cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JRFES is a media or forum to publish the research on physics research and physics education. JRFES is focused on publishing original research that have not been published anywhere. Issues published by JRFES cover the field of pure physics, it could also be about educational physics such as planning, implementation, and evaluation of Education and the field of physics.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
PRAKTIKALITAS MODUL FISIKA SMA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF PADA MATERI LISTRIK DINAMIS TERINTEGRASI KELISTRIKAN JANTUNG Anaperta, Megasyani
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.694 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2015.v2i1.1788

Abstract

ABSTRAKPraktikalitas suatu pembelajaran merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh guru pada setiap satuan pendidikan agar dapat mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah yang mereka hadapi sehari-hari. Salah satu alat yang dapat mendukung tujuan tersebut adalah Modul fisika menggunakan model pembelajaran generatif pada materi listrik dinamis terintegrasi kelistrikan jantung.Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development menggunakan model  yang dikemukakan oleh Plomp (2010) yang terdiri atas preliminary research, prototyping phase , dan assessment phase. Pada tahap pendefenisian dilakukan analisis kurikulum, analisis siswa, dan analisis konsep. Pada tahap perencanaan dilakukan perancangan modul untuk mata pelajaran fisika. Selanjutnya, pada tahap pengembangan dilakukan uji validitas dan praktikalitas.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa modul yang menggunakan model pembelajaran generatif pada materi listrik dinamis terintegrasi kelistrikan jantung Nilai kepraktisan berdasarkan lembar observasi dan angket kepraktisan rancangan  dikategori praktis dapat dilihat dari hasil uji praktikalitas diperoleh persentase rata-rata keterlaksanaan RPP adalah 93,2%, rata-rata angket respon guru 90%, dan rata-rata angket respon siswa 91%. Kata kunci: kelistrikan jantung, model pembelajaran generatif, modul pembelajaran fisika
PRAKTIKALITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DALAM MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA ADABIAH 2 PADANG Anaperta, Megasyani; Farida, Farida
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.372 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2014.v1i1.1186

Abstract

Penelitian ini berdasarkan dari permasalahan yang terjadi di lapangan khususnya di SMA Adabiah 2 Padang, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Fisika Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan cara merancang perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupkan faktor yang penting dalam proses pembelajaran dan mengarahkan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan suatu perangkat pembelajaran Fisika SMA berorientasi Contextual Teaching and Learning (CTL) yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and development) menggunakan model  yang dikemukakan oleh Plomp (2010) yang terdiri atas fase investigasi awal (preliminary research), fase perancangan, realisasi (prototyping phase) dan fase penilaian (assessment phase). Pada tahap pendefenisian dilakukan analisis kurikulum, analisis siswa, dan analisis konsep. Pada tahap perencanaan dilakukan perancangan handout untuk mata pelajaran fisika. Selanjutnya, pada tahap pengembangan dilakukan uji validitas, praktikalitas, dan uji efektifitas. Data penelitian ini diperoleh melalui lembar validasi bahan ajar, angket praktikalitas dan lembar observasi.Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa perangkat pembelajaran SMA berorientasi Contextual Teaching and Learning (CTL) yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Hand out, dan Lembar Kegiatan Siswa berada dalam kategori sangat valid. Nilai kepraktisan berdasarkan lembar observasi dan angket kepraktisan rancangan oleh guru di SMA Adabiah 2 Padang dikategori praktis dapat dilihat dari hasil belajar ranah kognitif dengan rata-rata 88 dan  ranah psikomotor di SMA Adabiah 2 Padang dengan rata-rata 90.  Hasil analisis obsevasi aktivitas  siswa menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dikembangkan efektif. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran Fisika berorientasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi Suhu dan Kalor  kelas X SMA Adabiah 2 Padang yang sangat valid dan praktis Keywords : validasi, perangkat pembelajaran, suhu dan kalor
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 PADANG Dewi, Wahyuni Satria; Hidayati, Hidayati
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.018 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2015.v1i2.1406

