KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal KALAMATIKA merupakan jurnal di bawah naungan Program Studi Pendidikan Matematika dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2527-5607 & P-ISSN: 2527-5615. Jurnal KALAMATIKA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dalam cakupan bidang Pendidikan Matematika. Tulisan dapat berupa diseminasi hasil penelitian, telaah pustaka ilmiah yang komprehensif atau resensi dari buku ilmiah. Setiap naskah yang diterbitkan terlebih dahulu dilakukan proses peer-review dengan sifat double-blind review. Untuk terbitan per November 2017 Jurnal KALAMATIKA menggunakan template baru yang dilengkapi dengan identitas artikel yang lebih komprehensif.
Articles 56 Documents
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR STATISTIK DASAR DENGAN METODE PRAKTIKUM

Nurizzati, Yeti

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.306 KB) | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol2no2.2017pp105-116

Abstract

The Tadris English Department 2015/2016 consists of 4 classes, but only 2 classes (C and D) using the practicum method in Basic Statistics learning. Class C and D Department of Tadris English has different characteristics. Class C is more preferable to class D in learning. This is evident from the level of attendance and liveliness in the classroom. So the alleged that the results of learning will cause a difference. Therefore, this study was conducted to compare differences in learning outcomes Basic Statistics before and after using the practice method in the Department of Tadris English class C and D; as well as comparing the differences in learning outcomes Basic Statistics using the class practice method C and D. Both classes are experimental classes that are independent with the treatment given that the basic statistical learning with the practice method so that it includes the type of quantitative comparational research. Homogeneity test results of two homogeneous class with p_v>α. The result of t test of the correlated sample that derived from the comparison of UTS value with UAS of both classes has increased significantly with the value of p_v

BERPIKIR ALJABAR MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA

Napfiah, Siti

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.274 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp171-182

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan profil berpikir aljabar mahasiswa dalam menyelesaikan masalah berdasarkan taksonomi SOLO ditinjau dari perbedaan kemampuan matematika. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir aljabar mahasiswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan masalah pada komponen pola mencapai level extended abstract dengan mengenali contoh pola bilangan kemudian membuat soal yang berkaitan dengan pola di luar pengetahuan yang diasumsikan dan menggeneralisasikan pola tersebut, pada komponen variabel mencapai level relational dengan cara membuat hubungan di antara hasil bilangan yang telah disubstitusikan ke dalam bentuk aljabar, pertidaksamaan dan persamaan yang diberikan. Berpikir aljabar mahasiswa berkemampuan sedang dalam menyelesaikan masalah yaitu pada komponen pola mencapai level unistructural dalam menemukan suku tertentu dari pola yang diberikan dengan menggunakan satu penggal informasi dari data yaitu mengenal hubungan antara nilai suku dari pola yang diketahui tetapi tidak menggunakan hubungan untuk menemukan nilai suku yang lebih tinggi dan menggeneralisasikan pola yang diberikan, pada komponen variabel mencapai level multistructural dengan mensubstitusikan beberapa bilangan pada bentuk aljabar, persamaan, dan pertidaksamaan tetapi tidak dapat membuat hubungan diantara hasil substitusi tersebut. Berpikir aljabar mahasiswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan masalah yaitu untuk komponen pola pada level prestructural karena menggunakan informasi yang tidak relevan dan untuk komponen variabel pada level unistructural dengan menggunakan satu bilangan tertentu

MODEL PEMBELAJARAN SQ3R UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA

Effendi, Ramlan

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.325 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp109-118

Abstract

Kemampuan literasi siswa masih sangat rendah. Data perpustakaan nasional menunjukkan rata-rata warga warga negara Indonesia membaca 0-1 buku pertahun. Usaha untuk meningkatkan minat baca harus digalakkan terutama disekolah. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan guru yaitu menerapkan model pembelajaran SQ3R yang terdiri dari Survey, Question, Read, Recite dan Review. Keunggulan model pembelajaran SQ3R adalah (1) dapat membuat siswa lebih percaya diri dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal, (2) Membantu konsentrasi siswa, (3) Membantu memfokuskan perhatian siswa dan mengidentifikasi kesulitannya dalam mendapatkan jawaban, (4) Melatih memberikan jawaban dalam pertanyaan tentang materi, (5) Membantu mempersiapkan catatan dalam bentuk tanya jawab.

