cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
JURNAL ENGGANO
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26155958     EISSN : 25275186     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Enggano is published twice a year, in April and September, and contains a mixture of academic articles and reviews on all aspects of marine science and fisheries.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1" : 10 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL RUMPUT LAUT Gracilaria edulis TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila Sinurat, Afti Ayu Putri; Renta, Person Pesona; Herliany, Nurlaila Ervina; Negara, Bertoka FSP; Purnama, Dewi
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.792 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.105-114

Abstract

Aeromonas hydrophila merupakan jenis bakteri penyebab penyakit yang paling banyak ditemukan pada usaha budidaya  perikanan. Alternatif pengobatan yang paling sering digunakan yaitu obat-obatan kimia yang tidak ramah lingkungan dan memberikan resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekstrak metanol rumput laut Gracilaria edulis dengan konsentrasi yang berbeda sebagai antibakteri terhadap bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dimulai dengan preparasi rumput laut guna memperoleh ekstrak rumput laut kemudian melakukan preparasi bakteri yang bertujuan untuk mendapatkan bakteri Aeromonas hydrophila murni. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar. Konsentrasi ekstrak metanol yang digunakan yaitu 3%, 6%, 9%, dan 12%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak rumput laut Gracilaria edulis menggunakan pelarut metanol memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen Aeromonas hydrophila. Ekstrak metanol dengan konsentrasi 12% memiliki zona hambat yang paling besar (rata-rata 19,7 mm) dibandingkan dengan konsentrasi metanol lainnya. Semua ekstrak Gracilaria edulis memiliki sifat bakteriostatik.ANTIBACTERIAL ACTIVITIES OF SEAWEED METHANOL EXTRACTS Gracilaria edulis AGAINST Aeromonas hydrophila BACTERIA. Aeromonas hydrophila is the most common type of disease-causing bacteria found in aquaculture. The most commonly used alternative treatment is chemical drugs that are not environmentally friendly and provide bacterial resistance. This study aims to analyze the methanol extract of Gracilaria edulis seaweed with different concentrations as antibacterial against the bacterium Aeromonas hydrophila. This study began with the preparation of seaweed in order to obtain seaweed extract and then made bacterial preparations aimed at obtaining pure Aeromonas hydrophila bacteria. Antibacterial activity test using agar diffusion method. The concentrations of methanol extract used were 3%, 6%, 9%, and 12%. Each treatment was repeated three times. The results showed that Gracilaria edulis seaweed extract using methanol solvent had the potential as an antibacterial against the pathogenic bacterium Aeromonas hydrophila. Methanol extract with a concentration of 12% had the largest inhibition zone (average 19.7 mm) compared to other methanol concentrations. All Gracilaria edulis extracts had bacteriostatic properties.
ANALISIS PRODUKSI SERASAH MANGROVE DI PANTAI MANG KALOK KABUPATEN BANGKA Farhaby, Arthur Muhammad; Utama, Arinda Unigraha
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.851 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.1-11

