cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika
Published by STKIP PGRI Banjarmasin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Math Didactic adalah jurnal pendidikan matematika yang memuat hasil penelitian, kajian, dan pemikiran pada bidang pendidikan matematika. Diterbitkan tiga kali setahun, periode Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Banjarmasin. Dalam pengelolaannya didelegasikan pada Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Pengaruh pembelajaran kooperatif dengan tipe Think Pair Share (TPS) terhadap kemandirian belajar matematika mahasiswa Wahyuni, Astri
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i0.269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembelajaran kooperatif tipe TPS terhadap kemandirian belajar matematika mahasiswa program studi matematika FKIP UIR Tahun Ajaran 2017/2018 pada mata kuliah Aljabar Linear. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa matematika semester 3 (tiga) yang terdiri dari lima kelas, yaitu kelas 3A, 3B, 3C, 3D dan 3E. Sampel yang dipilih kelas 3B dan 3D. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik angket yang terlebih dahulu telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan strategi TPS dengan mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan konvensional dengan nilai Prestest (Sig 0,072) dan Postest (Sig 0,000 ). Selain itu, nilai kemandirian belajar mahasiswa pun berbeda antara kelompok eksperimen (Min. 85,76 dan SD. 7,47) dengan kelompok kontrol (Min. 83,97 dan SD 6,61). Maka dapat disimpulkan pembelajaran kooperatif dengan metode Think Pair Share (TPS) dapat mempengaruhi kemandirian belajar dan hasil belajar matematika mahasiswa program studi matematika FKIP UIR secara signifikan.
Pengembangan perangkat pembelajaran visual thinking disertai aktivitas quick on the draw pada mata kuliah metode numerik Aini, Septi Dariyatul; Irawati, Sri
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i0.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran mata kuliah metode numerik semester genap dengan pembelajaran visual thinking disertai aktivitas quick on the draw pada hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan model ADDIE (Analysis; Design; Development; Implementation; Evaluation). Subjek penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa kelas A semester IV Pendidikan Matematika Universitas Madura. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran berupa RPM, LKM, dan THB. Dari hasil validasi ahli, skor observasi aktivitas dosen dan mahasiswa, tes hasil belajar, dan angket respon mahasiswa menunjukkan bahwa RPM, LKM, dan THB adalah valid, praktis, dan efektif. Dinyatakan valid karena koefisien validitas RPM, LKM, dan THB memiliki nilai rata-rata 3,79. Praktis karena rata-rata skor aktivitas dosen dan mahasiswa berturut-turut sebesar 3,78 (sangat baik) dan 3,38 (baik). Dan efektif karena respon mahasiswa 84,76% (positif); dan hasil tes sebesar 85,71% (tuntas secara klasikal).
Penerapan pendekatan model eliciting activities (MEAS) untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika SMP Ferdiani, Rosita Dwi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3 No 3 (2017)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v3i3.129

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman konsep pada materi SPLDV SMP. Konsep merupakan suatu obyek penting dalam matematika. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMP Islam PGRI Sumber Pitu, Kec. Tutur,  Pasuruan kelas VIII A, didapat kesimpulan bahwa terdapat 11 anak dari 28 anak yang belum memahami konsep tentang persamaan linier dua variabel. Penggunaan Pendekatan Model Eliciting Activities (MEAs) dalam pembelajaran merupakan solusi untuk membantu peserta didik  dalam memahami konsep. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas secara kolaboratif yang dilakukan untuk memahamkan konsep peserta didik SMP Islam PGRI Sumber Pitu, Kec. Tutur. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya pemahaman siswa dari tindakan I ke tindakan II. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan pemahaman siswa dari tes tindakan 1 ke tes tindakan 2. Berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada tindakan 1 yang berjumlah 18 dari 28 peserta didik mencapai kategori cukup paham dengan rata- rata perolehan skor yaitu 6. Berdasarkan hasil tes yang dilaksanakan pada tindakan II yang berjumlah 24 dari 28 peserta didik mencapai kategori paham dengan rata – rata skor 8.
Etnomatematika sebagai salah satu upaya penguatan kearifan lokal dalam pembelajaran matematika Chrissanti, Maria Isabella
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i0.191

