Journal of Health
ISSN : -     EISSN : -
Journal of Health (JoH) is a semiannual journal, published in July and January, first publication is in 2014. The journal contents are managed by the health analyst (medical of laboratory technology) study program/department, midwifery department, nursing department, technology of blood transfusion department, and technology of radiodiagnostic, College of Health Sciences Guna Bangsa Yogyakarta.
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019" : 12 Documents clear
Gambaran Indeks Eritrosit Pada Anak Jalanan Di Kota Yogyakarta Prasetya, Hieronymus Rayi; Rahadian, Titah Dewi
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.586 KB) | DOI: 10.30590/vol6-no1-p12-15

Abstract

Sektor transportasi terbukti menjadi salah satu penyebab pencemaran timbal di udara. Pencemaran Timbal merupakan akibat dari penggunaan bahan bakar kendaraan. Timbal merupakan metal yang sangat berbahaya karena dapat terakumulasi dalam tubuh sehingga mengakibatkan menurunya produksi eritrosit dan kelainan morfologi eritrosit.  Anak jalanan memiliki resiko kelainan indeks eritrosit akibat terpapar gas buang kendaraan setiap hari. Anak jalanan yang berada di kota Yogyakarta melakukan aktifitasnya (mengamen) setiap hari di sekitar trafficlight sehingga akan meningkatkan resiko keracunan timbal melalui pernafasan. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuisioner pada 32 responden dan pemeriksaan indeks eritrosit dilakukan menggunakan hematology analyzer.  Hasil penelitian menunjukan rata-rata nilai indeks eritrosit anak jalanan berdasarkan jenis kelamin, usia, lama bekerja, kebiasaan konsumsi alkohol dan rokok masih berada dalam batas normal (normositik normokromik). Tidak terdapat kelainan indeks eritrosit (ukuran dan warna eritrosit) pada anak jalanan di Kota Yogayakarta
Potensi Etnomedicine Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poir) dan Daun Ubi Jalar Putih (Ipomoea batatas L.) Sebagai Obat Demam Berdarah di Sleman DIY Prasetyaningsih, Yuliana; Sari, Novita; Prasetya, Hieronymus Rayi; Naer, Visensa Gerosa
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (751.08 KB) | DOI: 10.30590/vol6-no1-p6-11

Abstract

Pendahuluan: Kearifan lokal, pengobatan tradisonal, dan pengetahuan etnobotani perlu dipelajari dan dikembangkan. Salah satu masalah yang masih sering terjadi pada masyarakat adalah munculnya penyakit demam berdarah yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti. Demam Berdarah Dengue merupakan  penyakit yang ditakuti karena menurunkan konsentrasi trombosit ke tingkat rendah (trombositopenia) dan dapat menyebabkan perdarahan. Jumlah sel trombosit yang rendah, harus segera ditingkatkan untuk menghindari terjadinya syok. Secara empiris, masyarakat menggunakan air rebusan daun ubi jalar pada kasus-kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) dan menunjukkan perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi etnomedicine daun ubi jalar ungu (ipomoea batatas l. poir) sebagai obat  demam berdarah di wilayah Sleman, DIY. Selain itu juga untuk mengetahui persentase peningkatan jumlah trombosit pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) dengan pemberian infusa Daun Ubi Jalar Ungu dan ubi jalar putih (Ipomoea batatas .L) Jenis penelitian: True experimental dengan rancangan penelitian pretest dan post test with control group design. Penelitian ini menggunakan 35 tikus putih jantan yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan infusa  daun ubi jalar ungu yaitu kelompok kontrol, kelompok dosis ringan, kelompok dosis sedang dan kelompok dosis berat untuk masing-masing infusa daun ubi jalar. Tikus diturunkan jumlah trombositnya melalui mekanisme kerusakan limpa dengan induksi anilin secara intravena. Setelah 24 jam penginduksian, hewan coba diberi perlakuan sesuai kelompok. Semua kelompok dihitung jumlah trombositnya sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian: Terjadi peningkatan jumlah trombosit pada kelompok kontrol sebanyak 43%. Pada kelompok infusa daun ubi jalar ungu dosis ringan tidak ada peningkatan, kelompok dosis sedang meningkat sebesar 94%, dan kelompok dosis tinggi diperoleh  peningkatan sebesar  224%. Pada kelompok infusa dun ubi jalar putih terdapat peningkatan pada dosis tinggi yaitu 7,2 ml/200gr BB atau 26,46 %. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian infusa daun ubi jalar putih pada pre test dan post test memiliki perbedaan yang bermakna dengan nilai p value 0,023. Sedangkan pemberian infusa daun ubi jalar ungu sebelum dan sesudah perlakuan tidak memiliki perbedaan secara bermakna yang ditunjukkan dengan nilai p value 0,550. Kesimpulan: Infusa daun ubi jalar ungu mampu meningkatkan jumlah trombosit yang lebih banyak dibandingkan dengan infusa daun ubi jalar putih. Infusa daun ubi jalar ungu dan ubi jalar putih memiliki potensi etnomedicine sebagai obat demam berdarah di Sleman, DIY.
Hubungan Theory Health Belief Model dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil di Kabupaten Kediri Jawa Timur Katmini, Katmini; Nurcahyanti, Febrina Dwi; Yunita, Astri
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.381 KB) | DOI: 10.30590/vol6-no1-p1-5