Abstract

Ekositem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran dan fungsi ekologis penting dalam menunjang sumber daya perairan dan perikanan. Keberadaan ekosistem mangrove yang lestari dan sehat tidak dapat dipisahkan oleh suplai kandungan bahan organik yang berasal dari serasah mangrove. Serasah merupakan guguran struktur vegetatif dan reproduktif yang disebabkan oleh faktor ketuaan, stress oleh faktor mekanik, ataupun kombinasi dari keduanya dan kematian serta kerusakan dari keseluruhan tumbuhan oleh iklim (hujan dan angin). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi serasah daun mangrove, membandingkan produksi serasah beberap jenis mangrove yang dominan terdapat di Pantai Mang Kalok, serta mengetahui nilai parameter lingkungan yang berkaitan dengan serasah. Penelitan ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2018 bertempat di Pantai Mang Kalok, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Metode yang umum digunakan untuk pengambilan produksi serasah adalah metode litter-trap (Jaring penampung serasah). Produksi serasah daun mangrove di Pantai Mang Kalok lebih banyak dihasilkan dari jenis Ceriops decandra dengan massa 185,7gr/m2/30hari dibandingkan dengan jenis Rhizophora mucronata yang hanya memproduksi 119,6gr/m2/30hari. Adapun untuk total produksi serasah daun mangrove di Pantai Mang Kalok adalah 305,3 gr/m2/30hari atau 10,17 gr/m2/hari. Sedangkan parameter lingkungan menujukan kondisi perairan Pantai Mang Kalok masih baik dan dapat mendukung proses penyerapan bahan organik dari serasah daun mangrove.ANALYSYS OF MANGROVE LITTER PRODUCTION ON MANG KALOK BEACH, BANGKA REGENCY. The mangrove ecosystem is a coastal ecosystem that has important ecological roles and functions in supporting marine resources and fisheries. The existence of a sustainable and healthy mangrove ecosystem cannot be separated by the supply of organic matter from mangrove litter. Litter is vegetative and reproductive structures avalanches caused by the factor of aging, stress by mechanical factors, or a combination of both and the death and destruction of the whole plant by the climate (rain and wind). The purpose of this study was to determine the production of mangrove leaf litter, compare the production of litter of several dominant types of mangrove found in Mang Kalok Beach, and to determine the value of environmental parameters related to litter. Research was conducted in January until March 2018 in Mang Kalok Beach, District Sungailiat, Bangka. A common method used for making the production of litter is litter-trap method (Net container litter). The production of mangrove leaf litter in Mang Kalok Beach is more produced from the type Ceriops decandra with a mass of 185.7gr / m2 / 30 days compared to the type of Rhizophora mucronata which only produces 119.6gr / m2 / 30 days. The total production of mangrove leaf litter at Mang Kalok Beach is 305.3 gr / m2 / 30 days or 10.17 gr / m2 / day. While the environmental parameters show that the condition of Mang Kalok Beach is still good and can support the process of absorption of organic matter from mangrove leaf litter.
PENAPISAN AKTIVITAS AMILOLITIK DAN ANTIBAKTERI DARI BAKTERI SEDIMEN PERAIRAN PULAU LEMUKUTAN Idiawati, Nora; Adelita, Kristina; Juane Sofiana, Mega Sari
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.365 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.65-71

Abstract

Resistansi bakteri saat ini menjadi permasalahan dalam bidang kesehatan. Hal ini dikarena meningkatnya Multiple Drug Resistance (MDR) oleh bakteri patogen. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai sumber senyawa antibakteri, salah satunya dari bakteri pada sedimen laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada bakteri sedimen laut dari Perairan Pulau Lemukutan. Isolasi bakteri dari bakteri sedimen laut diperoleh sebanyak 4 isolat. Penapisan aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode cross streak. Bakteri patogen yang digunakan adalah Eschericia coli, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae, Pseudomonas aeruginosa, dan Salmonela typhimurium. Aktivitas antibakteri terbaik diperoleh pada bakteri SKA04 dapat menghambat bakteri patogen S. typhimurium. Penapisan aktivitas enzim ekstraseluler dilakukan untuk mengetahui potensi isolat bakteri sedimen laut dalam menghasilkan enzim amilolitik dan lipase. Uji aktivitas ezim amilolitik diperoleh 3 isolat menghasilkan enzim amilolitik yaitu SKA02, SKA03 dan SKA04 yang ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar koloni bakteri.AMYLOLYTIC AND ANTIBACTERIAL ACTIVITIES ASSESSMENT OF SEDIMENTARY BACTERIA OF LEMUKUTAN ISLAND. Bacterial resistance is currently a complication in the health sector. This is due to receiving several resistance drugs (MDR) by pathogenic bacteria. Therefore, it is necessary to do research on antibacterial sources, one of which is from bacteria in marine sediments. The purpose of this study was to study the antibacterial activity of marine sedimentary bacteria from Lemukutan Island. The isolation of bacteria from marine sediment bacteria obtained 4 isolates. Screening of antibacterial activity was carried out using the cross streak method. The pathogenic bacteria used are Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Vibrio cholerae, Pseudomonas aeruginosa, and Salmonela typhimurium. The best antibacterial activity obtained in SKA04 bacteria can inhibit pathogenic bacteria S. typhimurium. Screening of extracellular enzyme activity was carried out to determine the potential of marine sediment bacteria isolates in producing amylolytic enzymes and lipases. The amylolytic enzyme activity test obtained 3 isolates which produced amylolytic enzymes, namely SKA02, SKA03 and SKA04 which were characterized by the formation of clear zones around bacterial colonies.
MANFAAT MANGROVE BAGI PERUNTUKAN SEDIAAN FARMASITIKA DI DESA MAMUYA KECAMATAN GALELA TIMUR KABUPATEN HALMAHERA TIMUR (TINJAUAN ETNOFARMAKOLOGIS) Kadir, Masykhur Abdul; Wibowo, Eko S; Abubakar, Salim; Akbar, Nebuchadnezzar
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.558 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.%p

