cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
AdBispreneur
ISSN : 25032700     EISSN : 25499912     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
MODEL MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI PADA PROGRAM STUDI DI LUAR KAWASAN UTAMA (PSDKU) DAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA. (Studi Kasus di PSDKU Unpad Pangandaran Jawa Barat) Sukoco, Iwan; Fordian, Dian; ., Rusdin
AdBispreneur Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.572 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i3.19577

Abstract

 This study aims to create a management model of higher education Study Programs outside the University Area (PSDKU) Unpad Pangandaran. The method used is a qualitative method, with the type of descriptive research, data is collected by documentation studies, in-depth interviews, participant observation and surveys. The main informants in this study were managers, lecturers, and students. The survey was conducted on 35 students accidentally to determine the level of student satisfaction. The results indicate that the management unit acts as a support team that facilitates the needs and interests of stakeholders for the smoothness and success of Unpad PSDKU in Pangandaran. satisfied category. Recommendations given that Unpad Pangandaran PSDKU should be managed with a special university management, namely by providing management autonomy in the financial field. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model manajemen perguruan tinggi Program Studi di luar Kawasan Utama (PSDKU)  Unpad Pangandaran. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif, Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara mendalam, observasi partisifan dan survey. Informan utama dalam penelitian ini adalah  pengelola, dosen, dan mahasiswa. Survey dilakukan kepada 35 orang mahasiswa secara aksidental untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa unit pengelola bertindak sebagai tim pedukung yang memfasilitasi kebutuhan dan kepentingan stakeholder, ada dinamika yang terus berproses dan berkembang dalam penyelenggaraan PSDKU Unpad di Pangandaran, dan tingkat kepuasan mahasiswa terhadap PSDKU Unpad di Pangandaran berada dalam kategori puas. Rekomendasi yang diberikan bahwa PSDKU Unpad Pangandaran seharusnya dikelola dengan manajemen perguruan tinggi yang khusus, yaitu dengan memberikan otonomi pengelolaan dalam bidang keuangan.
CO-BRANDING ONLINE FOOD DELIVERY: PERUBAHAN MODEL BISNIS WISATA KULINER LOKAL KHAS YOGYAKARTA Sarinastiti, Eska Nia; Vardhani, Nabilla Kusuma
AdBispreneur Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.713 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i3.19157

Abstract

 The aim of this research is examining the implementation of co-branding by the food delivery service and its influence on the local culinary tourism business model of Yogyakarta. This research uses qualitative research with an exploratory study. Data collection was conducted through semi-structured interviews with 13 owners of Yogyakarta’s local culinary. The results showed that co-branding was carried out jointly with GoFoodPartner, but if it was not incorporated into GoFoodPartner co-branding was carried out directly between GoFood and the culinary business management. As for GrabFood, co-branding is done partially to businesses that are not part of their official cooperation partners. The culinary tourism business model has been changing by online food delivery service providers. The change is they have not only done business to consumer (B2C) but then also develop its business model into Business to Business (B2B) and Business to Business to Consumer (B2B2C). It changes the business model of culinary tourism developed into a food tourism business model.   Penelitian ini mengkaji tentang implementasi co-branding oleh layanan food delivery tersebut dan pengaruhnya pada model bisnis wisata kuliner lokal khas Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode eksploratory. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 13 pelaku usaha wisata kuliner lokal khas Yogyakarta didukung observasi serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa co-branding dilakukan secara bersama-sama antara GoFood dan pelaku usaha wisata kuliner yang tergabung dalam GoFoodPartner, akan tetapi jika tidak tergabung dengan GoFoodPartner co-branding dilakukan secara terpisah antara GoFood dan pelaku usaha wisata kuliner. Sementara untuk GrabFood juga demikian, co-branding dilakukan secara partial untuk pelaku usaha wisata yang bukan masuk dalam mitra kerjasamanya. Model bisnis wisata kuliner yang dilakukan terdapat perubahan dengan adanya layanan online food delivery. Perubahan tersebut terdapat pada tidak hanya business to consumer (B2C), akan tetapi model bisnisnya berkembang juga menjadi Business to Business (B2B) dan Business to Business to Consumer (B2B2C). Perubahan model bisnis tersebut mendorong perkembangan model bisnis culinary tourism menjadi model bisnis food tourism.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KERAMIK DENGAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS : STUDI PADA SENTRA INDUSTRI KERAMIK DI PURWAKARTA, INDONESIA Raharja, Sam 'un Jaja; ., Rivani; Arifianti, Ria
AdBispreneur Vol 3, No 3 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.52 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v3i3.19318

