cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 5 No 2 (2015)" : 10 Documents clear
Pentingnya Evaluasi Program di Institusi Pendidikan: Sebuah Pengantar, Pengertian, Tujuan dan Manfaat Munthe, Ashiong P
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.109 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p1-14

Abstract

Evaluasi program hadir untuk memberikan masukan, kajian dan pertimbangan dalam menentukan apakah program layak untuk diteruskan atau dihentikan. Dengan kondisi demikian maka istilah evaluasi program menjadi sesuatu yang lumrah di lembaga pendidikan. Kajian ini untuk memberikan ulasan dan pengantar pentingnya sebuah evaluasi program di lembaga pendidikan. Kajian utam dalam tulisan ini adalah pengertian, tujuan dan maanfaat dari evaluasi. Tujuan adanya evaluasi program adalah memberikan pertimbangan sebelum adanya keputusan dari pemilik kebijakan. Manfaatnya adalah adanya keputusan yang tepat terhadap program yang sedang atau sudah dilaksanakan.
Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Berbantuan Alat Peraga pada Siswa Kelas 5 SDN Lodoyong 03 – Ambarawa Tahun Pelajaran 2013/2014 Taurina, Nova Dinda; Wasitohadi, Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.021 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p15-35

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa guru kurang optimal dalam pembelajaran matematika. Metode pembelajaran yang sering digunakan adalah ceramah, dan guru tidak menggunakan alat peraga dalam pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan rendahnya keaktifan siswa dan berdampak pada rendahnya hasil belajar mereka. Sebanyak 62% atau 13 siswa dari 21 siswa tidak dapat mencapai nilai ≥ KKM sebesar 70. Berdasar dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 Kecamatan Ambarawa Tahun Pelajaran 2013/2014 melalui pendekatan CTL berbantuan alat peraga. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau PTK. Model PTK yang digunakan adalah model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun yang menjadi subyek penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 berjumlah 21 siswa, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitiannya berupa lembar evaluasi berbentuk isian dan uraian, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, serta lembar wawancara guru dan siswa. Indikator keberhasilan penelitian ini sebesar 80% atau sekitar 17 siswa harus mencapai nilai ≥ KKM sebesar 70 dan harus aktif dalam pembelajaran. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Pada pra siklus hanya 8 siswa (38%) yang tuntas dan 13 siswa lainnya (62%) belum tuntas. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas meningkat menjadi 13 siswa (62%), sedangkan 8 siswa (38%) belum tuntas. Kemudian pada siklus II meningkat lagi menjadi 17 siswa (81%) yang tuntas, dan hanya 4 siswa (19%) yang belum tuntas. Hal tersebut berarti bahwa penelitian ini berhasil, karena telah mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu sebesar 80%. Sedangakan rata-rata tingkat keaktifan siswa pada siklus I hanya 12,3 atau 72%, kemudian pada siklus II meningkat menjadi 15,3 atau 90%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan CTL berbantuan alat peraga dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada siswa kelas 5 SDN Lodoyong 03 Kecamatan Ambarawa Tahun Pelajaran 2013/1014.
Upaya Meningkatkan Ketrampilan Mencolet dan Hasil Belajar Membatik Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Video Endriyani, Endriyani
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.573 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p36-45

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keadaan awal siswa di kelas 7 SMP Negeri 2 Gedangsari pada mata pelajaran keterampilan batik yang masih kurang memuaskan. Dari 34 siswa yang termasuk kategori terampil hanya 5 orang (14,7%), dan siswa yang mendapatkan nilai tes diatas KKM (75) hanya sebanyak 14 orang (41%). Hal ini disebabkan karena pembelajaran masih berpusat pada guru, dan metode yang digunakan masih konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mencolet batik dan hasil belajar siswa kelas VIII B melalui model pembelajaran CTL berbantuan video. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Indikator keberhasilan penelitian adalah 80% siswa terampil mencolet batik, dan mendapatkan nilai diatas KKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan mencolet dan hasil belajar keterampilan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, siswa yang termasuk kategori terampil meningkat menjadi 15 orang (44%), dan siswa yang mendapatkan hasil belajar diatas KKM sebanyak 25 orang (73,5%). Sedangkan pada siklus II, siswa yang termasuk kategori terampil sebanyak 28 orang (82%), dan siswa yang mendapatkan hasil belajar diatas KKM meningkat menjadi 32 orang (94%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model CTL berbantuan video dapat meningkatkan keterampilan mencolet batik dan hasil belajarnya, sehingga disarankan untuk digunakan.
Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Budaya (PBB) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Kristin, Firosalia
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.5 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p46-59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model Pembelajaran Berbasis Budaya (PBB) terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 4 SD Negeri 01 Tridarma Wirajaya, Lampung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi.  Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas 4A dan 4B di SD Negeri 01 Tridarma Wirajaya Lampung Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan tes. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji t untuk sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBB efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas 4 SD Negeri 01 Tridarma Wirajaya, Lampung. Hasil analisis data bahwa nilai rata-rata pre test hasil belajar kelompok eksperimen sebelum diberi model PBB pada pembelajaran IPS sebesar 7,53, sedangkan nilai rata-rata post test hasil belajar IPS setelah diberi tindakan pembelajaran dengan model PBB sebesar 17,13. Nilai rata-rata pre test kelompok kontrol adalah sebesar 7,37, sedangkan nilai rata-rata post test sebesar 14,66. Data gain score untuk kelas eksperimen 9,60 dan kelas kontrol 7,27. Data hasil uji-t didapat thitung > ttabel yaitu 3,343 > 2,000.
Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan Kelas Slameto, Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.222 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p60-69