Abstract

Arus globalisasi perlahan telah mengikis nilai-nilai luhur budaya bangsa yang telah diwariskan oleh para leluhur sejak abad-abad sebelumnya. Nilai-nilai kearifan budaya lokal yang merupakan bagian dari identitas diri suatu bangsa seringkali terlupakan seiring kehidupan yang semakin modern. Apabila hal semacam ini terus-menerus dibiarkan terjadi, maka bukan tidak mungkin jika pada akhirnya bangsa ini akan kehilangan jati dirinya. Untuk itulah penguatan kearifan lokal menjadi suatu hal yang perlu diupayakan dengan sungguh-sungguh, salah satunya melalui pendidikan. Dalam kajian ini dibahas mengenai upaya penguatan kearifan lokal dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika, melalui pembelajaran berbasis budaya. Sekitar tahun 1985, D’Ambrosio memperkenalkan konsep pembelajaran berbasis budaya dalam konteks matematika yang kemudian dikenal dengan istilah etnomatematika. Secara umum, etnomatematika dapat dipandang sebagai suatu konsep pembelajaran matematika dalam kerangka budaya dan antropologi. Dalam etnomatematika, siswa bukan hanya diajak untuk mengembangkan kemampuan matematisnya melainkan juga mempertahankan budaya yang merupakan karakter asli bangsanya. Oleh sebab itu, etnomatematika dipandang relevan tidak hanya untuk mengembangkan kemampuan matematis siswa, namun juga memperkuat nilai-nilai kearifan lokal dalam diri siswa tersebut.
Penerapan media dan buku ajar siswa berbasis meaningful learning pada materi bangun datar untuk meningkatkan berpikir kreatif siswa kelas III sekolah dasar Normalasarie, Normalasarie; Aulia, Siti
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i0.119

Abstract

Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan guru di SDN Pelambuan 7 Banjarmasin dengan guru kelas III disimpulkan bahwa siswa masih kesulitan dalam mengikuti pembelajaran matematika,khususnya pada materi bangun datar. Bahan ajar yang mereka gunakan selama ini berupa buku pelajaran biasa dan LKS yang jumlahnya terbatas dan bukan buatan guru itu sendiri, sehingga tidak sesuai dengan karakter siswa. Meaningful learning merupakan suatu proses dikaitkan informasi baru dengan konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Plomp karena memiliki urutan sederhana, sistemis dan jelas dipahami, menurut Plomp (Hobri 2010) ada lima fase dalam mendesain pengembangan ini yaitu (1) Fase investigasi awal (2) Fase desain ( 3) Realisasi/konstruksi (4) Fase evaluasi dan revisi (5) Fase implementasi. Hasil penelitian ini menghasilkan buku ajar siswa. Buku ajar siswa terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, pembahasan dan penutup. Hasil validasi ahli dan praktisi menunjukkan buku ajar siswa yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor rata-rata 3,4. sehingga buku ajar siswa tersebut telah memenuhi kriteria kepraktisan. Keefektifan buku ajar siswa ditentukan dari analisis (1) tes penguasaan materi buku ajar, (2) aktivitas guru dan siswa, dan (3) hasil wawancara dengan siswa. Berdasarkan uji coba yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil yaitu sebanyak 85% mendapat nilai minimal 65, sehingga kriteria ketuntasan secara klasikal telah terpenuhi
Daftar Isi Riadi, Arifin
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i0.301

Abstract

Math Didactic
Halaman Sampul Riadi, Arifin
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 (2018)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v4i0.299