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) yang tinggi tahun 2015 merupakan masalah yang besar di Indonesia, yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini sedikit menurun jika dibandingkan dengan SDKI (1991) yaitu sebesar 390 per 100.000 KH. Tujuan ke-3 SDG’s adalah kesehatan yang baik (menurunkan AKI) menjadi 102 per 100.000 KH. Kematian ibu tahun 2010-2012 disebabkan karena peningkatan pada kejadian preeklamsia, eklamsia dan faktor lain-lain, seperti masalah sosial, budaya, pendidikan yang kurang, hingga persoalan ekonomi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan Theory Health Belief Model  dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Subjek dan Metode: Penelitian dilaksanakan di Puskesmas binaan Kabupaten Kediri. Metode penelitian kuantitatif jenis explanatory study, desain penelitian case control study, pada ibu dengan preeklamsia untuk kasus dan tidak preeklamsia untuk kontrol. Jumlah sampel adalah 100 ibu hamil dari Puskesmas Binaan Kabupaten Kediri. Variabel independen yang diteliti adalah umur ibu hamil, pendidikan, pekerjaan, Body Mass Index dan berat badan. Variabel dependen yang diteliti adalah preeklamsia. Analisa data yang digunakan adalah Chi Square menggunakan SPSS 22. Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi square didapatkan ada hubungan antara persepsi kerentanan(OR=0.32; 95% CI=0.13 to 0.74; p=0.007), persepsi keseriusan (OR=0.33; 95% CI=0.13 to 0.80; p=0.012),persepsi manfaat (OR=0.38; 95% CI=0.17 to 0.87; p=0.022) dan persepsi hambatan (OR=5.18; 95% CI=2.13 to 12.58; p=<0.001) dengan preeklamsia. Kesimpulan: Ada hubungan antara umur ibu hamil, paritas, tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan preeklamsia. Variabel lain yang tidak berhubungan dengan kejadian preeklamsia yaitu Body Mass Index dan berat badan.
Gambaran Pola Makan Lansia Obesitas dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Kota Salatiga Nugroho, Kristiawan P.A.; da Costa, Junet Franzisca; Triandhini, Rambu L.N.K. Retno; Indriati, Stefani Ratna
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/vol6-no1-p16-23

