KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal KALAMATIKA merupakan jurnal di bawah naungan Program Studi Pendidikan Matematika dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2527-5607 & P-ISSN: 2527-5615. Jurnal KALAMATIKA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dalam cakupan bidang Pendidikan Matematika. Tulisan dapat berupa diseminasi hasil penelitian, telaah pustaka ilmiah yang komprehensif atau resensi dari buku ilmiah. Setiap naskah yang diterbitkan terlebih dahulu dilakukan proses peer-review dengan sifat double-blind review. Untuk terbitan per November 2017 Jurnal KALAMATIKA menggunakan template baru yang dilengkapi dengan identitas artikel yang lebih komprehensif.
Articles 56 Documents
PENGGUNAAN MODEL PjBL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MAHASISWA DALAM MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Kurniawan, Dede Trie

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.154 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no2.2017pp207-220

Abstract

This study aimed to analyze the level of achievement of the objectives in improving the use of the model PPA creativity mathematics student teachers to create media-based learning of local culture Cirebon. One of the skills that must be owned by prospective teachers of mathematics are capable and able to prepare and use instructional media in the process of teaching and learning activities in class. One of the subjects that prepare prospective teachers of mathematics, in order to have a good competence in the use of instructional media, is Multimedia learning of mathematics subject for third level students with 2 credits point. Culture and local wisdom of Cirebon can be used as one form of media innovative learning in mathematics. It is time for local wisdom cirebon be a source of learning for students. Through the course of learning media is expected student teachers can get to know the culture. The introduction of local culture to students urgently needed so that they can live their culture and themselves. The activities of creative thinking in question is how the students will be the link between learning theory, knowledge of instructional media and cultural wisdom of Cirebon

MODEL PENGAJARAN DAN PELATIHAN STRATEGI KOGNITIF (MODEL P2SK) YANG MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF

Buhaerah, Buhaerah

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.349 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp162-170

Abstract

Model pengajaran dan pelatihan strategi kognitif ini menjadi salah satu acuan atau contoh untuk mendesain pembelajaran. Secara praktis, model ini menjadi petunjuk dalam meintegrasikan aspek-aspek berpikir kritis dan kreatif dengan materi pelajaran. Sehingga tujuan pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif dapat tercapai sekaligus penguasaan materi pelajaran. Upaya menintegrasikan materi pelajaran dengan aspek-aspek berpikir kritis dan kreatif dalam pembelajaran, diperlukan upaya-upaya yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Atas dasar inilah model pembelajaran ini dikembangkan. Model pengajaran dan pelatihan strategi kognitif disingkat model P2SK yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis terdiri dari beberapa komponen, yaitu: sintaks, sistem sosial, prinsip-prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak instruksional dan pengiring.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DISCOVERY DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

Hadi, Windia

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): KALAMATIKA April 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.078 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no1.2016pp93-108

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dan rendahnya kemampuan penalaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan penalaran siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kelas VIII pada salah satu SMP Negeri di Jakarta Barat. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII-D dan VIII-F yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan penalaran. Analisis data menggunakan uji-t (Independent Sample T-Test) dan Mann Whitney. Berdasarkan analisis data, ditemukan bahwa Peningkatan kemampuan penalaran siswa yang memperoleh pembelajaran discovery dengan pendekatan saintifik lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa.

ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL PEMBUKTIAN GEOMETRI EUCLID DITINJAU DARI GENDER PADA MAHASISWA IKIP BUDI UTOMO MALANG

Yazidah, Nok Izatul

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.305 KB) | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp71-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang jenis, dan penyebab kesalahan mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang dalam menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid serta pengaruh gender dalam menyelesaikan soal pembuktian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) tes yang digunakan untuk mengetahui letak kesalahan mahasiswa dalam menyelesaiakan soal pembuktian Geometri Euclid serta adakah pengaruh gender di dalamnya; (2) wawancara yang digunakan untuk mendapatkan data factor penyebab kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian Kesalahan menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid yang dilakukan mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang diantaranya adalah kesalahan konseptual pada soal no 1 sebayak 32 % sedangkan pada soal no 2 sebanyak 25. 17%, kesalahan prosedural pada soal no 1 sebayak 26,67% sedangkan pada soal no 2 sebanyak 30.83%,serta kesalahan teknis hanya terjadi pada saat mengerjakan soal no 1 yaitu sebayak 0.83%. Perbedaan gender pada saat menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid perbedaannya tidak signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh gender dalam menyelesaikan soal pembuktian geometri Euclid. Banyak penyebab mahasiswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal pembeuktian Geometri Euclid salah satunya adalah mahasiswa kesulitan dalam mencari alasan pada langkah-langkah pembuktian bangun geometri Kata kunci: Kesalahan, Pembuktian, Geometri Euclid, Gender

