cover
Filter by Year
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
MEDIAPSI, is a peer-review semi-anually journal that accommodate the needs for publications for researchers, lecturers, and also practitioners in psychology.
Articles
43
Articles
Front Matters Vol. 4 No. 1

Mediapsi, Mediapsi

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Front Matters Vol. 4 No. 1

Back Matters Vol. 4 No. 1

Mediapsi, Mediapsi

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Back Matters Vol. 4 No. 1

The Mind Anchor: Peran Trait Rumination dalam Struktur Pengalaman Afektif

Shaleha, Rinanda Rizky Amalia, Yusainy, Cleoputri Al, Herani, Ika

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aimed to investigate whether trait rumination has a role in individual’s structure of current affect, specifically on valence and arousal dimension. Within-subject experiment design was used as a study design which involved eighty-one undergraduate students of Department of Psychology, Universitas Brawijaya as participants. Images from International Affective Picture System (IAPS) were used to evoke participant’s affect and measured by Self Assessment Manikin’s (SAM) rating while trait rumination was measured using Ruminative Response Scale (RRS). Statistical analysis using one-way repeated measures ANOVA technique found that trait rumination has a significant role in participant’s structure of current affect on relation between valence stimulus and rating valence (F=5.276, p<0.01) but has no role on relation between arousal stimulus and rating arousal (F=0.753, p>0.05).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah trait rumination memiliki peran dalam struktur pengalaman afektif individu, yaitu dimensi valence dan arousal. Penelitian ini menggunakan desain within-subject experiment dengan melibatkan delapan puluh satu orang mahasiswa baru Prodi Psikologi Universitas Brawijaya sebagai partisipan. Afek partisipan dibangkitkan menggunakan stimulus gambar dari International Affective Picture System (IAPS) yang diukur melalui Self Assessment Manikin (SAM) dan trait rumination diukur menggunakan Ruminative Response Scale (RRS). Hasil analisis statistik menggunakan teknik one-way repeated measures ANOVA menunjukkan bahwa trait rumination memiliki peran signifikan dalam hubungan antara valence stimulus dan rating valence (F=5.276, p<0.01). Namun, trait rumination tidak memiliki peran dalam hubungan antara arousal stimulus dan rating arousal (F=0.753, p>0.05).

Kepercayaan Politik dan Partispasi Politik Pemilih Pemula

Akhrani, Lusy Asa, Imansari, Fitsabilla, Faizah, Faizah

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This research aimed to examine the relationship between political trust and political participations among young voters. One hundred and five young voters participated in this quantitative study, sampled by using non-probability sampling (purposive sampling). Data were collected by using Political Trust Scale and Political Participation Scale, both developed by Akhrani (2016). Data obtained from this study were then analysed by using Pearson’s Product Moment technique. The result showed that significant correlation between political trust and political participation do exist (r=0.296, n=105, p=0.002). This result implies that the higher the political trust is, the higher the political participation will be. This study have practical implication that votes from young voters matter significantly for political party as they constitute 20% of overall voters. Therefore, in order to win young voters’ vote, government and political parties should improve their political performance.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepercayaan politik dengan partisipasi politik pada pemilih pemula. Responden dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif ini adalah 105 orang pemilih pemula, yang diperoleh dengan menggunakan teknik non probability sampling (purposive sampling). Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Kepercayaan Politik dan Skala Partisipasi Politik dari Akhrani (2016). Analisis data penelitian ini menggunakan teknik Product Moment dari Pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan politik dengan partisipasi politik (r=0.296, n=105, p=0.002). Hal ini bermakna semakin tinggi kepercayaan politik maka akan semakin tinggi pula partisipasi politiknya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa suara para pemilih pemula sangat penting bagi partai politik karena jumlahnya yang mencapai 20% dari keseluruhan suara pemilih. Dengan demikian, untuk mendapatkan suara para pemilih pemula, pemerintah dan partai politik harus memperbaiki kinerja politiknya.

