KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal KALAMATIKA merupakan jurnal di bawah naungan Program Studi Pendidikan Matematika dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2527-5607 & P-ISSN: 2527-5615. Jurnal KALAMATIKA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dalam cakupan bidang Pendidikan Matematika. Tulisan dapat berupa diseminasi hasil penelitian, telaah pustaka ilmiah yang komprehensif atau resensi dari buku ilmiah. Setiap naskah yang diterbitkan terlebih dahulu dilakukan proses peer-review dengan sifat double-blind review. Untuk terbitan per November 2017 Jurnal KALAMATIKA menggunakan template baru yang dilengkapi dengan identitas artikel yang lebih komprehensif.
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017" : 8 Documents clear
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI SEGIEMPAT SISWA SMP

Fitrah, Muh

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.585 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp51-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan peningkatan pemahaman konsep siswa pada konsep matematika materi segiempat serta respon siswa pada pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas bersifat kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 1 Dompu Kelas VIIA sebanyak 34 Orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes, observasi dan wawancara, angket serta dokemen. Data penelitian inipun dianalisis dalam bentuk rata-rata dan persentase kemudian dikombinasikan dengan hasil wawancara yang bersumber dari guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa dapat ditingkatkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah, terbukti pada peningkatan setiap siklus pembelajaran. Hal ini didukung pada aktivitas guru dan siswa berdasarkan langkah-langkah pada pembelajaran berbasis masalah yaitu pada siklus pertama aktivitas guru dengan presentasenya 92,5% meningkat disiklus kedua sebesar 97,5%, sedangkan aktivitas siswa disiklus pertama dengan presentasenya adalah 93,8% dan meningkat pada siklus kedua sebesar 97,69%. Sedangkan pada hasil tes pemahaman konsepnya adalah pada siklus pertama adalah 79, 41% dengan rata-rata nilainya adalah 77,35 dan pada siklus kedua pemahaman konsep matematika siswa meningkat secara signifikan, hal ini terbukti presentasenya adalah 88,24% dengan rata-rata nilainya adalah 84,26. Sehingga pencapaian antara aktivitas guru dan siswa serta pemahaman konsep matematika siswa pada pembelajaran berbasis masalah mendapatkan respon yang positif berdasarkan transkripsi dari siswa, karena siswa merasa senang dengan suasana belajar yang memaksimalkan aktivitas pada kelompok yang dibagikan.

PEMETAAN KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIS SEBAGAI PRASYARAT MATA KULIAH ANALISIS REAL MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA

Perbowo, Krisna Satrio, Pradipta, Trisna Roy

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.51 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp81-90

Abstract

Masalah tentang kemampuan pembuktian matematis telah banyak dikaji oleh para ahli pendidikan matematika baik di dalam maupun di luar negeri. Studi pendahuluan ini untuk memetakan kemampuan pembuktian matematis mahasiswa yang sangat berperan penting dalam mempelajari mata kuliah Analisis Riil dan menganalisis learning obstacle yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang lebih menekankan pada kajian interpretative namun dalam hal tertentu akan disajikan secara deskriptif kuantitatif. Data penelitian ini diperoleh melalui tes diagnostik terkait pembuktian matematik bentuk langsung, contrapositive, tidak langsung/ kontradiksi, dan counterexample. Subjek penelitian ini merupakan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Analisis Riil yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kebanyakan mahasiswa tidak ingat tentang bentuk-bentuk pembuktian; (2) mahasiswa tidak mampu membuat pembuktian matematika bentuk kontrapositif dan kontradiksi; dan (3) dominan mahasiswa tidak mampu mengaplikasikan pembuktian bentuk counterexample. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan pembuktian matematis mahasiswa tersebut menurut hasil wawancara dengan mahasiswa, bahwa mereka lupa dan belum terbiasa dalam membuat pembuktian matematika dan belum banyak memahami tentang pembuktian matematika.

