cover
Filter by Year
DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
ISSN : -     EISSN : -
DINAMIKA KESEHATAN Journal Of Midwifery and Nursing (ISSN: 2086-3454), an National journal, provides a forum for publishing research articles or review articles related to Midwifery, Nursing,Pharmacy, Etc.
Articles
236
Articles
Analisis Kekambuhan Skizofrenia Berdasarkan Perawatan Berbasis Keluarga

Rahman, Subhannur ( STIKES Sari Mulia Banjarmasin ) , Puspitosari, Warih Andan ( Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ) , Al-Kahfi, Rina ( STIKES Sari Mulia Banjarmasin )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang : Kekambuhan skizofrenia merupakan tantangan besar bagi penyedia layanan kesehatan mental. Tidak sedikit para penderita harus menjalani proses perawatan ulang. Kekambuhan penderita skizofrenia tentu membawa dampak besar bagi beberapa kalangan, seperti penderita sendiri, keluarga sebagai care giver, sektor pelayanan kesehatan mental dan ekonomi. Perawatan berbasis keluarga yang kurang maksimal merupakan salah satu penyebab kambuhnya anggota keluarga dengan skizofrenia. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk merivew evidance tentang faktor penyebab kekambuhan skizofrenia dilihat dari sudut pandang perawatan berbasis keluarga. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menggunakan bebarapa sumber yang dipilih berdasarkan kriteria yang sudah di tetapkan peneliti.Hasil: Dari 20 literatur yang ditemukan ada beberapa faktor penyebab kambuhnya penderita skizofrenia diantaranya Stigma dari lingkungan sosial, adanya perasaan stres dan emosi didalam memberikan perawatan, adanya beban dan masalah ekonomi keluarga, serta adanya ketidakpatuhan didalam menjalani pengobatan.Kesimpulan: Faktor stres, emosi dan stigma masih manjadi penyebab tertinggi kambuhnya penderita skizofrenia, sehingga perlu adanya kontribusi dan kerjasama antara keluarga dan masyarakat dalam mendukung perawatan, pelayanan dan evaluasi hasil pengobatan selama berada dilingkungan sosial.Keyword : kekambuhan, Skizofrenia, Perawatan Berbasis Keluarga. Background: Schizophrenia recurrence is a major challenge for mental health service providers. Not a few patients must undergo a process of re-treatment. The recurrence of schizophrenia is certainly a big impact for some people, such as patients themselves, families as caregiver, mental health and economic services sector. Family-less care is less than the maximum is one cause of recurrence of family members with schizophrenia.Objective: This study aims to derive evidence of factors causing schizophrenia recurrence seen from the point of view of family-based care.Methods: This study uses a literature study approach by using several sources selected based on the criteria that have been set, researchers. Results: From 20 kinds of literature found there are several factors causing the recurrence of schizophrenia among others Stigma from the social environment, the feeling of stress and emotion in providing care, the burden, and the family economic problems, and the noncompliance in undergoing treatment.Conclusions: Stress, emotion, and stigma factors are still the highest cause of the recurrence of schizophrenia so that the need for contribution and cooperation between family and society in support of care, service, and evaluation of treatment result during social environment.Keyword: Relapse, Schizophrenia, Family Based Care. 

Pengobatan Berhubungan Dengan Ketahanan Hidup Penderita Kanker Serviks Di Badan Layanan Umum Daerah dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Tahun 2017

