cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 2 (2016)" : 11 Documents clear
Efektivitas Model Problem Based Learning Berbantuan Media Audio Visual Ditinjau dari Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SDN 1 Gadu Sambong - Blora Semester 2 Tahun 2014/2015 Virgiana, Andhini; Wasitohadi, Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.498 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p100-118

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat hasil belajar antara model problem based learning berbantuan media audio visual dengan model pembelajaran think pair share berbantuan media visual pada pembelajaran IPA siswa kelas 5 SDN 1 Gadu Sambong Kabupaten Blora semester 2 tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN 1 Gadu dan siswa kelas 5 SDN 2 Gagakan. Teknik  pengumpulan data dalam penelitian adalah tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, statistik parametrik, dan uji t dengan  independent sample t-tes pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat efektivitas antara model problem based learning berbantu media audio visual dengan model pembelajaran think pair share berbantu media visual terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 5 SDN 1 Gadu Kecamatan Sambong Kabupaten Blora semester 2 tahun 2014/2015. Terbukti hal ini ditunjukkan oleh hasil uji t-test sebesar 3,603 > 1,999 dan signifikansi sebesar 0,001 < 0,05. Perbedaan rata-rata kelas eksperimen > rata-rata kelas kontrol yaitu 87,0588 > 80,2000.
Analisis Learning Continuum Tingkat SD Sampai SMP pada Tema Sistem Pencernaan Manusia Situmorang, Risya Pramana
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.161 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p1-13

Abstract

Hasil analisis yang dilakukan dalam kajian ini adalah tema sistem pencernaan manusia dalam ruang lingkup Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan untuk tingkat Sekolah Dasar dengan Standar Kompetensi 1.Mengidentifikasi fungsi organ tubuh manusia dan hewan, dan Kompetensi Dasar 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan. Pencapaian pembelajaran tingkat Sekolah Dasar sampai pada mengenal dan mengidentifikasi struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus) (C1: Faktual), Memahami struktur sistem pencernaan manusia (mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus (C2: Konseptual); Mengaitkan hubungan antara organ pencernaan, makanan dan kesehatan) (C3: Konseptual). Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama tema pembahasan pada KD 1.4 mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan dengan masing-masing indikator terdiri atas mengetahui gangguan pencernaan makanan (C1: Faktual), mengetahuai proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C2: Konseptual), menjelaskan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus (C3: Konseptual), menganalisis Menganalisis hubungan antara organ-organ sistem pencernaan dan makanan serta kesehatan (misal: mulut: gigi (memecah makanan), lidah (membantu menelan), usus halus: menyerap makanan, anus (mengeluarkan sisa makanan) (C4: Prosedural), Menyimpulkan proses pencernaan makanan dari mulut hingga anus serta hubungannya dengan kesehatan (C5: Konseptual).
Pendidikan Literasi Keuangan pada Anak: Mengapa dan Bagaimana? Rapih, Subroto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.827 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p14-28

Abstract

Artikel ini akan membahas mengenai mengapa dan baiamana pendidikan literasi keuangan sangat penting untuk diterapkan pada anak sedini mungkin. Penanaman nilai – nilai literasi keuanga sedini mungkin pada anak akan sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang literasi keuangan dan juga tingkat kesejahteraan di masa yang akan datang. Sifat kognitif anak yang masih konkret dan masih dalam tahap perkembangan sangat efektif untuk menanamkan nilai – nilai literasi keuangan. Keluarga yang merupakan komunitas pertama merupakan tempat penanaman nilai – nilai literasi keuangan yang sangat efektif. Peran sekolah juga sangat penting guna membeArikan pengetahan tentang pendidikan literasi keuangan pada anak. Komitmen bersama serta sinergitas semua pihak sangat dibutuhkan untuk kesuksesan penanaman nilai – nilai literasi keuangan melalui keluarga ataupun sekolah.
Prestasi Belajar Matematika Siswa SMAN Kabupaten Kulon Progo dalam Pembelajaran Menggunakan Model TGT Berbantuan Alat Peraga Ditinjau dari Kecerdasan Spasial Prihatnani, Erlina
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.725 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p29-45

