cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 17, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
Analisis Kandungan Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) dalam Pempek Rebus dari Beberapa Tempat Jajanan di Kota Palembang Sumatera Selatan Rismansyah, Eduan; Budianta, Dedik; Pambayun, Rindit
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar logam timbal (Pb) dan kadmium (Cd) yang terdapat di dalam pempek rebus berbahan baku ikan sungai (ikan gabus) dan ikan laut yang dijual pedagang besar (bermerek) maupun pedagang kecil di beberapa tempat kota Palembang. Pengujian sampel pempek menggunakan metode SSA yang dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Nasional Palembang dimana hasilnya dikomparasi dengan baku mutu logam berat dalam ikan dan olahannya menurut BSN (SNI 7387 : 2009), yaitu logam timbal : 0,300 mg/kg dan logam kadmium : 0,100 mg/kg. Hasil pengujian diperoleh data kandungan logam timbal di dalam beberapa pempek rebus baik yang berbahan baku ikan gabus maupun ikan laut yang dijual oleh pedagang besar maupun pedagang kecil sudah melebihi baku mutu. Kadar logam timbal dalam pempek rebus ikan gabus sebesar 1,010 mg/kg (kadar terendah) dan 2,910 mg/kg (kadar tertinggi), sedangkan kadar logam timbal dalam pempek rebus ikan laut sebesar 1,135 mg/kg (kadar terendah) dan 3,405 mg/kg (kadar tertinggi). Sedangkan kandungan logam kadmium di dalam pempek rebus baik yang berbahan baku ikan gabus maupun ikan laut masih di bawah baku mutu yaitu kurang dari 0,0006 mg/kg
Pengurangan Kadar Amonia dari Limbah Cair Pupuk Urea dengan Proses Adsorpsi menggunakan Adsorben Bentonit Kosim, Hasbun; Arita, Susila; Hermansyah, Hermansyah
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Liquid waste of the urea fertilizer plant was caused by the inefficiency of urea manufacturing process and amonia plant equipment, urea, and packaging section. Inefficiency in equipment was due to that the age of equipment was relatively old, damages in treatment and inaccurate process that resulted ammonia exposed along the river so that it could finally pollute water biota. The research was conducted through adsorption process using bentonite adsorbent which was initially physically activated to open external porosity, so that the ammonia absorption became bigger. The adsorption process was conducted in jar test by using lab scale under the following process and treatment condition: determine the stirring used from 100-200rpm, adsorbent mass 10-40 gram/200 ml, heating temperature 100-1400C. The results of the research showed that the percentage of the highest ammonia concentration reduction in solution waste was 82,05% which was obtained in bentonite activation temperature 1200C, absorbent mass 38 g/200 ml, stirring in 100 rpm and contact time in 60 minutes.
Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) sebagai Penurun Kadar Glukosa Darah Mencit Jantan (Mus musculus L.) Hiperglikemik Dewiyeti, Susi; Hidayat, Saleh
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a disease that needs multidiscipline and long life treatment, so herbal alternative is wanted. Moringa oleifera Lamk. is one of multipurpose plant. Moringa leaves has substances that can be used as an anti-hyperglycemic. To reveal the substances contribute to antidiabetic effect of Moringa leave, an antidiabetic test was done mice (Mus muscullus L.) strain Swiss Webster. The main purpose of this research were: (1) to determine the effect of leaf extracts of Moringa to decrease blood glucose levels in mice strain Swiss Webster alloxan induced? This research method used experimental method in the laboratory a completely randomized design consisted of 6 treatments and 4 replications consist. The treatments consisted of the P0 = normal control (it is given aquadest and animal food), P1 = positive control (alloxan induced and aquadest) P2 = comparison (induced alloxan and glibenclamide), P3 = 10% mixture of moringa leaf extract, P4 = 20%, and P5 = 30% is given in a gevage given for 10 days. The mice are chosen randomly with the body weight 25-35 grams with the age of 2-3 months. The result of the reseach: 1) extracting of moringa leaves on various concentration (10%, 20% and 30%) were capable to decrease in blood glucose mice significantly 0.000 < α 0.05. 2) Mouse weight had correlation with blood glucose level of mice that showed R = 0.49. It’s means that, giving extract moringa leave (Moringa oleifera Lamk.) hadn’t effect toward blood glucose level of mice.
