cover
Filter by Year
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -
MEDIAPSI, is a peer-review semi-anually journal that accommodate the needs for publications for researchers, lecturers, and also practitioners in psychology.
Articles
50
Articles
Front Matters Vol. 4 No. 2

Mediapsi, Mediapsi

Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Front Matters Vol. 4 No. 2

Konflik Peran dan Perundungan (Bullying) di Tempat Kerja: Studi Meta-analisis

Silviandari, Ika Adita

Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study examines the relationship between role conflict and workplace bullying through meta-analysis technique. A total of 11 research articles and 20 research data were studied based on the inclusion criteria of this study and analyzed to find correlations between both variables. The results showed the correlation between role conflict and workplace bullying with r=0.34. From the results, it can be said that significant correlation between role conflict and workplace bullying do exist. The estimated correlation value of this study is consistent with previous meta-analysis studies in similar topic.Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara konflik peran dan perundungan (bullying) di tempat kerja melalui teknik meta–analisis. Sebanyak 11 artikel penelitian dan 20 data penelitian diteliti berdasarkan kriteria inklusi dan kemudian dianalisis untuk menemukan korelasi antara kedua variabel tersebut. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konflik peran dan perundungan di tempat kerja dengan nilai r=0.34. Hasil ini bermakna bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konflik peran dan perundungan di tempat kerja. Estimasi nilai korelasi penelitian ini sejalan dan konsisten dengan penelitian meta-analisis sebelumnya dengan topik serupa.

Rasa Aman Sebagai Prediktor Kepercayaan Masyarakat dengan Hadirnya Polisi

Febrieta, Ditta, Pertiwi, Yuarini Wahyu

Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The spread of information or people’s direct experience with police will affect police image, either negative or positive. Unpleasant police behavior can cause distrust among people who are perceiving that police should act with good governance characteristics, with their main responsibility to protect and serve community. The feeling of distrust will make people feel insecured or even feared with the presence of police. This study aims to investigate the role of the sense of feeling secured to the public trust towards police presence. One hundred and fifty six participants were recruited from civil society. Scales to measure trust and the sense of feeling secured were employed to collect data from participants. This study was using quantitative approach with regression analysis technique. The results showed positive correlation between both variables, with the sense of feeling secured contributed 71 percent to the variable of public trust to police.Beredarnya informasi ataupun pengalaman yang langsung dialami masyarakat akan memberikan pengaruh terhadap citra kepolisian, baik berupa citra negatif maupun positif. Tindakan polisi yang kurang baik akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap keberadaan polisi yang semestinya memliki karakteristik good governance, dengan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Perasaan tidak percaya tersebut akan membuat masyarakat menjadi merasa tidak aman bahkan merasa takut jika ada polisi di dekatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran rasa aman dalam memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi. Subjek penelitian ini adalah masyarakat sipil berjumlah 156 orang. Skala Kepercayaan dan Skala Rasa Aman digunakan untuk mengumpulkan data. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua variabel, dengan rasa aman memberikan sumbangan efektif sebesar 71 persen terhadap kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran polisi.

Self-efficacy dan Optimisme sebagai Prediktor Subjective Well-Being pada Mahasiswa Tahun Pertama

Novrianto, Riangga, Marettih, Anggia Kargenti Evanurul

Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study examined self-efficacy and optimism in predicting subjective well being of  first-year undergraduate students. Participants were first-year undergraduate students of UIN Sultan Syarif Kasim Riau (N=372; 121 males, 251 females). Participants completed the Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale, General Self-Efficacy Scale  and Life Orientation Test-Revised (LOT-R). Multiple regression analysis was conducted to examine how the predictors contribute to subjective well-being. Results indicated that self-efficacy and optimism predicted first-year undergraduate students’ subjective well-being (F (2, 369)=53.920; p<0.01). Results also indicated that self-efficacy have a higher contribution (β=0.403; p<0.01) than optimism (β=0.137; p<0.01). In conclusion, self-efficacy and optimism are important in predicting subjective well-being first-year undergraduate students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi self-efficacy dan optimisme terhadap subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama. Sebanyak 372 orang mahasiswa tahun pertama UIN Sultan Syarif Kasim Riau (N=372; 121 laki-laki, 251 perempuan) menjadi partisipan di dalam penelitian ini. Partisipan penelitian mengisi adaptasi Skala Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale, General Self-Efficacy Scale, dan Life Orientation Test- Revised (LOT-R). Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui bagaimana kedua prediktor berkontribusi terhadap subjective well-being. Hasil penelitian menunjukkan self-efficacy dan optimisme secara bersama dapat memprediksi subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama (F (2, 369)=53.920; p<0.01). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki kontribusi yang lebih besar (β=0.403; p<0.01) bila dibandingkan dengan optimisme (β=0.137; p<0.01). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa self-efficacy dan optimisme memiliki peran penting dalam memprediksi subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama.

