cover
Filter by Year
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI)
ISSN : -     EISSN : -
JBBI, Indonesian Journal of Biotechnology & Bioscience, is published twice annually and provide scientific publication medium for researchers, engineers, practitioners, academicians, and observers in the field related to biotechnology and bioscience. This journal accepts original papers, review articles, case studies, and short communications. The articles published are peer-reviewed by no less than two referees and cover various biotechnology subjects related to the field of agriculture, industry, health, environment, as well as life sciences in general. Initiated at the then Biotech Centre, the journal is published by the Laboratory for Biotechnology, the Agency for the Assessment and Application of Technology, BPPT.
Articles
105
Articles
Back Cover JBBI Vol 5, No 2, December 2018

Sriherwanto, Catur

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Preface JBBI Vol 5, No 2, December 2018: Foreword and Acknowledgement

Tajuddin, Teuku

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Front Cover JBBI Vol 5, No 2, December 2018

Sriherwanto, Catur

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

KERAGAMAN GENETIK 22 AKSESI PADI LOKAL TORAJA UTARA BERBASIS MARKA SIMPLE SEQUENCE REPEATS (SSR)

Ladjao, Holy Ekklesia, Sjahril, Rinaldi, Riadi, Muh.

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Genetic Diversity of 22 Local Rice Accessions from North Toraja Based on Simple Sequence Repeats (SSR) MarkersABSTRACTOne way to explore the potential of local rice is by the characterization that could obtain genetic diversity of that plants. The aim of this study was to obtain the genetic diversity of 22 local rice accession from North Toraja. Twenty-two of local rice accessions from North Toraja were characterized by 30 SSR markers and using NTSYS pc 2.1 program to analyze genetic diversity. The results showed that twenty-six SSR markers that had been analyzed produced some alelles with a size between 106.75-311 bp, the average number of alleles were 3 and the polymorphism rate was 0.53. On coefficient genetic similarity at 0.38, the population formed three clusters. Cluster I and II were dominated by rice that had no hair on the tip of the grain and cluster III were dominated by rice that had hair on the tip of the grain. There were 105 opportunities to crossing between accessions when the genetic distance was above 0.7.Keywords: genetic diversity, local rice, North Toraja, polymorphism rate, SSR markers ABSTRAKSalah satu cara untuk menggali potensi padi lokal adalah dengan karakterisasi. Dengan adanya kegiatan karakterisasi tersebut maka dapat diketahui bagaimana keragaman genetik dari suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik dari 22 aksesi padi lokal Toraja Utara. Duapuluh dua aksesi padi lokal Toraja Utara dikarakterisasi menggunakan 30 marka SSR dan dianalisis keragaman genetiknya menggunakan program NTSYS pc 2.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa duapuluh enam marka SSR yang dianalisis memiliki kisaran ukuran alel antara 106.75-311 bp, dengan jumlah alel rata-rata 3 dan tingkat polimorfisme sebesar 0,53. Koefisien kemiripan genetik 0,38 dan terbentuk 3 klaster. Pada klaster I dan klaster II didominasi oleh padi yang tidak memiliki rambut pada ujung gabahnya, dan pada klaster III didominasi oleh padi yang memiliki rambut pada ujung gabahnya. Selain itu, pada jarak genetik diatas 0,7 terdapat 105 peluang persilangan.Kata Kunci: keragaman genetik, marka SSR, padi lokal, tingkat polimorfisme, Toraja Utara

MANURE UNGGAS: SUPLEMEN PAKAN ALTERNATIF DAN DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN

Yanuartono, Yanuartono, Nururrozi, Alfarisa, Indarjulianto, Soedarmanto, Haribowo, Nurman, Purnamaningsih, Hary, Raharjo, Slamet

