cover
Filter by Year
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Published by STAI Hubbulwathan Duri
AL-ISHLAH: Journal of Education, published by LP2M STAI Hubbulwathan Duri. The subject covers education, teaching and learning method, islamic study, educational psychology, and educational development.
Articles
68
Articles
‚Äč
ANALISIS ATAS TERBENTUKNYA MAZHAB FIKIH, ILMU KALAM, DAN TASAWUF SERTA IMPLIKASINYA DALAM MEMBANGUN UKHUWAH ISLAMIYAH

Hidayat, Tatang, Firdaus, Endis

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sejarah terbentuknya mazhab fikih, ilmu kalam, dan tasawuf dalam Islam sangat penting untuk dibahas, serta memiliki keunggulan dari segi menambah wawasan keislaman dalam menghadapi perbedaan di tengah-tengah umat. Tujuan pembahasan ini dalam rangka menganalisis fakta dan perkembangan problematika sejarah terbentuknya mazhab fikih, ilmu kalam, dan tasawuf serta implikasinya dalam membangun ukhuwah Islamiyah. Pembahasan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi literatur. Berdasarkan hasil pembahasan, kelahiran mazhab fikih dengan pola dan karakteristik tersendiri ini, tak pelak lagi menimbulkan berbagai perbedaan pendapat dan beragamnya produk hukum yang dihasilkan. Para tokoh imam mazhab seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi‚??i, dan Imam Hambali, masing-masing menawarkan teori, kaidah-kaidah ijtihad dan kerangka metodologi yang menjadi pijakan mereka dalam menetapkan hukum. Adapun sejarah ilmu kalam, berawal dari peristiwa tahkim yang kemudian menimbulkan tiga aliran teologi dalam Islam, yaitu aliran Khawarij, Murji‚??ah, dan Mu‚??tazilah. Sementara, sejarah perkataan tasawuf baru dikenal setelah abad ketiga hijriah, tetapi kandungan ajaran tasawuf sudah ada pada diri Nabi dan para sahabat beliau. Walaupun demikian, pendapat ulama tentang sejarah pendirian gerakan tasawuf masih berbeda-beda. Implikasnya, pembahasan ini akan semakin membuka wawasan pemikiran dan akan lebih bijak lagi ketika menghadapi perbedaan di tengah-tengah umat demi terwujudnya ukhuwah Islamiyah.The history of the establishment of fikih, kalam, and Sufism schools of thought (mazhab) in Islam is considered as a crucial thing to discuss and it in fact has advantages in terms of increasing Islamic insight in facing the diversity among people. The purpose of this present study is to analyze the facts and the problem development of the history of the establishment of fikih, kalam, and sufism schools of thought and their implications in building ukhuwah Islamiyah. This present study employed a qualitative approach and literature study methods. Based on the results of the discussion, the establishment of fikih school of thought along with its own patterns and characteristics inevitably led to various differences of opinion and the variety of legal products. The schools of thought (Imam mazhab) figures such as Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi‚??i, and Imam Hambali, postulated their own theories, rules of ijtihad and methodological frameworks as the basis in establishing a binding ruling of religious matters. In particular, as for the history of the science of kalam, it was started in the time of tahkim event which later led to the three schools of theology in Islam covering the Khawarij, Murjiah, and Mu‚??tazilah. On the other hand, the history of Sufism was only known after the third century of hijriah, even though the teaching of Sufism was already embodied in the Prophet and his companions. Nevertheless, the Islamic scholars had different opinions regarding the history of the establishment of Sufism movements. In fact, the implication of this study will open up more insight and it will promote a wise attitude in facing different opinions in the midst of the people in order to realize Islamic Unity (ukhuwah Islamiyah).

