AL-THARIQAH
Published by Universitas Islam Riau
Al-Thariqah Journal Manager invites lecturers, researchers and students to submit best manuscript of his research to be published in Al-Thariqah: Journal of Islamic Education, Faculty of Islamic Religious, Islamic University of Riau. Manuscripts submitted within the scope of the sciences of Islamic religious education by prioritizing the theme of the actual article, the latest, not plagiarism, and preferably the results of library and field research.
Articles
37
Articles
Pengaruh Penggunaan Media Internet Terhadap Minat Belajar Siswa Muslim di SMP Kota Pekanbaru

Arisanti, Devi, Subhan, Mhd.

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media internet terhadap minat belajar siswa muslim di kota Pekanbaru. Media internet memiliki peranan penting untuk minat belajar bagi kalangan siswa. Populasi penelitian ini merupakan siswa muslim di kota Pekanbaru. Teknik persampelan penelitian ini menggunakan teknik random sampling yang terdiri 350 sampel. Alat pengumpulan data menggunakan dua instrumen yaitu instrument pengaruh media internet dan minat belajar siswa. Uji coba reliabilitas instrument telah dilakukan yaitu pengaruh media internet secara keseluruhan Alpha Cronbach .86, instrument minat belajar siswa dengan nilai alpha cronbach .83. Analisis data menggunakan Software SPSS Version 22.0. Hasil Penelitian menunjukkan pada deskriptif pengaruh media internet secara keseluruhan, berada pada tahap tinggi. Namun sama juga dengan deskriptif minat belajar siswa berada pada tahap tinggi. Selain itu, analisis pada inferensi dengan analisis regresi didapati hasil penelitian yang memberi pengaruh signifikan pengaruh media internet terhadap minat belajar dikalangan siswa yaitu 84.6%. Dengan demikian dapat disimpulkan faktor pengaruh media internet sangat memberi pengaruh terhadap minat belajar siswa SMP Kota Pekanbaru. Oleh itu, sekolah perlu membuat program orientasi dan pemahaman untuk memberikan kepada siswa kepahaman dalam  menggunakan media internet dengan hal yang positif.

Paradigma dan Metode Pendidikan Anak dalam Perspektif Aliran Filsafat Rasionalisme, Empirisme, dan Islam

Siddiq, Mohammad, Salama, Hartini

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Memahami realitas paradigma pendidikan yang beragam dalam kebudayaan manusia sama saja dengan memahami eksistensi manusia itu sendiri. Setiap paradigma menunjukkan tujuan serta bagaimana proses penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan di masyarakat. Kajian literatur (studi pustaka) ini berupaya untuk memahami bagaimana Pendidikan anak itu ditinjau dari aspek paradigma dan metode pendidikan anak dalam perspektif aliran rasionalisme dan empirisme serta perbandingannya dengan paradigma pendidikan anak dalam pandangan Islam yang ditinjau dari Al-Qur’an dan sosial historis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Empirismemelihat manusia lahir seperti kertas kosong (tabula rasa) yang memosisikan anak sebagai objek pendidikan. Adapun Rasionalisme melihat manusia lahir dengan membawa potensi (innate knowledge) yang memosisikan anak menjadi subjek dari pendidikan. Berbeda dengan pendidikan dalam perspektif Islam yang memandang anak sebagai makhluk Allah SWT yang diberikan segenap potensi akal untuk mengenali penciptanya.

Pondok Pesantren Antara Misi Melahirkan Ulama Dan Tarikan Modernisasi

Siregar, Muammar Kadafi

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Indonesia termasuk salah satu Negara yang mampu mempertahankan lembaga pendidikan tradisionalnya dari sentuhan modernisasi. Namun walaupun begitu pesantren tetap mendapat tantangan serius dari arus modernisasi. Tantangan itu adalah berkaitan dengan eksistensi pesantren sebagai lembaga pencetak ulama yang dihadapkan dengan tuntutan kehidupan global. Dengan pendekatan library research tulisan ini dapat menemukan bahwa sejarah pendidikan Islam di Indonesia, telah membuktikan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Pesantren dengan sistem pendidikan Islam tradisional, telah memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Pada perkembangannya pesantren mencetak tokoh-tokoh agama dan sebagai pemelihara tradisi-tradisi keislaman. Selain itu pesantren juga berkembang sebagai lembaga sosial yang terlibat dalam proses perubahan sosial politik di Indonesia. Dalam peta politik, pesantren sering kali digambarkan sebagai kekuatan penekan (pressure force) dan dalam situasi lain pesantren diposisikan sebagai kekuatan (integrating force) ketika Negara dihadapkan pada kesulitan-kesulitan yang dilematis, doktrin“hub al-wathon min al-iman” mengorbankan semangat patriotik ke dada setiap anak bangsa.

Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Pembelajaran PAI di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tgk. Chiek Oemar Diyan

Zulfahmi, Z., Hidatullah, Ilham, Raudhatinur, Maida

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini berupaya untuk menyajikan pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap pembelajaran PAI. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui upaya-upaya,pengaruh dalam pembelajaran dan hambatan yang dialami oleh guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik.Penelitian ini bersifat mixmethoddengan metode analisis deskriptif di Madrasah Aliyah Swasta Tgk. Chiek Oemar Diyan dengan menggunakan instrumen observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru PAI di madrasah berusaha untuk memupuk kompetensi pedagogik dalam pembelajaran namun dari segi teori masih rendah. Walaupun demikian terdapat pengaruh dalam pembelajaran PAI karena guru-guru mempunyai semangat yang besar dalam pengajaran meskipun tidak memahami kompetensi pedagogik yang mantap. Sementara faktor pendukungadalah kemudahan fasilitas dan terdapat berbagai pelatihan untuk pengembangan guru. Sedangkan faktor penghambatadalah keterbatasan guru dalam penerapan kurikulum. Sistem perpaduan kurikulum di pesantren dan madrasah sehingga menyebabkan pembagian waktu yang tidak sesuai.

Studi Komparasi Akhlak Terhadap Sesama Manusia Antara Siswa Fullday School Dengan Siswa Boarding School di Kelas XI SMA IT Abu Bakar Yogyakarta

Jannah, Miftakhul

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah terperosoknya akhlak siswa disebabkan oleh perkembangan zaman, dan sekolah boarding atau fullday sebagai salah satu solusinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ada tidaknya perbedaan akhlak terhadap sesama manusia antara siswa Fullday dengan Boarding School di kelas XI SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data penelitian ini berupa penyebaran angket kepada peserta didik, observasi, wawancara, dan dokumentasi.Setelah melakukan uji hipotesis dihasilkan indeks perbedaan (t) sebesar -1.333dengan taraf signifikan 0.186, karena taraf signifikan 0,186>0,05 makahasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan akhlak terhadap sesama manusia antara siswa Fullday School dengan siswa Boarding School. Dapat disimpulkan bahwa Ho di terima dan Ha di tolak. Saran bagi penelitian selanjutnya yang ingin mengangkat tentang akhlak terhadap sesama manusia dapat melakukan penelitian eksperimental berupa pelatihan yang meningkatkan akhlak terhadap sesama manusia.

Pendidikan Inklusif Perspektif QS. Al-Hujurat Ayat 10-13 Sebagai Solusi Eksklusifisme Ajaran di Sekolah

Daimah, Daimah

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.148 KB)

Abstract

Maraknya aksi anarkis dan terorisme belakangan menjadi problematika sentral dalam kehidupan berbangsa di Indonesia. Hal ini terjadi karena semakin kaburnya kesadaran masyarakat tentang pluralitas multi-etnik dan multi-agama yang tumbuh dalam masyarakat yang berbhineka. Salah satu solusinya adalah dengan mengenalkan pendidikan inklusif (terbuka) dimulai sejak dibangku sekolah. Konsep pendidikan inklusif dalam ajaran agama Islam termaktub dalam kitab suci Al-Qur’an. Didalamnya, dijelaskan bahwa manusia didunia ini diciptakan dengan multi-etnis untuk saling mengenal dan saling menghormati.Dengan metode library research penulis melakukan analisis terhadap konsep pendidikan inklusif dalam QS. Al-Hujurat ayat 10-13 yang dalam hal ini akan penulis jadikan landasan sebagai solusi indoktrinasi pendidikan Islam di Sekolah. Pendidikan inklusif merupakan usaha sadar mendewasakan manusia melalui upaya yang terstruktur dan berkesinambungan dengan sistem pembelajaran yang terbuka, dinamis dan rasional. Untuk mencapai suatu kedamaian dan kesejahteraan dalam bermasyarakat perlu adanya sikap saling terbuka dimulai dengan adanya kesediaan untuk saling mengenal antara satu sama lain dan menghargai perbedaan dengan tidak melakukan diskriminasi terhadap golongan tertentu. Hal tersebut akan terlaksana dengan mengenalkan pendidikan Inklusif yang terbuka dimulai dari bangku sekolah.

