cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. muna,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19976072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 217 Documents
Valuasi ekonomi sumberdaya terumbu karang Kepulauan Banda Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Lestaluhu, Abdul Rahim; Wasahua, Jahra
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.25-34

Abstract

Kepulauan Banda memiliki keanekaragaman terumbu karang dan ikan karang yang tinggi untuk ukuran standar dunia, yang keberadaanya terancam oleh aktifitas manusia. Penelitian ini untuk mengetahui produksi perikanan karang dan menilai manfaat perikanan karang (surplus produsen) untuk menaksir nilai ekonomi terumbu karang Kepulauan Banda. Penentuan responden dari populasi target digunakan teknik convenience (hapzard atau accidental). Responden sebanyak 22 rumah tangga perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi perikanan karang sebesar 54.539 kg/tahun, dan NPV terumbu karang Kepulauan Banda yang luasnya 15 ha dengan suku bunga 13,66 dalam jangka panjang adalah sebesar Rp 5.274.099.817. Nilai ekonomi lestari terumbu karang Kepulauan Banda ini yang juga merupakan biaya korbanan yang ditanggung bila sumberdaya terumbu karang Kepulauan Banda mengalami kerugian.
Karakterisasi Morfologi Daun dan Anatomi Stomata pada Beberapa Species Tanaman Jeruk (Citrus sp) Tuasamu, Yati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1491.202 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.85-90

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan di Negeri Liang Kec. Salahutu pada bulan Maret hingga April 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi daun dan karakteristik anatomi stomata pada beberapa species tanaman jeruk (Citrus sp).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa, karakteristik morfologi daun pada ke-4 spesies tanaman jeruk yaitu Jeruk manis (Citrus sinensis),  Jeruk nipis (Citrus aurentifolia), Jeruk purut (Citrus hystrix D.C.) dan Jeruk cui (Citrus microcarpa) memiliki perbedaan yang tampak jelas baik pada warna daun, bentuk daun,  permukaan daun, tepi daun (jumlah gerigi) serta ukuran panjang dan lebar daun. Sebaliknya karakteristik anatomi stomata dan sel epidermis pada ke-4 species terutama pada permukaan daun bagian bawah (abaxial) memiliki kesamaan. Bentuk sel epidermis daun dari ke-4 spesies terdiri atas selapis sel dengan bentuk  yang bervariasi antara satu sel dengan sel lainnya, demikian pula pada tipe stomatanya. Tipe stomata pada ke-4 species tanaman jeruk adalah tipe parasitik yaitu setiap sel penjaga bergabung dengan satu atau lebih sel tetangga dengan sumbu membujurnya sejajar dengan sumbu sel penjaga dan apertur.  Sebaliknya kesamaan bentuk sel epidermis dan tipe stomata berbeda dengan hasil analisis kerapatan dan indeks stomata pada ke-4 spesies tanaman jeruk.  Kerapatan dan indeks stomata pada ke-4 spesies tanaman jeruk berbeda nyata antar species bedasarkan hasil uji statistik. Karakteristik anataomi dari bentuk sel epidermis dan tipe stomata inilah yang kemungkinan digunakan dalam sistem taksonomi untuk mengelompokan berbagai species tanaman jeruk dalam takson yang sama.
Analisis Finansial Pengolahan Biji Dan Fuli Pala (Myristica Fragrans Houtt) Organik (Studi Kasus Pada Home Industri Galela Jaya) Di Desa Dokulamo Kabupaten Halmahera Utara Umasugi, Linda; Kamisi, Haryati La
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.829 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.81-84