PERSEPSI GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) DALAM MENERAPKAN KURIKULUM 2013 DI KABUPATEN MERAUKE

sumarsono, adi

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 19 orang yang terdiri atas kepala sekolah dan guru MI di Kabupaten Merauke yang diambil secara purposive. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menjabarkan empat aspek dalam implementasi Kurikulum 2013, yaitu: 1) persepsi guru terhadap standar kompetensi lulusan berada pada kategori sangat baik (94,74%); 2) persepsi guru dalam implementasi standar isi adalah guru harus mengembangkan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan ke dalam RPP berada pada kategori baik (68,42%); 3) Persepsi guru pada standar proses guru harus terbiasa membuat pembelajaran dengan membuat siswa aktif menyampaikan argumen sesuai tema berada dalam kategori terlaksana dengan baik (78,95); 4) persepsi guru pada standar penilaian berada pada kategori terlaksana dengan baik (84,20%). Pada standar penilaian, guru mengalami kesulitan karena dalam waktu yang bersamaan diharuskan menilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa persepsi guru MI khsususnya pada kelas atas dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 masuk dalam kategori baik.This study uses a quantitative approach with a survey research design. The sample in this study amounted to 19 people consisting of MI principals and teachers in Merauke Regency who were taken purposively. The research data were analyzed through descriptive quantitative. The results of the study describe four aspects of the 2013 Curriculum implementation, namely: 1) the teacher perceptions on the graduate competence standard is in the very good category (94.74%); 2) the teacher perceptions on the content standard implementation that the teacher must develop the attitude, knowledge, and skills competencies into the lesson plan (RPP) is in the very good category (68.42%); 3) the teacher perceptions on the process standards that the teacher must be familiar with making learning by making students actively convey arguments in accordance with the theme is in the well-implemented category (78.95); 4) the teacher perceptions on the assessment standard is in the well-implemented category (84.20%). In the assessment standard, the teacher has difficulty because at the same time is required to assess the attitudes, knowledge, and skills. Thus it was concluded that teacher perceptions of MI especially in the upper classes in implementing the 2013 Curriculum is in the good category.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DI SDS HUBBULWATHAN DURI

yanti, nova, Afrani, Nurul

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Bahasa Arab dengan menggunakan metode langsung kelas VI SDS Hubbulwathan Duri. Berdasarkan temuan di lapangan bahwa kemampuan siswa berbeda-beda dalam memahami materi pembelajaran bahasa Arab. Masih ada siswa yang kurang terampil dan bersemangat ketika proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat dilihat dari proses serta hasil nilai yang didapat oleh siswa tersebut. Lokasi penelitian ini dilakukan di SDS Hubbulwathan Duri pada tahun akademik 2017/2018. Sampel dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Arab beserta siswa sebanyak 71 responden di SDS Hubbulwathan Duri. Metode yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif persentase yang bersifat deduktif kualitatif dengan sampel siswa kelas VI SDS Hubbulwathan Duri. Dari perhitungan diperoleh persentase efektivitas metode langsung yaitu 66,2 yang jika ditafsirkan pada kalimat kualitatif, angka tersebut berada pada angka 56%‚??75% yang bermakna cukup. Jadi, kualitas metode langsung pada kelas VI di SDS Hubbulwathan berada pada posisi cukup.This study aims to determine how the effectiveness of learning Arabic by using the SDS Hubbulwathan Duri Direct Class Method. Based on the findings in the field that students abilities differ in understanding Arabic learning material. There are still students who are less skilled and less enthusiastic when the learning process takes place. This can be seen from the process and the results obtained by the student. Location This research was conducted at SDS Hubbulwathan Duri in the 2017/2018 academic year. The sample in this study were Arabic language¬†teachers and students namely as many as 71 respondents in SDS Hubbulwathan Duri. The method used is a descriptive qualitative data analysis technique that is deductive in nature with a sample of SDS Hubbulwathan Duri VI grade students. From the calculation obtained the direct method effectiveness percentage is 66.2 which if interpreted in the qualitative sentence, the number is at the rate of 56%‚??75% which means enough. So, the quality of the direct method in class VI at SDS Hubbulwathan is in a sufficient position.

