cover
Filter by Year
Vitruvian
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles
36
Articles
Layout Jurnal Vitruvian

Vidiyanti, Christy

Vitruvian Template Naskah Vitruvian
Publisher : Vitruvian

Full PDF (159.593 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berisi layout untuk naskah artikel pada jurnal vitruvian

EVALUASI PASCA HUNI PADA PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI MULIA 3 JAKARTA SELATAN

Siswoyo, Mary Eirene, Hardi, Joni

Vitruvian Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (1003.53 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPanti Sosial Tresna Werdha hadir sebagai tempatbernaung bagi orang terlantar yang sudah menua. Latar belakang lansia yang berbeda-beda serta sejauh manabangunan panti dapat memenuhi kebutuhan lansia sebagai pengguna,menjadi fakta menarik untuk diungkapkan. Oleh karena itu, evaluasi pasca huni menjadi metode yang tepat digunakan dalam penelitian ini, berpedoman kepada aspek teknis, aspek fungsional dan aspek perilaku. Panti yang terdiri dari 3 bangunan berbeda mendukung penelitian secara komparatif dengan pendekatan kuantitatif dalam mengolah data serta pendekatan kualitatif dalam penyajiyan hasil. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi langsung dengan lembar observasi, kuesioner terbuka dan tertutup, walk-through interview serta dokumentasi. Keseluruhan instrumen penelitian berbeda penggunaannya sesuai dengan aspek yang diteliti. Hasil penelitian dari ketiga aspek evaluasi pasca huni menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antar-aspek terhadap penilaian yang diberikan bagi masing-masing bangunan.Kata Kunci : evaluasi pasca huni, panti jompo, lansia terlantarABSTRACTElderly Social Institution presenceas a shelter for displaced people who are aging. Different backgrounds of elderly and how extents to institution building can complete the needs of elderly as a user, it becomes interesting facts to be disclosed. Therefore, post-occupancy evaluation appropriate method used in this research, guided by the technical aspect, the functional aspect and the behavioral aspect. The institution consists of 3 different buildings to support comparative research with quantitative approach for data processing and qualitative approach for showing results.The research instrument used was direct observation using observation sheets, questionnaire open and closed, walk-through interviewand documentation. All of research instrument is used differently according to the aspects researched. The results from all aspects of post-occupancy evaluation shows that there is relationship between aspects and the assessment provided for each buildings.Keywords : post occupancy evaluation, elderly institution, displaced elderly