Abstract

Math Didactic
Kriteria Berpikir Geometris Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Fajriah, Noor
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objek-objek yang dibahas dalam materi geometri memang tidak asing lagi bagi siswa sehingga diharapkan mereka tidak mendapat kesulitan dalam belajar geometri di sekolah. Kenyataannya, siswa SMP di Cyprus dan Malaysia mengalami kesulitan, antara lain mengenai materi: sudut yang terbentuk dari garis yang memotong garis sejajar, visualisasi, penalaran formal, mengkonstruksi bangun geometris, istilah geometri. Berdasarkan kenyataan tersebut, terlihat ada masalah dalam pembelajaran geometri di SMP sehingga diperlukan cara-cara untuk mengatasinya. Pembahasan ini dibatasi untuk menentukan kriteria berpikir geometris siswa SMP. Diharapkan dengan mengetahui kriteria berpikir geometris siswa maka dapat diruntut kelemahan geometri sehingga akhirnya dapat membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan geometrisnya. Adapun kriteria-kriteria berpikir geometris siswa SMP dalam menyelesaikan masalah geometri adalah mengillustrasikan objek geometri berdasarkan deskripsi verbal atau sebaliknya, menjelaskan objek geometri berdasarkan deskripsi verbal atau sebaliknya, menggambarkan objek geometri berdasarkan sifat-sifatnya dengan menggunakan alat yang sesuai, mengidentifikasi konse-konsep geometri, menentukan dan menjelaskan hubungan antar konsep geometri, menjelaskan alasan - alasan yang diperlukan untuk menarik kesimpulan.
PROBLEM-BASED LEARNING MENINGKATKAN HIGHER-ORDER THINKING SKILLS SISWA KELAS VIII SMPN 1 DAHA UTARA DAN SMPN 2 DAHA UTARA Riadi, Arifin
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higher-order thinking skills (HOTS) merupakan keterampilan yang harus dimiliki siswa karena permasalahan yang ada di kehidupan nyata (real life problems) bersifat kompleks, banyak variabel, dan mengharuskan untuk lebih dari sekedar menghafalkan fakta atau konsep. HOTS dalam penelitian ini mencakup creating, problem solving, evaluating, analysing, dan critical thinking. Berdasarkan temuan di SMP Negeri 1 Daha Utara dan SMP Negeri 2 Daha Utara menunjukkan bahwa HOTS siswa masih sangat rendah. Problem-based learning (PBL) adalah salah satu alternatif metode pembelajaran yang berbasis penemuan (inquiry) sehingga aktivitas siswa dalam pembelajaran lebih dominan dibandingkan dengan guru, sehingga diharap mampu meningkatkan HOTS siswa. Eksperimen semu dilakukan untuk mengetahui apakah PBL berdasarkan 5 fase dari Arends (2008) mampu meningkatkan HOTS siswa yang terdiri dari 5 keterampilan menurut Brookhart (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL di kelas VIII pada kedua sekolah meningkat, dengan peningkatan maksimal pada keterampilan analysing.
Number Sense: Berpikir Fleksibel dan Intuisi tentang Bilangan Hadi, Sutarto
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman anak mengenai bilangan bertujuan untuk menambah dan mengembangkan keterampilan berhitung dengan bilangan sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek utamanya adalah menekankan pengembangan kepekaan terhadap bilangan atau dikenal dengannumber sense. Number sense dapat diartikan sebagai berpikir fleksibel dan intuisi tentang bilangan. Untuk menilai sifat number sense yang dimiliki seorang individu, kita harus memeriksa fleksibilitas terhadap bilangan yang ditunjukkan oleh individu tersebut. Fleksibilitas ini dapat diamati ketikaseseorang melakukan empat komponen number sense, yaitu menilai besaran bilangan, komputasi mental, estimasi, dan menilai kerasionalitasan atau kewajaran hasil perhitungan yang diperoleh.

Page 1 of 20 | Total Record : 200