cover
Filter by Year
Vitruvian
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles
63
Articles
POLA PEMANFAATAN RUANG KORIDOR JALAN OLEH OJEK ONLINE (Studi kasus: Depan Kampus I UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan)

Lamria, Eli, Utami, Tin Budi

Vitruvian Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perkembangan teknologi membuat kehidupan manusia semakin mudah, termasuk juga dalam hal transportasi. Transportasi berbasis online, meskipun menjadi pilihan bagi masyarakat namun bukan berarti tanpa kendala.  Salah satu kendala yang dihadapi ojek online yaitu lahan parkir untuk menunggu penumpang. Para pengemudi harus mencari tempat - tempat yang ramai yang banyak terdapat mobilitas manusia seperti sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, pasar tradisional dan lain lain dimana tempat-tempat tersebut sangat minim lahan untuk parkir, maka yang sering dilakukan oleh para pengemudi ojek online adalah menunggu penumpang secara berkelompok dengan rekan seprofesi dan memakai tempat yang tidak seharusnya untuk berhenti atau parkir. Penelitian ini membahas tentang pola aktifvitas yang dilakukan oleh pengemudi ojek online pada saat menaikkan, menurunkan dan menunggu order penumpang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pola aktivitas berdasarkan waku dan memetakannya sehingga mudah dipahami. Penelitian ini juga membahas kaitan ojek online dengan sisi arsitektural yaitu pengaruh setting fisik lingkungan dengan pola aktifitas ojek online. Pada kesimpulan akan disampaikan poin utama dari penelitian yang dilakukan sehingga dapat menjelaskan secara padat penelitian yang telah dilakukan. The development of technology makes human life easier, including also in terms of transportation. Online-based transportation, although popular in the community but it does not mean without obstacles. One of the obstacles faced by an online motorcycle taxi is parking lot to wait for passengers. Drivers should look for crowded places where there is a lot of human mobility such as schools, campuses, shopping centers, traditional markets and other places where there is very little parking space, so often the drivers of online motorcycle taxi are waiting for passengers in groups and use places that are not supposed to stop or park. This study discusses the pattern of activities conducted by online motorcycle taxi drivers at the time of pick up, lowering and waiting for passenger orders. Research is done to know the pattern of activity based on time and mapping so easily understood. This study also discusses the relationship of online motorcycle taxis with the architectural side that is the effect of physical environment settings with the pattern of online motorcycle taxis activities. At the conclusion will be stated the main points of research conducted so as to explain the solid research that has been done.

Identifikasi Penerapan Konsep Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pada Taman Kambang Iwak Palembang

Rahmiati, Desti, Prihastomo, Bondan

Vitruvian Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengembangan kota berbasis Kota layak anak (KLA) merupakan isu penting dunia saat ini karena sudah banyak regulasi yang membahas persoalan tersebut. Salah satu strategi pengembangan yang sedang dijalankan di beberapa kota di Indonesia untuk mencapai predikat KLA adalah menyediakan ruang terbuka publik dengan konsep Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) tidak terkecuali Kota Palembang. Di Kota Palembang telah tersedia taman kota termasuk taman Kambang Iwak (KI). Taman ini berada di tepi jalan arteri primer kota dan dilengkapi dengan danau buatan dan berbagai fasilitas serta dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat termasuk anak-anak. Danau buatan di taman KI dan lokasi taman yang strategis tidak hanya memberikan dampak positif seperti kemudahan aksesibilitas dan daya tarik dalam kegiatan rekreasi, tetapi juga dapat menimbulkan dampak negatif seperti kecelakaan, tenggelam, terluka atau bahkan tindak kriminalitas seperti penculikan. Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian lebih terhadap faktor-faktor perancangan yang dibutuhkan pengunjung terutama anak-anak. Untuk itu diperlukan kajian secara mendalam mengenai penerapan konsep RPTRA pada perancangan taman KI Palembang, serta persepsi masyarakat sebagai pengguna ruang terhadap kelayakan taman tersebut sebagai RPTRA. Kajian tersebut dilakukan untuk mengetahui penerapan konsep RPTRA pada Perancangan taman KI sebagai salah satu strategi untuk mencapai predikat KLA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif rasionalistik yang bersifat deduktif, dengan alat bantu statistik tabel distribusi frekuensi. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis penerapan konsep RPTRA pada perancangan taman KI berdasarkan faktor-faktor/kriteria RPTRA. Hasil pembahasan menggambarkan bahwa taman KI belum sepenuhnya memenuhi kriteria RPTRA, hal ini menunjukkan bahwa perhatian dan upaya pemerintah/stakeholder setempat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas taman tersebut masih diperlukan agar dapat memenuhi kriteria RPTRA.  