Abstract

 This study aims to identify and analyze the business development strategy of the ceramics industry in the Purwakarta ceramic industry center. Research uses qualitative research methods. The primary data collection technique is done through observation, interviews and questionnaires. Secondary data collection techniques are carried out through documentation studies. The data collected was then analyzed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) technique. The results of the study show the alternative strategies the development of the ceramic industry in the order of priority as follows: the formation of forums, improvement of production and design techniques, improvement of marketing strategies and increased access to business capital credit. The results of the study recommend the implementation of a series of priority strategies in developing the ceramics industry business in the center of the ceramic industry in Purwakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pengembangan bisnis industri keramik di sentra industri keramik Purwakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif.  Teknik pengumpulan data primer dilakukan melalui observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan alternatif strategi dengan urutan prioritas sebagai berikut: pengembangan industri keramik tersebut adalah pembentukan forum, peningkatan teknik produksi dan desain, peningkatan strategi pemasaran dan peningkatan akses kredit modal usaha. Hasil penelitian  merekomendasikan implementasi rangkaian prioritas strategi tersebut dalam pengembangan bisnis industri keramik di sentra industri keramik Purwakarta. 
STRATEGY OF BUSINESS DEVELOPMENT BAMBOO CRAFT (A Study in Pasirjambu Village Pasirjambu District Bandung Regency) Sopandi, Encep
AdBispreneur Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.541 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i1.12876

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine alternative strategies in the development of bamboo handicrafts business in Pasirjambu Village Pasirjambu District in Bandung Regency. Method used survey with SWOT analysis. The results show that the total value obtained from the IFAS table is 6.40 (average 3.20) with a strength score of 3,550 and the weakness score of 2.850, it shows that the strength factor of the bamboo handicraft business is greater than the weakness factor, while the total value EFAS of 6.10 (average 3.05). A opportunity score of 3.10 and a threat score of 3.0. This means that the opportunity factor is greater than the threat factor. The result of calculation of rating value and internal factor weight of bamboo handicraft business development strategy in Pasirjambu Village as X axis equal to 0,100, while external factor as Y axis equal to 0,700. This means the right alternative strategy is the SO strategy. The SO strategy is a strategy that uses the power to take advantage of existing opportunities.Keywords : Bamboo craft, craftmanship of bamboo, SWOT analysis  STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN BAMBU(Studi di Desa Pasirjambu Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung) ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi alternatif dalam pengembangan usaha kerajinan bambu di Desa Pasirjambu Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan survey dengan analisis SWOT. Hasil, menunjukkan bahwa total nilai yang diperoleh dari tabel IFAS  adalah 6,40  (rata-rata 3,20) dengan skor kekuatan 3,550 dan skor kelemahan sebesar 2,850, ini menunjukkan bahwa faktor kekuatan usaha kerajinan bambu lebih besar dari faktor kelemahan, sedangkan total nilai EFAS yaitu sebesar 6,10 (rata-rata 3,05).  Skor peluang 3,10 dan skor ancaman sebesar 3,0. Artinya faktor peluang yang dimiliki lebih besar dari faktor ancaman. Hasil perhitungan nilai rating dan bobot faktor internal dari strategi pengembangan usaha kerajinan bambu di Desa Pasirjambu sebagai sumbu X sebesar 0,100, sedangkan faktor eksternal sebagai sumbu Y sebesar 0,700. Artinya strategi alternatif yang tepat adalah strategi SO. Strategi SO adalah strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Kata kunci : Kerajinan bambu, perajin bambu, analisis SWOT
THE STRATEGY DEVELOPMENT AND COMPETITIVE ADVANTAGES OF MICRO SMALL MEDIUM ENTREPRISE BUSINESS INSTITUTION TOWARD REGIONAL DEVELOPMENT Munandar, Andi
AdBispreneur Vol 1, No 2 (2016): Adbispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.551 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i2.10233