Putri, Desi Kumala Farianing ( Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya ) , Alestari, Rena Oki ( Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya ) , Arsesiana, Angga ( Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Setiap dua menit sekali wanita di dunia terdiagnosis kanker serviks dan meninggal. Banyak penelitian yang dilakukan di berbagai rumah sakit di Indonesia mengenai faktor yang dinyatakan berhubungan dengan ketahanan hidup penderita kanker serviks, namun sampai saat ini hasil yang didapat juga masih menimbulkan kontroversi.Tujuan: penelitian ini mempelajari dan menjelaskan pengobatan berhubungan dengan ketahanan hidup penderita kanker serviks di BLUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya Tahun 2017.Metode: Penelitian  ini menggunakan pendekatannya secara kuantitatif dengan rancangan kohort retrospektif. Populasi dalam penelitian ini semua penderita kanker serviks di BLUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya tahun 2013 – 2015 yang berjumlah 202 kasus. Analisis data secara deskriptif dan survival.Hasil: Dari penelitian ini analisis deskriptif jumlah penderita kanker serviks yang survive 77,2% dan meninggal 22,8%,  sedangkan dengan survival di dapatkan empat variabel yang mempengaruhi ketahanan hidup penderita kanker serviks yaitu pengobatan, sutet, kebiasaan merokok dan umur. Pengobatan p value  0,007, RR  2,315, mediantime 589 hari, sutet p value 0,001, RR 2,767, mediantime 524 hari, merokok 0,027, RR 0,197, mediantime 524 hari, umur p value 0,024, RR  2,982, median time 524 hari. Hubungan pengobatan dengan sutet p value 0,025, mediantime jauh dari sutet pengobatan kombinasi 930 hari, tidak kombinasi 558 hari, dekat sutet pengobatan kombinasi 621 hari, tidak kombinasi 527 hari).Simpulan: Determinan yang dominan terhadap ketahanan hidup penderita kanker serviks adalah tempat tinggal yang dekat sutet. Kontribusinya sebesar 10,3%.Kata Kunci: Ketahanan hidup kanker servik, Pengobatan kombinasi dan tidak kombinasi, Tempat tinggal jauh dan dekat sutet, Merokok, Umur. Abstract Background: Every two minutes the women in the world an undiagnosed cervical cancer and died.Many studies conducted in the various hospital in Indonesia in factors that expressed relating to survivorship patients cervical cancer, however until now these results obtained are still generates controversy. Objective : The purpose of this research studies and a detailed explanation of the treatment of deals with of survivorship a cancer patient in the cervical BLUD so that govt could dr. Doris SylvanusPalangkain 2017.Method: This research using her approach quantitatively kohort retrospective design. Population in this study all patient’s cervical cancer in BLUD dr. dorissylvanusPalangka in 2017 totaling 202 case. Data analysis and in descriptive survival.Results: of research is a descriptive analysis the number of a cancer patient the cervical survive 77,2 % and killed nine people 22,8 % , while with these chareges in the future the survival four for variables affecting of survivorship a cancer patient the cervix of ptpgn promised to supply the treatment of , sutet , smoking habit and years of a life worth .The treatment of p value 0,007 , rr 2,315 , the median of my piece of junk time 589 the day , sutet p value 0,001 , rr 2,767 , the median of my piece of junk time 524 the day , smoking 0,027 , rr 0,197 , the median of my piece of junk time 524 the day , for themselves and for their p value 0,024 , rr 2,982 , the median of my piece of junk time 524 the day .Even closer ties between the treatment with sutet p value 0,025 , the median of my piece of junk time far from sutet the treatment of a combination of 930 the day , not a combination of 558 the day , near sutet the treatment of a combination of 621 the day , not a combination of 527 the day ). Conclusions: determinan survivorship a cancer patient is the cervical dwelling near sutet .The contribution of this as much as 10.3 % .The treatment of a combination with living quarters near sutet long live more long in proportion to who do not combination .The treatment of combination with place stay away from longer sutet immune compared to not combination.  Keywords: survival uterine cancer, treatment and combination combination, shelter near and far sutet, smoking, age.