Abstract

Penelitian  ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis mangrove yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di Desa Mamuya Kecamatan Galela Timur, mengetahui bagian dari manrove yang berpotensi untuk sediaan farmasitika dan mengetahui teknik pengolahan bahan mangrove yang dijadikan sebagai obat di Desa Mamuya Kecamatan Galela Timur. Hasil penelitian  ditemukan jenis mangrove yang dimanfaatkan penduduk Desa Mamuya sebagai obat sebanyak 8 jenis yaitu Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, R. stylosa, Sonneratia alba, Xylocarpus gratanum, Xylocarpus molucensis, Nypa fruticans dan Heritiera littoralis. Bagian mangrove yang dijadikan sebagai obat yaitu : akar muda, kulit batang, daun dan buah. Cara mengolah bahan dari bagian mangrove, akar, kulit batang, daun, buah dilakukan secara sederhana yaitu ada yang dilumatkan dalm mulut dan ada yang direbus. Masa penyembuhan ditentukan seberapa parah (akut) penyakit yang diderita.BENEFITS OF MANGROVE FOR PHARMACITIC INVENTORY IN MAMUYA VILLAGE, EAST GALELA DISTRICT, EAST HALMAHERA REGENCY (ETHNOPHARMACOLOGICAL REVIEW). This research was conducted to determine the type of mangrove used in traditional medicine in the village of Mamuya, Galela Timur District, knowing the potential part of the mangrove for pharmaceutical preparation and knowing the techniques for processing mangrove materials which were used as medicine in Mamuya Village, Galela Timur District. The results of the study found that the types of mangroves used by the residents of Mamuya Village were 8 types of drugs, namely Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, R. stylosa, Sonneratia alba, Xylocarpus gratanum, Xylocarpus molucensis, Nypa fruticans and Heritiera littoralis. Parts of the mangrove that are used as medicine are: young roots, bark, leaves and fruit. How to process ingredients from parts of the mangrove, roots, bark, leaves, fruit is done simply that there are crushed in the mouth and some are boiled. The healing period is determined by how severe (acute) the disease is suffered.
PENDUGAAN STATUS TROPIK RAWA BANJIRAN DESA SEDANG KECAMATAN SUAK TAPEH KABUPATEN BANYUASIN DENGAN PENDEKATAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON Yusanti, Indah Anggraini
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.339 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.72-79

