Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : -
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies published two times a year since 2017, is a multilingual (Bahasa, English, and Arabic), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic studies. The aim is to provide readers with a better understanding of Islamic Studies and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews.
Articles
22
Articles
Practice of Fetish-Badri in Healing a Possessed Among the People of Kala-Balge Local Government Area, Borno State, Nigeria: An Islamic Perspective

Sule, Muhammad Maga, Shettima, Abubakar, Alkali, Kasim

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.936 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan  studi banding tentang ‘Fetish-Badri’ menurut pandangan Islam, dengan kasus pada masyarakat Kala Balge. Kajian ini meneliti peran yang dimainkan oleh penduduk dalam interaksi dengan ‘Fetish-Badri’. Adapun instrumen pengumpulan data berupa wawancara,  buku pelajaran, jurnal, disertasi, dan makalah seminar. Penelitian menemukan bahwa terdapat banyak pemilikan jenis obat tradisional di Borno yang berbeda menurut zona geo-politik. Sangat menarik untuk dicatat bahwa ‘Fetish-Badri’ sebagai obat memiliki hubungan dengan kekuatan supranatural. ‘Fetish-Badri’ adalah proses penyembuhan atau ritual yang berpusat pada keyakinan akan keberadaan kekuatan Jin yang memiliki korban dalam berbagai cara dan bentuk. Oleh karena itu, penelitian menemukan bahwa penduduk pedesaan menyukai pengobatan tradisional tersebut karena keyakinan bahwa semua praktik yang terlibat ditujukan untuk pengobatan dan penyembuhan. Dengan demikian beberapa praktisi fetisisme juga menganggapnya sebagai sarana hiburan dan memperoleh manfaat duniawi. Disarankan bahwa segala macam metode penyembuhan harus dipertimbangkan asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak membahayakan kehidupan masyarakat. Untuk mencapai hal ini, dianjurkan bahwa siapa pun yang ingin terlibat dalam teknik penyembuhan yang diperbolehkan seseorang harus mencari pengetahuan yang mendalam di lapangan dan untuk mengetahui aturan-aturan Islam dasar dalam hal metode, agar tidak membahayakan kehidupan kliennya.

INNOVATION IN ISLAMIC EDUCATION

Said, Mohamed Mohamed Tolba, Umachandran, Krishnan, Don, Abdul Ghafar

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.015 KB)

Abstract

Pendekatan pendidikan agama terbentuk karena dipengaruhi  oleh faktor sejarah, budaya, sosial, dan politik. Namun, baik sistem pendidikan sekuler maupun sistem pendidikan agama tradisional, tidak mampu membawa perkembangan yang maju dalam masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan agama harus berevolusi dan  mengkombinasikan dengan pendidikan sekuler, dan pendekatan inovatif dalam  pembelajaran serta fasilitas yang relevan dengan perkembang teknolongi untuk mendukung pendidikan. Proses pendidikan berkembang di banyak negara berubah secara radikal, dari madrasah tradisional ke sekolah lokal, dan kemudian ke menjadi pendidikan sistem Eropa. Kurikulum pendidikan harus mendorong terciptanya proses belajar dengan pengamatan sistematis, penalaran kuantitatif dan ekspresi ilmiah. Alat pembelajaran harus melibatkan siswa dengan penciptaan melalui observasi, gambar dan catatan deskriptif, eksplorasi, artikulasi, dan komunikasi dengan sesama siswa. Makalah ini menganalisis kombinasi dari kedua orientasi struktural dan budaya pada kebutuhan yang diidentifikasi mengarah ke fasilitasi di lingkungan belajar, menerapkan pengetahuan untuk berlatih, dan akhirnya dievaluasi untuk pemenuhan atau identifikasi gap, demi memajukan pembelajaran atau pengembangan terhadap pemanfaatan dan pertumbuhan yang konstruktif.

Nilai-Nilai Spritualitas dan Harmoni Beragama dalam Wirid Harian Kitab Al-Aurad Al-Nurâniyyah

