KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal KALAMATIKA merupakan jurnal di bawah naungan Program Studi Pendidikan Matematika dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2527-5607 & P-ISSN: 2527-5615. Jurnal KALAMATIKA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dalam cakupan bidang Pendidikan Matematika. Tulisan dapat berupa diseminasi hasil penelitian, telaah pustaka ilmiah yang komprehensif atau resensi dari buku ilmiah. Setiap naskah yang diterbitkan terlebih dahulu dilakukan proses peer-review dengan sifat double-blind review. Untuk terbitan per November 2017 Jurnal KALAMATIKA menggunakan template baru yang dilengkapi dengan identitas artikel yang lebih komprehensif.
Articles 56 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP

Yenni, Yenni

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): KALAMATIKA April 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.459 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no1.2016pp71-83

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kemampuan pemahaman dan koneksi matematis siswa tingkat SMP yang rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle terhadap kemampuan pemahaman dan koneksi matematiks siswa. Populasi diambil dari siswa SMP Negeri 2 Cikupa Kabupaten Tangerang berjumlah 408 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, terpilih kelas VII C sebagai kelas kontrol berjumlah 44 siswa dan VII D sebagai kelas eksperimen berjumlah 47 siswa. Kelas kontrol diberikan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen diberikan model pembelajaran Learning Cycle. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan Nonequivalent control grup design. Instrument tes berbentuk uraian sebanyak 4 soal pemahaman matematika dan 5 soal koneksi matematika. Uji persyaratan analisis menggunakah Chi Kuadrat dan uji Fisher. Hasil data pretes menunjukkan kelas kontrol dan eksperimen memiliki data yang berdistribusi normal, homogen dan tidak terdapat perbedaan baik kemampuan pemahaman maupun kemampuan koneksi matematika. Hasil data postes kemampuan pemahaman matematika berdistribusi normal, homogen, dan terdapat perbedaan kemampuan pemahaman dan koneksi matematika antara kelas kontrol dan eksperimen. Hasil data postes kemampuan koneksi matematika berdistribusi tidak normal dan terdapat perbedaan kemampuan koneksi matematika antara kelas kontrol dan eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Learning Cycle berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman dan koneksi matematis siswa

PEMETAAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIS SEBAGAI PRASYARAT MATA KULIAH ANALISIS REAL MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA

Perbowo, Krisna Satrio, Pradipta, Trisna Roy

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.51 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp81-90

Abstract

Masalah tentang kemampuan pembuktian matematis telah banyak dikaji oleh para ahli pendidikan matematika baik di dalam maupun di luar negeri. Studi pendahuluan ini untuk memetakan kemampuan pembuktian matematis mahasiswa yang sangat berperan penting dalam mempelajari mata kuliah Analisis Riil dan menganalisis learning obstacle yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih menekankan pada kajian interpretative namun dalam hal tertentu akan disajikan secara deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini diperoleh melalui tes diagnostik terkait pembuktian matematik bentuk langsung, contrapositive, tidak langsung/ kontradiksi, dan counterexample. Subjek penelitian ini merupakan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Analisis Riil yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kebanyakan mahasiswa tidak ingat tentang bentuk-bentuk pembuktian; (2) mahasiswa tidak mampu membuat pembuktian matematika bentuk kontrapositif dan kontradiksi; dan (3) dominan mahasiswa tidak mampu mengaplikasikan pembuktian bentuk counterexample. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan pembuktian matematis mahasiswa tersebut menurut hasil wawancara dengan mahasiswa, bahwa mereka lupa dan belum terbiasa dalam membuat pembuktian matematika dan belum banyak memahami tentang pembuktian matematika.

KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI JEPANG SERTA PERBANDINGANNYA DENGAN DI INDONESIA

Miliyawati, Bety

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): KALAMATIKA April 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.717 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no1.2016pp1-16

