cover
Contact Name
Izzatul Mardhiah
Contact Email
journalhayula@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journalhayula@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
ISSN : 25490761     EISSN : 25489860     DOI : -
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies published two times a year since 2017, is a multilingual (Bahasa, English, and Arabic), peer-reviewed journal, and specializes in Islamic studies. The aim is to provide readers with a better understanding of Islamic Studies and present developments through the publication of articles, research reports, and book reviews.
Articles 36 Documents
أثر التردد بين الضبط والتقريب في تقويض دائرة الخلاف المصطلحي Nasreddine, Adjdir
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 3 No 2 (2019): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.493 KB) | DOI: 10.21009/hayula.003.2.05

Abstract

ان الاشكال الذي تقع فيه الامة في هاته الازمنة هو اشكال المصطلحات وغالبا ما تكون المغالطات في المباني لا في المعاني وعليه توجب أن ينبري من الأمة من ينبذ عنها مظاهر الشقاق والخلاف فيئا الى الحق وبغية الانصاف وتأتي هاته الدراسة لتؤسس لنظرية تقويض الخلاف  بتحكيم المعاني المرادة للمصطلحات في مختلف الفنون ، وقد توصل الباحث الى ضرورة الفي ء الى الحق بتحكيم مثل هاته النظرية
Preserving Identity through Modernity: Dayah al-Aziziyah and Its Negotiations with Modernity in Aceh Fahmi Arrauf Nasution, Ismail; Miswari, Miswari; Sabaruddin, Sabaruddin
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 3 No 2 (2019): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.231 KB) | DOI: 10.21009/hayula.003.2.06

Abstract

Tulisan ini bertujuan menganalisa negosiasi dayah di Aceh dalam menghadapi modernitas. Pada satu sisi, dayah perlu menjaga identitas dengan merawat keunikan sistem dan metode pengajaran agama sesuai dengan cara yang telah diajarkan secara turun-temurun. Kajian teks yang ditentukan oleh pengajar (teungku) mulai dari kriteria santri dan sistem evaluasi dan standarisasi kemampuan.Dayah juga merawat identitas dengan membentuk kepribadian santri melalui pembangunan kemandirian hidup di dayah.Sistem dayah telah berhasil melahirkan masyarakat yang memahami Islam secara mendalam, menyeluruh dan jauh paham sempit tentang agama.Yang lebih penting, pendidikan dayah menjauhkan santri dari pola pikir radikal dan menjadikan mereka manusia yang toleran.Hasil dari studi ini menunjukkan, dayah Al-Aziziyah yang mempedulikan modernitas dengan tidak kehilangan identitas berhasil menyebarkan ajaran agama dengan baik di Aceh.Negosiasi dengan modernitas juga sedikit membuat Al-Aziziyah harus meninggalkan beberapa prinsip pendidikannya seperti menunda visi besar menjadikan STAI Al-Aziziyah Samalanga persis seperti dayah manyang yang pernah berjaya di Aceh.
Ma‘had 'Aly and the Challenge of Modernizing Islamic Education in Indonesia Wajdi, Firdaus; Nur Aulia, Rihlah
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 3 No 2 (2019): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.811 KB) | DOI: 10.21009/hayula.003.2.04

Abstract

Paper ini menjelaskan salah satu model pesantren di Indonesia yang cukup jarang dibahas, Ma‘had ‘Aly, pesantren yang santrinya adalah mahasiswa. Secara khusus paper ini menjelaskan pergulatan Pondok Pesantren Darus Sunnah dalam menghadapi tantangan modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia. Sejalan dengan waktu, mayoritas pesantren mengadopsi modernisasi demi memenuhi tuntutan masyarakat dan pengakuan yang lebih luas dari pemerintah. Namun demikian, Pondok Pesantren Darus Sunnah adalah salah satu pesantren yang masih belum bisa menerima tawaran modernisasi pesantren tersebut secara menyeluruh. Paper ini bertujuan untuk menjelaskan alasan keengganan Pondok Pesantren Darus Sunnah dalam merespons modernisasi. Untuk menjawab pertanyaan di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan data auto-ethnography. Penulis memanfaatkan pengalaman penulis selama menjadi santri dan pengajar di Pondok Pesantren Darus Sunnah dengan dilengkapi observasi dan wawancara. Secara singkat penelitian ini mengisyaratkan bahwa Pondok Pesantren Darus Sunnah menolak modernisasi dari segi kurikulum karena hal tersebut mereduksi otoritas dan identitas tradisional pesantren. Pondok Pesantren Darus Sunnah lebih memilih untuk menjaga ke-tradisional-an pesantren sesuai dengan dawuh dari pendiri pesantren. Model Pesantren Tradisional yang selama ini dijaga terbukti telah melahirkan alumni yang berkualitas dan memainkan peran yang besar baik di level nasional maupun internasional. Paper ini juga mengajukan penyetaraan ijazah setingkat strata satu sebagai salah satu solusinya.
Konstruksi Baru & Pengembangan Wisata Religi di DKI Jakarta Narulita, Sari; Suprasetio, Arip; Humaidi, Humaidi
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 3 No 2 (2019): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.942 KB) | DOI: 10.21009/hayula.003.2.03