Abstract

Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran merupakan salah satu tuntutan kompetensi guru; kesulitan utama mereka dalam PTK adalah bagaimana menyusun proposal. Menyusun Proposal PTK dimulai dengan menulis judul dan identitas peneliti: PTK merupakan kegiatan nyata, untuk meningkatkan mutu PBM; merupakan tindakan oleh guru kepada siswa yang harus berbeda dari  kegiatan biasanya; terjadi dalam siklus berkesinambungan; minimum dua siklus. Judul memuat gambaran upaya yang dilakukan untuk perbaikan pembelajaran sesuai hasil analisis karakteristik siswa dalam pembelajaran sebelumnya, tindakan yang diambil untuk merealisasikan upaya perbaikan pembelajaran, dan setting penelitian. Pendahuluan terdiri dari: Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan  Manfaat Penelitian. Kajian teori dan hipotesis memuat Teori Mapel, Teori Pembelajaran Mapel, Teori Pembelajaran variabel tindakan (X) sesuai standar proses, Teori variabel yang akan diperbaiki (Y)  termasuk kegiatan apa saja yang harus dilakukan untuk mengukurnya.Kajian Hasil Penelitian yang Relevan, Kerangka Pikir dan Hipotesis tindakan. Metode Penelitian memaparkan Subjek dan Waktu Penelitian, Variabel yg diteliti (definisi operasional setiap variabel dan kisi-kisinya), Prosedur penelitian yang berisi deskripsi per Siklus (rancangan, pelaksanaan, pengamatan/ pengumpulan data/ instrument, refleksi), Rancangan Tindakan terdiri dari: 1) Rencana pembelajaran 2) Rencana kegiatan, 3) Rencana apa yang akan diamati, dan 4) Rencana analisis data. Data dan cara pengumpulannya: jelaskan setiap variabel beserta instrumen yang digunakan serta Indikator kinerja masing-masing variabel; akhiri dengan analisis data. Bagian akhir dari proposal berupa Daftar Pustaka dan Lampiran.
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Menggunakan Model Problem Based Learning Pada Sub Tema Merawat Tubuhku Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Gosono - Wonosegoro Mustamilah, Mustamilah
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.593 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p70-79