PENGARUH KERAPATAN BANGUNAN PADA KARAKTERISTIK TERMAL RUMAH TINGGAL KAMPUNG NAGA TERHADAP KENYAMANAN PENGHUNI

Swasti, Tathia Edra

Vitruvian Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (838.914 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKampung Naga adalah salah satu kampung adat yang masih bertahan di Jawa Barat. Berdasarkan kondisi tersebut, Kampung Naga dijadikan tempat pariwisata dan konservasi yang harus dilestarikan dan dikembangkan oleh pemerintah. Dalam mempelajari arsitektur tradisional tidaklah cukup dengan mempelajari bentuknya saja, tetapi harus mendalami kajian tentang ruangnya. Untuk mempelajari kualitas suatu ruang perlu dinilai kualitasnya secara terukur dengan mengetahui tingkat kenyamanan termal bangunan. Kampung Naga merupakan permukiman yang bangunannya tersusun secara berderetan. Jarak bangunan dan keadaan lingkungan di Kampung Naga bervariasi, hal ini adalah salah satu yang mempengaruhi kenyamanan termal bangunan. Fenomena pada lokasi studi adalah bangunan tertata berderet secara rapat dan tergantung pada keberadaan jalan eksisting sehingga kemungkinan suhu, kelembaban, dan kecepatan angin di permukiman kampung naga perlu diteliti lebih lanjut untuk mengetahui dengan benar kepadatan bangunan yang ditentukan oleh jarak antar bangunan mempengaruhi kenyamanan termal.Kajian ini diharapkan dapat membantu dalam melengkapi konsep arsitektur tradisional Kampung Naga berkaitan tentang karakteristik termal, yang di gunakan sebagai konsep untuk melakukan usaha melestarikan bangunan dan membantu dalam usaha konservasi bangunan rumah Kampung Naga dan perancangan rumah yang sesuai dengan desain rumah Kampung Naga, dengan memberikan gambaran mengenai karakteristik termal yang akan terjadi.Kata Kunci : Karakteristik Termal, Kampung Naga, KenyamananABSTRACTKampung Naga is one of the surviving indigenous villages in West Java. Under these conditions, the Naga village used as a place of tourism and conservation that should be preserved and developed by the government. In studying traditional architecture is not only to study the design, but should deepen the study of space. To study the quality of a space should be assessed the measurable quality by knowing the thermal comfort level of the building. Kampung Naga is a building habitation which were arranged in rows. The distance between buildings and environmental situation in Kampung Naga varies, it is one that affects the thermal comfort of the building. The tendency of the location in this study is lined by buildings arranged closely and depends on the presence of the existing road so that the possibility of temperature, humidity, and wind speed in the Kampung Naga needs to be further investigated to ascertain the building density precisely which is determined by the distance between buildings affects to the thermal comfort.This study is expected to assist in completing the traditional architectural concepts related Kampung Naga on the thermal characteristics, that is used as a concept to make the effort to preserve the building and assist building conservation campaign in Kampung Naga and planning the architectural home design that suits to the home design of Kampung Naga, to provide an overview of the thermal characteristics oncoming.Keyword: Thermal Characteristics, Naga Village, Comfort

EVALUASI PERUBAHAN DESAIN FISIK UNIT HUNIAN APARTEMEN GREEN PARK VIEW TOWER E

Mansah, Dede Nur, Artiningrum, Primi

Vitruvian Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (313.921 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTingginya permintaan akan hunian vertikal mendorong pengembang Cempaka Group untuk membangun fasilitas hunian vertikal / apartemen dikawasan Daan Mogot Jakarta Barat dengan nama Apartemen Green Park View. Namun desain unit hunian yang ditawarkan oleh pengembang tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan atau selera penghuni.Hal ini terbukti dengan ditemukanya perubahan – perubahan desain fisik terhadap unit hunian yang disediakan oleh pengembang. Penelitian ini akan melihat bagaimana perubahan – perubahan fisik yang terjadi pada unit hunian tersebut. Sebagai sampel penelitian ini diambil sejumlah unit yang telah dihuni selama 2 tahun.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan yang terjadi sebagaian besar pada dinding yang dirubah warna catnya dan penambahan elemen plafond.Kata Kunci : Adaptasi, Apartemen Green Park View, Bangunan, Transformasi, Unit HunianABSTRACTThe high demand for vertical housing Cempaka Group encourages developers to build housing facilities vertical / apartment in West Jakarta area by the name of Apartment Green Park View. However, the design of housing units offered by developers are not always able to meet the needs or tastes of the occupants. This is evidenced by the changes found - changes in the physical design of the housing units provided by the developer. This study will look at how changes - physical changes that occur in the dwelling unit. As the study samples were taken a number of units that had been occupied for two years. The method used in this study is a qualitative method of collecting data through observation and interviews. The results of this study showed that most of the changes in the wall that changes color paint and add an element of the ceiling.Keywords : Adaptation, Apartemen Green Park View, Building, Transformation, unit residence

STRUKTUR RUMAH TINGGAL MASYARAKAT JULAH: WUJUD PEWARISAN TRADISI ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI BALI UTARA