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Manure Poultry: Alternative Feed Supplements and Impacts on the EnvironmentABSTRACTThe increase in protein demand is now of serious concern as the human population is forecasted to rise to as much as 9.6 billion by 2050. The poultry industry is one of the largest and fastest growing sectors of livestock production in the world. Increased production results in increased sewage so that the impact on the emergence of environmental problems associated with increased air pollution, water, and soil. The sustainability of animal feeds is crucial in the development of livestock production systems, and feed efficiency can be improved by reusing poultry waste in livestock diets, thus diminishing the use of feed grains. There are several ways of disposing of poultry waste including burial, incineration, composting, fertilizer or source of biogas energy and feed for livestock. Poultry manure is a rich source of lignocelluloses, polysaccharides, proteins, minerals, and other biological materials. It is currently expected some problems can be overcome by utilizing poultry manure waste as an alternative feed source for livestock. This paper aims to review the negative effects of excessive chicken manure and its benefits as an alternative feed for livestock and fish.Keywords: alternative feed, livestock, pollution, poultry industry, poultry manure ABSTRAKKenaikan permintaan protein menjadi perhatian serius karena populasi manusia diperkirakan akan meningkat menjadi sebanyak 9,6 miliar orang pada tahun 2050. Industri perunggasan merupakan salah satu sektor produksi ternak terbesar dan tercepat di dunia. Meningkatnya hasil produksi tersebut akan menambah jumlah limbah sehingga berdampak pada munculnya masalah lingkungan yang terkait dengan peningkatan polusi udara, air dan tanah. Ketersediaan pakan hewan secara berkesinambungan sangat penting dalam pengembangan sistem produksi ternak dan efisiensi pakan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kembali limbah unggas sebagai bahan pakan ternak, sehingga mengurangi penggunaan biji-bijian sebagai sumber pakan. Ada beberapa metode mengurangi jumlah manure ayam termasuk penguburan, insinerasi, pengomposan, pemupukan atau sumber energi biogas dan pakan ternak. Kotoran unggas adalah sumber lignoselulosa, polisakarida, protein, mineral dan bahan biologi lainnya. Saat ini diperkirakan beberapa permasalahan bisa diatasi dengan memanfaatkan limbah manure unggas sebagai sumber pakan alternatif bagi ternak. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji dampak negatif dari manure ayam yang berlebihan dan manfaatnya sebagai pakan alternatif untuk ternak dan ikan.Kata Kunci: industri perunggasan, manure ayam, pakan alternatif, polusi, ternak

VARIASI GENETIK KAMBING BENGGALA DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT BERDASARKAN METODE RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA

Pakpahan, Suhendra, Artama, Wayan Tunas, Widayanti, Rini, Budisatria, I Gede Suparta

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Genetic Variation of Benggala Goats in West Manggarai Regency Based on Random Amplified Polymorphic DNA Method ABSTRACTIndonesia has several types of local goats that have had an extended period of adaptation to the natural conditions in Indonesia. Goat is one of the most important germplasm in supporting the economy of rural communities. Benggala is a local breed of goat originating from Flores Island, East Nusa Tenggara province and has distinctive characteristics. The RAPD technique has several advantages and has been widely used in studies of the genetic diversity of goats. A total of 50 blood samples of Benggala goats were taken from four sub-districts in West Manggarai Regency. This study was conducted to estimate genetic variations of Benggala goats using OPA-6 and OPA-16 primers. The OPA-6 primer consisted of 0-11 bands, while the OPA-16 primer consisted of 0-7 bands. The total bands produced on the OPA-6 primer from all samples was 456, whilst OPA-16 primer was 314. The lowest genetic similarity between individuals of Benggala goats was 44% from the sample K46. Based on the sample population, the average genetic similarity level was 72%. These results show that the genetic diversity of Benggala goats is low.Keywords: Benggala  goat, genetic similarity,genetic variation, RAPD, West Manggarai ABSTRAKIndonesia memiliki beberapa jenis kambing lokal yang memiliki periode adaptasi yang panjang dengan kondisi alam di Indonesia. Kambing merupakan salah satu plasma nutfah yang sangat penting dalam mendukung perekonomian masyarakat pedesaan. Benggala adalah jenis kambing lokal yang berasal dari pulau Flores, propinsi Nusa Tenggara Timur dan kambing Benggala memiliki ciri khas. Teknik RAPD memiliki beberapa keunggulan dan telah banyak digunakan pada studi keragaman genetik kambing. Total 50 sampel darah kambing Benggala yang diambil dari empat kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat. Penelitian ini dilakukan untuk menguji variasi genetik kambing Benggala dengan menggunakan primer OPA-6 dan OPA-16. Primer OPA-6 terdiri dari 0-11 band, sedangkan primer OPA-16 terdiri dari 0-7 band. Total jumlah pita yang dihasilkan pada primer OPA-6 dari semua sampel adalah 456, sementara primer OPA-16 adalah 314. Kemiripan genetik terendah antara individu-individu kambing Benggala adalah 44% dari sampel K46. Berdasarkan populasi sampel, tingkat kemiripan genetik rata-rata adalah 72%. Hasil ini menunjukkan bahwa keragaman genetik kambing Benggala tergolong rendah.Kata Kunci: kambing Benggala, kemiripan genetik, Manggarai Barat , RAPD, variasi genetik