Abstract

Penelitian ini mengkaji dan menganalisis kontruksi baru akan konsep wisata religi melalui masjid dengan sejarah Islam yang melatarbelakanginya.  Selain makam, masjid menjadi satu destinasi lokasi wisata religi, yakni wisata keagamaan yang bermotif spiritual, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengunjungi Masjid mampu menjadi sarana untuk meningkatkan sisi spiritualitas individu, melalui aspek ibadah yang bisa dilakukan di dalamnya; Juga mampu meningkatkan pemahaman keagamaan melalui beragam kajian keagamaan yang rutin dilaksanakan. Namun ternyata, beberapa masjid memiliki kisah sejarah perkembangan Islam di dalamnya. Melalui kisah inilah, para peziarah mampu memahami peran masjid dalam merekatkan persatuan masyarakat sekitarnya dalam melawan penjajah; masjid menjadi pusat peradaban. Melalui konstruksi baru dan pengembangan wisata religi, masjid menegaskan dirinya bukan hanya tempat ibadah; namun juga sebagai pusat peradaban; tempat pemersatu masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa metode observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka terkait dengan masjid-masjid di wilayah DKI Jakarta. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan akan destinasi masjid-masjid di wilayah DKI Jakarta, yang mampu menunjukkan identitas dirinya sebagai pusat peradaban; sebagai pemersatu masyarakat dalam melawan penjajah di masa lalu.
Persepsi Santri tentang Moderasi Islam dan Wawasan Kebangsaan Rohimah, Ratu Bai
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 3 No 2 (2019): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.091 KB) | DOI: 10.21009/hayula.003.2.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi santri di Pesantren Ar Rahmah terhadap konsep keislaman   dan wawasan kebangsaan, hubungan antara wawasan keislaman   dan wawasan kebangsaan dan upaya membangun wawasan keislaman   dan wawasan kebangsaan santri. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana persepsi santri terhadap konsep keislaman   dan wawasan kebangsaan? hubungan antara wawasan keislaman   dan wawasan kebangsaan? Dan bagaimana upaya membangun wawasan keislaman   dan wawasan kebangsaan santri? Penelitian dalam karya tulis ilmiah ini menggunakan analisa deskriptif kuantitatif dengan Metode analisis deskriptif kuantitatif. Diperoleh data bahwa santri memiliki pemahaman yang baik tentang konsep keislaman dan kebangsaan. Berdasarkan Uji Korelasi Spearman sebesar 0,578 dan ini menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara wawasan keislaman   santri terhadap wawasan kebangsaannya.
Halal Food di Era Revolusi Industri 4.0: Prospek dan Tantangan Zahrah, Aminatuz; Fawaid, Achmad
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 3 No 2 (2019): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.846 KB) | DOI: 10.21009/hayula.003.2.01

Abstract

Teknologi yang semakin canggih membuat beberapa teknologi kecerdasan buatan mulai bermunculan di segala aspek, termasuk dalam industri makanan halal. Tulisan ini berupaya untuk mengetahui bagaimana Industri makanan halal di era Revolusi Industri 4.0?  Apa dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap keberadaan makanan halal di Indonesia? Pada era Revolusi Industri 4.0, pebisnis sangat mudah dalam mengelola makanan halal baik proses maupun penjualanya yakni melalui mesin kompleks, laboratorium lengkap, modern halal valley, alat dan aplikasi kecerdasan buatan. Semua ini berdampak terhadap keberadaan makanan halal di Indonesia yang semakin terkenal, penjualannya yang lebih efisien dan lebih luas, proses pemesanan dan produksi yang lebih efektif, pembaruan menu yang lebih cepat, dan pasar yang lebih terbuka, sehingga industri makanan halal pun semakin dituntut untuk memiliki daya saing.
Ambivalensi Dakwah dan Ambisi Politik (Membaca Sisi Tak Terbaca pada Gerakan Dakwah Mahasiswa Pembebasan) Lufaefi, Lufaefi
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 2 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.605 KB) | DOI: 10.21009/hayula.002.2.01