Nurjani, Ni Putu Suda

Vitruvian Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (616.404 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIsu lingkungan telah menjadi isu populer dan aktual dalam satu dekade terakhir ini. Hal itu melahirkan berbagai upaya untuk menghasilkan solusi yang tepat bagi permasalahan lingkungan. Berdasarkan kondisi tersebut, salah satu konsep pemecahan masalah yang saat ini banyak dibicarakan adalah arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture). Namun demikian, sustainable architecture bukan sekedar menyangkut persoalan teknologi-material, tapi juga menyangkut sikap budaya dan pendidikan. Pada masyarakat tradisional misalnya, sustainability terjadi bukan hanya dengan perwujudan fisik, namun lebih pada adanya kepercayaan atas nilai-nilai yang mendasarinya, yaitu penghargaan dan pemahaman untuk menjaga keselarasan alam. Seperti yang terjadi pada masyarakat Desa Julah. Julah merupakan salah satu desa Bali Aga (Bali asli) yang sampai saat ini sangat taat terhadap adat dan tradisi. Berdasarkan hasil observasi penulis di Desa Julah, tidak ditemukan perubahan yang besar terutama dalam hal pembentukan struktur spasial ruang rumah tinggal masyarakatnya. Walaupun sudah banyak masyarakat Julah yang mapan dari segi ekonomi, akan tetapi mereka tetap taat terhadap adat dan tradisi. Kelestarian lingkungan adalah hal utama yang menjadi pertimbangan dalam setiap permasalahan yang terjadi di Desa Julah. Penelitian ini mengkaji dua hal mendasar yang membentuk karakter keruangan rumah tinggal masyarakat Julah. Pertama, mendeskripsikan bagaimana pola perilaku budaya masyarakat Julah dalam berinteraksi dengan lingkungan alam dan lingkungan binaan (arsitektur) secara selaras dan berkelanjutan. Kedua, mengkaji bagaimana pola perilaku itu dipelihara dan diwariskan melalui proses pembelajaran kepada generasi berikutnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, yang tidak hanya berfokus pada proses (perilaku) tetapi juga pada bentuk fisik rumah tinggal sebagai produk budaya arsitektur.Kata Kunci : Arsitektur berkelanjutan, rumah tinggal, tradisiABSTRACTEnvironmental issues have become a popular and actual issues in the past decade. It spawned numerous attempts to produce appropriate solutions for environmental problems. Under these conditions, one of the problem-solving that is currently widely discussed in architecture is sustainable development. However, sustainable architecture is not simply linked to a problem-material technology, but also about cultural attitudes and education. In traditional societies, for example, sustainability occurs not only with the physical embodiment, but rather on their confidence in the underlying values, namely respect and understanding to maintain the harmony of nature. As happened in the village community Julah. Julah is a Bali Aga village (original Balinese), which until now was very obedient to the customs and traditions. Based on observations in this village, there are no major changes, especially in terms of the formation of the spatial structure of residential space community. Although, many people in Julah village established in terms of the economy, but they remain obedient to custom and tradition. Environmental sustainability is the main thing to be considered in any problems that occurred in the Julah village. This study examines the two fundamental things that characterize spatial of Julah residential community. First, describe how the patterns of cultural behavior in society Julah interact with the natural environment and the built environment (architecture) in a harmonious and sustainable. Second, examine how patterns of behavior that are maintained and passed through a learning process to the next generation. The method used in this study is a qualitative research method, which not only focuses on the process (behavior) but also on the physical form of the residence as a cultural product architecture.Keyword: sustainable architecture, house, tradition

