cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Periodically published twice a year in May and November ( ISSN 0854-8285 ) ( E ISSN 2581-1983 ) ; contains writings on conceptual ideas, studies and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of elementary schools.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Tahun 25 Nomor 2 November 2016" : 10 Documents clear
FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN PADA MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH DASAR Sudarnoto, Laura F.N.
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol 25, No 2 (2016): Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.272 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p091

Abstract

Abstract: The aim of this study is to describe the motivation of 121 teachers’ work at private Elementary School in Jakarta. The study of research objects as determinant factors include teachers’ commitment to school, the perception of leadership behaviors, and workplace conditions. Those variables are measured with assessment and behavior scale which the reliability is more than 0,90. Results of this study show that there is a positive and significant relationship of the three determinant factors toward the motivations of work, either individually or collectively. The effort that needs to be followed up is to maintain headmasters’ role as a leader because leadership is meaningful as a determinant factor that is important to increasing teachers’ motivation of work.Keywords: teachers’ motivation of work, determinant factorAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi kerja 121 guru SD sekolah swasta di Jakarta. Kajian objek penelitian sebagai faktor determinan meliputi komitmen terhadap sekolah, persepsi terhadap perilaku kepemimpinan, dan kondisi tempat kerja. Variabel-variabel tersebut diukur dengan skala penilaian dan skala sikap yang memiliki reliabilitas masing-masing di atas 0,90. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan dari ketiga faktor determinan terhadap motivasi kerja, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Usaha yang perlu ditindaklanjuti adalah mempertahankan peran kepala sekolah yang baik sebagai pimpinan karena kepemimpinan sangat bermakna sebagai faktor determinan yang penting untuk meningkatkan motivasi kerja para guru.Kata kunci: motivasi kerja guru, faktor determinan
KARAKTERISTIK INTERTWINING DALAM PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH DASAR Julie, Hongki
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.007 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p109

Abstract

Abstract: The aim of this study is to describe intertwining characteristic or knowledge relations in realistic mathematics approach and what are teachers need to do in the mathematics learning process until the intertwining characteristic arise. The research development is applied in three phase. The data collection was done by observation and video recording during the learning process. Research objects are sixth-grade Elementary School students in Yogyakarta. The results of this study showed that the intertwining characteristic in realistic mathematics approach emphasizes a series of learning as a combination of learning series that must be used in problem-solving. Things that teachers should do is to create a series of problems that are explored and solved by students so mathematics formal language is well achieved.Keywords: intertwining characteristic, realistic mathematics approach, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik intertwining atau jalinan pengetahuan dalam pendekatan matematika realistik dan hal-hal yang perlu dilakukan guru dalam proses pembelajaran matematika hingga karakteristik intertwining muncul. Penelitian ini berjenis penelitian pengembangan yang dibagi dalam tiga fase. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan dan perekaman video selama proses pembelajaran berlangsung. Subjek penelitian siswa kelas 6 SD di Yogyakarta. Hasil yang didapatkan: karakteristik intertwining dalam pendekatan matematika realistik menekanan rangkaian pembelajaran sebagai suatu jalinan dari rangkaian pembelajaran yang harus dimanfaatkan dalam penyelesaian masalah. Hal-hal yang dilakukan guru untuk membentuk jalinan rangkaian pembelajaran adalah membuat rangkaian masalah yang dieksplorasi dan diselesaikan siswa hingga pengetahuan formal matematika dicapai dengan baik.Kata kunci: karakteristik intertwining, pendekatan matematika realistik, sekolah dasar
MISKONSEPSI SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN BILANGAN DESIMAL Johar, Rahmah; Mahmud, Fitriadi; Mahdalena, Mahdalena; Rusniati, Rusniati
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1055.121 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p160