Pengaruh Pemberian Ekstrak Kelopak Bunga Rosella Terhadap Penurunan Kadar Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Puskesmas Pahandut Palangka Raya Kalimantan Tengah

Apriliyanti, Dewi ( Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya ) , Tambunan, Lensi Natalia ( Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia tumbuh-tumbuhan digunakan sebagai obat dalam pengobatan tradisional, namun masih banyak obat tradisional yang belum diteliti, seperti contohnya Bunga Rosella, dimana ekstrak kelopak bunga rosella (hibiscus sabdariffa) ini dapat digunakan dalam pengobatan sebagai antihipertensi yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitianPre Experimental Design dengan menggunakan rancangan the one group pratest-posttest. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 responden yang menderita Hipertensi di Puskesmas Pahandut Palangka Raya.Hasil: Hasil Uji Beda Paired Sample menunjukan nilai significancy P value< nilai α dengan  nilai significancy α = 0,05. Nilai significancy menggunakan uji statistik Paired Sample di peroleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,000.“Terdapat pengaruh pre test dan post test pemberian ekstrak kelopak bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa) terhadap penurunan kadar Tekanan darah pada pasien Hipertensi di Puskesmas Pahandut Palangka Raya, Kalimantan Tengah.”Kesimpulan: Hasil penelitian ini telah membuktikan bahwa intervensi keperawatan mandiri melalui pemberian seduhan teh ekstrak kelopak bunga rosella memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar tekanan darah pada penderita hipertensi. Peneliti sebagai perawat dituntut untuk mampu memberikan tindakan keperawatan mandiri disamping tindakan kolaboratif.Kata Kunci: Ekstrak Kelopak Bunga Rosella, Penurunan Kadar Tekanan Darah, Penderita Hipertensi.AbstractBackground: In Indonesia, herbs are used as the traditional medicine. However, there are still many traditional medicines that have not been studied yet, such as Rosella Flower. Its petal extract (hibiscus sabdariffa) can be used as an antihypertensive medication forreducing high blood pressure.Methods: Pre Experimental Design was used in this research by applying the one group pretest-posttest design. The sampling technique used purposive sampling. Thesample were38 respondents who suffered from hypertension at Pahandut Palangka Raya Health Center.Results: The statistical test result of the Paired Sample Difference Test showed the significance value of P <α where the significance value of α was 0.05. The significance value using Paired Sample statistical test was obtained Sig. (2-tailed) of 0,000. "There is an effect of pre-test and post-test giving Rosella flower petals (Hibiscus Sabdariffa) to decrease blood pressure levels in hypertension patients at Pahandut Health Center Palangka Raya, Central Kalimantan.Conclusion: The results of this study have proven that independent nursing intervention through the provision of steeping tea extract of rosella petals has a significant effect on decreasing blood pressure levels in hypertensive patients. Researchers as nurses are required to be able to provide independent nursing actions in addition to collaborative actions.Keywords: Rosella Flower Petals Extract, Decreased Blood Pressure Levels, Hypertension Patients

Backward Elimination Untuk Meningkatkan Akurasi Kejadian Stunting Dengan Analisis Algortima Support Vector Machine

