cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MEDIA MATRASAIN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2016)" : 8 Documents clear
EKSPLORASI STRUKTUR CANGKANG UNTUK BANGUNAN TINGGI Karamoy, Megawati; Suryono, .
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan tinggi sudah mulai dibangun sejak zaman dahulu di kota-kota Kerajaan Romawi dengan ketinggian sepuluh lantai. Sistem struktur yang digunakan yaitu struktur yang semakin tebal dan berat saat bangunan semakin tinggi. Kemudian muncul sistem struktur beton bertulang yang paling sering digunakan pada perancangan bangunan tinggi. Setelah struktur beton, muncul sistem struktur rangka baja ringan.Struktur cangkang merupakan sebuah sistem struktur lengkung, namun tipis dan kuat. Sistem struktur ini kebanyakan digunakan pada bangunan berbentang lebar serta bangunan fungsional dengan satu lantai saja, hingga Viljo Revel dan I. M. Pei merancang bangunan tinggi berlantai banyak dengan sistem struktur cangkang. Munculnya Toronto City Hall karya Revel dan The Hyperboloid karya Pei ini membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk perancangan gubahan bentuk bangunan tinggi menjadi lebih luas.Adanya desain-desain bangunan tinggi berlantai banyak yang menerapkan struktur cangkang, ternyata struktur cangkang memiliki potensi-potensi yang tidak dimiliki sistem struktur lain yang mampu menciptakan bangunan tinggi berlantai banyak dengan berbagai bentukan tanpa menggunakan struktur sekunder (sekunder skin) pada fasade bangunan.Kata Kunci : Bangunan tinggi, Struktur Cangkang
Sekapur Sirih Rogi, Octavianus Hendrik Alexander
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
ARSITEKTUR MIMESIS Pasla, Vincent D.J.; Tinangon, Alvin Jance
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan desain arsitektur dari zaman dahulu tak lepas dari sebuah pemikiran yang mengkarakterisasikan dasar-dasar suatu contoh objek yang nyata dan menjadikan suatu model untuk menciptakan suatu karya arsitektur. Dengan pemikiran yang berbeda-beda setiap manusia memiliki Mimesis/Mimetic dalam dirinya sendiri sejak lahir sehingga proses peniruan ini juga menjadi proses tercipta suatu budaya. Pengetahuan mengenai Mimesis/Mimetic terdapat dalam dunia seni, bahasa/teks, dan biologis juga dan memiliki pengertian masing-masing bidang, Sehingga pada dunia arsitektur juga dikenal sebagai gaya Mimesis/Mimetic Architecture dimana desain bangunan yang mereplikasikan suatu objek nyata dan dituangkan dalam suatu karya arsitektur. penerapan tema mimesis ini dominan pada desain bentuk massa bangunan dan selubung bangunan yang menyerupai dan mirip suatu objek lain yang merupakan inspirasi konsep awal.Mimesis/Mimetic Architecture sangat bergantung pada pemikiran dan model objek nyata yang akan di replikasikan sehingga kreatifitas sangat diperlukan. Penerapan Mimesis Architecture dituntut bukan hanya sekedar meniru saja melainkan merupakan suatu proses pemikiran peniruan yang membutuhkan Imajinasi dan Fantasi Seseorang namun juga memerhatikan perancangan arsitektur yang dapat beradaptasi dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitar. Kata Kunci : Peniruan, Mimetic, Architecture
Pedoman Penulisan Ilmiah Rogi, Octavianus Hendrik Alexander
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
IMPLEMENTASI KONSEP ZERO ENERGY BUILDING (ZEB) DARI PENDEKATAN ECO-FRIENDLY PADA RANCANGAN ARSITEKTUR Magdalena, Enggrila D.; Tondobala, Linda
