cover
Filter by Year
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Articles
116
Articles
KORELASI KLINIS PASIEN TENDINITIS KALSIFIK BAHU DENGAN HASIL X-RAY DAN ULTRASONOGRAFI DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Nasir Aslam, Achmad Bayhaqi, PW, Yuyun Yueniwati

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan modalitas ultrasonografi dan X-ray dalam mengevaluasi ukuran dan fase kalsium pada tendinitis kalsifik bahu dan mengkorelasikan dengan hasil pemeriksaan klinis berupa skor Constant dan Visual Analog Scale (VAS). Sebanyak 14 pasien (usia 58,6±9,74 tahun, 73% perempuan) mengalami kalsifikasi tendon bahu. Tingkat nyeri pasien diklasifikasikan sebagai tidak nyeri (0), ringan (1-3), sedang (4-7), dan berat (8-10). Kemampuan aktivitas sehari-hari  diklasifikasikan bertingkat sebagai buruk (< 60), adekuat (61-70), memuaskan (71-80), baik (81-90), dan sangat baik (91-100). X-ray bahu AP eksorotasi dan endorotasi dilakukan pada bahu yang simptomatis. Ultrasonografi bahu difokuskan pada rotator cuff. Kalsifikasi yang ditemukan diklasifikasikan menjadi fase formatif dan resorptif, ukurannya dibagi menjadi kecil, sedang, dan besar. Fase dan ukuran kalsium dikorelasikan dengan VAS dan skor Constant. semua kalsium tampak pada ultrasonografi, 3 (19,7%) diantaranya tidak tampak pada X-Ray. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rerata yang bermakna secara statistik antara ukuran, fase kalsium pada ultrasonografi dan X-ray dengan skor Constant (p > 0,231). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara temuan radiologis dengan derajat penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari. 

DIOCTAHEDRAL SMECTITE MEMPERPENDEK DURASI DIARE KRONIK PADA ANAK

Wibowo, Satrio, Primawardani, Putri

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak  Diare kronik merupakan salah satu masalah saluran cerna tersering pada anak yang dialami oleh sekitar 3–20 % anak dari seluruh episode diare pada balita adalah diare khronis. Diare kronik ditandai dengan diare yang berlangsung lebih dari 2 minggu. Dioctahedral smectite merupakan adsorben yang dipakai luas dalam pengobatan diare pada anak. Ia mampu mengabsorbsi toksin, bakteri dan rotavirus, serta mencegah perlekatannya pada membran usus. Dioctahedral smectite juga bermanfaat memperkuat barrier mukosa usus dan ketika tidak ada mukus mencegah kerusakan mukosa usus. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti manfaat dioctahedral smectite dalam memperpendek masa diare pada anak dengan diare khronis. Seratus empat puluh lima dari anak dengan diare kronis yang dirawat di RS Dr. Saiful Anwar Malang pada bulan Januari 2012 – Desember 2016 dievaluasi dalam penelitian ini. Pasien dengan darah dan parasit pada hasil  feses lengkap dikeluarkan dari penelitian. Terdapat 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi.  Pasien dibedakan menjadi 2 kelompok, yang mendapatkan dioctahedral smectite (14 pasien) dan yang tidak (31 pasien), kemudian dilakukan perbandingan lama diare antara dua kelompok. Rata-rata lama diare pada pasien yang mendapatkan dioctahedral smectite lebih pendek daripada yang tidak, dan lama diare ini berbeda secara bermakna (p < 0,05). Dioctahedral smectite dapat menurunkan durasi diare pada anak dengan diare kronik.  

PENGARUH KARAKTERISTIK LESI TERHADAP ADEKUASI AMBILAN SAMPEL SITOLOGI PADA TINDAKAN BIOPSI JARUM HALUS TRANSTORAKAL-TUNTUNAN USG