Abstract

ABSTRACTThe implementation of “business not as usual” on the MP3EI 2011 – 2015 was held to optimize the potential of regional commodities that can increase the regional values. This research was conducted to search for the potential of UMKM in developing the potential commodities of Lampung province. The problems related to the commodities development consists of setting up the potential commodities which as based on the production copacity, so that it is difficult for those local governments to stimulate the coomdities development.The research method was qualitative method and data collected through   literature reviews and analysis of competitive advantage. The results of the research were 1) there are high potential of UMKM development, 2)UMKM should be developed in accordance with the local culture and regional commodities, 3) UMKM plays an important role in solving the social problems such as creating employment, 4) the development of human resources, technology, capital, marketing, information and management plays an important role in the development micro business, 5) the natural resources, human resources, and the world market in the global era would be a high potential if it is designed and the initiation strategy consists of the government network, NGO, private institution, individual and groups, which is managed effectively. Keywords : strategy, business institutions, competitivve advantages   STRATEGI PENGEMBANGAN DAN KEUNGGULAN BERSAING LEMBAGA BISNIS UMKM TERHADAP PEMBANGUNAN DAERAH ABSTRAKPenerapan “business not as usual” pada MP3EI 2011-2025 dilakukan dengan menggali dan mengoptimalkan potensi unggulan daerah yang dapat memberikan nilai tambah bagi daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan komoditas unggulan di Provinsi Lampung. Permasalahan terkait dengan pengembangan komoditas unggulan yang hanya didasarkan pada kapasitas produksi, sehingga menyulitkan bagi pemerintah daerah untuk menstimulir pengembangan komoditas unggulannya.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  dan data yang dikumpulkan melalui studi literatur dan analisis keunggulan bersaing. Hasil penelitian adalah, Pertama; potensi pengembangan UMKM di daerah sangat besar. Kedua, pengembangan UMKM harus dilaksanakan sesuai dengan budaya lokal dan potensi yang dimiliki oleh daerah yang bersangkutan. Ketiga, sektor UMKM ini sangat berperan dalam menanggulangi masalah sosial di daerah dengan penyerapan tenaga kerja yang sangat tinggi. Keempat, peranan peningkatan SDM, pemanfaatan teknologi, akses permodalan, akses pemasaran, akses informasi, dan manajemen sangat penting dalam mengembangkan usaha mikro. Kelima; Sumber daya alam dan sumber daya manusia serta pasar dunia  yang semakin terbuka pada era global merupakan potensi  besar jika disain dan strategi replikasi yang meliputi kerjasama jaringan (network) pemerintah, LSM, lembaga swasta dan individu maupun kelompok dikelola secara efektif dalam bentuk kemitraan. Kata kunci :strategi,lembaga bisnis, keunggulan bersaing,
HUBUNGAN INDUSTRIAL: PERBANDINGAN SPIRITUALITAS DI TEMPAT KERJA DAN EFEKTIVITAS ORGANISASI ANTARA INDIA DENGAN INDONESIA Alexandri, Mohamad Benny; Zahra, Fithriya
AdBispreneur Vol 2, No 2 (2017): AdBispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.74 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i2.13184

Abstract

ABSTRACT Spirituality is fundamental to every individual, and as an understanding of the basic substance of the meaning of work is closely related to the values of spirituality that individuals have in their work. The individuals spirituality in work also refers to the framework of organizational values. The spirituality of work is defined as the framework of organizational cultural values that encourages the transcendent experience of employees through the process of work. The transcendent experience refers to how an individual as a person feels to experience change through his or her service to others, and the individual also gets the meaning and purpose of their life. Spirituality can make employees more effective at work, because they see their work as a tool for improving spirituality so that employees will show greater effort than employees who see their work as a tool for earning money. Keywords : Spirituality of work, organizationale effectivenes   ABSTRAK Spiritualitas sangat penting bagi setiap individu, dan sebagai pemahaman tentang substansi dasar dari makna pekerjaan itu berhubungan erat dengan nilai-nilai spiritualitas yang dimiliki individu dalam pekerjaan mereka. Spiritualitas individu dalam pekerjaan juga mengacu pada kerangka nilai-nilai organisasi. Spiritualitas kerja didefinisikan sebagai kerangka nilai-nilai budaya organisasi yang mendorong pengalaman transenden dari karyawan melalui proses kerja. Pengalaman transenden mengacu pada bagaimana seseorang sebagai individu merasa mengalami perubahan melalui pelayanannya kepada orang lain, dan individu tersebut juga mendapatkan makna dan tujuan hidup mereka. Spiritualitas dapat membuat karyawan lebih efektif bekerja, karena mereka melihat pekerjaan mereka sebagai alat untuk meningkatkan spiritualitas sehingga karyawan akan menunjukkan usaha yang lebih besar daripada karyawan yang melihat pekerjaan mereka sebagai alat untuk mendapatkan uang saja. Kata kunci : Spiritualitas kerja, efektivitas organisasi
STREET VENDORS EXTERNALITIES -, Sutarjo
AdBispreneur Vol 1, No 1 (2016): Adbispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.14 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i1.9099