DESAIN BAHAN AJAR MATA KULIAH ALAJABAR LINEAR UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF MATEMATIS

Yudi, Mahyudi, Ariani, Nyayu Masyita, Ramadianti, Winda

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.998 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp1-14

Abstract

Studi ini merupakan kegiatan pengembangan yang dilakukan secara kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Dosen merupakan tim peneliti yang akan duduk bersama untuk merancang bahan ajar berdasarkan pengalaman, potensi, dan kondisi yang ada. Dari kegiatan perancangan akan menghasilkan draf bahan ajar. Draf ini dievaluasi berdasarkan evaluasi materi yang meliputi antara lain, kelayakan isi, kebahasaan, ssajian dan kegrafikan serta evaluasi dari segi konstruk antara lain meninjau tentang ketepatan dalam susunan, tidak menimbulkan penafsiran ganda dan benar-benar mengukur kemampuan berfikir kreatif. Selanjutnya draf ini diujicobakan dalam skala kecil sebanyak 10 orang responden yang sudah pernah mendapat kuliah Aljabar Linear dan uji coba lapangan pada kegiatan pembelajaran mata kuliah Aljabar Linear. Modul dan Lembar Kegiatan Mahasiswa (LKM) yang dikembangkan sudah valid dan layak diujicobakan pada proses pembelajaran untuk dapat memfasilitasi kemampuan berfikir kreatif matematis. Bahan ajar tersebut menarik dan dapat menimbulkan motivasi belajar di tengah keterbatasan bahan ajar dan mengurangi rasa malas belajar di rumah. Kata Kunci : modul, LKM, kemampuan berfikir kreatif matematis

ANALISIS KESALAHAN DAN SCAFFOLDING DALAM PENYELESAIAN PERSAMAAN DIFERENSIAL

Sulistyorini, Yunis

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.718 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp91-104

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis kesalahan dan scaffolding yang diterapkan dalam memperbaiki kesalahan matematika mahasiswa ketika menyelesaikan persamaan diferensial. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo Malang yang menempuh matakuliah Persamaan Diferensial. Hasil analisis kesalahan menunjukkan bahwa kesalahan yang muncul dalam menyelesaikan persamaan diferensial adalah kesalahan konseptual, prosedural dan faktual. Secara umum, penyebab kesalahan adalah karena mahasiswa tidak mengoptimalkan pengetahuan awal yang sudah dimiliki terkait konsep turunan dan integral dan mahasiswa belum sepenuhnya memahami konsep dan prosedur dalam penyelesaian persamaan diferensial. Selain itu, mahasiswa juga sering menyelesaikan persamaan diferensial dengan hanya melihat dan meniru contoh yang sudah diberikan. Perbaikan kesalahan dilakukan melalui penerapan scaffolding yang merupakan variasi dari pemberian petunjuk, handout dan penjelasan pada mahasiswa. Variasi penerapan scaffolding juga didampingi dengan pemberian umpan balik dan motivasi terhadap mahasiswa. Variasi penerapan scaffolding ditujukan agar mengoptimalkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan persamaan diferensial. Mahasiswa juga lebih mandiri dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Jadi, selain mampu memperbaiki kesalahannya mahasiswa juga memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terkait penyelesaian persamaan diferensial sekaligus meningkatkan sikap dan performanya dalam pembelajaran.

ADVERSITY QUOTIENT DAN PENALARAN KREATIF MATEMATIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN ARGUMENT DRIVEN INQUIRY PADA MATERI TURUNAN FUNGSI

Hidayat, Wahyu

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.219 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp15-28

Abstract

This study is designed in the form of experiment with the design of control group and posttest only aimed at investigating the role of learning that Argument Driven Inquiry (ADI) in improving senior high school students’ creative mathematical reasoning ability. The population of this study was senior high school students’ in Cimahi City and the samples were 69 senior high school students’ set purposively and randomly to be included into the experimental class and control class. Based on the results and discussion, it is concluded that: (1) creative mathematical reasoning ability of the students who received Argument Driven Inquiry (ADI) instruction is better than those who received direct instruction is reviewed based on the whole and the type of Adversity Quotient (Quitter / AQ Low, Champer / AQ Medium, and the Climber / AQ High); Learning factors and type of Adversity Quotient (AQ) affect the achievement of creative mathematical reasoning skills students. In addition, there is no interaction effect between learning and AQ together in developing the creative mathematical reasoning ability of students; (3) creative mathematical reasoning ability of students’ has not been achieved optimally on the indicators novelty.