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang dikenai model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga 2D atau 3D, (2) manakah yang menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik, siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi, sedang, atau rendah, (3) apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri kelas X di Kabupaten Kulon Progo dengan teknik pengambilan sampel Stratified Cluster Random Sampling diperoleh 133 sampel. Penelitian eksperimen semu ini dilaksanakan dalam pembelajaran matematika pada materi dimensi tiga dengan desain the randomize control group pretest-posttest design. Uji normalitas dengan metode Kolmogorov-smirnov, uji homogenitas dengan metode Levene, uji keseimbangan kemampuan awal menggunakan Independent Sample T-Test dan uji hipotesis dengan menggunakan Anava dua jalan dengan sel tak sama (2x3 faktorial). Keseluruhan uji menggunakan SPSS dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan (1) prestasi belajar siswa yang dikenai model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga 3D lebih baik daripada yang menggunakan alat peraga 2D, (2) prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan spasial tinggi lebih baik daripada sedang maupun rendah dan prestasi belajar siswa dengan tingkat kecerdasan spasial sedang sama dengan rendah, (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran TGT dengan menggunakan alat peraga dan kecerdasan spasial terhadap prestasi belajar siswa.
Penulisan Artikel Ilmiah Hasil Penelitian Tindakan Kelas Slameto, Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.998 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p46-57

Abstract

Laporan PTK merupakan pernyataan formal tentang hasil peneliti-an yang dibuat oleh sese­orang/guru yang diharuskan untuk melakukan hal itu. Tujuan menulis laporan secara sederhana adalah untuk mencatat, mem-beritahukan, dan merekomendasi­kan hasil penelitian yang berupa temuan baru dalam bentuk teori, konsep, metode, dan prosedur, atau permasalahan yang perlu dicarikan cara pemecahannya. Hasil penelitian formal dipublikasikan melalui seminar, pengkajian ulang, analisis kebijakan, pendiseminasian dan sebagainya; Salah satu bentuk yang paling populer adalah artikel. Secara umum, isi artikel hasil penelitian meliputi: judul artikel, nama penulis, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan saran, serta daftar rujukan.
Tingkat Penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dalam Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas Suatu Studi Kasus di SMA Dian Harapan Jakarta Zendrato, Juniriang
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.103 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p58-73

Abstract

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  merupakan panduan mengajar yang disusun guru dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Namun, sebagian besar guru belum menyadari arti pentingnya Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan guru saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, kualitas penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di kelas, dan tingkat penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan studi kasus dan dilakukan di kelas 10 dan 11 SMA Dian Harapan Jakarta. Data dikumpulkan dengan empat macam teknik: (1) angket yang diberikan kepada guru dan siswa, (2) wawancara dengan guru dan kepala sekolah, (3) telaah dokumen RPP, dan (4) observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan guru saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah karakteristik siswa, tujuan belajar, kegiatan belajar mengajar dan materi pelajaran. Tiga kualitas penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di kelas: (1) pelaksanaan pembelajaran di kelas berjalan dengan lancar, (2) kegiatan yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tidak diterapkan di kelas, dan kegiatan yang tidak tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran terjadi di kelas. Tingkat penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran di dalam kelas tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari persentase kegiatan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang diterapkan di kelas adalah sebesar (81%). Oleh karena itu, pihak guru perlu terus membuka diri terhadap peningkatan kompetensi profesional guru.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Ditinjau dari Hasil Belajar IPS Siswa Kelas 4 SD Kristin, Firosalia
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.441 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p74-79

