cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MEDIA MATRASAIN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 3 (2015)" : 7 Documents clear
EVALUASI PURNA HUNI (EPH): ASPEK PERILAKU RUANG DALAM SLB YPAC MANADO Syafriyani, -; Sangkertadi, -; Waani, Judy O.
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.317 KB)

Abstract

Penelitian evaluasi purna huni (EPH) berlokasi di SLB YPAC Manado yang bertujuan untukmeninjau kinerja ruang kelas persiapan dari segi aspek perilaku selama kegiatan belajar anak berkebutuhankhusus.Proses EPH yang digunakan adalah investigatif dengan menggunakan metode penelitian kualitatifpendekatan fenomenologi. Situasi sosial dalam penelitian ini adalah ruang kelas persiapan tunarungu dantunagrahita SLB YPAC Manado yang digunakan oleh 11 peserta didik ABK. Pemilihan sampel secarasampling purposive. Pengumpulan data menggunakan triangulasi: wawancara, pemetaan perilaku dandokumentasi. Analisis data menggunakan metode pengamatan behavioral mapping. Hasil pengamatan dikajidengan menggunakan model sistem perilaku-lingkungan (Weisman, 1988) dalam menentukan suatu atributyang diperoleh dari hubungan interaksi organisasi sekolah, ABK, dan setting ruang kelas.Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja ruang kelas persiapan SLB YPAC Manado berdasarkanperilaku memperoleh atribut teritori, aksesibilitas, privasi, sosialisasi, rangsangan sensori, dan kenyamanan.Kata Kunci: Atribut, EPH, Kinerja Ruang Kelas, Perilaku ABK, SLB YPAC Manado
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PENERANGAN DI TAMAN KOTA, Studi Kasus Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado Kapugu, Herry; Sangkertadi, -; Waani, Judy O.
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.709 KB)

Abstract

Taman kesatuan bangsa merupakan taman kota yang menjadi tempat favorit untuk bersosialisasi danberekreasi masyarakat Kota Manado karena memiliki letak yang strategis berada di pusat Kota Manadotepatnya di Kawasan Pasar 45 di tengah pusat ekonomi dan hiburan serta memiliki pencitraan yang baikberkat nilai historisnya yang kuat. Pencahayaan yang kurang maksimal pada malam di TKB memilikiberagam persepsi bagi pengunjungnya. Persepsi masyarakat disaat malam hari bahwa TKB memiliki imagetempat yang kurang baik, diantaranya tempat mangkal PSK dan transaksi Narkoba. Penelitian ini mengkajipersepsi masyarakat terhadap efek pencahayaan di Taman Kesatuan Bangsa.Penelitian persepsi masyarakat terhadap kualitas penerangan di Taman Kesatuan Bangsamenggunakan metode penelitian gabungan (Mixed methods) yang mengkombinasikan atau menggabungkanantara penelitian kuantitatif dengan metode kualitatif, dengan strategi penelitian menggunakan strategimetode embedded konkuren, menggunakan skala likert untuk nilai persepsi. Penelitian ini terbagi 3 tahap,yang pertama pengambilan data persepsi awal terhadap penerangan, kemudian melakukan percobaanpertama menggunakan lampu 33 watt dan percobaan ke 2 menggunakan lampu 69 watt. Dari hasilpercobaan dikaji kembali persepsi responden terhadap penerangan percobaan 1 dan 2.Hasil penelitian persepsi pengunjung Taman Kesatuan Bangsa terhadap efek pencahayaan yaituKualitas penerangan di TKB masih kurang, Hasil analisis perbedaan nilai rata-rata persepsi masyarakatterhadap penerangan pada dua percobaan di zona 1, 2, 3 dan 4 menunjukan peningkatan dengan dari hasilpersepsi awal kecuali pada nilai rata-rata pada zona 5 menunjukan penurunan yang dari persepsi awalmenggambarkan bahwa terdapat aktifitas yang berbeda di area ini.Kata kunci: persepsi masyarakat, penerangan, Taman Kesatuan Bangsa
MAKNA RUANG PUBLIK PERMUKIMAN RUMAH BERLABUH MASYARAKAT SERUI ANSUS DI KOTA SORONG Sahambangun, Devy S.; Warouw, Fela; Waani, Judy O.
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.561 KB)