KEMAMPUAN EKSTRAK SENYAWA AKTIF BAKTERI ENDOFIT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Fusarium oxysporum f.sp. PADA KELAPA SAWIT

Candrawati, Emilia, Rupaedah, Bedah, Sumpono, Sumpono, Sundaryono, Agus

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ability of Active Compound Extract of Endophytic Bacteria to Inhibit the Growth of Fusarium oxysporum f.sp. in Oil Palm ABSTRACTWilt vessels disease in oil palm plants is caused by Fusarium oxysporum f.sp. This disease is very harmful because of its ability to kill the infected oil palm plant in less than a year. Endophytic bacteria are likely to be biological controllers for the disease because of their ability to produce bioactive antifungal compounds. Isolation of endophytic bacteria from oil palm plant and activity test of their active compounds against F. oxysporum f.sp. in vitro had been done. Antagonistic test of endophytic bacterial isolates against F. oxysporum f.sp. was carried out using a double culture method. The potential endophytic bacterial isolates were extracted using ethyl acetate solvent for their active compounds, which were then tested for its activity in inhibiting the growth of F. oxysporum f.sp. The results showed that the active compound extract of B11 endophytic bacteria with the incubation time of 24 and 54 hours gave the growth inhibition of F. oxysporum f.sp. at the level of 29.23% and 43.85%, respectively.Keywords: antagonistic test, bioactive compound, endophytic bacteria, F. oxysporum f.sp., oil palm ABSTRAKPenyakit layu pembuluh pada tanaman kelapa sawit disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. Penyakit ini menjadi penyebab kematian tanaman kelapa sawit yang telah terinfeksi dalam waktu kurang dari setahun. Bakteri endofit asal tanaman kelapa sawit dimungkinkan menjadi pengendali hayati bagi penyakit ini karena kemampuan bakteri tersebut memproduksi senyawa bioaktif yang bersifat antifungi. Isolasi bakteri endofit dari tanaman kelapa sawit dan uji aktivitas senyawa aktifnya terhadap F. oxysporum f.sp. secara in vitro telah dilakukan. Uji antagonis isolat bakteri endofit terhadap jamur patogen F. oxysporum f.sp. menggunakan metode kultur ganda. Isolat bakteri endofit potensial diekstrak senyawa aktifnya dengan menggunakan pelarut etil asetat, kemudian senyawa aktif ini diuji aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen F. oxysporum f.sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak senyawa aktif bakteri endofit B11 dengan waktu inkubasi 24 dan 54 jam memberikan daya hambat terhadap F. oxysporum f.sp. sebesar masing-masing 29,23% dan 43,85%.Kata Kunci: bakteri endofit, F. oxysporum f.sp., kelapa sawit, senyawa aktif, uji antagonis 

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KAPANG ENDOFIT Cb.Gm.B3 ASAL RANTING KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni)

