Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : -
The aim of this journal is to publish high quality research in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Articles 39 Documents
Faktor Mathematical Habits of Mind dan Kemampuan Literasi Matematis Siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat

Nuurjannah, Putri Eka Indah, Hendriana, Heris, Fitrianna, Aflich Yusnita

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.466 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i2.423

Abstract

Matematika terbentuk sebagai pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses, dan penalaran. Manusia hidup selalu berdampingan dengan masalah yang kompleks dan perlu adanya sikap kritis dalam menghadapinya dan mampu memprediksi suatu kejadian yang terjadi, serta mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan penalarannya yang baik. Oleh karena itu, sangat diperlukan kemampuan literasi matematis pada diri setiap siswa. Selain kemampuan kognitif yang harus dikembangkan, tetapi juga kemampuan afektif harus dimiliki oleh setiap siswa.  Terdapat hubungan yang positif antara sikap dengan prestasi matematika, salah satunya dengan mathematical habits of mind. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan mathematical habits of mind terhadap kemampuan literasi matematis siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data korelasi. Penelitian ini dilakukan di SMP di Kabupaten Bandung Barat. Subjek pada penelitian ini sebanyak 37 siswa kelas IX yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan nilai korelasi -table sebesar , nilai -test -table sebesar , dan koefisien determinasi sebesar 39,8 %. Dapat diambil kesimpulan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara mathematical habits of mind terhadap kemampuan literasi matematis siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat, dengan pengaruh mathematical habits of mind terhadap kemampuan literasi matematis siswa sebesar 39,8 % dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Memiliki mathematical habits of mind yang tinggi dalam diri siswa, akan memberikan peningkatan kemampuan literasi matematis yang baik.

Kemampuan mahasiswa calon guru matematika dalam pemecahan masalah pembuktian teorema geometri

Masfingatin, Titin, Murtafiah, Wasilatul, Krisdiana, Ika

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.038 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i2.272

Abstract

Pemecahan masalah sangat diperlukan baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan. Pemecahan masalah membutuhkan suatu kemampuan berpikir tingkat tinggi. Khususnya dalam geometri pemecahan masalah yang sering dihadapkan adalah masalah pembuktian. Melalui pembuktian selain mengetahui kebenaran suatu teorema juga dapat mengasah kemampuan berpikir logis mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah pembuktian geometri oleh mahasiswa calon guru matematika Universitas PGRI Madiun. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 2 mahasiswa berkemampuan akademik tinggi dan rendah yang melakukan pembuktian teorema geometri berdasarkan langkah-langkah pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah pembuktian geometri mahasiswa berkemampuan tinggi dalam setiap tahap pemecahan masalah adalah mahasiswa mampu menentukan hipotesis dan kesimpulan dengan bahasa matematis sendiri, mengaitkan dan menggunakan definisi, postulat dan teorema yang telah dibuktikan sebelumnya untuk menyusun pembuktian yang logis disertai visualisasi. Mahasiswa berkemampuan tinggi mampu menyusun metode pembuktian yang berbeda dari yang telah dilakukan. Mahasiswa dengan kemampuan rendah belum mampu merumuskan kesimpulan dengan bahasa matematika sendiri dan belum mampu membuat hubungan antar definisi, postulat dan teorema sehingga belum mampu menyusun pembuktian yang logis. Mahasiswa dengan kemampuan rendah belum mampu menyusun pembuktian yang berbeda dari yang telah dilakukan. Berkaitan dengan kemampuan pemecahan masalah ditemukan factor yang sangat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah mahasiswa yaitu kemandirian belajar (self regulated learning). 

Kemampuan spasial sebagai prediktor terhadap prestasi belajar geometri mahasiswa

Hodiyanto, Hodiyanto

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.645 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i2.364

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan kontribusi kemampuan spasial terhadap hasil belajar geometri dan korelasi antara kemampuan spasial dengan prestasi belajar geometri mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan metode ex post facto. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah teknik pengukuran sehingga alat pengumpul data yang digunakan adalah tes kemampuan spasial dan tes prestasi belajar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester I dan kelas A pagi sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji regeresi sederhana menggunakan SPSS, tetapi sebelum dilakukan uji regresi terlebih dahulu dilakukan uju psrasyarat analisis yaitu uji normalitas dan linieritas. Berdasarkan pembahasan dan kajian teori yang telah diuraikan maka disusun kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: kemampuan spasial dapat dijadikan prediksi terhadap prestasi belajar geometri dan semakin tinggi kemampuan spasial mahasiswa maka akan semakin tinggi pula hasil belajar geometri mahasiswa.

Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat RPP melalui penerapan model pembelajaran project based learning

Nurjaman, Adi, Purwasih, Ratni, Sari, Indah Puspita

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.612 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i1.274

Abstract

This study aims to determine the response of students to the implementation of learning-based project learning model to determine the student's ability to develop RPP through the application of learning-based project learning model and student response in project based learning learning between experimental class and control class. This research method is quasi experimental method with pretset-posttest control group design design. The study population is all students of STKIP Siliwangi who follow the course of High School Mathematics Learning Planning in the even semester of the academic year 2016/2017 consisting of 3 classes, namely: B1, B2, and B3. For the sample of the study, two classes were selected from the study population, selected B1 class as a control class consisting of 40 students and B2 class as experimental class consisting of 43 students. The sample is selected not random class. Data analysis was done to the difference of mean of student ability test result in preparing RPP and percentage from questionnaire of student response to learning of project based learning. The results showed that most of the students gave positive responses to the application of learning-based learning model with average of pretest and posttest class percentage of experiment respectively 67,49% and 77,09% including strong category. Meanwhile, the average of pretest and posttest percentage of control class were 61.50% and 63.97%, respectively. Improvement of students ability in preparing RPP through the implementation of learning model project based learning average gain of 0.57 experimental class included in the category while the control class of 0.36 medium category; And the improvement of the students' ability in preparing the lesson plan that obtained the application of project based learning model is higher than that obtained the application of conventional learning model.

Analisis Kesalahan Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Pada Pokok Bahasan Vektor

Jana, Padrul

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.694 KB) | DOI: 10.26486/jm.v2i2.398

Abstract

Kajian Matematika SMA merupakan salah satu mata kuliah yang sangat penting dalam perkuliahan, sebab akan menjadi bekal mahasiswa ketika sudah menjadi seorang pendidik SMA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif, karena peneliti melalui investigasi juga mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan objek yang akan diteliti. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kesalahan dan jenis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal Vektor pada mata kuliah Kajian matematika SMA menurut panduan Polya. Dalam mengetahui dan mengidentifikasi kesalahan dan jenis kesalahan mahasiswa diambil subjek penelitian tiga mahasiswa dari kelas penelitian, selanjutnya dilakukan wawancara untuk menggali informasi lebih detail. Manfaat penelitian ini adalah setelah mengetahui kesalahan dan jenis kesalahan dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebt dikemudian hari. Pengambilan subjek dalam penelitian ini berdasar pada keberagaman jenis kesalahan yang dilakaukan mahasiswa dan soal tes berupa soal uraian sebanyak lima soal. Analisis data yang dilakukan meliputi uji instrumen, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data kesalahan paling sering dilakukan tiap nomor terletak pada kesalahan teknis dalam perhitungan dengan rata-rata 59%, rata-rata kesalahan penggunaan data sebesar 39,6%, rata-rata kesalahan pemahaman konsep sebesar 33%, rata-rata kesalahan interpretasi bahasa sebesar 19,8% dan rata-rata kesalahan dalam penarikan kesimpulan sebesar 46,2%. Hasil tersebut dapat dijadikan bahan diskusi dan penelitian selanjutnya, khususnya pada bagian analisis penyebab kesalahan pada teknis penghitungan karena pada tahap ini persentase kesalahannya cukup besar.

Peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran problem based learning (PBL) siswa Kelas 4 SD

Eismawati, Eka, Koeswanti, Henny Dewi, Radia, Elvira Hoesein

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Artikel In Press
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.26486/jm.v3i2.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 4 SDN Ngasinan 01 Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan menggunakan model Problem Based Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus dan masing-masing siklus tiga kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas 4 SDN Ngasinan 01 yang berjumlah 25 siswa. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu model Problem Based Learning dan variabel terikat yaitu hasil belajar matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif komparatif yang berupa presentase dari hasil belajar matematika antara pra siklus dan setelah siklus.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning  dapat meningkatkan  hasil belajar pada mata pelajaran matematika materi bangun datar.  Hasil sebelum dilakukan tindakan yaitu pada pra siklus hanya 11 siswa atau 44% yang tuntas, pada siklus I meningkat menjadi 16 siswa atau 64% yang tuntas belajar matematika dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 22 siswa yang tuntas belajar matematika atau 88%. Penelitian ini dikatakan berhasil karena mencapai indikator kinerja yaitu  ≥ 80%  dari seluruh siswa dengan KKM ≥ 70. 

Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematik Siswa SMP dengan Menggunakan Pendekatan Metaphorical Thinking Berbantuan Software Geogebra

Bernard, Martin, Senjayawati, Eka

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Artikel In Press
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.26486/jm.v3i2.558

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya kemampuan koneksi matematik siswa, dengan tujuan penelitian adalah untuk menelaah pencapaian dan peningkatan kemampuan koneksi siswa SMP melalui pembelajaran menggunakan pendekatan metaphorical thinking berbantuan software Geogebra. Metode pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan dua kelompok yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol, desain penelitian berupa pretest, postest, dan uji gain ternormalisasi. Instrumen tes penelitian terdiri dari 5 soal tes kemampuan koneksi matematik berbentuk uraian. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP di Kabupaten Bandung Barat, sedangkan sampelnya adalah SMP Krida Utama Padalarang. Sampel kelas VIII diambil secara acak kelas dari 12 kelas, diperoleh kelas VIII D sebagai kelas ekperimen, dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Kelas Eksperimen memperoleh pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking berbantuan software Geogebra, dan kelas kontrol memperoleh pembelajaran biasa. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil pretes, postes , dan uji gain ternormalisasi, yang diolah melalui uji uji normalitas, dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa pencapaian dan peningkatan kemampuan koneksi matematik antasa siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan methaporical thinking berbantuan software Geogebra lebih baik dengan siswa yang memperoleh pembelajaran biasa. Kata Kunci : Pendekatan Metaphorical Thinking, Koneksi Matematik, Software Geogebra   AbstractThis research is motivated because of the low mathematical connection ability of students, with the aim of the study is to examine and improve the access speed of junior high school students through learning using the Geogebra software-assisted metaphor thinking approach. The method in this study is the experimental method with two groups, namely the experimental class and the control class, the research design in the form of pretest, posttest, and normalized gain test. The research test instrument consists of 5 test questions on the ability of mathematical connections to form a description. The population of this study were all junior high school students in West Bandung Regency, while the sample was Krida Utama Padalarang Middle School. The sample of class VIII was obtained directly from the second grade class, grade VIII was obtained as the experimental class, and class VIII C was the control class. Classroom Experiment learning with a metaphorical thinking approach aided by Geogebra software, and ordinary learning control classes. The research data was obtained from the results of pretest, posttest, and normalized gain test, which were processed through the normality test, and Mann-Whitney test. The results of the study showed that connecting and connecting students and students who used the Geogebra software-assisted method of metabolic thinking was better with students who read ordinary learning. 

Efektivitas model problem based learning ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika

Jana, Padrul, Supiati, Endah

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Artikel In Press
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.26486/jm.v3i2.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning dengan pembanding model pembelajaran langsung ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Pajangan dengan mengambil sampel siswa kelas X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment (eksperimen semu) dengan desain penelitian The Nonequivalent Posttest-Only Control Group Design. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis data uji coba soal posttest kemampuan pemecahan masalah matematika, analisis data hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan model Problem Based Learning dan model pembelajaran langsung, dan analisis data hasil posttest kemampuan pemecahan masalah matematika yang meliputi uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov serta uji hipotesis dengan menggunakan uji T dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelas dalam keadaan awal yang setimbang. Berdasarkan uji normalitas nilai posttest kemampuan pemecahan masalah matematika pada kelas eksperimen diperoleh nilai sig. 0,057 > α dan pada kelas kontrol diperoleh nilai sig. 0,200 > α, sehingga kedua kelas berdistribusi normal. Berdasarkan uji T nilai posttest kemampuan pemecahan masalah matematika pada kedua kelas diperoleh  > , sehingga dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektiv daripada model pembelajaran langsung ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X MIPA SMA Negeri 1 Pajangan Bantul.

Model galat spasial untuk jumlah produksi padi tahun 2014 di jawa barat

Lumbantoruan, Alicia Anggelia, Setiawan, Adi, Susanto, Bambang

Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Artikel In Press
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | | DOI: 10.26486/jm.v3i2.753

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil padi sehingga luas lahan yang ditanami padi merupakan faktor utama yang mempengaruhi produksi padi. Pada studi ini, diusulkan Model Galat Spasial (Spatial Error Model) dalam penerapan untuk jumlah produksi padi dan jumlah produksi padi tetangga. Model ini mengasumsikan bahwa galat (error) dalam model memiliki hubungan spasial antara satu wilayah dan wilayah lain. Data yang digunakan adalah luas lahan produksi padi dan jumlah produksi padi di setiap kabupaten di Jawa Barat pada tahun 2014. Matriks pembobot juga digunakan dalam menggambarkan kedekatan antar wilayah. Hasil yang diperoleh dari model spasial diketahui bahwa konstanta dan juga jumlah total produksi wilayah tetangga tidak berpengaruh terhadap produksi padi suatu wilayah. Regresi sederhana tanpa konstanta adalah model terbaik untuk memodelkan jumlah produksi tanaman padi yang hanya bergantung pada luas lahan  produksi sehingga model galat spasial tidak dapat digunakan dalam kasus ini.

Page 4 of 4 | Total Record : 39