STUDENTS‚?? ATTITUDE TO ENGLISH SUMMATIVE AND FORMATIVE ASSESSMENT AT THE EIGHTH GRADE STUDENTS OF MTs HUBBULWATHAN DURI

siskawati, zulfia, Sari, Irma Nola

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap siswa terhadap penilaian sumatif dan formatif bahasa Inggris pada siswa kelas VIII MTs Hubbulwathan Duri, tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang menggunakan angket untuk mengumpulkan data. Angket tersebut terdiri dari 30 pernyataan yang berkaitan dengan sikap siswa terhadap penilaian sumatif dan penilaian formatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Hubbulwathan Duri. Ada 75 siswa sebagai sampel. Berdasarkan analisis data, peneliti menemukan bahwa sikap siswa bervariasi pada kedua komponen. Total rata-rata jawaban siswa 69.16% pada penilaian sumatif dan 78.54% pada penilaian formatif. Berdasarkan hasil penelitian, ini menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap penilaian sumatif dan formatif di kelas VIII MTs Hubbulwathan Duri adalah tinggi.This research was aimed to find out the students‚?? attitude to English summative and formative assessment at the eighth grade students of MTs Hubbulwathan Duri, in the academic year 2017/2018. The type ofthe research was survey research which used questionnaire to collect the data. The questionnaire consisted of 30 items dealing with students‚?? attitude to summative and formative assessment. The subject of this research was the eighth grade students of MTs Hubbulwathan Duri. There were 75 students as sample. Based on the data analysis, the researcher found that the students‚?? attitude had various numbers for each component. The total mean of students‚?? answer was 69.16% in summative assessment and 78.54% in formative assessment. Based on the research finding, it shows that the students‚?? attitude to English summative and formative assessmentat the eighth grade of MTs Hubbulwathan Duri was high

ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA PADA PAPAN IKLAN DI KUALA LUMPUR (KAJIAN SOSIOPRAGMATIK)

Masran, Silviana

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini mengidentifikasi aspek fungsi dan makna pada papan iklan yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Data diperoleh dari papan iklan yang ada di kawasan Kuala Lumpur, Malaysia. Data dikaji meggunakan metode observasi dan teknik simak catat. Data dianalisis berdasarkan konsep pragmatik dan metode identifikasi dengan teori tindak tutur ilokusi oleh Searle (1983). Searle menggolongkan tindak tutur ilokusi ke dalam lima macam bentuk tuturan yang masing-masing memiliki fungsi komunikatif, yaitu asertif (assertives), direktif (directive), ekspresif (expressive), komisif (commisive), dan deklaratif (declarative). Berdasarkan analisis data pada bilboard ditemukan tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Artikel ini akan dipresentasikan secara deskriptifThis article identifies the function and meaning aspects of billboards in Kuala Lumpur, Malaysia. Data obtained in the Kuala Lumpur, Malaysia area. The data analyzed uses the observation method and the technique of note taking. Data analysis based on pragmatic concepts and identification methods. The data is analyzed based on the illocutionary speech act theory by Searle (1983). Searle classifies illocutionary speech acts into five types of speech forms, each of which has communicative functions, namely assertive, directive, expressive, commisive, and declarative. Based on data analysis found the speech act of asertive, directive, ekspresif, komisif and deklarative. This data will be presented narative descriptively   

THE USE OF MIND MAPPING PICTURE TO IMPROVE STUDENTS‚?? WRITING SKILL OF DESCRIPTIVE TEXT AT GRADE VIII OF SMP S JOHAN SENTOSA

