cover
Filter by Year
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan
Periodically published twice a year in May and November ( ISSN 0854-8285 ) ( E ISSN 2581-1983 ) ; contains writings on conceptual ideas, studies and application of theories, practical writing, and the results of educational research and teaching of elementary schools.
Articles
60
Articles
Hubungan Penguasaan Diksi dan Berpikir Kreatif dengan Kemampuan Menulis Naratif Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Fahrurrozi, Fahrurrozi

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the relationship of diction mastery and creative thinking with the ability of narrative writing. This research was conducted at Setiabudi District School of South Jakarta in 2016/2017 with survey method with sample. Data retrieval technique through test for diction mastery and creative thinking with questionnaires and writing performance tests for the ability to write narrative. The results show that: (1) there is a positive relationship of creative thinking with the ability to write narrative; (2) there is a positive relationship of dictionary mastery with narrative writing ability; (3) there is a positive relationship of creative thinking and diction mastery with the ability to write narrative.Keywords: narrative writing skills, creative thinking, diction mastery, elementary school.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan penguasaan diksi dan berpikir kreatif dengan kemampuan menulis narasif. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan tahun 2016/2017 dengan metode survei dengan sample. Teknik pengambilan data melalui tes untuk penguasaan diksi dan berpikir kreatif dengan angket serta tes unjuk kerja menulis untuk kemampuan menulis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif berpikir kreatif dengan kemampuan menulis naratif; (2) terdapat hubungan positif penguasaan diksi dengan kemampuan menulis naratif ; (3) terdapat hubungan positif berpikir kreatif dan penguasaan diksi dengan kemampuan menulis naratif.Kata Kunci: kemampuan menulis naratif, berpikir kreatif, penguasaan diksi, sekolah dasar.

Pengembangan Alat Penilaian Kemampuan Mengajar dengan Pendekatan Pembelajaran Tematik Terpadu dan Pendekatan Saintifik di SD

Suharjo, Suharjo, Sutrisno, Sutrisno

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This study aims to develop: (1) a tool for assessing the ability to develop lesson plan with integrated thematic approach and scientific approach (APKM1), and (2) assesment tool for applying thematic learning with integrated thematic approach and scientific approach (APKM2). Research design using research and development. The subjects of this research are PGSD students, PGSD lecturers, and elementary school teachers. Data collected by questionnaire. The analysis used to analyze the result data is descriptive statistic. The results of this study indicate that (1) APKM1 is very feasible to be used as an assessment instrument of the lesson plan; (2) APKM2 is very feasible to be used as an assessment instrument for the implementation of learning.Keywords: assessment tool, teaching, thematic integrated, scientific approach.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan: (1) alat penilaian kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan tematik terpadu dan pendekatan saintifik (APKM1), dan (2) alat penilaian kemampuan melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan tematik terpadu dan pendekatan saintifik (APKM2). Desain penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan (research and development). Subyek coba penelitian ini adalah mahasiswa PGSD, dosen PGSD, dan guru SD. Data dikumpulkan melalui angket. Analisis yang digunakan untuk menganalis data hasil penelitian adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) APKM1 sangat layak untuk digunakan sebagai instrumen penilaian rencana pelaksanaan pembelajaran; (2) APKM2 sangat layak untuk digunakan sebagai instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran.Kata Kunci: alat penilaian, mengajar, tematik terpadu, pendekatan saintifik.

Modul Komik Tematik Berbasis Multiple Intellegence untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar

Yasa, Arnelia Dwi, Chrisyarani, Denna Delawanti, Akbar, Sa’dun, Mudiono, Alif

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This study aimed to describe the validity of the comic module based on Multiple Intellegence (MI). This research uses research and development approach. Data collected by questionnaire. The data type is the nonverbal data obtained from the expert validation score. The analysis technique used is qualitative data analysis. Qualitative data analysis is derived from inputs, suggestions from expert material validators, language, and instructional design. Expert validation results on teacher guidelines and student modules were 94.67% and 95.04%, respectively. Based on data analysis, student modules and teacher modules developed are very valid. Modules deserve to be used as teaching materials to help students and teachers in the learning process.Keywords: thematic comics, modules, multiple intellegence, elementary school.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan modul komik tematik berbasis Multiple Intellegence (MI). Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development. Data dikumpulkan melalui angket. Jenis data adalah data nonverbal yang diperoleh dari skor validasi ahli. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif diperoleh dari masukan, saran dari validator ahli materi, bahasa, dan desain pembelajaran. Hasil validasi ahli pada pedoman guru dan modul siswa berturut-turut 94,67% dan 95,04%. Berdasarkan analisis data, modul siswa dan modul guru yang dikembangkan sangat valid. Modul layak digunakan sebagai bahan ajar untuk membantu siswa dan guru pada proses pembelajaran.Kata Kunci: komik tematik, modul, multiple intellegence, sekolah dasar.

Pengembangan Cerita Anak dengan Pendekatan Ekolinguistik Sebagai Pengungkap Kearifan Lokal untuk Pelestarian Bahasa Jawa dan Lingkungan di SD

Kurniati, Endang

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

disclosure of local wisdom for the preservation of Javanese language and the environment of elementary students. The research approach used is research and development. This research product in the form of teaching material of the story that suitable with learning requirement of Javanese elementary school in the form of discourse which use Javanese dialect where the student is, by utilizing cultural activity, vocabulary, traditional expression, and fairy tale which is local wisdom. This teaching material uses Javanese dialect language [a] which can be used in Banyumas, Tegal, Brebes, and Javanese dialect [כ] which can be used in Surakarta, Semarang, and Yogyakarta.Keywords: teaching materials, ecolinguistics, local wisdom of elementary school.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar cerita dengan pendekatan ekolinguistik sebagai pengungkap kearifan lokal untuk pelestarian bahasa Jawa dan lingkungan siswa SD. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah research and development. Produk penelitian ini berupa materi ajar cerita yang sesuai kebutuhan pembelajaran bahasa Jawa SD dalam bentuk wacana yang menggunakan bahasa Jawa dialek dimana siswa berada dengan memanfaatkan kegiatan budaya, kosakata, ungkapan tradisional, dan dongeng yang merupakan kearifan lokal. Materi ajar ini menggunakan bahasa Jawa dialek ngapak [a] yang dapat digunakan di Banyumas, Tegal, Brebes, serta bahasa Jawa dialek [כ] yang dapat digunakan di Surakarta, Semarang, dan Yogyakarta.Kata Kunci: materi ajar, ekolinguistik, kearifan lokal SD.

Keefektifan Model Pembelajaran Pilihan Aktivitas Belajar (Pab) Dalam Pembelajaran Tematik di Kelas IV SD

Suhartono, Suhartono, Murti, Tri, Artikasari, Artikasari

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effectiveness of Learning Activity Choice (LAC) model that has been developed previously. Quantitative research approach is quasi experimental method, the result is qualitative analyzed so that it can be called as explanatory design. The results are evidence of a limited trial of the PAB learning model prior to dissemination and wider diffusion to the SD / MI educational audience. This research shows that 23 people (74,2%) stated very effective and 8 people (25,8%) stated effective for application of learning model of PAB in thematic learning. In addition, there is a significant difference between the effectiveness of learning outcomes of knowledge and social learning model of PAB with conventional learning on thematic learning.Keywords: effectiveness, learning model, learning activity choice, thematic learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keefektifan dari model pembelajaran Pilihan Aktivitas Belajar (PAB) yang telah dikembangkan sebelumnya. Pendekatan penelitian kuantitatif yakni metode eksperimen kuasi, yang hasilnya dianalisis kualitatif sehingga dapat disebut juga sebagai desain eksplanatori (explanatory design). Hasil merupakan bukti uji coba terbatas model pembelajaran PAB sebelum diseminasi dan difusi lebih luas kepada khalayak pendidik SD/MI. Penelitian ini menunjukkan dari 23 orang (74,2%) menyatakan sangat efektif dan 8 orang (25,8%) menyatakan efektif penerapan model pembelajaran PAB dalam pembelajaran tematik. Selain itu, ada perbedaan signifikan antara keefektifan pembelajaran hasil belajar pengetahuan dan sosial model PAB dengan pembelajaran konvensional pada pembelajaran tematik.Kata kunci: keefektifan, model pembelajaran, pilihan aktivitas belajar, pembelajaran tematik