Abstract

Penelitian tentang pendugaan status tropik Rawa Banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin dengan pendekatan kelimpahan fitoplankton telah dilakukan pada bulan Juli 2017. Metode yang digunakan adalah metode survei, sedangkan pengambilan sampel fitoplankton dilakukan pada 3 (tiga) stasiun yaitu stasiun Rawa Nebong Kuning, Rawa Poron dan Rawa Banan dengan menggunakan metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelimpahan fitoplankton pada stasiun 1 Rawa Nebong Kuning sebesar 39 ind/L yang mengindikasikan perairan Rawa Nebong Kuning memiliki tingkat kesuburan yang  rendah dan termasuk perairan oligotrofik, rata-rata kelimpahan fitoplankton di stasiun 2 Rawa Poron sebesar  15,42 ind/L yang mengindikasikan perairan Rawa Poron memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan termasuk perairan oligotrofik, sedangkan rata-rata kelimpahan fitoplankton di stasiun 3 Rawa Banan  sebesar 23,08 ind/L yang mengindikasikan perairan Rawa Banjiran memiliki tingkat kesuburan yang rendah dan termasuk perairan oligotrofik.ESTIMATION OF TROPHIC STATUS SWAMP FLOOD WATERS IN SEDANG VILLAGE, SUBDISTRICT SUAK TAPEH, DISTRICT BANYUASIN WITH APPROACH ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON. Research on the estimation of the trophic status of swamp floods of Sedang village, Subdistrict Suak Tapeh, District Banyuasin with the approach of phytoplankton abundance has been done in July 2017. Survey method was used in this research while phytoplankton sampling was done at 3 (three) stations, they were Nebong Kuning swamp, Poron swamp and Banan swamp by using purposive random sampling method. The results showed that the abundance of phytoplankton at station 1 of Nebong Kuning swamp was 39 ind/L indicating that Nebong Kuning swamp waters had low fertility rate and was clustered as oligotrophic, the abundance of phytoplankton at station 2 of Poron swamp was 15,42 ind/L which indicates Poron swamp waters had a low fertility rate and was clustered as oligotrophic, while the abundance of phytoplankton at station 3 Banan swamp was 23,08 ind/L which indicates the Banan swamp had low fertility rate and was clustered as oligotrophic.
SOME OCEANOGRAPHIC FEATURES OF PELABUHANRATU BAY, WEST JAVA, INDONESIA Akbar, Helmy; Wizemann, Andre; Ervinia, Ayu; Ilyas, Haidir; Pangkey, Hendra; Kristiyanto, Kristiyanto; Ismail, Neira Purwanty; Putra, Singgih Afifa
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.789 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.26-42

Abstract

Pelabuhanratu Bay plays a big role for the flow of nutrients from the land to the sea of Sothern-Java. This study was conducted in Pelabuhanratu Bay, Sukabumi, West Java, in March 2012. The aim of this study is to measure the oceanographic parameters (physical and chemical) of Pelabuhanratu Bay i.e. tides, waves, current, temperature, salinity, depth, density, dissolved oxygen (DO), total suspended solids (TSS), turbidity, pH and nutrients. The bay directly faces the Indian Ocean, during the surveyed we found mean angle of wave refraction was about ~4.3° ± 1.5°, with left side wind direction. Overall the current direction has an irregular trend. The tidal cycle of the bay is diurnal, with the temperature decrease into the deep layer. Only the surface exhibits a slightly lower salinity compared to the rest of the water column. Some parameters (i.e. TSS, DO) found in high concentration but declining following the depth. Other chemical concentrations (e.g. ortho-phosphate, silicate) also showed diminished after 10-15 depth measurement.
PENGUKURAN KEPADATAN IKAN TERUMBU SECARA EX SITU DENGAN METODE AKUSTIK Bakhtiar, Deddy; Jaya, Indra; Manik, Henry M; Madduppa, Hawis H
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.435 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.80-91

