MEDIA MATRASAIN
ISSN : -     EISSN : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 3 (2013)" : 7 Documents clear
Sekapur Sirih

Poedjowibowo, Djajeng ( Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT )

MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.454 KB)

Abstract

APLIKASI BIOETANOL SEBAGAI HASIL FERMENTASI NIRA AREN UNTUK PENERANGAN RUMAH TINGGAL PEDESAAN DI MINAHASA TENGGARA

Wahongan, Chindy R.S., Gosal, Pierre Holy ( Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT )

MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.761 KB)

Abstract

Setiap bangunan menghasilkan dan membutuhkan energy. Energy diperlukan oleh bangunan untuk dapat menjalankan fungsinya secara maksimal. Mulai dari bangunan yang berskala besar sampai bangunan yang berskala kecil seperti rumah tinggal juga menggunakan energy dalam rangka memaksimalkan fungsinya sebagai tempat manusia melakukan aktifitas. Sayangnya, keberadaan energy saat ini sudah semakin berkurang. Peningkatan kebutuhan akan energy yang terus menerus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan energy yang semakin lama semakin habis karena energy yang ada saat ini tidak dapat diperbaharui (unrenewable). Keadaan ini menuntut adanya tindakan penghematan energy seperti memanfaatkan sumber energy terbarukan salah satunya adalah biomassa yang dalam produksinya menggunakan bahan – bahan dari alam yang otomatis dapat diperbaharui (renewable) dan dapat digunakan secara terus menerus tanpa khawatir akan habis suatu hari nanti.Penerapan bioetanol salah satu hasil pengolahan biomassa dengan menggunakan bahan baku dari alam yaitu pohon aren yang memiliki potensi sebagai salah satu tanaman penghasil bioetanol yang keberadaannya cukup potensial, serta daya produksi yang lebih tinggi dibanding tanaman penghasil etanol lainnya, menjadikan tanaman aren sebagai bahan baku yang layak digunakan dalam memproduksi etanol yang nantinya dapat digunakan sebagai penghasil energy listrik untuk penerangan pada rumah tinggal khususnya di daerah Minahasa Tenggara.Kata kunci : energy terbarukan, bioetanol dari aren,listrik untuk penerangan,rumah tinggal

ARSITEKTUR HIGH TECH PADA BANGUNAN OTOMOTIF

Watung, Georgy S.V., Makarau, Vicky H.

MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.052 KB)

Abstract

Bidang otomotif dewasa ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan bertambahnya jumlah kendaraan di kota manado ini bangunan-bangunan yang menampung aktifitas otomotif juga semakin dibutuhkan. Saat ini desain arsitektur tidak bisa terlepas dari pengaruh teknologi dan perilaku manusia yang cenderung mengikuti perkembangan jaman juga ikut mempengaruhi keiinginan mereka untuk mendapatkan fasilitas-fasilitas yang berteknologi tinggi dan mempermudah aktifitas diberbagai tempat yang mereka kunjungi. Disinilah peran dari para arsitek dan desainer dibutuhkan, yaitu dengan merancang suatu tempat yang dapat memenuhi kebutuhan konsumerisme manusia akan teknologi terkini dan kemudahan fasilitas. Arsitektur high tech memiliki karakter yang transparan dengan penggunaan material baja dan kaca, menunjukan struktur dari bangunan, serta menggunakan kecanggihan teknologi untuk menunjang pengoprasian dari bangunan high tech itu sendiri. Penggunaan warna mencolok untuk elemen bangunan agar perbedaan fungsi menjadi hal yang jelas.

DESAIN RUMAH SAKIT YANG AMAN DAN NYAMAN

Junan, Venesia, Suryono, -

MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.444 KB)

Abstract

Pertimbangan tentang strategi keamanan dan kenyamanan bangunan perlu diperhatikan sejak awal perencanaan dan perancangan. Karena permasalahan yang ditimbulkan bangunan dapat mempengaruhi lingkungan sekitar dan sebaliknya.Pada zaman modern ini, masalah keamanan dan kenyamanan yang dihadapi manusia mulai beragam. Masalah-masalah yang muncul akibat pengaruh alam : misalnya gempa. Sedangkan masalah akibat pengaruh manusia : misalnya kebisingan dan kebakaran. Tetapi manusia juga telah menemukan material baru, seperti besi, baja, batu bata atau beton. Dengan material dari perkembangan teknologi tersebut manusia telah belajar membangun bangunan yang aman dan nyaman untuk ditinggal. Namun penggunaan material tersebut harus disertai dengan proses konstruksi yang tepat. Terlebih khusus pada bangunan berskala besar dengan tingkat aktivitas tinggi misalnya “Rumah Sakit”.Untuk itu segala aspek peraturan bangunan yang menyangkut keamanan bangunan baik terhadap ancaman bencana alam maupun bencana anthropogene, serta menyangkut kenyamanan bangunan dari segi visual, audial, dan thermal perlu diperhatikan seksama sejak awal dalam tahap perancangan.Kata kunci: Perancangan, aman dan nyaman.