PENGARUH BENTUK ATAP TERHADAP KARAKTERISTIK THERMAL PADA RUMAH TINGGAL TIGA LANTAI

Kholiq, Afrizal, Hidayat, Muhammad Syarif

Vitruvian Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (423.463 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeberapa faktor yang menjadi penentu tingkat kenyamanan dalam ruang pada desain rumah tinggal adalah desain envelope (selubung bangunan), karena mempengaruhi beban panas yang diterima mencapai 80%. Atap menjadi elemen pertama yang melindungi rumah tinggal dari berbagai cuaca dan menerima energi panas langsung dari matahari. Oleh karena itu, pengaruh bentuk atap terhadap kenyamanan dalam ruang menjadi hal yang menarik untuk diteliti, untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya terhadap suhu udara ruang didalamnya.Objek penelitian adalah ruang yang berada dalam satu bangunan rumah tinggal yang menggunakan dua jenis atap, yaitu atap miring dan atap datar yang berada di kawasan Ancol, Jakarta. Penelitian difokuskan pada dua ruang yang berada langsung dibawah penutup atap. Penelitian hanya fokus pada faktor-faktor kenyamanan termal, seperti suhu udara, kelembaban udara relatif, aliran udara, dan suhu permukaan, serta suhu udara rongga atap. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan pengamatan langsung, pengukuran lapangan dengan rekayasa, dan mengumpulkan teori dan standar kenyamanan termal yang berkaitan dengan variable penelitian setelah itu akan diolah dengan tabulasi dan grafik, dan dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan.Hasil penelitiannya adalah suhu permukaan atap, suhu udara rongga atap dan suhu udara dalam ruang pada ruang yang menggunakan atap datar lebih tinggi dibandingkan dengan ruang yang beratap miring.Kata Kunci : atap, rumah tinggal, kenyamanan termalABSTRACTSome of the factors that determines the level of comfort in the room on residential design is the design envelope (building envelope), because it affects the heat load received 80%. Roof becomes the first element that protects homes from various weather and receives heat energy directly from the sun. Therefore, the influence of the shape of the roof of comfort in the room becomes interesting to study, to know how big influence on the air temperature inside the room. The object of research are spaces that are in a residential building that uses two types of roofs, the sloping roof and flat roof located in Ancol, Jakarta. The study focused on two spaces located directly under the roof covering. The study only focused on thermal comfort factors, such as air temperature, relative humidity, air flow, and the surface temperature and air temperature roof cavity. The goal is to determine and compare the thermal conditions of each of the space. Research using quantitative methods by direct observation, field measurements engineering, and collecting theories and standards relating to thermal comfort research variable after it is treated with tabulations and charts, and analyzed to obtain conclusions. Results of the study was the roof surface temperature, air temperature and air temperature roof cavity in space on the space using flat roof is higher than the slant-roofed space.Keywords : roof, houses, thermal comfort

OPTIMALISASI PEMANFAATAN GREYWATER PADA BANGUNAN RUMAH SUSUN SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE Studi Kasus: Rumah Susun Juminahan di Yogyakarta

