cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 5 No 1 (2015)" : 9 Documents clear
Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Slameto, Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.451 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p1-9

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006. Para guru harus memiliki kesiapan yang memadai dan matang, mulai dari kesiapan dari segi kualifikasi, kompetensi serta juga siap dalam hal kesamaan pemahaman dan mindset (pola pikir) terhadap kurikulum baru tersebut. Proses pembelajaran yang mendorong siswa untuk aktif hanya mungkin terwujud bila mindset guru telah berubah, telah berjalan sesuai dengan arah dan perubahan Kurikulum 2013; Kegagalan mengubah mindset guru akan menjadi sumber kegagalan implementasi Kurikulum 2013. Persoalannya adalah bahwa perubahan mindset guru tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat; Tulisan ini membahas 3 hal terkait dengan implementasi kurikulum 2013: rasional, eleman dan perlunya perubahan mindset guru dalam implementasinya.
Peningkatan Keterampilan Bertanya dan Hasil Belajar Siswa Kelas 2 SDN Slungkep 03 Menggunakan Model Discovery Learning Astuti, Meiria Sylvi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.798 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p10-23

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan langkah-langkahmodel Discovery Learning dalam rangka meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar siswa kelas 2 SDN Slungkep 03 pada tema tugasku sehari- hari. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan bertanya siswa, dan soal tes tema tugasku sehari-hari yang meliputi 3 mata pelajaran (Matematika, Bahasa Indonesia dan PKn). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah- langkah model Discovery Learning yang meliputi : a. Stimulation, b. Problem statement, c. Data collection, d. Data Processing, e. Verification, f. Generalization dapat meningkatkan keterampilan bertanya dan hasil belajar siswa kelas 2 SD Negeri Slungkep 03, Kayen- Pati. Peningkatan keterampilan bertanyasiswa siklus I dari kategori sedang menjadi kategori tinggi diakhir siklus II sebesar 19,22%. Sementara Jumlah siswa yang tuntas untuk muatan Bahasa Indonesia siklus I mencapai 73,33% menjadi 86,67% diakhir siklus II. Jumlah siswa yang tuntas untuk muatan PPKn dari siklus I sebesar 66,67% menjadi 86,67% diakhir siklus II. Sementara jumlah siswa tuntas untuk muatan Matematika, dari siklus I sebesar 46,67% menjadi 80,00% diakhir siklus II. Ketuntasan hasil belajar siswa tersebut mampu mencapai kategori tinggi rata- rata sebesar 18,19 %- 33,33%.
Penerapan Pendekatan Saintifik Melalui Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Ketrampilan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Seworan, Wonosegoro Umi, Umi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.288 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p24-38

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan proses dan hasil belajar melalui pendekatan saintifik pada sub tema macam-macam sumber energi dengan menggunakan model project based learning (PjBL) pada siswa kelas IV SDN Seworan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik ketrampilan proses, dan soal tes untuk muatan Bahasa Indonesia dan IPA. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriftif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan: 1) model pembelajaran PJBL  dilakukan dengan langkah-langkah; a) penentuan pertanyaan mendasar, b) mendesain perencanaan proyek, c) Menyusun jadwal, d) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek, e) Menilai hasil proyek, f) Mengevaluasi pengalaman. Temuan lain adalah bahwa model pembelajaran PBJL terbukti meningkatkan ketrampilan proses sub tema macam-macam sumber energi. Persentase peningkatan ketrampilan proses sub tema macam-macam sumber energi sebesar 26% pada siklus 1 dan 30,67% untuk siklus 2. b) meningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal(KKM) berikut : kondisi awal, persentase pencapaian kriteria ketuntasan minimal(KKM) untuk muatan Bahasa Indonesia sebesar 40%(6 siswa), pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 60%(9 siswa) dan pada siklus 2 persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 73,33%(11 siswa). Sedangkan untuk muatan IPA kondisi awal persentase  pencapaian kriteria ketuntasan minimal(KKM) sebesar 46,67%,(7 siswa) pada siklus 1 persentase meningkat  menjadi 60%(9 siswa) dan pada siklus 2 persentase jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 80%(12 siswa).
Peningkatan Prestasi dan Motivasi Belajar PPKN Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Gedangsari - Gunungkidul Melalui Pembelajaran Group Investigation Ismiyati, Ismiyati
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.431 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p39-56