Abstract

 Dakwah adalah ajaran yang sangat sakral di dalam Islam. Keberadaannya menjadi penentu lanjut atau tidaknya risalah kenabian. Akan tetapi dakwah di masa kini sering tidak diindahkan, karena ada sebagian kelompok yang menjadikan dakwah sebagai kendaraan untuk memuaskan ambisi politiknya. Dakwah tidak jarang diwujudkan dengan politisasi agama guna melampiaskan nafsu duniawi. Sehingga berbagai cara dilakukan guna menjalankan roda dakwah, walaupun dengan cara-cara kekerasan. Sebagian kelompok yang memiliki ambisi berdakwah ialah Gerakan Mahasiswa Pembebasan. Dakwah bagi kelompok ini adalah untuk menggantikan sistem demokrasi dengan sistem khilafah islamiyah. Sehingga ambiguitas dan ambivalensitas antar dakwah dan ambisi politik tak dapat dibedakan. GEMA Pembebasan mengaku gerakan dakwah tetapi lokomotifnya adalah politik.
The Discourse of Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama with Considerations of Geertz’s Religion of Java Wajdi, Firdaus
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2018): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.506 KB) | DOI: 10.21009/hayula.002.1.04

Abstract

Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah dua organisasi Muslim terbesar di negara berpenduduk Muslim terbanyak, Indonesia. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengidentifikasi kedua peran tersebut dalam konteks Islam Indonesia. Namun, ada kekurangan studi untuk menelusuri kemungkinan kesamaan antara keduanya. Paper ini menggambarkan deskripsi yang berbeda dari kedua organisasi tersebut dari perspektif Clifford Geertz dalam karya utamanya, the Religion of Java, di mana Geertz meliput beberapa karakteristik pengikut Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Studi ini kemudian berlanjut dengan identifikasi common grounds dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Penelitian kualitatif ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan. Studi ini menyimpulkan bahwa terlepas dari kenyataan perbedaannya, ada beberapa kesamaan, yang membuat kedua organisasi tersebut bersama-sama berkontribusi lebih pada pengembangan Islam di Indonesia. Kemudian diharapkan para pengikutnya untuk bisa bekerja sama untuk membangun Indonesia yang damai melalui pemahaman yang lebih baik tentang institusi keagamaan Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama
Pengelolaan Lingkungan Berbasis Pesantren (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok) Aulia, Rihlah Nur; Isnaini, Dian Elvira Nanda; Khumairoh, Umi
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 1 No 2 (2017): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.753 KB) | DOI: 10.21009/hayula.001.2.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan lingkungan berbasis pesantren di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Lombok. Metode yang digunakan adalah metode penelitian  kualitatif  dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, studi literatur dan wawancara dengan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim, para ustadz dan ustadzah serta para santri. Penelitian ini menyimpulkan: pertama, Ponpes  Nurul Hakim termasuk dalam kategori ekopesantren. Kedua, aspek ekopesantren yang dilakukan di pesantren nurul hakim terletak pada aspek; (1) aspek kebijakan pondok pesantren, pesantren nurul hakim termasuk dalam kategori pesantren berwawasan lingkungan dan pengembangan kurikulum lingkungan hidup berbasis Islam, serta kegiatan lingkungan berbasis partisipatif. Ketiga, perwujudan pengelolaan lingkungan berbasis pesantren di nurul hakim dapat dilihat pada adanya sarana dan prasarana yang mendukung terwujudnya pengelolaan lingkungan hidup.  
أصول المصادر في المعرفة: دراسة منهجية Alasmary, Hasan Mohammed
Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 3 No 1 (2019): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.6 KB) | DOI: 10.21009/003.1.05

Abstract

أن  "نظرية المعرفة" من مباحث الفكر المهمة، وأهم موضوعات هذه النظرية مبحث المصادر الذي نال نقاشًا واسعًا في الفكر الغربي الحديث. فقد وقع منها غلو بسبب انسياقها خلف الرؤى العلمانية، وذلك في بعض المصادر، مثل العقل والحس، ووقع منها كذلك تهميش من أمراض الفكر في كل زمان ومكان، ومن وسائل معالجتهما: العناية بالوسطية التي تأخذ بالمفكر والأفكار نحو العدل ومحاولة الاكتمال. يعتمد منهج الدراسة على أدوات مركبة من المنهج التحليلي والتركيبي والنقدي. أما نتائج البحث من أبرازها؛ أهمية العناية بدراسة المصادر في مجال المعرفة، فلا معرفة دون مصادر، أهمية تحديد مجال عمل كل مصدر، ترجع المصادر عند التجريد لخمسة: الخبر، والعقل، والحس، والشخص، والحدس، النظر برؤية تكاملية للمصادر،.يستقل الدين بمصدر وحيد هو الوحي، المصادر البشرية لا تعطي ثمارها ما لم تتصل بنور الوحي الكلمات المفتاحية: مصادر المعرفة، الوسط، الوسطية، نظرية المعرفة.  

Page 1 of 4 | Total Record : 36