Sukma, Debi Eka, Ria, Guspa

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar mind mapping picture dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa pada deskriptif teks pada kelas VIII SMP S Sentosa, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peningkatkan keterampilan menulis tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei sampai 15 Juni 2017. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 32 siswa. Peneliti mengumpulkan data melalui lembar observasi, catatan lapangan, wawancara, dan tes menulis. Dari hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa penggunaan mind mapping picture dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis teks deskriptif. Berdasarkan hasil tes siswa pada tes I adalah 60,38, dan pada tes II adalah 71,13, dan hasil siswa pada tes III adalah 77,50, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan terhadap keterampilan menulis siswa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan peningkatan keterampilan siswa dalam menulis teks descriptive adalah media dan materi pembelajaran. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan mind mapping picture pada pengajaran menulis teks descriptive dapat memberikan hasil yang sangat memuaskan dengan meningkatnya keterampilan menulis siswa.The purpose of this researchwere to find out how much mind mapping picture can improve students writing skills in descriptive texts in class VIII SMP S Sentosa, and what factors influence the improvement of writing skills. This research is a Classroom Action Research (CAR). It was started from May10th 2017 up to June 15th2017. The research was conducted in three cycles, which¬†each cycle had four meetings. The populations in this research were 32 students. The researcher gathered the data in each cycle from observation checklist, fieldnotes, interviews and writing test. After analyzing the data, the researcher found that mind mapping picture was able to improve the students‚?? writing skill in descriptive text. Based on the result in test I is 60.38 then the result of the test II is 71.13 and the result of test III is 77.50, it could be seen that there were improvement in students‚?? writing. Furthermore, the factors that influenced the improvement of students‚?? writing involved media and material. Finally, the implementation of mind mapping picture in teaching writing of descriptive text could provide satisfied result on students‚?? writing skill

INTERNALIZATION OF JAVANESE UNGGAH-UNGGUH (ETIQUETTE) CHARACTER IN MODERN ERA THROUGH PERSONALITY COURSE AT ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT

Adisti, Aprilian Ria

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ini adalah penelitian eksperimental sebagai role model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di tingkat universitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk merevitalisasi identitas karakter bangsa, khususnya unggah-ungguh Jawa (etiket) untuk mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga di era modern. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kursus kepribadian yang dilakukan dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu tahap pembentukan karakter, tahap aktualisasi, dan tahap pengembangan karakter. Ada 6 (enam) indikator karakter unggah-ungguh Jawa yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tata krama, lembah manah (mengalah), andhap asor (rendah hati), tepa slira (toleransi), grapyak (ramah) dan ewuh-pekewuh (enggan). Temuan menyimpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan antara pre-test dan post-test dalam 21 hari pelatihan kursus kepribadian. Ada 51,1% responden yang menjadi sangat sering menerapkan unggah-ungguh di Jawa dalam kehidupan sehari-hari, 23,7% sering menerapkannya, 20,7% kadang-kadang menerapkannya dan ada 4,6% yang tidak pernah menerapkannya. Siswa mampu memahami dan mengubah sikap kebarat-baratan menjadi lebih Jawa (njawani). Sebagaimana ditinjau dari teori afektif Taksonomi Krathwohl, penggunaan kursus kepribadian telah mempengaruhi lima komponen domain dari sikap afektif dalam mengembangkan karakter mahasiswa suku Jawa di jurusan Tadris Bahasa Inggris (TBI) pada tingkat Penerimaan (kehadiran), Menanggapi, Menilai, Organisasi, dan Karakterisasi.This is an experimental research as a role model of local wisdom-based character education at the university level. The purpose of this research is to revitalize the identity of the nations character, especially Javanese unggah-ungguh (etiquette) for English Education Department (TBI) students at State Institute for Islamic Studies (IAIN) Salatiga in the modern era. The technique used in this research is a personality course carried out in 3 (three) stages, i.e. character formation stage, actualization stage, and character development stage. There are 6 (six) character indicators of Javanese unggah-ungguh used in this research, which are tata krama (manners), lembah manah (relent), andhap asor (humble), tepa slira (tolerance), grapyak (friendly) and ewuh-pekewuh (reluctant). The findings conclude that there is a significant increase between pre-test and post-test in 21 days of personality course training. There are 51.1% of respondents who become very frequent in applying Javanese unggah-ungguh in daily life, 23.7% often apply it, 20.7% sometimes apply it and there are 4.6% who never apply it. Students are able to understand and change westernized attitudes to be more javanese (njawani). As reviewed from the affective theory of Krathwohl Taxonomy, the use of personality course has influenced five component domains of affective attitudes in developing the character of Javanese students in English Education Department (TBI) in the level of Receiving (attending), Responding, Valuing, Organization, and Characterization.

