Publication Library and Information Science
Publication Library and Information Science is a Journal of Periodical Publication managed by Technical Unit of Library (UPT Perpustakaan) Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Articles
12
Articles
Menjawab Kendala Perpustakaan Dengan Implementasi Knowledge Management

Nurpratama, Muhammad Rifky

Publication Library and Information Science Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.498 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, perpustakaan memiliki kendala untuk berkembang. Dimulai dari mainset buruk masyarakat terhadap perpustakaan, hingga ketidaksiapan internal untuk maju, bahkan ditambah dengan hadirnya internet yang semakin menggantikan perpustakaan sebagai tempat sumber informasi. Maka dari itu, knowledge management dapat dijadikan solusi karena pada dasarnya knowledge management diterapkan untuk mengatasi ketidaksiapan atau permasalahan internal, yang fungsi dan manfaatnya tidak hanya bagi perbaikan internal dengan menangkap pengetahuan yang tersimpan oleh karyawan serta juga bagi eksternal, sebagai pemicu ide atas masalah yang dihadapi. Langkah yang dapat ditempuh dalam knowledge management untuk mengatasi kendala di perpustakaan yaitu, pertama adalah people, dengan menyamakan persepsi dan memberikan kesempatan serta visibilitas kepada pustakawan untuk berkontribusi dalam aktifitas manajerial. Kedua, adalah process dengan menjalankan aktifitas knowledge sharing, namun perlu dilengkapi dengan langkah konkrit seperti penjadwalan, topik bahasan dan output yang akan dihasilkan. Ketiga, adalah technology dengan membentuk ruang diskusi online yang dinamakan portal knowledge management dalam lingkup internal dan hanya dapat diakses dalam lingkup intranet.Kata Kunci: kendala perpustakaan, manajemen pengetahuan, berbagi pengetahuan

RANCANGAN IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH MELALUI PERPUSTAKAAN DI MIM GANDATAPA BANYUMAS

Aziz, Abdul

Publication Library and Information Science Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.024 KB)

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah telah diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2015. Gerakan ini ditujukan untuk sekolah agar dapat melaksanakan sesuai tahapannya, yaitu pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. Ketiga tahapan Gerakan Literasi Sekolah tersebut dapat dilakukan sekolah melalui program dan fasilitas sekolah agar siswa menjadi literat. Fasilitas yang penting untuk dimiliki sekolah dalam GLS ini diantaranya perpustakaan sekolah. MIM Gandatapa Sumbang sebagai sekolah dasar yang belum memiliki perpustakaan sekolah merasa perlu untuk membuat rancangan perpustakaan sekolah untuk kemajuan literasi siswa-siswanya. Makalah ini memaparkan tentang rancangan perpustakaan sekolah yang meliputi pengembangan koleksi, desain interior perpustakaan, dan klasifikasi koleksi. Pengembangan koleksi dengan tidak selamanya harus membeli, dapat memanfaatkan CSR dari instansi yang menyediakan hibah buku. Desain interior perpustakaan sekolah dasar (MI) dapat disesuaikan dengan kesukaan anak-anak agar tertarik untuk datang ke perpustakaan. Klasifikasi koleksi idealnya menggunakan system klasifikasi yang berlaku internasional agar jika suatu saat berkembang lebih besar sudah lebih siap. Hal ini dirasakan perlu berdasar  gerakan literasi sekolah yang sudah dilaksanakan MIM Gandatapa pada tahap pembiasaan selama ini. 

PERILAKU INFORMASI PROFESI PUSTAKAWAN

Pratiwi, Amanda Candra

Publication Library and Information Science Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.891 KB)