Abstract

Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas, sebagian guru masih menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional. Akibatnya, siswa cenderung merasa bosan sehingga kurang dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Oleh karena itu, hasil belajarnyapun rendah. Masalah tersebut bisa diatasi dengan menerapkan model pembelajaran yang sifatnya inovatif, salah satunya adalah model pembelajaran STAD. Namun, seberapa efektifkah model pembelajaran STAD tersebut dalam peningkatan hasil belajar jika dibandingkan dengan model konvensional, perlu diketahui melalui penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran STAD jika dibandingkan dengan konvensional dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas 4 SD Negeri Duyungan 2 Sragen. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian two group pretest posttest design. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas 4 SD Negeri Duyungan 2 Sragen. Teknik pengumpulan data dengan tes dan observasi.. Teknik analisis data menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD lebih efektif dibandingkan model konvensional dalam meningkatkan hasil belajar IPS. Hal itu dibuktikan dari data yang diperoleh bahwa t hitung>t tabel, yaitu 3,392 > 2,000.
Implementasi TQM Melalui Pelatihan Model in House Training untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SD Giarti, Sri; Astuti, Suhandi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.496 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p80-91

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru SD melalui pelatihan in House Training. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Kegiatan dalam penelitian ini terdiri atas diagnosis, action planning, action taking dan action evaluation. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik obeservasi kelas. Instrumen observasi yang digunakan adalah alat penilaian kemampuan guru (APKG) berupa: 1) instrument pengembangan media pembelajaran, 2) instrument penilaian kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif komparatif. Data kuantitatif yang diperoleh di deskripsikan dalam bentuk kata-kata atau penjelasan. Selanjutkan dilakukan komparasi data untuk memastikan ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran dan menyusun perencanaan pembelajaran,. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa IHT  dapat meningkatkan a) kemampuan guru SD Negeri di Salatiga, Kota Salatiga dalam mengembangkan media pembelajaran sebesar 13,4%. b) meningkakan kemampuan guru SD Negeri di Salatiga dalam menyusun rencana pembelajaran  sebesar 31,7%.
Fostering Student Participation Through Interactive Teaching in Basic English Class Indriani, Siane
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.897 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p92-99

Abstract

The purpose of the study was to examine the 1st semester teacher college students’ perceptions of the interaction between them and their teacher in Basic English class through class discussion interactive teaching in Basic English class. To create a successful and effective teaching, cooperation between teacher and students is needed. An effective teacher must be able to present their material, effectively manage their classroom according to the lesson they’ve planned, accommodate their students’ needs, and enhance their students’ participation in the learning activities. Participants were 25 students who reported their perceptions on the interactive teaching in addition to their learning process. Result suggested that the interactive teaching fostered student participation during the learning activities. Teaching method such as class discussion that involved the whole class participation to raise questions and discuss about the answer or solution would require interaction between teacher and students more intensively. This interactive teaching method could be implemented for college students, especially because they were expected to participate more actively in the learning activities and become more independent learners. This study could also be an alternative for any educational practitioners who would like to foster their students’ participation.
Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SD Negeri Kutowinangun 11 Kota Salatiga Winanto, Adi; Makahube, Darma
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6 No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.084 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i2.p119-138

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi atas kebutuhan akan kemampuan memecahkan masalah baik di kelas atau di tengah-tengah masyarakat, kemampuan mengatasi masalah yang dihadapinya, dan juga perlunya kemampuan mengaplikasikan ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Kutowinangun 11 Salatiga dengan mengaplikasikan strategi pembelajaran inkuiri. Strategi pembelajaran inkuiri ini meliputi langkah-langkah (1) orientasi, (2) merumuskan masalah, (3) merumuskan hipotesis, (4) mengumpulkan data, (5) menguji hipotesis (6) merumuskan kesimpulan. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dengan nama penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri terbukti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.  Sebelum tindakan skor rata-rata motivasi siswa 37,4 dengan kriteria sedang, pada siklus I skor rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 42,2 dengan kriteria sedang dan pada sikus II rata-rata motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan kriteria tinggi (rata-rata skor 46,4). Sedangkan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar, yaitu sebelum tindakan nilai rata-rata kelas sebesar 65,45; siklus I naik menjadi 72,15; dan pada siklus II naik menjadi 81,25. Pada tes pra siklus ketuntasan belajar siswa 35%, pada siklus I ketuntasan siswa meningkat menjadi 75%   sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar siswa mencapai 85%  siswa atau 17 siswa mencapai nilai di atas KKM (65).

Page 1 of 2 | Total Record : 11