Abstract

Pala merupakan salah satu komoditas eskpor potensial andalan pemerintah daerah Maluku Utara, sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah tersebut.Untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan peran sektor industri pengolahan dalam pembangunan nasional, diperlukan upaya untuk mengetahui nilai ekonomi produk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha pengolahan pala organik pada Home Industri Galela Jaya di Desa Dokulamo Kabupaten Halmahera Utara. Menganalisis finansial pala organik Pada Home Industri Galela Jaya di Desa Dokulamo Kabupaten Halmahera Utara, dengan menggunakan kriteria kelayakan investasi, yaitu NPV, B/C ratio, IRR, PBP dan kualitatif yaitu menggunakan pengolahan biji dan fuli pala. Berdasarkan hasil analisis dapat dikatakan bahwa usaha pengolahan biji dan fuli pala yang dilaksanakan oleh Home Industri Galela Jaya layak untuk dilaksanakan karena dapat memberikan keuntungan pada perusahaan, dari hasil analisis kelayakan finansial pada tingkat bunga 9% diperoleh nilainya NPV sebesar Rp 3,362,751,502. Perhintungan sebesar Rp 1 akan memberikan manfaat sebesar Rp 5%. Perhinttungan IRR diperoleh nilai sebesar Rp 115,16%, dan perhintungan kriteria masa pengembalian investasi (Playback Period) diperoleh waktu pada Home Industri Galela Jaya sekitar 1 Tahun.
Pemanfaatan Eucheuma Cottonii dan Sargassum Crassifolium Dalam Cookies Sagu Untuk Meningkatkan Kadar Iodium Tikus (Rattus Novergicus) Rehena, Zasendy; Ivakdalam, Lydia M.
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.056 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.74-80

Abstract

Gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI) merupakan masalah gizi yang sangat serius, karena berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan iodium adalah gondok (goiter), menderita kecacatan mental, yakni cebol, bisu, tuli, dan kelainan mental. Kabupaten Maluku Tengah memiliki angka prevalensi GAKI sangat tinggi, yaitu 33,39%. Strategi yang dilakukan untuk menurunkan yakni dicarinya alternatif pangan lokal seperti rumput laut. Rumput laut mengandung iodium yang tinggi dan dapat dikonsumsi untuk mencegah kekurangan iodium. Kabupaten Maluku Tengah memiliki potensi rumput laut yang melimpah dan berkualitas, akan tetapi tingkat konsumsi secara langsung oleh masyarakat sebagai bahan pangan masih rendah, dengan demikian perlu pengembangan teknologi pangan yang memanfaatkan rumput laut untuk menghasilkan produk makanan selingan/jajanan seperti cookies. Cookies umumnya terbuat dari bahan baku tepung terigu namun dapat digantikan dengan memanfaatkan tepung sagu yang kaya akan karbohidrat (pati). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi rumput laut dalam cookies sagu terhadap kadar iodium tikus (Rattus norvegicus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang diberikan ransum standar kurang iodium memiliki kadar iodium berkategori defisiensi sedang, dan tikus yang diberi ransum cukup iodium memiliki kadar iodium normal. Hasil Penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian ransum cookies yang mengandung Sargassum crassifolium 20%, 30%, dan 40%, juga Eucheuma cottonii 30% dan 40% dapat meningkatkan kadar iodium tikus menjadi optimal. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa perlakuan jenis dan konsentrasi rumput laut dalam ransum cookies serta berpengaruh nyata terhadap kadar iodium tikus. Interaksi jenis Sargassum crassifolium 40% lebih berpengaruh dalam meningkatkan kadar iodium tikus. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: Perlu dikembangkan pembudidayaannya terutama pada jenis Eucheuma cottonii dan Sargassum crassifolium di Kabupaten Maluku tengah.
RESPON PENAWARAN KACANG TANAH DI INDONESIA Tupamahu, Yonette Maya
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 2 (2017): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.78 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.2.56-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi respon penawaran dan elastisitas penawaran kacang tanah di Indonesia. Bentuk respon penawaran adalah Model Nerlove dan teknik estimasinya Ordinary Least Square (OLS) menggunakan Eviews 7. Penelitian menggunakan data time series selama 26 tahun yaitu 1990-2015. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi respon penawaran kacang tanah di Indonesia adalah : harga kacang tanah pada tahun sebelumnya, penawaran kacang tanah pada tahun sebelumnya, harga padi pada tahun sebelumnya, harga kedelai pada tahun sebelumnya, dan produksi kacang tanah pada tahun t. Elastisitas penawaran harga sendiri dalam jangka pendek dan panjang bersifat elastis. Sedangkan elastisitas harga silang terhadap harga padi pada tahun sebelumnya dan terhadap harga kedelai tahun sebelumnya bersifat inelastis.
KOMPOSISI DAN KEPADATAN ZOOPLANKTON DI TELUK AMBON DALAM Padang, Anita; Adriaanzs, Juferlin; Sangadji, Madehusen
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2016): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.729 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.1.39-46