Abstract

Informasi menjadi suatu hal pokok yang dibutuhkan masyarakat di era digital, dimana arus perkembangan informasi yang semakin cepat membuat informasi mudah diciptakan, didapatkan dan digunakan untuk kepentingan tertentu. Adanya kesadaran akan kebutuhan informasi itu sendiri membuat seseorang melakukan proses penemuan informasi sehingga terciptanya pola perilaku informasi. Perilaku informasi profesi pustakawan di analisa menggunakan model Perilaku Informasi Gloria J. Leckie bahwa perilaku informasi seorang professional tidak lepas dari peran dan tugas kerja yang dimiliki serta bagaimana cara pemenuhan kebutuhan informasi tersebut. Metode yang digunakan dalam kajian ini yakni deskriptif kualitatif dengan studi pustaka dan kajian di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku informasi pustakawan dilihat dari peran dan tugas kerja pustakawan sebagai penyedia layanan, peneliti dan juga pendidik. Ketiga beban kerja tersebut diikuti beberapa variabel yang mempengaruhinya seperti karakteristik kebutuhan informasi pustakawan, dimana sumber yang digunakan dalam proses penelusuran informasi ialah cenderung menggunakan internet dan melakukan diskusi dengan rekan kerja. Hal tersebut hamper dilakukan setiap hari karena sudah terbiasa dan berhasil dalam penemuan informasi sumber informasi yang digunakan, sehingga informasi dapat ditemukan.  Apabila pustakawanbelum menemukan informasi yang lengkap, maka akan feedback dengan meninjau kembali sumber informasi yang digunakan

Implementasi Sistem Institutional Repository Hasil Karya Ilmiah Sivitas Akademika Politeknik Negeri Malang (Studi Pengembangan Sistem Menggunakan System Development Life Cyle: SDLC)

Rifqi, Ach. Nizam

Publication Library and Information Science Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.451 KB)

Abstract

Abstrak: Teknologi informasi dalam kehidupan mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi memiliki tuntutan untuk dapat semkin berkembang agar nantinya tidak ditinggalkan oleh para pengguna salah satunya melalui pengembangan koleksi yang tidak hanya terbatas tercetak namun juga berbasiskan digital terlebih juga sumber-sumber internal institusi/lembaga agar dapat terkelola dan dimanfaatkan. Dalam perkembangannya perpustakaan digital tersebut mulai berkembang sebuah paradigma dalam suatu institusi-institusi baik lembaga formal ataupun non formal sebagai wadah akses dari layanan koleksi digital milik mereka atau yang biasa disebut institutional repository (IR). Kajian mengenai ??Implementasi Sistem Institutional Repository Hasil Karya Ilmiah Sivitas Akademika Politeknik Negeri Malang? bertujuan untuk mengetahu bagaimana UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang di dalam menjawab tantangan di atas tersebut melalui penerapan repository sebagai wadah informasi konten digital. Metode yang digunakan dalam proses implementasi menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses implementasi yang dilakukan menggunakan analisa pengembangan SDLC (System Development Life Cyle) model Waterfall yang terdiri dari tujuh tahapan meliputi: requirements specification (pengkajian kebutuhan), design (perancangan awal), implementation (penerapan rancangan di lapangan), integration (peleburan hasil), testing (ujicoba), installation (pemasangan akhir) dan perawatan (maintenance). Semua tujuh tahap tersebut kemudian dilakukan penyesuaian dengan lingkungan khususnya di UPT Perpustakaan Politeknik Negeri Malang sebagai penyelenggara proses implementasi institutional repository.

PERAN PUSTAKAWAN DALAM LAYANANDATABASE ONLINE DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN YOGYAKARTA

Harmoko, Sapto

Publication Library and Information Science Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.008 KB)

Abstract

Peran pustakawan dalam layanan database online di perpustakaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta merupakan aspek penting dalam layanan pelaksanaan belajar mengajar (PBM) dan unsur pendukung pelaksanaan penelitian dan pengabdian masyarakat. Pesatnya kemajuan teknologi informasi memberikan dampak perubahan pada kebijakan pengembangan dan pelayanan koleksi perpustakaan. Perpustakaan di era informasi mulai beralih dari materi informasi tercetak ke materi digital yang terkumpul dalam database online. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui peran pustakawan dalam layanan database online di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta. Peran pustakawan yang profesional dan fasilitas yang memadai sangat dibutuhkan dalam membantu dan membimbing pemustaka mencari dan menemukan sumber informasi. Peran pustakawan perpustakaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakartadalam memberikan layanan database online diantaranya : a. Membantu pemustaka menemukan sumber-sumber informasi yang diperlukan dan menawarkan bimbingan penelusuran informasi melalui database online;  b. Menjawab pertanyaan referens, baik secara langsung, online atau melalui telepon; c. Membantu dan membimbing pemustaka dalam penggunaan katalog, database dan sumber-sumber informasi online lainnya; d. Membantu menemukan sumber informasi yang berada diluar atau di perpustakaan lain; e. Membantu para dosen dan mahasiswa mendapatkan hasil-hasil riset terdahulu berkenaan dengan subjek penelitian; f. Memberikan orientasi perpustakaan; g. Mengajarkan literasi riset dan informasi. Dalam mendukung peran pustakawan terdapat beberapa program antara lain : layanan database online dengan program sosialisasi informasi literatasi (SOLIT), dan membuat buku panduan daftar database penelitian kesehatan

