cover
Filter by Year
Articles
68
Articles
INFLECTIONAL WORDS AND THEIR PROCESSES IN ENGLISH CHILDREN STORIES

Suherman, Rudi, Indrayani, Lia Maulia, Krisnawati, Ekaning

Elite English and Literature Journal Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

A Story is an effective media in nurturing language development particularly for children. A children story should be appropriated with its readers. One of its appropriateness indicator can be investigated by seeing its morphological aspect like inflectional words in it. This study is aimed at investigating the inflectional words and their types in English children story which may indicate its level of difficulty and its function. The descriptive qualitative study is employed embracing the characteristics of document analysis. The data taken from three different children stories which then are analyzed utilizing the inflectional theory proposed by Booij (2008). It is found that the verb inflection and adjective inflection, respectively, become predominant inflection that can be found on every story. It may indicate that children stories emphasize on process of doing and process of describing thing The finding is also drawn a conclusion that the length of the story is in line with the number of inflectional words.Keywords: Inflectional words, Children story, Morphology.                                                             Abstrak Dongeng merupakan media yang efektif dalam meningkatkan perkembangan bahasa terkhusus pada anak- anak. Sebuah dongeng anak mestilah disesuaikan dengan para pembacanya. Salah satu indikator kebersesuaian ini bisa ditelaah dari aspek – aspek morfologisnya, semisal dari keberadaan kata – kata infleksi. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kata – kata infleksi serta jenis - jenisnya di dalam dongeng bahasa inggris anak – anak yang kemudian bisa dijadikan sebagai indikator tingkat kesulitan sebuah cerita serta mengetahui fungsi kata- kata infleksi tersebut dalam dongeng.  Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan analisis dokumen sebagai pendekatannya. Data diambi dari beberapa dongen berbahasa Inggris yang kemudian dianalisis dengan menerapkan teori infleksi dari Booij (2008).Penelitian ini menunjukkan bahwa infleksi verba serta infleksi adjektiva,secara,berurutan, merupakan jenis infleksi yang paling banyak ditemukan. Hal ini menunjukan bahwa cerita anak lebih menitikberatkan pada penggambaran  serta prilaku dari sang tokoh yang ada dalam cerita.. Selain itu, panjang pendeknya cerita berbanding lurus dengaan jumlah kata- kata infleksinya.Kata Kunci: kata-kata Infleksional, Dongeng anak-anak, Morfologi. 

STIMULATING YOU TO SPEAK; A STRIP STORY AS A TECHNIQUE IN TEACHING SPEAKING

Rifa’at, Abdul Aziz

Elite English and Literature Journal Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

A strip story is one of the techniques that could stimulate the students to speak during the learning process especially in speaking class. The aim of this study was to find out the significance difference of students’ speaking achievement after they were taught by using strip story technique. The pre experimental study was the method of the study. The one group pretest-posttest design approach was used in this study. The study was conducted to sixth semester S1 Nursing students at STIK Siti Khadijah Palembang. The population of the study was all fourth semester S1 Nursing students at STIK Siti Khadijah Palembang in 2018. The total number of the population was 69 students. The sample of the study was 22 fourth semester S1 Nursing students at STIK Siti Khadijah Palembang in 2018. Systematic sampling was used to collect the sample. The test was administered twice as pre-test and post-test. The results of the tests were analyzed by using t-test through SPSS (Statistical Package for Social Sciences) program. The result of the study showed that there was a significant difference in speaking achievement before and after applying strip story technique based on paired sample t-test. Keywords: speaking, strip story Abstrak Strip story adalah sebuah teknik yang dapat merangsang pelajar untuk berbicara selama proses pembelajaran khususnya dalam kelas Speaking. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari perbedaan yang signifikan dalam pencapaian kemampuan berbiacra setelah mereka diajarkan menggunakan teknik strip story. Pre-eksperimental adalah metode dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah one-group pre-test post-test. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa semester 6 program studi S1 Keperawatan diSTIK Siti Khadijah Palembang pada tahun 2018. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 69 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 22 mahasiswa semester empat program studi S1 Keperawatan STIK Siti Khadijah Palembang tahun 2018. Teknik pengambilan sampel meggunakan teknik sistematik. Tes diberikan dua kali berupa pre-test dan post-test. hasil penelitian dianalisa menggunakan t-test dengan program SPSS. Hasil dari tes menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam pencapaian kemampuan berbicara sebelum dan sesudah diterapkan strip story berdasarkan paired sample t-test.    Kata Kunci: percakapan, cerita acak

