AdBispreneur
Jurnal AdBispreneur adalah jurnal ilmiah di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan yang terbit tiga kali setahun. Diterbitkan oleh Departemen Ilmu Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Berisi tulisan hasil pemikiran dan penelitian di bidang administrasi bisnis dan kewirausahaan.
Articles
64
Articles
​
MEMAHAMI MODEL BISNIS PRAKTEK INOVASI SOSIAL : KAJIAN DESA WISATA BISNIS TEGAL WARU

Kusumastuti, Retno, Sakapurnama, Eko, Fauzi, Achmad, Nurita, Prima

AdBispreneur Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

 ABSTRACTSocial innovation studies are unique studies and are still relatively rare. The study contains that business models from among those who are often marginalized can also be a source of income. In addition, the importance is also that the utilization of resources owned by a region can be a source of competitive advantage when properly managed considering that each region has a different context. This study analyzes the social innovation model in Tegal Waru Village which was originally a poor and underdeveloped village in 2010 but later it can transform into an economically independent village. This study uses a qualitative approach with data collection methods through in-depth interviews and also observations. The selection of informants is based on the criteria that the person understands the business processes carried out and is also a stakeholder of Tegal Waru Tourism Village. The results showed that the Tegal Waru Tourism Village was a village that managed to enhance its natural and human resources so that it became a source of competitive advantage through the establishment of a Business Tourism Village which is still rare in Indonesia. A unique business model is offering entrepreneurship education with a value proposition to educate everyone to become entrepreneurs by relying on the core competencies and resources they have with philosophy hence provide benefits to many people. ABSTRAKKajian social innovation merupakan kajian yang unik dan masih relatif jarang. Kajiannya berisi bahwa model bisnis dari kalangan yang seringkali termajinalkan juga dapat menjadi sumber penghasilan. Selain itu, pentingnya juga adalah bahwa pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh suatu daerah dapat menjadi sumber keunggulan bersaing manakala dikelola dengan baik mengingat masing-masing daerah memiliki konteks yang berbeda-beda. Penelitian ini menganalisis tentang model inovasi sosial di Desa Tegal Waru yang awalnya merupakan desa miskin dan tertinggal di tahun 2010an tetapi kemudian dapat menjelma menjadi Desa yang mandiri secara ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan juga observasi. Pemilihan informan berdasarkan kriteria bahwa yang bersangkutan memahami proses bisnis yang dijalankan dan sekaligus merupakan stakeholder Desa Wisata Tegal Waru. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata Tegal Waru merupakan desa yang berhasil mengelola sumber daya alam dan manusia yang dimilikinya sehingga menjadi sumber keunggulan bersaing melalui pembentukan Desa Wisata Bisnis yang masih langka di Indonesia. Bussiness model yang unik yaitu menawarkan pendidikan entrepeneruship dengan value proposition mendidik setiap orang agar dapat menjadi entrepreneur dengan mengandalkan core competence dan sumber daya yang dimilikinya dengan falsafah agar dapat memberikan manfaat untuk banyak orang. 

FINTECH SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PEMBIAYAAN BAGI UMKM

Rizal, Muhamad, Maulina, Erna, Kostini, Nenden

AdBispreneur Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTIn 2017, more than 40 new fintech businesses is born, this financial business have emerged that have tried their luck in the Indonesian financial landscape along with the other 140s of startup that have stood before. Indonesia's fintech industry has become one of the prima donna that attracted so much attention from the financial industry actors. Investment on startup fintech began to attract a lot of interest, even some startup managed to get series A of investment this year. The fintech sectors are beginning to develop and many new products are launched.Meanwhile, the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises (Ministry of Small and Medium Enterprises) launched 3.79 million micro, small and medium enterprises (SMEs) already utilizing online platform in marketing their products. This number is around 8 percent of the total perpetrators of SMEs in Indonesia, which is 59.2 million.The problem of sources of financing is a classic problem that is a barrier to the growth of SMEs who do not get financing facilities from the banking sector. Lack of financial resources makes SMEs unable to develop innovations to increase production. However, the rapid growth of financing business of fintech, such as peer-to-peer lending can now be another alternative for loan fund raisers. peer-to-peer lending is a financing business that targets the middle to lower market sectors  ABSTRAKSepanjang tahun 2017, setidaknya muncul lebih dari 40 bisnis fintech baru yang mencoba peruntungan di lanskap keuangan Indonesia bersama dengan 140-an startup lain yang telah berdiri sebelumnya. Industri fintech Indonesia memang menjadi salah satu primadona yang menarik perhatian begitu besar dari para pelaku industri keuangan. Investasi pada startup fintech mulai banyak diminati, bahkan beberapa startup berhasil mendapatkan investasi seri A di tahun ini. Sektor-sektor fintech mulai berkembang dan produk-produk baru banyak diluncurkan.Sementara itu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melansir sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta.Masalah sumber pembiayaan merupakan masalah klasik yang menjadi penghambat pertumbuhan UMKM yang tidak mendapat fasilitas pembiayaan dari sektor perbankan. Kurangnya sumber dana menjadikan UMKM tidak dapat mengembangkan inovasi untuk meningkatkan produksinya. Namun demikian pesatnya pertumbuhan bisnis pembiayaan FinTech seperti peer-to-peer lending  sekarang ini bisa menjadi alternatif lain bagi para pencari dana pinjaman. peer-to-peer lending merupakan bisnis pembiayaan yang menyasar sektor  pasar menengah ke bawah.

