cover
Filter by Year
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Published by STAI Al-Qodri Jember
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember. Jurnal ini memuat kajian-kajian pendidikan, Sosial dan Keagamaan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan April dan Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 7000-9000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari.
Articles
84
Articles
Strategi Pemasaran Pembiayaan Multijasa (Umroh) Dalam Upaya Meningkatkan Market Share di Bank Syariah

Jauzi, Muhammad

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pembiayaan multijasa (umroh) merupakan produk yang di keluarkan oleh Bank Syari’ah ini, minimnya  minat nasabah dalam produk Pembiayaan multijasa (umrah) merupakan produk yang di keluarkan oleh Bank Syari’ah ini, strategi pemasaran merupakan pondasi sebuah perusahan dalam upaya menarik simpati masyarakat sehingga dapat meningkatkan market share. Hasil dalam penelitian ini adalah: Strategi yang di gunakan Bank Syariah (X) menggunakan strategi marketing mix dengan 4 komponen ,(product (produk), Price (harga), palace (tempat) dan Promotion (promosi)), implementasi pembiayaan multijasa umrah iB Maqbula yang ada di Bank Syari’ah dalam mekanismenya sudah sesuai dengan Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam fatwanya No Fatwa DSN-MUI No. 44/DSN-MUI/ VIII/2004 tentang Pembiayaan Multijasa, dengan menggunakan akad ijarah yang sesuai dengan prinsip syariah dalam fatwa DSN-MUI No. 09/DSN-MUI/ IV/2000 tentang Pembiayaan Ijarah.

Upaya Peningkatan Hasil Pembelajaran Fiqih Melalui Metode Diskusi Kelompok pada Siswa Kelas XI IPA 1 di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Balung

Priyono, Dwi Juli

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Dwi Juli Priyono “Upaya Peningkatan Hasil Pembelajaran Fiqih melalui Metode Diskusi Kelompok pada Siswa kelas XI IPA 1 di MA Wahid Hasyim Balung”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi dan situasi pembelajaran yang tidak menarik untuk dipelajari bagi banyak siswa, penggunaan metode yang monoton oleh guru mata pelajaran tersebut sehingga membuat siswa menjadi jenuh dan suasana kelas terasa membosankan. PTK ini terdiri atas empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian yang dikenai tindakan adalah siswa kelas XI IPA 1 di MA Wahid Hasyim Balung tahun ajaran 2017/2018. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, tes/soal evaluasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan reduksi data, tri angulasi, display data dan analisis statistik model TDF (tabel data frekuensi). Nilai pratindakan rata-rata kelas pada pembelajaran Fiqih sebesar 6,06 dan pada tindakan siklus I sebesar 7,26 yaitu naik sebesar 1,2 (19,81%). Nilai siklus I sampai tindakan siklus II adalah sebagai berikut, nilai tindakan siklus I rata-rata kelas pada pembelajaran Fiqih sebesar 7,26 dan pada tindakan siklus II sebesar 8,29 yaitu naik sebesar 1,03 (14,18%).   Kata Kunci: Pembelajaran Fiqih, Metode Diskusi, Siswa.

Karakter Pendidikan Gender di Pesantren Aswaja di Kabupaten Pasuruan “Sebuah Perpaduan Analisa Kritis antara Gender Profetik dan Posfeminisme di Pesantren Pasuruan sebagai Kota Santri dan Post-Patriarchy Society”