Kajian Ruang Publik Dan Isu Yang Berkembang Di Dalamnya

Hantono, Dedi, Ariantantrie, Nike

Vitruvian Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ruang adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia selama masa hidupnya. Bahkan konsepsi ruang tersebut masih ada pada manusia yang telah meninggalkan dunia ini walaupun konsepsi ruang itu sendiri sudah berbeda pada masing-masing penganut agama dan kepercayaan. Dari berbagai macam bentuk dan kategori seluruh ruang maka ruang publik adalah ruang yang paling banyak digunakan oleh semua orang baik sendiri maupun secara bersamaan. Begitu banyaknya aktivitas dan berbagai lapisan golongan masyarakat yang menggunakan ruang publik membawa interpretasi masing-masing yang cukup berbeda. Dari interpretasi inilah timbul begitu banyak ragam penggunaannya baik yang sesuai dengan fungsi maupun berdasarkan intrpretasinya masing-masing. Untuk memberi gambaran mengenai apa itu ruang publik maka dibuatlah suatu kajian dengan menganalisa beberapa tulisan dari beberapa artikel jurnal baik dalam maupun luar negeri. Dari kajian inilah nantinya didapat beberapa temuan yang bisa menjelaskan keberadaan ruang publik di dalam persepsi ruang lingkupnya.

PENGARUH PERUBAHAN FUNGSI RUANG DAN BENTUK RUMAH-TOKO TERHADAP KARAKTERISTIK ARSITEKTUR CINA DI PECINAN PASAR LAMA TANGERANG

Januastuti, Vicky, Artiningrum, Primi

Vitruvian Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rumah-Toko merupakan salah satu ciri khas dari Pecinan. Dalam perkembangannya, rumah-toko pada kawasan tersebut mengalami beberapa perubahan fungsi ruang dan perubahan bentuk bangunan rumah-toko akibat dari beberapa faktor, sehingga terlihat karakteristik arsitektur cina pada kawasan tersebut semakin memudar. Pada penelitian sebelumnya belum ada yang mengaitkan antara perubahan dungsi dan bentuk rumah-toko terhadap arsitektur cina. Adapun beberapa penelitian sebelumnya hanya mengaitkan dengan topologi perubahan rumah-toko. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyebab terjadinya perubahan fungsi pada rumah-toko dan untuk mengetahui pengaruh perubahan fungsi dan bentuk yang menyebabkan mulai pudarnya karakteristik arsitektur cina yang berpengaruh terhadap perubahan karakter arsitektur cina di kawasan pecinan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data-data dari penelitian ini dilakukan dengan cara survei lokasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Setelah dilakukan analisis dari data-data lokasi, maka didapatkan kesimpulan umum bahwa faktor yang mempengaruhi perubahan fungsi dan bentuk yaitu faktor ekonomi, sosial, dan budaya serta fungsi ruang memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap memudarnya karakteristik arsitektur cina dibandingkan dengan perubahan bentuk bangunan yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap memudarnya karakteristik arsitektur cina. Shop-House is one of the characteristics of Chinatown. In its development, Shop-House in the region experienced several changes in the function of space and changes in the shape of the houses due to several factors, so that the Chinese architectural characteristics in the area faded. In the previous research, there was no link between changes in function and the form of houses to Chinese architecture. As for some previous studies only linking with the change in the shop-house topology. The purpose of this study is to determine the cause of changes in the function of the Shop-House and to determine the effect of changes in function and shape that cause the fading of Chinese architectural characteristics that affect the changes in Chinese architectural character in Chinatown. This research method uses descriptive qualitative method, the collection of data from this study is done by surveying locations, interviews, and documentation and then analyzed with qualitative descriptive methods. After analyzing the location data, a general conclusion is that the factors that influence changes in function and form are economic, social, and cultural factors and the function of space has a smaller influence on the waning characteristics of Chinese architecture compared to changes in the shape of buildings that have influence. greater to the waning characteristics of Chinese architecture.