ANALISIS BUDAYA ORGANISASI PADA LEVEL MANAJEMEN PUNCAK DI PT X MEDAN SUMATERA UTARA

Sukoco, Iwan, Dewi, Rosana

AdBispreneur Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTBased on the objective in this research, the autor deeply want to know is the organizational culture that existed at PT X  Medan North Sumatra. This research use quantitative methods with survey type. Author collected data using The Denison Organizational Survey (DOCS) and  interviews. The Denison Organizational Survey (DOCS) is derived from Denison Model that emphasizes the four dimensions of culture. Data collection and interviews carried out by the top management. The results of research identified PT X  has a weak culture. The results of the questionnaire revealed an imbalance between the four dimensions of Denison Model. Involvement dimension have the highest value while adaptability dimension with the lowest score. In top level managemen  perceptions of organizational cultur has good category.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya organisasi pada level manajemen puncak PT X Medan Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis survey. Penulis mengumpulkan data menggunakan kuesioner The Denison Organizational Survey (DOCS) dan wawancara.  DOCS  berasal dari Model Denison yang menekankan pada empat dimensi budaya dalam organisasi yang harus dikuasai agar organisasi dapat berjalan secara efektif. Pengumpulan data dan wawancara dilakukan pada jenjang manajemen puncak. Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa PT X memiliki budaya yang lemah. Sebab, keempat dimensi Model Denison yaitu adaptability, consistency, involvement, dan mission menunjukkan  ketidakseimbangan. Dimensi involvement memiliki nilai paling tinggi sedangkan dimensi adaptability dengan nilai paling rendah. Persepsi mengenai budaya organisasi pada level manajemen puncak pada kategori baik. 

BAURAN ECERAN PADA MINIMARKET DI BANDUNG DALAM PERSPEKTIF KONSUMEN

Arifianti, Ria, Raharja, Sam'un Jaja

AdBispreneur Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTIn line with the increasing competition among retail companies and retail companies with large companies, a retail mix is needed. One strategy that can be applied is a retail sales mix. Retail sales mix is all variables that can be used as a marketing strategy to compete in selected marketsThis study aims to analyze the retail mix from a consumer perspective on three minimarkets in the city of Bandung, namely Alfamart, Indomart and Yomart. Research uses descriptive research methods. Data collection techniques consist of literature reviews and field studies in the form of observation, interviews and questionnaires to consumers as samples using a systematic random sampling technique. The findings show that the retail sales mix has been applied to minimarket companies. The retail mix element that consumers like is the location that can be accessed easily. While the mix that is less preferred is the design and layout of the shop related to unclear goods instructions and promotional mix with regard to the unavailability of goods when exchanging promotional coupons. ABSTRAKSejalan dengan meningkatknya persaingan antar perusahaan ritel dan perusahaan ritel dengan perusahaan besar dibutuhkan bauran ritel. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah bauran penjualan eceran Bauran penjualan eceran adalah semua variabel yang dapat digunakan sebagai strategi pemasaran untuk berkompetisi pada pasar yang dipilihPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bauran ritel dari perspektif konsumen pada tiga minimarket di Kota Bandung yaitu Alfamart, Indomart dan Yomart. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif.  Teknik pengumpulan data terdiri dari tinjauan pustaka dan studi lapangan berupa observasi, wawancara dan penyebaran kuesioner kepada para konsumen sebagai sampel dengan menggunakan teknik sistematik random sampling. Hasil temuan menunjukkan bauran penjualan eceran telah diterapkan pada perusahaan minimarket. Elemen bauran eceran yang disukai konsumen adalah lokasi yang dapat diakses dengan mudah. Sementara bauran yang kurang disukai adalah adalah desain dan tata letak toko berkaitan dengan petunjuk barang yang tidak jelas dan bauran promosi berkaitan dengan ketidaktersediaan barang saat penukaran kupon promosi. 