Byna, Agus ( Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin ) , Anisa, Fadhiyah Noor ( Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting pada balita di Indonesia masih tinggi terutama pada usia 2-3 tahun. Faktor risko stunting antara lain panjang badan lahir, asupan, penyakit dan infeksi, genetik, dan status sosial ekonomi keluarga. Stunting terutama pada anak usia diatas 2 tahun sulit diatasi, sehingga penelitian mengenai faktor risiko stunting pada anak usia diatas 2 tahun diperlukan. Penggunaan Data di bidang kesehatan di perlukan sebagai tolak ukur untuk mencari hubungan, analisis, dan faktor-faktorTujuan: Selain memberikan keilmuan di bidang Informatikan juga berguna bagi ilmu kesehatan dalam pengelolaan data dalam mengambil keputusan. Serta Dapat mengurangi dampak tentang kejadian stuntingMetode: Backward Elimination dengan algortima Support Vector MachineHasil: nilai akurasi sebesar 81.62% dan nilai AUC sebesar 0.921 dengan tingkat diagnose Excellent Classification, namun setelah dilakukan penambahan yaitu Backward Elimination dengan Algortima Support Vector Machine nilai akurasi sebesar 90.16% dan nilai AUC sebesar 0,962 dengan tingkat diagnosa Excelent Classification. Dari 13 atrribut menjadi 10 atrribut, Sehingga kedua metode tersebut memiliki perbedaan tingkar akurasi yaitu sebesar 8,54% dan perbedaan nilai AUC sebesar 0,041.Simpulan: Penerapan metode Backward Elimination dapat meningkatkan nilai akurasi pada algoritma SVM dan juga menseleksi atrribut/variable.Kata Kunci: Backward Elimination, Data Mining, Kejadian Stunting, SVM.AbstractBackground: The prevalence of stunting in infants in Indonesia is still high, especially at 2-3 years of age. Risk factors for stunting include birth length, intake, disease and infection, genetic, and family socioeconomic status. Stunting, especially in children aged over 2 years is difficult to overcome, so research on risk factors for stunting in children aged over 2 years is neededPurpose: In addition to providing knowledge in the field of Informatics, it is also useful for health science in managing data in making decisions. Can reduce the impact of stunting events. Backward Elimination.Method: with Support Vector Machine algorithmResult: of accuracy value is 81.62% and AUC value is 0.921 with the level of diagnosis Excellent Classification, but after adding the Backward Elimination with Support Vector Machine Algebraic accuracy value is 90.16% and AUC value is 0.962 with level Excelent Classification diagnosis. From the 13 attributes to 10 attributes, so the two methods have differences in accuracy of 8.54% and the difference in AUC value is 0.041.Conclusion: The application of the Backward Elimination method can increase the accuracy value of the SVM algorithm and also select the attribute /variable. Keywords: Backward Elimination, Data Mining, Stunting Events, SVM. 

Pengaruh Pemberian Jus Tomat Terhadap Kadar Gula Darah Pada Klien Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Cempaka Banjarmasin

Febiola, Dinda Puteri ( Program Studi S.1 Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin ) , Huzaifah, Zaqyyah ( Program Studi S.1 Keperawatan Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme karena adanya peningkatan glukosa akibat kekurangan insulin. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis DM tipe 2 yaitu terapi jus buah. Tomat mengandung zat aktif yang disebut likopen.Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian jus tomat terhadap kadar gula darah pada klien dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin.Metode:Jenis penelitian ini adalah Quasy eksperiment dengan one grup pre-post time series design dan tehnik sampling purposive sampling. Menggunakan Uji Paired Sampel T-test kepada 15 orang.Hasil: Rata-rata kadar gula darah sebelum pemberian jus tomat adalah 238,64 mg/dl dan rata-rata kadar gula darah setelah pemberian jus tomat adalah 139,04 mg/dl. Hasil uji Paired Sampel T-test didapatkan nilai p (0,000) < α (0,05). Ada pengaruh pemberian jus tomat terhadap kadar gula darah pada klien dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cempaka Banjarmasin.Kesimpulan: Diharapkan untuk peneliti selanjutnya menggunakan buah tomat lagi namun dalam bentuk pengolahan yang berbeda.Kata Kunci: Diabetes melitus tipe 2, Jus tomat, Kadar gula darahAbstractBackground: Diabetes melitus is a metabolic disease due to an increase in glucose due to insulin deficiency. One of the non-pharmacologic management of type 2 diabetes is fruit juice therapy. Tomatoes contain an active substance called lycopene.Objective: This research is to analyze the effect of tomato juice on blood sugar level on client with diabetes melitus type 2 at Puskesmas Cempaka Banjarmasin.Method:This research type is Quasy experiment with one group pre-post time series design and purposive sampling technique. Using Paired Samples Test T-test to 15 people.Result: The mean blood sugar level before tomato juice was 238,64 mg/dl and the mean blood sugar level after tomato juice was 139,04 mg/dl. Paired Samples T-test results obtained p value (0,000) <α (0,05). There is an influence of tomato juice on blood sugar levels in clients with diabetes melitus type 2 at Puskesmas Cempaka Banjarmasin.Conclusion: It is hoped for further researchers to use tomatoes again but in the form of different processing.Keywords: Diabetes melitus type 2, Tomato juice, Blood sugar level

Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam dan Batuk Efektif Terhadap Bersihan Jalan Napas Pada Klien dengan TB Paru Di Ruang Al-Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura Tahun 2018

Hasaini, Asni ( AKPER Iintan Martapura )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh (Mycobacterium Tubercolosa), ditularkan melalui udara saat seorang klien TB Paru batuk yang mengandung bakteri tersebut terhirup orang lain saat bernapas. Teknik relaksasi napas dalam merupakan aktivitas perawat untuk membersihkan sputum pada jalan napas yang berfungsi meningkatkan mobilisasi sekresi, setelah diberikan tindakan teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif dalam waktu 2 x 24 jam diharapkan klien mengalami bersihan jalan napas efektif. Tujuan: Apakah ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap bersihan jalan napas  pada klien TB ParuMetode: Jenis penelitian ini Quasi Eksperimen, dengan rancangan One Group Pretest-postest design. Populasi adalah semua Klien TB Paru dan sampel 15 orang dengan purposive sampling.Instrument lembar ceklist dan analisa bivariat menggunakan uji McNemar.Hasil :Ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap bersihan jalan napas pada klien TB paru p=0,006 (p< 0,05Simpulan: Hasil analisis sebelum dan sesudah pemberian tekhnik relaksasi napas dalam dan batuk efektif didapatkan p = 0,006 (p <0,05), maka H0 ditolak yang artinya ada pengaruh (signifikan) antara pemberian teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap bersihan jalan napas pada klien TB Paru Kata kunci : Bersihan jalan napas, Teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif, TB ParuBackgrounds: Pulmonary Tuberculosis is an infectious disease caused by (Mycobacterium Tubercolosa), transmitted by air when a client of TB whose lung has (contains) the bacteria coughs, and it is  inhaled by others while breathing. Deep breath relaxation technique is a nurse activity to clean secretions on the airway which function is to increase the mobilization of secretions, after the action of deep breathing relaxation techniques and effective cough  has given, it is expectedly that within 2 x 24 the clients will experience an effective airway clearance.Objective: Whether there is an influence of deep breathing relaxation technique and effective cough for airway clearance on clients of Pulmonary TBMethod: Quasi Experiment Type of Research, with One Group Pretest-posttest design. The population was taken from all  pulmonary TB Clients, and 15 samples were taken by purposive sampling using checklist sheet instrument and data analysis using McNemar testResults: this study showed that clients, got significant level p = 0.006<0.05 which means that there is an influence of deep breathing relaxation techniques and effective cough for airway clearance on pulmonary tuberculosis clientsConclusion: The analysis result showed that before and after the deep breathing relaxation techniques and effective cough given, p = 0,006 (p<0.05), so Ho was rejected which means there was an influence (significant) on the giving of deep breathing relaxation techniques and effective cough for airway clearance on the clients with pulmonary TB.  Keywords : Deep respiratory relaxation techniques and effective coughing, Respiratory tract clearance, Pulmonary TB