Erawati, Dini Rachma

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Biopsi transtorakal untuk lesi perifer memerlukan tuntunan modalitas radiologi dalam pengambilan sampel sitologi.  Ultrasonografi (USG) menjadi modalitas pilihan dalam menuntun prosedur biopsi tersebut. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh karakteristik lesi terhadap adekuasi ambilan sampel sitologi pada tindakan biopsi jarum halus transtorakal dengan tuntunan ultrasonografi. Sebanyak26 pasien dengan lesi paru perifer ditentukan karakteristik lesi berdasarkan posisi, ukuran lesi yang menempel dinding dada, bentuk, ekhogenitas, komponen dominan  dan vaskularisasi lesi, lalu dilakukan biopsi jarum halus transtorakal dengan tuntunan USG. Ambilan sampel sitologi yang adekuat ditentukan dengan laporan analisis sitopatologi oleh ahli patologi. Uji bivariat dilakukan antara karakteristik lesi dengan adekuasi ambilan sampel sitologi yang dituntun USG. Didapatkan 12 (46%) pasien posisinya di anterior, 13 (50%) pasien memiliki ukuran 2 - 5 cm, 22 (84,6%) pasien memiliki bentuk tepi membulat reguler, 20 (76,9%) pasien memiliki ekhogenitas hipoekhoik tanpa bintik hiperekhoik dan 20 (76,9%) pasien terdeteksi adanya vaskularisasi intralesi dengan £ 2 pembuluh darah. Sampel sitologi yang adekuat didapatkan pada 22 (84,6%) dari 26 pasien, termasuk satu pasien dengan lesi berukuran kecil (< 2 cm). Tidak ada komplikasi pasca prosedur pada seluruh pasien. Dapat disimpulkan bahwa karakteristik lesi dengan adekuasi ambilan sampel sitologi dengan tuntunan USG tidak memiliki hubungan yang signifikan. Namun, USG tetap merupakan modalitas radiologi pilihan sebagai penuntun tindakan biopsi transtorakal untuk lesi perifer dengan keberhasilan yang cukup baik, bahkan untuk lesi berukuran kecil (< 2 cm). 

APLIKASI ANALISIS TRANSAKSIONAL BERFOKUS PENGASUHAN ANAK PADA PASANGAN DENGAN MASALAH RELASI PERKAWINAN

Yudhantara, Dearisa Surya, Sudiyanto, Aris, Maharatih, Gst Ayu

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Masalah relasi pada pasangan dapat mempengaruhi timbulnya masalah pada pengasuhan anak. Orangtua dengan masalah relasi akan menyebabkan gangguan pada pola asuh anak yang akan menyebabkan beberapa maslah pada anak seperti psikopatologi, gangguan perilaku, dan penurunan prestasi akademik. Peneltian ini adalah penelitian kualitatif berbentuk studi kasus dan aplikasi modul psikoterapi analisis transaksional pada pasangan dengan masalah relasi perkawinan berfokus pada pengasuhan anak. Studi ini melibatkan 3 pasangan Pada pelaksanaan psikoterapi analisis transaksional dengan setting terapi pasangan ini, dua klien dapat mengikuti hingga selesai, sedangkan satu klien tidak menyelesaikan proses psikoterapi. Terdapat perbaikan pada pola pengasuhan anak pada 2 pasangan klien yang mengikuti proses psikoterapi analisis transaksional hingga selesai. Perbaikan pola pengasuhan anak seiring dengan perbaikan relasi pada pasangan. Perbaikan ini berkaitan dengan bertambahnya waktu untuk anak, lebih banyak kasih sayang, dan afeksi kepada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi modul psikoterapi analisis transaksional pada pasangan dengan masalah relasi perkawinan dapat memperbaiki relasi, menambah keintiman pasangan, dan memperbaiki psikopatologi. Perbaikan relasi perkawinan turut memperbaiki pengasuhan anak.  

KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR- PLASMA PADA BERBAGAI DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Ekasari, Dhany Prafita, Sugiman, Tantari, Widiatmoko, Arif

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Akne vulgaris (AV) merupakan penyakit peradangan kronis pada unit pilosebaseus. Tumor necrosis factor-α (TNF-α) merupakan sitokin proinflamasi yang terlibat dalam patogenesis inflamasi AV. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui hubungan TNF-α dengan derajat keparahan AV dan menunjukkan hasil yang bervariasi. Hingga saat ini, belum ada data perbandingan kadar TNF-α plasma pada individu dengan berbagai derajat keparahan AV. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar TNF-α plasma pada berbagai derajat keparahan AV dan menentukan perbedaan kadar TNF-α plasma pada berbagai derajat keparahan AV. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observasional potong lintang dengan jumlah subjek 72 penderita AV yang datang ke Instalasi Rawat Jalan Kulit dan Kelamin RSUD dr. Saiful Anwar Malang dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek dikelompokkan menjadi 3 kelompok derajat keparahan AV, yaitu ringan, sedang dan berat berdasarkan klasifikasi Combined Acne Severity Scale (CASC) menurut Lehmann. Variabel yang diukur adalah kadar TNF-α plasma dengan metode ELISA. Hasil rerata kadar TNF-α plasma pada AV derajat ringan 14,72±7,97  pg/ml, AV sedang 15,39±12,13 pg/ml, dan AV berat 13,92±7,11 pg/ml. Analisis statistik rerata kadar TNF-α dengan menggunakan uji statistik nonparametrik Kruskall-Wallis menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p > 0,05) pada ketiga derajat keparahan AV, namun kadarnya masih di atas rentang kadar normal. Penelitian ini menyimpulkan  bahwa kadar TNF-α plasma meningkat pada AV walaupun peningkatannya tidak sesuai dengan derajat keparahan. 

