EDUDEENA
ISSN : 25812734     EISSN : 25809989
Edudeena Journal merupakan terbitan berkala ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kediri. Ruang lingkup penelitian Edudeena Journal adalah pendidikan, pemikiran dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang meliputi kurikulum, strategi, manajemen dan pemikiran pendidikan agama Islam.
Articles
24
Articles
MENELISIK REVITALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KONSEP IBNU AL QAYYIM AL-JAUZIYYAH (1292-1350 M)

ni'mah, zetty azizatun

EDUDEENA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.773 KB)

Abstract

ABSTRAK Konsep pendidikan Islam perspektif Ibnu Qayyim masih relevan diaplikasikan dalam pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Pembangunan karakter melalui PAI sudah sangat selaras dengan konsep manhaj tarbiyah yang ditawarkan oleh Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah dengan sasaran 9 aspeknya yang mencakup seluruh disiplin ilmu dengan tanpa meninggalkan karakter atau akhlakul karimah pada setiap peserta didik. Problem-problem yang muncul pada PAI baik pada problem konseptual atau problem aplikasinya yang mana das sollennya PAI sebagai agen pembentukan karakter tapi das seinnya mengalami kegagalan. Untuk itu perlu adanya revitalisasi PAI agar khittah awal sebagai pembentuk karakter bisa terealisasikan. Dalam hal ini konsep-konsep yang ditawarkan Ibnu Al Qayyim Al Jauziyyah bisa dijadikan dasar bagi para pembuat kebijakan pendidikan dan para pendidik Muslim. Kata Kunci : Revitalisasi Pendidikan Agama Islam, Konsep Ibnu Al Qayyim Al-Jauziyyah

PENDIDIKAN RAMAH ANAK BERBASIS KURIKULUM SYARIAH DI SD MUHAMMADIYAH PROGRAM KHUSUS KOTTA BARAT SURAKARTA

zumaroh, siti, widodo, widodo

EDUDEENA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.626 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi, kendala, dan solusi implementasi pendidikan ramah anak berbasis kurikulum syariah di SD Muhammadiyah Program Khusus Kotta Barat Surakarta. Jenis penelitian kualitatif di SD Muhammadiyah Program Khusus Kotta Barat Surakarta pada bulan Juli – Nopember 2017. Nara sumber penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas 2a, 2b, dan 2c dan siswa kelas 2a, 2b, dan 2c. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Teknik analisis interaktif melalui pengumpulan data, sajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa (1) Implementasi pendidikan ramah anak berbasis kurikulum syariah di SD Muhammadiyah Program Khusus Kotta Barat Surakarta diimplikasikan dengan sekolah yang nyaman, siswa yang mudah bertanya, tidak sungkan mengkritik guru, terpenuhinya kebutuhan anak, keamanan yang baik, dan berpartisipasi dalam pemilihan guru baru. Sekolah ramah anak sebagai bentuk pendidikan yang menerapkan belajar tanpa tekanan, belajar dalam kondisi yang menyenangkan, dan tidak ada beban dalam proses pembelajaran itu sendiri. Implementasinya antara lain adalah meniadakan PR, dan dalam pembelajaran guru tidak menggunakan kata-kata yang berlebihan atau menyakiti perasaan siswa, guru menghargai hak anak saat ingin berbicara atau menyampaikan pendapat. (2) Kendala implementasi pendidikan ramah anak berbasis kurikulum syariah di SD Muhammadiyah Program Khusus Kotta Barat terletak pada kompetensi guru baru yang belum bisa memahami arti dari kurikulum syariah, SDM nya yang masih kurang mumpuni. (3) Solusi implementasi pendidikan ramah anak berbasis kurikulum syariah di SD Muhammadiyah Program Khusus Kotta Barat adalah guru baru digabungkan dengan guru lama, harapannya guru baru bisa belajar dengan guru lama, dan guru lama bisa memberikan penjelasan lebih baik lagi. Kata kunci: Pendidikan Ramah Anak, Kurikulum Syariah

Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Versus Pembelajaran Langsung

mashudi, mashudi

EDUDEENA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.309 KB)

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah yang memerlukan perhatian dalam kegiatan pembelajaran adalah metode teknik, dan strategi pembelajaran (learning metbod &technique). Strategi pembelajaran kooperatif memiliki beberapa elemen antara lain; (1) Saling ketergantungan positif, (2) Tatap muka, (3) Tanggung jawab individu, (4) Keterampilan kelompok dan interpersonal, dan (5) Keefektifan proses kelompok. Teori yang mendasari pembelajaran kooperatif dengan mengikuti perspektif yang berbeda. Di antaranya adalah teori behavioristik dan teori konstruktivisme. Manfaat pembelajaran kooperatif dilihat dari empat aspek tersebut; (1)Meningkatkan sikap positif terhadap kegiatan pembelajaran, (2)Menggiatkan interaksi antarsiswa, (3)Meningkatkan prestasi belajar, dan (4)Penilaian otentik. Berikutnya Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah produk dari perspektif konstruktivisme sosial. Sebagaimana Slavin menyebutkan teknik yang menggunakan pendekatan yang sesuai dengan pandangan kohesif sosial adalah Jigsaw, Group Investigation, dan Learning Together (LT).