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan dalam proses pembelajaran dan hasil belajar yang terjadi di kelas VIII A SMP Negeri 2 Gedangsari pada mata pelajaran PPKn. Proses pembelajaran tidak kondusif (siswa tidak fokus, berbicara dengan teman selama pembelajaran, tidak memerhatikan penjelasan guru). Prestasi belajar yang diperoleh siswa cenderung rendah (rata-rata 71,94 dari KKM 75). Selain itu, dari 34 siswa, hanya 10 orang siswa yang memenuhi ktiteria KKM. Bertolak dari permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang diharapkan akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa. Upaya ini dilakukan dengan cara mengganti model pembelajaran yang konvensional dengan pembelajaran yang inovatif, yaitu pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan model Kemmis dan Taggart. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes (untuk prestasi belajar), dan pedoman observasi (untuk motivasi belajar). Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan motivasi belajar dari pra siklus ke siklus I dan siklus II. Rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 32 pada siklus I, dan meningkat lagi menjadi 41 pada siklus II. Sedangkan prestasi belajar juga senantiasa mengalami peningkatan. Pada siklus I, rata-rata nilai meningkat menjadi 79,91 dengan ketuntasan sebanyak 26 orang. Sedangkan pada siklus II, rata-rata nilai meningkat menjadi 89,59 dengan ketuntasan sebanyak 32 siswa. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.
Pengaruh Penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Matematika Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas 5 SD Negeri Cukil 01 Kecamatan Tengaran - Kabupaten Semarang Desi Putrianasari, Desi; Wasitohadi, Wasitohadi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.553 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p57-77

Abstract

Pembelajaran konvensional yang sering digunakan oleh guru, dirasa sudah tidak cocok lagi untuk digunakan, karena guru sebagai sumber utama dalam mentransfer ilmu. Dari keraguan tersebut, maka perlu adanya perbaikan yang dapat meningkatkan hasil belajar yakni dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya pengaruh penggunaan pendekatan CTL terhadap hasil belajar matematika; (2) ada tidaknya pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika siswa; (3) ada tidaknya interaksi antara pendekatan CTL dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Subjek dari penelitian ini berjumlah 43 siswa kelas 5 SD Negeri Cukil 01. Teknik pengambilan data menggunakan lembar observasi, angket motivasi belajar, tes hasil belajar berupa soal pre-test dan pos-test, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji t dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh penggunaan pendekatan CTL terhadap hasil belajar matematika. Terdapat pengaruh motivasi terhadap hasil belajar matematika Selain itu, tidak terdapat interaksi antara pendekatan CTL dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas 5 SD Negeri Cukil 01. Disarankan guru dalam kegiatan belajar mengajar khususnya mata pelajaran matematika untuk menerapkan pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CTL dengan baik dan lebih memperhatikan kondisi siswa yang memiliki motivasi tinggi maupun rendah sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Open Ended untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 1 Repaking - Wonosegoro - Boyolali A, Betty Biliya
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.031 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p78-91

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran Open Ended yang dapat meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar pada subtema Peristiwa-peristiwa Penting pada siswa kelas V SD Negeri 1 Repaking . Penelitian yang digunakan termasuk penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan proses dan soal tes untuk muatan Bahasa Indonesia dan muatan Matematika. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa model pembelajaran Open Ended dilakukan dengan integrasi penilaian autentik dapat: a) meningkatkan keterampilan proses pembelajaran siswa kelas V SD Negerei 1 Repaking, Wonosegoro-Boyolali. Presentase kenaikan ketermapilan proses  sub tema Peristiwa-peristiwa Penting sebesar 26,14% untuk siklus I dan 31,59% untuk siklus II. b) Meningkatkan persentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Repaking pada sub tema Peristiwa- peristiwa Penting untuk muatan Bahasa Indonesia sebagai berikut: pada kondisi awal, presentase pencapaian KKM sebesar 50% (12 siswa), pada siklus I presentase meningkat menjadi 66,67% (16 siswa), dan pada siklus II presentase meningkat  mencapai 83,33%(20 siswa). Untuk muatan Matematika sebagai berikut: pada kondisi awal, presentase pencapaian KKM sebesar 37,5% (9 siswa), pada siklus I presentase meningkat menjadi 58,33% (14 siswa), dan pada siklus II presentase meningkat  mencapai 75% (18 siswa).
Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Menggunakan Model Problem Based Learning pada Sub Tema Merawat Tubuhku Siswa Kelas 1 SD Negeri 1 Gosono - Wonosegoro Mustamilah, Mustamilah
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.05 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p92-102

