakwah di dalam al-Qur’an juga menggunakan bahasa yang luas, luwes, tegas dan akurat.

PESAN DAKWAH FELIX SIAUW DI MEDIA SOSIAL (PERSPEKTIF MEANING AND MEDIA)

Farhan, Farhan

Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan untuk menganalisis secara kritis tentang dakwah era gadget perspektif meanings dan media: studi pesan dakwah Felix Siauw (1984-2015) di media sosial periode Maret 2015. Dengan menggunakan perspektif teori meanings and media (Branston dan Stafford, 2003: 9-33), penelitian ini mencoba menelaah pesan dakwah yang disampakan da’i melalui media sosial. Da’i diposisikan sebagai sign, pesan dakwah sebagai signifier dan Felix Siauw sebagai signified. Penelitian ini merupakan studi kasus pada media massa online. Sumber data penelitian didapatkan dari dokumentasi online. Pesan dakwah tersebut ditulis pada facebook (visual) periode Maret 2015. Analisis kualitatif deksriptif digunakan untuk menganalisa data yang telah terkumpul. Berdasarkan hasil penelitian, pesan dakwah yang disampaikan Felix Siauw melalui media sosial menunjukkan karakteristik yang unik. Pertama, intisari pesan adalah ketauhidan sebagai implementasi dari amar ma’ruf nahi munkar dengan membidik problematika kekinian. Kedua, objek pesan dielaborasi dengan pangsa pasar masyarakat melek teknologi. Ketiga, pesan didominasi adanya indikasi pemurnian Islam di Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.