cover
Contact Name
Cherry Triwidiarto
Contact Email
Cherry Triwidiarto
Phone
-
Journal Mail Official
jur_pp@polije.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences
ISSN : 25492934     EISSN : 25492942     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agriprima, Journal of Applied Agriculturan Sciences adalah Jurnal Ilmu Pertanian Terapan yang menjadi sarana bagi peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam lingkup Pemuliaan Tanaman, Bioteknologi Tanaman, Teknologi Benih, Perlindungan Tanaman, dan Kesuburan Tanah.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Pengaruh Sistem Olah Tanah dan Residu N Tahun ke–29 pada Beberapa Sifat Kimia Tanah dengan Tanaman Indikator Leguminosa Kusumastuti, Any; Fatahillah, FNU; Wijaya, Andi; Sukmawan, Yan
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2018): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v2i1.84

Abstract

Degradasi lahan akibat pengolahan tanah intensif secara terus menerus dapat menurunkan produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh sistem olah tanah, pengaruh berbagai dosis pupuk N pada sifat kimia tanah, dan pengaruh antara sistem olah tanah dan residu N pada sifat kimia tanah tahun ke-29 dengan tanaman indikator leguminosa. Penelitian dilakukan di Politeknik Negeri Lampung mulai dari Mei 2016 sampai dengan November 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah berbagai sistem olah tanah yang terdiri atas olah tanah intensif (OTI), olah tanah minimum (OTM), dan tanpa olah tanah (TOT). Faktor kedua adalah residu pupuk N (Urea) yang diberikan pada tanaman sebelumnya, yang terdiri atas 3 taraf, yaitu 0kg N/ha (N0), 100 kg N/ha (N1), dan 200 kg N/ha (N2). Perlakuan diulang empat kali. Peubah yang diamati yaitu pH, C-organik, Nitrogen total, P tersedia (H2O), kalium tersedia, dan bobot tajuk. Data di analisis dengan analisis ragam diikuti dengan uji BNT pada taraf α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara sistem olah tanah dengan residu pupuk N. Tanpa olah tanah menghasilkan P tersedia tertinggi (10,713). Residu nitrogen dengan taraf dosis 200 kg N/ha menghasilkan pH terendah (5,980).
Pengaruh Penggunaan Beberapa Stimulansia Terhadap Produksi Berberapa Klon Karet (Hevea brasilliensis Muell Arg.) Renitasari, Eka; Fatimah, Titien; Madjid, Abdul
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3, No 1 (2019): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.886 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v3i1.132

Abstract

Salah satu penunjang produksi tanaman karet dalam menghasilkan getah lateks adalah pengaplikasian stimulansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara klon karet dengan stimulansia terhadap produksi tanaman karet. Penelitian ini dilakukan di PTP N XII Kebun renteng Ajung Kabupaten Jember pada 26 desember 2017 – 15 Januari 2018. Penelitian ini mengguunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah faktor klon menggunakan 4 taraf yaitu, taraf K1 (PB 260), K2 (GT 1), K3 (RRIC 100), K4 (BPM 24). Faktor kedua adalah stimulansia dengan 3 taraf yaitu, S1 (Amcotrel 10 PA), S2 (karet full), S3 (non stimulansia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi yang baik ditunjukkan oleh kombinasi perlakuan antara klon RRIC 100 dengan stimulansia karet full dan kombinasi perlakuan GT 1 dengan stimulansia amcotrel 10 PA. Namun, hasil produksi getah lateks menunjukkan bahwa perlakuan kontrol lebih tinggi dari semua perlakuan stimulansia.
Aplikasi Paclobutrazol dan Pupuk Makro Anorganik Terhadap Hasil dan Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.) Ningsih, Riani; Rahmawati, Dwi
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 1, No 1 (2017): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.152 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v1i1.21