Abstract

Kurikulum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan atau pengajaran. Kurikulum memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan: tujuan, materi, metode, organisasi, dan evaluasi, sebagai dasar utama dalam upaya pengembangan sistem pembelajaran di lembaga pendidikan. Pembaharuan kurikulum adalah hal yang mutlak terjadi, sebab pendidikan juga berjalan mengikuti zaman dan perubahan. Seperti halnya di Indonesia, pergantian kurikulum juga terjadi di Jepang, sekalipun tidak dalam frekuensi yang sama. Tujuan pembaharuan kurikulum Jepang adalah dengan harapan dapat memacu kreativitas para guru termasuk guru matematika dalam mengimplementasikan pengalaman belajar kepada peserta. Kurikulum Jepang, pertama kali dikeluarkan pada tahun 1947, bertepatan dengan lahirnya undang-undang pendidikan di Jepang, selanjutnya berkali-kali mengalami perubahan. Panduan tentang muatan pembelajaran di sekolah termuat dalam Gakusyuushidouyouryou. Meskipun majunya pendidikan Jepang dan kemajuan industrinya benar-benar terwujud namun tetap sampai saat ini, pengembangan profesional guru dilakukan secara terus-menerus sebab Jepang menyadari karena miskin sumber daya alam maka pengembangan sumber daya manusia (termasuk guru) perlu dilakukan secara terus-menerus. Dalam makalah ini, penulis mencoba menganalisis kurikulum dan pembelajaran matematika di Jepang serta perbandingannya dengan di Indonesia, dengan harapan dapat menjadi bahan renungan dalam rangka berperan serta secara aktif dalam pengembangan kurikulum dan pembelajaran matematika di Indonesia.

DESAIN BAHAN AJAR MATA KULIAH ALAJABAR LINEAR UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS

Yudi, Mahyudi, Ariani, Nyayu Masyita, Ramadianti, Winda

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.998 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp1-14

Abstract

Studi ini merupakan kegiatan pengembangan yang dilakukan secara kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Dosen merupakan tim peneliti yang akan duduk bersama untuk merancang bahan ajar berdasarkan pengalaman, potensi, dan kondisi yang ada. Dari kegiatan perancangan akan menghasilkan draf bahan ajar. Draf ini dievaluasi berdasarkan evaluasi materi yang meliputi antara lain, kelayakan isi, kebahasaan, ssajian dan kegrafikan serta evaluasi dari segi konstruk antara lain meninjau tentang ketepatan dalam susunan, tidak menimbulkan penafsiran ganda dan benar-benar mengukur kemampuan berfikir kreatif. Selanjutnya draf ini diujicobakan dalam skala kecil sebanyak 10 orang responden yang sudah pernah mendapat kuliah Aljabar Linear dan uji coba lapangan pada kegiatan pembelajaran mata kuliah Aljabar Linear. Modul dan Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM) yang dikembangkan sudah valid dan layak diujicobakan pada proses pembelajaran untuk dapat memfasilitasi kemampuan berfikir kreatif matematis. Bahan ajar tersebut menarik dan dapat menimbulkan motivasi belajar di tengah keterbatasan bahan ajar dan mengurangi rasa malas belajar di rumah. Kata Kunci : modul, LKM, kemampuan berfikir kreatif matematis

PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

Ridwan, Muhamad

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.948 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no2.2017pp193-206

Abstract

Students learn according to their learning style, and every learning styles are affecting the process of mathematical reasoning and learning outcomes. The combination of how to absorb, manage and process information is the definition of learning styles. To maximize the students ability to absorb, manage and process information, first identified learning styles of the students are visual, auditory or kinesthetic (V-A-K). This research aims to reveal the profile of mathematical reasoning abilities of students in terms of learning styles visual, audio and kinesthetic on the material function composition and inverse function. This research is a qualitative descriptive approach ethnography and research subject is grade XI of senior high school. The results of the research of profile learning styles (V-A-K) that profile visual students mathematical reasoning skill, have the ability to manipulate, draw conclusions, giving reasons or evidence is sufficient. While the ability to deliver his argument lacking. Profile auditory students mathematical reasoning skills, have the ability to manipulate, giving reason or evidence, and provide argument or the validity of the answer is both. While the ability gets conclusion to enough. Profile kinesthetic students mathematical reasoning skills have the ability to manipulate and give reasons or evidence is sufficient. The ability to draw conclusions while the less, as well as the ability to provide an answer or the validity of the argument, he answered with a unique and clear

ASOSIASI ANTARA KEMAMPUAN GEOMETRI SPASIAL DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA

Siswanto, Rizki Dwi

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.707 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp141-146

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah asosiasi antara kemampuan geometri spasial dan kemampuan berpikir kreatif matematis. Populasinya adalah siswa kelas VIII di salah satu SMPN di Jakarta dan sampelnya dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat asosiasi antara kemampuan geometri spasial dan berpikir kreatif matematis siswa.