Abstract

Pendugaan kelimpahan ikan terumbu secara akustik masih jarang dilakukan karena tingginya keanekaragaman jenis dalam suatu agregasi sehingga sulit membedakan nilai hambur balik akustik tiap jenis ikan. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis hubungan kepadatan ikan Abudefduf saxatilis, Scolopsis lineatus dan Chaetodon trifasciatus terhadap perubahan nilai volume backscattering strength (Sv) kemudian menganalisis tingkat kesesuaian pendugaan kepadatan ikan secara akustik dengan kepadatan ikan sebenarnya melalui pengukuran secara ex situ. Metode yang digunakan adalah metode kurungan untuk pengukuran akustik secara ex situ. Alat yang digunakan dalam pengukuran akustik adalah Echosounder Simrad EK-15 frekuensi 200 kHz. Hasil penelitian menunjukkan nilai hambur balik akustik ketiga ikan terumbu memiliki hubungan yang sangat tinggi dengan kepadatan ikan. Peningkatan kepadatan ikan ikan terumbu akan meningkatkan nilai hambur balik akustik secara linier. Pendugaan kepadatan ikan secara akustik menunjukkan bahwa ikan Abudefduf saxatilis dan ikan Scolopsis lineatus menghasilkan dugaan kepadatan ikan yang sama secara statistik dengan kepadatan ikan yang sebenarnya, sedangkan ikan Chaetodon trifasciatus menghasilkan dugaan kepadatan ikan yang berbeda dan cenderung lebih kecil dari kepadatan ikan yang sebenarnya.MEASUREMENT OF REEF FISH DENSITY USING EX SITU ACOUSTIC METHODS. Estimation of reef fish abundance using acoustic method is still rarely done. High diversity of species in an aggregation impacts on the difficult to distinguish the backscatter value for each species. Therefore, this research was proposed to analyze the relationship of fish density of Abudefduf saxatilis, Scolopsis lineatus and Chaetodon trifasciatus for the changing of volume backscattering strength value, then to analyze the conformity of estimate coral fish density comparing with actual reef fish density through ex situ acoustical measurements. Cage method was used in this research for ex situ acoustical measurement using Echosounder Simirad EK-15 200 kHz. The result showed that the acoustic backscattering value of three species had a high relationship with fish density. The density of Abudefduf saxatilis and Scolopsis Lineatus were statistically similar to the actual fish density, while the density of Chaetodon trifasciatus was different and tend smaller than the actual fish density.
PROFIL DAN PERSEPSI NELAYAN TERHADAP PERUBAHAN HASIL TANGKAPAN IKAN PERAIRAN PANTAI DI TELUK AMBON Hutubessy, B G; Silooy, F; Tupamahu, A; Siaheinenia, S; Pailin, J B; Tawari, R H S
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.404 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.43-51

Abstract

Nelayan mengetahui sumberdaya laut secara rinci, juga lingkungan mereka dan aktifitas penangkapan yang mereka lalukan, dan pengetahuan ini jarang dikoleksi secara sistimatik. Penelitian ini dilakukan untuk menguji persepsi nelayan terhadap perubahan hasil tangkapan dan penyebabnya. Kami mewawancarai nelayan pantai Haive Besar dengan menggunakan kuisioner yang sifatnya semi terstruktur. Informasi pribadi nelayan seperti umur dan pengalaman menangkap ikan, aktifitas penangkapan seperti alat yang digunakan dan daerah penangkapan, serta pengetahuan mereka tentang perubahan ekosistem menjadi topik pertanyaan di dalam kuisioner. Nelayan dengan usia karir menengah (21-35 tahun) lebih banyak dibandingkan nelayan usia karir muda dan karir tua. Nelayan mendeteksi perubahan pada ekosistem daerah penangkapan mereka seperti banyaknya sampah, limbah minyak, rusak dan berkurangnya habitat karang dan lamun serta kekeruhan. Dampak yang nelayan rasakan adalah hasil tangkapan yang semakin berkurang bahkan tidak ada lagi. Persepsi nelayan terhadap perubahan ekosistem dan hasil tangkapan mereka menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya seperti fisheries assessment. FISHERS’ PROFILE AND PERCEPTION ON THE SHIFTING OF CATCH ON THE COAST OF AMBON BAY. Fishers have detailed knowledge of their resources, their environment, and their fishing practices that is rarely systematically collected. This study was undertaken to examine perceptions of fishers on the shifting of catch and the occasion of the changing. We conducted an interview with coastal Hative Besar fishers using a semi-structured questioner. Fishers’ profiles such as age and years at fishery, gears and fishing grounds was one part of the questions. Other part was fishers’ ecological knowledge focused on environmental condition and shifting catch. More fishers with middle career (21-35 year in fishery) than young and old careers were interviewed. Environmental changes included waste in the water, oil, corals and seagrasses degradation, and turbidity affected the catch of fishers. Fish became difficult to be found. We learn from this study that fishers’ perception is an important tool for further fisheries assessment study.
KUALITAS PERAIRAN DI TELUK DORERI KABUPATEN MANOKWARI Sembel, Luky; Manangkalangi, Emmanuel; Mardiyadi, Zulfikar; Manumpil, Abraham W
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Enggano
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.76 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.52-64