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan proses pemecahan masalah, hasil belajar matematika siswa kelas 1 SD NEGERI 1 GOSONO dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) . jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Instrumen pengumpulan data  menggunakan rubrik penilaian keterampilan proses pemecahan masalah, dan  soal tes Tema 1Sub Tema 3 tentang merawat tubuh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif  yaitu membandingkan kondisi awal sebelum tindakan, hasil siklus 1, siklus 2, dan siklus 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL dapat : a) meningkatkan keterampilan proses pemecahan masalah Tema 1 Sub Tema 3 tentang merawat tubuh siswa kelas 1 SD NEGERI 1 GOSONO. Presentase kenaikan keterampilan pemecahan masalah sebesar 9,09% untuk siklus 1, 11,36% untuk siklus 2, 13,63% untuk siklus 3. b) meningkatkan presentase jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal (KKM) pada Bahasa Indonesia sebagai berikut : pada kondisi awal presentase pencapaian KKM sebesar 22,7% (5 siswa), pada siklus 1 presentase meningkat menjadi 40,9%(9 siswa), pada siklus 2 presentase meningkat  menjadi 59,09%(13 siswa), pada siklus 3  presentase meningkat menjadi 72,72%(16 siswa). Sedangkan untuk Matematika pada kondisi awal presentase pencapaian KKM sebesar 36,36% (8 siswa), pada siklus 1 presentase meningkat menjadi 36,36% (8 siswa), pada siklus 2 presentase meningkat menjadi 63,63%(14 siswa), pada siklus 3  presentase meningkat menjadi 77,27%(17 siswa).
Peningkatan Keterampilan Proses Saintifik dan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SDN Slungkep 02 Tema Peduli Terhadap Makhluk Hidup Menggunakan Model Problem Based Learning Rini, Rismaerista; Mawardi, Mawardi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.716 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p103-113

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan keterampilan proses saintifik dan hasil belajar siswa menggunakan  model PBL pada siswa kelas 4 SDN Slungkep 02. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan non tes dan tes. Instrumen penelitian berupa lembar observasi kegiatan mengajar guru dan aktivitas belajar siswa, keterampilan saintifik, dan hasil belajar. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif. Penerapan model PBL dapat meningkatkan keterampilan proses saintifik dan hasil belajar siswa ditunjukkan pada aktivitas mengajar guru pada siklus I mencapai kategori baik (83), dan siklus II dengan kategori baik (90). Aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai Kategori cuku baik (79) dan siklus II dengan kategori baik sekali (91). Peningkatan keterampilan proses saintifik siklus I dengan kategori tinggi (71,6%) dan siklus II berada pada kategori sangat tinggi (83%). Hasil belajar muatan Bahasa Indonesia meningkat menjadi 78 pada siklus I dan 84 pada siklus II dengan ketuntasan belajar pada kategori tinggi (74%) dan sangat tinggi (83%). Hasil belajar muatan Matematika meningkat pada siklus I menjadi 77 dan ketuntasan belajar pada kategori tinggi (74%). Pada siklus II hasil belajar menjadi 79 dengan ketuntasan belajar pada kategori tinggi (78%). Hasil belajar IPA pada siklus I meningkat menjadi 77 dengan ketuntasan belajar pada kategori tinggi (70%) dan siklus II sebesar 86 dengan ketuntasan belajar pada kategori sangat tinggi (87%).
Peningkatan Hasil Belajar PKN Melalui Model Problem Based Learning pada Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Mongkrong, Wonosegoro Sukaptiyah, Sri
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5 No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.267 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p114-121

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar PKn melalui  metode Problem Based Learning pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Mongkrong, Wonosegoro Semester I tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan yaitu bulan September 2014 sampai dengan bulan Oktober 2014. Subjek dalam penelitian adalah proses dan hasil belajar PKn  pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Mongkrong, Wonosegoro semester I tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri atas 19 siswa yaitu 10 laki-laki dan 9 perempuan. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data, data kualitatif hasil pengamatan proses belajar dianalisis menggunakan analisis diskriptif kualitatif dengan membandingkan siklus I dengan siklus II, sedangkan data yang berupa angka (data kuantitatif) dari hasil belajar siswa dianalisis menggunakan deskriftif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II, kemudian direfleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi  hasil belajar PKn  pada siswa Kelas VI SD Negeri 1 Mongkrong, Wonosegoro Semester I tahun pelajaran 2014/2015. Proses belajar PKn materi Proses Perumusan Pancasila dari siklus I ke siklus II terdapat peningkatan: hasil belajar siswa dari siklus I  ke siklus II mengalami peningkatan, yaitu dari 8 siswa (72,7%) yang mendapat nilai tuntas menjadi 11 siswa (100%). Terjadi peningkatan sebanyak 3 siswa (27,3%) dan nilai rata-rata kelas dari 77,8 menjadi 83,5 meningkat sebesar 5,7.

Page 1 of 1 | Total Record : 9