Abstract

Ketersediaan pangan terutama padi terus diupayakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil panen dan kualitas benih padi melalui aplikasi paclobutrazol dan pemupukan NPK. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 2 faktor dan 3 ulangan. Dosis Paclobutrazol sebagai faktor pertama terdiri dari 4 taraf dan NPK sebagai faktor kedua terdiri dari 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan paclobutrazol tidak berpengaruh pada peningkatan hasil panen dan kualitas benih padi. Dosis NPK terbaik untuk meningkatkan hasil panen yaitu 450kg / ha Urea, 112,5kg / ha SP-36, 75kg / ha KCl (D3) dengan nilai 17,675 ton / ha dan dosis NPK terbaik untuk meningkatkan kualitas benih adalah 150 kg / ha Urea, 37,5 kg / ha SP-36, 25 kg / ha KCl (D1) dengan nilai sebesar 80,56% untuk daya perkecambahan dan 19,24% untuk jumlah kecepatan perkecambahan biji. Tidak ada interaksi antara aplikasi Paclobutrazol dan pemupukan NPK terhadap hasil panen dan benih kualitas beras.
Keanekaragaman dan Sebaran Mikroba Endofit Indigenous Pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Septia, Erfan Dani; Parlindo, Fitra
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3, No 1 (2019): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1446.479 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v3i1.159

Abstract

Permintaan yang tinggi terhadap komoditas Kedelai seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat pada produk-produk olahannya. Kenyataan tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas kedelai dalam negeri. Riniarsi (2016) melaporkan bahwa produktivitas kedelai tahun 2016 bahkan mengalami penurunan sebesar 3.95% dibandingkan tahun sebelumnya.  Faktor yang menyebabkan penurunan produksi kedelai salah satunya karena penyakit yang disebabkan oleh virus tanaman. Seiring dengan tren pengurangan bahan kimia sintetis pada praktik budidaya tanaman, aplikasi mikroba endofit indigenous menjadi solusi alternatif dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman mikroba endofit indigenous pada berbagai bagian jaringan tanaman kedelai dan menguji virulensinya secara in vitro.Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi. Hasil eksplorasi cendawan endofit indigenous berjumlah 11 isolat dan bakteri berjumlah 3 isolat. Cendawan endofit indigenous berhasil diisolasi dari seluruh jaringan tanaman, kecuali polong. Keragaman cendawan endofit indigenous tertinggi terdapat pada jaringan akar dan batang, yaitu masing-masing berjumlah 4 isolat. Identitas cendawan endofit indigenous yang berhasil diidentifikasi antara lain adalah Fusarium sp., Verticilllum sp., Alternaria sp., Aspergillus sp., dan Penicillium sp. Adapun 6 isolat lainnya tidak dapat terindentifikasi. Bakteri endofit indigenous hanya terisolasi dari jaringan polong, akar, dan tanah. Seluruh bakteri merupakan golongan bakteri Gram negatif. Berdasarkan hasil Uji Hipovirulensi, terhadap 7 isolat cendawan endofit indigenous yang masuk dalam kategori hipovirulen dan 4 isolat lainnya bersifat virulen. Sedangkan semua isolat bakteri endofit indigenous yang diuji menunjukkan kategori virulen.
Aplikasi Inokulasi Rhizobium dan Pupuk SP-36 Terhadap Produksi dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Var. Dering Hendrianto, Moh. Faruq; Suharjono, FNU; Rahayu, Sri
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 1, No 1 (2017): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.663 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v1i1.15