Abstract

Pasar Sanggeng, pasar Wosi, pelabuhan, PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Disel), perhotelan dan pemukiman penduduk yang terletak di pesisir Teluk Doreri Kota Manokwari, menjadi salah satu pusat aktivitas yang melayani kebutuhan masyarakat. Akibat adanya aktivitas yang tinggi tersebut menyebabkan pembungan sampah-sampah organik dan anorganik tidak terawasi atau terkontrol dengan baik. Kondisi ini berlangsung secara terus menerus setiap hari sehingga dapat menyebabkan terjadi degradasi kualitas perairan. Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui status kualitas perairan di Teluk Doreri Kabupaten Manokwari. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus tahun 2016 bertempat di Laboratorium Kelautan, Ilmu Kelautan Unipa dan Laboratorium Prolink IPB Bogor. Lokasi pengambilan sampel air di sekitar perairan Sawaibu, Wosi, Andai, Sowi dan Perairan Maruni. Data parameter yang diambil melalui pengukuran langsung dan tidak langsung. Pengukuran secara langsung meliputi parameter salinitas, pH, suhu dan oksigen terlarut. Sedangkan pengukuran tidak langsung dengan cara mengambil sampel air. Pengambilan sampel air digunakan untuk penentuan parameter kekeruhan, nitrat, fosfat dan logam berat. Sampel air tersebut langsung dimasukan dalam botol polyetelin dan dikirim ke Prolink IPB Bogor untuk dianalisis. Pengukuran mengacu pada Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater (APHA, 1998). Hasil penelitian dari lima lokasi di perairan Teluk Doreri berkisar antara 0,17 – 6,16 NTU untuk kekeruhan, 4,64 – 5,04 untuk pH, 5,1 -6 mg/L untuk oksigen terlarut, 30 – 33 ‰ untuk salinitas, 29, 8 – 30,6 oC untuk suhu air, 0,1 -0,8 mg/L untuk nitrat dan fosfat berkisar 0,08 – 0,16 mg/L. Hasil logam berat cadmium (Cd) menunjukan potensi toksik yang tinggi bagi biota perairan di Teluk Doreri. Parameter logam berat cadmium, nitrat dan fosfat sangat mengkuatirkan serta dapat menyebabkan gangguan terhadap lingkungan khususnya bagi biota perairan. Parameter – parameter tersebut telah melampaui baku mutu yang ditetapkan kementerian lingkungan hidup no 51 tahun 2004.WATER QUALITY IN THE DORERI BAY DISTRICT MANOKWARI. Traditional markets (Pasar Sanggeng and Wosi), port, PLTD (Power Plant), hotels and residential areas are located in the cost of Doreri bay in Manokwari district. Activities in those areas create organic and inorganic wastes that have been used the Doreri bay as a water dump. The waste has been dumped since long time ago and continue up to nowadays.  That cause water quality degradation of Doreri bay. The research objective was to determine the status of water quality in Doreri Bay, Manokwari Regency. The water quality study has been carried out in August 2016 in Marine laboratory of UNIPA and Prolink laboratory in IPB. Water samples collected from Sawaibu, Wosi, Andai, Sowi and Maruni beach.  Data were divided base on the data collection which is directly and indirectly collected. Water salinity, pH, temperature and dissolved oxygen are direct data collection. Turbidity, nitrate, phosphate and heavy metals are indirect data collection that has been analyzed in Prolink IPB. The water has been analyses by using Standard Method for Examination of Water and Wastewater (APHA, 1998). The results show that turbidity of five areas range from 0.17 to 6.16 NTU, pH range from 4.64 to 5.04, dissolved oxygen between 5.1 -6 mg/L, water salinity range from 30-33%, water temperature between 29, 8 - 30.6 oC, 0.1 -0.8 mg/L for nitrate and phosphate between 0.08 - 0.16 mg/L. Heavy metal (cadmium) showed high potential toxic risk on the biota of Doreri bay. Cadmium, nitrate, and phosphate are a heavy metal that categorized as concerned pollutant to the Dorery bay. Those heavy metal have been exceeded the water quality standard base on Ministry of environment number 51-2004. 
STRUKTUR KOMUNITAS EKOSISTEM MANGROVE DI KAWASAN PESISIR KOTA MUKOMUKO KABUPATEN MUKOMUKO PROVINSI BENGKULU Zamdial, Zamdial; Hartono, Dede; Johan, Yar
JURNAL ENGGANO Vol 4, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.092 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.4.1.92-104