Deteksi Kejadian Ketuban Pecah Dini Dengan Algoritma Decission Tree

Salmarini, Desilestia Dwi ( Akademi Kebidanan Sari Mulia ) , Hidayah, Nurul ( Akademi Kebidanan Sari Mulia )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Penyebab kematian maternal merupakan suatu hal yang cukup kompleks, dapat digolongkan pada faktor-faktor reproduksi, komplikasi obstetrik, pelayanan kesehatan dan sosial ekonomi. Termasuk dalam komplikasi obstetri salah satunya adalah infeksi yang dapat terjadi pada pertolongan persalinan yang tidak memperhatikan syarat-syarat asepsis-antiseptis, karena partus lama, ketuban pecah dini, dan lain-lain. kejadian Ketuban pecah Dini (KPD) merupakan masalah yang cukup serius karena dapat mengancam kematian pada ibu bersalin. Selain itu juga penyakit ini belum diketahui tentang etiologi yang sebenarnya dan juga tingginya kasus KPD yang semakin meningkat setiap tahunnya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil keputusan tentang faktor penyebab terjadinya Ketuban Pecah DiniMetode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan algoritma Decission Tree dengan jenis desain retrospektif. Lokasi penelitian dilaksanakan di RUSD Dr. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Dimana kasus penelitian ini adalah ibu bersalin yang mengalami Ketuban Pecah Dini, sedangkan kontrolnya ibu bersalin yang tidak mengalami Ketuban Pecah Dini. Sampel penelitian ini berjumlah 100 sampel kasus, dan 100 sampel kontrol, sehingga jumlah sampel keseluruhan adalah 200 orang.Hasil: umur merupakan variabel tertinggi yang menyebabkan terjadinya KPD. Variabel umur dipengaruhi juga oleh variabel paritas, kelainan letak janin dan riwayat KPDSimpulan: Penyebab terjadinya Ketuban Pecah Dini di RUSD Dr. Moch Ansari Saleh Banjarmasin berdasarkan hasil algoritma Decission Tree lebih tinggi dipengaruhi oleh faktor umur yang berisiko kemudian disertai oleh paritas < 2 dan kelainan letak janin sungsang ataupun melintang serta dipengaruhi juga oleh adanya Riwayat KPD sebelumnya .Kata Kunci: Algoritma, Decission Tree, Kematian, Ketuban Pecah Dini (KPD), MaternalABSTRACTBackground: The cause of maternal death is quite complex, which can be classified as reproductive factors, obstetric complications, health and socio-economic services. Obstetric complications one of which is an infection that can occur in delivery assistance that does not pay attention to the requirements of asepsis-antiseptis, due to prolonged labor, premature rupture of membranes, and others. the incidence of early rupture of membranes  is a serious problem because it can threaten maternal deaths. Purpose: This study aims to obtain the results of decisions about the factors causing the occurrence premature rupture of membranesMethod: This study use Decission Tree algorithm with a type of retrospective design. The location of the study was carried out at Moch Ansari Saleh General Hospital Banjarmasin. Where the cases in this study were mothers who experienced early rupture of membranes, while the controls were maternity mothers who did not experience rupture of membranes. sample amounted to 100 case samples, and 100 control samples, so the total sample size was 200 people.Result: Age is the highest variable that causes premature rupture of membranes. Age variables are also influenced by parity variables, fetal location abnormalities and history of premature rupture of membranesConclusion: Based on the results of a higher Decission Tree algorithm is influenced by age factors that are at risk and then accompanied by parity < 2 and abnormalities in the breech or transverse fetal.Keyword: Algorithm, Decission Tree, Maternal, Premature Rupture of Membranes

Pengalaman Pasien Ulkus Kaki Diabetik Terkait Dukungan Keluarga Di Klinik Kitamura Pontianak