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah penyakit tidak menular yang masih sering ditemukan. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan tingkat obesitas tinggi. Berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah tahun 2015, Prevalensi penduduk obesitas tertinggi terdapat di Salatiga. Obesitas meningkatkan resiko terjadinya penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Lansia merupakan kelompok umur yang dapat mengalami obesitas dan hipertensi. Masalah Obesitas dan Hipertensi dapat terjadi pada lansia dapat disebabkan pola makan yang salah. Tujuan: penelitian dilakukan untuk mengkaji pola makan lansia penderita obesitas dengan hipertensi di wilayah kerja puskesmas Tegalrejo. Metode: Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Responden lansia berusia >50 tahun dipilih berdasarkan data sekunder dari Puskesmas Tegalrejo dengan penghitungan IMT dan teridentifikasi hipertensi. Pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner, pengisian lembar FFQ, dan Food Recall. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-April 2018. Analisis data meliputi hasil kuesioner dari item – item pertanyaan yang disediakan, kemudian dianalisis secara deskriptif; lembar FFQ dan Food Recall dianalisis untuk mendapatkan data terkait jenis makanan yang rutin dikonsumsi dalam kurun waktu pengamatan penelitian, frekuensi, jumlah takaran, cara pengolahan, serta penghitungan zat gizi dan kalori. Hasil: Berdasarkan FFQ dan Food Recall masuk dalam kategori defisit tetapi berdasarkan antropometri masuk dalam  kategori lebih yang dipengaruhi oleh diet. Kesimpulan: Diet obesitas dan hipertensi pada lansia cenderung kurang baik dan ada faktor lain yang mempengaruhi diet.
Gambaran Aktivitas Fisik Pada Individu Obesitas Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidorejo Kidul Salatiga Angga, Daniel Tri; Putra, Kukuh Pambuka; Nugroho, Kristiawan P.A.
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/vol6-no1-p24-30

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang berkaitan dengan prevalensi penyakit kardiometabolik. WHO menyatakan bahwa obesitas merupakan masalah serius yang kompleks yang dialami oleh segala kelompok umur, mulai dari anak – anak, dewasa sampai lansia. Obesitas harus segera ditangani karena berpotensi menjadi suatu masalah kesehatan (1). Pada penderita obesitas yang memiliki Indeks Masa Tubuh (IMT) > 30 kg/m2 akan meningkatkan risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK), baik pada laki – laki maupun perempuan. American Heart Association (AHA) mengklasifikasikan obesitas sebagai faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Seseorang dengan Obesitas sentral (upper body obesity) akan mudah terkena risiko penyakit jantung dan penyakit metabolik lain yang dikenal sebagai sindrom metabolik dibandingkan dengan obesitas ginoid (lower body obesity) sangat kecil akan risiko terjadinya penyakit metabolik dan jantung koroner.  Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat dilihat dari sudut pandang aktivitas fisik yang menjadi salah satu penyebab kejadian obesitas di Kota Salatiga.  Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang pernah memeriksakan diri ke Puskesmas Sidorejo Kidul, masing – masing berasal dari lingkup wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kidul. Kriteria inklusi yang diterapkan adalah: 1) masyarakat yang tinggal di wilayah kerja puskesmas sidorejo kidul, 2) berusia 40 tahun ke atas, 3) IMT lebih dari 27,0 .variabel yang dipelajari dalam penelitian ini adalah intensitas aktivitas fisik dan IMT. Instrumen yang dipakai untuk mengukur intensitas aktivitas fisik adalah Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Wawancara dilakukan untuk mengidentifikasi pemahaman masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kidul terhadap obesitas dan aktivitas fisik. Hasil: Setelah semua data terkumpul, hasil penelitian dilakukan dengan menganalisis data dengan reduksi data, penyajian data, penarikan simpulan, dan verifikasi. Setelah semua data terkumpul hasil penelitian dilakukan dengan cara analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, kesimpulan, dan verifikasi. Kesimpulan: Aktivitas fisik para lansia yang berada di wilayah kerja puskesmas sidorejo kidul kota salatiga, berdasarkan penghitungan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) termasuk dalam kategori sedang 50% dengan aktivitas fisik yang umumnya dilakuan oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) seperti menyapu, mengepel, masak, dan mencuci. Sebanyak 15% lansia berada dalam kategori aktifitas fisik rendah dan sisanya termasuk dalam kategori tinggi 35%.
Analisis Perbedaan Peak Expiratory Flow (PEF) Pada Atlet Olahraga Renang dan Lari Putra, Kukuh Pambuka; Kinasih, Angkit; Nugraha, Ardi Purwa
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/vol6-no1-p31-36

