cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 3 (2016)" : 11 Documents clear
Efektivitas Model Pembelajaran Tipe Group Investigation (GI) dan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam Meningkatkan Kreativitas Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas 4 Christina, Lucia Venda; Kristin, Firosalia
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.517 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p217-230

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe GI dan CIRC dalam meningkatkan kreativitas berpikir kritis dan hasil belajar IPS siswa kelas 4 SDN Gendongan 02 Salatiga. Jenis penelitan adalah eksperimen. Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 SDN Gendongan 02 yang berjumlah 37 siswa dan siswa kelas IV SDN Sidorejo Kidul 02 yang berjumlah 35 siswa. Metode pengumpulan data dengan menggunakan tes untuk mengetahui hasil belajar dan rubrik untuk mengetahui kreativitas berpikir kritis siswa. Metode analisis data dengan melakukan uji t. Berdasarkan hasil uji t diperoleh data  nilai t hitung = 5,722 dan t tabel = 0,05 dengan signifikansi pada uji t adalah 0,000<0,05 maka terdapat perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada analisis penilaian kreativitas berpikir kritis siswa didapat peningkatan dari rata-rata 28,05 menjadi 29,32. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan CIRC efektif dalam meningkatkan kreativitas berpikir kritis siswa, serta dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas 4 SDN Gendongan 02. Saran bagi guru hendaknya menggunakan model pembelajaran kooperatif yang dapat disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan, bagi siswa hendaknya lebih aktif dalam mengikuti pelajaran, bagi sekolah supaya menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk pembelajaran, dan bagi pembaca yang akan melakukan penelitian dengan model pembelajaran yang sama hendaknya guru yang menentukan setiap anggota kelompok sehingga waktu untuk pembentukan kelompok tidak terlalu banyak.
Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) Terhadap Buku Guru SD Kurikulum 2013 Resbiantoro, Gaguk
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.726 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p153-162

Abstract

Analisis buku pegangan guru SD dalam implementasi kurikulum 2013 perlu dilakukan karena buku ini menjadi acuan guru dalam mengajar. Guru SD harus menguasai konten materi dan cara penyampaian (pengajarannya) kepada peserta didik atau yang dikenal sebagai PCK (Pedagogical Content Knowledge). Buku pegangan guru harus sesuai dengan kaidah-kaidah PCK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai ruang lingkup Pedagogical Content Knowledge pada buku pegangan guru SD. Populasi pada penelitian ini adalah semua bab pada buku pegangan guru SD yang digunakan dalam implementasi kurikulum 2013. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah beberapa bab pada buku yang dianalisis, diambil sebanyak 20% dengan cara purposive random dari sebuah buku yang menjadi acuan mengajar SD yang digunakan dalam implementasi kurikulum 2013, khususnya muatan IPA. Hal tersebut atas pertimbangan bahwa karakteristik materi IPA sangat sesuai dengan teori konstruktivisme anak SD dan pendekatan saintifik. Data dijaring dengan lembar observasi berupa instrumen evaluasi buku guru yang berisi perpaduan indikator PCK dari lima komponen PCK yang dikembangkan oleh Magnusson et al. dalam Newsome dan Lederman (2002) dan instrumen yang telah dikembangkan Swanepoel (2010). Identifikasi dilakukan pada dua sampel buku guru SD kurikulum 2013 pada satu sub tema. Rata-rata prosentase masing-masing sub komponen PCK dalam buku guru SD kurikulum 2013 yaitu capaian pembelajaran 82%, pengetahuan inti 44%, hakekat ilmu pengetahuan 52%, kegiatan pembelajaran 74%, penilaian 50%, contoh dan penjelasan 67%, kerangka metakognisi 58%, perbedaan perlakuan siswa 58%, serta pemberian motivasi pada siswa 79%. Sub komponen Content Knowledge perlu dilengkapi tentang pengetahuan miskonsepsi dan pengetahuan tambahan. Sedangkan sub komponen Pedagogical Knowledge perlu dilengkapi tentang kelengkapan penilaian dan kerangka metakognisi. Beberapa permasalahan tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian lanjutan.
Preservice Teachers on Teaching with and About ICT: An Indonesian Study Relmasira, Stefanus Christian; Thrupp, Rose-Marie
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.252 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p163-172