ANALISIS KESALAHAN MENYELESAIKAN SOAL PEMBUKTIAN GEOMETRI EUCLID DITINJAU DARI GENDER PADA MAHASISWA IKIP BUDI UTOMO MALANG

Yazidah, Nok Izatul

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.305 KB) | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp71-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang jenis, dan penyebab kesalahan mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang dalam menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid serta pengaruh gender dalam menyelesaikan soal pembuktian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: (1) tes yang digunakan untuk mengetahui letak kesalahan mahasiswa dalam menyelesaiakan soal pembuktian Geometri Euclid serta adakah pengaruh gender di dalamnya; (2) wawancara yang digunakan untuk mendapatkan data factor penyebab kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian Kesalahan menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid yang dilakukan mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang diantaranya adalah kesalahan konseptual pada soal no 1 sebayak 32 % sedangkan pada soal no 2 sebanyak 25. 17%, kesalahan prosedural pada soal no 1 sebayak 26,67% sedangkan pada soal no 2 sebanyak 30.83%,serta kesalahan teknis hanya terjadi pada saat mengerjakan soal no 1 yaitu sebayak 0.83%. Perbedaan gender pada saat menyelesaikan soal pembuktian Geometri Euclid perbedaannya tidak signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh gender dalam menyelesaikan soal pembuktian geometri Euclid. Banyak penyebab mahasiswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal pembeuktian Geometri Euclid salah satunya adalah mahasiswa kesulitan dalam mencari alasan pada langkah-langkah pembuktian bangun geometri Kata kunci: Kesalahan, Pembuktian, Geometri Euclid, Gender

PENGARUH PEMBELAJARAN REACT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI HABIT OF MIND MAHASISWA

Kurniasih, Meyta Dwi

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.91 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp29-38

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode pembelajaran REACT terhadap kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa calon guru. Penelitian ini dilakukan di program studi Pendidikan Matematika Universtas Muhammadiyah Prof DR HAMKA. Desain penelitian yang digunakan adalah treatment by level 2x2, dengan variabel bebas adalah metode pembelajaran yaitu REACT dan konvensional, variabel terikat adalah kemampuan berpikir kritis matematis, dan variabel moderator adalah habit of mind. Teknik pengambilan sampel yang digunakan cluster random sampling. Hasil penelitian ini ialah pertama pembelajaran REACT efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa sehingga metode ini dapat digunakan dalam perkuliahan Analisis Real bagi calon guru matematika. Kedua, pembelajaran berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa tergantung dengan habit of mind mahasiswa. Ketiga, perkuliahan dengan pembelajaran REACT mahasiswa yang memiliki habit of mind tinggi memiliki skor kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi dibandingkan dengan perkuliahan konvensional. Uji selanjutnya diharapkan untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk mahasiswa yang memiliki habit of mind rendah.

TRADISI NIROK-NANGGOK MASYARAKAT BELITUNG: SEJARAH DAN KAIDAH MATEMATIS

Alghadari, Fiki

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.568 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp39-50

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah dan kaidah matematis pada tradisi nirok-nanggok di pulau Belitung. Nirok-nanggok adalah upacara adat yang menunjukan rasa syukur, dilakukan beramai-ramai, dan dipandu oleh seorang pemimpin. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui kaidah matematis apa yang tersirat dalam tradisi nirok-nanggok, dan bagaimana kontekstual kaidah matematis dalam tradisi nirok-nanggok tersebut. Studi ini dipandang sebagai salah satu bentuk nyata bahwa dalam tradisi tidak semata-mata hanya menonjolkan adat istiadat dan norma saja, namun dengan sudut pandang tertentu dapat dijadikan bahasan bahwa suatu tradisi telah terkonsep secara matematis. Tradisi budaya daerah yang memuat kaidah matematis ini dapat dijadikan sebagai salah satu contoh kontekstual dalam belajar matematika. Berdasarkan hasil kajian, disimpulkan bahwa kaidah matematis yang tersirat dalam tradisi nirok-nanggok adalah teori peluang. Kontekstual budaya nirok-nanggok dicontohkan sesuai dengan konsep peluang kejadian independen, peluang kejadian bersyarat, dan frekuensi harapan. Kaidah peluang merupakan teori prediksi dan bukan suatu kepastian, sehingga suatu kejadian yang diprediksi merupakan kejadian yang mungkin akan terjadi dan mungkin juga tidak terjadi

Page 1 of 1 | Total Record : 8