Abstract

Ruang publik mempunyai fungsi dan makna sosial serta kultural yang sangat tinggi, dalam penilitianmengangkat bagaimana Masyarakat Serui Ansus memaknai ruang publik dalam keseharian kehidupanmereka.Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik dimana peneliti tinggaldan menyatu dengan Masyarakat Serui Ansus di Sorong dan data didapat dengan cara pengamatan langsungserta wawancara mendalam. Tujuan penelitian ini untuk mencari makna ruang publik pada permukimanrumah berlabuh Masyarakat Serui Ansus di Sorong.Tulisan ini merupakan bagian dari penelitian pola permukiman Rumah Berlabuh Masyarakat SeruiAnsus di kota sorong. Dalam tulisan ini membahas cara Masyarakat Serui Ansus memaknai ruang publikyang ada di permukiman mereke terdapat 2 tema ruang yang membentuk Makna ruang publik PermukimanRumah berlabuh yaitu tema ruang Rame-Rame Tong Pu Masyarakat Ansus dan tema ruang Sumur Navigasi.Manfaat penelitian yaitu memberi kontribusi bagi pengetahuan bagi masyarakat umum dan memperkayakasana ilmu pengetahuan arsitektur nusantara.Kata kunci: Makna ruang publik, permukiman rumah berlabuh, masyarakat Serui Ansus
TINJAUAN ARSITEKTUR: BAGAIMANA MERANCANG ARSITEKTUR DAN MENKAJI METODE RANCANG ARSITEK NIGEL CROSS Wuisang, Cynthia E.V.
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.489 KB)

Abstract

Tulisan ini mencoba menginterpretasi dan menjelaskan tentang perancangan dalam ilmu arsitekturdan proses olah rancangnya. Tulisan ini menggambarkan pemahaman perancangan , bagaimana memulaisuatu proses perancangan dan apa produk akhir sebuah hasil karya arsitektur. Dasar pemikiran yangmatang sebelum memulai suatu perancangan sangat penting, untuk kemudian dilanjutkan dengan proses olahrancang. Beberapa aspek penting yang akan mempengaruhi dasar pemikiran dan pekerjaan perancanganadalah ide, tema, konsep, permasalahan dan preseden. Paper ini juga mengkaji metoda perancanganmenurut Nigel Cross yang dapat dipakai dalam mengeksplorasi proses perancangan.Kata Kunci: Kegiatan perancangan, teoritis, Mutu / kualitas ≠ Kuantitas, Nigel Cross
PENINGKATAN KUALITAS RUANG TERBUKA HIJAU MELALUI PEMBANGUNAN TAMAN PKK DI KECAMATAN KALAWAT Sembel, Amanda S.; Malik, Andy A.M.; Moniaga, Ingerid L.
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.691 KB)