Rachman, Fauzy, Mubarik, Nisa Rachmania, Simanjuntak, Partomuan

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Antioxidant Activity of Endophytic Fungi Cb.Gm.B3 Extract from Cinnamon (Cinnamomum burmanni) TwigsABSTRACTThere are many degenerative diseases that are caused by a free radical effect. Cinnamon (Cinnamomum burmanni) contains cinnamaldehyde compounds that have activity as a powerful antioxidant and fight free radicals. Endophytic fungi can be found in cinnamon plants living symbiotically. Endophytic fungi produce a variety of bioactive metabolites including antioxidants. This research was conducted to isolate endophytic fungi from C. burmanni plant which is active as antioxidant. Endophytic fungi isolation was carried out using surface sterilization method and cultivated in PDA media. Antioxidant activity test was performed using free radical 2.2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. Selected isolates were then identified molecularly to determine their species. A total of nine fungi were isolated from cinnamon twigs. The result showed that the highest antioxidant activity was obtained from Cb.Gm.B3 with IC50 of 13.219 ± 0.755 µg/mL. The selected isolate Cb.Gm.B3 taxonomically has a high similarity with Neofusicoccum parvum isolate PEL23 (Accession no: KY053054.1).Keywords: antioxidant, Cinnamomum burmanni, 2.2-diphenyl-1-picrylhydrazyl, endophytic fungi, Neofusicoccum parvum ABSTRAKKayu manis (Cinnamomum burmanni) mengandung senyawa sinamaldehid yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan kuat dan dapat menangkal radikal bebas. Dalam tanaman kayu manis terdapat kapang endofit yang hidup bersimbiosis. Kapang endofit dapat menghasilkan berbagai senyawa metabolit bioaktif termasuk antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi kapang endofit dari tanaman C. burmanni yang aktif sebagai antioksidan. Isolasi kapang endofit dilakukan menggunakan metode sterilisasi permukaan dan ditanam pada media PDA. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode peredaman radikal bebas dengan reagen 2.2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Isolat terpilih diidentifikasi secara molekuler untuk menentukan spesiesnya. Sebanyak 9 isolat kapang berhasil diisolasi dari jaringan ranting tanaman kayu manis. Aktivitas antioksidan tertinggi (IC50) didapatkan dari isolat Cb.Gm.B3 sebesar 13,219 ± 0,755 µg/mL. Isolat terpilih Cb.Gm.B3 secara taksonomi memiliki tingkat kemiripan yang tinggi dengan Neofusicoccum parvum isolat PEL23 (No. aksesi: KY053054.1).Kata Kunci: antioksidan, Cinnamomum burmanni, 2.2-difenil-1-pikrilhidrazil, kapang endofit, Neofusicoccum parvum

PENGARUH PEMBERIAN MANUR BROILER DENGAN FERMENTASI Lactobacillus casei TERHADAP KONVERSI PAKAN AYAM KAMPUNG

Nururrozi, Alfarisa, Indarjulianto, Soedarmanto, Ramandani, Dhasia, Yanuartono, Yanuartono

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The Effect of Broiler Manure with Lactobacillus casei Fermentation on the Kampung Chicken Feed Convertion Ratio ABSTRACTHusbandry of kampung chicken is constrained by high feed prices and poor productivity. This study aims to utilize alternative feed materials derived from broiler manure to obtain a cheaper feed with good quality. Manure contains high nutrients. Manure was fermented using Lactobacillus casei to improve feed conversion. Two hundred chickens were divided into 4 groups (n = 50). Groups P1, P2, and P3 were given 4%, 8%, and 12% fermentation of L. casei, respectively. Group P0 was given a regular feed without L. casei. Each treatment group consisted of four replicates and were maintained for 60 days. The research design used was Completely Randomized Design subjected to analysis of variant (ANOVA) followed by Duncan test. The feed conversion values of groups P0, P1, P2, and P3 were 4.46; 4.38; 4.21; and 4.54, respectively. The results showed that the feed conversion was not significant in all groups. It was concluded that L. casei fermenter could not improve the feed conversion ratio (FCR).Keywords: FCR, fermentation, kampung chicken, Lactobacillus casei, manure ABSTRAKBudidaya ayam kampung terkendala tingginya harga pakan dan rendahnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan pakan alternatif bersumber manur (limbah kotoran) ayam broiler untuk memperoleh pakan murah dengan kualitas baik. Manur broiler masih mengandung nutrisi yang tinggi. Manur difermentasi menggunakan Lactobacillus casei untuk memperbaiki konversi pakan. Dua ratus ekor ayam dibagi menjadi 4 kelompok (n=50 ekor). Kelompok P1, P2, dan P3 masing-masing diberi ransum yang ditambah fermentasi L. casei sebanyak 4%, 8%, dan 12%. Kelompok P0 diberikan pakan biasa tanpa penambahan L. casei. Setiap kelompok perlakuan terdiri dari empat ulangan dipelihara selama 60 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisis ragam yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Konversi pakan dari kelompok P0, P1, P2, dan P3 berturut-turut 4,46; 4,38; 4,21; dan 4,54.  Hasil penelitian menunjukkan konversi pakan tidak berbeda nyata pada semua kelompok perlakuan. Dari hasil penelitian disimpulkan penggunaan fermenter L.casei pada pakan belum mampu memperbaiki konversi pakan.Kata Kunci: ayam kampung, FCR, fermentasi, Lactobacillus casei, manur

