cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Mosharafa
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mosharafa (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan hasil penelitian dan kajian analitis kritis dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Berkaitan dengan hasil-hasil penelitian pendidikan matematika di setiap level, berupa desain pembelajaran, analisis kesulitan siswa dalam pembelajaran, penelitian kuantitatif, kajian teoritis, penelitian kualitatif, Jurnal ini dipublikasikan oleh program studi pendidikan matematika STKIP Garut dan terbit tiga kali setahun yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ADAPTIVE REASONING SISWA Nuraida, Ida
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kemampuan adaptive reasoning siswa yang masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menggunakan pembelajaran Realistic Mathematics Education karena tahap pembelajaran ini mendukung pada indikator kemampuan adaptive Reasoning siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan dan pencapaian kemampuan adaptive Reasoning siswa melalui pendekatan pembelajaran RME. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian the nonequivalent pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya Tahun Pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling dengan kelas IXF sebagai kelas eksperimen yaitu pembelajaran RME dan kelas IXG sebagai kelas kontrol yaitu pembelajaran biasa yang masing-masing terdiri dari 32 orang siswa. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan instrumen tes berupa uraian berjumlah 4 soal. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji t dan uji Mann-Whitney dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data, analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa Peningkatan adaptive reasoning siswa kategori PS (atas dan menengah) yang memperoleh pembelajaran RME lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran Konvensional. Kata Kunci: Matematika Realistik, Adaptive Reasoning. Abstract This research is motivated by the ability of adaptive reasoning of students who are still low. To overcome these problems, researchers use Realistic Mathematics Education because this learning stage supports the indicators of Adaptive Reasoning ability of students. The purpose of this research is to know the improvement and achievement of Adaptive Reasoning ability of students through learning approach of RME. The method used in this research is the quasi experiments with the nonequivalent design study of pretest-posttest control group design. The population in this research is all students of class IX SMP Negeri 5 Kota Tasikmalaya Lesson Year 2015/2016. Sampling in this research is done by purposive sampling with class IXF as experiment class that is learning of RME and class IXG as control class that is conventional which each consist of 32 students. Technique of collecting data that is using test instrument in the form of description is 4 problems. Data analysis techniques used to test the hypothesis are t test and Mann-Whitney test with significance level of 5%. Based on the results of research, data processing, data analysis and hypothesis testing, it is concluded that the increase of adaptive reasoning of (upper and middle) PS category students who gain RME learning is better than students who get conventional learning. Keyword: Realistic Mathematics Education, Adaptive Reasoning.
EKSPLORASI KEMAMPUAN OPERASI BILANGAN PECAHAN PADA ANAK-ANAK DI RUMAH PINTAR BUMI CIJAMBE CERDAS BERKARYA (RUMPIN BCCB) Mardiani, Dian
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada permasalahan banyaknya kasus siswa yang menunjukkan ketidakmampuannya dalam melakukan operasi yang benar terhadap bilangan pecahan. Sejak 3 Oktober 2012, Rumah Pintar Bumi Cijambe Cerdas Berkarya (BCCB), telah melakukan pemberian bimbingan belajar terhadap siswanya. Sebagai langkah awal kami ingin mengkaji bagaimana penguasaan siswa Rumah Pintar BCCB terhadap operasi bilangan pecahan. Penelitian ini mengkaji pencapaian kemampuan operasi matematik siswa pada himpunan bilangan pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian survey Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang menjadi anggota Rumah Pintar BCCB program bimbingan belajar matematika. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes kemampuan operasi bilangan pecahan. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52% siswa Rumpin BCCB memiliki kemampuan operasi bilangan pecahan rendah, 13% sedang dan 35% tinggi.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN STRATEGI CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL Muliawati, Tina; Sofyan, Deddy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most student is passive in the process learning of mathematics that leads to less in their creativity and achievement. Therefore, it needs an effort and innovatively learning of mathematics. As an alternative concerning such things one should develops learning of mathematics with “Creative Problem Solving (CPS)” approach. It is a learning approach which generates an activity between mathematics and students. Thus, it motivates them to solve the problem ununiquely with many stragies. As for which being experiment class is VII-D and VII-E. Class VII-D is gettingCreative Problem Solving (CPS) strategyand class VII-E is getting conventional teaching. For the experimental instrument was composed 6 essay.The gainof students mathematics understanding ability increases getting Creative Problem Solving (CPS) strategy is better than students who received conventional teaching.