Abstract

Abstract: The aim of this study is to describe students’ minsconception at decimal numbers learning. The research subjects are IV grade students SDN 67 and MIN Tungkob Aceh Besar. Qualitative research method using observation instrument and learning test on decimal numbers material were applied in this tudy. The results of this study is in the form students’ mistakes deccription in understanding the concept of deciding decimal numbers between two integers and change fractions into decimal numbers, and students’ mistakes in solving the addition operation of decimal numbers. It is indicated that the causes of the misconception are sample questions are less varied so that generalizations become wrong and the limited time in using props so students tend to use stackable summation like the summation of integers.Keyword: misconception, elementary school students, decimal numbersAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk miskonsepsi siswa pada pembelajaran bilangan desimal. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 67, dan MIN Tungkob Aceh Besar. Data penelitian melalui observasi dan tes pembelajaran materi bilangan desimal. Analisis secara kualitatif. Hasil penelitian berupa siswa salah memahami konsep menentukan bilangan desimal diantara dua bilangan bulat, dan mengubah pecahan menjadi bilangan desimal, dan siswa salah melakukan operasi penjumlahan bilangan desimal. Penyebab miskonsepsi yaitu contoh soal kurang bervariasi sehingga generalisasi yang dilakukan menjadi keliru dan waktu yang diberikan menggunakan alat peraga terlalu singkat sehingga siswa cenderung menggunakan cara penjumlahan bersusun seperti menjumlahkan bilangan bulat.Kata kunci: miskonsepsi, siswa sekolah dasar, bilangan desimal.
KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA DALAM MENULIS DESKRIPSI BERBASIS KURIKULUM 2013 PADA SISWA SD Badawi, A.
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.955 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p121

Abstract

Abstract: This study aims at describing the process of writing the description, the results of writing description and described writing a description assessment. The approach of this study employed descriptive qualitative research. The research subjects are all second graders in SDN Pandanwangi 1 Malang. The data collection techniques were observation, documentation, and interviews. The result of this research indicated that the ability to write a description in second graders of SDN Pandanwangi 1 remains low. Only 46% of students were able to write a description of a total number of 39 students. Students who have not been able to write descriptions as much as 64%. The results of writing a description can be concluded that students who use capital letters and periods were 21 students, the students who wrote the text in accordance with the title were 32 students, the students who wrote the appropriate words were 32 students, and students who use effective sentence were 31 students.Keywords: writing descriptions, curriculum 2013, elementary school studentAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses menulis deskripsi, hasil menulis deskripsi, dan mendeskripsikan penilaian menulis deskripsi. Pendekatan penelitan yang digunakan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian seluruh siswa kels 2 SDN Pandanwangi 1 Kota Malang. Teknik pengumpulan data: observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini adalah kemampuan menulis deskripsi siswa kelas 2 Bintang SDN Pandanwangi 1 masih 46 % siswa yang mampu menulis deskripsi dari jumlah seluruhnya ada 39 siswa. Siswa yang belum mampu menulis deskripsi sebanyak 64%. Hasil menulis deskripsi dapat disimpulkan bahwa siswa yang menggunakan huruf besar dan tanda titik ada 21 siswa, siswa yang menulis teks sesuai dengan judul ada 32 siswa, siswa yang menulis kata dengan tepat ada 32 siswa, dan siswa yang menggunakan kalimat efektif ada 31 siswa.Kata kunci: menulis deskripsi, kurikulum 2013, siswa kelas SD
KESALAHAN SISWA PADA OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VI SEKOLAH DASAR Nuraini, Ni Luh Sakinah; Suhartono, Suhartono; Yuniawatika, Yuniawatika
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.84 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p168

Abstract

Abstract: The aimed of this research is to describe the mistakes of the students grade VI in elemetary school that is related to addition and subtraction fraction operation and the causal factors. This research used explanatory design. the data is in the form of test. The result of this research indicated that 61% students do mistakes in addition fraction operation and 63,3% students do mistakes in subtraction fraction operation. The mistakes consist of misprochedure, misconception, misinterpretation of the directions, careless, wrong implementation, and unstudied. According to those datum, the result of discussion can be summed up that the mistakes of the students in addition fraction operation reach 61% and subtraction fraction operation reach 63,3%.Keyword: students’ mistakes, addition, subtraction, fractions.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kesalahan siswa kelas VI SD terkait dengan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan serta faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan rancangan explanatory design. Data berupa hasil tes. Hasil penelitian ini, ditemukan bahwa 61% siswa mengalami kesalahan pada operasi penjumlahan pecahan dan 63,3% siswa pada operasi pengurangan pecahan. Kesalahan siswa meliputi kesalahan prosedur, kesalahan konsep, kesalahan dalam menyalahartikan petunjuk, kesalahan karena kecerobohan, kesalahan aplikasi, dan kesalahan belajar. Berdasarkan paparan data hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kesalahan siswa pada operasi penjumlahan pecahan mencapai 61% dan pada operasi pengurangan pecahan mencapai 63,3%.Kata kunci: kesalahan siswa, penjumlahan, pengurangan, pecahan.
DESAIN DIDAKTIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS MATERI BALOK DAN KUBUS SISWA KELAS IV SD Nur’aeni L, Epon; Muharram, Muhammad Rijal Wahid
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol 25, No 2 (2016): Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.363 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p139