Handoko, Jarwa Prasetya S

Vitruvian Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (488.575 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSuplai air bersih bagi kota besar di Indonesia merupakan isu yang mengemuka seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan air bersih penduduk perkotaan di Indonesia. Konsep sustainable arsitektur dalam desain bangunan dengan upaya pengolahan air limbah untuk reuse dan recycle sesuai dengan kebutuhan penghuni bangunan dapat sebagai salah satu upaya yang dapat diterapkan dalam mengatasi permasalahan ini.Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal ini membawa konsekuensi bertambahnya kebutuhan permukiman bagi masyarakatnya. Upaya pemenuhan kebutuhan permukiman penduduk perkotaan dilaksanakan oleh pemerintah Yogyakarta. Rumah susun merupakan salah satu bentuk permukiman penduduk perkotaan yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah.Pembangunan fasilitas baik itu permukiman maupun fungsi lain khususnya bangunan dengan kapasitas penghuni yang besar adalah ketersediaan air bersih bagi penghuninya. Sehingga bangunan yang berpotensi membutuhkan air bersih dalam jumlah besar harus mempertimbangkan aspek pemakaian air untuk ikut memberikan solusi permasalahan krisis air perkotaan. Konsep pemanfaatan grey water merupakan salah satu konsep yang ditujukan sebagai upaya pemanfaatan air limbah bangunan untuk memenuhi kebutuhan air pada bangunan. Konsep ini memberikan alternatif sumber air bersih untuk kegiatan tertentu pada bangunan.Oleh karena itu perlu dilakukan suatu kajian yang mengevaluasi tingkat efektifitas pemanfaatan grey water pada bangunan rumah susun terhadap pengurangan kebutuhan air bersih bangunan rumah susun serta kebutuhan kegiatan apa saja yang dapat memanfaatkan grey water pada bangunan rumah susun.Dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan grey water pada bangunan rumah susun dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk kegiatan tertentu. Sehingga hal ini dapat mengurangi kebutuhan air bersih yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup penghuninya. Hal ini akan mewujudkan upaya pemanfaatan limbah bangunan. Sehingga pemanfaatan grey water pada rumah susun dapat menjadi salah satu upaya mewujudkan sustainable architecture. Rekomendasi dari kajian ini adalah bahwa perancangan bangunan rumah susun sebaiknya dapat menerapkan konsep pemanfaatan grey water pada rancangan rumah susun. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan sebagian aktivitas pada bangunan rumah susun sebagai upaya mewujudkan sustainable architecture.Kata Kunci : Greywater, Water Conservation, Rumah Susun, Sustainable Architecture ABSTRACTClean water supply for major cities in Indonesia is an issue that is raised in line with the increasingly rapid development of the city. Various attempts were made by the government in overcoming the problems fulfilling water needs of urban population in Indonesia. The concept of sustainable architecture in the design of buildings with waste water treatment efforts to reuse and recycle in accordance with the needs of the building occupants can be as one of the efforts that can be applied to solve this problem.Yogyakarta is one of Indonesias major cities with a high population growth. This leads to increased demand for housing for the people. Addressing the needs of urban settlements implemented by the government of Yogyakarta. Flats is one form of urban settlements that are currently being developed by the government.Construction of the facility either settlements or other functions, especially buildings with large occupant capacity is the availability of clean water for the residents. So the building could potentially require large quantities of clean water should consider the use of water to help provide solutions to problems of urban water crisis. The concept of the use of gray water is one concept that is intended as an effort to utilize the building waste water to meet the water needs of the building. This concept provides an alternative source of clean water for certain activities in the building.Therefore, it is necessary to have a study that evaluates the effectiveness of the use of gray water on building flats on reducing water needs of building flats and what activities need to utilize gray water in flat buildings.From this study it can be concluded that the use of gray water in flat buildings can be utilized to fullfil water needs for certain activities. So that it can reduce the need for clean water needed to fullfil the needs of its inhabitants. This effort at building waste utilization. So that the utilization of gray water on the flats can be one of the efforts to achieve sustainable architecture. Recommendations from this study is that the design of the flat building should be able to apply the concept of utilization of gray water. This is to fullfil the needs of some activities at the flat building as efforts to achieve sustainable architecture.Keywords : Greywater, Water Conservation, Flat, Sustainable Architecture

TIPOLOGI FASAD BANGUNAN PADA PENGGAL JALAN PERMUKIMAN PERKOTAAN Studi Kasus: Kampung Arab Pekojan, Jakarta Barat