DIAGNOSIS KESALAHAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBUKTIAN BERDASARKAN NEWMANN ERROR ANALYSIS Ekayanti, Arta
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal geometri euclide khususnya pada kasus pembuktian. Analisis yang digunakan berdasarkan pada Newmann Error Analysis yang meliputi reading error, comprehension error, transformation error, process skill error dan encoding error. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang sedang menempuh mata kuliah geometri euclide pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017. Jenis dan pendekatan dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode dokumentasi, tes dan wawancara. Analisis dilakukan dengan menganalisis hasil tes kemudian wawancara dengan beberapa mahasiswa dengan tipe kesalahan yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan mahasiswa terletak pada kesalahan teori/konsep dasar serta ketidaklengkapan justifikasi pada setiap langkah yang digunakan dalam pembuktian. This research aim to analyse the student error, when they solve the problems of euclidean geometry especially proofs. That is based on Newmann Error Analysis, such as error reading, error comprehension, error transformation, error skill process and error encoding. This research was conducted toward the student of Mathematic Department, Teacher Training and Education Faculty, Muhammadiyah University of Ponorogo who studied euclidean geometry in 2016/2017. This research was descriptive research with qualitative approach. Documentation method, interview and test was used to gathering data. The analysis process had been doing by analysed the student result test, and then interviewed with some student with different error type. The result of this research was misconception of previous concept and incompletely the justification of every proofs step.
PENGEMBANGAN WEBSITE PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Mangelep, Navel Oktaviandy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lingkungan belajar matematika berbasis internet khususnya bagi siswa SMP yang diwujudkan lewat pengembangan website pembelajaran matematika realistik yang valid, praktis, dan efektif. Namun pada artikel ini pembahasan difokuskan pada kevalidan dan kepraktisan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dengan tipe penelitian formatif yang meliputi tahap analisis, pendesaian dan evaluasi formatif. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, walk through, tes, observasi, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Kevalidan dipenuhi berdasarkan validasi pakar secara kualitatif dari aspek konten, konstruk, dan bahasa. Kriteria praktis dipenuhi apabila memenuhi dua hal yaitu; (1) para pakar menyatakan bahwa apa yang dikembangakan dapat diterapkan, dan (2) kenyataan menunjukkan bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan. Hasil yang diperoleh adalah telah dihasilkan prototipe website pembelajaran matematika yang valid dan praktis. Kata Kunci: website, pembelajaran, matematika, realistik. Abstract This study aims to develop an internet-based mathematics learning environment, especially for junior high school students who realized through the development of realistic mathematics learning website that is valid, practical, and effective. But in this article the discussion is focused on validity and practicality. The method used in this study is development research method with type of formative research covering phase of analysis, developing and formative evaluation. Techniques of collecting data in the form of documentation, walk through, tests, observations, and interviews. The data analysis technique used is descriptive qualitative. Validity fulfilled qualitatively by the validator. Practical criteria are met if they fulfill two things; (1) the experts state that what is developed can be applied, and (2) the reality shows that what is developed is applicable. The result obtained is a prototype of a valid and practical mathematics learning website Keyword: website, learning, mathematics, realistic.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK Muhtadi, Dedi; Sukirwan, Sukirwan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik (KBKM) dan kemandirian belajar peserta didik melalui implementasi Pendekatan Matematika Realistik (PMR). Populasi penelitian ini adalah peserta didik SMP Negeri di Kota Tasikmalaya. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas VIII yang mewakili satu sekolah level tinggi dan satu sekolah level sedang. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Instrumen yang digunakan yaitu tes KBKM, skala kemandirian belajar peserta didik, dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis. Dari hasil penelitian disimpulkan: 1) Pencapaian dan peningkatan KBKM kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK; dan 2) Pencapaian dan peningkatan kemandirian belajar kelompok PMR lebih baik dari kelompok PK. The purposes of this study are to describe the enhancement and the achievement of students’ Mathematical Creative Thinking Skills (MCTS) and Self Regulated Learning (SRL) through implementation of Realistic Mathematics Education (RME) and Conventional Learning (CL). The population of this study were Junior High School students in Tasikmalaya City. The sample of this study were eighth grade students representing the high school level and the medium school level. This research is a quasi-experimental design with pretest-posttest control group. The instrument used is a test MCTS, scale independence of learners, and the observation sheet. Analysis of data using Kruskal Wallis test. The final conclusion: 1) Achievement and improvement of MCTS RME group is better than CL group; and 2) Achievement and improvement of Self Regulated Learning (SRL) RME group is better than CL group.
INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Maryati, Iyam; Priatna, Nanang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan karakter merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang mengarah kepada pembentukan karakter peserta didik dengan menitiberatkan pada keteladanan, pembiasaan, dan penciptaan lingkungan yaang kondusif . Bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter matematika seperti jujur, demokrasi, bertanggungjawab, mandiri, disiplin, kerja keras, kreatif, dan rasa ingin tahu. Nilai-nilai karakter yang dikembangkan dalam pembelajaran matematika tetap harus berlandaskan pada nilai-nilai universal. Pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter dapat ditempuh dengan langkah-langkah : a) Menggunakan nilai-nilai budaya dan karakter yang memperlihatkan keterkaitan antara Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan; b) Mencantumkan nilai-nilai budaya dan karakter itu ke dalam silabus; c) Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera pada silabus ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran; d) Mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai; e) Memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku. Oleh karena itu diharapkan setiap peserta didik mampu menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari melalui proses pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Pembelajaran yang dapat menginternalisasikan nilai-nilai tersebut adalah pembelajaran kontekstual yang membantu guru dalam memotivasi siswa untuk mengaitkan pengetahuan yang dipelajarinya dengan kehidupan sehari-hari. Karakter apa sajakah yang dapat dikembangkan pada mata pelajaran matematika?. Dan model pembelajaran apa yang dapat diterapkan untuk mengembangkan karakter matematika?. Dengan menggunakan metode penelusuran literatur, artikel ini menyajikan tentang integrasi nilai-nilai karakter dalam mata pelajaran matematika melalui model pembelajaran kontekstual. Kata Kunci: Nilai-Nilai karakteristik Matematika, Pembelajaran Kontekstual. Abstract Character education is an effort to improve the quality of process and learning outcomes that lead to the formation of the character of learners by focusing on exemplary, habituation, and the creation of a conducive environment. Aims to inculcate the values of mathematical characters such as honest, democratic, responsible, independent, disciplined, hard work, creative, and curiosity. The character values developed in mathematics learning must still be based on universal values. Integrating character education values can be pursued by the following steps: a) Using cultural values and characters that show the linkage between Core Competence and Basic Competence with values and indicators to determine the value to be developed; b) Include the cultural and character values into the syllabus; c) Include the values listed in the syllabus into the Lesson Plans; d) Develop an active learning process of learners that enable learners to have opportunities to internalize values and demonstrate them in appropriate behaviors; e) Provide assistance to learners, whether it is difficult to internalize the value or to show it in behavior. Therefore it is expected that every student can internalize these values into the behavior of everyday life through the learning process, both in the classroom and outside the classroom. Learning that can internalize these values is contextual learning that helps teachers in motivating students to relate knowledge learned to everyday life. What are the characteristics that can be developed on math subjects ?. And what learning model can be applied to develop math character ?. Using the literature search method, this article presents the integration of character values in mathematics subjects through a contextual learning model. Keyword: Values of Mathematical Characteristics, Contextual Learning.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIGH ORDER THINKING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS SISWA Gais, Zakkina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan awal matematis siswa terhadap penyelesaian soal-soal high order thinking ditinjau dari soal analisis, soal evaluasi, soal mencipta dan secara umum. Penelitian ini pun bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal high order thinking serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan siswa keliru dalam menyelesaikan soal-soal high order thinking. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran dengan jenis embedded concurrent. Dari hasil penelitian diperoleh terdapat pengaruh kemampuan awal matematis siswa terhadap penyelesaian soal high order thinking dalam segala aspek. Siswa dikategorikan mampu menyelesaikan soal-soal high order thinking. Faktor-faktor yang menyebabkan siswa keliru dalam menyelesaikan soal-soal high order thinking diantaranya adalah kurang teliti dalam proses pengerjaan soal, kemampuan awal matematis siswa yang rendah, proses yang dilalui selama pembelajaran tidak maksimal, kurangnya pemahaman siswa terhadap soal, ketidaklengkapan dalam membaca soal dan kurangnya perhatian dari orang tua. Kata Kunci: Analisis, Soal High Order Thinking, Kemampuan Awal. Abstract This research aims to know the effect of prior mathematical students ability to solve on high order thinking questions looked by analysis question, evaluation question, creating question and genera question.This research also aims to know about students ability in solving high order thinking question and to know about the factors that cause students to be wrong in solving high order thinking questions. The research method that used is mixed method with embedded concurrent type. From the result of the research, it is gotten there is an effect of prior mathematical students ability to solve high order thinking question in all aspects. Students are categorized able to solve high order thinking questions. The factors that cause student to be wrong in solving high order thinking question are less careful in the process of solving the question, the prior mathematical students ability is low, the process traversed during learning is not maximal, the lack students understanding to the question, incompleteness in reading the questions and the lack of attention of their parents. Keywords: Analysis, High Order Thinking Question, Prior Ability
PROBLEM POSING SEBAGAI KEMAMPUAN MATEMATIS Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlunya kemampuan dalam membuat permasalahan/persoalan matematis sangat diperlukan oleh seorang guru. Hal tersebut berguna agar guru tidak hanya memberikan soal yang ada di buku saja. Guru dituntut kreatif; guru perlu memiliki kemampuan dalam membuat soal yang dibutuhkan oleh siswanya. Selama ini, kemampuan yang terus disoroti adalah kemampuan dalam menyelesaikan berbagai tipe soal dilihat dari daya pikir siswanya. Untuk kali ini, kita coba lihat dari sudut pandang perlunya kemampuan seorang guru untuk memiliki kemampuan pengajuan permasalahan matematis (mathematical problem posing) ini. Seiring dengan meningkatnya kemampuan membuat soal yang baik tentunya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Kemampuan mathematical problem posing ini masih menjadi kendala bagi beberapa mahasiswa calon guru matematika, padahal kemampuan ini sangat diperlukan bagi mereka yang akan menjadi seorang guru yang baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kita akan coba paparkan problem posing sebagai suatu kemampuan matematis yang diperlukan oleh seseorang, terutama calon guru. The need for the skill to create mathematical problems/issues needed by a teacher. It is useful for teachers to provide problems that exist in books only. Teachers need to be creative; teachers need to have the skill to create questions that needed by their students. During this time, a skill that continues to be highlighted is the ability to resolve various types of problems seen from the intellect students. For this time, we look from the perspective of the need for the skill of a teacher to have the skill of mathematical problem posings. Along with the increased mathematical problem posing skill can certainly improve the quality of learning in the classroom. Mathematical problem posing skill is still an obstacle for some mathematics prospective teachers, but this skill is very necessary for those who would become a good teacher. Therefore, on this occasion, we will try to present problem posing as a mathematical skill needed by someone, especially prospective teachers.
PENGGUNAAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI RUANG BERBASIS ICT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MAHASISWA Rahmatina, Desi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran geometri ruang merupakan salah satu pembelajran yang memerlukan kemampuan analitis dan komunikatif mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengkaji penggunaan perangkat pembelajaran geometri ruang berbasis ICT dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, 2) untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap penggunaan perangkat pembelajaran geometri berbasis ICT. Pembelajaran geometri memerlukan kemampuan mengkomunikasikan bangun yang sifatnya abstrak menjadi konkrit sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan ICT. Hasil kajian ini menunjukkan perangkat pembelajaran berbasis ICT dengan program wingeom dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Learning geometry of space is one pembelajran that require analytical and communicative abilities of students. The purpose of this study were 1) to assess the use of the learning device geometry of space-based ICT in enhancing the ability to think critically, 2) to study the response of students to use ICT-based learning device geometry. Learning geometry requires the ability to communicate wake which is abstract into the concrete so as to increase high-level thinking skills by using ICT. Results from this study indicate the ICT-based learning with wingeom programs can increase high-level thinking skills.

Page 1 of 16 | Total Record : 158