Abstract

Produksi kedelai mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh penurunan luas lahan dan stok benih. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kedelai adalah dengan memaksimalkan hasil biji setiap hektar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis inokulasi rhizobium dan beberapa dosis pupuk SP-36  terhadap  produksi dan kualitas benih kedelai Varietas  Dering. Penelitian ini dilakukan di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember dan Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan terdiri atas 12 kombinasi perlakuan. Faktor pertama adalah dosis inokulasi Rhizobium (R) yang terdiri atas  0 g/1kg benih, 5g/1kg benih, 7g/1kg benih dan 9g/1kg benih. Faktor kedua adalah pupuk SP-36 dosis (P) yang terdiri atas 69,5 kg/ha, 138kg/ha, dan 207,5kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi Rhizobium (R) menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah bintil akar. Perlakuan R1 (biji 5g/1kg) memberikan hasil tertinggi untuk jumlah bintil akar. Aplikasi dosis pupuk SP-36 (P) juga menunjukkan pengaruh yang sangat signifikan untuk usia berbunga, jumlah polong, hasil setiap tanaman, produksi setiap hektar dan berat 100 biji. Perlakuan P3 (dosis 207,5kg/ha) memberikan hasil tertinggi pada usia berbunga, perlakuan P2 (dosis 138kg/ha) memberikan hasil tertinggi untuk jumlah polong, hasil setiap tanaman dan produksi setiap hektar, dan perlakuan P1 (dosis 69,5kg/ ha) memberikan hasil tertinggi pada berat 100 biji.
Optimasi Pertumbuhan Plantlet Cattleya Melalui Kombinasi Kekuatan Media Murashige-Skoog dan Bahan Organik Latifah, Rianti; Suhermiatin, Titien; Ermawati, Netty
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 1, No 1 (2017): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.531 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v1i1.20

Abstract

Salah satu teknik untuk mengoptimalkan pertumbuhan Anggrek Cattleya yaitu menggunakan kultur in vitro dengan cara menyusun isi media. Nutrisi di dalam media sangat penting untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi media alternatif yang rendah biaya, bahan-bahan mudah ditemukan dan mampu memenuhi kebutuhan tanaman. Penyusunan media dilakukan dengan kekuatan media Murashige-Skoog (MS) dan bahan organik yang berbeda seperti ekstrak wortel dan air kelapa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi media MS yang berbeda, dan faktor kedua adalah komposisi kombinasi filtrat wortel dan air kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ¼ MS dan media penuh MS tidak memberikan pengaruh perbedaan yang nyata terhadap semua parameter. Kombinasi terbaik dan berbeda nyata ditunjukkan ½ MS + 50 ml/L filtrat wortel + 200 ml/L air kelapa yang menghasilkan interaksi yang sangat berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah akar berbeda secara nyata pada 16 minggu setelah tanam. Selain itu, bahan organik dengan 50 ml/L filtrat wortel + 200 ml/L air kelapa menghasilkan tinggi tanaman yang berbeda sangat nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi (NaCl) Terhadap Hasil dan Mutu Cabai Merah (Capsicum annum L.) Mardhiana, Febby; Soeparjono, Sigit; Handoyo, Tri
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2, No 1 (2018): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.33 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v2i1.81

Abstract

Cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman penting di Indonesia. Dalam 100 gram cabai segar mengandung sekitar 0,1-1,5% capsaicin yang merupakan tingkat kualitas cabai. Salah satu faktor yang mempengaruhi kadar capsaicin adalah kondisi stres salinitas. Kami mengamati efek salinitas dan waktu aplikasi pada hasil dan kandungan capsaisin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tanaman cabai dengan penambahan konsentrasi dan waktu aplikasi NaCl terhadap cabai dan kualitas. Penambahan konsentrasi NaCl sampai 9000 ppm dan waktu penerapan fase vegetatif NaCl dapat meningkatkan variabel kualitas kadar capsaicin dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
Karakter Kualitatif dan Kuantitatif Beberapa Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Cekaman Salinitas (NaCl) Muttaqien, Mohammad Irvan; Rahmawati, Dwi
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 3, No 1 (2019): MARET
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.181 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v3i1.94