PENGUKURAN DAMPAK INVESTASI SOSIAL PELAKSANAAN CSR MENGGUNAKAN METODE SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI)

Santoso, Meilanny Budiarti, ., Rivani, Ismanto, Slamet Usman, Mumajad, Idim, Mulyono, Hendri

AdBispreneur Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTCorporate social responsibility is the company's obligation, especially in the extractive sector, which ideally is a form of corporate social investment, so that it can be measured and profitable. This article wants to uncover how companies can find out the impact of social investment, which is by using the Social Return on Investment method. Based on a study assessment the impact of social investment from the Baramulyo Posdaya Development Program, the SROI Ratio was 3.70, meaning that each investment was Rp. 1, - get an impact or benefit worth Rp. 3.70, -. The biggest benefit of Posdaya Baramulyo is on increasing access to PAUD schools, which is 66.5% of the total value of the outcome, then increasing income by 14.09% of the total value of the outcome, increasing the growth of PAUD growth by 12.66% of the total value of the outcome, and the elderly felt fitter and healthier at 5.73% of the total value of the outcome. When viewed from a socio-economic perspective, the Posdaya Baramulyo program can be said to be feasible and successful. ABSTRAKCorporate social responsibility merupakan kewajiban perusahaan khususnya bidang ekstraktif yang secara ideal adalah wujud investasi sosial perusahaan, sehingga dapat terukur dan menguntungkan. Artikel ini ingin mengungkap bagaimana perusahaan dapat mengetahui dampak investasi sosial yang dilakukannya, yaitu dengan menggunakan metode Social Return on Investment. Berdasarkan studi penilaian dampak investasi sosial dari Program Pengembangan Posdaya Baramulyo diperoleh SROI Ratio sebesar 3,70 artinya bahwa setiap investasi Rp. 1,- memperoleh dampak atau manfaat senilai Rp. 3,70,-. Manfaat terbesar dari Posdaya Baramulyo adalah pada peningkatan akses sekolah PAUD yaitu sebesar 66,5% dari total nilai outcome, kemudian peningkatan pendapatan sebesar 14,09% dari total nilai outcome, peningkatan tumbuh kembang PAUD sebesar 12,66% dari total nilai outcome, dan para lansia merasa lebih bugar dan sehat sebesar 5,73% dari total nilai outcome. Bila ditinjau dari sisi sosial ekonomi, maka program Posdaya Baramulyo dapat dikatakan layak dan berhasil.

ANALISIS KINERJA ORGANISASI BERBASIS BALANCED SCORECARD PADA PERUSAHAAN JASA TRAVEL SHUTTLE DI KOTA BANDUNG

Hermanto, Bambang, ., Rivani

AdBispreneur Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted with a main objective to analyze the performance of Citi Trans Travel Company in Bandung by using the Balanced Scorecard concept. Balanced Scorecard-based performance appraisal is basically a performance evaluation using an integrated four main perspectives, namely financial perspective, customer perspective, internal business process perspective, and learning and growth perspectives.The research method used in this research was the case study with the type of research was descriptive analytic study. Object taken in this research was Citi Trans Travel Company in the city of Bandung. Data used both primary and secondary data. For the validity of the data, this study used triangulation techniques, both sources and data collection techniques.The conclusion of performance appraisal of Citi Trans based on Balanced Scorecard which measured by 4 dimensions was all those 4 dimensions were on “Good” categorize, with the highest total of score was Customer Dimension, and the lowest total of score was Financial Dimension. This showed us that Citi Trans had put the customer satisfaction as their company main priority. However Citi Trans needed put more attention on their level of cost efficiency without sacrificed their product or service quality.  ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kinerja Perusahaan Travel CitiTrans di Bandung dengan menggunakan konsep Balanced Scorecard. Penilaian kinerja berbasis Balanced Scorecard pada dasarnya adalah evaluasi kinerja menggunakan empat perspektif utama yang terintegrasi, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan jenis penelitian deskriptif analitik. Objek yang diambil dalam penelitian ini adalah Perusahaan Perjalanan CitiTrans di kota Bandung. Data menggunakan data primer dan sekunder. Untuk validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, baik sumber dan teknik pengumpulan data.Kesimpulan penilaian kinerja Citi Trans berdasarkan Balanced Scorecard yang diukur oleh 4 dimensi adalah keempat dimensi tersebut berada pada kategori “Baik”, dengan total skor tertinggi adalah Dimensi Pelanggan, dan total skor terendah adalah Dimensi Keuangan. Ini menunjukkan kepada kami bahwa Citi Trans telah menempatkan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama perusahaan mereka. Namun, Citi Trans perlu lebih memperhatikan tingkat efisiensi biaya mereka tanpa mengorbankan kualitas produk atau layanan mereka.