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir Kota Mukomuko. Ada berbagai macam aktivitas manusia di kawasan ekosistem hutan mangrove di pesisir Kota Mukomuko yang dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli 2018 sampai dengan September 2018. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan struktur komunitas mangrove di kawasan pesisir Kota Mukomuko Provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Pengambilan data vegetasi mangrove dilakukan dengan menggunakan transek garis dengan ukuran 10 m x 10 m, pada tiga stasiun berbeda, yang meliputi Kelurahan Bandar Ratu, Desa Ujung Padang dan Kelurahan Pasar Mukomuko. Analisis data penelitian dilakukan dengan metode statistik deskripitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai kerapatan (Di), frekuensi jenis (Fi), tutupan (Ci) dan indeks nilai penting (INP) tergolong baik, namun nilai keanekaragaman jenis tergolong rendah, dikarenakan ada jenis mangrove yang lebih mendominasi di kawasan tersebut. Indeks nilai penting (INP) mangrove menunjukkan peran vegetasi mangrove di kawasan pesisir Kota Mukomuko tergolong tinggi dalam menjaga lingkungan pesisir, baik tingkatan pohon, anakan maupun semai.STRUCTURE COMMUNITY OF MANGROVE ECOSYSTEM IN COASTAL AREA OF MUKOMUKO CITY, MUKOMUKO DISTRICT, BENGKULU PROVINCE. Mangroves are one of the important ecosystems in the coastal area of Mukomuko City. There are various kinds of human activities in the mangrove forest area on the coast of Mukomuko City which is feared to have a negative impact. This research was conducted from July 2018 to September 2018. The objective of this research was to describe the mangrove community structure in the coastal area of Mukomuko City, Bengkulu Province. This research was conducted by survey method. Data collection on mangrove vegetation was carried out using line transects with sizes of 10 m x 10 m, at three different stations, which included Bandar Ratu Village, Ujung Padang Village and Pasar Mukomuko Village. Analysis of research data was carried out by descriptive statistical methods. The results of the study indicate that overall the density value (Di), frequency type (Fi), cover (Ci) and important values index (INP) were classified as good, but the value of species diversity is relatively low, because there are mangrove species that dominated more in the area. The importance value index (INP) of mangroves indicates  the role of mangrove vegetation in the coastal area of Mukomuko City is high in maintaining the coastal environment, both tree level, tillers and seedlings.

Page 1 of 1 | Total Record : 10