IDENTIFIKASI AKTINOMISETES SEDIMEN AIR TAWAR MAMASA, SULAWESI BARAT DAN AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN PELARUT FOSFAT

Putri, Ade Lia, Lisdiyanti, Puspita, Kusmiati, Mia

Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol 5, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Identification of Actinomycetes in Freshwater Sediments from Mamasa, West Sulawesi and Their Antibacterial and Phosphate Solubilizing ActivitiesABSTRACTA large number of actinomycetes that have been isolated and screened were obtained from soil and marine samples. Consequently, the possibility of isolating novel Actinomycetes and secondary metabolites compounds strains from soil and marine samples have limited. Exploration of actinomycetes from freshwater sediment is rare. In this study, 30 isolates of Actinomycetes from freshwater sediments in Mamasa District, West Sulawesi were isolated, identified, and screened for their antibacterial and phosphate solubilizing activity. Actinomycetes were isolated by serial dilution method and were identified based on morphological and 16S rRNA gene sequence. Antibiotic activity was screened using the agar plug diffusion method, while soluble phosphate ability was observed by clear zone ratio in PKA medium. Most of the isolates belong to the genus Streptomyces (80%). Out of 30 isolates, 56.6% showed antibacterial activity and 36.6% had potential as solubilizing phosphate which belong to genus Streptomyces, Actinomadura, and Kitasatospora.Keywords: 16S rRNA, Actinomycetes, antibacterial, freshwater sediment, phosphate solubilizing ABSTRAKSebagian besar aktinomisetes yang telah diisolasi dan dilakukan penapisan metabolit sekundernya berasal dari sampel tanah dan laut. Konsekuensinya, kesempatan untuk menemukan aktinomisetes jenis baru maupun yang menghasilkan metabolit sekunder baru dari tanah dan laut semakin berkurang. Eksplorasi aktinomisetes dari lingkungan lain seperti sedimen air tawar jarang dilakukan. Pada penelitian ini, 30 isolat aktinomisetes yang diisolasi dari sedimen air tawar di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, telah diidentifikasi dan dilakukan penapisan antibakteri dan kemampuan isolat dalam melarutkan fosfat. Aktinomisetes diisolasi dengan metode pengenceran secara langsung dan selanjutnya diidentifikasi secara morfologi dan molekular berdasarkan gen 16S rRNA. Metode yang digunakan dalam penapisan aktivitas antibakteri adalah agar plug diffusion method, sedangkan kemampuan aktinomisetes dalam melarutkan fosfat diuji dengan cara menumbuhkan isolat pada media PKA. Isolat yang paling banyak diisolasi termasuk ke dalam marga Streptomyces (80%). Dari 30 isolat, 56,6% isolat menunjukkan adanya aktivitas antibakteri dan 36,6% dari isolat berpotensi sebagai pelarut fosfat, yang termasuk ke dalam marga Streptomyces, Actinomadura, dan Kitasatospora.Kata Kunci: 16S rRNA, Aktinomisetes, sedimen air tawar, antibakteri, pelarut fosfat