Abstract

There are externalities as a result of street vendors economic activities. The externalities may be negatives and may be positives.The method used to collect data through literature and the data collected is secondary data from reports and research publication. Negative externalities caused by the street vendors are accessibility of public spaces, garbage, open space inharmony, dirty and untidy, traffic congestion, pedestrian interference and the possibility of diseases due to lack of sanitation. Tragedy of the commons happened due to excessive uses of public facilities resulting in reduced or loss of its function. The Positive externalities are generate jobs, as a distributor, security, bring the servicecloser to the customers and means of recreation. In the newinstitutional economic point of view, the government needs to intervene as a governing body to avoid the tragedy of the commons over excessive use of public resources in the form of an open area which supposed to be able to be utilised by the society.
INDUSTRIAL RELATIONS: COMPARATIVE NON-STANDARD EMPLOYMENT RELATIONSHIP IN NIGERIA AND INDONESIA Damiri, Devi Melisa; Alexandri, Mohammad Benny
AdBispreneur Vol 2, No 1 (2017): AdBispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.588 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v2i1.12881

Abstract

ABSTRACTThe research objective is to study and determine the level of non-standard employment relationships in Nigeria and Indonesia. The employment relationship is not as standard as is initial workers, which are contract employees and outsourcing. The nonstandard employment relationship are reinforced by the number of unemployment in Nigeria and Indonesia which are every form of nonstandard employment will offer the challenge but it will tend to have the great of losses.The results of the study found that non-standard employment relationships in Nigeria and Indonesia in general is not different. Most employees are not standard work is in positions which have low skills, without a career path and can harm the development of human resources for both companies or clients. On the other hand, who had a temporary job as an employee or non-standard employee is better than not having a job. Therefore the unemployment rate can be reduced and can significantly increase the countrys economic growth.Keywords: Unemployement, nonstandard employment relations, contract employees, outsourcing, country’s economic growth HUBUNGAN INDUSTRIAL:  PERBANDINGAN HUBUNGAN KERJA TIDAK STANDAR DI NEGARA NIGERIA DAN INDONESIA ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menentukan tingkat hubungan kerja tidak standar di Nigeria dan Indonesia. Hubungan kerja tidak standar yang dimaksud sebagai karyawan kontrak dan outsourcing. Hubungan kerja tidak standar diperkuat oleh jumlah pengangguran yang ada di Nigeria dan Indonesia dimana setiap bentuk pekerjaan tidak standar menawarkan tantangan namun akan cenderung memiliki banyak kerugian. Hasil penelitian ditemukan bahwa hubungan kerja tidak standar di Nigeria dan Indonesia pada umumnya tidak berbeda. Sebagian besar karyawan merupakan pekerja tidak standar yang memiliki keterampilan kerja yang rendah, tanpa memiliki jenjang karir dan dapat membahayakan perkembangan sumber daya manusia baik bagi perusahaan maupun klien.  Di sisi lain, memiliki pekerjaan sementara baik sebagai pekerja standar ataupun pekerja tidak standar akan lebih baik daripada tidak memiliki pekerjaan. Dengan demikian tingkat pengangguran dapat dikurangi dan secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.Kata kunci: Pengangguran, hubungan kerja tidak standar, karyawan kontrak, outsourcing,                    pertumbuhan ekonomi negara.
ANALISIS TATA LETAK DALAM PERSPEKTIF RITEL Arifianti, Ria
AdBispreneur Vol 1, No 3 (2016): Adbispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.232 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i3.11216