Pengembangan Model Variasi Permainan Bola Kecil Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani untuk Siswa Kelas IV SD

Pratama, Gde Nugrah, Amiq, Fahrial

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This research was conducted with the aim to develop a small ball learning model by applying game variation for fourth graders in Brawijaya Smart School (BSS) Malang City which is packed in a guidebook. This research uses research and development method from Borg and Gall. Based on the results of small group testing conducted on 10 students obtained percentage with an average of 86.25% and from large group trial with the subject of 24 students obtained a percentage with an average of 89.72%. The development of a small ball game variation model in physical education learning, is expected to increase motivation, attract interest, and facilitate students in following the learning.Keywords: development, learning, game, small ball.Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model pembelajaran bola kecil dengan menggunakan penerapan variasi permainan bagi siswa kelas IV di SD Brawijaya Smart School (BSS) Kota Malang yang dikemas dalam sebuah buku panduan. Penelitian ini menggunakan metode research and development dari Borg dan Gall. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada 10 siswa diperoleh persentase dengan rata-rata 86,25% dan dari uji coba kelompok besar dengan subjek sebanyak 24 siswa diperoleh persentase dengan rata-rata 89,72%. Pengembangan model variasi permainan bola kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani, diharapkan dapat meningkatkan motivasi, menarik minat, dan mempermudah siswa dalam mengikuti pembelajaran.Kata Kunci: pengembangan, pembelajaran, permainan, bola kecil.

Pengembangan Model Pembelajaran Lintas Budaya Monokultur pada Siswa Sekolah Dasar

Sutaryanto, Sutaryanto, Budiono, Budiono, Rapih, Subroto

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: The objective of the research is to develop a cross-cultural monoculture learning model to reduce prejudice in elementary school students. Research and development research approach using ADDIE model. Data collection using questionnaires, interviews, observation, and documentation. Descriptive data analysis. The results of this study received validator assessments and were tested on a small scale and wide-scale test with excellent information obtained from instructional learning data, pretest and postest student prejudice questionnaires, and student responses to learning. This suggests that a cross-cultural learning model is worthy of use in learning to reduce prejudice in elementary school students with a monoculture background.Keywords: cross cultural learning, prejudice, monoculture, elementary school.Abstrak: Tujuan penelitian adalah mengembangkan model pembelajaran lintas budaya monokultur untuk mereduksi prasangka pada siswa sekolah dasar. Pendekatan penelitian research and development menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini mendapat penilaian validator dan diujikan dalam skala kecil dan uji skala luas dengan keterangan sangat baik yang diperoleh dari data keterlaksanaan pembelajaran, kuisioner prasangka siswa pretest dan postest, dan respon siswa terhadap pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran lintas budaya layak digunakan dalam pembelajaran untuk mereduksi prasangka pada siswa sekolah dasar dengan latar belakang monokultur.Kata kunci: pembelajaran lintas budaya, prasangka, monokultur, sekolah dasar.

Pengembangan Model Pelatihan Inovatif untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SD Daerah Terpencil