Masitah, Dewi

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pola pembelajaran dan karakter pendidikan gender profetik Pesantren Aswaja Pasuruan  yang mereka aplikasikan sehingga memproduk santri dan santriwati menjadi orang yang profesional dibidangnya, menjadi pemerintah dan legislatif yang mampu mencetak kebijakan-kebijakan pengarusutamaan gender ataupun menjadi tokoh masyarakat yang mampu mengubah pemikiran dan bersosilalisasi dengan masyarakat? Dan bagaimana peran pesantren kepada masyarakat, yaitu bagaimana pesantren dengan karakternya bisa mengubah main set masyarakat Pasuruan yang sangat Patriakhi dalam pendidikan anak perempuan mereka? Berdasarkan masalah penelitian diatas kami mengunakan metodologi penelitian fenomenologi, disini peneliti berada pada posisi sebagai observer, karena peneliti melakukan pengamatan terhadap tradisi dan perilaku sehari-hari Pembelajaran di pesantren kemudian dianalisis berdasarkan teori yang digunakan, dan diterjemahkan dalam konteks sinkretisme dan habitus yang terbentuk. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam (in-depth interview), Focus Group Discussion (FGD) dan dokumentasi dengan analisis data tiga jalur analisis, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/ verification (Penarikan kesimpulan). Hasil dari penelitian ini selain berbicara aplikasi gender profetik tapi juga berbicara strategi dan hasil dari aplikasi pendidikan gender profetik sesuai karakter pesantren. Dimana hal ini bukan sekedar kesadaran posfeminisme belaka yang terdengar seperti utopia tapi sudah ada produk-produk untuk memperbaiki nasip perempuan dalam dunia postmodern ini.  Kata Kunci: Gender Porfetik dan Pesantren Pasuruan  

Telaah Konsep Kepemimpinan dalam literatur Islam dan Indonesia

Arkanudin, Ari

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kepemimpinan adalah hal pokok yang ada dalam setiap organisasi, kelompok, negara bahkan agama. Karena menjadi faktor utama keberhasilan tujuan sebuah organisasi maupun kelompok. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Kepemimpinan adalah aktifitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam Islam merujuk pada kitab suci al-Qurân terdapat dua kata yang digunakan untuk menunjukkan makna kepemimpinan. Pertama, mengunakan istilah khalifah, dan kedua memakai istilah imam. Dalam kontek Indonesia kepemimpinan ialah presiden, presiden merupakan pemegang kekuasaan eksekutif pada sistem pemerintahan presidensial. Dan mekanisme kontrol dilakukan oleh lembaga perwakilan rakyat. Kata Kunci: Kepemimpinan, Khalifah, Presiden.

Problematika Sosio-Historis Arah Kiblat Masjid “Wali” Baiturrahim Gambiran Kabupaten Pati Jawa Tengah

Nurkhanif, Muhammad

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Menghadap  ke  arah  kiblat  menjadi  syarat  sah  bagi  umat  Islam  yang  hendak menunaikan salat, baik salat fardhu atau shalat-shalat sunat yang lain. Hal ini  sudah  ditentukan  sejak  zaman  Rasulullah  SAW. Oleh karenanya menghadap arah kiblat merupakan suatu keharusan baik dalam beribadah secara individu maupun berjama’ah.Urgensi menghadap arah kiblat dalam shalat ini kemudian menuntut bagi umat muslim untuk memperhatikan arah kiblat masjid-masjid atau mushola dalam rangka ksempurnaan ibadah. Masjid Baiturrahim Gambiran Pati Jawa Tengah. Masjid ini memliki nilai historis yang tinggi sebagai salah satu masjid tertua di Jawa Tengah. Masjid ini dibangun pada tanggal 9 Oktober 1445. Umur masjid ini lebih tua dua tahun dari majid Agung Demak. Selain nilai historis yang melekat pada  masjid Baiturrahim Gambiran Pati, masjid ini pun memiliki nilai “keramat” sebab dibangun oleh wali (sunan Kalijaga) selayaknya masjid-masjid  wali yang lainnya. Dengan dasar ini penulis mengadakan penelitian dengan pendekatan sosio historis dan dengan jenis penelitian kualitatif field research. Hasil penelitian ini memaparkan alasan kenapa masyarakat Gambiran Pati masih menggunakan arah kiblat versi Sunan Kaljaga dan faktor yang melatar belakangi masyarakat Gambiran Pati dalam memilih arah kiblat versi Sunan kalijaga yang mengandung nilai mitos. Faktor tersebut antara lain; faktor nilai historis masjid Baiturrahim sebagai masjid wali dan juga sosok legendaris dari Sunan Kalijaga. Faktor sosio kultural masyarakat Gambiran Pati yang notebene berprofesi sebagai petani yang berpendidikan rendah serta ketergolongannya Pati sebagai salah satu kabupaten wilayah Jawa Tengan yang akrab dan harmoni dengan mistis kejawen. Key word: Arah Kiblat Masjid Baiturrahim Pati, masjid Wali, sosio Historis, mistis kejawen