Abstract

Teaching about and with digital technologies continues to challenge teachers. Aligned with the permeation of Information Communication Technologies (ICT) in our daily lives is the challenge of ICT in the classroom. Curriculum writers strive to identify declarative and procedural knowledge needed by future citizens. Teachers strive to design ICT-enabled learning that engages contemporary learners.  The identity of a teacher of ICT and using ICT for learning challenges preservice teachers as they create their own identity in the classroom.  These challenges cross borders, both geographical and cultural. Using a research approach developed by Hunt (2015), preservice teachers in a teacher education program in Central Java, Indonesia were asked to draw what teachers and ICT look like, sound like, and feel like. This study builds upon the ideas of Goodenough (1926) and Chambers (1983) to examine the views of teachers and ICT held by preservice teachers. These findings can inform the design of teacher education programs in supporting preservice teachers to build their self-efficacy as teachers teaching with and about ICT in their classroom and contribute to the construction of professional learning post-graduation.
Kompetensi Guru Alumni Jurusan Pendidikan Matematika Berdasarkan Pendapat Pengguna Lulusan Jaya, Melda; Hidayat, Dylmoon; Pakpahan, Hastuti
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.254 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p173-181

Abstract

Undang-Undang Sistem Pendidikan Indonesia No.20 tahun 2003 pasal 35 menyatakan bahwa kompetensi lulusan harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Dalam rangka peningkatan tersebut perlu diketahui kompetensi lulusan untuk program perbaikan secara menyeluruh. Para lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan Teachers College Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pelita Harapan tersebar di seluruh wilayah Indonesia baik di sekolah-sekolah yang berada di dalam maupun di luar Yayasan Pendidikan Pelita Harapan. Semasa kuliah, mereka telah dibekali dengan berbagai kemampuan untuk mendukung profesionalisme mereka sebagai guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak guru-guru lulusan FIP Teachers College Program Studi Pendidikan Matematika UPH bagi sekolah-sekolah tempat mereka mengajar, sebagai bahan masukan untuk perbaikan kedepan yang lebih baik. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Subjek penelitian ini adalah para kepala sekolah, CC/TT dan peserta didik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan evaluasi bagi usaha peningkatan kompetensi lulusan FIP Teachers College Program Studi Pendidikan Matematika UPH. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa secara umum alumni  pendidikan matematika Teacher College  berdasarkan pengguna lulusan sudah mencapai ke empat kompetensi berdasarkan graduate profile Teacher College, antara lain: Guru bidang studi matematika Kristen, Guru bidang studi matematika dengan standar internasional, Seorang Kristen yang dewasa, Seorang anggota komunitas yang signifikan, namun ada beberapa aspek didalamnya yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki.  
Pengaruh Penerapan Metode Teams Games Tournament Berbantuan Permainan Dadu Terhadap Hasil Belajar IPA Widayanti, Eka Rizki; Slameto, Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.652 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p182-195