STUDENTS’ ERRORS IN USING LEXICOGRAMMATICAL FEATURES IN WRITING RECOUNT TEXT (A Study at the X Grade Students of SMA Negeri 4 Padangsidimpuan 2016/2017 Academic Year)

Hasibuan, Asriani, Simatupang, Trifo Maida

Elite English and Literature Journal Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 The objectives of this research are to know the students’ errors in using lexicogrammatical features in writing recount text at tenth grade students of SMA Negeri 4 Padangsidimpuan and to know why the students made errors in using lexico grammatical features in writing recount text and  to know how the efforts done by the English teacher to overcome difficulties of students in using lexicogrammatical features in writing recount text. The informants of this research are six students from X-4 class. The method which is used in this research is descriptive analysis. Firstly, students were given test which had to choose one of the topics, the students wrote a recount text based on the topics chosen and the writer collected their papers then analyzed it. The result of this research is finding errors in proper noun, pronoun, past tense, adjective, action verbs, conjunction and time connective then adverb. But, the most common errors which found is are using past tense, using pronoun and using adjective (adjective order). The causes of students’ errors in using lexicogrammatical features in writing recount text is carelessness (lack motivation), first language interference and translation (word by word) and the efforts of English teacher to overcome the difficulties in using lexicogrammatical features in writing recount text is by doing repetition in teaching recount text especially lexicogrammatical feature, using demonstration method, using media, and the last is always giving task and homework at the end of every meet.Keywords : Error Analysis, Recount Text, Lexicogrammatical Features, Writing.Abstrak        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menggunakan fitur leksikogrammatik dalam menulis teks recount pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Padangsidimpuan dan untuk mengetahui mengapa siswa membuat kesalahan dalam menggunakan fitur lexicogrammatical dalam menulis teks recount dan untuk mengetahui bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menggunakan fitur lexicogrammatical dalam menulis teks recount. Informan penelitian ini adalah enam siswa dari kelas X-4. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Pertama, siswa diberi tes yang harus memilih salah satu topik, siswa menulis teks recount berdasarkan topik yang dipilih dan penulis mengumpulkan kertas mereka kemudian menganalisanya. Hasil dari penelitian ini adalah menemukan kesalahan dalam kata benda, kata benda, past tense, kata kerja, verba aksi, konjungsi, dan waktu konektif kemudian kata keterangan. Tapi, kesalahan paling umum yang ditemukan adalah menggunakan bentuk lampau, menggunakan kata ganti dan menggunakan kata sifat (kata sifat). Penyebab kesalahan siswa dalam menggunakan fitur lexicogrammatical dalam menulis teks recount adalah kecerobohan (kurangnya motivasi), gangguan bahasa pertama dan terjemahan (kata demi kata) dan upaya guru bahasa Inggris untuk mengatasi kesulitan dalam menggunakan fitur lexicogrammatical dalam menulis teks recount adalah dengan melakukan pengulangan dalam mengajar teks recount terutama fitur lexicogrammatical, menggunakan metode demonstrasi, menggunakan media, dan yang terakhir selalu memberikan tugas dan pekerjaan rumah pada setiap akhir pertemuan.Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Teks Recount, Fitur Leksikogrammatik, Menulis 