Utilization of Online Library Services in Indonesia

Karim, Al Muhdil, Zakiyah, Evi

Publication Library and Information Science Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.7 KB)

Abstract

Abstrack. This study describes the utilization of online library services by the Indonesian community in general. In addition, this article describes what efforts undertaken by the Government of Indonesia through the National Library of the Republic of Indonesia in increasing interest in reading Indonesian society where many issues or research results nuanced read Indonesian story is ranked lower than the other countries. However, the Government of Indonesia is not facing such problems, several plans and innovations have been implemented, namely the development of National Library with an attractive design, making many online services such as Indonesia One Search, KIN, Portal e-resources and so forth. In the last year, people who visited the library exceeded the target, which in 2015, library visitors amounted to 3,676,309 and in 2016 increased to 4,326,475 visitors.

MODEL PERILAKU PENCARIAN INFORMASI GUNA MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI (STUDI LITERATUR)

Riani, Nur

Publication Library and Information Science Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.178 KB)

Abstract

The existence of information lately so abundant. This is in accordance with the needs of human information increasing. We can get information all over the place. Information can also be a useful information or useless. This is because many people had confusion about how find information as needed. As a seeker of information , must first be aware of the information needs which was continued by the search information stage. There are some characteristic search information according to Ellis, namely starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, and ending. Eisenberg dan Berkowitz also introduced stage search information that is famous for its Big Six Skills Model. Levels to begin with the definition of the task, search information strategy, the location and access, the use of information, synthesis, and evaluation. Stage or model search information about can be applied in the search information. Fulfill the need for give complacency , so are fulfill needs our information.

PERANCANGAN REPOSITORY SEKOLAH DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 5 MAGELANG

Suryanto, Suryanto

Publication Library and Information Science Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.562 KB)

Abstract

Regulation of the Minister of State for Administrative Reform and Bureaucratic Reform No. 16 of 2009 on Functional Master and credit figures, Article 17 stipulates that for the promotion of teachers should make scientific publications and / or innovative work. Therefore, the existence of scientific papers or books work the teacher will always be growing every year. But the library space of SMA Negeri 5 Magelang that small would not be able to accommodate any paper in hardcopy. Then need other alternatives that can accommodate all these papers with not a lot of space is to create a school repository. To build a school repository required a benchmarking process began, preparing resources, leadership support, procedures and regulations, hardware and software as well as network and information management to handle local content. The results of research in the form of a model repository schools that applied by utilizing existing infrastructure at the Library of SMA Negeri 5 Magelang

MELEK INFORMASI SEBAGAI KUNCI KEBERHASILAN PELESTARIAN BUDAYA LOKAL

PRIATNA, YOLAN

Publication Library and Information Science Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.45 KB)