ARUS KAS, CASH HOLDING, KENDALA PENDANAAN DAN INVESTASI DI INDONESIA

Rinofah, Risal

AdBispreneur Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThis study aims to detect Cash Flow, Cash Holding and Financial Constraints effect on investment decisions of companies in Indonesia. Some of the previous studies outside Indonesia show evidence of the impact of cash flows and financial constraints on it’s investment level.Using Multiple Regression and Logistic Regression model, on five years data observation shows that cash flow and cash holding have a positive effect on investment level. Interaction test shows the effect of cash flow on investment in financially constrained different from financially unconstrained companies. In other words, the average rate of investment changes caused by the level of cash flow is the same for both companies. While the effect of cash holding on investment, no different in the company that financially constraint and financially unconstraint company.The contribution of this research is to provide insight to the parties related to the importance of cash flow and cash holding to the investment of a company. Based on the results it can be concluded that companies that have cash flow and high cash holding have greater investment opportunities, especially in companies that have problems in finding sources of funding.   ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeteksi pengaruh Arus Kas, Cash Holding dan Kendala Finansial terhadap keputusan investasi perusahaan di Indonesia. Beberapa penelitian sebelumnya di luar Indonesia menunjukkan bukti ada pengaruh Arus Kas dan Kendala Keuangan pada tingkat investasi.Dengan menggunakan model Regresi Berganda dan Regresi Logistik, pada pengamatan data selama lima tahun menunjukkan bahwa Arus Kas dan Cash Holding berpengaruh positif terhadap tingkat investasi. Uji interaksi menunjukkan pengaruh Arus Kas terhadap investasi pada perusahaan yang mengalami kendala pendanaan berbeda dengan perusahaan yang tidak mengalami kendala pendanaan. Dengan kata lain, tingkat rata-rata perubahan investasi yang disebabkan oleh tingkat arus kas adalah sama untuk kedua perusahaan. Sedangkan pengaruh Cash Holding terhadap investasi, tidak berbeda pada perusahaan yang mengalami kendala pendanaan maupun tidak.Kontribusi dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan kepada pihak-pihak yang terkait dengan pentingnya arus kas dan Cash Holding untuk investasi perusahaan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki Arus Kas dan Cash Holding yang tinggi memiliki peluang investasi yang lebih besar, terutama pada perusahaan yang memiliki masalah dalam mencari sumber pendanaan. 

PENGGUNAAN DESIGN THINKING PADA PERUSAHAAN KONSULTAN INDIE LABTEK BANDUNG

Zaki, Ahmad, Sukoco, Iwan

AdBispreneur Vol 3, No 2 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThe complexity of business problems requires solution solving problems and is able to be well implemented in overcoming the obstacles and challenges faced. One method that can be used is the design thinking method carried out by consulting companies in dealing with the problems of their clients. Design thinking is applied to meet client needs for solutions to problems related to their business and technology. The purpose of this study is to describe the use of design thinking in consulting companies with descriptive study methods using literature studies to retrieve data. The results obtained are the use of design thinking to be the main method in Labtek Indie for their business activities. As far as observation, design thinking is effective in solving client problems. ABSTRAKKompleksitas permasalahan bisnis menuntut pemecahan masalah yang solutif dan mampu terterapkan dengan baik dalam mengatasi kendala dan tantangan yang dihadapi. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah metode design thinking yang dilakukan oleh perusahaan konsultan dalam menghadapi problematika klien mereka. Design thinking diterapkan untuk memenuhi kebutuhan klien akan solusi permasalahan yang berkaitan dengan bisnis dan teknologi mereka. Tujuan penelitian ini untuk memaparkan penggunaan design thinking dalam perusahaan konsultan dengan metode studi deskriptif menggunakan studi literatur untuk mengambil data. Hasil yang didapatkan adalah penggunaan design thinking menjadi metode utama di Labtek Indie untuk aktivitas bisnis mereka. Sejauh pengamatan, design thinking efektif dalam pemecahan permasalahan klien.