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan diiringi kemajuan teknologi yang semakin tinggi saat ini, menyebabkan bangunan menjadi bagian dari beban lingkungan hidup yang besar. Hal ini dibuktikan oleh data yang menyatakan bahwa Sektor bangunan menyerap sebesar 40% sumber energi dunia, bahkan di Indonesia, sektor ini bertanggung jawab terhadap 50% dari total pengeluaran energi, dan lebih dari 70% konsumsi listrik secara keseluruhan (EECCHI, 2012). Dari besarnya penggunaan energi tersebut, sektor bangunan berkontribusi terhadap 30% emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Indonesia. Dampak konsumsi energi bangunan yang besar terhadap alam, tentunya menyebabkan kondisi sumber daya alam khususnya sumber – sumber tak terbarukan menjadi  semakin langka dan akan sulit diakses dalam beberapa tahun mendatang. Menanggapi hal tersebut, maka diperlukan pendekatan secara ramah (Eco-Friendly) bagi setiap perancangan bangunan.Pendekatan bangunan secara ramah (Eco-Friendly Architecture) atau yang disebut juga Arsitektur Hijau, menghasilkan beberapa konsep perancangan arsitektur seperti: Conserving Energy ( Hemat Energi), Working with Climate (memanfaatkan kondisi dan sumber energy yang alami), Respect for site (menanggapi keadaan tapak pada bangunan), Respect for User (memperhatikan pengguna bangunan), Limitting New Resources (meminimalkan sumber daya baru), dan Holistic. Dengan latar belakang isu sumber energi tak terbarukan yang mulai menipis serta dampak buruk yang dihasilkan akibat konsumsi energy (tak terbarukan) bagi lingkungan, maka akan lebih baik bila dalam perancangan pembangunan lebih berfokus pada usaha konservasi dan efisiensi energi bangunan sehingga menjadi rancangan bangunan rendah energi. Bahkan tidak hanya mampu menghemat energi tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri ( Bangunan Nol Energi).Konsep Zero Energy Building (ZEB) adalah terciptanya bangunan hijau yang dapat menghasilkan energi terbarukan yang cukup secara lokal untuk menyamai atau melebihi penggunaan energi dalam periode yang ditentukan. Pada dasarnya, dalam mengaplikasikan konsep ZEB yang harus diperhatikan adalah bagaimana menyeimbangkan antara jumlah sumber daya yang dipakai dengan jumlah sumber daya yang dihasilkan. Dengan konsep tersebut, desain bangunan akan memegang peranan yang sangat penting untuk mengurangi konsumsi sumber daya sebanyak mungkin, dan beban untuk menghasilkan sumber daya menjadi lebih ringan.   Kata Kunci : Zero Energy Building, Hemat Energi, Eco-Design
OPTIMALISASI KONSEP BUILDING AS NATURE DARI PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK PADA KAWASAN INDUSTRI PETERNAKAN BERKONSEP AGROWISATA Nangoy, Windy; Sela, Rieneke L.E.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur yang dari zaman ke zaman terjadi perkembangan desain yang mengkarakterisasikan dasar-dasar suatu contoh objek yang nyata kemudian menjadikan suatu model untuk menciptakan suatu karya arsitektur. Pengetahuan Arsitektur organik yang menggabungkan konsep tempat tinggal atau bangunan arsitektur dengan alam, yang kemudian Frank Lloyd Wright memperluas isi dan bahasa arsitektur organik. Salah satu konsep arsitektur organik Building As Nature yang merupakan bangunan bersifat alami dimana alam menjadi inspirasi, bentuk organis yang menyesuaikan dengan alam.Perkembangan penduduk kota manado yang semakin membutuhkan fasilitas dalam bersosialisasi, pengembangan pada kawasan dan sektor pariwisata. Sektor wisata Agrowisata yang mempunyai konsep sosialisasi, belajar dan rekreasi masih kurang dalam pengembangan kawasan yang ada. Demikian pula, sektor Industri Peternakan yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan industri di kota manado yang masih sedikit dalam kawasan industri peternakan.Kata Kunci : Building As Nature, Arsitektur Organik, Industri Peternakan, Agrowisata