Abstract

Pembelajaran dengan penyampaian informasi, contoh, dan latihan kurang menarik bagi siswa. Siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar fisika siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh penerapan pembelajaran aktif tipe Group To Group Exchange (GGE) terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VII SMP Negeri 5 Padang. Hipotesis kerja dalam penelitian adalah ”Terdapat pengaruh yang berarti penerapan pembelajaran aktif tipe Group To Group Exchange (GGE) terhadap hasil belajar fisika siswa. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design. Data hasil belajar siswa pada ranah kognitif diperoleh dari tes hasil belajar dan data hasil belajar siswa pada ranah afektif diperoleh dari lembaran observasi. Hasil analisis data ranah kognitif menggunakan uji t diperoleh bahwa thitung berada di luar daerah penerimaan Ho, sehingga hipotesis kerja yang dikemukakan dalam penelitian diterima dengan taraf kepercayaan 95%. Hal ini berarti terdapat pengaruh yang berarti penerapan pembelajaran aktif tipe Group To Group Exchange (GGE) terhadap hasil belajar fisika siswa pada ranah kognitif. Hasil analisis data ranah afektif menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan pembelajaran aktif tipe Group To Group Exchange (GGE) terhadap hasil belajar fisika siswa pada ranah afektif.Kata kunci: Pembelajaran Aktif, Group To Group Exchange (GGE), Hasil Belajar
EFEKTIVITAS HANDOUT SUHU DAN KALOR BERBASIS MODEL CONCEPTUAL CHANGE TEACHING PADA PERKULIAHAN FISIKA DASAR Hidayati, Auliya
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.596 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2015.v2i1.1663

Abstract

Penelitian ini berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan yaitu motivasi belajar mahasiswa yang masih rendah serta masih minimnya bahan ajar yang tersedia yang berakibat hasil belajar siswa yang belum memuaskan. Oleh karena itu dibutuhkan media yang mampu memotivasi mahasiswa dalam belajar, sehingga proses belajar mengajar akan berjalan secara efektif dan hasil belajar pun akan meningkat. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangkan bahan ajar berupa handout berbasis CCT yang mampu membangun pengetahuan mereka sendiri berdasarkan pengalaman belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas handout suhu dan kalor berbasis model conceptual change teaching pada mata kuliah fisika dasar.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and development) yang dikemukakan oleh Plomp. Adapun tahap penelitian adalah fase investigasi awal (preliminary research), fase perancangan dan realisasi (prototyping phase), dan fase penilaian (assessment phase). Pada penelitian ini dilakukan uji efektivitas yang datanya diperoleh melalui lembar aktivitas dan tes hasil belajar. Kata kunci : efektivitas handout, conceptual change teaching, suhu dan kalor.
PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM BERNUANSA KONTEKSTUAL PADA MATERI EKSPERIMEN FISIKA DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Zulpadrianto, Zulpadrianto; Husna, Husna
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.079 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2015.v1i2.1402

Abstract

Peningkatan kualitas pengajaran perlu diupayakan oleh pengajar dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan berupa pengembangan modul praktikum yang menarik dan mudah dipahami. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan 3 tahap yaitu define, design and develop. Tahap define merupakan tahap analisis dan perumusan tujuan pembelajaran eksperimen fisika. Pada tahap design dilakukan perancangan modul bernuansa kontekstual. Pada tahap develop dilakukan validasi modul oleh 5 orang validator dan uji praktikalitas oleh 2 orang tenaga pengajar, 20 orang mahasiswa program studi pendidikan fisika. Data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari angket validitas dan praktikalitas. Data dianalisis dengan analisis deskriptif menggunakan rumus persentase. Dari penelitian ini, dihasilkan modul praktikum eksperimen fisika bernuansa kontekstual Hasil validitas diperoleh nilai sebesar 88,17% dengan kriteria valid. Nilai praktikalitasnyai rata-rata 90,83% dengan kriteria sangat praktis, sedangkan hasil uji praktikalitas oleh mahasiswa  memiliki nilai rata-rata 84,09% dengan kriteria praktis Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki kriteria yang valid dan praktis. Kata kunci  :  Modul Praktikum, Kontekstual
PERBANDINGAN KOMPETENSI MAHASISWA YANG DIBERI RESITASI PETA KONSEP DENGAN MENJAWAB PERTANYAAN SEBELUM MELAKSANAKAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR DI LABORATORIUM FISIKA DASAR STKIP PGRI SUMATERA BARAT Zulpadrianto, Zulpadrianto; Husna, Husna
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.633 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2015.v2i1.1789