METAPHOR EXPRESSION IN FALL FOR YOU SONG LYRICS

Yusuf, Faidah, Amelia, Andi Reski

Elite English and Literature Journal Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The purpose of this article is to analyze the type of metaphor and analyze the meaning in the lyrics of the song "Fall for You" the method uses a qualitative approach because the data used in the form of song lyrics. Document analysis is applied to find the connotation meaning contained in the song lyrics, the messages contained in the song, as well as the contribution of the connotations to the messages in the song. The writers collected data by downloading songs along with lyrics, reading song lyrics, and creating phrases that contain metaphorical meanings. Then the writers analyzed the data by identifying the meaning, find the intent contained in the song, and connect with the types of metapor. The results of the discussion data show that there are. There are seven types of meaning in the data are: conceptual, connotative, social, affective, reflective, collocative and thematic meaning. The song uses metaphor and other types of meaning to embellish the song and to convey the implicit message in the song. The messages contained in the song are mostly persuasive. metaphors found in song lyrics have an important role in creating certain feelings and conveying messages.Keywords: Metaphor, Meaning, Song lyricsABSTRAKTujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisa jenis metafora dan menganalisa makna dalam lirik lagu "Fall for You". Metodenya menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang digunakan dalam bentuk lirik lagu. Analisis dokumen diaplikasikan untuk menemukan makna konotasi yang terkandung dalam lirik lagu, pesan yang terkandung dalam lagu, serta kontribusi konotasi terhadap pesan dalam lagu tersebut. Peneliti mengumpulkan data dengan mendownload lagu beserta liriknya, membaca lirik lagu, dan membuat ungkapan yang mengandung makna metafora. Kemudian para peneliti menganalisis data dengan mengidentifikasi maknanya, menemukan maksud yang terkandung dalam lagu, dan terhubung dengan jenis-jenis metapor. Hasil dari data diskusi menunjukkan bahwa ada. Ada tujuh jenis makna dalam data tersebut yaitu: makna konseptual, konotatif, sosial, afektif, reflektif, kolektif dan tematik. Lagu tersebut menggunakan metafora dan jenis makna lainnya untuk memperindah lagu dan menyampaikan pesan implisit dalam lagu tersebut. Pesan yang terkandung dalam lagu sebagian besar bersifat persuasif. Metafora yang ditemukan dalam lirik lagu memiliki peran penting dalam menciptakan perasaan dan menyampaikan pesan.Kata kunci: Metafora, Makna, lirik lagu

NEWS CONTENT ANALYSIS OF ANTARANEWS.COM ABOUT INDONESIA PRESIDENTIAL ELECTION 2014

Rosida, Ana

Elite English and Literature Journal Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThe purpose of this thesis is to determine the tendency of news content attitude in presenting English news Antaranews.com about 2014 Indonesian presidential election, whether the result is neutral or not. In addition, the purpose of this thesis would also like to know what news topics are the most dominant in the presentation of 2014 Indonesian presidential election in this online media. This study analyzed 59 news about the presidential election during the campaign period that showed by Antaranews.com. This study used a descriptive method. It aims to describe to the reader and reveals a problem, situation, event as it is. This study involved two coders. Based on the analysis, the tendency news content attitude of Antaranews.com favoring the two candidates with the percentage, 36% pro Prabowo-Hatta and 37% pro Jokowi-JK. The most dominant news topic that showed in this Online Media is law and government with a percentage of 28%.AbstrakAnalisis Isi Berita Antaranews.com tentang Pemilihan Presiden tahun 2014. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mengetahui kecenderungan sikap isi berita berbahasa inggris Antaranews.com dalam menyajikan pemberitaan pemilihan presiden indonesia tahun 2014. Apakah hasilnya netral atau tidak. Selain itu, tujuan skripsi ini juga ingin mengetahui topik berita apa yang paling dominan dalam penyajian berita berbahasa inggris terkait Pemilihan Presiden Indonesia tahun 2014 pada media online tersebut. Penelitian ini menganalisis 59 berita tentang pemilihan presiden selama masa kampanye yang di tampilkan oleh Antaranews.com. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan kepada pembaca dan mengungkapkan suatu masalah, keadaan, peristiwa sebagaimana adanya. Penelitian ini melibatkan dua coder. Berdasarkan hasil analisis, kecenderungan sikap isi berita Antaranews.com adalah memihak kepada dua kandidat dengan persentase, 36% pro Prabowo-Hatta dan 37% pro Jokowi-JK. Adapun topik berita yang paling dominan di tampilkan adalah hukum dan pemerintahan dengan persentase 28%. 