PANOPTIC ARCHITECTURE Eldija, Fadillah D.; Mastutie, Faizah
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

hitectuBanyaknya kasus mantan narapidana yang kembali ke jeruji lembaga pemasyarakatan, membuktikan kurang ampuhnhya sistem kelembagaan yang saat ini diterapkan. Sistem pembimbingan atau pembinaan dengan usaha rehabilitasi dan reintegrasi  bermaksud agar para tahanan atau mantan nara pidana siap untuk kembali ke masyarakat dan dapat diterima kembali kedalamnya, justru seakan memberikan efek  yang  ‘santai dan biasa’ sehingga tidak adanya efek kejeraan atau citra momok mengerikan yang seharusnya melekat dengan suatu lembaga/penjara. Selain kasus diatas banyak pula kasus perkelahian yang sering terjadi antara penghuni lapas, ini menegaskan ketidak efektifitasnya sistem yang ada dengan penerapan desain bangunan yang saat ini digunakan pada bangunan Penjara. Proses perancangan dalam memecahkan permasalahan yang ada, mengarah pada model proses desain Panopticon/ pendisiplinan oleh Jeremy Bentham.Kata kunci: Lembaga, Panoptic, Penjara
KONSEP ILUSI ANAMORFOSIS DALAM ARSITEKTUR Laming, Magdalena; Rogi, Octavianus H. A.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembang dan kemajuan teknologi yang ada suatu karya seni yang sesungguhnya mulai tergantikan dengan setiap fasilitas teknologi yang memberikan berbagai hal yang mudah dan instan dalam  menciptakan suatu karya yang menarik, di Indonesia sendiri karena perkembangan zaman yang demikian ketergantugan akan teknologi makin tinggi akibatnya kreatifitas mulai memiliki batasan-batasan karena tidak dapat berdiri sendiiri oleh karena ini juga rasa penghargaan akan suatu karya yang di lakukan dengan ketrampilan yang telaten kurang terpakai atau bahkan kurang dihargai. Oleh sebab itu tema arsitektur zaman renaissance Italia yang bergaya kontemporer lewat pembahasan  dari “Ilusi Anamorfosis dalam Arsitektur” dipilih sebagai suatu tema yang memberikan edukasi bagi masyarakat luas untuk melihat dan menghargai lebih dalam suatu karya yang memiliki unsur seni yang dapat diterapkan dalam arsitektur dan memberikan motifasi bagi generasi selanjutnya dalam berkarya.Pada tulisan ini, dimuat informasi mengenai kajian teoritik yaitu pengkajian tema ilusi anamorfosis dalam arsitektur dan studi preseden dari penerapan atau aplikasi tema pada objek-objek arsitektural kemudian dilanjutkan dengan strategi implementasi tema degan membandingan antara teori dan studi preseden. hal-hal apa saja yang berkaitan dengan arsitektural untuk mencari tahu  implementsi tema pada objek arsitektur.Ilusi anamorfosis lebih cocok diterapkan pada bangunan komersial karena keunikan yang menjual dan menjadi daya tarik, tenik ini juga lazim di gunakan pada interior bangunan, gubahan masa, ruang luar dan selubung / fasade bangunan. Implementasi ilusi tersebut umumnya diimplementasikan pada elemen arsitektural yang dapat dilihat secara langsung, karena tema Ilusi anamorfosis dalam Arsitektur mengandalkan teknik visualisasi untuk dapat dinikmati / dirasakan. Lewat anamorfosis ini arsitektur dan seni menjadi suatu kesatuan yang menghasilkan karya yang tidak umum dijumpai dan menjadi hal yang dapat membangkitkan semangat atau motifasi bagi para seniman maupun masyarakat dalam berkarya baik di dunia seni maupun dalam arsitektural. Kata Kunci :  Ilusi, Anamorfosis, Arsitektur

Page 1 of 1 | Total Record : 8