Fadhil, Abdul

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.215 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan keagamaan yang terjebak kepada pengamalan zhahiriyah yang bersifat normatif. Akan tetapi, kesempurnaan beragama justru terletak pada keseimbangan dalam mengamalkan keberagamaan yang zhahiriyah dan bathiniyyah. Di dalam ajaran agama yang bathiniyyah justru dapat menumbuhkan dan mengembangkan spiritualitas keberagamaan. Wirid al-Aurâd al-Nûrâniyyah yang diajarkan oleh thariqat al-Syâdziliyyah. Di dalamnya terdapat bacaan-bacaan yang diasumsikan dapat menumbuhkan spiriualitas, keharmonisan perilaku keagamaan, tidak monolitik dan toleran. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dalil-dalil keagamaan tentang wirid. Kemudian mendeskripsikan dan menganalisis teks, arti, dan interpretasi wirid al-Aurâd al-Nûrâniyyah. Kemudian,  menganalisis relevansi pengamalan wirid tersebut dalam mengembangkan spiritualitas keberagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif dan studi literatur. Metode deskriptif dan studi literatur digunakan untuk mendeskripsikan kajian tasawuf dan wirid dalam perspektif keagamaan. Kemudian mendeskripsikan data-data menyangkut wirid  al-Aurâd al-Nûrâniyyah, menerjemahkan, dan menginterpretasikan makna terhadap bacaan-bacaan wirid, serta menganalisis relevansinya terhadap pengembangan spiritualitas keberagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wirid harian al-Aurâd al-Nûrâniyyah bacaan-bacaannya seperti surat al-Fâtiḥah, surat al-Wâqi’ah, shalawat, tahlil, tahmid, dan lain sebagainya seperti yang diajarkan oleh pendiri thariqat al-Syâdziliyyah, mengandung makna yang berarti dan relevan dalam mengembangkan spiritualitas keberagamaan. Wirid juga sebagai salah satu upaya dalam membentuk karakter spiritualitas  Islam (tasawuf). Wirid yang mencakup beberapa bentuk zikir dan doa tersebut berisikan ajakan untuk menciptakan harmoni kehidupan, mendoakan keselamatan dan kesejahteraan bagi sesama umat manusia tanpa memandang agama dan mazhab keagamaan.

Makna Simbolik Ayat-Ayat tentang Kiamat dan Kebangkitan dalam Al-Qur’an

Hadiyanto, Andy, Khumairoh, Umi

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.857 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman simbolik tentang makna kiamat dan kebangkitan dalam al-Qur’an (ayat-ayat eskatologis) dengan analisis tekstual dan kontekstual terhadap ayat-ayat tersebut. Ayat-ayat eskatologis dalam al-Qur’an di samping memiliki makna tekstual-teologis juga memiliki makna simbolik. Pemaknaan teologis mengandaikan bahwa peristiwa-peristiwa kiamat, kebangkitan, kehidupan syurga dan neraka adalah wilayah keimanan yang harus diyakini sebagai peristiwa nyata yang sifatnya ghaib. Sedangkan pemaknaan simbolik menyaran pada pemahaman bahwa ayat-ayat tersebut diuturnkan dalam konteks budaya dan situasi kondisi kesejarahan tertentu yang memungkinkan pembacaan terhadap konsep-konsep eskatologis tersebut secara kontekstual. Adapun  penelitian ini menggunakan pendekatan sastra dan metode penelaahan sastra yang digunakan adalah analisis struktural, yang berdasarkan teori bahwa teks al-Qur’an terdiri dari bermacam-macam unsur pembentuk struktur. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode penelitian survey. Metode survey digunakan untuk mendeskripsikan pemahaman dosen PAI terhadap makna simbolik ayat-ayat eskatologis dalam al-Qur’an.

The Discourse of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama with Considerations of Geertz’s Religion of Java

Wajdi, Firdaus

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.506 KB)

Abstract

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah dua organisasi Muslim terbesar di negara berpenduduk Muslim terbanyak, Indonesia. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi kedua peran tersebut dalam konteks Islam Indonesia. Namun, ada kekurangan studi untuk menelusuri kemungkinan kesamaan antara keduanya. Paper ini menggambarkan deskripsi yang berbeda dari kedua organisasi tersebut dari perspektif Clifford Geertz dalam karya utamanya, the Religion of Java, di mana Geertz meliput beberapa karakteristik pengikut Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Studi ini kemudian berlanjut dengan identifikasi common grounds dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Penelitian kualitatif ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan. Studi ini menyimpulkan bahwa terlepas dari kenyataan perbedaannya, ada beberapa kesamaan, yang membuat kedua organisasi tersebut bersama-sama berkontribusi lebih pada pengembangan Islam di Indonesia. Kemudian diharapkan para pengikutnya untuk bisa bekerja sama untuk membangun Indonesia yang damai melalui pemahaman yang lebih baik tentang institusi keagamaan Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama

Pengaruh Pembiayaan Perbankan Syariah terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Studi Empiris di 13 Negara

prastowo, prastowo

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.514 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiayaan di perbankan Islam terhadap pertumbuhan ekonomi. Studi kasus dilakukan lintas 13 negara dari tahun 2010 hingga 2015 dengan menggunakan Panel GMM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan khususnya kedalaman keuangan pada perbankan Islam memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterbukaan terhadap perdagangan internasional dapat memberikan dampak posisitf terhadap perekonomian, sedangkan variabel inflasi menunjukkan hubungan negatif terhadap perekonomian. Penelitian ini merekomendasikan kepada regulator untuk lebih mengembangkan perbankan Islam untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Metode Penentuan Awal Bulan Empat Mazhab

Amin, Muhammad Faishol

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.178 KB)

