cover
Filter by Year
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : -     EISSN : -
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Articles
191
Articles
Karakterisasi Morfologi Daun dan Anatomi Stomata pada Beberapa Species Tanaman Jeruk (Citrus sp)

Tuasamu, Yati

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan di Negeri Liang Kec. Salahutu pada bulan Maret hingga April 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi daun dan karakteristik anatomi stomata pada beberapa species tanaman jeruk (Citrus sp).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, karakteristik morfologi daun pada ke-4 spesies tanaman jeruk yaitu Jeruk manis (Citrus sinensis),  Jeruk nipis (Citrus aurentifolia), Jeruk purut (Citrus hystrix D.C.) dan Jeruk cui (Citrus microcarpa) memiliki perbedaan yang tampak jelas baik pada warna daun, bentuk daun,  permukaan daun, tepi daun (jumlah gerigi) serta ukuran panjang dan lebar daun. Sebaliknya karakteristik anatomi stomata dan sel epidermis pada ke-4 species terutama pada permukaan daun bagian bawah (abaxial) memiliki kesamaan. Bentuk sel epidermis daun dari ke-4 spesies terdiri atas selapis sel dengan bentuk  yang bervariasi antara satu sel dengan sel lainnya, demikian pula pada tipe stomatanya. Tipe stomata pada ke-4 species tanaman jeruk adalah tipe parasitik yaitu setiap sel penjaga bergabung dengan satu atau lebih sel tetangga dengan sumbu membujurnya sejajar dengan sumbu sel penjaga dan apertur.  Sebaliknya kesamaan bentuk sel epidermis dan tipe stomata berbeda dengan hasil analisis kerapatan dan indeks stomata pada ke-4 spesies tanaman jeruk.  Kerapatan dan indeks stomata pada ke-4 spesies tanaman jeruk berbeda nyata antar species bedasarkan hasil uji statistik. Karakteristik anataomi dari bentuk sel epidermis dan tipe stomata inilah yang kemungkinan digunakan dalam sistem taksonomi untuk mengelompokan berbagai species tanaman jeruk dalam takson yang sama.

Analisis Finansial Pengolahan Biji Dan Fuli Pala (Myristica Fragrans Houtt) Organik (Studi Kasus Pada Home Industri Galela Jaya) Di Desa Dokulamo Kabupaten Halmahera Utara

Umasugi, Linda, Kamisi, Haryati La

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pala merupakan salah satu komoditas eskpor potensial andalan pemerintah daerah Maluku Utara, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah tersebut.Untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan peran sektor industri pengolahan dalam pembangunan nasional, diperlukan upaya untuk mengetahui nilai ekonomi produk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha pengolahan pala organik pada Home Industri Galela Jaya di Desa Dokulamo Kabupaten Halmahera Utara. Menganalisis finansial pala organik Pada Home Industri Galela Jaya di Desa Dokulamo Kabupaten Halmahera Utara, dengan menggunakan kriteria kelayakan investasi, yaitu NPV, B/C ratio, IRR, PBP dan kualitatif yaitu menggunakan pengolahan biji dan fuli pala. Berdasarkan hasil analisis dapat dikatakan bahwa usaha pengolahan biji dan fuli pala yang dilaksanakan oleh Home Industri Galela Jaya layak untuk dilaksanakan karena dapat memberikan keuntungan pada perusahaan, dari hasil analisis kelayakan finansial pada tingkat bunga 9% diperoleh nilainya NPV sebesar Rp 3,362,751,502. Perhintungan sebesar Rp 1 akan memberikan manfaat sebesar Rp 5%. Perhinttungan IRR diperoleh nilai sebesar Rp 115,16%, dan perhintungan kriteria masa pengembalian investasi (Playback Period) diperoleh waktu pada Home Industri Galela Jaya sekitar 1 Tahun.

Pemanfaatan Eucheuma Cottonii dan Sargassum Crassifolium Dalam Cookies Sagu Untuk Meningkatkan Kadar Iodium Tikus (Rattus Novergicus)

Rehena, Zasendy, Ivakdalam, Lydia M.