Kurniadi, Ardi, Utami, Tin Budi

Vitruvian Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (1745.372 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKawasan Pekojan di Jakarta menjadi titik awal perkembangan Kampung Arab yang lahir hampir bersamaan dengan lahirnya Kota Jakarta. Sejarah Islam di Indonesia telah menyisakan peninggalan/karya budaya yang berharga, salah satunya yaitu permukiman. Kampung Arab Pekojan kini termasuk ke dalam kawasan yang mengalami gejala penurunan kualitas kawasan yang mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan bersejarah. Sebagai perkampungan yang dikenal akan komunitas etnis Arab, Kampung Arab Pekojan juga diperkirakan akan memiliki potensi dalam pembentukan kawasan yang berkarakter. Potensi tersebut terbentuk dari karakter fisik sebagai komponen utama (tipologi fasad) dan ditunjang oleh keberadaan karakter non fisik (komunitas etnis) sebagai komponen penunjang, dengan memperhatikan sejarah perkembangan kawasan. Oleh karenanya perlu untuk mengidentifikasi tipologi fasad bangunan Kampung Arab Pekojan, Jakarta Barat. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif-deskriptif. Metode yang digunakan yaitu dengan metode pengumpulan bahan dokumen/data dan metode pengamatan/observasi.Bangunan di Kampung Arab Pekojan menyesuaikan diri dengan keadaan alam di Indonesia yang beriklim tropis. Karakter tipologi bangunan yang terdapat di Kampung Arab Pekojan saat ini merupakan bangunan dengan karakter style tertentu yaitu style arsitektur Indis (hindische). Terdapat beberapa elemen fasad yang saat ini masih mendominasi (identik) diantaranya yaitu bentuk atap. Kampung Arab Pekojan saat ini terbilang belum dapat menjadi kawasan permukiman yang berkarakter. Hal tersebut dikarenakan jumlah eksistensi/keberadaan komunitas masyarakat etnis Arab yang hanya berjumlah sedikit dan banyaknya temuan terkait keberadaan bangunan baru dengan menerapkan elemen fasad yang lebih modern, sehingga terlihat kontras dan berbeda dari fasad bangunan asli nya sebagai komponen utama pembentuk kawasan permukiman berkarakter yang belum terpenuhi.Kata Kunci : Tipologi, Karakter, Fasad, Kampung Arab, PermukimanABSTRACTKampung Arab which was born almost coincided with the birth of the city of Jakarta. The history of Islam in Indonesia has leaving heritage or valuable cultural works and one of them is settlement. Kampung Arab in Pekojan are now include in the area which experiencing symptoms of decline in the environmental quality which result quality degradation of historical regions. As a settlement which known for the ethnic Arab community, Kampung Arab Pekojan expected to have potential in the the establishment of characterization region. The potential of physical character as the main component (typology façade) and supported by the existence of a non physical character as a supporting component (ethnic communities). Therefore it necessary to identify the typology facade of building in Kampung Arab Pekojan. This research included in the types of qualitative-descriptive. The methods used by the collecting the material document/data and observation.The buildings in Kampung Arab Pekojan district adapting with natural tropical conditions in Indonesia. Characteristic of building typology which found in Kampung Arab in Pekojan district these days is building with a specific character with certain style of Indis Architecture (hindische). There are several elements of the facade which is still dominating (identical) among which the shape of the roof. Kampung Arab in Pekojan district currently cant be spelled out be a characteristic residential area. The reason is because the amount of the existence or presence of communities of Arab ethnics are few and the many findings related to the presence of new buildings by implementing elements of the modern facade, so that visible contrast and different from its original building facades as a main component forming the character of the settlement area that has not been fulfilled.Keywords : Typology, Character, Facade, Arab Village, Settlement

EVALUASI TINGKAT KENYAMANAN PADA BANGUNAN PASAR CIPULIR

Anggraini, Rika, Susetyo, Budi

Vitruvian Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (145.875 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFenomena berbelanja adalah hal yang sangat digemari bagi kebanyakan masyarakat diseluruh dunia, Seiring berlangsungnya kegiatan jual beli khususnya bangunan pasar yang sudah beroperasi, ditemukannya kondisi pasar baik luar dan dalam terlihat sudah tidak terawat, kotor, dan tidak menarik secara visual. Perlu adanya pengecekan mengenai faktor – faktor kenyamanan yang telah ada di sebuah bangunan pasar yang disesuaikan dengan persyaratan yang sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Pasar Cipulir sudah memenuhi standar kenyamanan atau tidak. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kuantitatif yang digunakan untuk mengolah data kemudian dikualitatifkan dengan dianalisa secara deskriptif, yaitu menggambarkan bagaimana kenyamanan gedung pasar dengan menggunakan cara menyebar kuesioner kepada responden dan juga dilakukan pengataman atau observasi pada lokasi studi kasus. Dari hasil penyataan yang dilakukan dengan kuisioner dan observasi menghasilkan kesimpulan jawaban bahwa pada bangunan pasar cipulir sudah pada tingkatan kenyamanan dengan skala Netral, kesimpulan skala ini didapatkan dari hasil nilai rata-rata atau mean yang menyatakan sebesar 2.77. Angka 2.77 pada skala interval menyatakan bahwa nilai < 2,6 - 3,4 = menunjukkan pada Tingkat Kenyamanan Netral / Biasa Saja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Tingkat Kenyamanan di Bangunan Pasar Cipulir adalah Netral atau Biasa Saja.Kata Kunci : Kenyamanan, Bangunan Pasar, PasarABSTRACTThe phenomenon of shopping is very popular for most people around the world, Over the course of buying and selling activities, especially the building market which is already in operation, the discovery of market conditions both outside and inside looks was not maintained, dirty, and visually unappealing. There needs to check on the factors - the comfort factor that has existed in a market building were adapted to the requirements of the standard. This study aims to determine whether Cipulir market already meet the standards of comfort or not. This research method is descriptive with quantitative methods used to process the data then analyzed descriptively dikualitatifkan with, that illustrate how the market by using a building comfort by spreading questionnaires to respondents and also do pengataman or observations in the case studies. From the results of the revelation made by questionnaire and observation lead to the conclusion that the answer to the building market Cipulir is already at a level of comfort with the scale of Neutral, the conclusion of this scale results obtained from the average value or mean that states amounted to 2.77. Figures 2.77 on a scale of interval states that the value <2.6 to 3.4 = show at Comfort Level Neutral / Neutral. It can be concluded that the level of comfort in buildings Cipulir market is Neutral or Neutral.Keywords : Comfort, Building Markets, Market