PENERAPAN MODEL TUTORIAL BERBANTUAN MATHEMATICA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS

Suwarno, Suwarno

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): KALAMATIKA April 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.527 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no1.2016pp47-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yang menggunakan pembelajaran model tutorial berbantuan Mathematica dan mahasiswa yang menggunakan pembelajaran tanpa berbantuan Mathematica bila ditinjau secara keseluruhan dan ditinjau dari kategori pengetahuan awal matematika (tinggi, sedang, rendah). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Kalkulus 1 pada salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Tangerang. Perkuliahan Kalkulus 1 terdiri atas 4 kelas dengan jumlah mahasiswa sebanyak 120 orang. Dua kelas dipilih secara Purposive Sampling untuk dijadikan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kedua kelas (60 orang) diberikan pretes dan postes yang berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah. Pada kelas eksperimen diberikan instrument non-tes berupa angket untuk mengetahui respon mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan pembelajaran integral berbantuan Mathematica peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa yang memperoleh pembelajaran integral tanpa berbantuan Mathematica. Selain itu, penggunaan Mathematica dalam proses pembelajaran dapat menciptakan pembelajaran matematika yang interaktif sehingga mahasiswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika.

ANALISIS KESALAHAN DAN SCAFFOLDING DALAM PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL

Sulistyorini, Yunis

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.718 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp91-104

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis kesalahan dan scaffolding yang diterapkan dalam memperbaiki kesalahan matematika mahasiswa ketika menyelesaikan persamaan diferensial. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo Malang yang menempuh matakuliah Persamaan Diferensial. Hasil analisis kesalahan menunjukkan bahwa kesalahan yang muncul dalam menyelesaikan persamaan diferensial adalah kesalahan konseptual, prosedural dan faktual. Secara umum, penyebab kesalahan adalah karena mahasiswa tidak mengoptimalkan pengetahuan awal yang sudah dimiliki terkait konsep turunan dan integral dan mahasiswa belum sepenuhnya memahami konsep dan prosedur dalam penyelesaian persamaan diferensial. Selain itu, mahasiswa juga sering menyelesaikan persamaan diferensial dengan hanya melihat dan meniru contoh yang sudah diberikan. Perbaikan kesalahan dilakukan melalui penerapan scaffolding yang merupakan variasi dari pemberian petunjuk, handout dan penjelasan pada mahasiswa. Variasi penerapan scaffolding juga didampingi dengan pemberian umpan balik dan motivasi terhadap mahasiswa. Variasi penerapan scaffolding ditujukan agar mengoptimalkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan persamaan diferensial. Mahasiswa juga lebih mandiri dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Jadi, selain mampu memperbaiki kesalahannya mahasiswa juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait penyelesaian persamaan diferensial sekaligus meningkatkan sikap dan performanya dalam pembelajaran.

PENGARUH MENGGUNAKAN SOFTWARE MACROMEDIA FLASH 8 TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII

Umam, Khoerul, Yudi, Yudi

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): KALAMATIKA April 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.761 KB) | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol1no1.2016pp84-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya pengaruh Macromedia Flash terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Kelas VIII (delapan) pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Desain penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat peningkatan hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan penggunaan Macromedia Flash 8 dengan hasil rerata pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol . (2) hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaaan Macromedia Flash terhadap hasil belajar matematika siswa setelah didapatkan bahwa thitung=2,910 > 2,002=t(0,975;(58)) dengan taraf signifikansi =0,05.

ADVERSITY QUOTIENT DAN PENALARAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY PADA MATERI TURUNAN FUNGSI

Hidayat, Wahyu

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.219 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp15-28

Abstract

This study is designed in the form of experiment with the design of control group and posttest only aimed at investigating the role of learning that Argument Driven Inquiry (ADI) in improving senior high school students’ creative mathematical reasoning ability. The population of this study was senior high school students’ in Cimahi City and the samples were 69 senior high school students’ set purposively and randomly to be included into the experimental class and control class. Based on the results and discussion, it is concluded that: (1) creative mathematical reasoning ability of the students who received Argument Driven Inquiry (ADI) instruction is better than those who received direct instruction is reviewed based on the whole and the type of Adversity Quotient (Quitter / AQ Low, Champer / AQ Medium, and the Climber / AQ High); Learning factors and type of Adversity Quotient (AQ) affect the achievement of creative mathematical reasoning skills students. In addition, there is no interaction effect between learning and AQ together in developing the creative mathematical reasoning ability of students; (3) creative mathematical reasoning ability of students’ has not been achieved optimally on the indicators novelty.