STRATEGI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS VERSI GEORGE POLYA DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Umar, Wahid

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): KALAMATIKA April 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.492 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no1.2016pp59-70

Abstract

George Polya telah meletakan suatu warisan “pentingnya mengajar dengan pemecahan masalah”. Setiap masalah memiliki “sepuluh strategi” yang tepat dengan “empat” langkah pemecahan sesuai dengan aspek-aspek dan sudut pandangnya masing-masing di dalam menyelesaikan suatu masalah matematis. Topik ini telah menjadi komponen utama dalam kurikulum matematika pada semua tingkatan pendidikan. NCTM dalam standards (1989) mempublikasikan ”The Curriculum and Evaluations Standards for School Mathematics”, yang menekankan bahwa pemecahan masalah harus menjadi fokus dalam kurikulum matematika di sekolah. Ini berarti bahwa pemecahan masalah merupakan salah satu topik yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Tujuan mengajarkan matematika dengan pemecahan masalah adalah: (1) membantu guru memperbaiki keterampilan pemecahan masalah diri sendiri; (2) diberikan kepada guru untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mereka; (3) untuk menyelidiki strategi umum pemecahan masalah; dan (4) bagaimana membuat kata “masalah” dan “pemecahan masalah” menantang dan menarik untuk siswa. Pentingnya para siswa mengalami proses pembelajaran matematika dengan pemecahan masalah matematis. Siswa perlu dipersiapkan dan didorong untuk berpikir bahwa sesuatu itu multi-dimensi sehingga mereka dapat melihat banyak kemungkinan penyelesaian untuk suatu masalah. Dengan demikian, pemecahan masalah matematis dalam pembelajaran matematika merupakan bagian integral dari semua aktivitas matematis. Fokus kajian makalah ini adalah bagaimana strategi pemecahan masalah matematis versi George Polya dan penerapannya dalam pembelajaran matematika.

PENGARUH PEMBELAJARAN REACT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI HABIT OF MIND MAHASISWA

Kurniasih, Meyta Dwi

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.91 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp29-38

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode pembelajaran REACT terhadap kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa calon guru. Penelitian ini dilakukan di program studi Pendidikan Matematika Universtas Muhammadiyah Prof DR HAMKA. Desain penelitian yang digunakan adalah treatment by level 2x2, dengan variabel bebas adalah metode pembelajaran yaitu REACT dan konvensional, variabel terikat adalah kemampuan berpikir kritis matematis, dan variabel moderator adalah habit of mind. Teknik pengambilan sampel yang digunakan cluster random sampling. Hasil penelitian ini ialah pertama pembelajaran REACT efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa sehingga metode ini dapat digunakan dalam perkuliahan Analisis Real bagi calon guru matematika. Kedua, pembelajaran berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa tergantung dengan habit of mind mahasiswa. Ketiga, perkuliahan dengan pembelajaran REACT mahasiswa yang memiliki habit of mind tinggi memiliki skor kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan perkuliahan konvensional. Uji selanjutnya diharapkan untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk mahasiswa yang memiliki habit of mind rendah.

PENGGUNAAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP

Puspitawati, Vincentia Septi, Agasi, Georgius Rocki

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.613 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no2.2017pp147-158

Abstract

The problem of mathematics learning often happens in mathematics teaching that seems far from the real problem. Realistic mathematics learning can help students to understand about mathematics concepts that abstract for them. If the teachers use real context in mathematics learning, students will be more attracted and interested. The purpose of this research is to look at the effect of realistic mathematics learning towards students mathematical disposition. The method of this research is descriptive quantitative. The subjects were 35 students of SMP N 14 Yogyakarta grade 7 and this research held in one month. The instrument is students mathematical disposition scale questionnaire. The students fill the questionnaire before and after they are given a treatment. The result of the questionnaire was analyzed using descriptive statistics, by looking at the average before and after treatment and categorized according to the average value. Based on the results of the descriptive statistical analysis showed that an average of students’ mathematical disposition has increased. The average value of students in pre-treatment is 96.02 with the medium category and then after treatment is given to the 109.44 with the high category

PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN FLIPBOOK MAKER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI SEGITIGA

Haryanti, Fhina, Saputro, Bagus Ardi

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.68 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp147-161

Abstract

Penelitian bertujuan untuk (1) mengembangkan bahan ajar berupa modul matematika berbasis discovery learning berbantuan flipbook maker yang valid untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi segitiga, (2) Menghasilkan modul matematika berbasis discovery learning berbantuan flipbook maker yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi segitiga. Penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE dengan tahap Analysis (Analisis), Desain (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Pada penelitian eksperimen populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII SMP Negeri 1 Mlonggo yang terdiri dari delapan kelas. Dengan teknik “Cluster Random Sampling” didapatkan Kelas VII D sebagai kelas eksperimen dan kelas VII E sebagai kelas kontrol. Hasil validasi ahli rata-rata kelayakan materi sangat baik yaitu 82,03% dan validasi ahli media sangat baik yaitu 81,25%. Angket tanggapan siswa 83,92% yang berkriteria sangan baik. Jadi bahan ajar yang dikembangkan valid untuk diimplementasikan.Hasil penelitian menunjukkan thitung> ttabel yaitu 3.050 >1,67 maka hipotesis H0 ditolak, jadi rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan modul matematika berbasis Discovery Learning berbatuan Flipbook Maker pada materi segitiga lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan modul matematika berbasis Discovery Learning berbantuan Flipbook Maker pada materi segitiga. Sehingga modul tersebut efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa pada materi segitiga.

PENERAPAN MODEL ADVANCE ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SERTA SELF-ESTEEM MATEMATIS SISWA MADRASAH TSANAWIYAH

Alamsyah, Trian Pamungkas, Turmudi, Turmudi

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.131 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp119-128

Abstract

ABSTRAK Tujuan utama penelitian ini untuk menyelidiki pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa serta self-esteem matematis siswa, sebagai akibat dari model Advance Organizer. Penelitian ini adalah peneltian kuasi eksperimen dengan non-equivalent control grup design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MTs Negeri Bayah, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu dengan memilih kelas VIII sebanyak dua kelas sebagai sampel. Satu kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat model Advance Organizer dan satu kelas lagi sebagai kelas kontrol yang mendapat pembelajaran biasa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes kemampuan berpikir kritis dan kreatf matematis, skala self-esteem matematis, serta lembar observasi. Hasil analisis data menggunakan uji-t, uji-t’, dan uji Mann-Whitney menyimpulkan bahwa pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa yang mendapatkan model Advance Organizer lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran biasa; peningkatan self-esteem matematis siswa yang mendapatkan model Advance Organizer tidak lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran biasa. Kata Kunci : Model Advance Organizer, Berpikir Kritis Matematis, Berpikir Kreatif Matematis, Self-Esteem Matematis

PERBANDINGAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA ANTARA DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM BASED LEARNING

Herdiana, Yunita

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.308 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no2.2017pp131-146

Abstract

This research is aimed to investigate the students’ problem-solving competency after learn by using discovery learning model and students’ problem-solving ability after learn by using problem-based learning model. Therefore, this research is aimed to investigate differences problem-solving ability of mathematics between students who get discovery learning model and problem-based learning model. The population used in this research was a student in grade VII in one of junior high school in West Bandung Regency. The sample was student class VII B for the first experiment class and VII C for the second experiment class with 35 students in every class. The method in this research was a quasi experiment by using two group post-test only design. The instrument in this research is post-test about problem-solving of mathematics. Based on the research, it can be concluded that there is a difference between the mathematical problem-solving competency of students who get discovery learning model and problem-based learning model. Nevertheless, the qualification of problem-solving competency between of students who gets discovery learning model and problem-based learning model, are including the medium category