Abstract

Abstract: Didactic design of mathematic understanding competency of block and cube in fourthgrade elementary school student. Purpose of the research was to describe: (1) learning obstacles of mathematic understanding competency, (2) design of didactic learning material based on development of a block and cube material understanding competency, (3) implementation of the design of didactic learning material based on development of a block and cube material understanding competency. The research used didactic design research and analyzed qualitatively. An instrument was writing test. Research procedure: prospective analysis, experiment and restropective analysis. Results of the research were an alternative didactic design which could be used in elementary school mathematic learning.Keyword: didactic design, mathematic understanding, block and cube concept, elementaryAbstrak: Desain Didaktis Kemampuan Pemahaman Matematis Materi Balok dan Kubus Siswa Kelas Iv Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) learning obstacle kemampuan pemahaman matematis,(2) desain didaktis bahan ajar berbasis pengembangan kemampuan pemahaman matematis materi balok dan kubus,(3) implementasi desain didaktis bahan ajar berbasis pengembangan kemampuan pemahaman matematis siswa materi balok dan kubus. Subjek siswa kelas IV SD dengan lokasi penelitian di SDN 1 Pengadilan. Penelitian ini menggunakan penelitian desain didaktis dan dianalisis kualitatif. Instrumen berupa tes tertulis. Prosedur penelitian: prospective analysis, eksperiment dan retrospective analysis. Hasil penelitian ini adalah suatu desain didaktis alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika SD.Kata kunci: desain didaktis, pemahaman matematis, konsep balok dan kubus, SD.
PEMENUHAN HAK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Triyanto, Triyanto; Permatasari, Desty Ratna
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol 25, No 2 (2016): Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.588 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p176

Abstract

Abstract: Special children’s rights fulfillment in inclusive school SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto. The aim of this study is to describe the fulfilling of special needs children’s’ rights in inclusive school SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto. The qualitative descriptive research was applied and the data collection of data was using questionnaires, interview, and observation. The subjects of the study are classroom teachers and teacher assistant. The results of the study showed that SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto has been able to apply the inclusive school concept. Although not all of special children’s needs are fulfilled, they have been generally fulfilled.Keywords: special children’s rights fulfillment, inclusive schoolAbstrak: Pemenuhan Hak Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusif SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket, wawancara dan observasi. Subyek penelitian adalah guru kelas dan guru pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDIT Al Irsyad Al Islamiyyah 02 Purwokerto telah mampu menerapkan konsep sekolah inklusi dengan cukup baik. Meski masih belum semua hak ABK terpenuhi, namun secara umum hak-hak ABK telah dapat terpenuhi.Kata kunci: pemenuhan hak-hak ABK, sekolah inklusif.
ASESMEN PEMECAHAN MASALAH OPEN-ENDED UNTUK MENGUKUR PROFIL BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA BERDASAR GENDER Sa’dijah, Cholis; Rafiah, Hajjah; Gipayana, Muhana; Qohar, Abdul; Anwar, Lathiful
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.674 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p147