Pengambilan Keputusan pada Laki-laki untuk Menjalin Hubungan Biseksual Simultan

Oktawirawan, Dwi Hardani, Pratiwi, Ari

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aimed to comprehend the decision making stages of men who practicing concurrent bisexual relationship and its contributing factors. This study used phenomenology approach by undertaking deep interview to four male subjects who are currently practicing concurrent bisexual relationship. The result of this study showed that on pre-editing stage, the subjects were faced with two choices whether having concurrent bisexual relationship or having relationship with one partner only and the four subjects chose the former one as a promising alternative. Furthermore, on the dominance testing stage, the subjects were worried if their relationship status were revealed. On the dominance structuring stage, the subjects were committed to keep their relationship secret. Moreover, decision making process was influenced by several contributing factors, such as circumstances, preferences, emotions, actions, and beliefs.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami tahap-tahap pengambilan keputusan pada laki-laki untuk menjalin hubungan biseksual simultan beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah studi fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap empat orang subjek laki-laki yang menjalani hubungan biseksual simultan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap pertimbangan awal subjek dihadapkan pada dua pilihan antara menjalin hubungan biseksual simultan atau memilih salah satu pasangan saja dan keempat subjek memilih hubungan biseksual simultan sebagai suatu pilihan yang menjanjikan. Selanjutnya, pada tahap menguji hal dominan, yang ditemukan adalah kekhawatiran jika status hubungannya terbongkar. Akhirnya, pada tahap menata hal dominan, yang ditemukan adalah subjek berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan hubungan. Pengambilan keputusan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor lingkungan, faktor keinginan atau harapan, faktor emosi, faktor tindakan, dan faktor keyakinan.

Perilaku Kerja Produktif dan Kontra Produktif: Sebuah Studi Meta-analisis

Susilawati, Ika Rahma

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Many studies has been conducted to investigate the relationship between two main domains in work performance. However, theoretical debates and discrepancies in empirical findings related to organizational citizenship behavior (OCB) and counterproductive work behavior (CWB) constructs have led researchers in industrial and organizational psychology to develop and reexamine similar studies in order to establish a more firmly connected view of OCB and CWB correlations and the existence of both constructs as a separated construct instead of a single continuum. This study aimed to investigate the strength of the relationship between OCB and CWB through a meta-analysis, namely bare bones meta-analysis. A total of 16 research articles and 32 research data were selected and used in this study. The results showed that corrected correlations between OCB and CWB from cross country samples and across professions was -0.3. The result leads to the conclusion that there is a significant negative correlation between OCB and CWB, and this is consistent with previous meta-analysis studies.Penelitian yang menyelidiki hubungan antara dua domain utama dalam performa kerja telah banyak dilakukan, namun perdebatan teoritis dan perbedaan hasil temuan empiris terkait konstrak OCB dan CWB membuat sebagian peneliti dalam psikologi industri dan organisasi terus mengembangkan dan menguji kembali penelitian serupa untuk mengukuhkan pandangan yang lebih teguh terkait korelasi OCB dan CWB, serta keberadaan kedua konstrak tersebut sebagai dua konstrak yang berbeda dan terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kekuatan hubungan antara OCB dan CWB melalui teknik bare bones meta-analysis. Sebanyak 16 artikel penelitian dan 32 data penelitian telah terseleksi dan dinyatakan dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa korelasi yang telah dikoreksi antara OCB dengan CWB dari sampel lintas negara, lintas profesi yaitu sebesar -0.3. Hasil ini membawa pada kesimpulan adanya korelasi negatif yang signifikan antara OCB dengan CWB dan ini selaras dengan kajian-kajian studi meta-analisis yang pernah dilakukan pada sebelumnya.

Stres, Motivasi Berprestasi, Bersyukur, dan Perceived Social Support: Analisis Optimisme pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi

Musabiq, Sugiarti A, Assyahidah, Lu’lu Nurrahiimah, Sari, Adilla, Dewi, Hervi Utami Kusuma, Erdiaputri, Widya Aktivana

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aimed to investigae the relationship between optimism with stress, gratitude, achievement motivation, and perceived social support on students of Bidikmisi Scholarship, an educational funding for prospective students who could not afford higher education costs yet have excellent academic potential to study at universities on top-tier undergraduate programs for the specified time period. This study used quantitative approach with correlational design. A total of 300 students from four different classes at University of Indonesia participated in this study. Of these, only 253 participant data (70 men and 183 women) could be analyzed. Data were collected by asking participants to complete series of questionnaires consisting of Life Orientation Test-Revised (LOTR) for optimism, Gratitude Questionaire-Six Items (GQ-6) for gratitude, Achievement Motives Scale-Revised (AMS-R) for achievement motivation, Perceived Stress Scale (PSS) for stress, and Social Provisions Scale (SPS) for social support. The results showed a significant relationship between optimism and stress (r=-0.158; p<0.05); optimism and achievement motivation (r=0.15; p<0.05); optimism and gratitude (r=0.267; p<0.05); and optimism and perceived social support (r=0.351; p<0.05). The result reveals that the higher the level of optimism that Bidikmisi Scholarship students have, the higher their gratitude, achievement motivation, and perceived social support become, and the lower the level of their stress will be.Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan hubungan antara optimisme dengan stres, rasa syukur, motivasi berprestasi, dan persepsi dukungan sosial pada mahasiswa penerima Beasiswa Bidikmisi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sebanyak 300 mahasiswa dari empat kelas di Universitas Indonesia berpartisipasi dalam penelitian ini. Dari 300 data, hanya 253 data peserta (70 pria dan 183 wanita) yang bisa diproses. Penelitian dilakukan dengan meminta peserta mengisi kuesioner yang terdiri dari Life Orientation Test-Revised (LOTR) untuk optimisme, Gratitude Questionaire-Six Items (GQ-6) untuk rasa syukur, Achievement Motives Scale-Revised (AMS-R) untuk motivasi berprestasi, Perceived Stress Scale (PSS) untuk stres, dan Social Provisions Scale (SPS) untuk dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara optimisme dan stres (r=-0.158; p<0.05); optimisme dan motivasi berprestasi (r=0.15; p<0.05); optimisme dan rasa syukur (r=0.267; p<0.05); dan optimisme dan dukungan sosial yang dirasakan (r=0.351; p<0.05). Hal ini bermakna bahwa semakin tinggi tingkat optimisme mahasiswa, maka semakin tinggi pula rasa syukur, motivasi berprestasi, dan dukungan sosial yang dirasakan, serta semakin rendah tingkat stresnya.