KESULITAN BERPIKIR ABSTRAK MATEMATIKA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERKELOMPOK

Nurhikmayati, Iik

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.556 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no2.2017pp159-176

Abstract

This study based on the difficulty of students to think abstractly in the material geometry. There are still many students who feel confused when should imagine and then describe each object geometry because basically a lot of material geometry using visualization mathematical model that concretely not real and do not always exist in everyday life. The difficulties caused students cannot resolve the problems on the material geometry. This illustrates the poor ability of students mathematical abstraction. One of the methods that can improve the ability of mathematical abstraction is a problem posing learning groups. The purpose of this study is (1) to describe the difficulty of students of abstract mathematical thinking in problem posing learning groups; (2) determine the factors that cause difficulty in abstract mathematical thinking in problem posing learning groups. This study used a qualitative research approach and descriptive. The subjects of this study are students of class X IPA 1 SMAN 1 Leuwimunding Leuwimunding 2015/2016 totaling 36 students. The instrument used in this study is a matter of mathematical abstraction ability tests, questionnaires and interview guidelines. The results showed there are still many students who have difficulty in abstract mathematical thinking in problem posing learning groups which are (1) students lack mastery of concepts; (2) the student does not perform direct experience with the object; (3) students are less able to apply the concept in an appropriate context; and (4) students have difficulty in manipulating abstract mathematical object. While the factors that lead to difficult students to think abstractly derived from external factors, namely the lack of media use props in learning

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN WHOLE BRAIN PADA MATA KULIAH TELAAH MATEMATIKA SD

Napfiah, Siti

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2016): KALAMATIKA April 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.099 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no1.2016pp37-46

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menerapkan pembelajaran whole brain pada mata kuliah Telaah Matematika SD. Metode pembelajaran whole brain memberikan cara pemanfaatan manajemen kelas yang baik sebagai dasar proses pembelajaran. Jika manajemen kelas dapat terkelola dengan baik, maka mahasiswa dapat merasa nyaman untuk mengikuti proses pembelajaran. Selanjutnya metode ini menekankan seorang pendidik untuk melakukan pengajaran dengan memanfaatkan kegiatan visual, audio dan kinestetik secara bersama, sehingga kedua bagian otak dapat bekerja secara maksimal. Pendidik harus menggunakan media pembelajaran dan gerakan-gerakan yang menarik dalam penyampaian materi dan dituntut untuk melibatkan peserta didiknya ke dalam setiap pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode pembelajaran whole brain yang dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa adalah metode pembelajaran whole brain yang mana pengelolaan manajemen kelas harus tertata dengan baik serta peserta didik harus diajak melakukan kegiatan audio, visual, dan kinestetik secara bersama-sama. Berdasarkan hasil tes diketahui bahwa lebih dari 50% mahasiswa di kelas memperoleh skor lebih dari 75. Dengan metode pembelajaran whole brain yang melibatkan keseluruhan indra yang merangsang kedua bagian otak bekerja secara maksimal dan pengaturan manajemen kelas yang baik maka proses pembelajaran matematika dapat diterima oleh peserta didik dengan baik.

PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI SEGIEMPAT SISWA SMP

Fitrah, Muh

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2017): KALAMATIKA April 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.585 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no1.2017pp51-70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan aktivitas guru dan siswa pada pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa dan peningkatan pemahaman konsep siswa pada konsep matematika materi segiempat serta respon siswa pada pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas bersifat kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 1 Dompu Kelas VIIA sebanyak 34 Orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes, observasi dan wawancara, angket serta dokemen. Data penelitian inipun dianalisis dalam bentuk rata-rata dan persentase kemudian dikombinasikan dengan hasil wawancara yang bersumber dari guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa dapat ditingkatkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah, terbukti pada peningkatan setiap siklus pembelajaran. Hal ini didukung pada aktivitas guru dan siswa berdasarkan langkah-langkah pada pembelajaran berbasis masalah yaitu pada siklus pertama aktivitas guru dengan presentasenya 92,5% meningkat disiklus kedua sebesar 97,5%, sedangkan aktivitas siswa disiklus pertama dengan presentasenya adalah 93,8% dan meningkat pada siklus kedua sebesar 97,69%. Sedangkan pada hasil tes pemahaman konsepnya adalah pada siklus pertama adalah 79, 41% dengan rata-rata nilainya adalah 77,35 dan pada siklus kedua pemahaman konsep matematika siswa meningkat secara signifikan, hal ini terbukti presentasenya adalah 88,24% dengan rata-rata nilainya adalah 84,26. Sehingga pencapaian antara aktivitas guru dan siswa serta pemahaman konsep matematika siswa pada pembelajaran berbasis masalah mendapatkan respon yang positif berdasarkan transkripsi dari siswa, karena siswa merasa senang dengan suasana belajar yang memaksimalkan aktivitas pada kelompok yang dibagikan.