Model Pendidikan Agama dalam Keluarga Muslim di Desa Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga

rohman, taufiq

EDUDEENA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.8 KB)

Abstract

Abstract This research talk about educational model religion in the family muslim in the village pulutan kecamatan sidorejo salatiga city .Of the study focus of the research is that which is becoming problems it was islamic education in the family muslim in the village pulutan kecamatan sidorejo salatiga city and how their model religious education in the family muslim in the village pulutan kecamatan sidorejo salatiga city . This study adopted qualitative approaches , so the presence of researchers in the field very important considering researchers act directly as an instrument direct and a gatherer data from the observation deep and actively involved in research .The data shaped words taken from informants and respondents when they were interviewed .In other words the data clear signs from informants , data on supplementary documents .A whole the data besides the interviews obtained from observation and documentation .Data analysis done by means of review existing data , and held reduction data , presentation of data , draw conclusions and the final stages of data analysis this is have something of the validity of data . Of its reserach obtained the results of research as follows: problems it was religious education in muslim families in the village pulutan subdistrict sidorejo salatiga city caused by several factors, that is lack of attention of parents and exemplary factors of parent and child that is less interest in studying islam . Educational model religion in the family muslim in the village pulutan kecamatan sidorejo salatiga 2015 city said it would follow the democratic authoritarian and models . Keywords: educational model religion, family muslim. ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Model Pendidikan Agama dalam keluarga muslim di Desa Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Fokus yang dikaji dalam penelitian ini adalah apa yang menjadi problematika pendidikan Islam dalam keluarga muslim di Desa Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga dan bagaimana Model pendidikan agama dalam keluarga muslim di Desa Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jadi kehadiran peneliti di lapangan sangat penting sekali mengingat peneliti bertindak langsung sebagai instrumen langsung dan sebagai pengumpul data dari hasil observasi yang mendalam serta terlibat aktif dalam penelitian. Data yang berbentuk kata-kata diambil dari para informan/responden pada waktu mereka diwawancarai. Dengan kata lain data-data tersebut berupa keterangan dari para informan, sedangkan data tambahan berupa dokumen. Keseluruhan data tersebut selain wawancara diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan cara menelaah data yang ada, lalu mengadakan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan dan tahap akhir dari analisa data ini adalah mengadakan keabsahan data. Dari penelitian yang dilaksanakan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: Problematika Pendidikan Agama dalam Kelurga Muslim di Desa Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor kurangnya perhatian dari orang tua dan faktor keteladanan dari orang tua serta minat anak yang kurang dalam mempelajari agama Islam. Model Pendidikan Agama dalam keluarga muslim di Desa Pulutan Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga tahun 2015 menggunakan model otoriter dan model demokratis. Kata Kunci: Model pendidikan Agama, keluarga muslim.

PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF ISLAM : STRATEGI DERADIKALISASI DALAM MEMBANGUN KARAKTER BANGSA DI PESANTREN SALAF

Prasetya, Budi

EDUDEENA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.499 KB)

Abstract

Akhir-akhir ini marak kasus-kasus radikal yang mengatasnamakan agama. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pemerintah terutama yang mengurusi pendidikan. Dalam pencegahan paham radikal, pemerintah terus menggalakkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter mempunyai dasar pedoman dari UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, serta dengan dasar dari Agama. Salah satu instansi yang mengedapankan pendidikan karakter sebagai upaya deradikalisasi adalah Ponpes Hidayatul Mubtadi’in Salatiga. Disana diajarkan berbagai macam pendidikan karakter melalui pengajaran, suri tauladan, dan praktik yang dilakukan. Dengan adanya pendidikan karakter yang kuat maka alumni pendidikan di pesantren salaf akan jauh dari paham radikal.