Abstract

Zooplankton  merupakan  plankton hewani yang penting dalam rantai makanan di perairan. Keberadaan zooplankton  mempengaruhi kesuburan perairan tersebut. Teluk Ambon secara geomorfologi terbagi atas dua bagian yaitu Teluk Ambon Dalam (TAD) dan Teluk Ambon Luar (TAL).  Pesisir Teluk Ambon saat ini telah menjadi pusat kegiatan perekonomian dan pembangunan. Konsekuensinya muncul berbagai dampak yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kualitas perairan, sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi dan kepadatan zooplankton di perairan Teluk Ambon Dalam. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni  2012 terdiri atas 7 stasiun (Passo, Latta, Nania, Waiheru, Poka, Halong dan Galala). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 2 kali dengan kedalaman 10 m setiap stasiun. Identifikasi sampel dilakukan pada Laboratorium  Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon. Hasil penelitian ditemukan zooplankton sebanyak 30 jenis holoplakton yang digolongkan dalam 4 phylum yaitu Chaetognatha, Arthropoda, Coelenterata dan Protochordata dan 13 jenis meroplankton yang terdiri dari Molusca, Echinodermata, Annelida dan Larva Ikan.  Komposisi zooplankton tertinggi yaitu Arthropoda dengan nilai rata-rata 55% pada bulan Mei dan 72% pada bulan Juni. Kepadatan zooplankton tertinggi bulan Mei ditemukan pada stasiun Latta (31.878 ind/m3) dan terendah pada stasiun Halong (20.196 ind/m3), dan bulan Juni kepadatan tertinggi pada stasiun Latta (33.516 ind/m3 ) danterendah pada stasiun Halong (14.364 ind/m3).
Kelimpahan Dan Kepadatan Kima (Tridacnidae) Di Kepulauan Spermonde Susiana, Susiana; Niartiningsih, Andi; Amran, Muh. Anshar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.55-61

Abstract

Kima (giant clams) merupakan salah satu hewan laut yang dilindungi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Penetapan tersebut berdasarkan kenyataan bahwa  populasi  kima di  alam  sudah sangat  menurun  terutama  disebabkan pemanfaatan manusia. Melihat kondisi kritis tersebut, perlu dilakukan penelitian dasar tentang kelimpahan dan kepadatan kima dalam upaya konservasi.  Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan kelimpahan dan kepadatan terhadap parameter kualitas perairan di Kepulauan Spermonde. Lokasi penelitian hanya pada zona III dan IV di Kepulauan Spermonde. Metode penelitian menggunakan belt transect/sweept area pada dua stratifikasi yakni reff flat dan reef slope.  Analisis data menggunakan formula Krebs (1978) dengan bantuan Software Microsoft Office Excel 2013 yang dapat memberikan gambaran kelimpahan dan kepadatan serta kualitas perairan antar zona. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kelimpahan zona III dan zona IV adalah berturut-turut sebesar 75,5 dan 48,8 ind.  Kepadatan zona III dan zona IV adalah berturut-turut sebesar 30,2 dan 19,4 ind/m2. Jadi, baik kelimpahan maupun kepadatan kima zona III lebih tinggi dibandingkan dengan zona IV. Kelimpahan dan kepadatan tertinggi adalah dari jenis T. crocea. Sementara itu jenis-jenis lainnya yang diperoleh di lokasi adalah T. squamosa, T. maxima, T. derasa dan H. hippopus. Kelimpahan dan kepadatan kima dipengaruhi oleh nilai kualitas perairan yang mendukung kehidupan kima.
Analisis struktur dan status ekosistem mangrove di Perairan Timur Kabupaten Biak Numfor Katiandagho, Bernhard
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.8-12