AN ANALYSIS OF STUDENTS‚?? ERROR IN USING QUESTION TAGS IN ARRANGING DIALOGUE AT THE SIXTH SEMESTER OF STAI HUBBULWATHAN DURI

silvia, deny, Patria, Patria

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menggunakan Question Tags dalam menyusun dialog. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjeknya adalah mahasiswa semester enam STAI Hubbulwathan Duri. Populasi adalah 19 siswa sebagai sampel serta mahasiswa semester enam STAI Hubbulwathan Duri. Objeknya adalah kesalahan siswa dalam menggunakan Question Tags dalam menyusun dialog. Peneliti mendapatkan data dengan memberikan tes tertulis dengan melengkapi dialog yang menggunakan Question Tags. Setelah mengumpulkan data, peneliti menganalisis data dengan menggunakan langkah-langkah yaitu: a) identifikasi kesalahan, b) klasifikasi kesalahan, c) penjelasan kesalahan. Berdasarkan hasil pengumpulan data dan analisis data, peneliti menyimpulkan bahwa: kesalahan siswa dalam menggunakan negatif setelah afirmatif dan sebaliknya adalah 34%, menggunakan auxiliaries adalah 52% dan menggunakan request adalah 14%. Jadi, sebagian besar kesalahan yang dilakukan siswa dalam menggunakan auxiliaries yaitu 52%.The aim of this research is to know the students‚?? errors in using question tags in arrangingdialogue. The design of this research was descriptive quantitative. The subject is thesixth semester students of STAI Hubbulwathan Duri. The population is 19 students assample as well of thesixth semester students of STAI Hubbulwathan Duri. The object is the students‚?? errors in using question tags in arrangingdialogue. The researcher got the data by givingwritten test which is completing the dialogue by using question tags. After collecting the data,researcheranalyzed the data by using steps that are: a) identifications of errors, b) classification of errors, c) explanation of errors. Based on the result of data collecting and data analysis, researcher concluded that the students‚?? errors in using negative after affirmative and vice versa is 34%, using auxiliaries is 52% and using request is 14%. So, most of the students made errors in using auxiliaries.¬†¬†

SECOND LANGUAGE ACQUISITION FOR CHILDREN

Wahyuningsih, Destri

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Artikel ini menunjukkan perolehan bahasa mengacu pada pengembangan bahasa kedua untuk anak-anak. Pembelajaran bahasa kedua adalah proses di mana seseorang belajar bahasa asing. Untuk perkembangan anak-anak, ada beberapa faktor yang memengaruhi perolehan bahasa kedua. Selain bahasa mereka sendiri, anak-anak belajar dari produksi perolehan bahasa dan menggunakan konteks dan semantik. Faktor-faktor lain juga penting, seperti kompetensi guru dan bahasa ibu. Artikel ini pertama mendefinisikan konsep produksi perolehan bahasa. Ini diikuti oleh tahap-tahap dalam perkembangan yang memberi dorongan bagi anak-anak. Bagian kedua dari artikel ini menggunakan konteks dan semantik. Pengalaman ini dianalisis anak-anak untuk mulai menggunakan bahasa baru. Kemudian, mereka mulai menghasilkan kalimat sederhana dengan spontan dan komposisi, dan tidak dapat secara harfiah membuat suatu aturan tata bahasa sebelum kata yang melakukan tindakan. Faktor ketiga adalah kompetensi guru. Guru juga diharapkan untuk mengajar secara struktural dan gramatikal, dan harus mampu menciptakan instruksi pusat pembelajar. Bagian keempat adalah bahasa ibu. Orang tua juga bagian dari memodifikasi kata-kata anak mereka ketika mereka dimasa anak-anak. Itu pastinya membantu anak-anak ketika orang tua berbicara kepada anak-anak dengan baik. Tetapi keberhasilan mereka dalam belajar bahasa kedua tidak dapat dijelaskan oleh tata bahasa yang digunakan orang tua. Sehingga, proses pembelajaran perolehan bahasa kedua di kelas dianggap lebih efektif.This article that show language acquisition refers to development of a second language for children. Second language learning is the process by which a person learns a foreign language. For children‚??s development, there are some factors that influences a second language acquisition. Beside their own language, the children learn from language acquisition production and using context and semantics. Other factors are also important, such as teachers‚?? competence and mothers‚?? speech. This article first defines the concepts of language acquisition¬†production. This is followed by the stages in development that give stimulated for children. The second part of this article using context and semantics. This experience is analyzed the children to begin using new language. Then, they begin to produce simple sentence with spontaneous and composition, and cannot literally create a grammar rules before action words. The third factor is teachers‚?? competence. Teachers also are expected to teach about structure and grammar, and should be able to create learner central instruction. The fourth article is mothers‚?? speech. The parent also part of the word modify their speech when taking to young children. It surely must help children when their parents speak well. But their success at learning cannot be explained by any special grammar of parental. So that, the process of learning second language acquisition in the classroom can be more effective.

ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENYIMAK INFORMASI PADA TES SIMULASI IELTS (INTERNATIONAL ENGLISH LANGUAGE TESTING SYSTEM)

Hadijah, Sitti, Shalawati, Shalawati, Idayani, Andi

AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2018): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik dan dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat IELTS menjadi suatu kebutuhan saat ini, terutama bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ataupun mengembangkan karir mereka pada level internasional. Dalam hal ini, para mahasiswa perlu untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan mengenal IELTS, serta memiliki pengalaman dalam menyelesaikan tes IELTS ataupun tes simulasi IELTS. Terkait dengan adanya beberapa keterampilan yang diuji pada IELTS, penelitian ini berfokus pada tes keterampilan menyimak (listening) dengan tujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan mahasiswa dalam menyimak karena menyimak merupakan langkah pertama pada kegiatan komunikasi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kesulitan pada tes yang diberikan. Penelitian ini dirancang menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui teknik sampel purposif yang melibatkan 35 orang mahasiswa untuk melakukan tes simulasi IELTS (menyimak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta tes telah mampu memahami informasi yang mereka dengar selama tes dilaksanakan, tetapi masih berada pada konteks komunikasi sederhana yang telah diketahui dengan baik oleh peserta tes. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan rentang nilai 4‚??6 oleh sebahagian besar peserta tes, sehingga tingkat keterampilan mahasiswa dalam melakukan tes perlu ditingkatkan. Faktor yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam melakukan tes adalah faktor persiapan dan latihan, tetapi sebahagian besar mahasiswa tidak melakukan persipan khusus ketika akan melakukan tes simulasi yang diberikan, sehingga hasil yang diperoleh perlu ditingkatkan.Having good English skill which is proven by the ownership of IELTS certificate becomes a need nowadays, particularly for students who want to pursue their study in higher level or step out in international level career. In this case, the students need to keep improving their English, study about IELTS, have experience in completing IELTS test. Since there are some skills assessed in IELTS, this article focused on discussing the students‚?? performances in Listening IELTS test with two objectives; to analyse the students‚?? performances in IELTS listening tests, and to find out some factors infleuneced the students‚?? success and difficulty in comepeleting the test. Hence, this research is descriptive research by working on quantitative and qualitative data and involving 35 students to join the tests. The findings of the research reveal that most of the students had already showed their good perofmances in compeleting the listening tests since they could reach 4-6 range of scores. However, the students need to keep improving their performances in the future listening test. Furthermore, having preparation before conducting EILTS test become one of the most essential components to be success in the test, but most of the students did not seriously prepare themselves when taking the test.