PENGEMBANGAN ACADEMIC ENTREPRENEUR DI PERGURUAN TINGGI : PROSPEK DAN TANTANGAN

RAHARJA, SAMUN JAJA

AdBispreneur Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.854 KB)

Abstract

ABSTRACT The change in the management paradigm of higher education to become a financially independent institution, no longer relying on government subsidies and budgets, has has triggered efforts to make higher education more independent.  One concept that can be applied in that direction isAcademic Entrepreneur. This paper is intended to describe the various prospects and challenges in the development of Academic Entrepreneur. The method used in this study is qualitative method,Data collected through literature review and other secondary data. The results show that the development of Academic Entrepreneur has both prospects and challenges. It is suggested that universities begin mapping the readiness of academic entrepreneur development by using the scale of readiness calculation or unpreparedness in the development of academic entrepreneur Keywords: development, academic entrepreneur, prospect and challenge  ABSTRAKPerubahan paradigma pengelolaan Perguruan Tinggi untuk menjadi Lembaga yang mandiri secara finansial, tidak lagi mengandalkan subsidi dan anggaran pemerintah, telah memacu berbagai upaya untuk mewujudkan kemandirian perguruan tinggi. Salah satu konsep yang dapat diterapkan ke arah tersebut adalah Academic Entrepreneur. Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan tentang berbagai prospek dan tantangan dalam pengembangan Academic Entrpreneur. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif, Data dikumpulkan melalui kajian pustaka dan data sekunder lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan Academic Entrepreneur memiliki prospek dan sekaligus tantangan. Disarankan agar Perguruan Tinggi mulai melakukan pemetaan kesiapan pengembangan academic entrepreneur dengan menggunakan skala perhitungan kesiapan atau ketidaksiapan dalam pengembangan academic entrepreneur   Kata kunci : pengembangan, academic entrepreneur, prospek dan tantangan

PERBANDINGAN KINERJA PASAR PADA BISNIS RETAIL DI PASAR TRADISIONAL SEBELUM DAN SESUDAH KEBERADAAN ALFAMART DAN INDOMARET DI KECAMATAN BATAM KOTA KOTA BATAM

Hati, Shinta Wahyu, Novita, Chandra

AdBispreneur Vol 3, No 1 (2018): AdBispreneur : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi Bisnis dan Kewiraus
Publisher : Departemen Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UNPAD

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.556 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the average ratio of market performance in traditional retail business before and after the presence of modern retail Alfamart and Indomaret in Batam Kota subdistrict which is spread in three villages, namely Baloi Permai Village, Belian Village and Teluk Tering Village. The sampling technique used in this research is purposive and accidental sampling with questionnaires obtained from 42 respondents. This study using analysis of paired sample t-test. The output of the paired sample t-test showed a response to hypotheses derived from each of the variables studied. Values obtained for before and after sales turnover tcount is equal to 2.398. Values obtained for before and after profit tcount is equal to 2.380. Values obtained for before and after working hours -tcount is equal to -7.879. The results of each tcount then be compared with ttabel where it is known that tcount each variable > ttabel and significance/P-Value <0,05 so that H0 rejected and Ha accepted. These three variables showed significant results that indicate that the presence of Alfamart/Indomaret give the average change impacts on market performance in Batam City District.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rata-rata kinerja pasar pada usaha ritel tradisional sebelum dan sesudah hadirnya ritel modern Alfamart dan Indomaret di daerah Kecamatan Batam Kota yang menyebar di tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Baloi Permai, Kelurahan Belian dan Kelurahan Teluk Tering. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive dan accidental sampling dengan kuesioner yang diperoleh dari 42 responden. Penelitian ini menggunakan analisis paired sample t-test. Hasil output dari paired sample t-test menunjukkan jawaban dari hipotesis yang diambil terkait masing-masing variabel yang diteliti. Nilai yang diperoleh untuk thitung omset penjualan sebelum dan sesudah adalah sebesar 2,398. Nilai yang diperoleh untuk thitung laba sebelum dan sesudah adalah sebesar 2,380. Nilai yang diperoleh untuk -thitung jam kerja sebelum dan sesudah adalah sebesar -7,879. Hasil dari masing-masing nilai thitung kemudian akan dibandingkan dengan ttabel dimana diketahui bahwa nilai thitung masing-masing variabel > ttabel dan signifikansi/P-Value < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Ketiga variabel menunjukkan hasil yang signifikan yang menunjukkan bahwa keberadaan Alfamart/Indomaret memberikan dampak perubahan rata-rata pada kinerja pasar di Kecamatan