Pengembangan Kurikulum di SD Program Khusus Muhammadiyah Bayat, Klaten

Nugroho, Awal Aqsha

EDUDEENA Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.134 KB)

Abstract

Kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen. Setiap komponen yang menyusun kurikulum saling berhubungan satu sama lain, sehingga dalam proses pengembangan kurikulum harus memperoleh perhatian yang sama besarnya. Komponen-komponen tersebut yaitu komponen tujuan, isi, metode, serta komponen evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kurikulum PAI di SD Muhammadiyah PK Bayat ditinjau dari prinsip, faktor, pendekatan, organisasi, dan evaluasi pengembangan kurikulum dan masalah yang menghambat pengembangan kurikulum PAI di SD Muhammadiyah PK Bayat. Subyek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kurikulum serta guru PAI SD Muhammadiyah PK Bayat. Data yang diperoleh dari SD Muhammadiyah PK Bayat melalui wawancara, observasi dan dokumentasi Berdasarkan penelitian bahwa pengembangan kurikulum PAI di SD Muhammadiyah PK Bayat terlaksana dengan 4 komponen yaitu tujuan, materi, metode dan evaluasi. Ditinjau dari prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan kurikulum SD Muhammadiyah PK Bayat yaitu prinsip berorientasi pada tujuan, prinsip relevansi, prinsip kontinuitas/ berkesinambungan, prinsip fleksibilitas, prinsip belajar seumur hidup, dan prinsip sinkronisasi sudah sangat relevan. Ditinjau dari faktor pengembangan kurikulum perguruan tinggi, masyarakat, dan sistem nilai hal tersebut sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum SD Muhammadiyah PK Bayat. Adapun pendekatan yang digunakan dalam pengembangan kurikulum SD Muhammadiyah PK Bayat adalah kombinasi dari pendekatan subjek akademis, pendekatan humanistis, pendekatan teknologis, dan pendekatan rekonstruksi sosial. Bentuk organisasi kurikulum SD Muhammadiyah PK Bayat menggunakan corelated curiculum. Dalam pengembangan kurikulum kepala sekolah bersama dengan guru sama-sama berkontribusi guna mencapai tujuan sekolah. Masalah yang dihadapi dalam pengembangan kurikulum PAI di SD Muhammadiyah PK Bayat terletak pada terbatasnya ketersediaan guru PAI di sekolah. Kata Kunci: pengembangan kurikulum, PAI, SD Muhammadiyah PK Bayat

PEMBELAJARAN SAINS MELALUI SURAH AL-NABA’

Herni, Zulfiana

EDUDEENA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.028 KB)

Abstract

Pembelajaran sains pada PAUD adalah metode pembelajaran yang akan dikembangkan demi untuk memberikan pemahaman anak-anak tentang alam semesta dan isinya, pembelajaran ini dilakukan dengan metode pembiasaan mengenalkan ayat-ayat kauniyah seperti pada surah Al-Naba’. Ayat ini menjelaskan bagaiman Allah menciptakan alam semesta dan isinya. Dengan demikian mengajarkan surah ini pada PAUD sebagai metode pengenalan media alam sebagai sarana pembelajaran dan memungkinkan anak untuk menghafalkannya demi untuk mengasah otak anak. Disamping itu pembelajaran pada PAUD dalam pembelajaran sains mengantarkan anak didik untuk mempunyai akhlak yang mulia dan disiplin kepada waktu sebagai contoh dalam menghafalkan Al-quran dalam ayat-ayat kauniyah anak-anak diikat oleh waktu dan sebelum membaca menggunakan wudhu demi membersihkan dirinya dan menghadap kiblat, agar terbiasa sopan dalam membacanya.

TRADISI MEMAOS SEBAGAI MEDIA EDUKATIF UNTUK MEMBANGUN JIWA RELIGIUS GENERASI MUDA

Kariadi, Dodik, Suprapto, Wasis

EDUDEENA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.47 KB)

Abstract

Keragaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadikan sebuah daya tarik tersendiri yang membedakannya dengan negara lain. Hal ini merupakan warisan turun temurun dari para leluhur yang memiliki begitu banyak nilai-nilai di dalamnya. Keragaman budaya yang ada di Indonesia telah melahirkan pula keragaman wujud-wujud kebudayaan. Diantaranya adalah adat istiadat, upacara-upacara adat dan juga tradisi yang masih tetap dilestarikan oleh etnik-etnik di Indonesia. Setiap tradisi di Indonesia memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, terutama nilai religius. Demikian pula dengan masyarakat sasak yang dikenal sebagai masyarakat yang dari segi etnis yang cukup beragam memiliki beraneka ragam tradisi yang bila dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan maka akan sangat berguna untuk dijadikan sebagai alat untuk melestarikan serta mentransper hal-hal baik maupun nilai religius kepada generasi muda. Sebagai contoh yakni tradisi memaos atau membaca naskah lontar yang bisa dilakukan oleh beberapa orang pada suku sasak Lombok. Mengingat suku sasak mayoritas beragama Islam maka tradisi Memaos atau membaca lontar ini dilakukan pada acara-acara tertentu, biasanya pada hari-hari besar Islam. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sejarah latar belakang munculnya tradisi Memaos pada suku Sasak Lombok? Bagaimana aspek pendidikan religius pada tradisi Memaos pada masyarakat suku Sasak Lombok, terutama ketika ia digunakan sebagai alat untuk mewariskan nilai religius bagi generasi muda? Itulah beberapa persoalan yang coba diuraikan dalam tulisan ini. Dan hasilnya menunjukkan bahwa memaos muncul seiring dengan masuknya agama Islam di pulau Lombok dan Memaos mampu menjadi instrument dalam mewariskan nilai-nilai religius serta sebagai media aktualisasi penghayatan nilai-nilai keislaman.