Nurmansyah, Agus Sudiana ( Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Program Pascasarjana, Jalan Brawijaya, Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewah Yogyakarta, ) , Rochmawati, Erna ( Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Program Pascasarjana, Jalan Brawijaya, Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewah Yogyakarta, ) , Primanda, Yanuar ( Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Program Pascasarjana, Jalan Brawijaya, Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewah Yogyakarta, )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Dukungan keluarga merupakan sumber motivasi untuk ulkus kaki diabetik. Dukungan keluarga dapat mencakup dukungan informasi, dukungan emosional, dukungan instrumental atau dukungan penilaian. Dukungan keluarga juga dapat mempengaruhi kepatuhan pasien luka kaki diabetik dengan rejimen terapeutik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pasien luka kaki diabetik yang berhubungan dengan dukungan keluargaMetode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis. Pemilihan responden menggunakan metode purposive sampling, yaitu berjumlah 6 responden. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara semi-terstruktur.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien luka kaki penderita diabetes di klinik Kitamura Pontianak mendapatkan formulir melalui direct dan indirect. Pasien juga memiliki harapan dan kenyataan yang tercermin seperti fakta dukungan dan perasaan cemas yang dirasakan. Dukungan yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan dalam berbagai cara seperti informasi yang diberikan oleh keluarga berdampak pada perubahan pada responden.Kesimpulan: Pasien di klinik Kitamura Pontianak memiliki dukungan keluarga seperti dukungan langsung dan tidak langsung, dan memiliki harapan dukungan dan realitas dukungan yang mempengaruhi responden karena keluarga dan lingkungan yang mendukung, informasi yang diterima untuk menyebabkan perubahan perilaku pada responden. Kata kunci: Ulkus Kaki Diabetik, Pengalaman, Dukungan Keluarga.AbstractBackground: Family support is a source of motivation for diabetic foot ulcers. Family support can include information support, emotional support, instrumental support or assessment support. Family support can also affect the adherence of diabetic foot wound patients to therapeutic regimens.Objective: This study aimed to explore the experiences of diabetic foot wound patients related to family supportMethod: This research is a phenomenological qualitative research. Selection of respondents used purposive sampling method, which amounted to 6 respondents. Data collection uses semi-structured interview methods.Results: The results of this study indicated that diabetic foot wound patients at the Kitamura Pontianak clinic get the form through direct and indirect. Patients also have expectations and realities that are reflected such as the fact of support and feelings of anxiety felt. Support provided by families and the environment in a variety of ways such as information provided by the family has an impact on the changes in the respondents.Conclusion: Patients at the Kitamura Pontianak clinic have family support such as direct and indirect support, and have support expectations and the reality of support that affects respondents because of the family and supportive environment, information received to cause behavior changes in the respondents.Suggestion: Health services can provide maximum support to respondents and families. This study can be extended to studies such as social, spiritual and internal aspects of respondents.Keyword : Diabetic Foot Ulcer,  Experience, Family Support.

Uji Efektivitas Ekstrak Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) Sebagai Anti Hipertensi

Jannah, Misbahul ( STIKES Sari Mulia Banjarmasin ) , Noorjannah, Noorjannah ( STIKES Sari Mulia Banjarmasin ) , Adelia, Nadila ( STIKES Sari Mulia Banjarmasin )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang : Dalam penelitian ini hewan uji diberikan perlakuan sesuai dengan pembagian kelompok yang telah disesuaikan yang bertujuan untuk menganalisis efektifitas antihipertensi dari ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) dengan penentuan tekanan darah pada tikus putih jantan galur Wistar.Metode : Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium pada tikus putih jantan galur Wistar. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biomedik STIKES Sari Mulia Banjarmasin dan Laboratorium Farmakologi Universitas Ahmad Dahlan pada bulan Juni–Agustus 2018. Tikus putih galur Wistar sebanyak 30 ekor dibagi menjadi 6 kelompok. Tikus putih galur Wistar pada setiap perlakuan diberikan perlakuan secara oral ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) selama 7 hari pada tanggal 06–13 April 2018. Parameter uji antihipertensi ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb). Tekanan darah normal pada tikus sebesar 128 (sistolik) / 91 (diastolik).Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah yang sama pada tikus putih jantan galur Wistar dengan perbandingan control positif dan pada kelompok ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) dengan dosis IV (1000 mg/ 200g BB). dan untuk dosis I (100 mg/ 200 g BB) dosis II (250 mg/200 g BB) serta dosis III (500 mg/ 200 g BB) menunjukkan penurunan pada tekanan darah akan tetapi tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan control positif dan dosis IV (1000 mg/ 200 g BB) ektrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb)Kesimpulan : Terjadi penurunan tekanan darah pada tikus setelah diberikan dosis IV (1000 mg/200 g BB) ekstrak daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) sehingga ekstrak daun pandan dapat menurunkan tekanan darah. Kata kunci: Antihipertensi, Ekstrak Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb), Efektivitas ABSTRACK  Background: In this study the test animals were given treatment according to the adjusted group division which aimed to analyze the effectiveness of antihypertension from pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb) by determining blood pressure in male white rats of the Wistar strain.Method: This study is a laboratory experimental study on male white rats Wistar strain. This research was conducted at the STIKES Sari Mulia Biomedical Laboratory in Banjarmasin and the Pharmacology Laboratory of Ahmad Dahlan University in June – August 2018. 30 Wistar strain white rats were divided into 6 groups. Wistar strain white rats at each treatment were given orally treated pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb) for 7 days on 6-13 April 2018. Antihypertensive test parameters of pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb). Normal blood pressure in mice is 128 (systolic) / 91 (diastolic).Results: The results showed that there was a similar decrease in blood pressure in male white rats of the Wistar strain with positive control comparison and in the pandan leaf extract group (Pandanus amaryllifolius Roxb) with IV dose (1000 mg / 200g BB). and for dose I (100 mg / 200 g BB) dose II (250 mg / 200 g BB) and dose III (500 mg / 200 g BB) showed a decrease in blood pressure but not too significant compared to positive control and IV dose (1000 mg / 200 g BB) Pandanus extract (Pandanus amaryllifolius Roxb)Conclusion: There was a decrease in blood pressure in mice after being given IV dose (1000 mg / 200 g BB) of pandan leaf extract (Pandanus amaryllifolius Roxb) so that pandan leaf extract can reduce blood pressure.Keywords: Antihypertension, Effectiveness, Pandan Leaf Extract (Pandanus amaryllifolius Roxb)