HUBUNGAN ANTARA IL-6 ADENOID DAN TONSILA PALATINA DENGAN IL-6 SERUM PADA ADENOTONSILITIS KRONIS HIPERTROFI

Novita, Khuznita Dasa, Handoko, Edi, Indrasworo, Dyah

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstrak Adanya inflamasi lokal persisten pada Adenotonsilitis Kronis Hipertrofi (ATKH) menyebabkan perubahan histomorfologi berupa hiperplasi dan hipertrofi limfoid yang berhubungan dengan proliferasi sel T dan sel B. IL-6 berperan pada inflamasi kronis melalui rekrutmen monosit ke daerah inflamasi dan mengubah keseimbangan Th1/Th2 menuju dominasi Th2. Kadar IL-6 jaringan dan serum meningkat pada ATKH, namun hubungan kadar IL-6 pada adenoid dan tonsila palatina dengan kadar IL-6 serum belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar IL-6 adenoid dan tonsila palatine dengan kadar IL-6 serum. Penelitian ini melibatkan 8 anak dengan kasus ATKH (rata-rata umur: 9,63 ± 3,23  tahun dan 8 anak kontrol sehat (rata-rata umur: 10,6 ± 3.02 tahun). Kadar IL-6 diperiksa dari serum, adenoid, dan tonsila palatina dengan metode ELISA. Data penelitian dianalisis dengan independent t-test, uji korelasi, dan regresi linear. Hasil penelitian ini kadar IL-6 serum kelompok kasus lebih tinggi secara bermakna dibandingkan dengan kontrol sehat (p < 0,05). Terdapat hubungan positif yang bermakna antara kadar IL-6 adenoid dengan serum (r = 0,881, p = 0,004). Sedangkan antara kadar IL-6 tonsila palatina dengan serum menunjukkan adanya hubungan yang tidak bermakna (r = 0,556, p = 0,197). Dapat disimpulkan bahwa kadar IL-6 pada adenoid berhubungan positip dengan kadar IL-6 serum. 

TINGKAT AKTIVITAS FISIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER TAHUN KEDUA, KETIGA, KEEMPAT

Riskawati, Yhusi Karina, Prabowo, Edwin Damar, Rasyid, Harun Al

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan pembunuh nomor satu di dunia hari ini. Salah satu penyebab terjadinya penyakit tidak menular ialah kekurangan aktivitas fisik. Mahasiswa kedokteran sebagai dokter di masa mendatang diharapkan dapat menjadi teladan dan memberikan konsultasi yang baik tentang aktivitas fisik kepada pasiennya sehingga mahasiswa kedokteran perlu memiliki aktivitas fisik yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat aktivitas fisik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan pengaruh usia, jenis kelamin, kondisi tempat tinggal, aktivitas organisasi/kepanitiaan dan tingkat pengetahuan terhadap tingkat aktivitas fisik tersebut. Penelitian observasional ini menggunakan desain cross-sectional.  Sampel diambil secara purposive sampling sebanyak 90 orang responden mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK UB tahun 2014 – 2016 yang memasuki tahun pendidikan kedua, ketiga dan keempat.  Data usia, jenis kelamin, kondisi tempat tinggal, aktivitas organisasi/kepanitiaan, tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner standar GPAQ (Global Physical Activity Questionnaire) oleh WHO. Analisis data menggunakan uji chi square. Dari hasil analisis didapatkan 60% responden memiliki aktivitas fisik yang rendah. Faktor usia (p = 0,194), jenis kelamin (p = 0,323), kondisi tempat tinggal (p = 0,605), tingkat pengetahuan (p = 0,839) dan aktivitas organisasi/kepanitiaan (p = 0,293) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat aktivitas fisik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FKUB tahun kedua, ketiga dan keempat angkatan tahun 2014 – 2016.

PROBIOTIK MENINGKATKAN KONSENTRASI HEMOGLOBIN PADA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI LIPOPOLISAKARIDA ESCHERICHIA COLI

Sari, Efris Kartika, Wihastuti, Titin Andri, Ardiansyah, Wahyu

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli) dapat menyebabkan gangguan sistem hematologi, di antaranya berupa penurunan konsentrasi hemoglobin. Konsumsi probiotik dianggap sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sintesis hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Lactobacillus spp. terhadap konsentrasi hemoglobin pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi oleh lipopolisakarida (LPS) E. coli. Rancangan penelitian ini adalah true experimental dengan desain randomized post test only control group. Dua puluh satu ekor tikus putih dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu: (1) kelompok tikus tanpa perlakuan sebagai kontrol negatif (n = 7), (2) kelompok tikus yang diinduksi LPS E. coli (n = 7), dan (3) kelompok tikus yang dipapar Lactobacillus spp. dan diinduksi LPS E. coli (n = 7). Konsentrasi hemoglobin diukur dengan metode oksihemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan  konsentrasi hemoglobin antara kelompok tikus dengan paparan probiotik dan diinduksi LPS E. coli (8,9±0,3 mmol/L) dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif (8,0±0,8 mmol/L), dan kelompok yang hanya diinduksi LPS E. coli (8,4±0,5 mmol/L) (p < 0,05). Disimpulkan bahwa Lactobacillus spp. dapat meningkatkan konsentrasi hemoglobin pada tikus putih yang diinduksi LPS E. coli. Kata kunci: hemoglobin, Lactobacillus spp., lipopolisakarida E. coli