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan proses pemecahan masalah, hasil belajar matematika siswa kelas 1 SD NEGERI 1 GOSONO dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) . jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen pengumpulan data  menggunakan rubrik penilaian keterampilan proses pemecahan masalah, dan  soal tes Tema 1Sub Tema 3 tentang merawat tubuh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif  yaitu membandingkan kondisi awal sebelum tindakan, hasil siklus 1, siklus 2, dan siklus 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dapat : a) meningkatkan keterampilan proses pemecahan masalah Tema 1 Sub Tema 3 tentang merawat tubuh siswa kelas 1 SD NEGERI 1 GOSONO. Presentase kenaikan keterampilan pemecahan masalah sebesar 9,09% untuk siklus 1, 11,36% untuk siklus 2, 13,63% untuk siklus 3. b) meningkatkan presentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) pada Bahasa Indonesia sebagai berikut : pada kondisi awal presentase pencapaian KKM sebesar 22,7% (5 siswa), pada siklus 1 presentase meningkat menjadi 40,9%(9 siswa), pada siklus 2 presentase meningkat  menjadi 59,09%(13 siswa), pada siklus 3  presentase meningkat menjadi 72,72%(16 siswa). Sedangkan untuk Matematika pada kondisi awal presentase pencapaian KKM sebesar 36,36% (8 siswa), pada siklus 1 presentase meningkat menjadi 36,36% (8 siswa), pada siklus 2 presentase meningkat menjadi 63,63%(14 siswa), pada siklus 3  presentase meningkat menjadi 77,27%(17 siswa).
Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan Inquiry dalam Pembelajaran IPA Kelas V SD Supriyati, Supriyati; Utama, Mawardi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.309 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p80-96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan keefektifan model pembelajaran Group Investigation (GI) dengan model pembelajaran Inquiry ditinjau dari hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Maruto Bawen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental research) dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Samban 02 (SD imbas) dan VC SDIP H. Soebandi (SD swasta) sebagai kelompok eksperimen serta siswa kelas V SD N Samban 01 (SD imbas) dan VB SDIP H. Soebandi (SD swasta) sebagai kelompok kontrol. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari model Group Investigation dan Inquiry sebagai variabel bebas dan hasil belajar sebagai variabel terikat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen soal tes dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan uji Independent Sample T Test yang dikenakan pada skor posttest dan gain score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  nilai t hitung -1,182 dan t tabel 1,985 dengan signifikansi 0,240. Hasil uji t gain score kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan t hitung 0,468 dan t tabel 1,985 dengan signifikansi 0,641. Karena nilai signifikansi > 0,05 dan t hitung < t tabel maka H0 diterima yaitu tidak ada perbedaan hasil belajar yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dan Inquiry ditinjau dari hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Maruto Bawen. Maknanya bahwa tidak terdapat perbedaan keefektifan model pembelajaran Group Investigation dan Inquiry dalam pembelajaran IPA di kelas V SD Gugus Maruto. Saran berkenaan dengan temuan penelitian ini adalah guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) atau Inquiry dalam pembelajaran IPA sebagai alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, yang disesuaikan dengan karakteristik siswa.
Eksperimentasi Problem Based Learning dan CIRC dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Siswa Kelas 5 SD Maarif, Hanafi; Wahyudi, Wahyudi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.999 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p97-115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan Problem Based Learning lebih baik daripada CIRC bagi siswa kelas 5 SD Negeri 1 Sedayu Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo semester II tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Variabel yang dipilih adalah Problem Based Learning dan CIRC sebagai variabel bebas dan kemampuan menyelesaikan soal cerita sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 5 SD Negeri pararel di Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data, kelas eksperimen I nilai rata-ratanya 79,09 sedangkan kelas eksperimen II 75,38. Hasil pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji t ekor kanan, data dianalisis menggunakan analisis independent sample t-test dengan bantuan SPSS for windows version 21.0. Hasil analisis menunjukkan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,067, dengan  taraf signifikansi 𝛼 = 5% diperoleh 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 1,6698. Ini artinya 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔> 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yang berarti H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan Problem Based Learning lebih baik daripada CIRC bagi siswa kelas 5 SD Negeri 1 Sedayu Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo semester II tahun pelajaran 2014/2015.
Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Mengajar Guru Melalui Supervisi Akademik dengan Teknik Individual di SD Negeri Candirejo 01 Tahun 2014 - 2015 Arifah, Kunthi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.544 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p116-130

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan mengajar guru dalam melaksanakan tugas yang bertujuan untuk meningkatkan  kualitas hasil pembelajaran. Strategi yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah  yang dilakukan dalam  2 siklus, yang setiap siklusnya meliputi kegiatan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, pemantauan dan evaluasi, serta analisis dan   refleksi. Waktu penelitian 4 bulan dimulai dari bulan Januari 2015 sampai dengan  bulan April 2015. Adapun subyek penelitian adalah guru  SD Negeri Candirejo 01, sedang obyeknya adalah penyusunan perangkat pembelajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif dengan membandingkan data kondsi awal dibandingkan data siklus I dan juga dibandingkan dengan data yang diperoleh pada siklus II setelah dilakukan deskriptif komparatif dilanjutkan refleksi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual dapat meningkatkan kedisiplinan mengajar guru SD Negeri Candirejo 01 yang meliputi kedisiplinan dalam menyusun  perencanaan pembelajaran, kedisiplinan melaksanakan kegiatan pembelajaran, kedisiplinan melaksanakan evaluasi di akhir pembelajaran.
Pengimplementasian Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Dasar Paseleng, Mila C; Arfiyani, Rizki
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.336 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i2.p131-149

Abstract

Kurangnya minat siswa dalam mempelajari matematika disebabkan karena pendekatan pembelajaran yang digunakan guru masih konvensional sehingga menyebabkan siswa tidak tertarik untuk mempelajari matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media pembelajaran berbasis multimedia interaktif dapat mempengaruhi  minat belajar. Penelitian ini menggunakan desain quasi  eksperimen nonequivalent control group.  Hasil penelitian diperoleh peningkatan aspek minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika yang ditunjukkan dengan rata-rata persentase setiap indikator pada kelas eksperimen yaitu indikator perhatian sebesar 83%, indikator ketertarikan sebesar 75%, dan indikator keterlibatan siswa sebesar 70%, sedangkan pada kelas kontrol menunjukkan rata-rata presentse setiap indikator yaitu indikator perhatian sebesar 47%, indikator ketertarikan sebesar 44%, dan indikator keterlibatan sebesar 44%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan minat belajar siswa khususnya pada mata pelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 10