PENGEMBANGAN MEDIA TUTORIAL PEMBELAJARAN MATA KULIAH MEDIA FOTOGRAFI PEMBELAJARAN

Pradana, Mochamad Desta

EDUDEENA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.247 KB)

Abstract

Abstract: One of the efforts to solve learning problems is by developing instructional resources. One of them is instructional tutorial. Based on the field observation, subject of photo media for Instruction (photography) in graduate program PBA of STAIN Kediri still employes instructional media (utilization). Thus, there is a need to develop media of instructional tutorial (by desaign) in order to overcome errors in delivering instructional messages. The aim of this study is to produce instructional media of subject of photo media for Instruction (photography) in the form of tutorial, lecturer guidance and students’ guidance which is expected to be able to help students gain knowledge of facts, concepts, and proper shooting procedures. The tutorial media is developed in terms of the study of the instructional technology which is based on the ADDIE model. The ADDIE model is a systematic instructional design model consisting of five phases: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. Furthermore, the product of the development of the instructional interactive multimedia will be evaluated. There are six steps in the evaluation phase: (1) judgement of the matter expert/ the material expert, (2) judgement of the design expert, (3) judgement of the media expert, (4) individual trials, (5) small group trials, (6) large group trials/ field trials. The result of expert validation for this instructional media tutorial indicates that it is properly designed, 73%. The result of media expert validation shows that it is very properly designed, 83%. The result of design expert validation shows that it is very properly designed, 82%. Personal validation is on the proper category, 70%. Result of small group validation is on proper category, 70%. Moreover, the result for big group test or field test is on the very proper category, 95%. Suggestion proposed related with the use and developing of media tutorial is (1) lecturers should be more creative and innovative in delivering instructional messages contained in this tutorial in order to make learning to be more attractive, fun, and creative, (2) there is a need to develop instructional media for subject of photo media instruction (photography) or other subjects, (3) the use of designed in media tutorial should be more interesting to make learning more interactive and interesting

STRATEGI PENGEMBANGAN SOAL HOTS PADA KURIKULUM 2013

Fanani, Moh. Zainal

EDUDEENA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.335 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada guru tentang konsep dan karakteristik penilaian Higher Order Thinking Skills (HOTS) secara mendalam dan untuk meningkatkan keterampilan para guru dalam mengembangkan penilaian HOTS. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, artikel ini ditunjang dengan berbagai literatur yang bersumber dari jurnal penelitian, buku referensi, modul, internet, dan sumber lainnya yang relevan dengan topik pengembangan penilaian HOTS. Dari data yang berhasil dihimpun dari berbagai referensi dapat diperoleh gambaran sebagai berikut: 1) penilaian HOTS adalah Soal-soal yang pada umumnya mengukur kemampuan pada ranah menganalisis (analyzing-C4), mengevaluasi (evaluating-C5), dan mengkreasi (creating-C6). Karakteristik HOTS yaitu: mengukur kemampuan berfikir tingkat tinggi, berbasis permasalahan kontekstual, tidak rutin (tidak akrab), dan menggunakan bentuk soal yang beragam; 2) langkah menulis item soal HOTS adalah: a) menganalisis KD yang dapat dibuat item HOTS, b) menyusun kisi-kisi soal, c) memilih stimulus yang menarik dan kontekstual, d) menulis butir pertanyaan yang sesuai dengan kisi-kisi, e) membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban; 3) Keuntungan dari penilaian HOTS adalah meningkat motivasi belajar siawa dan meningkatkan pencapaian hasil belajar; 4) Sedangkan strategi penyusunan soal-soal HOTS dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen stakeholder di bidang pendidikan mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah, sesuai dengan tugas pokok dan kewenangan masing-masing.