EKSPLORASI MUSIK DALAM MORFOLOGI ARSITEKTUR

Mantiri, Yohanes Y., Siswanto, Wahyudi ( Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT )

MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.479 KB)

Abstract

Musik merupakan salah satu ungkapan manusia yang artistik dan alami. Musik dapat menjadi sumber inspirasi dalam desain.Fenomena musik dalam arsitektur belum banyak dibicarakan dikalangan arsitektur sendiri. Oleh sebab itu perlu ditelaah lebih lanjut tentang keberadaan fenomena musik dalam arsitektur, bagaimana Fenomena musik dalam arsitektur menjadi penting dan semakin penting dalam masyarakat karena merupakan realitas sosial yang terjadi dalam tiap pengambilan keputusan arsitektural untuk mendirikan bangunan, dan mempengaruhi wujud arsitektur sekarang ini. Sebenarnya di dalam music dan arsitektur terdapat kesamaan yaitu dimana kedua-duanya membutuhkan kedisiplinan.Kepekaan akan prinsip estetika : harmoni, ritme, keseimbangan, penekanan, dll. Kesan psikologis warna, bahan dan konstruksi melengkapi pula perwujudan desain yang utuh dan integral. Musik dapat divisualisasikan dalam desain interior dan arsitektur. Pada perkembangan di era konseptual seperti sekarang area-area publik seperti restoran, café bergaya retro dengan mengambil tema aliran musik tertentu juga merupakan contoh bagaimana kekuatan memori terhadap popularitas jenis maupun kelompok musik tertentu menent Mahasiswa Prodi S1 Arsitektur, Fak. Teknik, Universitas Sam Ratulangi ukan segala bentuk desain, bentuk image yang ingin ditampilkan hingga tampilan fisik interior, arsitektur dan lansekap.Kata kunci : eksplorasi, musik, morfologi

IMPLEMENTASI TEORI RENAISSANCE PADA BANGUNAN KOMERSIAL DI KOTA MANADO

Bawembang, Fransisca J., Makainas, Indradjaja ( Jurusan Arsitektur, FT-UNSRAT )

MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.553 KB)

Abstract

Teori Arsitektur terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Teori Renaissance memiliki ciri dan karakteristik tersendiri yang berasal dari paham Arsitektur Pra-Modern Eropa yang sudah dimodernisasi sehingga menjadikan bentukan dan gaya Arsitektur Renaissance sebagai salah satu konsep perancangan yang megah karena hanya bagian dari Arsitektur Pra-Modern dan menjadikannya sebagai bagian dari Arsitektur Modern. Namun, karena ada berberapa unsur yang diambil dari Arsitektur Pra-Modern, maka walaupun sudah dimodernisasi, teori zaman Renaissance tetaplah menjadi teori yang terbatas pada Klasikisme.Teori Renaissance disebut sebagai harmoni di dunia karena aspek rasio dan keindahan klasikal di dalamnya. Simetris dan konstruktif didalam arsitektur zaman Renaissance membuktikan bahwa zaman dimana Renaissance itu lahir merupakan kelahiran kembali budaya-budaya klasik yang mempengaruhi intelektualitas di zaman itu untuk bangkit, sehingga ilmu pengetahuan, ketatanegaraan, kesenian, dan keagamaan berkembang dengan baik.Penerapan konsep kolaborasi Klasikisme dan Modernisme untuk bangunan komersial di kota Manado merupakan sebuah terobosan dalam dunia perancangan properti komersial di kota Manado, mengingat kerdua teori ini sangat bertolak belakang dan sulit untuk dipadupadankan pada objek perancangan satu sama lain.Perancangan bangunan komersial yang bergaya Renaissance merupakan tujuan dari konsep perpaduan teori Klasikisme yang diterapkan pada properti yang cenderung bergaya Kontemporer-Modern. Prinsip perancangan yang rumit dan memiliki tingkat kesulitan tinggi merupakan tantangan bagi para perancang untuk bisa berinovasi dengan teori dan objek perancangan yang ada, sehingga dalam kajian ini mampu menghadirkan Implementasi Teori Renaissance Pada Bangunan Komersial yang dimaksud.Kata kunci: Teori Renaissance, Bangunan Komersial

ARSITEKTUR ORGANIK PADA PERANCANGAN BANGUNAN RELIGIUS

Oranye, Jhohan B., Moniaga, Ingerid L.

MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 3 (2013)
Publisher : Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Arsitektur, FT - UNSRAT Manado

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.833 KB)

Abstract

Dalam ilmu Arsitektur dikenal dengan istilah arsitektur organik. Arsitektur organik adalah perancangan bangunan arsitektural yang menjadikan alam sebagai media implementasinya. Perancangan arsitektur organik pada perancangan bangunan religius adalah pesan spiritual yang ingin disampaikan oleh seorang arsitek terhadap rancanganya atau desainya sesuai dengan fungsi bangunan sehingga terjadi keselarasan antara fungsi bangunan itu sendiri dan nilai filosofinya. Pesan tersebut biasanya diterjemahkan dalam bahasa gambar atau bahasa bangunan yang ada pada rancangan desain. Pesan arsitektural biasa disebut dengan nilai filosofi atau banyak juga yang menyebut filosofi bentuk, tapi semuanya mempunyai makna sama.Bentuk dalam arsitektur juga meliputi permukaan luar dan ruang dalam. Pada saat yang sama, bentuk maupun ruang mengakomodasi fungsi-fungsi ( baik fungsi fisik maupun non fisik). Fungsi-fungsi tersebut oleh arsitektur berusaha mengkomunikasikan kepada pemakai bangunan bahwa bentuk-bentukan pada arsitektur organic pada perancangan bangunan religious, dalam kenyataanya mempunyai hubungan spiritual dengan alam dan pencipta,sehingga dapat menghadirkan berbagai macam ekpresi pada bangunan religious .Jadi, besarnya pengaruh arsitektur organic menjadi jelas tatkala kita mengingat perbedaan penampilan bangunan tersebut yang diilhami dari alam, dan oleh arsitek kondisi , atau site pada alam dapat menciptakan bentuk tresebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 7