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit kronis yang dapat dijumpai di semua usia. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013 menunjukan prevalensi di Indonesia sebesar 4,5%. Penyakit asma berpengaruh terhadap kecepatan ekspirasi pada paru-paru. PEF adalah kecepatan ekspirasi maksimal yang bisa dicapai oleh seseorang, dinyatakan dalam liter per menit (L/menit) atau liter per detik (L/detik). PEF dapat diukur menggunakan PEF meter. PEF meter merupakan alat untuk mengukur kecepatan ekspirasi maksimal. Olahraga yang bersifat aerobik seperti renang dan lari adalah olahraga yang dianjurkan untuk penderita asma.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbedaan PEF pada individu yang rutin melakukan olahraga renang dan lari.  Metode: Penelitian ini merupakan studi komparatif. Subyek penelitian ini adalah 20 atlet yang aktif olahraga renang dan 20 atlet yang aktif olahraga lari yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji t independent. Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji t independent nilai sig.0,890 yang menyatakan rata–rata nilai PEF atlet renang dan lari sama. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian nilai PEF atlet renang lebih tinggi dibandingkan nilai PEF atlet lari.
Aktivitas Antibakteri Senyawa 2’-hidroksi-4’,6’ dimetoksikalkon Sepvianti, Wiwit; Kusumaningrum, Serafica Btari Christiyani
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/vol6-no1-p37-39

Abstract

Kalkon merupakan senyawa flavanoid rantai terbuka yang memiliki beragam aktivitas farmakologis diantaranya sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamatori dan antikanker. Senyawa 2’-hidroksi-4’,6’-dimetoksikalkon telah dilaporkan memiliki aktivitas antikanker yang sangat baik dan bersifat selektif, yaitu hanya aktif mematikan sel kanker namun tidak mematikan sel normal. Aktivitas senyawa 2’-hidroksi-4’,6’-dimetoksikalkon yang baik terhadap sel kanker diharapkan juga bekerja pada bakteri. Penggunaan alkohol sebagai desinfektan pada proses aftap memberi resiko lisis darah, sehingga diperlukan senyawa kimia yang efektif sebagai antibakteri namun minim resiko melisiskan darah. Aktivitas antibakteri senyawa kalkon diuji menggunakan metode difusi agar dengan sumuran, zona bening yang terbentuk disekitar sumuran menunjukan aktivitas senyawa kalkon dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Pada penelitian ini seluruh larutan kalkon dalam variasi konsentrasi 2;  4; 8; 10; dan 20 % tidak menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri, sedangkan pada sumuran yang diisi padatan kristal kalkon menunjukkan zona bening sekitar 1 mm sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa 2’-hidroksi-4’,6’-dimetoksikalkon tidak memiliki aktivitas sebagai antibakteri.
Meningkatkan Kemandirian Perawatan Diri Ibu Postpartum Melalui Transformational Leadership: Literature Review Amanda, Steffy Putri; Dwiantoro, Luky
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/vol6-no1-p40-45

Abstract

Pendahuluan: Perawatan diri secara mandiri pada ibu nifas sangat diperlukan, berdasarkan Teori Orem manusia pada dasarnya mempunyai kemampuan untuk merawat dirinya sendiri. Cara untuk meningkatkan kemandirian ibu adalah dengan adanya pengaruh seorang pemimpin (tenaga kesehatan). Kepemimpinan transformasional adalaha gaya kepemimpinan yang dapat memotivasi bawahannya untuk dapat beebuat lebih baik, dalam hal ini dapat diterapkan dalam meningkatkan kemandirian ibu nifas. Tujuan: Memberikan gambaran terhadap cara meningkatkan kemandirian perawatan diri ibu postpartum melalui kepemimpinan transformasional. Metode: Metode yang digunakan dalam proses pencarian dengan menggunakan website PubMeds, Jurnal Keperawatan Bina Husada, Jurnal Keperawatan Diponegoro. Kata kunci pencarian yaitu kemandirian, ibu nifas, perawatan diri. Hasil dan Pembahasan: Idealized/Charismatic Influence: pengaruh dari seorang pemimpin sangat dibutuhkan agar menimbulkan pengaruh yang ideal, pengalaman melahirkan mendukung kemampuan ibu nifas dalam melakukan perawatan masa nifas. Inspirational Motivation: motivasi dan inspirasi yang dapat memberikan dorongan, bina keluarga mandiri berpengaruh terhadap tingkat kemandirian ibu. Individualized Consideration: seorang perawat harus mampu menghargai latarbelakang dan lingkungan pasien agar tercipta hubungan yang harmonis dan meningkatkan rasa percaya diri pasien. Intellectual Stimulation: gaya kepemimpinan transformasional yang mendorong bawahannya untuk menyelesaikan permasalahan dengan cermat, makin tinggi tingkat pengetahuan makin mudah menerima informasi. Kesimpulan: Kemandirian ibu nifas dapat ditingkatkan melalui kepemimpinan transformasional.
Transformasional Leadership Meningkatkan Tindakan Augmentatif And Alternative Comunication Pada Pasien Stroke Afasia Motorik Febryanto, Dwi; Ardani, Hasib
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/vol6-no1-p46-50