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2015 bertempat di Kabupaten Biak Numfor dengan menggunakan metode survey untuk mengetahui komposisi serta nilai-nilai Kerapatan (K), Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi (F), Frekuensi Relatif (FR), Dominasi (D), Dominasi Relatif (DR), dan Indeks Nilai Penting (INP) dari setiap jenis vegetasi mangrove. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur komunitas hutan mangrove di pesisir Kabupaten Biak Numfor terdiri dari 8 jenis yang terbagi dalam 5 family dengan kerapatan jenis tertinggi pada jenis Rhizophora apiculeta dan Senoratia alba sedangkan frekuensi kehadiran umumnya adalah Bruguiera gymnorrhiza dan Senoratia alba. Hasil lain menunjukan bahwa kondisi hutan mangrove di pesisir Timur Kabupaten Biak Numfor telah mengalami penurunan akibat pemanfaatan yang berlebihan.
Sistem usaha tani terintegrasi tanaman-ternak Hamka, Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 1 (2010): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.1.1-8

Abstract

Sistem usaha tani terintegrasi antara tanaman dan ternak telah lama dilakukan oleh rumah tangga petani di Indonesia, terutama di pedesaan. Umumnya rumah tangga petani menggunakan persediaan makanannya untuk mencukupi konsumsi sendiri dan selebihnya dijual. Karakteristik yang dijumpai pada petani tersebut adalah melakukan usaha tani campuran dalam upaya mendapatkan keuntungan yang maksimal dan meminimalkan risiko. Ada empat model penerapan sistem usaha tani campuran, yaitu: 1) sistem yang dipraktekkan secara alami dan turun-temurun oleh petani setempat, 2) sistem usaha tani tanpa melibatkan ternak, 3) sistem usaha tani ternak, dan 4) system usaha yang berbasis pada sumber daya lahan, tenaga kerja, dan modal. Masing-masing sistem usaha tani tersebut memiliki risiko dan ketidakpastian usaha di masa yang akan datang. Beberapa risiko mendasar pada sistem usaha tani adalah risiko produksi, risiko usaha dan finansial, serta risiko kerusakan. Dari risiko mendasar tersebut, dengan menggunakan perhitungan sistem fungsional, usaha tani terintegrasi tanaman-ternak mempunyai peluang risiko yang minimal.
Nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur Anodontia edentula, Linnaeus 1758 di pulau Tobea, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna Rochmady, Rochmady; Omar, Sharifuddin Bin Andy; Tandipayuk, Lodewyck S
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 5, No 2 (2012): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.5.2.25-32

Abstract

Penelitian dilakukan di Pulau Tobea dengan tujuan untuk menganalisis nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur. Data dianalisis untuk mengetahui nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur Pulau Tobea dengan menggunakan analisis chisquare (χ2) dan Metode Spearmen-Karber (Udupa, 1986). Hasil analisis nisbah kelamin dengan menggunakan chi-square berdasarkan stasiun pengambilan sampel, waktu pengambilan dan tingkat kematangan gonad (TKG) menunjukkan nisbah kelamin jantan kerang lumpur lebih sedikit dibandingkan dengan jenis kelamin betina. Hal ini ditunjukkan dengan nilai chi-square hitung > chi-square tabel baik berdasarkan waktu pengambilan sampel (6,3700>4,3027), berdasarkan stasiun pengamatan (6,6673>4,3027), berdasarkan tingkat kematangan gonad (TKG) (6,6673>4,3027). Ukuran pertama matang gonad kerang lumpur, jenis kelamin jantan mencapai ukuran matang gonad rata-rata panjang cangkang sebesar 39,62 mm, pada kisaran panjang cangkang sebesar 39,20-40,04 mm. Untuk jenis kelamin betina mencapai ukuran pertama matang gonad rata-rata panjang cangkang sebesar 39,58 mm, pada kisaran panjang cangkang sebesar 39,21-39,96 mm. Kerang lumpur di Pulau Tobea, ukuran pertama matang gonad sebenarnya untuk jenis kelamin jantan mencapai ukuran panjang cangkang sebesar 39,7 mm dan jenis kelamin betina mencapai ukuran panjang cangkang sebesar 38,0 mm.

Page 1 of 22 | Total Record : 217