Abstract

Berdasarkan observasi ketika mengikuti pembelajaran siswa kelas 3 terlihat tidak tertarik dalam mengikuti pembelajaran sehingga siswa cenderung pasif dan pembelajaran tampak membosankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan perbedaan yang signifikan antara penerapan metode pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan permainan dadu dengan metode pembelajaran diskusi terhadap pencapaian hasil belajar IPA pada siswa kelas 3 SDN Lemahireng 02 Bawen Semester II Tahun Ajaran 2015/2016 sehingga siswa menjadi tertarik dan merasa senang mengikuti pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimental Design, dengan desain One-Group Pretest-Postest Design. Teknik analisis data menggunakan uji t (Paired samples t-test) dengan taraf signifikansi = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan metode pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan permainan dadu dengan metode pembelajaran diskusi terhadap pencapaian hasil belajar IPA pada siswa kelas 3 SDN Lemahireng 02 Bawen. Hal ini dikarenakan siswa tertarik dan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran dan dibuktikan dengan hasil rata-rata nilai posttest setelah diberikan perlakuan menggunakan metode Teams Games Tournament berbantuan permainan dadu yaitu sebesar 72,1 dibandingkan dengan rata-rata pretest sebelum diberikan perlakuan yaitu sebesar 57. Berdasarkan hasil penelitian disarankan menggunakan metode pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan permainan dadu yang dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPA.
Penerapan Pendekatan Bermain untuk Meningkatkan Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Prasetyo, Koko
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.65 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p196-205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok dengan penerapan pendekatan bermain pada siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Sonorejo1 tahun pelajaran 2015/2016. Jenis  penelitian yang dipakai adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar dan aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui pendekatan bermain.Subjekdalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Sonorejo 1 tahun pelajaran 2015/2016yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari; tes dan observasi. Data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik presentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran.Data hasil belajar lompat jauh gaya jongkok diperoleh melalui tes unjuk kerja, lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran teknik dasar lompat jauh gaya jongkok melalui penerapan pendekatan bermain. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil keterampilan lompat jauh gaya jongkok meningkat dari 36  % pada kondisi awal menjadi 60  % pada akhir siklus I dan meningkat menjadi 84 % pada akhir siklus II. Sedangkan kemampuan siswa dalam melakukan rangkaian gerakan lompat jauh gaya jongkok meningkat  dari 28 % pada kondisi awal menjadi 64 % pada akhir siklus I dan meningkat menjadi 100 % pada akhir siklus II.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa penerapan pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Sonorejo 1 tahun pelajaran 2015 /2016.
Menciptakan High Level of Play dalam Rencana Pembelajaran Anak Usia Dini Rahardjo, Maria Melita
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.687 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p206-216

Abstract

Bermain adalah filosofi dasar pembelajaran anak usia dini di Indonesia. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mememeriksa dan menganalisa secara teoritis rancangan pembelajaran yang dapat mendukung implementasi prinsip bermain level tinggi atau high level of play dalam kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tersebut. Setiap pembelajaran AUD hendaknya dapat mengintegrasikan high level of play ke dalamnya karena studi dan penelitian yang ada menyatakan bahwa hal tersebut dapat mengembangkan semua aspek perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini melibatkan sepuluh kelompok partisipan dan masing-masing kelompok merancang sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH). Dokumen RPPH disusun mengacu pada kurikulum 2013 PAUD dan kesepuluh kelompok mengembangkan sistem pembelajaran berbasis sentra. Dokumen RPPH yang mereka rancang kemudian mereka presentasikan dalam bentuk simulasi penataan lingkungan belajar. Dokumen RPPH, diskusi dan wawancara partisipan, serta observasi hasil penataan lingkungan belajar menjadi sumber data utama penelitian deskriptif kualitatif ini. Hasil penelitian menemukan bahwa setidaknya ada tiga faktor penting yang berperan dalam perencanaan pembelajaran yang dapat menginisiasi high level of play. Ketiga faktor tersebut adalah material, penataan material, dan guru. Selanjutnya, salah satu keterbatasan penelitian ini adalah bahwa rancangan RPPH yang disusun tidak dilanjutkan hingga tahap implementasi di kelas  AUD. Penelian selanjutnya disarankan untuk melihat analisa teoritis hasil wawancara dan diskusi apakah benar perencanaan pembelajaran yang dihasilkan mampu menginisiasi high level of play pada pembelajaran anak usia dini. 
Pembelajaran Berbasis Proyek Membuat Ensiklopedia Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk Meningkatkan Academic Skill pada Mahasiswa Purbosari, Para Mitta
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.458 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p231-238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui bagaimana hasil media pembelajaran ensiklopedia IPA dengan menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek (Projek-Based Leraning) berdasar penilaian Dosen, 2). Mengetahui apakah media pembelajaran ensiklopedia IPA yang dihasilkan oleh mahasiswa dengan menggunakan Pembelajaran Berbasis Proyek (Projek-Based Leraning)   dapat meningkatkan academic skill. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Proyek (Projek-Based Leraning) untuk medapatkan ensiklopedia IPA sehingga academik skill meningkat. Penelitian PTK ini dilaksanakan minimal 2 siklus utuk meningkatkan academic skill mahasiswa. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 PGSD Univet Bantara Sukoharjo mulai dari kelas A sampai F secara berkelompok untuk mengerjakan proyek dengan bantuan dosen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan non tes. Analisis data menggunakan diskriptif kualitatis. Hasil penelitian menunjukkan nilai academic skill pada siklus I dalam kategori kurang lengkap dan pada siklus II menjadi kategori lengkap. Sedangkan nilai ensiklopedia pada siklus I terdapat 67% memiliki nilai 75 dan 33% memiliki nilai 80. Pada siklus II 67% memiliki nilai 85 dan 33% memiliki nilai 90. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan maka didapatkan kesimpulan bahwa, pembelajaran berbasis proyek membuat ensiklopedia Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dapat meningkatkan Academic Skill pada mahasiswa S1 PGSD Semester 2 Tahun Akademik 2015/2016.
Pengembangan Modul Pembelajaran Tematik Integratif Subtema Hubungan Makhluk Hidup dalam Ekosistem Pendekatan Saintifik untuk Kelas 5 SD Arum, Tia Sekar; Wahyudi, Wahyudi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.04 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p239-250