MENEROPONG ISTANA TUA (DALAM LOKA) WARISAN ARSITEKTUR TRADISIONAL SUMBAWA (Inheritance on Traditional Architecture of Sumbawa )

Gambiro, Henny, Yamin, Ahmad

Vitruvian Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

To look through traditional architecture inheritance of old traditional house Sumbawa palace (Dalam Loka), the former palace of the king of Sumbawa empire. The traditional house is located in Sumbawa City, wester southeast Sumbawa Regency. The architectural shape of old palace as a house on stilts reflects a cultural form in the past. The objective of this paper is to reveal space form, space function, structure and the elements of the house, decoration, and the old palace architecture cosmology. Research method used is descriptive with qualitative approach. Data collection techniques are in the forms of observation, interview, and literature studies. The result shows that the form and function of the old palace building consist of three parts, namely the top, the middle and the bottom. The architecture of that old palace has a philosophy namely Salimpat which describes that all human life aspects would be perfect only if in the form of rectangular.  That rectangular philosophy is reflected in the form of  land area, the columns, the windows and the room space Warisan arsitektur tradisional Sumbawa rumah adat Istana Tua (Dalam Loka), yang dahulu digunakan sebagai istana Raja Kesultanan Sumbawa. Rumah adat itu berlokasi di Kota Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Arsitektur rumah adat Istana Tua (Dalam Loka) yang berupa rumah panggung, mencerminkan bentuk kebudayaan masa lampau. Tujuan penulisan ini adalah, mengungkapkan bentuk dan fungsi ruang, struktur dan elemen bangunan, ragam hias, serta kosmologi dalam arsitektur Istana Tua (Dalam Loka). Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, pengamatan, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan fungsi bangunan Istana Tua (Dalam Loka), terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian atas disebut loteng atau Alang, bagian tengah merupakan badan rumah disebut ruang Dalam Loka (Istana Tua), dan bagian bawah atau kolong yang disebut Tabongan. Arsitektur Dalam Loka  menganut falsafah Salimpat yang menggambarkan bahwa segala aspek kehidupan manusia barulah sempurna jika berbentuk segi empat. Falsafah tersebut direfleksikan pada bentuk areal tanah, tiang rumah, jendela dan ruangan.

Koeksistensi dan Inkoeksistensi Pengetahuan Pekerja Bangunan dan Arsitek Terdidik Terhadap Sloof

Umar, Muhammad Zakaria, Andisiri, La Ode Abdul Rachmad Sabdin

Vitruvian Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Di Kota Kendari, besi behel sloof dibuat segitiga oleh pekerja bangunan. Melalui penggalian mengenai sloof pada bangunan dan diperbandingkan antara pengetahuan pekerja bangunan serta pengetahuan arsitek terdidik, sehingga dapat terbangun sinergi diantara keduanya. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji koeksistensi pengetahuan arsitek terdidik dan pekerja bangunan mengenai sloof. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kausal komparatif digunakan dalam penelitian ini. Penelitan ini disimpulkan bahwa koeksistensi ditemukan pada pengertian sloof, ukuran sloof, komposisi campuran sloof, sloof terhadap pondasi, ukuran sloof terhadap pondasi, ukuran besi tulangan sloof untuk rumah berlantai satu, ukuran besi tulangan sloof untuk rumah berlantai dua, pengertian besi behel, besi behel terhadap beton, ukuran besi tulangan terhadap besi behel, jarak besi behel pada sloof, angkur ditekuk dalam sloof, komposisi campuran sloof, sloof terhadap rabat lantai, serta sloof terhadap ringbalk. Inkoeksistensi ditemukan dalam fungsi sloof, rumus dimensi sloof, posisi besi tulangan sloof terhadap besi tulangan kolom, ujung behel ditekuk, dan besi behel dibuat segitiga.