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) merupakan masalah gizi yang sangat serius, karena berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan iodium adalah gondok (goiter), menderita kecacatan mental, yakni cebol, bisu, tuli, dan kelainan mental. Kabupaten Maluku Tengah memiliki angka prevalensi GAKI sangat tinggi, yaitu 33,39%. Strategi yang dilakukan untuk menurunkan yakni dicarinya alternatif pangan lokal seperti rumput laut. Rumput laut mengandung iodium yang tinggi dan dapat dikonsumsi untuk mencegah kekurangan iodium. Kabupaten Maluku Tengah memiliki potensi rumput laut yang melimpah dan berkualitas, akan tetapi tingkat konsumsi secara langsung oleh masyarakat sebagai bahan pangan masih rendah, dengan demikian perlu pengembangan teknologi pangan yang memanfaatkan rumput laut untuk menghasilkan produk makanan selingan/jajanan seperti cookies. Cookies umumnya terbuat dari bahan baku tepung terigu namun dapat digantikan dengan memanfaatkan tepung sagu yang kaya akan karbohidrat (pati). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi rumput laut dalam cookies sagu terhadap kadar iodium tikus (Rattus norvegicus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberikan ransum standar kurang iodium memiliki kadar iodium berkategori defisiensi sedang, dan tikus yang diberi ransum cukup iodium memiliki kadar iodium normal. Hasil Penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian ransum cookies yang mengandung Sargassum crassifolium 20%, 30%, dan 40%, juga Eucheuma cottonii 30% dan 40% dapat meningkatkan kadar iodium tikus menjadi optimal. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa perlakuan jenis dan konsentrasi rumput laut dalam ransum cookies serta berpengaruh nyata terhadap kadar iodium tikus. Interaksi jenis Sargassum crassifolium 40% lebih berpengaruh dalam meningkatkan kadar iodium tikus. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: Perlu dikembangkan pembudidayaannya terutama pada jenis Eucheuma cottonii dan Sargassum crassifolium di Kabupaten Maluku tengah.

Potensi Puding Ikan Toman (Channa Micropeltes) dan Ikan Gabus (Channa Striata) untuk Percepatan Penyembuhan pada Hewan Uji Tikus

Firlianty, Firlianty, Pratasik, Silvester B.

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1331.901 KB)

Abstract

Setiap orang memiliki kegiatan dan aktivitas yang berbeda-beda, setiap aktivitas dan kegiatan seseorang pasti memiliki resikonya masing-masing. Mengingat dalam proses penyembuhan luka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk proses penyebuhannya maka dibutuhkan penanganan yang baik, serta alternatif pengobatan yang mungkin bisa membantu mempercepat pemulihan kesehatan tubuh dalam hal penyembuhan luka, yang disebabkan trauma oleh benda tajam atau benda tumpul yang membuat bagian tubuh terluka. Ikan merupakan bahan pangan dengan nilai gizi tinggi karena kandungan mineral, vitamin, lemak dan proteinnya. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh pemberian puding dengan ekstrak ikan family Channidae pada proses penyembuhan luka tikus putih (Rattus novergicus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperiment dengan tiga perlakuan. Dari penelitian yang sudah dilaksanakan bahwa pudding ikan dengan penambahan ekstrak ikan toman dan ikan gabus memberikan pengaruh dalam percepatan penyembuhan luka pada hewan uji tikus.

Senyawa Kimia Kayu Marsegu (Nauclea orientalis L)

Wali, Martini, Tuharea, M Saleh, Uar, Ningsie Indahsuary

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.973 KB)

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui senyawa kimia kayu Marsegu (Nauclea orientalis L).  Penelitian  ini  dilaksanakan selama 4 bulan di Laboratorium Kimia Universitas Hasanuddin Makassar. Analisis dilakukan menggunakan metode GCMS-Pyrolysis dengan alat kromotografi Shimadzu Pry- GCMS QP2010, sedangkan  bahan utama dalam Penelitian  ini adalah bahan utama satu batang kayu Marsegu (N. orientalis L.) sampel kayu Marsegu yang dipakai diperoleh dari hutan tanaman rakyat. Berumur  ± 7 tahun dengan diameter 35 cm dan tinggi bebas cabang   ±  8m. Hasil penelitian senyawa kimia yang terkandung dalam kayu Marsegu (N.Orientalis L)  pada tiga bagian batang yakni pangkal, tengah dan ujung menunjukkan bahwa terdapat senyawa terpenoid yakni jenis triterpenoid, minyak atsiri senyawa golongan fenol jenis fenol sederhana, asam fenolat, tanin dan flavonoid dan berpotensi sebagai tanaman obat.

Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Ikan Cakalang Asap (Katsuwonus pelamis)

Husen, Azis, Daeng, Ruslan A.

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.629 KB)

Abstract

Ikan asap merupakan salah satu hasil olahan tradisional yang hampir semua jenis ikan dapat digunakan sebagai bahan baku pengolahan pengasapan dengan memanfatkan kombinasi perlakuan dan pemberian senyawa kimia alami dari hasil pembakaran bahan bakar. Penelitian ini untuk memperoleh waktu yang terbaik dalam proses pengasapan ikan cakalang (Katsowonus pelamis) sehingga dapat mengasilkan daging ikan asap dengan mutu yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa lama daya simpan daging ikan cakalang asap dan mutunya. Penelitian ini dengan menggunakan pengujian mikrobiologi dan organoleptik yaitu untuk mengetahui warna, rasa, tekstur, aroma, bau dengan menggunakan analisis statistik. Berdasarkan hasil penelitian analisis uji organoleptik pada daging ikan cakalang asap terhadap warna, rasa, aroma, penampakan, dan tekstur dari kelima perlakuan tersebut menunjukan produk ikan asap dengan masih dapat diterima oleh panelis sedangkanuntuk hari ke-2 dan hari ke-3, daging ikan yang disimpan dilihat dari mutu dan kualitas serta rasa ikan asap sudah terkontaminasi jamur dan bakteri pada hari 4,5,6,7,8,dan ke-9 tidak bisa di konsumsi lagi, suhu yang digunakan untuk pengasapan ikan asap 80-110 oC sedangkan penyimpanan di frezeer 4oC dan lama penyimpanan ikan asap selama 9 hari. Parameter pengujian mikrobiologi dengan hasil pengujian Angka Lempeng Total (ALT) untuk sampel ikan cakalang asap dengan tiga analisis mendapatkan sampel yang pertama dengan nilai yang tekecil yaitu 31.508 sedangkan sampel yang kedua dengan nilai 32.905 dan yang ketiga adalah 35.801 dengan demikian bateri yang kecil adalah sampel pertama.

Jenis-jenis Ikan Yang Tertangkap Dengan Jaring Insang Tetap (Set Gill Net), CPUE dan Panjang Baku Ikan di Danau Burung, dan Danau Hanjalutung di Kelurahan Petuk Ketimpun, Provinsi Kalimantan Tengah

Sweking, Sweking, Najamuddin, Anang, Firlianty, Firlianty

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1576.7 KB)

Abstract

Keanekaragaman jenis ikan merupakan sumberdaya perairan yang dapat digali terutama jenis-jenis komoditi ekonomi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia karena diperairan umum khususnya didanau hidup berbagai jenis ikan yang merupakan potensi alam yang dapat dimanfaatkan dan sangat potensial untuk dikembangkan terutama melalui usaha budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan yang tertangkap di danau Burung dan danau Hanjalutung, kematangan gonad, and hasil tangkapan per satuan usaha penangkapan, menggunakan jarring insang tetap. Ikan yang tertangkap di Danau Burung dan danau Hanjalutung dari hasil pengambilan sampel ikan sebanyak 2 (dua) kali sampling pada setiap danau. Tercatat 18 (delapanbelas) spesies ikan yang tergolong dalam 9 (sembilan) famili dengan kelimpahan 323 (tiga ratus duapuluh tiga). Dapat disimpulkan Jaring insang tetap (set gill net ) merupakan alat tangkap yang efektif karena penangkapan memiliki variasi yang tinggi. Catch Per Unit Effort (CPUE) tertinggi ada pada danau Burung yaitu 0,36 Kg / trip. Nilai TKG ikan yang tertangkap pada pagi lebih tinggi dari nilai TKG ikan yang tertangkap pada sore. Luciosoma trinema,Cyptopterus micronema, dan Cyclocheilicthys janthochir mewakili spesies ikan yang memiliki panjang tubuh terbesar.jenis ikan, CPUE, kematangan gonad, Kalimantan Tengah