Abstract

Abstract The purpose of this qualitative research is describing open-ended problem solving assessments for measuring the profile of student’s mathematical creative thinking, and describing student’s mathematical gender-based creative thinking profile. The assessments forms were open-ended problem solving sheet and interview guide. The research subjects were 3 female and 3 male sixth graders at one of elementary school in Malang, whose mathematical creative thinking capability regarded as high, fair, low level for each gender group. The students whose mathematical creative thinking high have all the three aspects of creative thinking: fluency, flexibility, and originality aspects of creativity. The students who have fair level of mathematical creative thinking fulfill only two aspects that are fluency and flexibility aspects. The students whose mathematical creative thinking low have only fluency aspect. Female students solve mathematical problems more fluently than boys. The male student who has high level of mathematical creative thinking has visual spatial ability better than the same level female student. Also the high mathematical profeciency female student has better mathematical reasoning ability than the male student of the same level. Key words: assessment, open-ended problem solving, mathematical creative thinking, gender.Abstrak: Tujuan penelitian ini mengkaji asesmen pemecahan masalah open-ended untuk mengukur profil berpikir kreatif matematis siswa dan mengkaji profil berpikir kreatif matematis siswa berdasar gender. Asesmen pemecahan masalah open-ended berupa lembar-lembar pemecahan masalah open-ended dan pedoman wawancara untuk mengukur profil berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan siswa kelas VI di satu sekolah dasar di kota Malang yang masing-masing berkategori berpikir kreatif matematis tinggi, sedang, dan rendah. Siswa laki-laki dan siswa perempuan yang berkategori berpikir kreatif matematis tinggi memenuhi aspek kelancaran, keluwesan, dan keaslian, yang berkategori sedang memenuhi aspek kelancaran dan keluwesan, sedangkan yang berkategori rendah hanya memenuhi aspek kelancaran. Perbedaan yang terjadi muncul pada aspek kelancaran, yaitu siswa perempuan lebih lancar daripada siswa laki-laki. Siswa laki-laki yang berkategori berpikir kreatif matematis tinggi memiliki kemampuan visual spasial yang tinggi, sementara siswa perempuan yang berkategori berpikir matematis tinggi memiliki penalaran matematis yang tinggi.Kata kunci: asesmen, pemecahan masalah open-ended, berfikir kreatif matematis, gender.
PENANAMAN NILAI-NILAI BUDI PEKERTI DI SEKOLAH DASAR Sulthoni, Sulthoni
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.437 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p100

Abstract

Abstract: This research aimed at describing the moral values dissemination in elementary school. This research implemented descriptive qualitative research using study case. Data collection was conducted by doing an interview, observation, and documentation study. The result of this research showed that the moral values dissemination in elementary school is started by providing learning facility, teachers, and administration officer, until the behavioral example which will be easier to be imitated by the students. Religious extracurricular and important date of national agenda or religious agenda is the momentum of media teaching moral values effectively.Keywords: moral values, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penanaman nilai-nilai budi pekerti di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan penanaman nilai budi pekerti di SD dimulai dengan penyediaan fasilitas belajar, mushola, kebersihan, dan peraturan yang mengikat kepala sekolah, para guru, tenaga administrasi, sampai dengan keteladanan perilaku yang baik sehingga mudah ditiru anak. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan hari-hari besar nasional maupun keagamaan merupakan sarana pendidikan budi pekerti yang efektif.Kata kunci: nilai-nilai budi pekerti, Sekolah Dasar
PENGEMBANGAN MODEL BELAJAR BERMUTU YANG ADAPTIF UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU SEKOLAH DASAR TERPENCIL Sutardi, Dodo
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 25 Nomor 2 November 2016
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.845 KB) | DOI: 10.17977/um009v25i22016p127

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to produce excellent learning models which are adaptable and examine its effectiveness. The learning model is directed to increase teachers’ performance in remote elementary schools. This research used two approaches which are; qualitative descriptive, and experiment with non-equivalent model control group design at four Elementary School within remote area in Seluma Regency, Bengkulu Province. The research results showed that (1)the Excellent Learning Model (PTK based teaching) adjusted with the limited teachers’ academic qualification, learning infrastructure, the minimum training experience, low internal motivation, and (2) Adaptable Excellent learning model is more effective in increasing teachers’ performance in remote area Elementary School.Keywords: excellent learning model, adaptive, and teachers’ performanceAbstrak: Penelitian ini bertujuan (1) menghasilkan model belajar BERMUTU yang adaptif, dan (2) menguji keefektifan model belajar Bermutu yang adaptif dalam meningkatkan kinerja guru SD terpencil. Penelitian dilakukan pada 4 SD terpencil di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yaitu; deskriptif kualitatif, dan eksperimen dengan model noequivalent control group design. Hasil penelitian: (1) Model belajar Bermutu (pembelajaran berbasis PTK) disesuaikan dengan keterbatasan kualifikasi akademik guru, sarana prasarana pembelajaran, minimnya pengalaman pelatihan, motivasi internal yang rendah, dan (2) Model pembelajaran Bermutu yang adaptif lebih efektif dalam meningkatkan kinerja guru SD terpencil.Kata kunci: model pembelajaran bermutu, adaptif, dan kinerja guru

Page 1 of 1 | Total Record : 10