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi di lahan pasang surut yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) dengan menggunakan karakter varietas yang toleran. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 bulan, dari bulan Agustus sampai Desember 2017 di desa Kreongan, kecamatan Patrang, Kabupaten Jember . Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non factorial (RAK) dengan 1 faktor dan 4 ulangan. Perlakuan varietas yang digunakan adalah Inpari 42 (V1), IPB 3S (V2), IR64 (V3), Ciherang (V4), Mekongga (V5), IR66 (V6), Sintanur (V7). Hasil penelitian pada tanah yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) 5303,45 ppm menunjukkan bahwa karakter kualitatif semua varietas sesuai dengan deskripsi varietas sedangkan karakter kuantitatif menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata pada tinggi tanaman vegetatif, dan berpengaruh sangat nyata pada tingkat toleransi tanaman, tinggi tanaman generatif, panjang daun bendera, panjang malai, jumlah gabah per malai, jumlah gabah bernas, bobot 1000 butir, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, produksi per hektar, potensi hasil per hektar, daya berkecambah, kecepatan tumbuh serta keserempakan tumbuh benih. Hasil menunjukkan bahwa Varietas Sintanur menunjukkan hasil terbaik pada produksi per hektar, potensi hasil dan kualitas benih. Inpari 42, IPB 3S, IR64, Ciherang, mekongga, Sintanur adalah varietas toleran dan IR66 cukup toleran.
Korelasi Tingkat Naungan dan Cekaman Air Terhadap Variabel Laju Pertumbuhan Relatif Tumbuhan Ageratum conyzoides Linn. Busaifi, Riski
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 1, No 2 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.37 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v1i2.44

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi tingkat naungan dan cekaman air pada laju pertumbuhan relatif tumbuhan Ageratum conyzoides Linn. Penelitian dilaksanakan di Lahan PPPPTK Pertanian Cianjur yang berlangsung pada bulan Desember 2012 sampai Februari 2013. percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-plot design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah tingkat naungan sebagai petak utama yang terdiri dari naungan 0%, 25%, 45%, dan 55%, sebagai anak petak cekaman kekeringan (% Kapasitas Lapang) terdiri dari 100%, 80%, 60%, dan 40% Kapasitas Lapang (KL). terdapat 16 Kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan . setiap satuan perlakuan terdapat 4 tumbuhan yang seluruhny diamati. hasil percobaan menunjukkan bahwa tingkat naungan dan cekaman kekeringan berkorelasi positif terhadap Laju Pertumbuhan Relatif, bobot segar, bobot kering dan luas daun tumbuhan Ageratum conyzoides Linn. 
Aplikasi Trichoderma sp. dan Lama Penyimpanan Terhadap Dormansi Benih Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.) Rahmawati, Dwi; Wijayanti, Reni
Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 2, No 2 (2018): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.694 KB) | DOI: 10.25047/agriprima.v2i2.98

Abstract

Benih Oyong (Luffa acutangula (L.) Roxb.) memiliki dormansi fisik, serta berkulit keras dan tebal. Salah satu upaya untuk mematahkan dormansi fisik adalah menggunakan mikroorganisme Trichoderma sp dan penyimpanan. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, pada bulan Agustus hingga November 2017, bertempat di Laboratorium PT. Benih Citra Asia, Jl. Akmaludin No. 26 Jember Jawa Timur 64117. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu lama perendaman yang terdiri dari 4 taraf, Tanpa Perendaman, direndam dengan larutan spora Trichoderma sp. selama 1 Hari, 2 Hari, dan 3 Hari. Faktor kedua adalah lama penyimpanan yang terdiri dari 2 taraf, yaitu disimpan selama 0 Minggu, dan 2 Minggu. Penelitian lama perendaman Trichoderma  sp. memberikan hasil pengaruh nyata pada parameter Indeks Dormansi (ID) dan pengaruh sangat nyata pada parameter Kecepatan Tumbuh. Perlakuan perendaman selama 2 hari memberikan hasil. Sedangkan pengaruh penyimpanan (S) memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada parameter kecepatan tumbuh. Perlakuan penyimpanan setelah aplikasi memberikan hasil meningkatkan nilai KcT sampai 17,58%/etmal. Interaksi antara perlakuan Lama Perendaman Tichoderma sp dan penyimpanan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata pada parameter kecepatan tumbuh dan pada parameter Indeks Dormansi serta benih abnormal. Benih Oyong yang yang direndam menggunakan larutan Trichoderma sp. selama 2 hari tanpa disimpan memiliki Kecepatan Tumbuh diatas 17%/ etmal, yaitu 17,65%/ etmal, dengan Indeks Dormansi paling rendah yaitu 13,33%.