Pengaruh Kualitas Kehidupan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

Hasmalawati, Nur, Hasanati, Nida

Mediapsi Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to determine the effect of Quality of Work Life (QWL) and work motivation on employee performance. Subjects in this study were 50 TB-HIV Cadres, consisting of 36 women and 14 men whose ages ranged from 18 to 63 years old. This study applied multiple linear regression in analyzing data obtained from Likert-scale questionnaires. The results show that the QWL is significantly influential on performance, with R Square 0.313 and p-value 0.000, meaning that the QWL affects performance with 31% contribution. Meanwhile, the rest was influenced by other variables. However, work motivation seems to have no effect on performance (p>0.05). The practical implication of this study would be the more the manager is taking care of their employee’s QWL, the higher the performance of their employee will be. This subsequently may result in more productive employee in improving services to the society.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja atau Quality of Work Life (QWL) dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Subjek dalam penelitian ini adalah adalah Kader TB-HIV yang berjumlah 50 orang, terdiri dari 36 orang perempuan dan 14 orang laki-laki dengan rentang usia antara 18-63 tahun. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear ganda untuk menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner-kuesioner berbentuk skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kehidupan kerja secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja. Hal ini dapat dilihat dari nilai R Square sebesar 0.313 dan nilai p sebesar 0.000 yang bermakna bahwa kualitas kehidupan kerja sebagai variabel bebas mempengaruhi variabel terikat yaitu kinerja sebesar 31%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Sementara itu, motivasi kerja tidak memiliki efek terhadap kinerja (p>0,05). Implikasi praktis dari penelitian ini adalah semakin tinggi kehidupan kerja karyawan, maka semakin tinggi pula kinerja karyawan. Hal ini selanjutnya dapat membuat karyawan lebih produktif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Front Matters Vol. 3 No. 2

Mediapsi, Mediapsi

Mediapsi Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Front Matters Vol. 3 No. 2

Kepuasan Perkawinan Ditinjau dari Kebersyukuran dan Pemaafan pada Pasangan Bekerja

Herawati, Icha, Farradinna, Syarifah

Mediapsi Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to identify marital satisfaction among married, working individuals in relation with the aspect of gratitude and forgiveness. This study was conducted by using survey methods through questionnaires. The samples of this study were 226 married, working individuals (140 males and 86 females) and were working for Islamic University of Riau (UIR), Indonesia. The instruments for this study were the adaptation of The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) for the aspect of gratitude, Marital Forgiveness Scale (dispositional) for the aspect of forgiveness and ENRICH Marital Satisfaction Scale for the aspect of marital satisfaction. The result showed a significant correlation between gratitude, forgiveness, and maritl satisfaction. The statistical regression also found that forgiveness is the key contributor of marital satisfaction for married, working individual. In general, this study suggest that gratitude and forgiveness is an important aspect that contributes to marital satisfaction of married, working individuals.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan perkawinan pada pekerja yang telah menikah yang dilihat dari aspek kebersyukuran dan pemaafan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey menggunakan kuesioner. Sampel penelitian terdiri dari 226 orang yang telah menikah dan sedang bekerja (pria=140, wanita=86) di Universitas Islam Riau (UIR), Indonesia. Instrumen kajian adalah adaptasi dari The Gratitude Questionnaire-Six Item Form (GQ-6) untuk aspek kebersyukuran, Marital Forgiveness Scale (Dispositional) untuk aspek pemaafan, dan ENRICH Marital Satisfaction Scale untuk aspek kepuasan perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebersyukuran, pemaafan, dan kepuasan perkawinan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa pengampunan merupakan aspek kunci pada pasangan suami istri yang memperoleh kepuasan perkawinan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa kebersyukuran dan pemaafan merupakan aspek penting untuk memberi kontribusi pada kepuasan perkawinan terhadap individu bekerja yang telah menikah.