Abstract

ANALISIS TATA LETAK DALAM PERSPEKTIF RITEL  Ria ArifiantiDepartement of Business Administrative ScienceFaculty of Social and Political Sciences University of PadjadjaranEmail : r.arifianti@unpad.ac.id. ria_arifianti@yahoo.co.id ABSTRACT                Layout strategies undertaken to generate profits, and to provide comfort for visitors. Despite the fact that so run smoothly. This can be seen from the customer complained about the layout made by the company. They complained of the board were not clear and the high placement so that makes them confused for mencarai desired goodsThe approach taken in this study is a qualitative approach. The research method is descriptive method. Technique of collecting data using study of literature and field. Field studies using observation and interviews.The research results that Retail Modern retail use this type of layout. The arrangement is based layout to provide convenience for consumers when shopping. Other than that a good layout. Placement will impact and improve competitiveness. The advice given is a clear indication of the existence of the placement of goods, so as not to confuse consumers when shopping Keywords : modern retail,  lay out strategy   ANALISIS TATA LETAK DALAM PERSPEKTIF RITEL  ABSTRAK Strategi tata letak dilakukan untuk menghasilkan keuntungan, dan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Meskipun pada kenyataannya tidak begitu berjalan dengan lancar. Hal ini terlihat dari pelanggan mengeluhkan tata letak yang dilakukan oleh perusahaan. Mereka mengeluhkan papan petunjuk yang tidak jelas dan tinggi penempatannya sehingga membuat mereka kebingungan untuk mencarai barang yang diinginkan Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang dilakukan secara induktif untuk memperoleh data yang bersifat menyeluruh atau holistic dan mendalam. Metode penelitiannya adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian mennujukkan bahwa Ritel Modern menggunakan jenis tata letak ritel. Penataan tata letak didasarkan untuk memberikan kenyamanan bagi konsumen ketika berbelanja. Selain daripada itu penempatan layout yang baik akan memberikan dampak dan meningkatkan daya saing. Adapun saran yang diberikan adalah Adanya petunjuk yang jelas tentang penempatan barang, sehingga tidak memusingkan konsumen ketika berbelanja Kata kunci : ritel modern, strategi tata letak
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)DISCLOSURE AND THE IMPLICATIONS OFEARNING RESPONSE COEFFICIENT (ERC) ., Rusdin
AdBispreneur Vol 1, No 2 (2016): Adbispreneur
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.552 KB) | DOI: 10.24198/adbispreneur.v1i2.10238

Abstract

ABSTRACT  One of the reasons is social management reporting for strategic reasons. Although it is not yet compulsory, but it can be said that almost all the companies listed on the Indonesian Stock Exchange already disclose information about CSR in its annual report in diverse levels. The purpose of the study is to examine the effect of the information of Corporate Social Responsibility disclosed in the companies’ annual reports on the informativeness of earnings (measured by earning response coefficient, ERC). The study hypothesized that there is negative effect of CSR disclosures level on the ERC since the CSR disclosures provide investors more information which is not captured by the accounting earnings. The sample of the study consist of 135 annual reports 2013 and 2014 of the companies listed at the Indonesia Stock Exchange. The empirical results of the study show that the level of CSR disclosures has negative effect on the ERC as predicted. The results of the study indicate that investors assess the CSR information disclosed by the companies in their annual reports for their investment decision. Keywords : corporate social responsibility, disclosure, earnings response coefficient   PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EARNING RESPONSE COEFFICIENT (ERC) ABSTRAK  Salah satu alasan manajemen melakukan pelaporan sosial adalah untuk alasan strategis. Meskipun belum bersifat wajib, tetapi dapat dikatakan bahwa hampir semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mengungkapkan informasi mengenai CSR dalam laporan tahunannya dalam kadar yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh informasi dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan terhadap keinformatifan laba yang diukur melalui koefisien respon laba (Earning Response Coefficient/ERC). Hipotesis penelitian ini bahwa terdapat pengaruh negatif tingkat pengungkapan CSR terhadap ERC,ketika investor mendapatkan informasi CSR yang diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan tahunan untuk keputusan investasi mereka yang tidak direspon oleh laba akuntansi. Sampel penelitian ini terdiri dari 135 laporan tahunan 2013 dan 2014 dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil empiris dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan CSR memiliki efek negatif terhadap ERC seperti yang diperkirakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investor menilai informasi CSR yang diungkapkan oleh perusahaan dalam laporan tahunan mereka untuk keputusan investasi mereka.