Abstract

Kurangnya bekal pengetahuan awal bagi mahasiswa sebelum praktikum  berlansung, menyebabkan sedikitnya mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam proses praktikum. Kendala tersebut dapat diatasi dengan pemberian resitasi serta pemberian model praktikum yang tepat. Pemberian resitasi berupa peta konsep serta menjawab pertanyaan yang mengawali praktikum diharapkan dapat meningkatkan kompetensi belajar mahasiswa.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan The Static Group Comparison Design. Populasinya adalah mahasiswa pendidikan fisika STKIP PGRI Sumatera Barat. nstrumen penelitian yang digunakan adalah tes akhir untuk ranah kognitif, lembar  pengamatan aktivitas belajar mahasiswa untuk ranah afektif, dan lembar observasi untuk ranah psikomotor. Hipotesis pada penelitian ini diuji menggunakan uji-t karena data terdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen.Hasil penelitian menunjukan bahwa, pada ranah kognitif terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diberi resitasi peta konsep dengan mahasiswa yang diberi resitasi menjawab pertanyaan. Dimana nilai kelas eksperimen 1 adalah 83,37, sedangkan nilai kelas eksperimen 2 adalah 79,70. Pada ranah afektif terdapat perbedaan hasil belajar mahasiswa yang diberi resitasi peta konsep dengan resitasi menjawab pertanyaan. Dimana nilai kelas eksperimen 1 adalah 79,96 sedangkan nilai pada kelas eksperimen 2 74,22. Sedangkan pada ranah psikomotor tidak terdapat perbedaan antara mahasiswa yang diberi resitasi peta konsep dengan resitasi menjawab pertanyaan. Dimana nilai eksperimen 1 63,62 dan nilai kelas eksperimen 2 adalah 60,67. Kata kunci : eksperiment, resitasi, peta konsep, menjawab pertanyaan, dan kompetensi mahasiswa
VALIDITAS PENGEMBANGAN HANDOUT BERBASIS MODEL CONCEPTUAL CHANGE TEACHING PADA PERKULIAHAN FISIKA DASAR DI STKIP PGRI SUMATERA BARAT Hidayati, Auliya; Handayani, Siska
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.255 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2014.v1i1.1185

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum tersedianya bahan ajar yang dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif terhadap mahasiswa. Bahan ajar yang tersedia belum mampu memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif dalam belajar dengan membangun pengetahuan mereka sendiri. Oleh karena itu, diperlukan suatu bahan ajar yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep fisika sehingga dapat meningkatkan minat mahasiswa serta mampu mengembangkan keterampilan berpikir ilmiah mahasiswa terhadap pembelajaran fisika. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan adalah handout. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan handout berbasis model conceptual change teaching pada materi suhu dan kalor yang valid, praktis, dan efektif.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and development) menggunakan model yang dikemukakan oleh Plomp. Adapun tahap penelitian adalah fase investigasi awal (preliminary research), fase perancangan dan realisasi (prototyping phase), dan fase penilaian (assessment phase). Pada fase investigasi awal, peneliti melakukan analisis awal atau identifikasi masalah, analisis kebutuhan, analisis konsep atau isi materi, dan pengkajian literatur yang diperlukan dalam pembelajaran. Pada fase perancangan dan realisasi dilakukan perancangan handout untuk mata kuliah Fisika Dasar. Selain itu dilakukan langkah formative evaluation yang meliputi self evaluation, prototyping (expert reviews, one-to-one, dan small group), serta field test. Pada fase penilaian dilakukan pengujian terhadap handout. Pada penelitian ini dilakukan uji validitas yang datanya diperoleh melalui lembar validasi handout Fisika Dasar. Keywords : validitas handout, conceptual change teaching, fisika dasar
PENGEMBANGAN HANDOUT FISIKA DASAR BERBASIS KONSTRUKTIVITAS PADA MATERI DINAMIKA Sari, Silvi Yulia; Syahra, Nur; Husna, Husna
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.357 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2014.v1i1.1180