Abstract

Permasalahan penentuan awal bulan kamariah masih belum menemukan titik temunya. Masing-masing pihak masih mempertahankan hasil ijtihadnya. Permasalahan tersebut berawal dari perbedaan interpretasi hadis-hadis awal bulan, ada yang memahami secara tekstual yang menghasilkan kubu rukyah dan ada yang memahami secara konstekstual dan menghasilkan kubu hisab. Selain pemahaman tentang dua kubu tersebut, lebih jauh lagi kita harus memahami bagaimana ulama salaf berpendapat, terutama ulama empat madzhab yang sering dijadikan rujukan oleh para ulama khalaf. Dalam pembahasan ini ditemukan bahwa pendapat ulama empat madzhab mengenai metode penentuan awal bulan kamariah berbeda-beda, ada yang memakai rukyat, dan ada pula yang memakai hisab. Hal itu wajar, karena hal tersebut merupakan produk ijtihadi yang masing-masing mujtahid mempunyai penafsiran yang bermacam-macam. Kita sebagai umat muslim dihadapkan pada dua pilihan, antara penetapan awal bulan ilmiah (shari’ah/astronomi) atau penetapan awal bulan berjama’ah (unifikasi kalender kamariah). Dua opsi tersebut sangat sulit untuk dikompromikan dan harus ada yang dipilih salah satu di antaranya.

بيان القراءات القرآنية وأثرها في الدراسات النحوية واللغوية

Fadhil, Ahmed Ustman

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.084 KB)

Abstract

تهدف هذه الدراسة إلى إبراز القيمة اللغوية للقراءات القرآنية ومدى أثرها في الدراسات النحوية واللغوية وبيان أن القرآن بكامله أثر تأثيراً كبيراً في الدراسات النحوية واللغوية ، فاشتملت هذه الدراسة على المحاور الآتية :المحور الأول : القراءات بين البصريين والكوفيين، المحور الثاني : القراءات في ضوء الأصول النحوية والتخريجات،المحور الثالث : قراءات أثرت في الدراســـــات النحوية واللغوية ومرجعها إلى اللغات " اللهجات " .  

Jalan Menuju Tuhan: Revitalisasi dan Interpretasi Makna atas Penciptaan Karya Tari Shirath Nan Tersirat

Nursyam, Romi, Fadhil, Abdul

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.988 KB)

Abstract

Tulisan ini adalah eksplorasi dari penciptaan karya tari S}ira>t{, Nan Tersirat yang terinspirasi dari cerita rakyat, yakni fenomena budaya masyarakat Paninggahan yang masih yakin pada hal mistik yang bertentangan dengan akidah Islam, yaitu meminta pada dewa atau jin dengan mengagung-agungkan suatu tempat di Nagari Paninggahan. Penciptaan tari ini merupakan revitalisasi makna dari tari Adok di Nagari Paninggahan, yang bercerita tentang seorang raja (Rajo Bagombak Bagalang Kaki, keturunan raja Pagaruyuang) kerasukan saat mendengar suara nyanyian dewa.Tujuan penggarapan karya ini adalah untuk mengekspresikan karya tari yang menggambarkan karakter manusia yang memasuki alam gaib dan mencerminkan karakter manusia yang ingin bertemu dengan Tuhannya (Allah SWT). Adapun tulisan ini menggunakan dua pendekatan yakni ilmu seni tari dan pendekatan keislaman (Tasawuf). Penciptaan tari dilakukan dengan memberi reinterpretasi yagar sesuai dengan ajaran Islam dengan tema utama adalah jalan menuju Tuhan (Sirat).

Islam dan Nasionalisme: Pandangan Pembaharu Pendidikan Islam Ahmad Dahlan dan Abdulwahab Khasbullah

Setiawan, Iwan

Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Ilmu Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.528 KB)

Abstract

Sampai hari ini, dikotomi antara “Islam” dan “Nasionalis” masih terjadi. Dikotomi ini menjadikan seorang Muslim merasa tidak nyaman dalam pergaulan di masyarakat, khususnya saat bertemu dengan kelompok yang berbeda agama. Pada akhirnya, dikotomi ini menjadikan sebuah pertanyaan “Apakah menjadi Muslim bisa menjadi Nasionalis”? Artikel akan menjawab pertanyaan diatas dengan melihat sejarah dua tokoh pendidikan Islam dan Pahlawan Nasional. Mereka adalah Ahmad Dahlan dan Abdulwahab Khasbullah, dua pendiri organisasi terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Dengan meneliti tentang dua tokoh Pendidikan Islam di masa Kolonial Belanda sebelum era kemerdekaan, kita bisa menemukan jawaban atas pertanyaan diatas. Tujuan artikel ini untuk menunjukkan bahwa tokoh Islam bernama Ahmad Dahlan dan Abdulwahab Khasbullah adalah seorang Nasionalis. Penelitian ini merupakan Library Research,  dimana sumber pustaka diambil dari buku-buku, jurnal, majalah dan Koran. Library Research juga sering disebut dengan istilah penelitian Kepustakaan.