Abstract

Kecamatan Kalawat terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. KecamatanKalawat merupakan kawasan pengembangan perumahan dan pemukiman yang didominasi luasan lahanlahankosong sebagai lahan tidur yang masih cukup luas. Potensi lahan-lahan kosong yang masih cukup luasdi Kecamatan Kalawat berpeluang dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) yang produktif dilingkungan perumahan seperti pengembangan taman-taman seperti tanaman obat keluarga (Toga), taman-taman budidaya yang bersifat menata keindahan lingkungan perumahan.Kelompok PKK desa Kalawat dan Kelompok PKK desa Watutumou dalam persiapan mengikutilomba kebun desa dan taman desa selalu mengalami kendala-kendala diantaranya : masalah pembiayaaan,sumberdaya manusia dalam keterampilan dan pengetahuan menata dan mendisain taman. Pengetahuantentang prinsip-prinsip menata taman dan penguasaan tentang jenis-jenis tanaman sangat kurang dimilikioleh ibu-ibu PKK di desa Kalawat dan desa Watutumou. Sehingga pada beberapa kesempatan lombakelompok PKK desa Kalawat dan desa Watutumou yang diselenggarakan di tingkat Kecamatan Kalawatmengalami kegagalan dalam disain taman.Target luaran yang ingin dicapai pada pembinaan dan pendampingan kelompok PKK dan KelompokKantor Kecamatan Kalawat adalah (1) meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam menata taman-tamankecamatan menjadi lingkungan yang indah, hijau, bersih dan Asri (2) memahami dan melakukan kegiatanpraktek mengembangkan ruang terbuka hijau, (3) memiliki kemampuan dalam mengelola taman-taman yangada, (4) meningkatkan kualitas lingkungan, (5) menghasilkan artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan padajurnal akreditasi.Kata kunci : ruang terbuka hijau, taman
IDENTIFIKASI ELEMEN FISIK KEBUDAYAAN KRATON SEBAGAI PEMBENTUK RUANG LANSKAP BUDAYA KOTA CIREBON Rosmalia, Dini
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.444 KB)

Abstract

Lanskap budaya perkotaan merupakan suatu bentuk bentangan alam yang unik dan bersejarah, sertabernilai heritage. Menjaga warisan ini, berarti menjaga kelangsungan warisan untuk generasi mendatang.Lanskap budaya perkotaan merupakan topik yang dianggap penting pada akhir dekade ini, karena kotasebagai bukti dari intervensi manusia, melalui budayanya, terhadap bentangan alam. Selain itu kota jugamerupakan bentuk fisik dari peradaban manusia yang paling maju. Salah satu bentuk lanskap budayaperkotaan di Indonesia yang memiliki keunikan yang khas dan bersejarah, yaitu Kota Cirebon. Keunikanlanskap Kota Cirebon dapat terlihat dari elemen fisik kebudayaan kraton-kraton Cirebon yang tersebar diKota Cirebon. Elemen-elemen fisik ini merupakan warisan Kerajaan Cerbon dari masa Syekh SyarifHidayatullah yang hingga saat ini masih aktif digunakan sebagai tempat ritual kebudayaan masyarakatCirebon. Elemen fisik tersebut terbagi dalam empat bentuk yaitu artefak, badan air, vegetasi, dan kawasan,yang tersebar di seluruh pelosok Kota Cirebon, sehingga berpotensi membentuk identitas kota. Akan tetapipotensi yang bernilai heritage ini ternyata kurang disadari oleh Pemerintah Kota Cirebon. Hal ini terlihatdari ‘Rencana Tata Ruang Kota Cirebon’ yang kurang mengakomodasi potensi tersebut. Untuk itu makalahini, bertujuan mengidentifikasi elemen fisik Kraton yang ada di Kota Cirebon, dan mengungkapkanbagaimana elemen tersebut sebagai pembentuk ruang lanskap budaya Kota Cirebon. Metode penyajianmakalah berupa deskripsi kualitatif, dengan teknik analisis data menggunakan metode interpretasi. Darihasil penelitian terungkap bahwa persebaran kramat, yang merupakan elemen fisik kraton, rata-rata beradadi wilayah pesisir. Pada umumnya, kramat-kramat tersebut berupa bangunan masjid dan makam yangmemiliki keterkaitan yang kuat dengan sejarah keberadaan Kerajaan Cerbon dari masa Syekh SyarifHidayatullah.Kata kunci : elemen fisik kraton, Kraton-kraton Cirebon, lanskap budaya kota
Catatan Editorial Tinangon, Alvin Jance
MEDIA MATRASAIN Vol 12, No 3 (2015)
Publisher : Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.267 KB)

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7