NILAI DIAGNOSIS DAN PROGNOSIS JUMLAH DAN INDEKS TROMBOSIT, MEAN PLATELET VOLUME (MPV) DAN PLATELETCRIT (PCT) PADA PENDERITA SEPSIS NEONATORUM

Iskandar, Agustin, Rosari, M Angelina de, Yuliarto, Saptadi

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sepsis neonatorum merupakan penyebab utama kematian pada neonatus di Indonesia. Kondisi ini dapat memicu terjadinya disseminated intravascular coagulation (DIC), lalu meningkatkan konsumsi platelet dan mengakibatkan trombositopenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik dan prognostik jumlah dan index trombosit, mean platelet volume (MPV) dan plateletcrit (PCT) pada sepsis neonatorum. Penelitan ini adalah penelitian retrospektif menggunakan data sekunder pada neonatus terduga  sepsis yang dirawat di RSU dr. Saiful Anwar Malang. Hasil penelitian menunjukkan nilai diagnostik jumlah trombosit adalah sensitivitas 89,3%, spesifisitas 75%, sedangkan MPV sensitivitas 25% dan spesifisitas 10,7%. Nilai prognostik trombosit untuk menentukan outcome sepsis neonatorum adalah sensitivitas 55,6% dan spesifisitas 58,3%, sedangkan MPV 33,3% dan 33,3%. Kadar PCT tidak bisa digunakan baik untuk  diagnosis maupun prognosis sepsis neonatorum. Kesimpulan penelitian ini adalah jumlah trombosit mempunyai nilai diagnosis dan prognosis yang lebih baik bila dibandingkan dengan MPV pada sepsis neonatorum. Namun penegakan diagnosis dan prognosis sepsis neonatorum harus tetap ditentukan berdasar pada anamnesa baik terkait faktor risiko maupun riwayat penyakit, gambaran klinis, dan pemeriksaan penunjang. Kata kunci: jumlah dan index trombosit, sepsis neonatorum.

PERAN EDUKASI GAYA HIDUP TERHADAP STATUS GIZI, STATUS FUNGSIONAL, DAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 LANJUT USIA

Sasiarini, Laksmi, Puspitasari, Ika A, Sunarti, Sri

Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRAKIntervensi latihan fisik dan saran diet tinggi protein membantu memperlambat penurunan massa otot, sehingga secara tidak langsung dapat juga memperbaiki status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Mellitus tipe 2. Penelitian bertujuan apakah terdapat perbedaan status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup pada lansia penderita Diabetes Melitus tipe 2 sebelum dan sesudah pemberian latihan fisik dan saran diet tinggi protein. Penelitian eksperimental analitik dengan kohort selama10 minggu. Subjek adalah 56 pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Poli Endokrin RSSA Malang yang 58% adalah wanita dengan rerata usia 65,79±5,74 tahun, penilaian rerata status gizi menunjukkan hasil normal, rerata status fungsional berdasarkan Indeks Barthel menunjukkan ketergantungan ringan, dan rerata kualitas hidup berdasarkan SF 36 menunjukkan nilai yang bagus. Kemudian, subyek dibagi secara acak menjadi 2 kelompok (kelompok perlakuan dan tidak mendapat perlakuan). Analisis data menggunakan uji Independent T Test, Mann Whitney U, dan uji T-Test berpasangan dengan program SPSS for window versi 16.0. Pada kelompok perlakuan, edukasi tentang latihan fisik dan diet tinggi protein didapatkan hasil yang signifikan untuk status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup  dibandingkan kelompok kontrol ( p<0,05). Didapatkan juga hasil yang signifikan pada kelompok perlakuan untuk status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup sebelum dan sesudah intervensi ( p<0,05).  Kesimpulan dari penelitian ini adalah status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 berbeda secara bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, serta terdapat peningkatan status gizi, status fungsional, dan kualitas hidup sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan. Kata kunci : Lansia penderita Diabetes Mellitus tipe 2, Status Gizi, Status Fungsional, Kualitas Hidup, Latihan Fisik, Diet Tinggi Protein.