Komposisi dan Kelimpahan Jenis Ikan Gelodok Kaitannya dengan Kandungan Bahan Organik di Perairan Estuari Kabupaten Merauke

Elviana, Sisca, Sunarni, Sunarni

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1295.611 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan daerah yang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan. Salah satunya adalah ikan Gelodok, dimana sebagai filter feeder di perairan. Analisa data menggunakan data ekologi kelimpahan dan korelasi. Dari hasil penelitian di peroleh jenis ikan gelodok yang ditemukan Boleophthalmus boddarti, Periophthalmus takita, Boleophthalmus pectinirostis dan Scartelaos histophorus. Pada stasiun I kelimpahannya tertinggi jenis pada spesies Boleophthalmus pectinirostis yakni sebesar 0,9 sedangkan pada stasiun II kelimpahan terbanyak pada spesies Scartelaos histoporus dan Periophthalmus takita sebesar 1,1. Hubungan antara kelimpahan dengan kandungan bahan organik dengan menggunakan analisis uji korelasi menunjukan arah positif artinya nilai bahan organik tinggi maka akan disertai dengan meningkatnya nilai kelimpahan ikan gelodok pada perairan tersebut.

Analisis Willingness to Accept (WTA) terhadap Harga Pasir Pantai yang Terinternalisasi Biaya Eksternalitas di Kabupaten Merauke

Widiastuti, Maria Maghdalena Diana, Mote, Norce

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.484 KB)

Abstract

Penambangan pasir di Pantai Nasai menimbulkan eksternalitas. Bentuk eksternalitas yang paling terlihat adalah kerusakan jalan raya, penurunan produktivitas produk perikanan, dan kerusakan ekosistem hutan mangrove di pesisir pantai. Biaya eksternalitas akibat penggalian pasir sebesar Rp128.109.000.000,00, sementara eksternalitas positif yang diterima masyarakat dari penjualan pasir sebesar Rp Rp25.904.201.428,00. Usulan harga pasir dengan memasukkan biaya eksternalitas dalam harga pasir sebesar Rp391.924,00/m3. Penelitian ini bertujuan (1).Menganalisis kesediaan menerima harga pasir yang terinternalisasi eksternalitas (WTA) dari konsumen pasir, agen pasir dan penjual pasir, (2).Mengestimasi besarnya kesediaan menerima harga pasir yang terinternalisasi biaya eksternalitas dan (3). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan menerima (WTA). Metodologi yang digunakan yaitu rataan mean WTA, dan analisis regeresi linear berganda untuk menentukan faktor-faktor yang paling berpengaruh dalam pemberian nilai WTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 87% responden bersedia menerima harga pasir yang terinternalisasi biaya eksternalitas dan hanya 13% responden yang tidak setuju. Besarnya biaya WTA bervariasi antara Rp100.000,00 sampai dengan Rp1.300.000,00; dengan mean WTA sebesar Rp527.813,00. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap keputusan nilai WTA adalah status responden sebagai pemilik dusun pasir, konsumen pasir, supir truk dan pemilik truk. Faktor lain seperti tingkat pendidikan, jumlah anggota rumah tangga, pendapatan, lama usaha, pengetahuan menerima dampak, dan kepuasaan terhadap harga pasir tidak berpengaruh nyata terhadap keputusan menerima nilai WTA.

Pertumbuhan Regenerasi Mikropropagul Rumput Laut Kappaphycus alvarezii pada Kultur Jaringan dengan Media yang Berbeda

Ode, Inem

Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.021 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pertumbuhan mikropropagul rumput laut Kappaphycus alvarezii pada kultur jaringan dengan media yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2017, bertempat di laboratorium Kultur Jaringan Rumput Laut, Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon (BPBLA). Hasil penilitian menunjukkan bahwa pada media PES laju pertumbuhan mikropropagul rumput laut Kappaphycus alvarezii mingguan sebesar (0,354) dan media F2 sebesar (0,225). Nilai rata-rata laju pertumbuhan optimal pada media PES sebesar (0.337) dan pada media F2 sebesar (0,214).