Hubungan Beban Kerja dan Motivasi Kerja Perawat dengan Kelengkapan Pendokumentasi Asuhan Keperawatan di Ruang Bedah dan Interna RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu

Ramadani, Faisal Reza ( Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Darul Azhar Batulicin ) , Arifin, Rani Fitriani ( Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Darul Azhar Batulicin ) , Abiyoga, Aries ( Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Darul Azhar Batulicin )

DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : STIKES Sari Mulia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Beban kerja yang tinggi, motivasi kerja yang tinggi akan mempengaruhi kelengkapan pendokumentasian sehingga akan meningkatkan kualitas pelayanan.Tujuan: Mengetahui hubungan antara beban kerja dan motivasi kerja perawat terhadap kelengkapan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Bedah dan Ruang Interna RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2018.Metode: Penelitian korelasi dengan desain penelitian observasional kualitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian 44 responden dengan teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: terdapat hubungan antara beban kerja perawat terhadap kelengkapan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Bedah dan Ruang Interna RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2018 (p = 0,003) dan terdapat hubungan antara motivasi kerja perawat terhadap kelengkapan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Bedah dan Interna RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2018 (p = 0,026).Kesimpulan: Disimpulkan bahwa ada hubungan antara beban kerja dan motivasi kerja perawat terhadap kelengkapan dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Bedah dan Ruang Interna RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2018.Kata Kunci: Beban Kerja, Kelengkapan Dokumentasi, Motivasi Kerja ABSTRACT Background: High workload, high work motivation will affect documentation completeness so that it will improve service quality.Objective: to determine the correlation between nurses’s workload and work motivation on the completeness in documenting nursing care at Surgical Room and Internal Room of RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu in 2018.Methods: The type of this study was correlation with qualitative observational design by using cross sectional method. The sample in the study was 44 respondents with total sampling technique. The data was analyzed by using the Spearman Rank Correlation test with a significance level of 0.05.Results: There was correlation between nurse’s workload on the completeness in documenting nursing care at the Surgical Room and Internal Room of RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu in 2018 (p= 0.003) and there was correlation between the nurse’s work motivation on the completeness in documenting nursing care at the Surgery and Internal Room of RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu in 2018 (p = 0.026).Conclusion: There was correlation between nurse’s workload and work motivation on the completeness in documenting nursing care at the Surgical Room and Internal Room of RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Tanah Bumbu in 2018. Keywords: Completeness In Documenting, Workload, Work Motivation