Nugroho, Piter Joko

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: Development of Innovative Training Model for Increasing Elementary School Teachers’ Competences on Remote Areas. The objective of the first phase of this multi-year study is to undertake defining phase conducted by training needs analysis. By survey research, data was collected from 86 teachers by distributing questionnaire, interviewing and FGD, then analyzed using TNA-T. The results showed that there were significant gaps in all pedagogical, social and professional competence indicators; in exception for the personality competence that from 5 indicators there were 3 indicators that had gaps. The indicator ‘V’ of pedagogic competence is an indicator that has the greatest gap, as well as being a model of innovative training that will be developed at the next research stage. IHT is an effective training recommended to improve the elementary school teachers’ competences on remote area.Keywords: innovative training model, elementary school teachers’ competences, remote areaAbstrak: Pengembangan Model Pelatihan Inovatif untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SD Daerah Terpencil. Tujuan penelitian multi-tahun tahap pertama ini adalah melaksanakan tahap pendefinisian yang dilakukan melalui analisis kebutuhan pelatihan. Melalui penelitian survey data dikumpulkan dari 86 guru melalui penyebaran angket, wawancara dan FGD, yang selanjutnya dianalisis menggunakan TNA-T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan pada seluruh indikator kompetensi pedagogik, sosial, dan profesional; terkecuali kompetensi kepribadian dari 5 buah indikator terdapat 3 buah indikator yang mengalami kesenjangan. Indikator ‘V’ dari kompetensi pedagogik merupakan indikator yang memiliki kesenjangan terbesar sekaligus menjadi model pelatihan inovatif yang akan dikembangkan pada tahapan penelitian berikutnya. IHT merupakan bentuk pelatihan yang direkomendasikan untuk meningkatkan kompetensi guru SD daerah terpencil. Kata kunci: model pelatihan inovatif, kompetensi guru SD, daerah terpencil

Pembelajaran Tematik Model Webbed Berbasis Saintifik Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi di SD

Marzuki, Marzuki

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This study aims to describe thematic webbed based scientific modeling learning for the acquisition of high-level thinking ability of elementary school children. A qualitative approach to the subject of the child, and the teacher of 14 elementary schools in East Pontianak. The result of the application of thematic learning webbed based model of scientific, children feel happy and have higher-order thinking ability although not 100% children. Results of ability, to analyze 39.66%, evaluate 34.65, and create 43.14%. Thematic-based webbed-based learning model is good because most children have high-order thinking skills in the form of analyzing, evaluating, creating, and being able to think scientifically to avoid memorizing and remembering.Keywords: thematic webbed model, scientific, higher-order thinking skills.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran tematik model webbed berbasis saintifik untuk perolehan kemampuan berpikir tingkat tinggi anak Sekolah Dasar. Pendekatan kualitiatif dengan subjek anak, dan guru SD 14 Pontianak Timur. Hasil penerapan pembelajaran tematik model webbed berbasis saintifik, anak merasa senang dan mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi walaupun belum 100% anak. Hasil kemampuan menganalisis 39,66%, mengevaluasi 34,65, dan berkreasi 43,14%. Pembelajaran tematik model webbed berbasis saintifik adalah baik karena sebagian besar anak mempunyai kemampuan berpikir tingkat tinggi berupa menganalisis, mengevaluasi, berkreasi/mencipta, dan dapat berpikir secara saintifik untuk menghindari pola pikir menghafal dan mengingat.Kata Kunci: tematik model webbed, saintifik, kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar

Suyono, Suyono, Harsiati, Titik, Wulandari, Ika Sari

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 26 Nomor 2 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract: This study aims to describe the implementation pattern of School Literacy Movement (GLS) in primary school. This research uses descriptive research design with qualitative approach. The results showed that there is a pattern of implementation of school literacy movement. The patterns include (1) the pattern of literacy activities in thematic books and (2) the pattern of literacy activities in schools. Patterns of literacy activity in thematic books found are twelve patterns including pre-reading, reading and post-reading activities. The pattern of literacy activities in schools found thirteen patterns of activity covering three aspects, namely the pattern of strategy and implementation of literacy activities, book sources and literacy environment, as well as cooperation of literacy activities.Keywords: implementation, school literacy movement, thematic learning.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola implementasi gerakan literasi sekolah. Pola tersebut meliputi (1) pola kegiatan literasi pada buku tematik dan (2) pola kegiatan literasi di sekolah. Pola kegiatan literasi pada buku tematik yang ditemukan berjumlah dua belas pola meliputi kegiatan prabaca, membaca, dan pascabaca. Pola kegiatan literasi di sekolah ditemukan tiga belas pola kegiatan meliputi tiga aspek, yaitu pola strategi dan pelaksanaan kegiatan literasi, sumber buku dan lingkungan literasi, serta kerja sama kegiatan literasi.Kata Kunci: implementasi, gerakan literasi sekolah, pembelajaran tematik.