Abstract

Sekitar 21%–35% pasien stroke akut mengalami afasia motorik atau gangguan interpretasi bahasa. Dampak karena kurangnya tindakan kemandirian perawat dalam meningkatkan Augmentative Alternative Comunication (AAC) adalah tidak terpenuhinya kebutuhan pasien.  AAC adalah media berupa perangkat elektronik, papan alfabet, papan gambar yang berisi kebutuhan dasar yang dapat ditunjuk oleh pasien yang berfungsi membantu dalam berkomunikasi. Metode penelitian adalah literature research, menitikberatkan pada pencarian beberapa penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dari kepemimpinan transformasional meningkatkan AAC pada pasien stroke afasia motorik melalui insiparasional motivation dimana pemimpin menjadi contoh yang perlu ditiru oleh bawahan, memberi motivasi  yang kuat untuk berubah dengan bimbingan dan pelatihan AAC, individualizad consideration yaitu mendengar masukan – masukan untuk mau berubah menerapkan AAC, Idealized influence dimana pemimpin sebagai mentor yang memiliki kharisma membuat pengikutnya mau berlatih AAC, dan intellectual stimulation yaitu mendorong bawahan agar melihat persoalan afasia motorik dapat diminimalisir dengan AAC. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa  Gaya kepemimpinan transformasional dapat digunakan untuk upaya perawat melatih terapi AAC.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dan Lama Anestesi Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Anak Dengan General Anestesi Di Rumah Sakit Umum Daerah Kebumen Jawa Tengah Olfah, Yustiana; Andisa, Reza; Jitowiyono, Sugeng
Journal of Health Vol 6 No 1 (2019): Journal of Health - January 2019
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/vol6-no1-p58-64

Abstract

Perhitungan indeks massa tubuh dan lama anestesi adalah langkah awal dari rangkaian tindakan anestesi yang dilakukan terhadap pasien anak yang direncanakan untuk menjalani tindakan anestesi.  Perhitungan indeks massa tubuh dan lama anestesi menentukan dalam kelancaran tindakan anestesi, dan masa pemulihan pasien pasca general anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dan lama anestesi dengan waktu pulih sadar pada anak pasca general anestesi menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan survey cross sectional. Tempat penelitian di Instalasi Bedah sentral ruang pemulihan RSUD Kebumen Jawa Tengah, dengan sample penelitian sebanyak 44 orang terbagi atas indeks massa tubuh dan lama anestesi, dengan instrumen penilaian pasca bedah Steward score. Hasil penelitian didapatkan pasien dengan waktu pulih sadar pasca general anestesi lambat, lebih dari 30  menit adalah pasien dengan indeks massa tubuh tidak ideal yaitu 13 orang (68,42%) dari total sampel sedangkan pasien yang pulih cepat dalam waktu kurang atau sama dengan 30 menit  sebanyak 17 orang (72%) dengan indeks massa tubu ideal dari total sampel. Dari uji statistik dengan program Chi square komputer didapatkan nilai value, dengan probabilitas asymp. Sig. (2-sided) : 0,008 yang berarti terdapat hubungan indeks massa tubuh anestesi dengan waktu pulih pasien, dan pasien dengan waktu pulih sadar pasca general anestesi lambat, lebih dari 30  menit adalah pasien dengan waktu anestesi lama lebi dari 1 jam 12 orang (75%) dari total sampel sedangkan pasien yang pulih cepat dalam waktu kurang atau sama dengan 30 menit  sebanyak 20 orang (71,43%) dengan waktu anestesi cepat dari total sampel. Dari uji statistik dengan program Chi square komputer didapatkan nilai value, dengan probabilitas asymp. Sig. (2-sided) : 0,003 yang berarti terdapat hubungan lama anestesi dengan waktu pulih pasien, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan indeks massa tubuh dan lama anestesi dengan waktu pulih sadar.

Page 1 of 2 | Total Record : 12