THE EXERCISE POWER OF CAPITOL IN PANEM AS AMBIGUOUS UTOPIA CITY (TRILOGY HUNGER GAMES)

Suardi, Yudhi Pratama

Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis research discussed about the Exercise Power of Capitol in Panem as Ambiguous Utopia City in Trilogy Hunger Games Movies such as Hunger Games, Catching Fire, Mockingjay Part I and Part II. The aims of this research were to describe the processes of Capitol created Panem as Ambiguous Utopia City and to find out the forms of Ambiguous Utopia City in Panem. This research used post- colonialism approach by Upstone’s theory which describe about post space. This research applied descriptive qualitative method. This research used note taking as the instrument in order to get the valid data. The findings showed that the borders and orders were used by Capitol to create Panem as Ambiguous Utopia City and the findings also showed that there were three city forms in Panem such as Utopia, Nowhere, and Carnival City. The researcher concluded that Capitol as the central city which became the ambiguous Utopia City.AbstrakPenelitian ini membahas tentang Latihan Kekuatan Capitol di Panem sebagai Kota Utopia yang ambigu di Trilogy Hunger Games Movies seperti Hunger Games, Catching Fire, Mockingjay Bagian I dan Bagian II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses Capitol yang menciptakan Panem sebagai Kota Utopia yang ambigu dan untuk mengetahui bentuk Kota Utopia yang ambigu di Panem. Penelitian ini menggunakan pendekatan pasca kolonialisme dengan teori Upstone yang menggambarkan tentang ruang pos. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan catatan sebagai instrumen untuk mendapatkan data yang valid. Temuan menunjukkan bahwa perbatasan dan perintah digunakan oleh Capitol untuk menciptakan Panem sebagai Kota Utopia yang ambigu dan temuan tersebut juga menunjukkan bahwa ada tiga bentuk kota di Panem seperti Utopia, Nowhere, dan Carnival City. Peneliti menyimpulkan bahwa Capitol sebagai pusat kota yang menjadi Kota Utopia yang ambigu.

ENGLISH AND COMMUNICATION SKILL WITH TOURIST AS NATIVE SPEAKER BASED ON CONTEXTUALS LEARNING APPROACH

Yusuf, Faidah

Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis study about the communication skill of using English with tourist as native speaker based on context. In this presentation, the lecturer gives the task to the students to find the tourists to invite to communicate, in places where the context of tourist attractions. So, they are free and easy can practice their English which of course uses communication skills. The students made the group, and go together in the tourist attraction and record and take the picture with the tourist. Then students make material and mental preparations before communicating with tourists, and present their English communication results in class. Students are highly motivated in communicating with tourists as native speaker.AbstrakStudi tentang kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan turis sebagai penutur asli berdasarkan konteks. Dalam presentasi ini, dosen memberikan tugas kepada para siswa untuk mencari wisatawan untuk diajak berkomunikasi, di tempat-tempat di mana konteks tempat wisata. Jadi, mereka bebas dan mudah bisa mempraktekkan bahasa Inggris mereka yang tentu saja menggunakan kemampuan komunikasi. Para siswa membuat kelompok tersebut, dan pergi bersama-sama di tempat wisata dan merekam dan berfoto bersama turis. Kemudian siswa membuat persiapan materi dan mental sebelum berkomunikasi dengan turis, dan mempresentasikan hasil komunikasi bahasa Inggris mereka di kelas. Siswa sangat termotivasi dalam berkomunikasi dengan wisatawan sebagai penutur asli.