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN E-LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA DIMENSI TIGA

Saputra, Jusep

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.198 KB) | DOI: 10.22236/KALAMATIKA.vol2no2.2017pp117-130

Abstract

Self-regulated learning of learners can be achieved, if in the process of learning mathematics provides an open opportunity for students to learn independently. This research is a mixed method type embedded design, which aims to do studies focused on the use of the Problem Based Learning (PBL) model assisted e-learning to student self-regulated learning. Sample selection is done on the purposive sampling and was taken 2 class contracting courses of school math III. Class A numbered 50 members, 24 the superior group and 26 the low group, given the treatment with PBL models assisted e-learning and class B numbered 50, 27 the superior group and 23 the low group, with expository. Instruments used in this research is self-regulated learning questionnaire with Likert scale. Based on data analysis we concluded that (1) Self-regulated learning of superior and low student who obtains aided PBL models assisted e-learning is better than self-regulated learning of superior and low superior students who obtain expository.

GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP LIMIT MAHASISWA

Nurafni, Nurafni

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.714 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp183-194

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil pemahaman konsep limit mahasiswa berdasarkan gaya kognitif field dependent. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester II UHAMKA Jakarta. Penelitian dimulai dengan menentukan subjek penelitian menggunakan instrumen GEFT serta kesediaan mahasiswa dan hasil konsultasi dengan dosen bidang studi, Kemudian dilanjutkan dengan pemberian tes pemahaman konsep limit fungsi (TPKLF) dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemahaman mahasiswa dengan gaya kognitif field dependent terhadap konsep limit ketika menyatakan makna limit yang diberikan menggunakan bahasanya sendiri hanya terpaku pada notasi limit yang diberikan. Subjek tidak dapat dapat mengkaitkan antar apa yang diketahui dalam soal dengan informasi lain yang diberikan. Ketika menggunakan konsep limit untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, subjek tidak memenuhi indikator ini dikarenakan subjek menggunakan cara prosedural bukan menggunakan konsep limit yang diketahuinya untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Ketika menggunakan syarat perlu atau syarat cukup untuk menentukan ada atau tidaknya stuatu limit subjek mampu menggunakan syarat perlu untuk menentukan suatu limit jika limit tersebut tidak memiliki syarat yang berbeda. Jika limit yang diberikan memiliki syarat yang berbeda, subjek tersebut tidak dapat menggunakan syarat perlu untuk menentukan ada atau tidaknya suatu limit.

DESAIN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Saifiyah, Sofi, Ferdianto, Ferry, Setiyani, Setiyani

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2017): KALAMATIKA November 2017
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.613 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol2no2.2017pp177-192

Abstract

This research about an instructional module design for mathematical communication skills and student motivation. This type of research is descriptive qualitative research in the form of a didactic design. Research background by the barriers to learning (learning obstacle) experienced by students regarding the material rectangle and related mathematical communication skills in junior high school students of class VII. One solution to overcome learning obstacles experienced by students is designing learning modules in order to facilitate the students to understand the material rectangular and square and encourage mathematical communication skills. The study aims to: (1) know learning obstacles experienced by students; (2) knowing how to design a learning module that is valid in accordance with learning obstacles experienced by students; (3) describe the intervention of teachers in implementing the learning modules; and (4) determine students motivation after learning using learning modules. His research interests are students of class VII C SMP Negeri 1 palimanan. The results of this study indicate the existence of two kinds of learning obstacles experienced by students, the learning module valid after being revised in accordance with the advice of the fifth validator validation learning modules percentage reached 86.80% with a very valid criteria or can be used without revision, intervention by teachers during the implementation of the learning modules in the form of anticipation of didactic and pedagogical intervention, and the average student motivation after learning to use the learning module reaches 83.78% which is included in the category of a very strong motivation to learn.

PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING PADA MATERI TRIGONOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN ADAPTIF SISWA SMA

Arifudin, Muhamad, Wilujeng, Hestu, Utomo, Rukmono Budi

KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): KALAMATIKA November 2016
Publisher : FKIP UHAMKA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.63 KB) | DOI: 10.29071/KALAMATIKA.vol1no2.2016pp129-140

Abstract

Kemampuan dalam bidang matematika dapat mengindikasi kemajuan suatu bangsa. Salah satu kemampuan dalam matematika adalah kemampuan penalaran adapatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Ruhul Bayan Cisauk, Tahun Ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design, yang melibatkan 65 siswa sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pretest dan postest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran discovery learning berpengaruh terhadap kemampuan penalaran adaptif siswa. Hal ini dapat dilihat uji t postest thitung > ttabel (2,533 > 1,99). Serta peningkatan kemampuan penalaran adaptif siswa melalui metode pembelajaran discovery learning lebih baik dari pada menggunakan metode pembelajaran konvensional melalui perhitungan N-Gain Skor.