IDENTIFIKASI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BAJO DALAM MEMBUAT ATAP DAUN NIPAH (nypa fructicans)

Umar, Muhammad zakaria, Suhartiwi, Irma Amryana, Fitrah, Ali, Zamiul, Zamiul

Vitruvian Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Vitruvian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.675 KB)

Abstract

Konsep rancang bangun yang bernuansa lokal tidak lagi tertumpu pada kearifan lokal, karena tren bagi perancang lokal agar terlihat moderen diambil dengan cara meniru konsep asing. Salah satu kearifan lokal yang dimanfaatkan sumber daya hayatinya dan masih digunakan oleh masyarakat pesisir adalah material atap daun nipah. Material atap daun nipah digunakan juga oleh masyarakat Kampung Bajo, Kelurahan Petoaha, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Budaya menjahit atap daun nipah telah dilakukan dengan metode turun-temurun. Pohon nipah-pohon nipah di daerah tersebut telah mengalami kepunahan karena reklamasi pantai. Sehingga, daun nipah diambil dari kampung lain yang masih melimpah. Material atap daun nipah masih dibuat dengan metode tradisional seperti bahan-bahan, alat-alat kerja, dan tahap pembuatannya. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi dan mengkaji kearifan lokal masyarakat Kampung Bajo dalam membuat atap daun nipah. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan diskusi mendalam. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis deskriptif naratif. Penelitian ini disimpulkan bahwa atap daun nipah mengandung kearifan lokal, sebagai berikut: Alat-alat kerja yang digunakan sederhana seperti parang, gergaji, dan pisau; Bahan-bahan yang digunakan menciptakan kelestarian lingkungan seperti daun nipah dan kayu bambu, dan; Tahap-tahap material atap daun nipah dibuat bersifat tradisional seperti tahap daun nipah direndam air laut, tahap daun nipah dijahit, dan tahap daun nipah dikeringkan.Kata kunci: Material atap daun nipah

EKSPLORASI ARSITEKTUR EKOLOGIS DI DESA WISATA KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG

Ayudya, Rr. Diana, Permana, Saeful Mahfud, Nugraha, Trisna Putra

Vitruvian Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Vitruvian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.258 KB)