Abstract

Ketersediaan bahan ajar untuk mata kuliah Fisika Dasar yang dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif dan interaktif di STKIP PGRI dirasakan masih kurang. Susunan materi yang terdapat pada bahan ajar kurang sistematis dengan rancangan pembelajaran atau silabus yang disusun oleh oleh dosen mata kuliah sehingga mahasiswa kesulitan untuk belajar mandiri. Oleh karena itu, diperlukan suatu bahan ajar yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami konsep-konsep fisika, analisis matematika dan dapat meningkatkan minat mahasiswa terhadap pembelajaran Fisika Dasar. Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan adalah handout Fisika Dasar berbasis konstruktivis yang valid dan praktis.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (research and development) menggunakan model yang dikemukakan oleh Plomp. Adapun tahap penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini dibatasi pada fase investigasi awal (preliminary research) dan fase perancangan dan realisasi (prototyping phase), dan fase penilaian (assessment phase). Pada fase investigasi awal, peneliti melakukan analisis awal atau identifikasi masalah, analisis kebutuhan, analisis konsep atau isi materi, dan pengkajian literatur yang diperlukan dalam pembelajaran. Pada fase perancangan dan realisasi dilakukan perancangan yang diiringi formative evaluation untuk melakukan uji validitas dan kepraktisan. Data penelitian ini diperoleh melalui lembar validasi handout dan angket praktikalitas.Hasil validasi dan uji kepraktisan menunjukkan handout yang dihasilkan sangat valid dengan persentase rata-rata sebesar 92,55 % dan sangat praktis dengan persentase rata-rata  82,25 %. Dengan demikian, handout fisika dasar yang dihasilkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran Konstruktivis, Handout, Validitas, dan Praktikalitas
PENGARUH PEMBERIAN CONSTRUCTIVE FEEDBACK DALAM ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMAN 3 PADANG Zulva, Rahmi; Gusnedi, Gusnedi
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.097 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2015.v2i1.1664

Abstract

Dalam proses pembelajaran fisika di SMAN 3 Padang, guru kurang memotivasi siswa dalam belajar, sehingga pembelajaran fisika kurang efektif. Siswa masih menganggap fisika itu sulit dan menyeramkan, sehingga kemampuan kognitif fisika siswa masih dibawah kriteria ketuntasan minimum (KKM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian constructive feedback dalam asesmen portofolio terhadap kemampuan kognitif fisika siswa kelas X SMAN 3 Padang. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental. Pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Random Sampling. Data kemampuan kognitif fisika dikumpul menggunakan soal objektif sebanyak 30 butir. Teknik analisis data menggunakan uji kesamaan dua rata-rata (uji t) pada taraf nyata 0,05. Hasil yang diperoleh siswa kelas eksperimen 66,57 dan kelas kontrol 60,78. Selanjutnya dengan analisis uji t diperoleh thitung(74)= 3,475 lebih besar dari ttabel(0,95)(74)=1,6676 pada taraf nyata 0,05, dengan demikian hipotesis kerja diterima.  Jadi pemberian Constructive Feedback Dalam Asesmen Portofolio memberi pengaruh terhadap kemampuan kognitif fisika siswa. Kata Kunci : asesmen portofolio, constructive feedback , kemampuan kognitif.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS INKUIRI PADA MATERI ALAT OPTIK DAN INDIKATOR DAMPAK TERHADAP KOMPETENSI SISWA KELAS X SMA Centaury, Betta
Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Riset Fisika Edukasi dan Sains
Publisher : STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.523 KB) | DOI: 10.22202/jrfes.2015.v1i2.1403

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum tersedianya perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan tuntutan kurikulum. Salah satu pembelajaran yang bisa digunakan adalah inkuiri. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengembangkan  perangkat  pembelajaran  menggunakan  model inkuiri yang valid, praktis, dan efektif, serta untuk mengetahui indikator dampak terhadap kompetensi siswa. Pada tahap perancangan dilakukan perancangan terhadap perangkat pembelajaran, berupa silabus, RPP, modul, LKS, dan penilaian. Selanjutnya, pada tahap pengembangan dilakukan uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Data penelitian ini didapat melalui lembar validasi perangkat pembelajaran, angket praktikalitas, dan lembaran observasi. Hasil penelitian menunjukkan kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan bahwa perangkat  yang dikembangkan sangat valid dengan persentase rata-rata silabus 86%, RPP 89.5%, modul 83.5%, LKS 87%, penilaian 82.7%. Data kepraktisan adalah sangat praktis dengan persentase rata-rata angket kepraktisan oleh guru 87% dan siswa 84.64%. Data efektivitas, sangat efektif digunakan. Dengan nilai uji efektifitas dari siswa 82.39% dan guru 81.52%. Kemudian, perangkat menunjukkan peningkatan indikator dampak terhadap kompetensi siswa. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan perangkat berbasis inkuiri yang valid, praktis, efektif, dan menghasilkan indikator dampak Kata kunci :Pengembangan perangkat, inkuiri, dan alat optik