cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mosharafa
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mosharafa (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan hasil penelitian dan kajian analitis kritis dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Berkaitan dengan hasil-hasil penelitian pendidikan matematika di setiap level, berupa desain pembelajaran, analisis kesulitan siswa dalam pembelajaran, penelitian kuantitatif, kajian teoritis, penelitian kualitatif, Jurnal ini dipublikasikan oleh program studi pendidikan matematika STKIP Garut dan terbit tiga kali setahun yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 3 (2014)" : 6 Documents clear
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA ANTARA YANG MENDAPATKAN MODEL PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING DENGAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION Perbangsa, Wenny Wita Astriany; Haq, Cici Nurul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research use two learning they are guided note taking with team accelerated instruction. This research is eksperimental quasi. The study in this learning guided student’s attention to learn mathematics. The purpose in this research is to know the difference of mathematics achievement student learning who use guided note taking learning with team accelerated instruction. After used the last evaluation and use the significant is 5%, it can be taken the conclusion that there is no difference of mathematics achievement students learning who use guided note taking learning with team accelerated instructio. Where as, student attitude for guided note taking learning is positive attitude and student attitude for team accelerated instruction learning is positive attitude. Abstrak: Penelitian ini menggunakan dua model pembelajaran yaitu guided note taking dengan team accelerated instruction. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuasi eksperimen. Pembelajaran dengan model pembelajaran ini mengarahkan perhatian siswa dalam mempelajari matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran guided note taking dengan team accelerated instruction. Setelah melakukan pretest dan posttest dan menggunakan taraf signifikan 5% dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran guided note taking dengan team accelerated instruction. Sedangkan, sikap siswa terhadap model pembelajaran guided note taking adalah positif dan team accelerated instruction juga memiliki sikap yang positif.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) Latifah, Dewi; Madio, Sukanto Sukandar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An Abstract: Mathematics is a universal science that underlies the development of technology and have an important role in advancing the human intellect. Problem solving is the focus in the study of mathematics as a problem solving type of learning that most high level and complex. Quasi-experimental study with Nonequivalent Group Pre-test Post-test Design aims to determine the increase in mathematical problem solving ability of student who get Missouri Mathematics Project (MMP) learning model better than students who received conventional learning models, and how the increase in mathematical problem solving ability of students who get the Missouri Mathematics Project (MMP) learning model, as well as students toward learning model Missouri Mathematics Project (MMP). Sampel population in this were students MAN at Garut. The results showed that: (1) Increase in mathematical problem solving ability of student who get Missouri Mathematics Project (MMP) learning model better than students who received conventional learning models, (2) Improvement of students mathematical problem solving abilities that get being interpreted Missouri Mathematics Project (MMP) learning model, (3) Students attitudes toward learning model Missouri Mathematics Project (MMP) interpreted very positive. Abstrak: Matematika merupakan ilmu yang universal yang mendasari perkembangan teknologi dan mempunyai peran penting dalam memajukan daya pikir manusia. Pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran matematika karena pemecahan masalah tipe belajar yang tingkatnya paling tinggi dan kompleks. Penelitian kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Group Pre-test Post-test Design ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik dari siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional, dan bagaimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP), serta sikap siswa terhadap model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Sampel populasi dalam penelitian ini adalah siswa MAN di Garut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih baik dari siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, (2) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) diinterprestasikan sedang, (3) Sikap siswa terhadap model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) diinterprestasikan sangat positif.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA ANTARA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN KONVENSIONAL Hibattulloh, Nanang; Sofyan, Deddy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak . Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain Randomized Pretest-Posttest Control Group. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Bayongbong, dengan sampel diambil secara Purposive Sampling yaitu kelas VII H (kelas eksperimen) dan VII D (kelas kontrol). Berdasarkan tes akhir, terdapat data yang berdistribusi tidak normal pada keduanya sehingga pengolahan data dilanjutkan dengan statistik non parametrik yaitu Uji Mann Whitney. Dari hasil analisis Uji Mann Whitney dengan taraf signifikansi 5% diperoleh zhitung = -2,046 dan ztabel = 1,96 yang mana zhitung berada di luar daerah penerimaan Ho, maka Ho ditolak dengan demikian kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dari pada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Abstract . This research was a quasi-experimental design with randomized pretest-posttest control group. The problem in this study is whether the mathematical communication skills of students who use the Jigsaw cooperative learning model better than the students who received conventional learning models. The population in this study were all students of class VII SMP 2 Bayongbong, with samples taken by purposive sampling is class VII H (experimental class) and VII D (control class). Based on the research results of the final test, the data are derived distribution is not normal on both so that the processing of data followed by non-parametric statistical test Mann Whitney. From the analysis of the Mann Whitney test with significance level of 5% result data obtained zhitung = -2.046 and ztabel = 1.96 which is outside the reception area Ho, the Ho is rejected thus mathematical communication skills of students who get jigsaw cooperative learning model better than the students who get the model conventional learning.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sugiarti, Sri; Basuki, Basuki
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An Abstract: Learning mathematics is meaningful if the students can connect the mathematical ideas, connecting between mathematical topic, connecting mathematics to other disciplines, and connecting mathematics in daily activity. The study quasi experiment with Non-Equivalent Control Groups Design was aimed to find out that the ability of mathematical connections that students gain in problem-based learning were better than getting a conventional learning and students attitudes toward problem-based learning. The sample of this study was the students of Senior High School 2 Garut. Then, the results showed that: (1) The Ability of mathematical connections that students gain in problem-based learning were better than getting a conventional learning, (2) Students’ attitudes toward problem-based learning were positive. Abstrak: Pembelajaran matematika akan bermakna apabila siswa dapat menghubungkan ide-ide matematika, menghubungkan antartopik matematika, menghubungkan matematika dengan disiplin ilmu lain, dan menghubungkan matematika dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design. ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada yang mendapatkan pembelajaran konvensional, serta sikap siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah. Sampel populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 2 Garut. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada yang mendapatkan pembelajaran konvensional, (2) Sikap siswa terhadap pembelajaran berbasis masalah adalah positif.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Sari, Lisna Siti Permana; Rahadi, Moersetyo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Teacher-centered mathematics learning is one of factors that decrease students’ communication ability. In the learning process, teachers dominate class activities whereas students become passive listeners. Consequently, students are not able to improve their mathematical communication ability. This experimental research used randomized control group pretest-posttest design which was aimed to improve students’ mathematical communication ability in problem-based learning and to discover students’ responses toward problem-based mathematics learning. Population of this research was VIII grade students in MTs Negeri 1. The result of research showed that: (1) the increase of students’ mathematical communication ability with problem-based learning was better than students’ with conventional learning; (2) most of students (81,82%) gave positive responses toward problem-based learning and only small amount of students (18,18%) gave negative responses. Abstrak: Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kemampuan komunikasi matematika siswa adalah pembelajaran matematika yang berpusat pada guru. Dalam proses pembelajaran, sebagian besar guru mendominasi sedangkan siswa menjadi pendengar yang pasif. Akibatnya siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematikanya. Penelitian eksperimen dengan randomizedcontrol group pretest–posttest design ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa dalam pembelajaran berbasis masalah, dan untuk mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunkan pembelajaran berbasis masalah. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MTs Negeri 1 Garut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa yang mendapat pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari siswa yang mendapat pembelajaran konvensional; (2)sebagian besar siswa (81,82%) memberikan sikap positif terhadap pembelajaran berbasis masalah dan sebagian kecil siswa (18,18%) memberikan sikap negatif.
PENGGUNAAN ALAT PERAGA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM MEMAHAMI KONSEP BENTUK ALJABAR PADA SISWA KELAS VIII DI SMPN 2 PASIRWANGI Nugraha, Agah; Sundayana, Rostina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The results showed the existence of differences in the ability to understand the form of algebraic operations/between the lesson that students using props with which do not use props (t hitung > t tabel, price thitung =3,486, price ttabel = 2,686). Test results showed that the normalized gain an average increase in the learning outcomes of the experimental class is middle category (g= 0,619 ) and control class is low category (g = 0,415). Based on the supporting data in the form of observation and question form, assisted learning props more enjoyable and easy to understand. ABSTRAK Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan dalam memahami bentuk/operasi aljabar antara siswa yang pembelajarannya menggunakan alat peraga dengan yang tidak menggunakan alat peraga (thitung > ttabel, harga thitung = 3,486, harga ttabel = 2,686). Hasil uji gain ternormalisasi menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan hasil pembelajaran dari kelas eksperimen berkatagori sedang (g = 0,619) dan kelas kontrol berkatagori rendah (g = 0,415). Berdasarkan data pendukung berupa observasi dan angket, pembelajaran dengan dibantu alat peraga lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Page 1 of 1 | Total Record : 6