SUSTAINABLE HOME BASED ENTERPRISE: CRITERIA TOWARD THE CONCEPT Case Study: Kampung Sate, Ponorogo, Indonesia

Aditantri, Rahmatyas

Vitruvian Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Vitruvian

Full PDF (635.872 KB) | Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUsaha berbasis rumah tangga merupakan salah bentuk usaha dari masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi dengan memanfaatkan rumah tinggal sebagai tempat untuk bekerja. Kondisi seperti ini banyak terlihat pada sebagian besar negara berkembang, termasuk Indonesia. Usaha berbasis rumah tangga muncul sebagai sebuah solusi bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonominya. Kampung Sate merupakan salah satu kampung usaha berbasis rumah tangga di Ponorogo yang telah tumbuh dari waktu yang lama. Di Kampung ini, masyarakat masih menggunakan peralatan tradisional dalam menjalankan aktifitas ekonominya. Rumah – rumah dimodifikasi menjadi ruang kerja untuk menjalankan aktifitas ekonomi. Dari survai primer yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa penghuni kurang memberikan perhatian pada kondisi rumah mereka. Padahal hal penting terkait rumah produktif adalah dampak dari aktifitas produksi pada lingkungan. Saat ini isu lingkungan menjadi hal penting karena pembangunan berkelanjutan tidak akan dapat tercapai apabila masyarakat tidak peduli tentang dampak aktifitas yang diberikan pada lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan mampu memberikan penjelasan mengenai kriteria dari konsep usaha berbasis rumah tangga berkelanjutan di Kampung Sate, Ponorogo. Kriteria – kriteria tersbeut dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan konsep pembangunan lingkungan berkelanjutan pada rumah produktif.Kata Kunci : kriteria, usaha berbasis rumah tangga, kampung, pembangunan berkelanjutanABSTRACTHome based enterprise is one of the forms of effort of people in order to gain economic prosperity by using their homes as the place to work. This condition is easy seen in most developing countries, including Indonesia. Home based enterprise appears as a solution for low-middle income household to gain economic prosperity. Kampung Sate is one of home based enterprise village in Ponorogo which is evolved years. In this Kampung, the people still use traditional equipments to conduct their economic activities. The houses are modified into workshop to conduct their economic activities. From primary survey it can be seen that the inhabitants pay less attention to their house condition. The other important thing related to productive house is the impact of the production activities toward the environment. Nowadays environmental issues become important because sustainable development can not be achieved if the community does not care about the impact of a given activity on the environment. Therefore, this research is expected to give overviews regarding the criteria of sustainable home based enterprise concept in Kampung Sate, Ponorogo. Those criteria can be used to determine the sustainable concept toward the built environment in productive housing.Keyword: criteria, home based enterprise, kampung, sustainable development