Kepemimpinan Kiai di Pondok Pesantren “Studi Analisis Perilaku Kiai Non-Warisan dalam Organizational Development”

Wahidah, Finadatul

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The most varied Islamic educational institution is boarding school. In the leadership of a boarding school, a kiai is the most important element. Kiai pioneers, nurtures, determines the mechanism of learning; and curriculum and colors the boarding school in everyday life according to the skills and trends he has. Zamakhsyari Dhofier states that the kiai is a title given by the community to an Islamic scholar who owns or who is the leader of the boarding school and teaches the classical Islamic books to the santri. In addition, the title of kyai is also called the pious person (the person who is expert in his Islamic knowledge). In the midst of todays modernization civilization, the term kiai has undergone a transformation of meaning. These are the term inherited kiai and non-inherited kiai. The kiai title is given to someone who does not have expertise in religious knowledge, but has a high spirit to establish an Islamic boarding school and dedicate his life in the way of Allah SWT. Furthermore, he who disseminates the teachings of Islam through educational activities can be called as non-inherited kiai . This research was conducted in a boarding school in Jember namely Al-Barokah An-Nur Jember. Founder of Al-Barokah boarding school An-Nur is someone who does not have expertise in Islamic science, but has a high ghirah in establishing boarding school. We may call this kind of Kiai by non-inherited kiai. The focus of this study are: (1) how are characteristics of Al-Barokah An-Nur boarding school; (2) how are organization management and development (organizational development) in Al-Barokah AN-Nur boarding school; (3) how is the kiai leadership behavior in managing Al-Barokah AN-Nur; The purpose of this study is to reveal and analyze the leadership of kiai (inherited kiai and non-inherited kiai) in developing the boarding school he founded. This research was conducted using qualitative research type and case study approach. The data collection techniques use interview, observation, and documentation. Data analysis uses interactive model Miles Huberman. Keywords: Islamic boarding school, Kiai, Organizational Development  

Pengaruh Tingkat Pemahaman Agama Islam terhadap Persepsi Mahasiswa pada Radikalisme berbasis Agama “Studi pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qodiri Jember”

Ansori, Muhamad

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Mahasiswa yang memiliki pengetahuan agama yang luas akan lebih bersifat terbuka dan lebih mudah menerima berbagai perbedaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh tingkat pengetahuan agama terhadap persepsi mahasiswa pada gerakan radikalisme berbasis agama? Sehingga tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan agama terhadap persepsi mahasiswa pada gerakan radikalisme berbasis agama. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasinya adalah mahasiswa semester VI di STAI Al-Qodiri Jember tahun akademik 2017/2018 dengan jumlah sampel 167 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumen. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana. Kesimpulan penelitian adalah hipotesis penelitian tidak diterima, sehingga tingkat pengetahuan agama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi mahasiswa pada gerakan radikalisme berbasis agama. Besarnya pengaruh pengetahuan agama terhadap persepsi mahasiswa pada gerakan radikalisme berbasis agama hanya 1,5% yang dikategorikan pengaruhnya sangat lemah.  Kata Kunci: Pengetahuan Agama, Persepsi Mahasiswa, Gerakan Radikalisme berbasis Agama  

تأثير الفروق الجنسية في تعلم اللغة العربية من خلال التعليم لطلاب الصف الممتاز بالمدرسة "القادري" المتوسطة جمبر

Asyari, Hasyim

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

اللغة وسيلة الإتصال بين المرء لتبادل أفكارهم و مشاعرهم، و لها خصائص هي الإعتباطي. إن الفرد يحقق أفكارهم بأنواع ما اكتسبه من اللغات او حسب الفروف الجنسية أعطاها الله من ولادته بين الرجل و المرأة. فهذه الفروق الجنسية لقد حققت منذ مرحلتهم الطفولة حتى وإن كانوا كبراء. وعلى سبيل المثال للرجال مزية في اكتساب اللغة لمهارة الإستماع و الكلام و أما للنساء فمزية لمهارة القراءة و الكتابة كما وقع في طلاب الصف الممتاز بالمدرسة القادري المتوسطة جمبر.