PROPAGANDA: A STRATEGY TO SPREAD THE IDEOLOGY IN PAKISTAN IN THE NOVEL I AM MALALA BY MALALA YOUSAFZAI AND CHRISTINA LAMB (2013)

Kartika, Ruly, Rahmi, Sri Warsidah

Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis study examines the analysis of propaganda in the literature as revealed in the novel I Am Malala. The purpose of this research is to analyze and depict Talibans Taliban propaganda as a strategy to gain power in Pakistan. Their strongest effort is to spread propaganda throughout the community to the region. The propaganda theory, Jacques Ellul, is used to find out how the Taliban use propaganda as their strategy and to know the qualitative methods related to the description and explanation of the phenomenon of propaganda. Through this research, the author discovers the type of propaganda created by the author to clarify the conflict that has occurred between the Taliban and the community. Then, the author gives the propaganda purpose. This study implies how propaganda has become a social phenomenon of life and implicitly forms a perspective in viewing around the community.AbstractPenelitian ini mempelajari tentang analisis propaganda dalam literatur seperti yang terungkap dalam novel I Am Malala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menggambarkan propaganda Taliban yang dilakukan Taliban sebagai strategi untuk mendapatkan kekuasaan di Pakistan. Upaya terkuat yang mereka lakukan adalah menyebarkan propaganda ke seluruh masyarakat ke daerah. Teori propaganda, Jacques Ellul, digunakan untuk mengetahui cara Taliban menggunakan propaganda sebagai strategi mereka dan untuk mengetahui metode kualitatif yang berkaitan dengan deskripsi dan penjelasan fenomena propaganda. Melalui penelitian ini, penulis menemukan jenis propaganda yang diciptakan oleh penulis untuk mengklarifikasi konflik yang telah terjadi antara Taliban dan masyarakat. Kemudian, penulis memberikan tujuan propaganda itu. Penelitian ini berimplikasi bagaimana propaganda telah menjadi fenomena sosial kehidupan dan secara implisit membentuk perspektif dalam melihat sekitar masyarakat.

SUBALTERN PORTRAYALS IN THE HUNGER GAMES: MOCKINGJAY PART 1 MOVIE

Megawati, Indah

Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis research discussed about Subaltern Portrayal in The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie produced in 2014 November which aimed to find out the social and political aspect in The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie. The source of data was The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie which represented subaltern. The theory used in this thesis was Gramsci’s Concept of Subaltern theory. The method used in the research was descriptive qualitative method. The researcher used note taking as instrument in order to get the valid data. As the result of the research, it was found that there were 23 subaltern portrayals in The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie, they were 13 subaltern portrayals in social aspect and 10 subaltern portrayals in political aspect. The researcher concluded that the subaltern in social aspect were those who oppressed while in political aspect were those who tried to press their own claim.AbstrakPenelitian ini membahas tentang Penggambaran Subaltern dalam The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie yang diproduksi pada tahun 2014 November yang bertujuan untuk mengetahui aspek sosial dan politik dalam The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie. Sumber data adalah The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie yang mewakili subaltern. Teori yang digunakan dalam tesis ini adalah teori Gramscis Concept of Subaltern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan catatan sebagai instrumen untuk mendapatkan data yang valid. Sebagai hasil dari penelitian ini, ditemukan bahwa ada 23 penggambaran subaltern dalam The Hunger Games: Mockingjay Part 1 Movie, mereka adalah 13 penggambaran subaltern dalam aspek sosial dan 10 penggambaran subaltern dalam aspek politik. Peneliti menyimpulkan bahwa subaltern dalam aspek sosial adalah mereka yang tertindas sedangkan dalam aspek politik adalah mereka yang mencoba menekan klaim mereka sendiri.