Abstract

Buku pegangan siswa sebagai bahan ajar utama yang digunakan dalam proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 dinilai masih dangkal dan terkesan masih berdiri sendiri sebagai mata pelajaran. Diperlukan pengembangan berupa modul pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik pada subtema Hubungan Makhluk Hidup dalam Ekosistem. Modul dikembangkan dengan model desain pembelajaran ADDIE. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa uji pakar, tes, dan nontes. Teknik tes yang digunakan adalah tes tertulis uraian singkat, teknis nontes yang digunakan adalah wawancara, angket, dan observasi. Keefektifan modul dianalisis menggunakan uji Paired-Samples T Test sedangkan kevalidan modul dianalisis menggunakan uji pakar. Hasil dari penelitian berupa modul pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik subtema Hubungan Makhluk Hidup Dalam Ekosistem untuk kelas 5 SD. Modul terbukti valid berdasarkan uji pakar yang dilakukan. Penilaian validator aspek materi diperoleh rata-rata 3,96 dengan persentase 79,17%. Validator aspek media mendapat rata-rata 4 dengan persentase 80%. Modul terbukti efektif berdasarkan perbedaan pretest dan posttest pada taraf signifikansi 0,000. Rata-rata pretest sebesar 62,34 sedangkan rata-rata posttest sebesar 74,05. Keefektifan terlihat dari peningkatan jumlah siswa yang mencapai nilai di atas KKM. Sebanyak 75,61% siswa dinyatakan tuntas pada posttest sedangkan pada pretest jumlah siswa yang tuntas sebesar 34,15%. 
Perbedaan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dan STAD Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa Kusumawati, Hanifah; Mawardi, Mawardi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.569 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i3.p251-263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achivement Division (STAD) pada siswa kelas 5 SD Gugus Singoprono 1 dan 3 Simo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5B SDIT Al Falaah (SD swasta) dan SDN 02 Simo (SD Imbas) sebagai kelompok eksperimen 1, dan 5A SDIT Al Falaah (SD Swasta) dan SDN Putri (SD Imbas) sebagai kelompok eksperimen 2. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas model NHT dan STAD sebagai variabel bebas, hasil belajar sebagai variabel terikat, dan pretest sebagai variabel kovariat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen soal tes dan lembar observasi. Teknik analisis data hasil penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dan teknik statistik ANCOVA. Berdasarkan uji ANCOVA yang telah dilakukan terhadap skor posttest kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2 diperoleh hasil F hitung sebesar 10,303, pada taraf signifikansi/probabilitas 0,002; oleh karena nilai probabilitas tersebut < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan pada siswa kelas 5 SD Gugus Singoprono 1 dan 3 dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran NHT dan STAD. Perbedaan hasil belajar Matematika yang signifikan tersebut didukung oleh perbedaan rerata dua sampel penelitian, dimana rerata hasil belajar pada penerapan model pembelajaran NHT sebesar 81, sedangkan rerata hasil belajar pada penerapan model pembelajaran STAD sebesar 74. Maknanya adalah bahwa perlakuan pembelajaran dengan model NHT memberikan dampak pada hasil belajar yang berbeda dan lebih tinggi daripada model pembelajaran STAD. Saran yang penulis ajukan berkenaan dengan hasil penelitian ini adalah guru dapat memilih model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam pembelajaran Matematika sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 11