Korelasi antara Prasangka Sosial dan Toleransi Beragama Pada Mahasiswa Aktivis Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi Umum

Muhid, Abdul, Fadeli, Mohammad Ivan

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 15 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara prasangka sosial dengan toleransi beragama pada mahasiswa. Penelitian ini menguji hipotesis bahwa semakin tinggi prasangka sosial seseorang semakin rendah toleransi beragama. Subyek penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria para mahasiswa yang aktif terlibat di organisasi kemahasiswaan di dua perguruan tinggi negeri (PTN) umum di kota Surabaya, dengan jumlah sampel sebanyak 51 orang masing-masing 37 laki-laki dan 14 perempuan, 48 orang beragama Islam, dan 3 orang beragama Kristen. Subyek penelitian tersebar aktif di lima organisasi kemahasiswaan, yaitu PMII (15 orang), HMI (10 orang), IMM (9 orang), KAMMI (14 orang), dan GMKI (3 orang). Dengan menggunakan uji analisis korelasi product moment diperoleh hasil koefisien korelasi = -0,437 dengan harga signifikansi sebesar 0,00, dan harga sumbangan efektif (SE) variabel prasangka sosial berpengaruh terhadap toleransi beragama mahasiswa sebesar (R Square = 0,189) atau 18,9%. Hal itu menunjukkan ada korelasi negatif yang signifikan antara prasangka sosial dengan toleransi beragama pada mahasiswa. Penelitian ini membuktikan kembali hipotesis penelitian bahwa semakin tinggi prasangka sosial seseorang semakin rendah toleransi beragama, dan sebaliknya semakin rendah prasangka sosial seseorang semakin tinggi toleransi beragama. Penelitian ini juga menunjukkan fakta bahwa para mahasiswa akatifis organisasi kemahasiswaan ini cenderung tinggi prasangka sosialnya dan juga rendah toleransi beragamanya.  Kata kunci: prasangka sosial, toleransi beragama, mahasiswa.  

Nikah Sirri “Kajian Analisa Teori Sosiologi”

Wahidah, Uzlah

Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 14 No 1 (2018): April
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hukum perkawinan di Indonesia masih menimbulkan problem yang pelik. Salah satu di antaranya adalah dualisme payung hukum perkawinan (hukum Islam dan hukum nasional). Sebagai bangsa dengan penduduk mayoritas memeluk Islam, positivisasi hukum perkawinan Islam tidak tuntas karena masih muncul pertentangan hukum di antara keduanya. Soal pencatatan nikah, misalnya, masih menjadi pro-kontra di masyarakat. Sering masalah nikah sirri dipandang sebagai masalah fiqh biasa. Begitu banyak ulama yang membolehkan atau bahkan menikahkan pasangan nikah sirri. Padahal, hukum perkawinan sudah sangat gamblang menjelaskan risiko yang bakal dihadapi. Berlindung di balik hukum perkawinan Islam yang membolehkan nikah sirri adalah argumentasi yang lemah, cupet, dan tidak kontekstual. Masalah perkawinan yang berimplikasi panjang itu tidakkah cukup meyakinkan untuk dicatatkan kepada pihak yang berwenang. Dengan melihat implikasi dan risiko yang mungkin dihadapi, bukankah perkawinan justru lebih kuat illat (ratio legis)-nya untuk diadministrasikan secara baik (qiyas aulawi). Selama ini pelaku sering menganggap enteng risiko nikah sirri. Mereka seolah lupa bahwa anak hasil perkawinan sirri akan menanggung aib seumur hidup akibat kelakuan bapak-ibunya. Belum lagi masalah akta kelahiran, hak waris, wali nikah, dan seterusnya.