Konsep Evaluasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Islam

Sawaluddin, Sawaluddin

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.143 KB)

Abstract

Evaluasi dalam pendidikan Islam, secara umumsangat berguna bagi pendidik, peserta didik, ahli fikir pendidikan Islam,politik pengambil kebijakan pendidikan Islam, untuk membantu mereka dalam membenahi sistem pengawasan dan mempertimbangkan kebijakan yang akan diterapkan dalam sistem pendidikan nasional (Islam). Penelitian Kepustakaan atau Library research adalah telaah kepada beberapa referensi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan baik telaah pemikiran tokoh dan yang lainnya.evaluasi yaitu suatu proses dan tindakan yang terencana untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat dijadikan dasar untuk membuat keputusan. Evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi peserta didik, pendidik, materi pendidikan, proses penyampaian materi pelajaran, dan berbagai aspek lainnya yang berkaitan dengan materi pendidikan.

Penerapan Konsep Belajar Islam Menurut Al-Quran di TK Islam YLPI Marpoyan

Firdaus, Firdaus

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.044 KB)

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah banyaknya bermunculan sekolah-sekolah yang berbasiskan Islam ditengah-tengah masyarakat. Hal ini menjadi suatu hal yang positif bagi pendidikan di dunia Islam. Tetapi tidak sedikit pula lembaga-lembaga yang mengatas namakan Islam hanya untuk sekedar menarik simpati ataupun menarik minat dari masyarakat. Jadi, supaya tidak terjebak dengan kata-kata Islam itu sendiri, maka alangkah baiknya dilihat apakah sekolah tersebut berlandaskan Islam ataukah sekolah tersebut hanya mengatas namakan Islam semata. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dengan focus permasalahan penerapan konsep pendidikan menurut Alquran di TK Islam YLPI Marpoyan. Tujuan penelitian ini untuk melihat sejauh mana TK YLPI Marpoyan menerapkan konsep-konsep belajar dalam dunia pendidikan. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka disimpulkan bahwa TK YLPI Marpoyan  telah berupaya untuk menerapkan konsep-konsep belajar menurut alquran dalam dunia pendidikan. Akan tetapi belum ada pembelajaran yang mengajak anak untuk menganalisa terhadap objek kejian, walaupun analisa sederhana yang sesuai dengan kemampuan peserta didik.

Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman Terhadap Pendidikan Modern di Indonesia

Mawaddah, Ummu, Karomah, Siti

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.212 KB)

Abstract

Fazlur Rahman dengan double movementnya memberikan sumbangsih yang cukup besar dalam perkembangan pendidikan, khususnya Islam. Sebagai seorang modernis, Rahman telah banyak melakukan perubahan-perubahan dengan tujuan memajukan umat Islam dari ketertinggalan yang begitu jauh. Rahman sebagai seorang penulis dan pemikir ulung mencoba membawa umat Islam pada keseimbangan dunia dan akhirat dengan memadukan ilmu agama dan ilmu modern. Menurut hemat penulis, pemikiran hebat Rahman relevan untuk diterapkan di dunia pendidikan Indonesia, baik secara umum maupun secara khusus pada pendidikan Islam. Melalui tulisan ini, penulis mencoba menyajikan pemikiran pendidikan Fazlur Rahman beserta relevansinya dalam pendidikan Indonesia, mulai dari pengertian hingga sarana pendidikan.

Analisis Format Ideal Transformasi Institut Menuju Universitas di PTKIN

Suradi, Ahmad

Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.705 KB)

Abstract

Perubahan IAIN menjadi UIN tentu saja bukan sekadar perubah status dari semula institut menjadi universitas, melainkan juga termasuk perubahan dalam struktur bangunan keilmuan yang ada didalamnya. Sehingga, permasalahan yang dibahas adalah bagaimana format yang ideal dalam perubahan PTKIN. Penulisan karya ilmiah ini merupakan jenis penelitian library reseach dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Transformasi PTKIN, Setidaknya ada hal mendasar yang mengharuskan IAIN ketika telah menjadi UIN harus segera dilakukan, yakni: pertama, Menghilangkan atau paling tidak mereduksi dikotomi ilmu pengetahuan yang selama ini menghinggapi sebagian besar kaum Muslimin. Kedua, Membuka akses terhadap input yang lebih besar, serta mampu melakukan mobilitas vertikal di masyarakat. Ketiga, Membuka peluang yang lebih besar bagi pendidikan Islam untuk berkontribusi ditengah-tengah masyarakat informasi. Di samping itu, upaya mentranformasikan IAIN menjadi UIN harus adanya kemauan yang keras, kesungguhan, serta kemampuan yang dimiliki oleh para pimpinan dan pengelola IAIN saat ini, juga harus dipertimbangkan tentang kemampuan mengelola, meningkatkan dan mengembangkannya secara berkesinambungan, baik dalam administrasi maupun dalam akademiknya.