Peran Gaya Mengemudi Terhadap Perilaku Mengemudi Beresiko pada Pengendara Sepeda Motor di Kota Malang

Megawati, Yunda, Dewayani, Shinta

Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aims to investigate the role of driving style towards risky driving behaviour among motorcyclists in the City of Malang. This study applied quantitative approach by using correlational technique with total sample of 89 motorcyclists in Malang. Data collection instruments employed in this study were Multidimensional Driving Style Inventory adapted and modified from Taubman-Ben-Ari, Mikulincer, and Gillath’s (2004) scale and Risky Driving Behaviour Scale by Iversen (2004). Data analysis for this study was multiple linear regression to find the most contributing aspects of driving style to risky driving behaviour. The results showed that driving style has a role to risky driving behaviour among motorcyclists in Malang. The construct can serve as a basis for community intervention, such as socialisation and safety campaign.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran gaya mengemudi terhadap perilaku mengemudi beresiko pada pengendara sepeda motor di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif  korelasional dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 89 responden yang merupakan pengemudi sepeda motor di Kota Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Multidimensional Driving Style Inventory (MDSI) yang diadaptasi dan dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan dari teori Taubman-Ben-Ari, Mikulincer, dan Gillath (2004) dan Skala Risky Driving Behavior (RDB) yang diadaptasi dan dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan dengan teori dan dimensi dari Iversen (2004). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda untuk menemukan dimensi gaya mengemudi yang paling berperan terhadap perilaku mengemudi beresiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peran gaya mengemudi secara signifikan terhadap perilaku mengemudi beresiko pada pengendara sepeda motor di Kota Malang. Konstruk tersebut dapat menjadi dasar untuk mengadakan intervensi dalam bentuk sosialisasi dan propaganda kepada masyarakat untuk mengemudi secara aman.

Back Matters Vol. 4 No. 2

Mediapsi, Mediapsi

Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Back Matters Vol. 4 No. 2

Identitas Sosial Warga Huni Rusunawa

Rahmawati, Intan

Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Settlement issues oftenly found in urban areas nowadays is insufficient land for sheltering people as the result of the rapid growth of urban population. Modest rental apartment (rusunawa) is considered solution to meet the high demand of decent housing for middle and low income communities. This research aims to understand the overview of social identities of those who are living in rusunawa using several data collection techniques such as observation, interviews, and focus group discussions. Fifteen informants, who has been residing in rusunawa for at least 3 years, participated in this study. This study showed that residents consider rusunawa as a temporary shelter. This identity gave them a prominent cultural concept namely individualism, with some indicators such as less involvement in reseidents’ activities, less sense of caring to their environment and safety, and less sense of pride as residents of rusunawa.Permasalahan permukiman yang sering dijumpai di perkotaan saat ini adalah berkurangnya lahan untuk digunakan sebagai tempat tinggal akibat dari pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan. Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dianggap mampu untuk memberikan solusi tingginya kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini mencoba untuk memahami gambaran identitas sosial warga yang tinggal di rusunawa dengan teknik observasi, wawancara, dan diskusi kelompok terarah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang yang meliputi warga huni yang telah tinggal di rusunawa selama satu periode tinggal (3 tahun). Hasil penelitian ini memperlihatkan warga huni menilai rusunawa sebagai rumah singgah. Pemberian identitas rumah singgah ini memunculkan konsep budaya individualisme yang menonjol. Budaya individualisme ini ditandai dengan keterlibatan warga huni yang masih sedikit pada setiap kegiatan rusunawa, rasa peduli memelihara kebersihan dan keamanan rusunawa yang masih kurang serta kurangnya rasa bangga menjadi penghuni rusunawa.

Front Matters Vol. 4 No. 1

Mediapsi, Mediapsi

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Front Matters Vol. 4 No. 1

Back Matters Vol. 4 No. 1

Mediapsi, Mediapsi

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Back Matters Vol. 4 No. 1

The Mind Anchor: Peran Trait Rumination dalam Struktur Pengalaman Afektif

Shaleha, Rinanda Rizky Amalia, Yusainy, Cleoputri Al, Herani, Ika

Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : Mediapsi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

This study aimed to investigate whether trait rumination has a role in individual’s structure of current affect, specifically on valence and arousal dimension. Within-subject experiment design was used as a study design which involved eighty-one undergraduate students of Department of Psychology, Universitas Brawijaya as participants. Images from International Affective Picture System (IAPS) were used to evoke participant’s affect and measured by Self Assessment Manikin’s (SAM) rating while trait rumination was measured using Ruminative Response Scale (RRS). Statistical analysis using one-way repeated measures ANOVA technique found that trait rumination has a significant role in participant’s structure of current affect on relation between valence stimulus and rating valence (F=5.276, p<0.01) but has no role on relation between arousal stimulus and rating arousal (F=0.753, p>0.05).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah trait rumination memiliki peran dalam struktur pengalaman afektif individu, yaitu dimensi valence dan arousal. Penelitian ini menggunakan desain within-subject experiment dengan melibatkan delapan puluh satu orang mahasiswa baru Prodi Psikologi Universitas Brawijaya sebagai partisipan. Afek partisipan dibangkitkan menggunakan stimulus gambar dari International Affective Picture System (IAPS) yang diukur melalui Self Assessment Manikin (SAM) dan trait rumination diukur menggunakan Ruminative Response Scale (RRS). Hasil analisis statistik menggunakan teknik one-way repeated measures ANOVA menunjukkan bahwa trait rumination memiliki peran signifikan dalam hubungan antara valence stimulus dan rating valence (F=5.276, p<0.01). Namun, trait rumination tidak memiliki peran dalam hubungan antara arousal stimulus dan rating arousal (F=0.753, p>0.05).