Efektivitas Elektroda pada Proses Elektrokoagulasi untuk Pengolahan Air Asam Tambang Ashari, Ashari; Budianta, Dedik; Setiabudidaya, Dedi
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limpasan dari aktivitas pertambangan batubara sangat berpotensi pada pembentukan air asam tambang. Air asam tambang yang berasal dari mine sump area tambang Air Laya PT. Bukit Asam (Persero), Tbk. mempunyai nilai pH rendah yaitu berkisar dari 3 sampai 5, kondisi ini akan melarutkan unsur-unsur logam seperti Fe dan Mn pada batuan yang dilalui oleh air asam tambang tersebut. Elektrokoagulasi merupakan metode untuk melakukan proses koagulasi dengan menggunakan tegangan listrik searah yang didasarkan pada peristiwa elektrokimia. Penelitian dilakukan dengan sistem batch skala laboratorium yaitu menggunakan volume air asam tambang 1,8 L, elektroda besi (Fe) 8 cm x 11 cm x 0,8 mm sebanyak 3 lempeng sebagai katoda dan elektroda aluminium (Al) 8 cm x 11 cm x 0,8 mm sebanyak 3 lempeng sebagai anoda. Percobaan dilakukan dengan interval waktu 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit, lalu menggunakan tegangan 6 V, 12 V, dan 24 V untuk jarak elektroda yaitu 1,5 cm dan 2 cm. Dengan tetap mempertimbangkan faktor ekonomi maka diketahui waktu, jarak dan tegangan DC yang paling efektif digunakan untuk proses elektrokoagulasi adalah 12 Volt dan 45 menit yang akan menghasilkan persen peningkatan nilai pH = 32,96 ; persen penurunan logam Fe = 94,0111 ; dan persen penurunan logam Mn = 88,2878, akan tetapi faktor jarak antara elektroda tidak berpengaruh pada proses ini.
Kajian Cemaran Logam Berat Timbal (Pb) pada Kompartemen di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan Palembang Warsinah, Warsinah; Suheryanto, Suheryanto; Windusari, Yuanita
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan kajian cemaran logam Timbal pada kompartemen lingkungan sekitar TPA Sukawinatan Palembang. Tujuan penelitian untuk menganalisis distribusi Timbal pada air dan sedimen di kolam lindi dan perairan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei analitik. Sampel diambil berdasarkan metode purposive sampling dengan mempertimbangkan jarak dan kondisi lingkungan. Sampel air dan sedimen diambil dari 7 titik sampling di sekitar outlet lindi, aliran lindi dan aliran sungai Sedapat. Penentuan konsentrasi logam timbal menggunakan metode Atomic Absorption Spectrometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar timbal pada kompartemen air berkisar 0,01 – 0,09 mg/L dengan kadar timbal rata-rata zona inti TPA 0,043mg/L zona penyangga dan budidaya TPA 0,028 mg/L, kadar timbal tertinggi di oulet lindi. Kadar timbal pada kompartemen sedimen berkisar 4,38 mg/kg - 29,44 mg/kg dengan kadar timbal rata- rata zona inti TPA 15,143 mg/kg, rata rata zona penyangga dan budaya TPA 7,895 mg/L, kadar timbal tertinggi di outlet lindi. Berdasarkan Pergub No.8 tahun 2012.kadar Timbal pada kompartemen air di TPA Sukawinatan Palembang belum melampaui ambang batas yang ditentukann, namun demikian tidak dapat dikatakan bahwa perairan disekitar TPA tergolong aman, karena logam timbal memiliki sifat akumulatif. Untuk kompartemen sedimen kadar timbal relatif lebih tinggi dari kompartemen air, hal ini menunjukkan adanya akumulasi logam timbal pada sedimen.
Aplikasi Metode Weighted Principal Component Analysis (WPCA) dengan Software S-PLUS2000 Rachmatin, Dewi
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah metode baru untuk mereduksi ruang berdimensi tinggi yang dikembangkan dari metode PCA yaitu Weighted Principal Component Analysis (WPCA) diperkenalkan oleh J.F. Pinto da Costa, H. Alonso dan L. Roque (2011). Oleh karena pada metode PCA, koefisien korelasi Pearson sangat sensitif dengan kehadiran gangguan dan pencilan, maka pada metode WPCA ini digunakan koefisien korelasi baru yang melibatkan rank dari setiap pengamatan untuk setiap variabel. Untuk memberikan gambaran tentang metode WPCA ini, Pada artikel ini program untuk WPCA dibuat dengan software S-PLUS 2000 diterapkan pada data bayi (Damayanti, 2008) serta data catatan waktu pelari (Johnson, 2007), dan hasilnya dibandingkan dengan hasil metode PCA klasik.
Studi Perbandingan Penentuan Posisi Geografis Berdasarkan Pengukuran dengan GPS (Global Positioning System), Peta Google Earth, dan Navigasi.Net Rianandra, Rianandra; Arsali, Arsali; Bama, Akhmad Aminuddin
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Global potisioning system (GPS) merupakan sistem satelit navigasi dan sistem penentuan posisi geografis dengan menggunakan satelit. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah dan waktu. Konsep ini lah yang digunakan untuk menentukan posisi geografis pada daerah Bundaran Air Mancur Kota Palembang, dengan ditentukan titik titik pengukuran pada lokasi penelitian yang kemudian dibandingkan dengan beberapa sumber lainnya yaitu pada peta google earth dan pada navigasi. net. Pada pengukuran menggunakan GPS tingkat ketelitian data yang di dapat relatif lebih tepat dibanding menggunakan google earth dan navigasi.net.

Page 1 of 1 | Total Record : 7