Abstract

ABSTRAKPengembangan kawasan yang berpotensi menjadi Desa Wisata telah menjadi Rencana Strategis Nasional (Renstranas) pemerintah di bawah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai perwujudan salah satu amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Banyak daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi wisata sebagai daya tarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, salah satunya adalah potensi pengembangan sebagai Desa Wisata. Salah satu kawasan wisata di Jawa Barat ini yang sudah dikembangkan sebagai desa wisata adalah Kampung Budaya Sindang Barang, yang terletak di Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.Perencanaan dan perancangan kawasan desa wisata Kampung Sindang Barang sebagai wisata alam dan budaya unggulan di Jawa Barat ini diharapkan dapat menambah kunjungan wisatawan ke Propinsi Jawa Barat umumnya dan Kabupaten Bogor pada khususnya. Namun, pendekatan arsitektur ekologis pada perencanaan dan perancangannya adalah salah satu hal terpenting yang juga harus dilakukan untuk memastikan dilakukan penataan yang baik dan memperhatikan potensi-potensi yang ada  di sekitar kawasan tersebut agar dapat dikembangkan secara lebih optimal dengan tetap melakukan perencanaan pembangunan berkonsep eco-culture. Pendekatan arsitektur ekologis merupakan salah satu upaya dalam perencanaan dan perancangan kawasan desa wisata yang berkelanjutan, baik dari sisi alam, budaya maupun masyarakatnya.Perencanaan dan perancangan yang dilakukan di Desa Wisata Kampung Budaya Sindang Barang menggunakan pendekatan metodologi problem solving berdasarkan aspek ekologi kawasan, aspek sosial ekonomi, dan aspek sosial kultural. Konsep eco-culture dikembangkan menjadi konsep dasar pendekatan perancangan Kawasan Desa Wisata Kampung Sindang Barang dengan harapan mampu menarik kunjungan wisatawan dengan memuat prinsip wisata yang dapat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat melalui pendekatan perencanaan pembangunan yang berkelanjutan. Kata Kunci :   Arsitektur Ekologis, Arsitektur Berkelanjutan, Pembangunan Berkelanjutan, Ekowisata, Desa Wisata  ABSTRACTBuild Environment that potentially developed as Tourism Village had become National Strategic Plan of the government under The Republic Indonesia Ministry of Tourism as one of the mandate manifestation of The President of Republic Indonesia Regulation No. 2 Year 2015 about The Development Plan of National Medium-term 2015-2019. Many areas at West java had many tourism potentials as tourist attractions either for domestic or international tourists, includes potential development as tourism village. Kampung Budaya Sindang Barang at Desa Pasir Eurih, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor was one of the areas at West Java that had been developed as a tourism village.The planning and design of Kampung Sindang Barang tourism village as prime nature and culture tourism at West Java was hoped to increase tourism visit to West Java Province in general and Bogor Regencyin particular. However, ecological architecture approach on planning and design is one of the most important thing that have to be done to make sure on designing a good planning regarding the area potentials to be optimally developed by consistently planning the development in eco-culture concept.Ecological architecture approach is one of the efforts on the planning and design of sustainable tourism village area, either by nature, culture, or society sides.The planning and design at Kampung Budaya Sindang Barang tourism village applies problem solving methodology approach based on areal aspects of ecological, social economy, and socio cultural. Eco-culture concept was developed as basic concept of planning and design approach of Kampung Wisata Sindang Barang tourism area with expectation to reach tourism visit by accommodating tourism principles that can affect local society economical development by approaching sustainable development planning. Keyword: Eco-Architecture, Sustainable Architecture, Sustainable Development planning, Ecotourism, Tourism Village

ANALISIS AKSESIBILITAS DESAIN BANGUNAN PADA GEDUNG MUSEUM KERIS SURAKARTA

Nur Aini, Zamzammiyah, Himawanto, Dwi Aries

Vitruvian Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Vitruvian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.443 KB)

Abstract

Accessibility of museum building is needed for people with disabilities. The purpose of this study is to determine whether there are obstacles and solutions of accessibility problems experienced by people with disabilities in accessing the museum building. Data collection techniques in this study using observation. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis technique. The research was conducted at Museum Keris Surakarta. The results show that there are still obstacles related to accessibility problems experienced by disabled people in accessing the museum. So it is necessary to improve the service so that this accessibility problem get the right solution.Keywords: Accessibility, Disabled People, Museum Building

EVALUASI DESAIN RUANG PUBLIK RAMAH ANAK DI RPTRA AKASIA

Jamila, Rona Fika

Vitruvian Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Vitruvian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.258 KB)

Abstract

ABSTRAKBelakangan ini di kota Jakarta sedang digalakkan RPTRA (Ruang Publik Terbuka Ramah Anak) yang sesuai namanya, diklaim sebagai ruang publik yang ramah anak. Namun pada kenyataannya tidak semua RPTRA ramah anak. Hal ini membuat peneliti ingin mencaritahu apakah benar yang ada sudah benar-benar layak anak?. Dan studi kasus yang diangkat adalah RPTRA Akasia yang berada di daerah Tebet. RPTRA ini didirikan oleh Tanoto Foundation dan merupakan salah satu RPTRA yang dikelola dengan baik, dan cukup lengkap fasilitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kuantitatif, dan metode pengumpulan datanya menggunakan observasi dan kuosioner. Kriteria yang digunakan untuk mengukur kelayak-anakan RPTRA adalah kriteria pengendalian perancangan taman bermain anak-anak ini terdiri dari 6 kriteria yaitu : Keselamatan, Kesehatan, Kenyamanan, Kemudahan, Keamanan, Keindahan. Dan berdasarkan kriteria tersebut RPTRA Akasia yang didirikan oleh lembaga CSR Tanoto Foundation adalah layak anak baik menurut observasi maupun persepsi orang tua anak. Kata kunci : RPTRA, Taman layak anak