Abstract

Abstrak. Melestarikan warisan budaya telah menjadi tugas anak cucu yang diwarisinya. Banyak cara telah dilakukan untuk melestarikan warisan itu agar tidak hilang tergilas kemajuan jaman dan tergulung modernisasi. Pemahaman informasi (literasi informasi) akan warisan budaya pun juga harus dilakukan dan diperkuat agar upaya yang telah dilakukan sebelumnya berhasil dan menemui sasaran. Ponorogo yang dikenal sebagai kota reog tentu memiliki tugas besar dalam melestarikan warisan budaya tersebut agar terus eksis. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui cara apa saja yang telah dilakukan oleh masyarakat dan Pemerintah Ponorogo dalam pelestarian dan pendalaman informasi mengenai warisan budaya (reyog) tersebut serta memberikan gambaran kepada pelaku informasi termasuk pustakawan mengenai langkah yang dapat diambil guna terlibat aktif dalam upaya pelestarian budaya reyog. Adapun dalam kajian ini akan menggunakan metode kajian pustaka dan pendekatan kualitatif dalam pengumpulan hingga proses interpretasi data. Sehingga hasil yang diperoleh bisa menggambarkan dengan jelas dan mudah dipahami. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa upaya pelestarian dan pendalaman informasi mengenai budaya lokal yang telah dilakukan masyarakat dan pemerintah di lingkungan Kabupaten Ponorogo lebih banyak menggunakan kegiatan yang mendatangkan massa dalam jumlah besar. Kata kunci : Melek informasi, budaya, masyarakat Abstract. Preserving the cultural heritage has become the task of the offspring it inherits. Many ways have been done to preserve the inheritance so as not to be lost over the progress of time and rolled modernization. Understanding information (information literacy) of cultural heritage must also be done and reinforced in order to make efforts that have been done successfully and meet the target. Ponorogo is known as the city of reog certainly has a big task in preserving the cultural heritage to continue to exist.. This study aims to find out what way has been done by the community and the Government of Ponorogo in the preservation and deepening of information about the cultural heritage (reyog) as well as provide an illustration to information actors including librarians about the steps that can be taken to actively engage in efforts to preserve the culture of reyog. The study will use literature review method and qualitative approach in collecting until data interpretation process. So the results obtained can illustrate clearly and easily understood. The result of this research is known that the effort of preservation and deepening of information about local culture which have been done by society and government in Ponorogo Regency mostly use activities that bring mass in large amount. Keywords: Information literate, culture, society

LIBRARY PATHFINDER: KEMAS ULANG INFORMASI DALAM MEMUDAHKAN TEMU KEMBALI BAGI PEMUSTAKA

WULANSARI, AYU

Publication Library and Information Science Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.743 KB)

Abstract

Abstrak. Temu kembali informasi saat ini menjadi trend bagi pemustaka salah satunya terkait dengan keberaksaraan informasi masyarakat terhadap pemenuhan informasinya. Melakukan kemas ulang informasi merupakan upaya untuk menarik untuk pengguna dalam menemukan dan menggunakan informasi, dan layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara spesifik. Jenis kemas ulang infomasi sangat beragam salah satunya dengan pathfinder. Library Pathfinder dirancang sebagai panduan untuk mengumpulkan informasi dan mencakup langkah-langkah penelitian yang spesifik atau pencarian subyek. Pathfinder merupakan panduan awal, atau sebagai alat bantu yang memungkinkan pemustaka (users) melakukan penelusuran secara mandiri, memberikan informasi bagaimana menelusur mengenai sebuah subjek di sebuah perpustakaan. Artikel ini membahas library pathfinder online sebagai salah satu solusi dalam temu kembali melalui kemas ulang informasi yang mudah dalam penelusurannya diharapkan penyedia informasi seperti pustakawan serta pemustaka mengerti cara penelusurannya sehingga dapat memenuhi akan informasi.Keyword: Pathfinder, Libguide, kemas ulang, informasi, temu kembaliAbstract. Retrieval of information is now a trend for pemustaka one of them related to public information literacy on the fulfillment of information. Retyping information is an attempt to appeal to users in finding and using information, and the service is designed to meet the specific needs of users. Types of re-packing information is very diverse one of them with pathfinder. Library Pathfinder is designed as a guide for collecting information and includes specific research steps or subject search. Pathfinders are an early guide, or as a tool that enables users to search independently, providing information on how to track a subject in a library. This article discusses online pathfinder libraries as one of the solutions in retrieval through easy information retrieval in its search is expected to provide information providers such as librarians as well as users to understand how they are tracked so as to comply with information.Keyword: Pathfinder, Libguide, re-packing, information, retrieval