REDEMPTION OF THE MAIN CHARACTER IN THE NOVEL “THE KITE RUNNER” BY KHALED HOSSEINI (A GENETIC STRUCTURALISM APPROACH)

Merdekawati, Sitti Aglitasia, Alhadar, Fachmi, Nurfani, Nurfani

Elite English and Literature Journal Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

AbstractThis research aims at to identify actions that reflect redemption. In addition, the other objective in it is to identify the factors cause redemption of the main character. The novel "The Kite Runner" features themes such as friendships, father and son relationships, even political and social class issues, as well as redemption itself. The researcher uses qualitative and descriptive methods. While the approach used is the approach of genetic structuralism to comprehend literary works thoroughly, ranging from the story structure in literary itself to the totality of life of the character which is inseparable from the historical social relationship of the author. This research also can not be separated from the use of library research in the form of previous researches or from internet sources, as well as reading comprehension to support in completing the data. Based on the research, the researcher finds there are three points from the first sub-issue, namely: the sacrifice of the main character for his father, and also to make amends and sin to Hassan, Sohrab adoption is a form of action from the main character to pay for his mistakes, And the struggle for his fear of returning to Kabul even championed Sohrab from the Talibans and also fight to stay alive so that they can return to America. While the second sub-problem has four points, including: the death of his mother Amir and also Hassan and his tragic family where such conditions depict Afghanistan in the inflation of Soviet troops and other communist parties. The sexual violence experienced by Hassan and Sohrab is reflected in the traditions and cultures that exist in Afghanistan in using the boys for their sexual needs. The betrayal of the main character, and the loyalty of Hassan, both of which also exist in the writers circle as Hosseini also had a faithful Hazara whom he taught to write but the Hosseini’s family had to go abroad after the inflation and war. Hosseini finally went to America and left friends and other family in Kabul.AbstrakSkripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi aksi-aksi yang mencerminkan sebuah penebusan dosa. Selain itu, tujuan lainnya dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab penebusan dosa dari karakter utama. Novel “The Kite Runner” menampilkan berbagai tema seperti persahabatan, hubungan ayah dan anak, bahkan isu-isu politik dan kelas sosial, dan juga redemption itu sendiri. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan deskriptif analisis. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan strukturalisme genetik untuk memahami karya sastra secara menyeluruh, mulai dari struktur cerita dalam karya sastra itu sendiri hingga totalitas kehidupan dari karakter yang mana tidak terlepas dari hubungan sosial historis pengarangnya. Penelitian ini juga tidak terlepas dari penggunaan penelitian pustaka berupa penelitian-penelitian sebelumnya maupun dari sumber internet, serta pemahaman membaca untuk mendukung dalam melengkapi data tersebut. Berdasarkan penelitian ini, penulis menemukan ada tiga poin dari submasalah yang pertama, yaitu: pengorbanan dari the main character untuk ayahnya, dan juga untuk menebus kesalahan dan dosanya pada Hassan, adopsi pada Sohrab adalah bentuk tindakan dari the main character untuk membayar kesalahannya, dan perjuangan untuk melalui ketakutannya kembali ke Kabul bahkan memperjuangkan Sohrab dari para Taliban dan juga berjuang untuk tetap hidup agar mereka bisa kembali ke Amerika. Sedangkan submasalah yang kedua memiliki empat poin, diantaranya: kematian dari ibunya Amir dan juga Hassan dan keluarganya yang tragis dimana kondisi seperti itu menggambarkan Afghanistan dalam inflasi tentara Soviet dan partai komunis lainnya. Kekerasan seksual yang dialami oleh Hassan dan Sohrab yang mana hal tersebut tercermin dari tradisi dan budaya yang ada di Afghanistan sendiri dalam menggunakan anak-anak untuk kebutuhan seksual mereka. Pengkhianatan dari karakter utama, dan kesetiaan dari Hassan yang mana kedua hal tersebut juga ada di lingkungan penulis sebagaimana Hosseini juga memiliki seorang Hazara yang setia yang diajarkannya menulis namun keluarga Hosseini harus pergi ke luar negeri setelah terjadi inflasi dan perang. Hosseini akhirnya pergi ke Amerika dan meninggalkan teman-teman dan keluarga lainnya di Kabul.